cover
Contact Name
Indra Kertati
Contact Email
admin@iasssf.com
Phone
-
Journal Mail Official
jgedsic@journal-iasssf.com
Editorial Address
Cluster Kukusan No 25 M, Jl. Rw. Pule I, Kukusan, Beji, Depok City, West Java 16425
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Journal Gender Equality Disability Social Inclusion and Children
ISSN : -     EISSN : 30252601     DOI : -
JGEDSIC memberikan akses peneliti di seluruh dunia untuk mengembangkan hasil-penelitian, kajian metodologi berbasis gender, diabilitas dan anak. Tema jurnal ini menekankan pada dinamika pencapaian kesetaraan gender, isu-isu gender, disabilitas, inklusi sosial dan anak terutama anak-anak berkebutuhan khusus. Aim : GEDSIC memberikan akses peneliti di seluruh dunia untuk mengembangkan hasil-penelitian, kajian metodologi berbasis gender, diabilitas dan anak. Scope : Gender, disability and children in a legal perspective Gender, disability and children in the perspective of public administration Gender, disability and children in an economic perspective Gender, disability and children in an environmental perspective Gender, disability and children in an educational perspective Gender, disability and children in a health perspective Gender, disability and children in a social perspective Gender, disability and children in an infrastructure perspective Gender, disability and children in a religious perspective Gender, disability and children in an agricultural perspective Jurnal ini menerima naskah baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris.
Articles 30 Documents
Analisis perencanaan penganggaran keuangan responsif gender pada kantor imigrasi Semarang Ambarisiwi, Dian
Journal of Gender Equality Disability Social Inclusion and Children Vol. 1 No. 1: (July) 2023
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jgedsic.v1i1.2023.169

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis anggaran keuangan responsive gender di Kantor Imigrasi Semarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data yang digunakan adalah informasi dasar yang diperoleh melalui wawancara mendalam dan studi dokumen. Informan dalam penelitian ini adalah perencanaan anggaran Kantor Imigrasi Semarang yang berjumlah 5 informan. Metode analisis data adalah analisis kualitatif deskriptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perencanaan anggaran di Departemen Imigrasi Semarang berjalan dengan baik sesuai dengan peraturan yang berlaku. Anggaran untuk pelaksanaan program kerja pemerintah merupakan hal terpenting yang mendukung keberhasilan program kerja tersebut. Tanpa anggaran yang memadai, sangat tidak mungkin rencana atau program kerja tersebut dapat dilaksanakan dengan baik. Oleh karena itu, anggaran program kerja harus disusun dan direncanakan dengan baik, sehingga program kerja tidak membebankan pembiayaan dan penggunaan anggaran. Keberhasilan perencanaan anggaran dipengaruhi oleh faktor strategis seperti transparansi, akuntabilitas, sistem pengendalian intern, komitmen organisasi dan kepemimpinan perencana anggaran dan Artinya, semakin baik akuntabilitas, transparansi, pengendalian intern, manajemen dan komitmen organisasi perencana anggaran maka semakin mudah memenuhi kriteria keberhasilan perencanaan anggaran.
Mewujudkan good governance melalui pelayanan publik responsif gender Pertiwi
Journal of Gender Equality Disability Social Inclusion and Children Vol. 1 No. 1: (July) 2023
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jgedsic.v1i1.2023.170

Abstract

Pelayanan publik sebagaimana dalam UU Nomor 25 Tahun 2009 adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundangundangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan / atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Berbagai kebijakan yang diluncurkan pemerintah untuk tetap memberikan layanan prima kepada masyarakat terus dilakukan. Metode penelitian penelitian deskriptif kualitatif, Jenis data yang digunakan adalah data sekunder, Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustakan yaitu data yang diperlukan dikumpulkan dari berbagai publikasi atau dokumen yang relevan yang dapat dijadikan sebagai referensi data. Guna untuk mencegah kegiatan mal administrasi, dilakukan dengan deteksi dini dengan 8 tema antara lain : Komunikasi dan Informatika, Kebencanaan dan Kedaruratan, Perbankan, pertambangan, agraria, energi, ketenagakerjaan, kelompok rentan dan difabel dan tahapan perlakuan pelaksanaan saran kepada penyelenggara pelayanan public. Langkah lain adalah Penjaminan mutu yang meliputi kegiatan layanan pemeriksaan aduan pengawasan pelayanan publik, penjaminan mutu penyelesaian laporan masyarakat, penjaminan mutu pencegahan maladministrasi. Inovasi pelayanan oleh penyelenggara pelayanan publik salah satunya dengan memanfaatkan teknologi informasi secara (online) menjadi cara penyelenggaraan pelayanan publik tetap dapat berjalan efektif.
Penyelenggaran mal pelayanan publik responsif gender dan difable di kabupaten Banyumas provinsi Jawa Tengah Prasty, Abella Ananda
Journal of Gender Equality Disability Social Inclusion and Children Vol. 1 No. 1: (July) 2023
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jgedsic.v1i1.2023.171

Abstract

Upaya Pemerintah untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik tidak pernah berhenti, hingga diundangkanya UU nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan publik sebagai tonggaknya segala upaya untuk mempercepat terwujudnya pelayanan publik yang prima di Indonesia.  Salah satu terobosan dan inovasi untuk mewujudkan pelayanan yang prima adalah diundangkannya Permenpan RB nomor 23 tahun 2017 tentang penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik (MPP). Penyelenggaraan MPP di Provinsi Jawa Tengah diampu oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Tengah yang dibentuk dengan dasar Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 18 Tahun 2017 Penyelenggaran Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Penyelenggaraan mal pelayanan publik ini bertujuan memberikan kemudahan pelayanan terhadap masyarakat yang ada di Jawa Tengah dengan cepat dan mudah serta mendapatkan sarana dan prasarana yang nyaman bagi penerima layanan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, pertama masih rendahnya kualitas sumber daya manusia yang ada di Mal pelayanan publik, belum tersedianya sarana dan prasarana yang nyaman bagi penerima layanan dan masih kurangnya sosialisasi oleh pemerintah tentang keberadaan mal pelayanan publik di Jawa Tengah.
Perencanaan dan evaluasi program perencanaan keluarga di masa wabah covid-19 Somantri, Ocky Mulya
Journal of Gender Equality Disability Social Inclusion and Children Vol. 1 No. 1: (July) 2023
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jgedsic.v1i1.2023.240

Abstract

Wabah COVID-19 telah memiliki dampak substansial pada program Perencanaan Keluarga, yang sampai saat ini telah bergantung pada kegiatan pribadi untuk mendekati, berkonsultasi, dan menyediakan layanan kontrasepsi. Karena akses terbatas ke layanan fasilitas kesehatan selama pandemi, yang dapat menyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan dan prematur, lebih sedikit orang berpartisipasi dalam inisiatif perencanaan keluarga dan menggunakan kontrasepsi. Ini menempatkan Indonesia pada risiko peningkatan jumlah kehamilan yang tidak direncanakan dan ledakan populasi, yang akan meningkatkan angka kematian saat melahirkan dan menghalangi upaya untuk mengamankan masa depan Indonesia di era ekstra demografis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bagaimana program perencanaan keluarga diatur dan dievaluasi selama wabah COVID-19. Teknik yang digunakan adalah ulasan literatur dengan data sekunder. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa program perencanaan keluarga, yang diterapkan selama pandemi, telah menerapkan rencana berdasarkan signifikansi masalah saat ini dengan mengalihkan dana, mengeluarkan pedoman untuk layanan rencana keluarga selama pandemik, dan memaksimalkan peran penasihat perencana keluarga untuk membantu layanan. Selain itu, pengawasan dan pemantauan terus dilakukan. Dukungan diperlukan dalam memfasilitasi layanan perencanaan keluarga dengan menyediakan perangkat kontrasepsi dan protokol kesehatan lengkap PPE secara merata, meningkatkan keterlibatan kader dan pemimpin masyarakat, untuk daerah yang belum memiliki kemudahan akses ke layanan melalui perangkat elektronik dan belum menemukan vaksin yang benar-benar aman untuk wanita hamil dan menyusui.
Analisis program beras untuk rumah tangga miskin (raskin) Yulia, Alma; Ilma, Hafizha; Badriyah, Lailatul; Karimatul, Putri; Dila, Rahmadani S; Rahayu, Yashinta W
Journal of Gender Equality Disability Social Inclusion and Children Vol. 1 No. 1: (July) 2023
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jgedsic.v1i1.2023.250

Abstract

Ada begitu banyak kebijakan pemerintah yang dibuat untuk mendukung program mensejahterakan rakyat, seperti yang sudah disebutkan di atas salah satunya yaitu kebijakan mengenai pembagian Beras Miskin (Raskin) yang juga disebut Beras Se-jahtera (Rastra). Program Raskin merupakan subsidi pangan sebagai upaya dari pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memberikan perlin-dungan pada keluarga miskin melalui pendistribusian beras yang diharapkan mampu menjangkau keluarga miskin. Penelitian ini mendeskripsikan temuan atau hasil review penelitian sebe-lumnya dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Tinjauan literatur adalah karya akademik yang menunjukkan pemahaman dan pengetahuan tentang topik tertentu dalam konteks literatur akademik. Tinjauan literatur juga mencakup evaluasi kritis materi, karena itu disebut sebagai tinjauan literatur. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa program raskin dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga miskin, membantu pengentasan kemiskinan terutama membantu Rumah Tangga Miskin untuk memenuhi kebutuhan dasar dan mengurangi dana pengeluaran rumah tangga.  Pelaksanaan program ini sebenarnya cukup membantu penanggulangan kemiskinan di Indonesia khususnya pada aspek pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat yang menjadi penerima manfaatnya. Namun, jika berkaca pada dampak dan kritiknya, program Raskin ini sebenarnya belum berdampak secara signifikan terhadap kemiskinan di Indonesia yang disebabkan hasil program yang tidak permanen dan bersifat jangka panjang.
Effective strategies and practical implementation in teaching english to deaf students: Insights from a qualitative case study of communication approaches and learning media Ningsih, Ayu Puspita; Purnama, Yulian; Wahidiyati, Irra
Journal of Gender Equality Disability Social Inclusion and Children Vol. 3 No. 1: (July) 2025
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jgedsic.v3i1.2025.1897

Abstract

Background: Deafness is a condition when a person cannot hear, either partially or completely. Deaf students have different ways of communicating with other people, including the way they learn things. Teachers need to use special methods in teaching deaf students so that the objectives of the teaching and learning process can be achieved. This research aims to identify the strategies used by teachers in teaching English to deaf students and find out how these strategies are implemented. Methods: This research uses a qualitative descriptive method and is based on a case study at SMPLB Karya Bakti Don Bosco Wonosobo (Special School for the Deaf). To find answers to these problems, this study interviewed an English teacher about the strategies implemented during the learning process in the classroom. To obtain more in-depth data, researchers also conducted classroom observations. Findings: This research shows that teachers use sign language strategies, read lips and use various media. As for the implementation of this strategy, the teacher focuses more on enriching students' vocabulary, the teacher speaks slowly and clearly when using sign language. teachers teach simple conversations; teachers use varied media. Conclusion: Teaching English to deaf students requires tailored strategies such as sign language, lip-reading, and media use, which must be implemented with patience and persistence to support effective learning. Novelty/Originality of this article: The findings in this study emphasize the fact that teaching deaf students requires excessive effort and great persistence, and the strategies presented in this study can be useful for other English teachers teaching deaf students.
Digital business skills empowerment: Enhancing power aspects and economic independence of underprivileged orphans Amanda, Fadia; Harisoesyanti, Kania Saraswati; Machdum, Sari Viciawati
Journal of Gender Equality Disability Social Inclusion and Children Vol. 3 No. 1: (July) 2025
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jgedsic.v3i1.2025.1917

Abstract

Background: This research is motivated by the condition of underprivileged orphans who are unable to pursue higher education and secure decent jobs due to the death of their parents and the poverty they experience. Meanwhile, the empowerment of underprivileged orphans, which is typically carried out by orphanages, is usually only done until they graduate from high school. Therefore, further empowerment is needed for underprivileged orphans to achieve their welfare. This research aims to explain the empowerment and aspects of power of underprivileged orphans developed through the ABC Jakarta program. Methods: This research uses a qualitative and descriptive approach conducted from March to June 2024. Data collection was carried out through in-depth interviews, participation observations, and literature studies involving twelve informants, namely four program implementers and eight students. Finding: The results of this research show that the empowerment of underprivileged orphans by ABC Jakarta, which focuses on digital business, consists of new student admissions, student orientation, education and training classes, service, internship, employment, and graduation. The process of empowering underprivileged orphans can be seen from increasing students' capacity, knowledge, skills, and learning motivation. A strength perspective is found in ABC Jakarta activities, which focus on developing the capacity and potential possessed by the underprivileged orphans as students. Empowerment is carried out so that the underprivileged orphans can have power. The aspects of power developed in this program are the power to make personal choices and determine life opportunities, define needs, think, access and utilize resources, and engage in economic activities. This power enables underprivileged orphans to improve their lives. Conclusion: The empowerment process in ABC Jakarta emphasizes the potential of underprivileged orphans so that they can have aspects of empowerment in order to change their life for the better through employment. Novelty/Originality of this article: The novelty/originality of this article lies in analyzing ABC Jakarta’s empowerment model, which uniquely focuses on developing digital business skills to enhance underprivileged orphans’ power, choices, and economic independence.
The functionality of the family in building the resilience of narcotics abusers undergoing rehabilitation Annisya, Sri
Journal of Gender Equality Disability Social Inclusion and Children Vol. 3 No. 1: (July) 2025
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jgedsic.v3i1.2025.2024

Abstract

Background: Drug abuse remains a serious global and national issue, with South Sumatra among the provinces with the highest prevalence in Indonesia. Rehabilitation efforts often face challenges such as relapse, which is influenced by internal and external factors, particularly family support and functioning. This study aims to examine the role of family functioning in strengthening the individual resilience of narcotics abusers undergoing rehabilitation in South Sumatra Province. Methods: This study employed a quantitative causal design using a survey method and Structural Equation Modeling (SEM) to analyze the influence of family functioning on individual resilience among 106 narcotics abusers undergoing rehabilitation in South Sumatra. Findings: The findings reveal that family functionality significantly affects individual resilience (path coefficient = 0.60; t = 5.20), indicating that emotional support, parental involvement, and effective communication play a critical role in preventing relapse during rehabilitation. Conclusion: The research shows that family functionality plays a vital role in fostering resilience among narcotics abusers by providing emotional support, open communication, and guidance throughout the rehabilitation process. Active family involvement, especially in supervision and positive engagement, significantly aids in preventing relapse and sustaining recovery. Novelty/Originality of this article: The novelty/originality of this article lies in quantitatively analyzing how specific aspects of family functioning significantly enhance individual resilience and reduce relapse risk among narcotics abusers undergoing rehabilitation in South Sumatra.
Understanding parenting patterns and their influence on the nutritional status of stunted toddlers: A phenomenological study Laila, Jelita Nur; Astuti, Tyas Puji; Aziza, Fitri Anaaan Nur; Vikri, Muhammad
Journal of Gender Equality Disability Social Inclusion and Children Vol. 3 No. 1: (July) 2025
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jgedsic.v3i1.2025.2051

Abstract

Background: Stunting in toddlers remains a critical public health concern in Indonesia due to its long-term effects on child development, quality of life, and national human capital. It is not merely a result of chronic undernutrition, but also deeply influenced by parental care patterns—especially those of mothers socioeconomic conditions, nutritional literacy, time constraints, and engagement with primary health services such as posyandu and community clinics. Despite multiple government interventions, stunting rates remain high, highlighting a gap between policy frameworks and ground realities. Methods: This study employs a qualitative phenomenological approach to explore how low-income mothers manage household food security, develop feeding strategies, and respond to the risk of stunting. Data were gathered through in-depth interviews, participatory observations, and focus group discussions (FGDs). Thematic analysis was conducted through transcription, data reduction, coding, and interpretive synthesis. Findings: Often shaped by children's activity levels rather than biomedical indicators. Community health interventions were found more effective when participatory and trust-based. The study identifies a significant gap between technocratic approaches focused on nutrition metrics and the contextual needs of mothers. Conclusion: Advocating for locally grounded, dialogic, and empowering interventions that strengthen emotional, social, and cultural capacities to sustain household nutritional resilience. Novelty/Originality of this article: The novelty/originality of this article lies in exploring mothers’ lived experiences managing stunting risk, revealing gaps between technocratic nutrition policies and the contextual, culturally grounded needs of low-income Indonesian families.
Socio-economic factors influencing the voting behavior of people with disabilities in developing nations Singh, Sukhvir
Journal of Gender Equality Disability Social Inclusion and Children Vol. 3 No. 1: (July) 2025
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jgedsic.v3i1.2025.2060

Abstract

Background: In developing nations, people with disabilities face systemic barriers that impede their full participation in political processes, particularly in voting. This paper explores the intersection of disability and socio-economic factors, analyzing how poverty, education, employment status, and social marginalization affect the voting behavior of disabled individuals. Despite the recognized right to vote, people with disabilities are often excluded from the electoral process due to physical inaccessibility, lack of disability-inclusive policies, and socioeconomic constraints. Methods: Through a sociological lens, this study examines how these individuals' political engagement is shaped by structural inequalities, highlighting the compounded impact of disability and economic disadvantage on voter turnout and political participation. Drawing on case studies from low-resource settings. Findings: This paper demonstrates that people with disabilities in developing countries face multiple barriers to exercising their right to vote. These barriers include accessible polling stations, voter education, and legal frameworks protecting political rights. These structural inequalities directly impact the voting behavior and levels of political participation of people with disabilities, particularly in resource-limited settings. Conclusion: This study emphasizes the importance of inclusive policy reforms to eliminate the specific barriers that people with disabilities face in the electoral process. This requires accessibility to polling stations, voter education targeted to disability groups, and legal protection of their political rights. Novelty/Originality of this article: The novelty/originality of this article lies in its sociological analysis of how disability intersects with poverty, education, and employment to shape political participation, emphasizing structural barriers and advocating for inclusive electoral policies in developing nations.

Page 3 of 3 | Total Record : 30