cover
Contact Name
Widayat Widayat
Contact Email
widayat@live.undip.ac.id
Phone
+6281329163105
Journal Mail Official
pspi@live.undip.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Jl. Prof. Sudarto SH Tembalang Semarang 50275 Semarang Jawa Tengah Indonesia www. pspi.undip.ac.id; Email pspi@live.undip.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 29858100     DOI : 10.14710/jpii.xxxx.xxxxx
Fokus dari JPII ini adalah mempublikasikan setiap artikel ilmiah dari dari para peneliti, insinyur, Insinyur Profesional. Artikel yang diterbitkan dapat berbentuk Artikel Riset, Artikel Review, Artikel dari Studi Kasus, Review Artikel baik Singkat maupun Lebar. Pekerjaan Keinsinyuran diantaranya dalam bidang keteknikan /rekayasa, pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan. Ruang lingkup dari jurnal ini adalah: - Teknik Industri yang meliputi teknik mesin, teknik elektro, teknik kimia, teknik industri - Teknik Sipil dan Rekayasa Bangunan yang meliputi perairan, sungai dan bendungan - Teknik Informatika, Komputer dan Sistem Informasi - Rekayasa Sumber Daya Hayati yang meliput pertanian, peternakan dan perikanan
Articles 163 Documents
Komposit Asphalt Polymer Wearing Coarse (AC-WC) dengan Buton Granular Asphalt (BGA) 15/20 pada Penetrasi 60/70 Menggunakan Fly Ash untuk Perkerasan Jalan Pesisir Juny Andry Sulistyo; Widayat Widayat; Sulardjaka Sulardjaka
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 4 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2025.26846

Abstract

Indonesia memiliki cadangan aspal alam yang cukup banyak di pulau Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara. Aspal ini dikenal dengan Asbuton. Asbuton dapat dijadikan suatu bahan tambah yang dapat mengurangi kebutuhan aspal minyak suatu campuran dan sekaligus dapat meningkatkan performa campuran aspal. Penelitian ini bertujuan mengetahui seberapa besar nilai karakteristik Marshall pada pencampuran aspal alam dan buatan dengan perbandingan penggunaan Buton Granular Asphalt dengan fly ash dan portland cement. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan percobaan untuk mendapatkan hasil, pemanfaatan BGA sebagai pencampuran dengan variasi kadar granular 10%, 20%, 30%, 40% dan 50% terhadap total campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan granular dengan semen portland memiliki hasil terbaik dibanding dengan campuran fly ash. Semakin banyak granular yang digunakan, menyebabkan nilai stabilitas semakin meningkat. Pada kadar BGA 10% nilai stabilitas yang didapatkan sebesar 1.593,63 kg, pada saat kadar Buton Granular Asphalt ditambahkan sampai pada kadar 50%, nilai stabilitas meningkat menjadi 2.614,59 kg. Nilai stabilitas mengalami peningkatan seiring pertambahan kadar BGA. Dengan peningkatan rata-rata sebesar 2.047,83 kg. Kelelehan flow campuran mengalami peningkatan seiring pertambahan kadar Buton Granular Asphalt. Pada saat campuran menggunakan variasi BGA sebesar 10%, memiliki nilai flow sebesar 3,17 setelah divariasikan dengan kadar Buton Granular Asphalt sampai pada 50%, nilai flow meningkat menjadi 3,60 dengan rata-rata peningkatan sebesar 3,36. Kata kunci: campuran beton aspal, Buton Granular Asphalt, karakteristik Marshall, semen portland
Implementasi Pembangunan Lift di Stasiun Citayam untuk Meningkatkan Standar Pelayanan Penumpang Kereta Commuter Line Galang Sri Nalendra; Bobby Rio Indriyantho; Daliman Daliman
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 4 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2025.26845

Abstract

Pembangunan lift di Stasiun Citayam bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan mendukung standar pelayanan penumpang pada sistem transportasi kereta commuter line. Seiring dengan meningkatnya jumlah penumpang, kebutuhan akan fasilitas yang memadai bagi seluruh pengguna, termasuk penyandang disabilitas, lansia dan ibu hamil menjadi sangat penting. Saat ini, Stasiun Citayam masih memiliki keterbatasan dalam hal fasilitas aksesibilitas yang memadai, khususnya untuk penumpang dengan mobilitas terbatas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang melibatkan pengumpulan data primer melalui observasi langsung di lokasi dan wawancara dengan pihak pengelola serta data sekunder dari dokumen dan regulasi yang relevan. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan aksesibilitas dan mengukur tingkat pencapaian standar pelayanan minimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan lift di Stasiun Citayam secara signifikan meningkatkan kemudahan mobilitas penumpang, terutama kelompok rentan. Selain itu, implementasi proyek ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan keselamatan dan kenyamanan layanan transportasi umum. Hasil kajian ini juga menyoroti pentingnya perencanaan fasilitas yang lebih inklusif di stasiun kereta lain di masa mendatang. Kata kunci: transportasi umum, aksesibilitas, kualitas layanan, standar keselamatan, commuter line
Asesmen Potensi Longsor di Daerah Gunung Pati Kota Semarang dengan Metode Anbalagan Muhammad Mukhlisin; Widayat Widayat; Silviana Silviana
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 5 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2026.26857

Abstract

Kota Semarang merupakan daerah yang rawan longsor, terutama daerah yang memiliki morfologi perbukitan. Melihat adanya kejadian longsor di beberapa wilayah Kota Semarang, maka diperlukan adanya asesmen agar dapat diantisipasi terjadinya bencana longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko kerentanan longsor dengan menggunakan Metode Anbalagan dan membandingkan dengan metode berdasarkan Permen PU No. 22 Tahun 2007 RI dan Slope Assessment System (SAS) Malaysia. Lokasi penelitian ini berada di lereng Gedung E10 Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang dengan dua slope pada area penelitian yaitu slope 1 dan 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan metode Anbalagan, baik slope 1 dan 2 memperoleh skor 7,35 dengan tingkat kerawanan tinggi. Sedangkan berdasarkan pada Permen PU No. 22 Tahun 2007, slope 1 bernilai 2,44 tingkat kerawanan tinggi, slope 2 bernilai 2,16 tingkat kerawanan rendah. Melalui metode SAS, slope 1 memiliki nilai 0,95 dan slope 2 0,89 yang berarti keduanya memiliki tingkat kerawanan sangat tinggi. Berdasarkan berbagai metode pengaturan yang digunakan, pengaturan tersebut mendapatkan hasil yang cukup sama. Kata kunci: Anbalagan, Slope Assessment System, longsor, risiko kerawanan, Permen PU No. 22 Tahun 2007
Analisis Desain Bukaan dalam Mengurangi Beban Pendinginan Pada Rumah Tipe 70 Wahyu Widayanto; Aries Susanty; R. Rizal Isnanto
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 5 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2026.26851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh desain tata letak bangunan dan dimensi bukaan pada dinding terhadap pengurangan beban pendinginan serta biaya energi tahunan di lingkungan tropis Indonesia. Fokus utama penelitian adalah mengevaluasi efisiensi energi melalui optimalisasi bukaan dan tata letak bangunan untuk meningkatkan kenyamanan termal sekaligus mengurangi konsumsi energi pendinginan. Metode penelitian dilakukan menggunakan perangkat lunak simulasi Grasshopper dengan data cuaca Jakarta dalam format .epw. Simulasi memodelkan 2 alternatif tata letak bangunan dan 3 set dimensi bukaan untuk mengukur nilai radiasi matahari tahunan serta kebutuhan energi pendinginan. Parameter seperti luas bangunan, jenis bukaan dan energi lainnya diperhitungkan untuk memperoleh hasil yang akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata letak alternatif dengan desain bukaan yang optimal dapat mengurangi beban pendinginan secara signifikan. Perubahan kecil dalam dimensi bukaan, seperti penyesuaian antara 10-30 cm, menghasilkan penghematan biaya listrik tahunan sebesar Rp100.000 hingga Rp200.000. Tata letak alternatif yang dipilih mampu memanfaatkan ventilasi alami dan mengurangi radiasi termal hingga mencapai efisiensi energi yang lebih baik. Penelitian ini menegaskan pentingnya perencanaan arsitektur yang responsif terhadap iklim untuk mencapai keberlanjutan energi dan penghematan biaya operasional bangunan. Kata kunci: desain tata letak, beban pendinginan, Indonesia, keberlanjutan energi
Optimasi Fuel Consumption Pada Unit Hauling Dump Truck Production RTP (ROM To Port) dengan Pemindahan CSA (Change Shift Area) Khilmy Hidayat; Didi Dwi Anggoro; Bobby Rio Indriyantho
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 5 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2026.26859

Abstract

Industri pertambangan batu bara di Indonesia memiliki peran penting dalam penyediaan energi nasional, namun terdapat tantangan besar dalam pengelolaan emisi karbon yang sangat terkait terhadap dampak lingkungan. Undang-Undang Nomor 16 tahun 2016 tentang Pengesahan Paris Agreement To The United Nations Framework Convention On The Climate Change menjadi dasar Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam mendorong program efisiensi energi. PT. Saptaindra Sejati sebagai salah satu kontraktor batu bara di bawah subsidiary PT. Adaro Energy Indonesia berkomitmen dalam melaksanakan program efisiensi energi untuk menurunkan emisi karbon dengan menurunkan fuel consumption pada unit hauling dump truck sejumlah 160 unit dengan bahan bakar B35 untuk kegiatan pengangkutan batu bara dari ROM To Port (RTP). Salah satu upaya agar dapat menurunkan fuel consumption adalah memperpendek jarak lokasi Change Shift menjadi lebih dekat dengan jalan utama hauling saat aktivitas pergantian shift dengan Pemindahan Change Shift Area (CSA). Kata kunci: efisiensi energi, emisi karbon, fuel consumption, ROM to Port, change shift area
Analisis Potensi Pengolahan Sampah menjadi Refused Derived Fuel (RDF) di TPST Kebon Kongok, Provinsi Nusa Tenggara Barat Bimastyaji Surya Ramadan; Mochamad Arief Budihardjo; Badrus Zaman
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 5 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2026.26852

Abstract

Refused derived fuel (RDF) merupakan salah satu solusi pengelolaan sampah yang banyak dipromosikan oleh pemerintah saat ini terutama sebagai co-firing atau bahan bakar pendamping batu bara di industri semen maupun industri pembangkit listrik. Salah satu contoh pemanfaatan sampah menjadi RDF dilakukan di TPST Kebun Kongok yang terletak di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pada kajian ini, dilakukan analisis potensi pengolahan sampah menjadi RDF. Metode analisis yang dilakukan adalah analisis deskriptif dan analisis neraca massa yang digunakan untuk mengetahui bagaimana kondisi eksisting, potensi dan rencana pengembangan pemanfaatan sampah menjadi RDF. Hasil kajian menunjukkan bahwa total sampah yang dikelola oleh TPST saat ini sebesar 30 ton/hari atau masih jauh dari desain kapasitas awalnya yang sebesar 120 ton/hari. Diketahui pula RDF yang dihasilkan memiliki nilai kalor sebesar 3,400-3,800 kcal/kg yang dinilai memenuhi persyaratan kualitas RDF yang dibutuhkan oleh offtaker. Melalui perhitungan neraca massa, potensi sampah yang tidak dimanfaatkan dan dibuang ke landfill sebagai residu dari TPST adalah sebesar ±26 ton/hari. Besarnya timbulan sampah yang masih belum dimanfaatkan menunjukkan adanya potensi pemanfaatan yang besar dalam pengolahan sampah di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kata kunci: pengolahan sampah, RDF, TPST, Waste to Energy
Analisis Kualitas Data Spasial Desa Lengkap Proyek Strategis Nasional PTSL di Kabupaten Banjarnegara Achmad Zaenuri; Vitus Dwi Yunianto Budi Ismadi; Syafrudin Syafrudin
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 6 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2025.26866

Abstract

Roadmap Transformasi Digital Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) adalah sebagai upaya untuk mengakomodir kemajuan teknologi saat ini dan kemudahan dalam pelayanan kepada masyarakat. Roadmap tersebut memberikan gambaran mengenai pentingnya peningkatan dan penyediaan data dalam percepatan layanan elektronik di Kementerian ATR/BPN. Kantor Pertanahan Kabupaten Banjarnegara telah menerapkan layanan full elektronik, yang diharapkan dapat meningkatkan layanan publik bidang pertanahan, lebih cepat, efisien dan akuntabel. Untuk memenuhi kondisi tersebut, diperlukan kualitas data spasial yang lengkap, akurat dan up to date. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas data spasial desa lengkap Proyek Strategis Nasional PTSL dan membandingkan terhadap desa/kelurahan non PTSL di Kabupaten Banjarnegara, termasuk analisis tujuh anomali bidang tanah. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis data spasial. Hasil analisis menunjukkan bahwa, terhadap desa/kelurahan yang telah dilakukan kegiatan PTSL Desa Lengkap mempunyai anomali KW 123 yang rendah, yaitu 3,54% dan 1,62%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kualitas data spasialnya baik. Terhadap desa/kelurahan yang belum pernah dilakukan kegiatan PTSL mempunyai anomali KW 123 cukup tinggi, yaitu 61,7% dan 70,19%. Anomali tersebut merata di semua jenis anomali. Sehingga perlu dilakukan peningkatan kualitas data baik KW 123 maupun KW 456. Kata kunci: kualitas data, anomali, desa lengkap, PTSL
Pengadaan Lahan Parkir dengan Sistem Lift: Studi Kasus di Kawasan Jalan Pandanaran Semarang Edwin Indra Kusuma; Abdul Syakur; Haryono Setiyo Huboyo
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 5 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2026.26854

Abstract

Jalan Pandanaran merupakan kawasan yang terletak strategis yaitu di jantung Kota Semarang, menghubungkan Tugu Muda dan Simpang Lima. Lokasi penelitian adalah lahan parkir depan toko oleh-oleh Bandeng Juwana hingga Indomaret. Penelitian dilakukan terhadap jumlah kendaraan pengunjung di lokasi studi yang cukup banyak sehingga menimbulkan antrean akibat kurangnya pelayanan parkir. Antrean tersebut kerap menimbulkan kemacetan di kawasan Jalan Pandanaran Semarang terutama pada jam sibuk. Secara umum penyelesaian masalah pada penelitian ini meliputi 2 tahapan, yaitu menganalisis situasi parkir saat ini di Kawasan Jalan Pandanaran, menganalisis apakah kebutuhan parkir dapat dipenuhi dengan menggunakan teori antrean dan memprediksi kebutuhan parkir berikutnya yang dikonfigurasi. Menurut data historis yang ada menggunakan sistem robot selama 12 tahun, hasil regresi linier sederhana dan hasil forecast maka kendaraan yang parkir di kawasan Jalan Pandanaran tahun 2024 adalah sejumlah 1610 unit/hari selama 12 jam pengamatan, maka diperoleh ?? = 135 kendaraan/jam. Dari hasil perhitungan analitis, nilai pelayanan optimal adalah kapasitas pelayanan sebanyak 210 kendaraan yang berarti diperlukan 156 tempat parkir, sehingga sulit jika hanya mengandalkan on street parking. Sehingga perlu adanya perencanaan dengan menggunakan sistem parkir lift (robotic). Berdasarkan hasil analisis kelayakan usaha menunjukkan bahwa parkir lift (robotic) baru dapat menghasilkan nilai positif dari investasi setelah 5 tahun. Kata kunci: parkir lift, Jalan Pandanaran
Manajemen Pengendalian Material PAF/NAF sebagai Batuan Penutup Disposal Final untuk Rencana Rehabilitasi di Area Kerja PT. Pamapersada Nusantara Distrik KPCS Tito Nur Adityo Nugroho; Widayat Widayat; Didi Dwi Anggoro
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 5 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2026.26861

Abstract

Bisnis proses dari tambang batu bara, seringkali mengharuskan perusahaan untuk membuka lahan hijau atau hutan-hutan asli untuk menjadi area penggalian. Dari keseluruhan bisnis proses pertambangan batu bara, mulai dari pembukaan lahan, penggalian batuan penutup, penambangan batubara, pengangkutan material penutup dan batu bara, akan diakhiri dengan proses rehabilitasi/reklamasi. Sebagai bentuk tanggung jawab, perusahaan wajib memastikan bahwa proses rehabilitasi/reklamasi berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Salah satu yang menjadi syarat baku dari proses reklamasi adalah batuan penutup disposal final merupakan material dengan sifat NAF (Non-Acid Forming) dan menghindari material dengan sifat PAF (Potential Acid Forming). Manajemen pengendalian material PAF dan NAF ini mutlak dilakukan untuk menjaga kualitas dari rehabilitasi/reklamasi yang dilaksanakan. Pengendalian ini dimulai dari eksplorasi, perencanaan tambang hingga eksekusi akhir penambangan secara operasional. Pengawasan yang ketat dan kontrol perencanaan yang baik, diharapkan dapat memberikan kewaspadaan kepada setiap pekerja untuk menghidari adanya material PAF di area disposal final rencana rehabilitasi/reklamasi. Dalam penelitian ini akan dibahas bagaimana kontrol perencanaan hingga eksekusi secara operasional untuk mendukung proses rehabilitasi di PT. Pamapersada Nusantara Site KPCS. Kata kunci: reklamasi, rehabilitasi, PAF, NAF, manajemen, pertambangan, batu bara
Pemanfaat Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Penyiapan Data Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Dionza Surya Nugrahanto; Bambang Sudarsono; Thomas Triadi Putranto
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 6 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2025.28725

Abstract

Indonesia memerlukan upaya perlindungan lahan pertanian guna menjaga ketahanan pangan nasional di tengah meningkatnya kebutuhan pangan akibat pertumbuhan penduduk dan berkurangnya lahan pertanian karena alih fungsi untuk permukiman maupun industri. Kabupaten Lamandau merupakan wilayah yang rentan mengalami konversi lahan pertanian, khususnya menjadi perkebunan kelapa sawit. Dalam pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), dilakukan penyiapan data LP2B di Kabupaten Lamandau. Namun, data LP2B yang tersedia masih berasal dari berbagai instansi dengan luasan berbeda dan belum sepenuhnya menggambarkan kondisi eksisting secara spasial, sehingga diperlukan pembaruan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini bertujuan menyediakan data LP2B yang akurat secara spasial dan tekstual serta menjelaskan tahapan penyiapan data LP2B. Metode penelitian dilakukan melalui pengumpulan data spasial, interpretasi citra, inventarisasi dan verifikasi lapang menggunakan Catatan Identifikasi Lapang (CIL), serta analisis SIG menggunakan ArcGIS. Tahapan analisis SIG meliputi koreksi batas poligon, pembaruan atribut, perhitungan luasan dan penyusunan peta sebaran LP2B. Hasil menunjukkan bahwa dari luasan usulan awal 2.181,53 Ha, LP2B eksisting yang tersisa hanya 518,70 Ha (23,78%), terdiri atas sawah 374,79 Ha dan tegalan 143,91 Ha. Perbedaan ini menunjukkan terjadinya alih fungsi lahan yang dominan menjadi kebun sawit dan semak. Data hasil SIG dapat menjadi dasar rekomendasi penetapan LP2B dalam RTRW dan Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau. Kata kunci: pertanahan, pertanian, lahan pertanian pangan berkelanjutan, ketahanan pangan, SIG