cover
Contact Name
Widayat Widayat
Contact Email
widayat@live.undip.ac.id
Phone
+6281329163105
Journal Mail Official
pspi@live.undip.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Jl. Prof. Sudarto SH Tembalang Semarang 50275 Semarang Jawa Tengah Indonesia www. pspi.undip.ac.id; Email pspi@live.undip.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 29858100     DOI : 10.14710/jpii.xxxx.xxxxx
Fokus dari JPII ini adalah mempublikasikan setiap artikel ilmiah dari dari para peneliti, insinyur, Insinyur Profesional. Artikel yang diterbitkan dapat berbentuk Artikel Riset, Artikel Review, Artikel dari Studi Kasus, Review Artikel baik Singkat maupun Lebar. Pekerjaan Keinsinyuran diantaranya dalam bidang keteknikan /rekayasa, pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan. Ruang lingkup dari jurnal ini adalah: - Teknik Industri yang meliputi teknik mesin, teknik elektro, teknik kimia, teknik industri - Teknik Sipil dan Rekayasa Bangunan yang meliputi perairan, sungai dan bendungan - Teknik Informatika, Komputer dan Sistem Informasi - Rekayasa Sumber Daya Hayati yang meliput pertanian, peternakan dan perikanan
Articles 142 Documents
Analisis Kegagalan Start Up pada Turbin Gas General Electric Frame 6 Akibat High Exhaust Temperature Perwana, Putu Yuri Aristya; Sulardjaka, Sulardjaka; Hadiyanto, Hadiyanto
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 5 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.24593

Abstract

Energi listrik saat ini sudah menjadi kebutuhan primer dalam kehidupan manusia modern. Energi listrik dihasilkan dari hasil proses konversi energi mekanik menjadi energi listrik pada generator di sebuah pembangkit listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) merupakan salah satu jenis pembangkit listrik yang umum digunakan untuk menghasilkan tenaga listrik. Pada pembangkit listrik gas dengan tipe gas turbin General Electric (GE) frame 6 yang berlokasi di Jambi saat proses start up mengalami gangguan yang menyebabkan turbin gas menjadi trip. Indikasi alarm pada monitor HMI menunjukkan penyebab dari gas turbin trip adalah karena exhaust over temperature. Untuk mencari penyebab terjadinya exhaust over temperature menggunakan metode Root Cause Failure Analysis (RCFA). RCFA adalah suatu proses analisis untuk mengetahui suatu penyebab dari sebuah mode kegagalan pada suatu peralatan. Penyebab exhaust over temperature dengan menggunakan RCFA didapatkan tiga penyebab utama yaitu pembakaran yang tidak sempurna pada ruang bakar, sistem kontrol yang tidak sempurna dan pembacaan sensor exhaust yang tidak normal. Tindakan yang dilakukan agar gangguan tidak terulang adalah dengan melakukan penggantian sensor exhaust temperature dan melakukan pembersihan nozzle bahan bakar pada turbin gas. Kata kunci: energi listrik, gas turbin, RCFA, ruang bakar, sensor exhaust
Studi Analisa Daya untuk Kelayakan Pekerjaan Uprating Gardu Induk 150 kV Embalut Kalimantan Timur Rozi, Nanang Fatchur; Pawenary, Pawenary; Sumardi, Sumardi
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 5 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.24597

Abstract

Gardu Induk (GI) 150 kV Embalut menjadi gardu induk paling vital di Sistem Mahakam karena semua pembangkit besar di Kalimantan Timur masuk melalui GI Embalut. Dengan adanya rencana penambahan pembangkit yang masuk melalui busbar GI Embalut, seperti PLTG Peaker 2 (100 MW) pada tahun 2017 dan PLTU Kaltim 4 (2 × 100 MW) ke Sistem Mahakam sesuai RUPTL 2016-2025, maka perlu dikaji pengembangan kapasitas GI Embalut. Dari hasil analisis aliran daya diperoleh hasil bahwa pada tahun 2018 busbar GI 150 kV Embalut mengalami kelebihan kapasitas saat PLTU Balikpapan tidak operasi. Selain itu pada tahun 2024 juga terlihat bahwa pembebanan busbar GI 150 kV Embalut mencapai 637,7 MVA atau ±2457 A. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan uprating kapasitas di GI Embalut di antaranya meningkatkan kapasitas konduktor busbar GI menjadi ≥4000 A. Desain tipe konduktor busbar dengan mempertimbangkan spesifikasi mekanikal konduktor sebelumnya dan layout gardu induk eksisting, sehingga konduktor 2 × TAL 850 mm2 untuk menggantikan busbar bare conductor sebelumnya, serta AL TUBE D-14cm, t-12mm untuk menggantikan busbar hollow eksisting. Selain uprating konduktor busbar, diperlukan uprating peralatan utama gardu induk seperti circuit breaker, disconnectors dan current transformer terutama pada bay kopler (menjadi rating 4000 A) sedangkan pada bay transmisi Embalut-Tengkawang dan transmisi Embalut-CFK menjadi dua kali kapasitas sekarang untuk memenuhi pembebanan maksimum saat kondisi tidak normal dan kondisi N-1. Estimasi biaya untuk pekerjaan uprating busbar 150 kV GI Embalut ini meliputi uprating busbar 150 kV, uprating bay penghantar 150 kV Embalut-Tengkawang dan Embalut PLTU CFK, uprating bay kopler 150 kV termasuk pekerjaan sipil mencapai 16,7 milliar rupiah. Kata kunci: uprating Gardu Induk, study kelayakan, aliran daya 
Metode Pemilihan Tindak Lanjut Pemeliharaan Pemutus Tegangan (PMT) 150 kV Berdasarkan Nilai Condition Assesment Factor (CAF) dan Certainty Level (CL) Yulianto, Eko; Sofwan, Aghus; Windarta, Jaka
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 4 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.24582

Abstract

Kebutuhan pelanggan listrik di Indonesia untuk mendapatkan keandalan pasokan listrik semakin besar dengan semakin meningkatnya kegiatan ekonomi yang bergantung kepada pasokan listrik. Dalam memastikan keandalan pasokan listrik, salah satu lokasi yang sangat penting untuk dilakukan pengujian rutin adalah gardu induk 150 kV, di mana salah satu material transmisi utamanya Pemutus Tegangan (PMT) memiliki fungsi sebagai saklar sehingga memerlukan evaluasi kondisi kesehatannya. Salah satu metode evaluasi kesehatan PMT 150 kV yang dikembangkan [A11] oleh PT PLN Divisi Transmisi berdasarkan data hasil pengujian rutin dinamakan Condition Assessment Factor (CAF) serta Certainty Level (CL). Hasil dari nilai CAF menunjukkan kondisi kesehatan keseluruhan dari PMT yang dinilai, berdasarkan standar PLN digunakan batasan nilai 1-9 di mana nilai 1 kondisi buruk dan nilai 9 kondisi sangat baik. Untuk hasil nilai CL menggunakan satuan persentase dengan nilai 100% merupakan kondisi seluruh pengujian terpenuhi sedangakan nilai di bawahnya menunjukkan beberapa pengujian belum dilaksanakan. Kombinasi antara nilai CAF dan CL akan digunakan sebagai pengambilan keputusan dalam menghasilkan bentuk tindak lanjut yang tepat pada proses pemeliharaan PMT 150 kV. Kata kunci: condition assessment factor, pemutus tegangan, certainty level, pemeliharaan
Sistem Pengolahan Air Limbah Hybrid (Koagulasi, Moving Bed Biofilm Reactor, Elektrokoagulasi dan Ultrafiltrasi) dalam Pemenuhan Baku Mutu Air Limbah Industri Farmasi Berbasis Non-Beta-Laktamase Ardhianto, Rachmad; Hadiyanto, H; Hemawan, Ferry
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 6 (2024): JPII:
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.25119

Abstract

Air limbah farmasi merupakan salah satu air limbah yang masuk dalam kategori pharmaceuticals and personal care products (PPCPs). Air limbah yang dihasilkan merupakan dari aktivitas proses produksi pembuatan obat. Satu aspek penting dalam penentuan proses pengolahan air limbah farmasi adalah menentukan proses pengolahan yang didasari dari nilai BOD/COD. Nilai BOD/COD air limbah farmasi mempunyai nilai <0.3 sehingga diperlukan suatu proses pre-treatment. Dalam studi ini sistem pengolahan hybrid (koagulasi, MBBR, EC dan ultrafiltrasi) digunakan sebagai proses pengolahan air limbah dengan target baku mutu Peraturan Gubernur Nomor 69 Tahun 2013. Proses pre-treatment dalam sistem ini dibagi menjadi dua fungsi, yaitu fungsi pre-treatment untuk proses biologis dan pre-treatment untuk proses ultrafiltrasi. Efisiensi dari sistem hybrid ini adalah sebesar 96,85% TSS, 97,49% COD, 97,53% BOD, 89,63% nitrogen dan 92,83% feenol. Hasil aplikasi teknologi hybrid ini menghasilkan hasil keluaran pengolahan yang sesuai baku mutu yang distandarkan. Kata kunci: hybrid sistem, pre-treatment, koagulasi, MBBR, elektrokoagulasi, ultrafiltrasi
Analisis Peran Mudlogging Geologist dalam Pengawasan dan Pengelolaan Data Pengeboran Sumur Panas Bumi Iswahyudi, Sachrul; Paryanto, Paryanto; Susanty, Aries
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 1 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2025.25486

Abstract

Sumber daya panas bumi memiliki potensi besar untuk mendukung kebutuhan energi bersih dan berkelanjutan, namun proses pengeboran panas bumi menghadirkan tantangan yang memerlukan pengelolaan data real-time untuk mencegah risiko teknis dan keselamatan. Geologis pada unit mudlogging berperan penting dalam mendukung operasi pengeboran dengan memantau parameter pengeboran seperti tekanan dan suhu, yang dapat memengaruhi stabilitas formasi dan kondisi peralatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi mudlogging geologist dalam pengawasan dan pengelolaan data pengeboran pada tahun 1998 pada 2 sumur panas bumi, 30A dan 32 di Dieng, guna meningkatkan efisiensi, keselamatan pengeboran dan penerapan etika profesi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi data pengeboran real-time dan analisis dokumentasi lapangan untuk memahami peran geologist dalam pengambilan keputusan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mudlogging geologist mampu mendeteksi kondisi berisiko seperti kehilangan sirkulasi dan peningkatan kandungan klorida, yang berdampak pada keselamatan dan efisiensi operasi. Implementasi aspek Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) serta penerapan etika profesi pada mudlogging geologist telah berkontribusi pada kegiatan pengeboran sumur panas bumi. Penerapan pemantauan berkelanjutan dan komunikasi data pengeboran real-time terbukti krusial dalam mengantisipasi masalah teknis dan memastikan keberhasilan pengeboran sumur panas bumi. Kata kunci: mudlogging geologist, pengeboran panas bumi, pengolahan data real-time, pemantauan sumur geotermal, mitigasi risiko operasional
Analisis Penggunaan Switch Layer 3 Untuk Keandalan Perangkat Telekomunikasi Gardu Induk Andreanto, Stefanus Kristian; Priastiwi, Yulita Arni; Sarminingsih, Anik
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 2 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2025.26840

Abstract

Keandalan perangkat telekomunikasi pada gardu induk merupakan faktor krusial dalam menjaga kontinuitas operasi sistem kelistrikan. Dalam konteks ini, penggunaan switch layer 3 menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan kualitas jaringan dan mengoptimalkan performa sistem telekomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan switch layer 3 dalam meningkatkan keandalan perangkat telekomunikasi di gardu induk, yang meliputi aspek pemilihan perangkat, konfigurasi jaringan, serta kemampuan routing dan manajemen trafik data. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada beberapa gardu induk dengan implementasi switch layer 3, di mana dilakukan evaluasi terhadap kinerja, kestabilan jaringan, serta deteksi dan pemulihan dari gangguan. Hasil analisis menunjukkan bahwa switch layer 3 dapat meningkatkan efisiensi komunikasi antar perangkat, mengurangi downtime dan meningkatkan toleransi terhadap kesalahan pada jaringan telekomunikasi gardu induk. Dengan demikian, penerapan teknologi ini terbukti efektif dalam mendukung keandalan dan kinerja perangkat telekomunikasi di lingkungan industri kelistrikan. Kata kunci: switch layer 3, keandalan, perangkat telekomunikasi, gardu induk, jaringan, routing
Pengendalian Mutu pada Pekerjaan Penggantian Jembatan Progo Kranggan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah Wicaksono, Vinsensius Priyo; Hadiyanto, Hadiyanto; Syafrudin, Syafrudin
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 2 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2025.25863

Abstract

Jembatan memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran lalu lintas dan menghubungkan dua sisi permukiman hingga menjaga stabilitas ekonomi. Pemeriksaan berkala jembatan dilakukan untuk mendapatkan deteksi kerusakan dan masalah untuk mendapatkan rencana tindakan penanganan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan. Pekerjaan penggantian jembatan adalah pekerjaan konstruksi yang membutuhkan pengendalian mutu ketat, tak terkecuali pada Paket Pekerjaan Penggantian Jembatan Progo Kranggan. Artikel ini dibuat dengan menggunakan metode observasi, yaitu pengamatan pelaksanaan pekerjaan terhadap peraturan-peraturan dan standar kerja dari Direktorat Jenderal Bina Marga selaku pengguna jasa untuk mencapai mutu yang disyaratkan. Kegiatan pengendalian mutu terbagi menjadi kegiatan urutan antara pengambilan sampel material, pengujian material, penyusunan Job Mix Design (JMD), penyusunan Job Mix Formula (JMF) serta pengujian harian. Hasil pengujian material dan penyusunan JMD oleh laboratorium eksternal menunjukkan hasil kurang lebih sama dengan hasil pengujian secara internal. Efektivitas, efisiensi dan nilai ekonomis hasil pengujian untuk menghindari loss dan overhead berlebihan saat proses produksi dipilih sebagai dasar penyusunan JMF dan kegiatan trial mix. Persetujuan formula campuran untuk kegiatan konstruksi oleh direksi pekerjaan dan direksi teknis, namun harus tetap dilakukan pengendalian mutu secara rutin. Paket pekerjaan ini sudah melakukan kegiatan pengendalian mutu sesuai standar-standar pekerjaan yang sudah berlaku dan berjalan beriringan dengan kegiatan kuantitas pekerjaan. Kata kunci: pengendalian mutu, pengambilan keputusan, konstruksi, penggantian jembatan, spesifikasi Bina Marga
Evaluasi Penggunaan Neutral Grounding Reactor (NGR) Pada Shunt Reactor GITET Indramayu Pratomo, Shendy Eko; Priastiwi, Yulita Arni; Widayat, Widayat
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 1 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.%v.%i.%Y.%p

Abstract

Dengan adanya kebutuhan untuk menghubungkan jalur transmisi PT PLN (Persero) PLTU Indramayu dengan PLTU Tanjung Jati Jawa Tengah, maka PLN (Persero) membangun Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kV. Untuk menyalurkan dan memperkuat pendistribusian daya listrik dari generator pembangkit kepada pelanggan, PT PLN (Persero) PUSLITBANG telah melakukan kajian penggunaan shunt reactor pada GITET 500 kV PLTU Indramayu. Dikarenakan lokasi GITET 500 kV PLTU Indramayu yang berdekatan dengan PLTU Indramayu, maka dibutuhkan evaluasi penggunaan sistem pentanahan yang baik untuk mengakomodir dan mengantisipasi arus hubung singkat pada sistem gardu induk, terutama pada shunt reactor. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan Neutral Grounding Reactor (NGR) dengan metode pengumpulan data penunjang, orientasi lapangan ke beberapa unit GITET 500kV yang menggunakan NGR dan melakukan design review sesuai dengan adanya surat PT PLN (Persero) UIP JBT I kepada PT PLN Enjiniring No. 1763/KON.02.03/480000/2019 tanggal 2 Desember 2019 tentang permintaan Evaluasi dan Rekomendasi Penyesuaian Lingkup GITET 500 kV PLTU Indramayu pada pekerjaan Design Review, QA/QC GITET 500/150kV PLTU Indramayu pada Perjanjian No. 0145.PJ/DAN.02.02/UIP JBT II/2018 tanggal 13 Desember 2018 antara PT PLN (Persero) UIP Jawa Bagian Tengah II dan PT CG Power System Indonesia. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penggunaan sistem grounding pada sistem shunt reactor dan juga sistem yang terhubung langsung dengan pembangkit sangat penting menggunakan Neutral Grounding Reactor (NGR) untuk menanggulangi arus hubung singkat dan gangguan overvoltage. Kata kunci: shunt reactor, neutral grounding reactor (NGR)
Penerapan Teknologi Internet of Things dalam Meningkatkan Efisiensi Konsumsi Bahan Bakar pada Perusahaan Truk Pengangkut Logistik Pamungkas, Prihantoro; Silviana, Silviana; Kumoro, Andri Cahyo
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 2 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2025.26843

Abstract

Persaingan yang sangat ketat pada perusahaan bidang transportasi logistik menuntut perlunya penggunaan bahan bakar yang efisien karena hal tersebut sangat berperan dalam mengendalikan biaya operasional, mengurangi dampak lingkungan dan menjaga agar perusahaan tetap kompetitif. Dalam era revolusi industri 4.0 beberapa tahun terakhir, pertumbuhan drastis pada perangkat yang terhubung dengan internet telah mengubah cara orang dan bisnis dalam berinteraksi. Perangkat yang terhubung dengan internet yang dikenal sebagai Internet of Things (IoT) sudah diterapkan pada kendaraan, termasuk kendaraan truk. Sebuah perangkat telematika yang terhubung dengan micro controller dapat menjadi gateway bagi kumpulan data yang dikirim menuju ke server. Pengembangan ini berpusat pada perancangan sebuah sistem monitoring kendaraan truk pengangkut logistik dengan menggunakan sebuah perangkat telematika yang terhubung dengan engine control unit (ECU) untuk mengirimkan data menuju ke layer dashboard komputer pribadi atau telepon mudah alih berbasis android. Informasi yang terkumpul dapat menunjukkan data jumlah konsumsi bahan bakar truk tersebut dengan akurat sesuai dengan perubahan waktu nyata. Dari pengembangan ini, pengusaha dapat menghitung kebutuhan konsumsi bahan bakar untuk kendaraan pengangkut logistik yang dioperasikan dengan akurat. Kata kunci: efisiensi bahan bakar, Internet of Things (IoT), perusahaan transposrtasi, revolusi industri 4.0, terhubung
Strategi Penurunan Tingkat Kehilangan Air di Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang Wiedilaksono, Ardian; Nuswantara, Limbang Kustiawan; Silviana, Silviana
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 2 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2025.25821

Abstract

Air Tak Berekening atau Tingkat Kehilangan Air (TKA) pada Badan Usaha Air Minum (PDAM) menjadi perhatian bagi banyak kalangan. Artikel ini menjelaskan pendekatan proses penurunan kehilangan air dimulai dari penilaian, perumusan dan implementasi strategi pada PDAM Kota Semarang. Proses dimulai dengan melakukan penilaian TKA melalui penyusunan neraca air dan analisis komponen di tingkat perusahaan. Hasil penilaian ini kemudian diterjemahkan menjadi strategi di tingkat perusahaan. Dengan sumber daya yang telah dialokasikan, PDAM melalui bagian Penurunan Kehilangan Air melakukan penilaian TKA di tingkat zona atau Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan di District Metered Area (DMA) untuk merumuskan strategi di tingkat taktis. Langkah yang dilakukan bagian Penurunan Kehilangan Air adalah dengan melakukan penurunan TKA secara fokus di satu SPAM dengan memanfaatkan tim pencarian kebocoran dan Internet of Things (IoT) data logger. Implementasi strategi dilaksanakan dengan pendekatan model konseptual DMAIC (Define-Measure-Analyze-Improve-Control) pada semua DMA di SPAM tersebut sampai tercapainya target. Proses ini terbukti berhasilkan menurunkan TKA di salah satu SPAM dari 39% menjadi 26%. Harapannya, artikel ini dapat menjadi contoh penilaian, perumusan, dan implementasi strategi penurunan tingkat kehilangan air bagi PDAM. Kata kunci: Tingkat Kehilangan Air, penilaian, neraca air, analisis komponen, perumusan strategi, implementasi strategi, DMAIC

Page 11 of 15 | Total Record : 142