cover
Contact Name
Rahmat Syah
Contact Email
jurnal.vijjacariya@stabn-sriwijaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.vijjacariya@stabn-sriwijaya.ac.id
Editorial Address
Jalan Edutown BSD City Serpong, Pagedangan, Kec. Pagedangan, Tangerang, Banten 15339
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
VIJJACARIYA: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis
ISSN : 24426016     EISSN : 29855284     DOI : -
Vijjacariya Journal is a journal that contains Buddhist religious and religious education. The theme raised relates to the Development of Buddhist Education and Education. Vijjacariya journal is published regularly 2 times a year. 1. Development of Buddhist Education and Education 2. Learn and teach Buddhism 3. Development of Buddhist curriculum 4. Buddhist religious education technology 5. Evaluation of Buddhist religious education
Articles 95 Documents
Efektwitas Audio-Lingual Method (Alm) Pada Pengajaran Pelafalan Dhammapada Terjemahan Bahasa Inggris Urip Widodo
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 5, No 1 (2018): June 2018
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas Metode Audio-Lingual (ALM) dalam mengajar pengucapan terjemahan Dhammapada dalam bahasa Inggris. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan desain kelompok kontrol post-test saja. Teknik pengumpulan data menggunakan tes terjemahan Dhammapada dalam bahasa Inggris, sementara analisis data menggunakan one-way anova. Berdasarkan analisis data, diperoleh skor signifikansi sebesar 0.004, yang lebih rendah dari 0.05. Selain itu, nilai F yang diperoleh adalah 10.498 dan nilai F tabel adalah 4.32, karena nilai F yang diperoleh lebih tinggi dari nilai F tabel, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Berdasarkan hasil analisis data, dapat dikatakan bahwa ALM adalah metode yang efektif untuk mengajar pengucapan terjemahan Dhammapada dalam bahasa Inggris.
PENERAPAN COOPERATIVE INTEGRATED REALING AND COMPOSITION (CIRC) BERMEDIA POWERPOINT DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA NIGRODHAMIGA JĀTAKA Sujiono Sujiono
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 6, No 1 (2019): June 2019
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran membaca Nigrodhamiga Jātaka melalui penerapan modelpembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) bermedia powerpoint; (2) mendeskripsikan hambatan-hambatan yang dialami dalam meningkatkan keterampilan membaca Nigrodhamiga  Jātaka;  (3) mendeskripsikan cara menghadapi hambatan-hambatan dalam meningkatkan keterampilan membaca Nigrodhamiga Jātaka.Tempat penelitian adalah SMB Dhamma Loka, Desa Sidoharum, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen. Jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian yaitu: Penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) bermedia powerpoint mengkondisikan siswa tertarik mengikuti pembelajaran. Suasana kelas menjadi lebih menyenangkan. Siswa belajar secara kebersamaan dan lebih komunikatif. Siswa aktif membaca, menuliskan ide-ide penting Nigrodhamiga Jātaka. Hambatan-hambatan yang dialami dalam Nigrodhamiga Jātaka, yaitu masih terdapat beberapa siswa kurang respon saat diskusi. Beberapa siswa mengalami kesulitan dalam menuliskan ide-ide penting Nigrodhamiga Jātaka. Cara mengatasi hambatan-hambatan dalam meningkatkan keterampilan membaca Nigrodhamiga Jātaka yaitu guru perlu memberikan kesempatan siswa berani berbicara di depan kelas. Memberikan kesempatan yang lebih kepada siswa untuk berlatih menuliskan ide-ide penting dalam Nigrodhamiga Jātaka.
Analisis Karakterisik Gaya Belajar Mahasiswa Prodi Pendidikan Keagamaan Buddha pada Mata Kuliah Pendidikan Keagamaan Buddh Krisdiantoro Alfani Bramantio; Desvian Dharma Putra; Adi Suro Wicaksono
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 9, No 2 (2022): December 2022
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat beberapa mahasiswa yang masih mengalami kesulitan dalam menangkap informasi yang di sampaikan pada saat pembelajaran mata kuliah Pendidikan Agama Buddha sehingga memerlukan analisis terhadap karakteristik gaya belajar pada mahasiswa STABN Sriwijaya. Pada penelitian ini metode yang digunakan  oleh penulis yakni metode kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif untuk menggambarkan hasil penelitian yang dilakukan. Pada umumnya, sebanyak 25% mahasiswa prodi pendidikan Keagamaan Buddha di STABN Sriwijaya memiliki karakteristik gaya belajar kinestetik. Kemudian, 16% memiliki gaya belajar audiotori. Sebanyak 17% memiliki karakteristik gaya belajar visual. Sebanyak 17%  memiliki karakteristik gaya belajar kinestetik dan visual dengan, Sebanyak 17% karakteristik gaya belajar audiotorial dan visual, serta sisanya sebanyak 17% mahasiswa prodi pendidikan Keagamaan Buddha di STABN Sriwijaya memiliki karakteristik gaya belajar kinestetik, audiotorial, dan visual. Beragam tipe karakteristik gaya belajar yang dimiliki oleh mahasiswa prodi pendidikan Kegamaaan Buddha di STABN Sriwijaya memerlukan media dan metode mengajar yang tepat dalam penerapannya. Oleh karena itu, sebagai pengajar dosen perlu melakukan observais terhadap mahasiswanya agar dapat memilih media dan metode yang tepat diterapkan pada kebanyakan karakteristik gaya belajar mahasiswa STABN Sriwijaya pada prodi pendidikan keagamaan Buddha.Kata Kunci: Karakteristik Gaya Belajar, Mahasiswa Prodi Pendidikan Keagamaan Buddha, STABN Sriwijaya, Kinestetik, Visual, Audiotorial
Efektivitas Metode Resitasi Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Buddha Di Sekolah Dasar Bonavita Kelas Iv Jumini Jumini
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 2, No 1 (2015): June 2015
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif metode resitasi dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha di Sekolah Dasar Bonavita Kelas IV. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan kuantitatif dan metode kualitatif. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah tes terhadap hasil belajar siswa dalam bentuk skor dan perilaku, sehingga peneliti mengolah data dengan metode kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dikumpulkan dalam bentuk skor tentang hasil belajar siswa dan rata-ratanya, sementara data kualitatif dijelaskan dalam kalimat-kalimat untuk mendapatkan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa setelah metode resitasi diterapkan di Sekolah Dasar Bonavita. Hasil menunjukkan bahwa hasil belajar siswa meningkat sekitar 4%, dari rata-rata pra-siklus 86% menjadi 90% pada akhir penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa hasil belajar siswa Pendidikan Agama Buddha di kelas IV Sekolah Dasar Bonavita meningkat setelah metode resitasi diterapkan, dan bahwa siswa dapat mencapai standar kompetensi. Peneliti menyarankan agar guru-guru mampu menggunakan metode resitasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Dhammasekha Dalam Perspektif Yuridis Pendidikan Nasional (Suatu Kajian Berdasarkan Konsep Pendidikan Alternatif Sebagai Agenda Reformasi Menuju Pendidikan Berbasis Masyarakat, Keunggulan Budaya Lokal Dan Karakter Agama Buddha) Yuriani Yuriani
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 3, No 1 (2016): June 2016
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Holding Dhamasekka Education adalah pendekatan inovatif dari Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia dalam melaksanakan Peraturan Presiden (PP) nomor 55 tahun 2007 tentang Pendidikan dan Agama, yang berisi sebagai berikut: pelaksanaan "wajib belajar 9 tahun" bagi warga negara, penyediaan fasilitas yang sesuai untuk Pendidikan Buddha di setiap Provinsi, dan penempatan kerja bagi semua lulusan secara umum dan khususnya bagi alumni Universitas Buddha Sriwijaya. Pembahasan mengenai Dhamaseka dari sudut pandang hukum Pendidikan Nasional biasanya mencerminkan studi tentang konsep Pendidikan Alternatif (sebagai agenda reformasi). Pembahasan tentang Dhamasekha juga erat kaitannya dengan hakikat, filosofi, sejarah Pendidikan Nasional, dan bentuk lembaga yang ada sebelumnya, karena menunjukkan bahwa semuanya memiliki dasar, prinsip, dan tujuan yang serupa dalam mengorganisasi Pendidikan Dhamasekka. Akhirnya, lembaga Dhamasekka ini dapat diarahkan untuk menjadi Pendidikan Formal Berbasis Masyarakat (Peraturan Presiden/PP No. 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan) berdasarkan nilai-nilai moral Buddha, guna menciptakan kemungkinan untuk mengubahnya menjadi "Model Pembelajaran Masa Depan Modern" dalam mencapai tujuan dan maksud Pendidikan Nasional.
Etika dan Sistem Perekonomian Mikro Manurut Ajaran Sang Buddha (Suatu Telaah Hermeneutika) Sapardi Sapardi
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 3, No 1 (2016): June 2016
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akhir-akhir ini, kita menyaksikan fenomena kejahatan yang sangat mengerikan, seperti penjambretan, penodongan, penipuan, pembunuhan, serta permasalahan dalam dunia politik, dan sebagainya. Salah satu faktor yang berperan dalam fenomena ini adalah permasalahan di dalam keluarga. Bahkan masalah-masalah kecil dapat menjadi sumber masalah yang lebih besar, dan ini bisa mengorbankan nilai-nilai yang luhur yang telah lama kita anut.Secara umum, fenomena ini sering kali terkait dengan hasrat manusia untuk mencari kenikmatan atau hedonisme, yang sering kali berfokus pada pengumpulan materi. Hal ini sebagian besar dipengaruhi oleh kemajuan teknologi yang pesat, yang seringkali tidak diimbangi oleh perkembangan moral yang seimbang. Mengapa hal-hal seperti ini terjadi? Ini adalah keprihatinan bersama yang perlu diatasi dalam kehidupan masyarakat.Ajaran Sang Buddha mengajarkan tentang tata kehidupan yang harmonis, baik kepada para pertapa maupun kepada orang-orang yang hidup dalam pernikahan. Bagi para pemah tangga, ajaran-ajaran ini adalah pedoman dalam menjalani kehidupan, dan telah diuraikan dalam berbagai teks Kitab Suci Tipitaka. Terkait dengan hal ini, teks-teks yang dapat kita temui mungkin hanya sebagian kecil, dan belum tentu selalu sesuai dengan perkembangan zaman modern saat ini.Moralitas dalam ajaran Buddha menjadi dasar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk sistem perekonomian, dan menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan yang benar. Ajaran Delapan Jalan menjadi panduan bagi seseorang untuk memahami cara hidup yang benar, menjalankan tugas dan kewajibannya dalam keluarga dan masyarakat, mengembangkan kasih dan kasih sayang, dan sebagainya. Semua ini membentuk suatu kesatuan yang utuh dalam ajaran Buddha.   
Peran Etika Buddha Dalam Menjaga Sistem Kehidupan Perumah Tangga Dalam Kajian Fungsionalisme Struktural Sapardi Sapardi
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 5, No 2 (2018): December 2018
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sila merupakan dasar utama dalam pelaksanaan ajaran agama Buddha. Sila mencakup semua perilaku dan sifat baik yang termasuk dalam ajaran moral dan etika agama Buddha. Pancasila Buddhis yang diajarkan Buddha kepada siswa-siswa-Nya dalam hal ini yang disebut sebagai upasaka dan upasika adalah suatu sikkhapada (peraturan-pelatihan). Pembahasan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode ini digunakan untuk mendeskriptifkan Etika Sebagai Pedoman Hidup Perumah Tangga dan Peran Etika Dalam menjaga Sistem Struktur Sosial. Dalam teorinya, Parson mengandaikan bahwa struktur fungsi akan berperan apabila fungsi dari bagiannya masing-masing bekerja dengan baik. Bila salah satu fungsi terganggu, maka akan mempengaruhi operasional tindakan yang lain. Parson mengandaikan bahwa struktur dan fungsi bagaikan tubuh badan jasmanai yang tidak dapat terpisahkan, yang terdiri atas berbagai struktur yang memiliki fungsi dan menjalankan fungsinya masing-masing dengan baik. Sturktur dan fungsi dari anggota badan berjalan dengan baik, maka dalam fisik atau badan manusia tidak terdapat masalah. Namun jika terdapat satu saja bagian tubuh mengalami gangguan maka akan mengganggu bagian yang lain. secara keseluruhan dan yang paling mendasar juga dapat ditemukan pada lima latihan moral (pañcasīla buddhis). Etika yang terkandung dalam lima latihan moral ini utamanya mengarah pada perbaikan diri pribadi seseorang. Lima disiplin moral ini menjadi sebuah pilihan atau kepatuhan umat Buddha perumah tangga dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai kebahagiaan, baik dalam kehidupan berumah tangga maupun bersama-sama di masyarakat. Etika berperan untuk menjaga sistem stuktur sosial dalam kehidupan perumah tangga. Hal ini sejalan dengan pemikiran Parsons. Asumsinya bahwa setiap anggota keluarga memiliki fungsi masing-masing dan bekerja sesuai dengan fungsinya sebagai sebuah sistem.
PEMBENTUKAN PRODI BARU PADA STAB DALAM RANGKA MENJAWAB PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA ABAD 21 GENERASI MILENIAL ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Jo Priastana
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 6, No 1 (2019): June 2019
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menemukan program studi baru dalam bidangBuddhist Studies bagi berperannya Perguruan Tinggi Agama Buddha (PTAB)di Indonesia dalam rangka menjawab kebutuhan tuntutan jaman akan tenagaprofesional yang terdidik dan terlatih serta bersifat akademik-humanis bagigenerasi milineal di era revolusi Industri 4.0. Penelitian yang dilakukanbersifat kualitatif-deskriptif dengan metode observasi dan kepustakaan.Observasi dilakukan terhadap topik-topik makalah seminar internasionalyang melibatkan kajian Buddha dharma yang berhubungan dengan berbagairumpun ilmu pengertahuan. Metode kepustakaan berkenan dengan BuddhistStudies dan filsafat ilmu yang mengkaji dimensi ontologi, epistemology, danaksiologi illmu pengetahuan dan hubungannya dengan Buddha dharma. Hasilpenelitian ini memunculkan enam prodi yaitu: (1) Filsafat Buddha, (2)Dharmaduta dan Teknologi Informatika, (3) Psikologi Buddha, (4) Sejarah danBudaya Buddha, (5) Kesejahteraan Sosial Buddha, dan (6) Ekologi danEkonomi Buddha.
ANALISIS PEMAHAMAN GURU TERHADAP MATERI UTU NIYAMA Kabul Praptiyono
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 6, No 1 (2019): June 2019
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memahami adalah kemampuan seseorang untuk menerima masalah. Memahami guru terkait dengan materi ajar sangat dibutuhkan sehingga akan membentuk pengetahuan bagi peserta didik. Pengetahuan yang diperoleh guru dapat berasal dari berbagai sumber dan berbagai aspek tergantung dari mana orang tersebut menggunakan sumber yang digunakan untuk mendukung pengetahuan yang dimilikinya. Memahami guru terkait pengetahuan yang akan diajarkan kepada peserta didik memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan pengetahuan bagi peserta didik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif menggunakan studi kasus. Lokasi penelitian dilakukan di Wonogiri, pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling adalah mencari informan yang mengerti tentang hal-hal yang terkait denganfokus penelitian. Analisis data dilengkapi dengan memeriksa validitas data melalui tingkat kepercayaan, keandalan, kepercayaan, dan kepastian. Temuan dalam penelitian ini adalah pengetahuan guru terkait dengan terbatasnya Utu Niyama, pengetahuan yang dimiliki hanya dalam pengetahuan yang diperoleh selama kuliah sebelumnya hanya terbatas pada peribahasa dan contoh dalam hukum Utu Niyama, tetapi di sini menggunakan cara yang unik untuk menyampaikan pemahaman mereka kepada peserta didik menggunakan peta konsep terstruktur yang dilengkapi dengan gambar yang dibuat oleh guru untuk menghafal dan memahami contoh agar tidak terbalik dalam memahami konsep yang ada. Pengetahuan dasar guru tentang Utu Niyama hanya pantas dalam mengikuti perkembangan pengetahuan guru yang ada masih tertinggal, karena keterbatasan pengetahuan yang dimiliki, tetapi guru menjelaskan selain menggunakan konsep peta yang menarik minat guru internet dalam belajar, oleh membuka tabung Anda atau google untukmendapatkan pengetahuan. Pengetahuan terkait guru Utu Niyama belum banyak dikaitkan dengan disiplin ilmu lain sehingga pengetahuan pembelajar masih terbatas pada pemahaman dan contoh yang digunakan adalah contoh-contoh yang ada di sekitar manusia.
Peran Guru Pendidikan Agama Buddha Dan Budi Pekerti Dalam Pembentukan Sikap Moderasi Beragama Antarsiswa Di Sekolah Menengah Pertama Atisa Dipamkara Lippo Karawaci Tangerang Septika Setiana; I Ketut Damana; Muawanah Muawanah
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 10, No 1 (2023): June 2023
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti dalam pembentukan sikap moderasi beragama antarsiswa di Sekolah Menengah Pertama Atisa Dipamkara Lippo Karawaci Tangerang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi. Penelitian ini dilakukan di SMP Atisa Dipamkara. Subjek pada penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti serta siswa kelas VII dan VIII di SMP Atisa Dipamkara. Sedangkan objek penelitian ini adalah peran guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti dalam pembentukan sikap moderasi beragama antarsiswa di Sekolah Menengah Pertama Atisa Dipamkara Lippo Karawaci Tangerang. Kemudian teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan menggunakan teknik analisis data menurut Miles, Huberman, dan Saldana (2014) dan melalui tahapan kondensasi data (data condensation), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan/verifikasi (conclusion: drawing/verifying). Hasil penelitian menunjukan bahwa peran guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti dalam pembentukan sikap moderasi beragama antarsiswa di SMP Atisa Dipamkara Lippo Karawaci Tangerang meliputi: (1) sebagai fasilitator mengajarkan sikap tanggung jawab melalui diskusi kelompok, (2) sebagai pembimbing mengenalkan perbedaan agama yang ada di sekolah, (3) sebagai pengelola kelas mengajak siswa untuk saling bekerja sama tanpa ada rasa saling membeda-bedakan, (4) sebagai demonstrator dengan mencontohkan kepada siswa untuk saling menghargai satu sama lain, (5) sebagai motivator memberikan nasehat-nasehat kepada siswa untuk menghindari tindakan kekerasan dan menghormati budaya yang ada di sekolah. Bentuk-bentuk kegiatan moderasi beragama yang ada di sekolah meliputi upacara bendera, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), Dhamma Class, perlombaan antarkelas, gotong royong, dana makan anggota Sangha, field trip, Dhamma Camp, karya wisata, seminar, perayaan hari besar agama Buddha, perayaan Imlek dan Ceng Beng. Kendala yang dihadapi guru dalam pembentukan sikap moderasi beragama antarsiswa yaitu karakter siswa yang berbeda-beda, latar belakang agama dan didikan keluarga yang berbeda-beda serta budaya antasiswa yang sangat beragam. Adapun cara yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi kendala yang ada yaitu dengan lebih berhati-hati dalam membimbing siswa, mengkondisikan pembelajaran yang berpusat pada siswa, menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, menjadikan kendala yang ada sebagai motivasi untuk memperbaikinya, memberikan pengertian dan pendekatan kepada siswa.

Page 7 of 10 | Total Record : 95