cover
Contact Name
Rahmat Syah
Contact Email
jurnal.vijjacariya@stabn-sriwijaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.vijjacariya@stabn-sriwijaya.ac.id
Editorial Address
Jalan Edutown BSD City Serpong, Pagedangan, Kec. Pagedangan, Tangerang, Banten 15339
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
VIJJACARIYA: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis
ISSN : 24426016     EISSN : 29855284     DOI : -
Vijjacariya Journal is a journal that contains Buddhist religious and religious education. The theme raised relates to the Development of Buddhist Education and Education. Vijjacariya journal is published regularly 2 times a year. 1. Development of Buddhist Education and Education 2. Learn and teach Buddhism 3. Development of Buddhist curriculum 4. Buddhist religious education technology 5. Evaluation of Buddhist religious education
Articles 95 Documents
Exelent Service Management in Sekolah Buddhis I Ketut Damana
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 4, No 1 (2017): June 2017
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang dibahas dalam penelitian ini berkaitan dengan pengelolaan layanan yang sangat baik di sekolah-sekolah Buddha, dengan tujuan memfasilitasi implementasi pengajaran dan mencapai tujuan pendidikan Buddhisme. Untuk mencapai tujuan penelitian, para penulis melakukan tinjauan pustaka. Hasil temuan menunjukkan bahwa kompilasi ini didasarkan pada penelitian yang luas dari berbagai sumber literatur, termasuk buku-buku yang mendukung manajemen layanan.Berdasarkan hasil penelitian, para penulis menyimpulkan bahwa penanggulangan tantangan pendidikan, terutama dalam membentuk karakter umat Buddha, memerlukan manajemen layanan khusus di sekolah-sekolah Buddha. Pada akhirnya, para penulis menyatakan minat mereka untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai manajemen layanan khusus di sekolah-sekolah Buddha.
Diagnosis Kesulitan Belajar Mata Kuliah Bahasa Pali Pada Mahasiswa Stabn Sriwijaya Tangerang Banten lin Suwami
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 5, No 1 (2018): June 2018
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran diharapkan akan mengalami perubahan bagi mereka yang melakukan pembelajaran. Selain perubahan dalam pengetahuan dan perubahan perilaku, termasuk keterampilan, kebiasaan, sikap, pemahaman, prestasi, minat, penyesuaian, dan lain-lain dari para pelajar. Proses pembelajaran tidak selalu berjalan lancar, banyak hambatan yang dihadapi. Berdasarkan pengamatan, ketika siswa diberikan penjelasan dan diberikan soal latihan, mereka dapat menjalankan tugas dengan baik. Tetapi saat saat penilaian, siswa mengalami kesulitan. Hal ini terlihat dari hasil penilaian yang kurang memuaskan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kesulitan dalam belajar bahasa Pali bagi siswa STABN Sriwijaya Tangerang Banten. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa STABN Sriwijaya Tangemng Banten. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Analisis data kuantitatif dari penelitian ini menggunakan model persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesulitan belajar bahasa Pali pada siswa STABN Sriwijaya Tangerang Banten dilihat dari aspek bahasa, sebagian besar siswa mendapatkan skor sedang sebesar 71,42%, yang berarti bahwa kelompok ini memiliki diagnosis kesulitan belajar pada tingkat sedang untuk bahasa Pali. Persentase siswa yang mendapatkan skor tinggi hanya sebesar 14,29% dan siswa yang memiliki skor rendah sebesar 14,29%. Ini berarti bahwa kelompok siswa yang memiliki diagnosis kesulitan belajar tinggi dan rendah dalam mata pelajaran Bahasa Pali mendapatkan persentase yang sama, yaitu 14,29%. Dari deskripsi diagnosis kesulitan belajar faktor internal, diketahui bahwa skor tertinggi siswa adalah skor rata-rata sebesar 76%, yang berarti bahwa kelompok ini memiliki dimensi diagnosis kesulitan belajar internal pada tingkat sedang untuk bahasa Pali. Demikian pula, dari deskripsi diagnosis kesulitan belajar faktor eksternal, diketahui bahwa sebagian besar siswa mendapatkan skor sedang sebesar 71,43%, yang berarti bahwa kelompok ini memiliki dimensi diagnosis kesulitan belajar faktor eksternal pada tingkat sedang dalam mata pelajaran Bahasa Pali.
Pelanggaran Kesantunan Berbahasa Maiiasiswa Pada Dosen Dalam Wacana Komunikasi Whatsapp Di Stab Negeri Sriwijaya Tangerang Suntoro Suntoro
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 5, No 2 (2018): December 2018
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemudahan berkomunikasi melalui jejaring sosial WhatsApp menyebabkan terjadinya banyak pelanggaran. kesantunan berbahasa, termasuk juga dalam dunia akademik. Penelitian iru mencoba mengkaji pelanggaran kesantunan berbahasa mahasiswa pada dosen dalam wacana komunikasi WhatsApp. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan pragmatik. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara dokumentasi dan wawancara dengan model analisis heuristik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terjadi pelanggaran kesantunan berbahasa mahasiswa pada dosen dalam wacana komunikasi WhatsApp pada prinsip kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, kesederhanaan, kecocokan, dan kesimpatian; (2) secara umum pelanggaran tersebut disebabkan oleh faktor kemampuan berbahasa, kemampuan memahami konteks, dan kedekatan. Oleh karena itu, mahasiswa dan dosen hendaknya dapat menggunakan bahasa yang santun dan sesuai dengan situasi tuturnya.
Pengaruh Penggunaan Media Sosial dan Minat Membaca Terhadap Literasi Informasi Siswa di Sekolah Menengah Pertama Ariya Metta Tangerang Regga Juniawan
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 9, No 1 (2022): June 2022
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi informasi adalah kemampuan seseorang dalam mendapatkan, mengelola dan menggunakan informasi secara tepat, selektif dan efektif. Kemampuan mengevaluasi informasi dan menggunakannya secara efektif serta pemahaman infrastruktur teknologi dalam transfer informasi kepada orang lain. Literasi informasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti penggunaan media sosial dan minat baca. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media sosial dan minat baca terhadap literasi informasi siswa di SMP Ariya Metta Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode expost facto. Responden penelitian ini adalah 141 siswa dari kelas VII sampai IX yang diambil secara acak. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik sampling simple random sampling. Data penggunaan media sosial, minat baca, dan literasi informasi diperoleh melalui penggunaan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terdapat pengaruh penggunaan media sosial dan minat baca terhadap literasi informasi siswa di SMP Ariya Metta Tangerang dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan sumbangan pengaruh variabel penggunaan media sosial dan minat baca terhadap variabel literasi informasi siswa adalah 98,4%.
Pemahaman Hukum Kamma Dalam Meningkatkan Pelaksanaan Sila Generasi Muda Buddhis Tri Amiro
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 2, No 1 (2015): June 2015
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dimotivasi oleh masalah sosial yang terjadi dalam masyarakat yang berkaitan dengan tindakan kriminal yang melanggar Lima Sila. Peneliti mengidentifikasi masalah-masalah pelanggaran, antara lain: pandangan beberapa orang yang berpikir bahwa tidak ada kehidupan setelah kehidupan ini, tidak ada hukum kanun yang berlaku, kurangnya pemahaman umat Buddha terhadap ajaran Buddha yang berkaitan dengan hukum kanun yang dapat diterapkan untuk meningkatkan pelaksanaan Sila. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemahaman tentang nilai-nilai dalam kanun bertindak sebagai motivator dalam mengubah perilaku pelaksanaan prinsip-prinsip dalam kehidupan sehari-hari. Peningkatan pelaksanaan prinsip-prinsip tersebut dapat diupayakan melalui sejumlah cara, termasuk dengan melaksanakan puja, dana, berlatih meditasi, dan menerapkan Pancasila. Kehidupan makhluk di masa depan ditentukan oleh sikap, perilaku, dan tindakan yang dilakukan di masa lalu dan saat ini. Oleh karena itu, penting untuk menanamkan nilai-nilai moral pada generasi umat Buddha sebagai generasi berikutnya yang akan menjaga dan melestarikan ajaran Sang Buddha di alam semesta ini.
Implementasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 103 Tahun 2014 Terhadap Rencana Pembelajaran Guru Muawanah Muawanah
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 3, No 1 (2016): June 2016
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penerapan peraturan Menteri Pendidikan pada tahun 2014 adalah untuk menyusun rencana pelaksanaan yang lebih terfokus pada pencapaian tujuan pembelajaran. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah salah satu hasil dari pengembangan kurikulum yang disiapkan oleh guru dan digunakan sebagai panduan dalam melaksanakan pembelajaran. Upaya-upaya dalam pelaksanaan peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 103 tahun 2014 terhadap RPP guru dilakukan melalui bimbingan berkelanjutan, pelatihan, dan pelatihan kerja bagi guru.Di sini, kami akan menjelaskan bagaimana pelaksanaan peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 703 tahun 2014 terhadap RPP guru. Metode yang digunakan dalam makalah ini adalah metode penelitian kualitatif dengan studi literatur. Untuk sekolah dan kepala sekolah, ini bertujuan untuk meningkatkan administrasi perangkat pembelajaran guru. Bagi guru, hal ini bertujuan untuk dapat melaksanakan peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 703 tahun 2014 dalam merencanakan pelaksanaan pembelajaran sebagai umpan balik untuk memahami kinerja dan faktor-faktor yang memengaruhi sehingga dapat merangsang upaya guru untuk meningkatkan kemampuannya.    
"Wahana Negara Raharja" Benarkah Sebagai Bentuk Csr Lembaga Keagamaan Buddha? Situ Asih
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 5, No 1 (2018): June 2018
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organisasi keagamaan Buddhis, atau lebih dikenal sebagai komite keagamaan Buddhis, dalam praktiknya belum maksimal dalam menjalankan program CSR baik kepada anggota keagamaan maupun terhadap lingkungan dan bangsa. Jurnal ini bertujuan untuk menjelaskan salah satu acara keagamaan yang diselenggarakan oleh Komite Niciren Syoshu Buddha Dharma Indonesia (MNSBDI), yaitu Wahana Negara Raharja (WNR), yang diadakan setiap tahun dengan lokasi yang berbeda setiap tahunnya. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan studi dokumenter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa acara Wahana Negara Raharja memberikan dampak positif kepada anggota Buddhis MNSBDI dan masyarakat umum di tempat diadakannya WNR. Kegiatan yang terbentuk dalam acara WNR didominasi oleh tindakan atau kegiatan sosial seperti: longmarch lingkungan, reformasi ikrar pernikahan, dan talk show dengan tokoh penting di Indonesia. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Wahana Negara Raharja sebagai acara keagamaan merupakan bentuk CSR dalam organisasi keagamaan Buddhis.   
Makna Alat Dharma (Fa Ci) bagi Umat Buddha Lalitavistara Jakarta Nyoto Nyoto
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 6, No 2 (2019): December 2019
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, ada dua aliran besar yang dikenal oleh umat Buddha, yaitu Mahayana dan Theravada. Dalam pelaksanaan puja bhakti, umat Theravada hanya membaca paritta, bermeditasi, menyanyikan lagu Buddhis, dan mendengarkan ceramah Dharma. Namun, umat aliran Mahayana menggunakan alat Dharma dalam pelaksanaan puja bhakti. Alat-alat Dharma tersebut antara lain tambur, in cing, genta, gong, tan ce, he ce, dan mu yi. Setiap alat yang digunakan memiliki sejarah, fungsi, dan makna dalam puja bhakti Mahayana. Penelitian ini bertujuan untuk memahami interpretasi umat Vihara Lalitavistara terhadap alat-alat Dharma. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Untuk mendapatkan data yang akurat dan mendalam, penulis melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian ini mengungkapkan pemahaman umat Vihara Lalitavistara terhadap alat-alat Dharma. Mereka memandang alat-alat Dharma sebagai warisan leluhur, pengaruh tradisi, dan ajaran dari para Bhiksu. Beberapa orang juga berpendapat bahwa alat Dharma adalah alat musik yang menyelaraskan antara syair dan suara umat. Ada pula yang menjelaskan bahwa alat-alat Dharma adalah simbol ajaran Buddha untuk mendukung praktik meditasi.
ANALISIS PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN AGAMA BUDDHA DI TINGKAT SMP Mirrah Megha Singamurti
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 6, No 1 (2019): June 2019
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi pembelajaran pendidikan agama Buddha menggunakan kurikulum 2013 di SMP Negeri 1 Jumo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Jumo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi, dengan mempertimbangkan derajat kepercayaan, keteralihan, kebergantungan, dan kepastian. Penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa perencanaan pembelajaran sudah terencana dengan baik, dibantu dengan forum MGMP dan dibantu oleh pihak sekolah melalui kegiatan workshop yang membantu perencaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dengan kurikulum 2013 sudah berjalan dua tahun dan akan terus berlanjut, pelaksanaan sudah menggunakan pendekatan saintifik dengan menggabungkan bidang lain dan mengedepankan keaktifan siswa, evaluasi pembelajaran sudah menerapkan sesuai dengan kurikulum 2013 di mana alat evaluasi menerapkan pendekatan saintifik meskipun belum berjalan secara optimal.
Peranan Orang Tua Dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Dini Pada Pendidikan Agama Buddha Di Desa Yosomulyo, Banyuwangi Jawa timur Anata Sari; Fitri Riswati Wulandari; Irma Erviana
Vijjacariya: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Buddhis Vol 9, No 2 (2022): December 2022
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembentukan karakter merupakan salah satu bentuk karakter yang ditanamkan kepada anak-anak sejak anak usia dini. Pembentukan karakter ini mengajarkan kepada anak untuk selalu membiasakan diri untuk berbuat kebajikan.Karakter merupakan sebuah sifat, watak, akhlak atau sikap dari seseorang yang dapat membedakan seseorang dengan sekelompok orang lainnya. Orang tua memiliki peran yang penting sebagai panutan bagi anak-anaknya dalam pembentukan karakter yang ada di dalam dirinya, setiap anak pastinya akan meniru semua tingkah laku yang dilakukan oleh orang tuanya.Oleh karena itu peneliti ingin meneliti tentang peranan orang tua dalam membentuk karakter anak sejak usia dini pada pendidikan agama Buddha di desa Yosomulyo, Banyuwangi Jawa timur, karena orang tua mempunyai peran yang sangat penting dalam mendidik dan membentuk kepribadian karakter anak sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan orang tua dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, dokumentasi dan observasi. Sumber data dalam penelitian ini yaitu orang tua yang ada di desa Yosomulyo, Banyuwangi Jawa Timur. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa, banyak sekali orang tua yang mengupayakan pembentukan karakter anak dengan mengenali sifat dan minat anak, mengembangkan perilaku anak dengan mengikuti les privat, menanamkan nilai-nilai agama kepada anak dan langkah-langkah yang diterapkan orang tua dalam membentuk karakter anak seperti menyediakan Fasilitas, memberikan pendidikan agama, mengajarkan sopan santun, memberikan teladan yang baik, menanamkan nilai-nilai kedisplinan, menanamkan nilai-nilai kejujuran, menanamkan nilai-nilai sosial. Ada beberapa hambatan-hambatan yang terjadi ketika orang tua membentuk karakter anak yaitu, anak mulai bosan, kurang disiplin, kurang percaya diri dan motivasi belajar rendah. Kata Kunci: Peranan Orang Tua, Pembentukan Karakter

Page 8 of 10 | Total Record : 95