cover
Contact Name
Herlandri Eka Jayaputri
Contact Email
herlandrieka@gmail.com
Phone
+6281336684413
Journal Mail Official
biakakperik@gmail.com
Editorial Address
Jl. Adibay Raya (depan Perumnas Sumberker No. 1), Biak-Papua
Location
Kab. biak numfor,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services
ISSN : -     EISSN : 27763501     DOI : https://doi.org/10.58950/jpk
Core Subject : Engineering,
Jurnal Perikanan Kamasan diterbitkan untuk mempromosikan tinjauan kritis dari berbagai isu ivestigasi yang menarik dibidang perikanan antara peneliti, akademisi,mahasiswa, dan masyarakat umum, sebagai media komunikasi penyebaran dan pemanfaatn kegiatan ilmiah yang lebih luas. Bidang kajian agribisnis perikanan, perianan budidaya, biologi perikanan, manajemen dan pemanfaatan sumberdaya perikanan.
Articles 48 Documents
Pengoperasian Jaring Insang Dasar (Bottom Gill Net) Untuk Menangkap Ikan Demersal Di Perairan Kampung Pasi Distrik Padaido Kabupaten Biak Numfor: Demersal Fish Interception Using Basic Gill Net in the Territorial Waters of Pasi Village Padaido District Biak Numfor Regency Selfinus Pattiasina; Fatmawati Marasabessy; Charolina Inggamer
Jurnal Perikanan Kamasan : Smart, Fast, & Professional Services Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v2i1.38

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui tentang kegiatan penangkapan ikan demersal dengan menggunakan jaring insang dasar (bottom gill net) untuk mengetahui desain dan konstruksi alat tangkap jaring insang dasar (bottom gill net), mengetahui cara pengoperasian alat tangkap jaring insang dasar, mengetahui jumlah dan jenis hasil tangkapan dengan menggunakan jaring insang dasar serta penanganannya dan mengetahui daerah penangkapan serta faktor–faktor yang mempengaruhi keberhasilan penangkapan ikan dengan alat tangkap jaring insang dasar  di perairan kampung Auki Kabupaten Biak Numfor. Hasil penelitian ditemukan 6 jenis ikan hasil tangkapan dari 10 trip penangkapan dengan keseluruhan hasil penangkapan adalah 569 ekor dan berat 52,3 kg, maka pengoperasian alat tangkap jaring insang ini cocok digunakan oleh nelayan pulau Auki dalam melakukan penangkapan ikan. Hal ini juga didukung dengan kondisi perairan pulau Auki yang tidak berombak dan angin yang tidak begitu kuat karena jarak daerah fishing ground dengan fishing base adalah 350 meter dengan kedalaman 5 meter dengan dasar perairan pasir dan berkarang.
Teknik Pengolahan Sosis Gurita (Octopus sp.) di Kampung Marao, Distrik Oridek, Kabupaten Biak Numfor: Processing Technique of Octopus Sausage (Octopus sp.) in Marao Village, Oridek District, Biak Numfor Regency Ariantje Pattipeilohy; Diarto; Yuliska Warpur
Jurnal Perikanan Kamasan : Smart, Fast, & Professional Services Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v2i1.39

Abstract

Penelitian bertujuan untuk melaksanakan pengolahan sosis gurita (Octopus sp.) dan melakukan uji sensori dan kadar air dari sosis  gurita (Octopus sp.). Manfaat dari Penelitian ini adalah memberikan kontribusi bagi pengolah gurita dalam mengembangkan potensi yang ada dalam meningkatkan ekonomi keluarga. Selain itu, memberikan informasi mengenai pengolahan sosis gurita untuk peneliti lain. Penelitian dilaksanakan di Kampung Marao Distrik Oridek Kabupaten Biak Numfor  dengan waktu pelaksanaannya pada bulan Agustus 2020. Bahan-bahan yang digunakan untuk pengolahan sosis terdiri atas daging gurita, lemak, bahan pengikat, air, garam dapur dan bumbu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental (percobaan) untuk memperoleh data primer yang akan didukung oleh kajian literatur yang berkaitan dengan proses pengolahan sosis gurita, pengujian sensori, dan pengujian kadar air. Hasil dari penelitian ini diperoleh nilai uji sensori sosis gurita sebesar 7,0 dan kadar air 54% yang dapat disimpulkan bahwa sosis gurita yang dihasilkan telah memenuhi syarat mutu sosis daging menurut SNI 7755:2013.
Persepsi Masyarakat Pesisir dalam Pengelolaan Hutan Mangrove Biak Timur Kabupaten Biak Numfor: Perceptions of Coastal Communities in Mangrove Forest Management in East Biak, Biak Numfor Regency Irwan Rante
Jurnal Perikanan Kamasan : Smart, Fast, & Professional Services Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v2i1.40

Abstract

Pertumbuhan penduduk di wilayah pesisir, mempengaruhi beberapa kebutuhan seperti, lahan untuk pemukiman, perkebunan, budidaya perikanan, dan penggunaan lainnya. Hal ini menyebabkan banyak lahan mangrove yang rusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap fungsi dan peran hutan mangrove serta pengelolaan ekosistem hutan mangrove yang lestari. Lokasi penelitian berada di wilayah pesisir Biak Timur. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Responden yang diambil terdiri dari masyarakat yang ditentukan dengan menggunakan pendekatan statistik untuk tingkat kesalahan 10% dari populasi. Pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling atau metode slovin. Dengan jumlah masyarakat pesisir Biak Timur sebanyak 2.805 jiwa dan 691 KK. Maka jumlah sampel yang akan diambil adalah 88 responden yang mendiami kawasan mangrove serta yang secara ekonomi memanfaatkan kawasan mangrove di Biak Timur, dan yang mewakili berbagai profesi/pekerjaan pada lokasi penelitian diantaranya pekerjaan sebagai PNS/pegawai swasta atau tenaga honorer lainnya di perkantoran, pekerjaan sebagai tukang batu/tukang kayu, pekerjaan bertani, pekerjaan nelayan, responden yang telah pensiun, responden yang bekerja sebagai wiraswasta. Teknik analisa data yatiu menganalisa tingkat persepsi masyarakat dalam pengelolaan hutan mangrove dengan membuat tabulasi data (skor, frekuensi, persentase), dari setiap data/ jawaban. Hasil penelitian menunjukan bahwa Persepsi dan pemahaman masyarakat Biak Timur tentang manfaat dari keberadaan hutan mangrove bagi kehidupan mereka berada pada kategori skala likert 3 (baik), dengan jumlah sebesar 78,41%.
Teknik Pengoperasian Jaring Insang Permukaan (Surface Gillnet) Untuk Penangkapan Ikan Pelagis di Perairan Kampung Mnupisen Distrik Aimando Kabupaten Biak Numfor: The Operation technique of Surface Gillnet for Pelagic Fish Catching in Mnupisen Village, District of Aimando in Biak Numfor Regency Olivia L Y Rumkorem; Selfinus Pattiasina; Teryanus Rumbaibab
Jurnal Perikanan Kamasan : Smart, Fast, & Professional Services Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v1i2.42

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui desain dan konstruksi serta cara pengoperasian jaring insang permukaan, mengetahui jenis dan jumlah hasil tangkapan dan mengetahui daerah penangkapan serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penangkapan ikan pelagis dengan menggunakan jaring insang permukaan di perairan Kampung Mnupisen Distrik Aimando Kabupaten Biak Numfor. Metode pengumpulan yang digunakan meliputi wawancara, observasi dan studi pustaka. Jaring insang permukaan memiliki konstruksi yang terdiri dari badan jaring, tali pelampung, tali ris atas, tali ris bawah, pelampung dan pemberat. Cara pengoperasian meliputi persiapan menuju daerah penangkapan, penurunan alat tangkap (setting), menunggu (towing) dan penarikan alat tangkap (hauling). Hasil penelitian selama 8 trip penangkapan diperoleh 3 jenis ikan yang terdiri dari Ikan Kembung (Rastrelliger sp), Ikan Bubara (Caranx sp) dan jenis Ikan Cendro (Tylonsurus sp.) dengan total jumlah tangkapan sebanyak 58 ekor dengan berat 5,7 Kg. Daerah penangkapan terletak di pesisir Kampung Mnupisen dengan dasar perairan berpasir, Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penangkapan yaitu arus, ukuran mata jaring dan shortening
Kelimpahan dan Pemanfaatan Siput Jala (Strombus Luhuanus) di Perairan Dullah Laut : Abundance And Utilization Of Mesh Snails (Strombus Luhuanus) In Dullah Sea Waters D. Theodora Silubun; Erna Almohdar
Jurnal Perikanan Kamasan : Smart, Fast, & Professional Services Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v2i2.44

Abstract

Sumber daya perikanan yang sering dimanfaatkan karena mudah untuk memperolehnya adalah seperti moluska. Jenis moluska yang sering dimanfaatkan masyarakat pesisir di Maluku adalah kerang dan siput seperti kerang darah (Anadara granosa), kerang bulu (Anadara antiquata), lola (Trochus niloticus), abalone (Haliotis spp.) dan siput jala (Strombus luhuanus). Adanya aktivitas pemanfaatan yang dilakukan manusia terus-menerus tanpa memperhatikan lingkungan akan mengakibatkan penurunan potensi sumber daya dan degradasi habitat, tidak terkecuali bagi spesies Strombus luhuanus. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini yaitu : mengetahui sebaran ukuran siput jala di perairan Dullah Laut, karakteristik lingkungan hidup siput jala, intensitas tangkap siput jala dan kandungan nutrisi siput jala. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 sampai Desember 2021. Pengambilan sampel di lapangan menggunakan metode plot. Ukuran siput jala yang tertangkap tergolong berukuran besar dan dikategorikan dewasa. Karakteristik lingkungan perairan Dullah Laut tergolong cocok untuk kelangsungan hidup siput jala. Belum terjadi tangkap lebih dari siput jala di perairan Dullah Laut. Siput jala memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi dibandingkan beberapa hewan moluska yang lain.
Komposisi Kimia Kerang Kakawae (Lambis Lambis) dari Pasar Tradisional Bosnik, Distrik Biak Timur Kabupaten Biak Numfor Papua: Chemical Composition Of “Kakawae” Shellfish ( Lambis Lambis) From Bosnik Traditional Market, East Biak District Papua Numfor Biak District kostavina Palpialy
Jurnal Perikanan Kamasan : Smart, Fast, & Professional Services Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v2i2.45

Abstract

Kerang kakawae (Lambis lambis) merupakan salah satu spesies dari kelas gastropoda telah menjadi komoditas penting dan pangan yang cukup populer bagi masyarakat Biak. Mengingat kandungan gizinya yang sangat tinggi, sudah saatnya sumberdaya kekerangan ini dikelola dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia (Dody, 2004). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui komposisi kimia pada kerang kakawae (Lambis lambis) segar, rebus kupas dan asap kering yang dijual di pasar tradisional Bosnik Biak Timur Kabupaten Biak Numfor. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2018, di Pasar Bosnik, Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor dan sampel dibawa ke Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Balai Riset dan Stadarisasi Industri Ambon untuk di analisa komposisi kimia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua tahap yaitu survey lapangan dan pengambilan sampel serta analisa komposisi kimia. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Komposisi kimia kerang Kakawae (Lambis lambis) segar, rebus kupas, dan asap kering adalah sebagai berikut : Segar : air 79,17%, abu 1,24%, Protein 23,90%, lemak 1,07% dan karbohidrat 1,07%., Rebus kupas : air 76,81%, abu 1,36%, Protein 27,01%, lemak 0,89%, karbohidrat 0,89%., Asap kering : air 20,26%, abu 5,14%, Protein 89,68%, lemak 2,91% dan karbohidrat 2,91%.
Penangkapan Ikan Pelagis Besar Dengan Menggunakan Pancing Tonda (Troll Line) di Perairan Kampung Awaki Distrik Supiori Selatan Kabupaten Supiori: Catch the Large Pelagic Fish Using Troll Lines in Awaki Village District of South Supiori in Supiori Regency Selfinus Pattiasina; Olivia L Y Rumkorem; Yakonias Wakman
Jurnal Perikanan Kamasan : Smart, Fast, & Professional Services Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v2i2.46

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui desain, konstruksi serta cara pengoperasian pancing tonda, jenis dan jumlah hasil tangkapan dan mengetahui daerah penangkapan serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penangkapan ikan pelagis besar dengan menggunakan pancing tonda di perairan Kampung Awaki Distrik Supiori Selatan Kabupaten Supiori. Metode pengumpulan yang digunakan meliputi wawancara, observasi dan studi pustaka. Pancing tonda memiliki konstruksi yang terdiri dari tali utama, tali cabang, kili-kili, pemberat, mata pancing dan penggulung. Teknik pengoperasian meliputi persiapan menuju daerah penangkapan, penurunan alat tangkap (setting) dan penarikan alat tangkap (hauling). Hasil penelitian selama 8 trip penangkapan diperoleh 2 jenis ikan yang terdiri dari Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) dan Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) dengan total jumlah tangkapan sebanyak 135 ekor dengan berat 153,2 Kg. Daerah penangkapan terletak disebelah selatan perairan Kampung Awaki. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penangkapan yaitu spesifikasi alat tangkap, keterampilan nelayan, jenis umpan dan kondisi oseanografis.
Asosiasi Gastropoda Pada Hutan Mangrove Di Pesisir Namaea Negeri Pelauw: Association of Gastropods in Mangrove Forests in the Namaea Coast of Pelauw Fatmawati Marasabessy
Jurnal Perikanan Kamasan : Smart, Fast, & Professional Services Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v2i2.47

Abstract

Kawasan perairan peisisir Namaea merupakan kawasan pesisir dengan ekologi yang dinamis serta memiliki substrat yang berkarang, dan berpasir sehingga muncul berbagai macam ekosistem dengan karakter dan keragaman yang khas. salah satunya ekosistem mangrove dan gastropoda. Tujuan penelitian yaitu sebagai informasi awal terkait potensi mangrove dan gastropoda untuk tujuan pengelolaan dan konservasi secara berkelanjutan. Penelitian ini berlokasi pada ekosistem mangrove yang terdapat pada pesisir Namaea Negeri Pelauw. pengambilan sampel dilakukan dengan metode belt transek. Ditemukan 3 jenis vegetasi mangrove yang termasuk dalam 3 famili, yaitu: rhizophoraceae yang termasuk dalam famili Rizhophora mucronata, sementara yang termasuk dalam famili Myrsinaceae yaitu : Aegiceras corniculatum, dan yang termasuk dalam famili sonneratiaceae yaitu Sonneratia alba, sedangkan untuk gastropoda ditemukan 2.404 individu yang meliputi 6 jenis dari 3 famili. Dari hasil analisis pada menunjukan tidak terdapat hubungan antara kerapatan mangrove dan kepadatan gastropoda pada pohon, sapihan, anakan, karena nilai koefisien korelasi lebih kecil dari Tab sehingga dapat disimpulkan bahwa kerapatan mangrove tidak dapat mendukung kepadatan gastropoda.
Pengolahan Ikan Kakap Asin dengan Metode Penggaraman Kering di Kampung Pasi Distrik Aimando Desener Ongge; Yulianti Rumbiak
Jurnal Perikanan Kamasan : Smart, Fast, & Professional Services Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v2i2.48

Abstract

Penggaraman merupakan suatu cara pengolahan ikan dengan hasil produk berupa ikan asin. Cara ini telah umum dilakukan dengan tujuan agar ikan lebih awet atau tahan lama. Penggaraman adalah suatu proses pengolahan ikan dengan cara memberikan garam kemudian dikeringkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan dan mengetahui proses pengolahan ikan kakap asin, mengetahui nilai uji Sensori ikan kakap asin dan mengetahui nilai uji Kadar Air ikan kakap asin. Metode praktik yang digunakan adalah eksperimen (percobaan) sedangkan data penunjang adalah mengumpulkan data dan informasi terkait proses dan hasil kemudian di kaji dan di bandingkan dengan standar SNI 8273:2016. Hasil yang diperoleh setelah melakukan Praktik pengolahan ikan kakap asin melalui lima tahapan yaitu pembersihan dan penyiangan ikan, penggaraman, penjemuran, pengujian sensori, dan pengujian kadar air ikan kakap asin, yakni produk ikan asin kering memenuhi persyaratan mutu dan keamanan produk ikan asin kering, yaitu diperoleh nilai uji sensori 8,0 (minimal 7,0 berdasarkan SNI 8273:2016) dan nilai uji kadar air 27,5 % (maksimal 40,0 % berdasarkan SNI 8273:2016).
Pendugaan Ukuran Pertama Kali Matang Gonad pada kerang darah (Anadara antiquata) di perairan Pulau Auki, Kepulauan Padaido, Biak, Papua: The Approximation of first maturity size in blood clams (Anadara antiquata) at Auki Island waters, Padaido Islands, Biak, Papua andriani widiastuti
Jurnal Perikanan Kamasan : Smart, Fast, & Professional Services Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL PERIKANAN KAMASAN (IN PRESS)
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan untuk menganalisis nisbah kelamin dan ukuran pertama kali matang gonad pada kerang darah A. antiquata di perairan Pulau Auki (01o 13’ 16,9” LS dan 136o 18’ 32,7” BT), Kepulauan Padaido, Biak, Papua. Sampel dikumpulkan setiap bulan selama sepuluh bulan (Juni 2009-Maret 2010), pada dua habitat yaitu substrat pasir dan padang lamun. Pada habitat pasir, nisbah kelamin kerang darah jantan dan betina adalah 1,00 : 1,92. Pada habitat lamun, nisbah kelamin kerang darah jantan dan betina adalah 1,00 : 1,67. Ukuran terkecil yang ditemukan matang gonad pada kerang jantan 40,00 mm, kerang betina 48,20 mm (habitat pasir), dan kerang jantan terkecil pada habitat lamun 33,60 mm, kerang betina 38,40 mm.