cover
Contact Name
Herlandri Eka Jayaputri
Contact Email
herlandrieka@gmail.com
Phone
+6281336684413
Journal Mail Official
biakakperik@gmail.com
Editorial Address
Jl. Adibay Raya (depan Perumnas Sumberker No. 1), Biak-Papua
Location
Kab. biak numfor,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services
ISSN : -     EISSN : 27763501     DOI : https://doi.org/10.58950/jpk
Core Subject : Engineering,
Jurnal Perikanan Kamasan diterbitkan untuk mempromosikan tinjauan kritis dari berbagai isu ivestigasi yang menarik dibidang perikanan antara peneliti, akademisi,mahasiswa, dan masyarakat umum, sebagai media komunikasi penyebaran dan pemanfaatn kegiatan ilmiah yang lebih luas. Bidang kajian agribisnis perikanan, perianan budidaya, biologi perikanan, manajemen dan pemanfaatan sumberdaya perikanan.
Articles 48 Documents
Teknik Penanganan Umpan Hidup Pada Penangkapan Ikan Dengan Alat Tangkap Pole And Line Di KM. Cinta Bahari 09 Sorong – Papua Barat: Live Bait Handling Techniques In Fishing With Pole And Line Fishing Gear In KM. Citra Bahari 09 Sorong- West Papua Selfinus Pattiasina; fatmawati Marasabessy; Gerard Sugeng Ojaba
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v3i1.51

Abstract

Penangkapan dengan pole and line yang dilakukan dengan joran dan tali harus menggunakan umpan hidup untuk menarik perhatian ikan Cakalang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan alat tangkap pole and line dengan umpan hidup, dan jenis tangkapan dengan alat tersebut di KM. CINTA BAHARI 09 Sorong. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipan. Dari hasil pengamatan diketahui Konstruksi alat tangkap pole and line memiliki bagian-bagian yakni joran dengan bahan bambu yang berukuran 1-3 m, tali utama dari bahan multifilamen yang berukuran 12, 5 m dan mata pancing dari bahan stanless stell dengan ukuran no 51. Metode penangkapan pole and line terdiri dari beberapa tahapan yakni perisapan, setting dan hauling. Jenis hasil tangkapan yang diperoleh adalah ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) dengan jumlah 74 ton. Dalam penangkapan pole and line umpan hidup yang digunakan adalah ikan-ikan yang berukuran kecil, seperti Puri kepala merah (Stollephorus devisi), Puri gelas (Stollephorus commersonii), Puri kepala batu (Hypotherina leognesi), Gosao (Spratteloides delicatulus), Lompa (Thrissina baelama forska) dan Tembang (Sardinela fimbriata). Untuk mempertahankan umpan agar tetap hidup harus adanya alat-alat pembantu, seperti: bak penampung, lampu, jaring-jaring, pipa paralon atau bambu, pompa air, selang air, dan karet. Cara spesifik untuk mempertahankan umpan hidup yaitu membuat sirkulasi air masuk ke dalam bak dengan menggunakan pipa paralon atau bambu yang gunanya untuk mensuplai oksigen terlarut dari laut dan pada malam hari diberi lampu agar ikan tenang karena sifat ikan yang menyukai cahaya (phototaksis).
Teknik Penangkapan Ikan Kuwe (Caranx sp.) dengan Pancing Tonda (Troll Line) di Perairan Kampung Pasi Distrik Aimando Kabupaten Biak Numfor: The Catch technique of Golden Jack, (Caranx sp.) with Troll Line at the Coast of Pasi Village in Aimando District on Biak Numfor Regency Bernhard Katiandagho; Olivia L Y Rumkorem; Mores Wares
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Biak Numfor merupakan kabupaten kepulauan yang memiliki wilayah laut lebih luas daripada wilayah daratan sehingga potensi perikanannya pun sangat besar untuk diusahakan. Salah satu wujud pemanfaatan sektor perikanan di Kabupaten Biak Numfor adalah mengembangkan usaha di bidang perikanan tangkap. Salah satunya adalah penangkapan Ikan Kuwe (Caranx sp.) dengan menggunakan alat tangkap pancing tonda (troll line). Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui desain dan konstruksi alat tangkap pancing tonda, mengetahui cara pengoperasian alat tangkap pancing tonda, mengetahui jumlah dan hasil tangkapan, dan mengetahui daerah penangkapan serta Faktor yang mempengaruhi hasil penangkapan. Desain dan konstruksi pancing tonda yang digunakan terdiri dari, tali utama dari Nylon Damil no 80 dengan panjang 100 m, tali cabang dari bahan kawat tembaga nomor 5, kili – kili (swivel) dari bahan stainless still nomor 5, mata pancing nomor 5 sebanyak 3 buah dan penggulung yang terbuat dari bahan plastik, umpan dari bahan benang sutera dengan panjang 20 cm. Jenis hasil tangkapan yang di peroleh Ikan Kuwe (Caranx sp.), Tuna Sirip Kuning (Thunnus sp.), dan Ikan Tenggiri (Scomberomorus sp.) dengan hasil tangkapan yang diperoleh selama 8 (delapan) trip penangkapan sebanyak 31 ekor atau 117,5 kg. Faktor–faktor yang mempengaruhi hasil tangkapan adalah mata pancing, keterampilan, umpan, waktu penangkapan, kawat, bahan bakar, serta arus dan gelombang.
Teknik Pengolahan Keripik Sisik Ikan Kakap Merah (Lutjanus sp.) di Kampung Binyeri Distrik Yendidori Kabupaten Biak Numfor: Processing Technique for Red Snapper Fish Scales (Lutjanus sp.) in Binyeri Village, Yendidori District, Biak Numfor Regency Diarto; Ariantje Pattipeilohy; Krisyanto Manuputty
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v3i1.54

Abstract

Tingginya kontribusi subsektor perikanan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menjadikan subsektor perikanan sebagai andalan perekonomian Kabupaten Biak Numfor. Pengolahan produk keripik sisik ikan kakap merah dapat memberikan kontribusi secara langsung maupun tidak langsung dalam mendukung peningkatan nilai PDRB Kabupaten Biak Numfor. Penelitian bertujuan untuk melakukan pengolahan keripik sisik ikan kakap merah menjadi keripik sisik ikan dan melakukan pengujian sensori dan kadar air keripik sisik ikan kakap merah. Penelitian dilaksanakan di Kampung Binyeri, Distrik Yendidori, Kabupaten Biak Numfor pada bulan Juni 2021. Bahan baku utama dalam produk ini adalah sisik ikan kakap merah dengan penambahan beberapa bahan pendukung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental (percobaan) dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi, wawancara, dan studi literatur. Berdasarkan pengujian sensori produk, diperoleh nilai sensori 9,0 untuk seluruh parameter sensori produk, seperti kenampakan, warna, rasa, dan kerenyahan. Pengujian kadar air dengan metode uji gravimetri menghasilkan nilai kadar air 5,99%. Secara kimiawi berdasarkan nilai kadar air produk telah memenuhi persyaratan mutu dan keamanan berdasarkan SNI 01-4305-1996 (maksimal 6%).
Estimasi Simpanan Karbon Komunitas Lamun Pantai Ngilngof Dengan Metode Tracking Area (TA): Estimation Of Seagrass Carbon Deposits in Ngilngof beach using the tracking area (TA) method Dewi Ningsi Rahayu Tukloy; Dandy Muhlis Ahmad Tukloy; Sri Anggrainy P. Buloglabna; Salahuddin Bachmid
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v3i1.56

Abstract

Penelitian tentang serapan karbon komunitas lamun pada ohoi Ngilngof belum pernah dilakukan sehingga penelitian ini perlu dilakukan sebagai informasi betapa pentingnya ekosistem lamun sebagai buffer atau penyangga kehidupan di laut maupun di darat pada masyarakat Ohoi Ngilngof sehingga kelestarian ekosistem lamun dapat terus terjaga. Tujuan dari penelitian ini yaitu berupa data peta luasan komunitas lamun Ohoi Ngilngof dan estimasi simpanan karbonnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2022 sampai Januari 2023, di perairan Ohoi Ngilngof, Kabupaten Maluku Tenggara. Perhitungan luasan komunitas lamun dilakukan dengan menggunakan metode tracking area menggunakan GPS di lokasi penelitian. Untuk mendapatkan nilai estimasi simpanan karbon pada komunitas lamun diawali dengan mengelolah data tracking area pada aplikasi ArcGIS sehingga diperoleh data luasan lamun pada lokasi penelitian. Data luasan lamun yang diperoleh kemudian diestimasi nilai simpanan karbonnya. Pada perairan Ohoi Ngilngof ditemukan 3 jenis lamun yang terdiri dari 1 famili dan 3 genus yaitu jenis Halophila ovalis, Thalassia hemprichii dan Enhalus acoroides. Dengan menggunakan metode tracking area diperoleh luasan lamun sebesar 17.590,81 m2. Hasil estimasi simpanan karbon pada ekosistem lamun di perairan Ohoi Ngilngof pertahun yaitu sebesar 7.414.526 grC/m2/tahun.
Selektifitas Jaring Insang Dasar (Bottom Gill Net) Terhadap Hasil Tangkapan Di Perairan Kampung Samberpasi Distrik Aimando Padaido Kabupaten Biak Numfor: Selective Bottom Gill Net Fishing on Catch Yields in the Waters of Samberpasi Village, Aimando District, Biak Numfor Regency Bernhard Katiandagho; Olivia L Y Rumkorem; Jemmy Calvin Boseren
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v3i2.57

Abstract

Gillnet memiliki sifat yang selektif dalam penangkapan ikan, oleh sebab itu, penentuan desain dan konstruksi alat tangkap gillnet sangat menentukan tingkat selektifitas alat tangkap ini,gillnet adalah alat tangkap yang dominan digunakan oleh nelayan di Kampung Samberpasi distrik Aimando Padaido Kabupaten Biak Numfor. Beragamnya jenis dan ukuran ikan yang tertangkap merupakan salah satu topik penelitian yang menarik, karena dapat digunakan untuk menilai selektifitas jaring insang dasar yang digunakan oleh nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji alat tangkap, metoda penangkapan, jenis hasil tangkapan pada alat tangkap dan mengkaji selektifitas gillnet dasar terhadap hasil tangkapan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. 2 (dua) unit alat tangkap jaring insang dasar yang digunakan memiliki ukuran mata jaring yang berbeda yakni 2 inchi dan 4 inchi. Untuk ukuran mata jaring 2 inchi memiliki panjang (L) 35 m dengan shortening 46,79%. Sedangkan pada ukuran mata jaring 4 inchi mimiliki ukuran panjang jaring (L) 37 meter dengan shortening 45,31 %. Berdasarkan analisa hasil tangkapan sesuai jenis, jumlah (ekor) dan berat (kg), maka kedua ukuran mata jaring tersebut selektif untuk menangkap jenis-jenis ikan damersal. Namun bila dikaitkan dengan ukuran serta berat hasil tangkapan yang diperoleh dengan kedua unit jaring tersebut, maka jaring yang memiliki ukuran mata jaring 4 inchi lebih selektif. Ukuran mata jaring 4 inchi memiliki rata-rata berat hasil tangkapan 0,88 Kg/ekor, sedangkan Jaring insang dasar dengan ukuran mata jaring 2 Inchi memiliki ukuran yang kecil yakni 0,16 Kg/ ekor.
Teknik Penanganan Ikan Tuna (Thunnus sp.) pada ICS Distrik Biak Kota Kabupaten Biak Numfor: Handling Techniques for Tuna (Thunnus sp.) at ICS, City Biak District, Biak Numfor Regency Ariantje Pattipeilohy; Diarto; Susanty Emma L Insyur
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Biak Numfor merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Papua, yang secara geografis terletak di Teluk Cendrawasih. Kabupaten ini merupakan gugusan pulau yang berada di sebelah utara daratan papua. Letak geografis ini menjadikan biak sebagai salah satu pusat pengembangan perikanan dan kelautan di wilayah Indonesia Timur. Peluang pengembangan pada sektor perikanan dan kelautan tersebut jika didukung oleh peran beberapa pihak terkait akan secara langsung maupun tidak langsung dapat memberi kontribusi bagi peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabuoaten Biak Numfor. Penelitian bertujuan untuk mengetahui seluruh proses penanganan ikan tuna pada ICS (Integrated Cold Storage) Kabupaten Biak Numfor. Manfaat dari penelitian ini antara lain untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam penanganan Ikan Tuna dan memberikan informasi umum tentang bagaimana tahapan proses penanganan ikan tuna yang baik (Good Handling Practice) sebagai dasar bagi penjaminan mutu dan keamanan bahan baku. Penelitian dilaksanakan pada ICS (Integrated Cold Storage) Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, pada bulan April hingga Mei 2022. Bahan penelitian yang digunakan adalah ikan tuna, sedangkan peralatan yang digunakan antara lain pisau stainless, meja pengemasan, meja stainless, bak stainless, sarung tangan, celemek, sepatu bot, timbangan, keranjang basket, palka, pan besar, coldbox, masker, jaket tebal, tali rafia, buku, bolpen, plastik es lilin, ganco, dan alat checker. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah partisipatori, yaitu peneliti terlibat secara langsung pada seluruh tahapan proses penanganan ikan tuna. Berdasarkan hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa seluruh tahapan proses penanganan ikan tuna pada ICS saling berkaitan satu dengan yang lainnya, sehingga pengawasan pada setiap tahapan proses menjadi penting untuk dilaksanakan dengan baik. Secara umum, proses penanganan ikan tuna pada ICS telah dilakukan sesuai dengan SSOP (Standard Sanitation Operasional procedure) yang telah ditetapkan dan menerapkan konsep GHdP (Good Handling Proccess), serta Sanitasi dan Higiene.
Komposisi Jenis Lamun Di Pesisir Biak Barat, Biak, Papua: Composition of Seagrass Types on the Western Coast of Biak, Biak, Papua andriani widyastuti
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v3i2.59

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui komposisi jenis lamun dan persentase penutupan lamun di pesisir Biak Barat. Sampling dilakukan dengan menggunakan transek garis tegak lurus garis pantai sejauh 100 meter, ditarik ke arah laut. Selanjutnya digunakan  kuadran  berukuran 50x50 cm, yang diletakkan pada titik 0 m, 10 m, 20 m, 30 m dan seterusnya sampai pada titik 100 m.  Data diperoleh dari 10 stasiun, yaitu Orkdori, Yembepioper, Mamoribo, Sopen, Karnindi II, Karnindi I, Binyeri, Urfu, Adoki, dan Inggiri. Hasil penelitian menemukan jenis lamun yang diidentifikasi dari perairan Biak Barat, terdiri dari delapan jenis, yaitu Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Cymodocea rotundata, C. serrulata, Halodule pinifolia, Halophila ovalis,  H. minor,  dan Syringodium isoetifolium. Jenis yang paling dominan adalah jenis Thalassia hemprichii. Hasil tutupan lamun, diperoleh rata-rata sebesar 29,90% (kategori sedang). Tutupan lamun paling tinggi dijumpai pada stasiun BIAB02/Yembepioper, dengan nilai 57,95%, termasuk kategori padat, demikian juga pada stasiun BIAB09/Adoki (52,84%).
Tropik Level Ikan Karang Di Rumah Ikan: Tropic Level Reef Fish in Fish Apartment Jacomina Tahapary; Fatmawati Marasabessy
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v3i2.60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tropik level ikan karang pada rumah ikan. Rumah ikan merupakan suatu struktur yang terendam dalam air untuk meniru terumbu karang alami. Rumah ikan yang dikonstruksikan untuk memberi ruang bagi ikan dalam beraktivitas, seperti aktivitas makan, berlindung, dan memijah. Keberadaannya pada dasar perairan menarik ikan karang untuk memanfaatkannya karena ikan karang merupakan ikan yang hidup pada daerah terumbu karang sejak juvenil sampai dewasa, berasosiasi dengan terumbu karang karena tersedianya makanan dan tempat perlindungan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode visual sensus. Teramati 20 family ikan karang yang berada pada 2 lokasi rumah ikan dengan jumlah terbesar pada ikan mayor. Tropik level ikan karang berada pada tropik level 4.2 dengan dominasi ikan karnivora dan omnivore.
Teknik Penangkapan Ikan Demersal Dengan Jaring Insang Dasar (Bottom gillnet ) di Perairan Kampung Samberpasi Distrik Aimando Padaido Kabupaten Biak Numfor: Demersal Fish Capture Technique Using Bottom gillnet in the Waters of Samberpasi Village, Aimando District, Padaido Regency, Biak Numfor Olivia L Y Rumkorem; Agustinus Mandowen
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v3i2.62

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui konstruksi jaring insang dasar (bottom gillnet ), cara pengoperasian jaring insang dasar, jenis dan jumlah jenis hasil tangkapan serta cara penanganannya dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penangkapan ikan dengan alat tangkap jaring insang dasar di perairan Kampung Samberpasi Kabupaten Biak Numfor. Metode pengumpulan yang digunakan meliputi wawancara, observasi dan studi pustaka. Konstruksi jaring insang dasar (bottom gillnet ) terdiri dari jaring utama (webbing), tali ris (tali pelampung), pelampung, pelamoung tanda, pemberat dan jangkar. Teknik pengoperasian jaring insang dasar meliputi persiapan, penurunan jaring (setting), menunggu jaring (waiting time) dan pengangkatan jaring (hauling). Hasil penelitian selama 8 trip penangkapan diperoleh 6 jenis ikan yang terdiri dari Kakap (Lutjanus sp.), Bubara (Caranx sp.), Bermuda (Khyposis sp.), Samandar (Siganus sp.), Kerapu (Epinephelus sp.), dan Kakatua (Scarus sp) dengan jumlah total sebanyak 91 ekor dan berat 89 Kg. Daerah penangkapan terletak Pesisir Kampung Samberpasi dengan jarak sekitar 50 m dari bibir pantai. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penangkapan yaitu kondisi oceanografis, warna jaring, ukuran mata jaring, shortening dan penentuan daerah penangkapan.
Teknik Pengoperasian Pukat Cincin (Purse Seine) Terhadap Ikan Pelagis di Desa Leahari Kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon: Operational Technique of Purse Seine Against Pelagic Fish in Leahari Village, South Leitimur District, Ambon City Bernhard Katiandagho; Fatmawati Marasabessy; Charles Wilson Wanma
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pukat cincin (Purse seine) banyak dimiliki oleh pengusaha penangkapan ikan khususnya di Desa Leahari Kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon. Ditinjau dari jumlah alat dan kapasitas hasil tangkapan, pukat cincin (purse seine) sangat dominan digunakan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pengoperasian alat tangkap pukat cincin (purse seine) terhadap ikan pelagis di Desa Leahari. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipan. Dari hasil pengamatan diketahui kontruksi alat tangkap pukat cincin (Purse seine) yang digunakan memiliki panjang sempurna 300 meter dan setelah tertata di pada tali ris 210 meter dengan nilai shortening adalah 30%. Memiliki ukuran mata jaring yang tidak sama, yaitu jaring kantong dengan ukuran mesh size 1 inch, sayap dan badan jaring memiliki ukuran sedikit lebih besar dari bagian kantong yaitu 1¼ - 1¾ inch. Teknik pengoperasian alat tangkap pukat cincin (Puse seine) dilakukan dengan beberapa tahap yakni ; Penentuan lokasi penangkapan, Persiapan, Penurunan Jaring (Setting) dan Penarikan jaring (Hauling), dimana beberapa tahap ini perlu dilakukan secara teratur agar hasil tangkap terbaik dapat diperoleh. Waktu operasi penangkpan dilaksanakan pada pagi hari mulai jam 03.00 s/d jam 07.00 WIT. Jenis dan jumlah hasil tangkapan yang diperoleh selama 6 (enam) trip penangkapan, terdiri dari 3 jenis ikan yaitu ikan layang (Decapterus sp), ikan selar (Selaroides Leptolepis) dan ikan tuna ekor kuning (Thunus sp) dengan jumlah hasil tangkapan keseluruan berjumlah 900 kg. Daerah penangkapan dengan alat tangkap pukat cincin di perairan Desa Leahari memanfaatkan ‘’Rumpon’’sebagai daerah penangkapan (Fishing Ground).