cover
Contact Name
Herlandri Eka Jayaputri
Contact Email
herlandrieka@gmail.com
Phone
+6281336684413
Journal Mail Official
biakakperik@gmail.com
Editorial Address
Jl. Adibay Raya (depan Perumnas Sumberker No. 1), Biak-Papua
Location
Kab. biak numfor,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services
ISSN : -     EISSN : 27763501     DOI : https://doi.org/10.58950/jpk
Core Subject : Engineering,
Jurnal Perikanan Kamasan diterbitkan untuk mempromosikan tinjauan kritis dari berbagai isu ivestigasi yang menarik dibidang perikanan antara peneliti, akademisi,mahasiswa, dan masyarakat umum, sebagai media komunikasi penyebaran dan pemanfaatn kegiatan ilmiah yang lebih luas. Bidang kajian agribisnis perikanan, perianan budidaya, biologi perikanan, manajemen dan pemanfaatan sumberdaya perikanan.
Articles 48 Documents
Teknik Pengolahan Dodol Rumput Laut (Eucheuma cottonii) di Kampung Nyansoren Distrik Aimando Kabupaten Biak Numfor: Processing Technique of Seaweed (Eucheuma cottonii) Dodol in Nyansoren Village, Aimando District, Biak Numfor Regency Diarto; Pattipeilohy, Ariantje; Anggraini, Della Fitri
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v4i1.63

Abstract

Rumput laut sebagai salah satu potensi alam yang ada di Kampung Nyansoren menjadi peluang bagi masyarakat setempat jika mampu diolah menjadi sebuah seperti dodol. Produk dodol rumput laut jika dikembangkan dengan baik dapat memberi peluang sekaligus manfaat secara ekonomi sebagai sumber pendapatan baru bagi masyarakat Kampung Nyansoren. Penelitian bertujuan untuk melakukan pengolahan dodol rumput laut, melakukan pengujian sensori, dan kadar air produk dodol rumput laut di Kampung Nyansoren Distrik Aimando Kabupaten Biak Numfor. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 3-25 Juni 2023 dengan menggunakan metode eksperimental (percobaan), sedangkan data penunjang yang digunakan berupa data serta informasi terkait proses dan hasil pengolahan dodol rumput laut, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan mengacu pada SNI 2986-2013. Pengolahan dodol rumput laut (Eucheuma cottonii) yang dilakukan di Kampung Nyansoren dilakukan dengan baik dan melibatkan masyarakat setempat. Bahan baku utama pembuatan dodol ini adalah rumput laut, dengan tahapan-tahapan pengolahan meliputi persiapan bahan baku rumput laut kering, pencucian, perendaman, penirisan, penimbangan rumput laut, proses penghalusan rumput laut, pemasakan, pendinginan, pencetakan dodol, dan pengemasan. Berdasarkan hasil pengujian sensori produk dodol rumput laut diperoleh nilai sensori kenampakan 8,0 ,rasa 7,0, aroma 8,0 dan warna 8,0. Sedangkan hasil pengujian kadar air diperoleh nilai 18,25%. Secara sensoris, seluruh parameter telah memenuhi persyaratan mutu dan keamanan pangan sesuai SNI 2986:2013 (minimal 7,0) Secara kimiawi berdasarkan kadar air produk dodol rumput laut (Eucheuma cottonii) telah memenuhi persyaratan mutu dan keamanan pangan sesuai SNI 2986:2013 (maksimal 20%)
Modifikasi Pancing Ulur (Handline) dengan Menggunakan Pemberat Timah Luncur Untuk Penangkapan Ikan di Kampung Sorido Distrik Biak Kota Kabupaten Biak Numfor: Modification of Handline Fishing Gear with Sliding Lead Sinkers for Fish Capture in Sorido Village, Biak City District, Biak Numfor Regency Rumkorem, Olivia L Y; Korwa, Herlina
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v4i1.64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui desain dan konstruksi serta cara pengoperasian pancing ulur dengan modifikasi pemberat, mengetahui jenis dan jumlah hasil tangkapan dan mengetahui daerah penangkapan serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penangkapan ikan dengan menggunakan pancing ulur di perairan Kampung Sorido Distrik Biak Kota Kabupaten Biak Numfor. Metode pengumpulan yang digunakan meliputi wawancara, observasi dan studi pustaka. Pancing ulur dengan modifikasi pemberat memiliki konstruksi yang terdiri atas penggulung, tali utama, swivel, tali pancing, pemberat dan mata pancing. Teknik pengoperasian meliputi persiapan yang meliputi persiapan pemberat dan alat tangkap, penurunan alat tangkap, immersing dan penarikan alat tangkap (hauling). Jenis dan jumlah hasil tangkapan yang diperoleh selama 8 trip sebanyak 3 jenis yaitu Ikan Kerapu (Ephinephelus sp.), Ikan Lencam (Lethrinus sp.) dan Ikan Kakap Merah (Lutjanus sp.). Jumlah total hasil tangkapan sebanyak 53 ekor dengan berat 18,9 kg. Daerah penangkapan pada saat praktik berada disebelah selatan Kampung Sorido. Jarak dari pesisir pantai ke daerah penangkapan sekitar 50 m, dengan substrat dasar berupa Karang. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan penangkapan yaitu musim, konstruksi alat tangkap, umpan, lingkungan perairan dan keterampilan nelayan.
Kelayakan Usaha Penangkapan dengan Menggunakan Purse Seine pada KM. Putri Savira-A: The eligibility of the Purse Seine Fishing Business on KM. Putri Savira-A pattiasina, selfianus; Sapoter, Roy Kafiar; Jayaputri, Herlandri Eka
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v4i1.65

Abstract

Salah satu wujud pengolahahn dan pemanfaatan sektor perikanan di Kabupaten Biak Numfor adalah  dengan  menggembangkan usaha dibanding perikanan tangkap sebagai contoh usaha penangkapan ikan pelagis  dengan menggunakan alat tangkap Pukat cincin  (Purse Seine). Tujuan dalam studi ini yaitum engetahui desain dan konstruksi alat tangkap pukat cincin (Purse Seine), mengetahui teknik pengoperasian alat tangkap pukat cincin (Purse Seine), mengetahui jenis dan jumlah hasil tangkap yang diperoleh dengan alat tangkap pukat cincin (Purse Seine), dan menganalisis kelayakan usaha penangkapan ikan pelagis dengan alat    pukat cincin (Purse Seine). Dalam penelitian ini menggunakan teknik deskripsi kualitatif yang mana menggambarkan alat tangkap pukat cicin secara detail. Dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan wawancara untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan. Melalui studi ini menggambarkan bahwa Pukat cincin terdiri dari beberapa bagian atau bahan yang dibuat menjadi satu unit alat tangkap, alat tangkap ini dikhususkan untuk penangkapan ikan pelagis dengan ukuran panjang keseluruhannya pada KM. Putri Savira-A yaitu  370 meter dan tinggi  jaring  yaitu 75 meter dengan bagian jaring tertinggi terdapat pada kantong. Selain itu, mengenai daerah penangkapan (fishing ground) pada lokasi praktik kerja lapangan adalah diperairan Kepulauan Padaido yang sangat dipengaruhi beberapa faktor yaitu: arus, gelombang, dan cuaca. Sehingga, hasil analisa yang dilakukan  diketahui  bahwa usaha penangkapan ikan KM. Putri Savira-A menggunakan pukat cincin adalah 1.66 sehingga dinyatakan  layak untuk dikembangkan.
Perkembangan Gonad Kerang Insei (Asaphis violascens) Di Perairan Pesisir Yenusi Biak Timur, Papua: Gonad Development of Insei (Asaphis violascens) At Yenusi Coastal Waters East Biak, Papua Widiastuti, Andriani
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v4i1.66

Abstract

Kerang Insei (Asaphis violascens) merupakan salah satu jenis kerang yang hidup di pesisir pantai berpasir, dan merupakan jenis yang dikonsumsi masyarakat lokal sebagai salah satu sumber protein dari laut yang mudah diperoleh. Untuk itu, dilakukan penelitian perkembangan gonad kerang Insei (A. violascens), untuk mengetahui tingkat kematangan gonad kerang insei, yang dapat digunakan untuk mengatur waktu penangkapan yang tepat, dan memberikan kesempatan yang cukup untuk memulihkan populasinya secara alami. Sampel dikumpulkan dari pesisir perairan Yenusi, setiap bulan selama tiga bulan (Januari-Maret 2014), Kabupaten Biak Numfor, Papua, oleh nelayan setempat. Sampel dibawa ke laboratorium untuk dianalisis, dan untuk pengujian histologi. Total sampel yang dikumpulkan sebanyak 30 buah. Hasil penelitian ini mengidentifikasi tingkat kematangan gonad kerang insei (Asaphis violascens) menjadi empat tahap perkembangan yaitu TKG I (early active/fase awal aktif), TKG II (late active/fase aktif akhir), TKG III (maturing phase/fase matang gonad), TKG IV (spawning phase/fase pemijahan).
Konstruksi Alat Tangkap Purse Seine pada KM. Putri Safira -A: The Construction of Purse Seine Gear on KM. Putri Safira-A Katiandagho, Bernhard; Korwa, Rondi Lewi
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v4i1.67

Abstract

Alat tangkap purse seine menjawab semua permasalahan tentang penangkapan ikan yang aman karena dalam pengoperasiannya tidak mengganggu atau merusak ekosistem yang ada didalam perairan (Subani & Barus, 1989). Kegiatan konstruksi alat tangkap purse seine di Kabupaten Biak Numfor dimulai dengan beroperasinya KM. Putri Safira-A (berbahan fiber glass) sejak pertengahan tahun 2020. Tujuan dalam penelitian ini yaitu mendeskribsikan mengenai desain dan konstruksi purse seine; prosedur pengoperasian purse seine,  jenis dan jumlah hasil tangkapan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil tangkapan. Hasil studi ini memaparkan bahwa pukat cincin (purse seine) yang digunakan berbentuk trapesium dengan konstruksi yang terdiri atas bagian badan, sayap, kantong, tali ris atas, tali pelampung, pelampung, selvege, tali ris bawah, tali pemberat, pemberat, cincin, tali cincin dan tali kolor. Pengoperasian pukat cincin (purse seine) secara bertahap dimulai dengan penurunan alat tangkap (setting) pukat cincin, dilanjutkan dengan penarikan tali kerut (towing/ pursing), serta pengangkatan (hauling) pukat cincin. Kemudian, hasil tangkapan yang diperoleh selama 5 trip penangkapan sebanyak 15.000 kg yang terdiri dari ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) sebanyak 6000 kg, ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) sebanyak 4000 kg, dan ikan Layang Biru (Decapterus macarellus) sebanyak 5000 kg. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penangkapan dengan pukat cincin (purse seine) yaitu arus, cuaca, kecepatan setting dan kecepatan penarikan tali kerut (purshing), serta cahaya bulan. Selain itu dalam penelitian lanjutan, perlu adanya studi lanjutan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penangkapan.
Perkembangan Gonad Siput Mansi (Canarium luhuanus) Di Perairan Pulau Auki, Biak, Papua: Gonad Development of Mansi Conch (Canarium luhuanus) At Auki Island Waters, Biak, Papua Widiastuti, Andriani; Aji, Ludi Parwadani
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL PERIKANAN KAMASAN
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v4i2.68

Abstract

Siput Mansi (Canarium luhuanus) merupakan salah satu jenis siput dari famili Strombidae, yang hidup di Kepulauan Padaido, diambil dan dijual oleh masyarakat lokal, terutama pada saat melimpah di musim-musim tertentu. Untuk menekan aktifitas penangkapan, dapat dilakukan dengan memberikan penyadaran kepada masyarakat mengenai kondisi biologi dan siklus hidup dari siput mansi, serta melakukan upaya pengelolaan yang lestari. Dengan pengelolaan, dapat menjaga kelestariannya di alam. Untuk itu dilakukan penelitian ini, untuk mengetahui tingkat kematangan gonad siput mansi, sebagai informasi awal dalam manajemen sumberdaya. Sampel dikumpulkan setiap bulan selama tiga bulan (Januari-September 2015), untuk pengujian histologi. Total sampel yang dikumpulkan sebanyak 81 buah. Perkembangan gonad yang diamati dari hasil histologi gonad setiap bulan, diperoleh gambaran 5 (lima) fase perkembangan gonad sebagai berikut : Tkg 1 (fase pembentukan oosid primer/spermatogonium), Tkg 2 (fase pembentukan oosit sekunder/spermatosid), Tkg 3 (fase pembentukan oosit tersier/spermatid), Tkg 4 (fase matang gonad), Tkg 5 (fase memijah)
Kelayakan Usaha Penangkapan Ikan Pelagis Dengan Pancing Ulur (Multipel Hand Line) Di Perairan Kampung Pasi Distrik Aimando Padaido Kabupaten Biak Numfor: The Feasibility of Pelagic Fish Capture Using Handline Fishing in the Waters of Pasi Village, Aimando Padaido District, Biak Numfor Regency Katiandagho, Bernhard; Meokbun, Alfonsina; Rumkorem, Olivia L. Y
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL PERIKANAN KAMASAN
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v4i2.69

Abstract

Analisis kelayakan usaha dalam sektor perikanan sangat penting untuk menilai tingkat keuntungan atau keberhasilan usaha yang dijalankan. Analisis ini mencakup evaluasi pendapatan dan biaya untuk menentukan apakah hasil yang diperoleh selama periode tertentu menguntungkan. Desain dan konstruksi alat tangkap pancing ulur (Multiple hand line) yang digunakan terdiri dari komponen seperti penggulung dari bambu, tali utama dari Nylon Damil no.90 sepanjang 125 meter, kawat stainless steel sepanjang 1 meter, pemberat dari timah, dan swivel untuk mencegah tali terbelit. Tali cabang menggunakan nylon damil 40, dengan mata pancing nomor 9, serta umpan plastik. Pengoperasian alat ini melibatkan tiga tahap: persiapan, penurunan pancing (setting), dan pengangkatan pancing (hauling). Target tangkapan adalah ikan pelagis, dengan hasil antara lain Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacore) sebanyak 37 ekor, Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) sebanyak 12 ekor, Ikan Tongkol (Auxis thazart) sebanyak 8 ekor, dan Ikan Kambing (Elagatis bipinnulata) sebanyak 6 ekor. Total hasil tangkapan selama 8 trip adalah 63 ekor dengan berat total 124,5 kg. Berdasarkan analisis kelayakan usaha, penggunaan alat tangkap pancing ulur di Kampung Pasi terbukti layak dengan nilai B/C rasio sebesar 3,5
Teknik Pengolahan Keripik Siput Gonggong (Strombus sp.) di Kampung Nyansoren, Distrik Aimando, Kabupaten Biak Numfor: Processing Techniques for Gonggong Snail Chips (Strombus sp.) in Nyansoren Village, Aimando District, Biak Numfor Regency Sutono, Diarto; Jayaputri, Herlandri; Rumkabu, Anita Anace
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL PERIKANAN KAMASAN
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi perikanan di perairan Kampung Nyansoren, Distrik Aimando, Kabupaten Biak Numfor, khususnya Siput Gonggong (Strombus sp.), menawarkan peluang besar untuk dimanfaatkan secara optimal. Salah satu cara pemanfaatannya adalah dengan mengolahnya menjadi produk keripik. Siput Gonggong mengandung gizi tinggi, sehingga penggunaannya sebagai bahan dasar Keripik Siput Gonggong sangat relevan. Ini juga merupakan upaya memaksimalkan pemanfaatan sumber daya perikanan di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah Keripik Siput Gonggong, menguji sensori, dan kadar air produk tersebut di Kampung Nyansoren. Manfaat penelitian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan Keripik Siput Gonggong serta memberikan informasi mutu produk untuk pengembangan lebih lanjut. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 3-25 Juni 2023 dengan metode eksperimental. Data pendukung berupa informasi proses dan hasil pengolahan serta pengujian kadar air dianalisis secara deskriptif berdasarkan SNI 8644:2018. Proses pengolahan Keripik Siput Gonggong meliputi tahapan perebusan, pencampuran, pencetakan, dan penggorengan. Hasil uji sensori menunjukkan nilai tekstur 5,5 (minimal 7,0), warna 7,0 (minimal 7,0), rasa 7,0 (minimal 7,0), dan kerenyahan 6,0 (minimal 7,0). Uji kadar air menunjukkan kandungan air sebesar 3,75% (maksimal 5%). Secara sensoris dan kimiawi, Keripik Siput Gonggong memenuhi persyaratan mutu dan keamanan pangan sesuai dengan SNI 8644:2018
Proses Pengolahan Fillet Ikan Lencam (Lethrinus lentjan) Skinless Beku di CV. Lautan Berkah Melimpah, Kabupaten Kepulauan Aru: The Processing of Frozen Skinless Lencam Fish (Lethrinus lentjan) Fillets at CV. Lautan Berkah Melimpah, Aru Islands Rosulva, Indah; Ngabalin, Daniel; Rahael, Kristhina P.; Raharusun, Elisabeth
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v5i1.71

Abstract

Ikan lencam (Lethrinus lentjan) merupakan salah satu spesies ikan karang konsumsi yang berperan dalam kontribusi produksi perikanan. CV. Lautan Berkah Melimpah (CV. LBM) adalah perusahaan perikanan yang bergerak di bidang penangkapan dan pengolahan hasil perikanan, dengan produk utama berupa fillet ikan, steak ikan tanpa kulit (skinless), serta ikan beku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alur proses pengolahan fillet ikan lencam (Lethrinus lentjan) skinless beku di CV. LBM serta menilai mutu organoleptiknya. Penelitian ini dilakukan selama kegiatan magang di CV. Lautan Berkah Melimpah, yang berlokasi di Jalan Gosamtian, Dusun Marbali, Kabupaten Kepulauan Aru. Tahapan dalam proses produksi fillet ikan lencam di CV. LBM mencakup: penerimaan bahan baku, sortasi, penimbangan pertama, penampungan, penimbangan kedua, pemfilletan (filleting), pencabutan tulang (boneless), pengulitan (skinning), perapihan (trimming), penimbangan ketiga, pencucian, pengisian ke dalam plastik, pemvakuman, penyusunan dalam long pan, pembekuan, pelapisan (glazing), penimbangan keempat, pengemasan (packing), penyimpanan, dan distribusi. Proses pengolahan fillet ikan lencam skinless beku di CV. LBM telah memenuhi standar yang ditetapkan dalam SNI 2696:2013 tentang penanganan dan pengolahan fillet ikan beku. Hasil uji organoleptik terhadap produk akhir menunjukkan skor 8, yang mengindikasikan bahwa fillet ikan lencam skinless beku telah memenuhi persyaratan mutu sesuai standar SNI 2696:2013.
Kesesuaian Kualitas Air pada Tambak Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) Sistem Intensif di CV. Lautan Sumber Rejeki Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur: Suitability of Water Quality in Intensive Vannamei Shrimp (Litopenaeus vannamei) Pond System at CV. Lautan Sumber Rejeki, Banyuwangi Regency, East Java Province Prastiwi, Nyustami Lira; Fauziah, Anna; Nazran, Nazran
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v6i1.72

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian kualitas air tambak dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam budidaya udang vannamei (Litopenaeus vannamei) di CV. Lautan Sumber Rejeki, Banyuwangi, Jawa Timur. Penelitian dilaksanakan pada 6 Januari hingga 7 Februari 2025. Parameter kualitas air yang diukur meliputi kecerahan, warna, suhu, tinggi air, pH, salinitas, ammonium, nitrit, fosfat, dissolved oxygen (DO), total organic matter (TOM), alkalinitas, kesadahan, kepadatan plankton, dan total bakteri. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar parameter seperti kecerahan (30–100 cm), suhu (28–32°C), salinitas (24–30 ppt), pH (7,8–8,7), dan DO (4,14–5,07 mg/L) berada dalam kisaran optimal sesuai SNI. Namun, parameter ammonium (0,02–0,8 mg/L), fosfat (0,025–1,32 mg/L), TOM (58–120 mg/L), alkalinitas (124–180 mg/L), dan total bakteri melebihi nilai standar. Pengelolaan kualitas air dilakukan melalui penyiponan, pergantian air, serta aplikasi probiotik, kapur, dan mineral. Penelitian ini menunjukkan pentingnya manajemen kualitas air yang berkelanjutan untuk mendukung produktivitas budidaya udang vannamei secara optimal.