cover
Contact Name
Herlandri Eka Jayaputri
Contact Email
herlandrieka@gmail.com
Phone
+6281336684413
Journal Mail Official
biakakperik@gmail.com
Editorial Address
Jl. Adibay Raya (depan Perumnas Sumberker No. 1), Biak-Papua
Location
Kab. biak numfor,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services
ISSN : -     EISSN : 27763501     DOI : https://doi.org/10.58950/jpk
Core Subject : Engineering,
Jurnal Perikanan Kamasan diterbitkan untuk mempromosikan tinjauan kritis dari berbagai isu ivestigasi yang menarik dibidang perikanan antara peneliti, akademisi,mahasiswa, dan masyarakat umum, sebagai media komunikasi penyebaran dan pemanfaatn kegiatan ilmiah yang lebih luas. Bidang kajian agribisnis perikanan, perianan budidaya, biologi perikanan, manajemen dan pemanfaatan sumberdaya perikanan.
Articles 48 Documents
Pertumbuhan Caulerpa racemosa Pada Metode Long Line Dengan Kedalaman Berbeda: Growth Performance of Caulerpa racemosa Cultivated Using the Long-line Method at Different Depths Dangeubun, Jane; Madubun, Usman; Tjoanda, Moses; Letsoin, Petrus
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 5 No. 2 (2025): JURNAL PERIKANAN KAMASAN
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v5i2.73

Abstract

Caulerpa racemosa merupakan salah satu komoditas baru yang memiliki potensi tinggi dalam bidang perikanan. Selama ini, pemanfaatannya masih bersifat ekstraktif, yakni dengan cara pengumpulan langsung dari wilayah pesisir, sehingga budidayanya sangat prospektif untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan panjang stolon, panjang ramuli, dan berat total C. racemosa pada empat kedalaman tanam berbeda, yaitu 1 meter, 2 meter, 3 meter, dan dasar perairan (kontrol). Penelitian dilaksanakan di Keramba Jaring Apung Politeknik Perikanan Negeri Tual selama 30 hari, dari 23 Desember 2024 hingga 23 Januari 2025. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga ulangan untuk setiap perlakuan. Pengukuran panjang stolon, ramuli, dan parameter kualitas air dilakukan setiap tiga hari, sementara pengukuran berat dilakukan pada awal dan akhir penelitian. Data dianalisis menggunakan analisis keragaman (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pada kedalaman 3 meter (perlakuan C) menghasilkan panjang stolon tertinggi sebesar 35,6 cm dan panjang ramuli tertinggi sebesar 14,7 cm. Sementara itu, berat total tertinggi diperoleh pada perlakuan kontrol (dasar perairan) sebesar 1,9 kg.
Karakteristik Alat Tangkap Panah (Spearfishing) Di Pesisir Kei Kecil Timur Maluku Tenggara : Characteristics of Spearfishing Gear on the Eastern Coast of Kei Kecil, Southeast Maluku Tahapary, Jacomina; Almohdar, Erna; Ngamel, Anna Kartika
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 5 No. 2 (2025): JURNAL PERIKANAN KAMASAN
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v5i2.74

Abstract

Penelitian mengenai spearfishing di wilayah pesisir Kei Kecil Timur, Maluku Tenggara, masih belum banyak dilakukan secara ilmiah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik spearfishing melalui deskripsi alat tangkap panah, komposisi hasil tangkapan, keanekaragaman hayati ikan, serta aspek keselamatan kerja nelayan. Pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan, wawancara, dan experimental fishing. Analisis dilakukan secara deskriptif terhadap nelayan, alat tangkap, jenis ikan yang tertangkap, dan lokasi penangkapan. Data hasil tangkapan dianalisis untuk menghitung indekskeanekaragaman (H'), kemerataan (E), dan dominasi (D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat tangkap panah yang digunakan nelayan merupakan peralatan konvensional yang cukup efektif dalam menangkap ikan, meskipun belum didukung oleh teknologi keselamatan kerja. Hasil tangkapan didominasi oleh ikan karang, dengan jenis yang paling banyak tertangkap adalah Naso unicornis. Nilai keanekaragaman tergolong sedang, kemerataan tinggi di kedua lokasi, dan tingkat dominasi rendah. Penelitian ini juga menemukan rendahnya kesadaran dan ketersediaan alat keselamatan kerja bagi nelayan. Diperlukan upaya sosialisasi dan pelatihan mengenai keselamatan kerja serta dukungan penyediaan peralatan yang lebih aman untuk meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan nelayan.
Studi Desain dan Konstruksi Alat Tangkap Pukat Cincin (Purse seine) Pada KM. Mikhael 57 GT yang Beroperasi di Perairan Kabupaten Biak Numfor: A Study of Purse seine Design and Construction: The KM. Mikhael 57 GT in Biak Numfor Katiandagho, Bernhard
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 5 No. 2 (2025): JURNAL PERIKANAN KAMASAN
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v5i2.75

Abstract

Modernisasi perikanan tangkap di Kabupaten Biak Numfor, Papua, dimulai pada tahun 1999 dengan diperkenalkannya pukat cincin (purse seine). Industri ini berkembang signifikan hingga 2025, menjadikan efektivitas desain alat tangkap sebagai faktor krusial dalam hasil tangkapan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik teknis pukat cincin pada KM. Mikhael, sebagai studi kasus implementasi teknologi penangkapan modern di wilayah tersebut. Metodologi penelitian melibatkan observasi langsung dan pengukuran detail alat tangkap. Hasilnya menunjukkan pukat cincin berbentuk trapesium (370 m x 75 m), terdiri dari badan jaring, sayap, kantong, tali ris, pelampung, pemberat, cincin, dan tali kolor. Material jaring didominasi Polyamide (PA), tali-temali menggunakan PVA Kuralon. Pelampung PVC berdiameter 42,5 cm (kuning) dan 36 cm (putih), pemberat timah berdiameter 9,5 cm dan panjang 6 cm, serta 79 cincin stainless steel berdiameter 60 cm. Deskripsi teknis ini menjadi fondasi informasi untuk studi lanjutan mengenai efisiensi, dampak ekologis, dan keberlanjutan pukat cincin di Biak Numfor. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk menganalisis kinerja alat tangkap dalam berbagai kondisi oseanografi dan dampaknya terhadap stok ikan serta ekosistem laut. Informasi ini krusial dalam perumusan kebijakan perikanan berkelanjutan di wilayah studi.
Pendugaan Parameter Biologi Kepiting Bakau (Scylla sp) di Muara Sungai Kalibumi Distrik Nabire Barat Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah: Estimation of the Biological Parameters of Mud Crabs (Scylla sp.) in the Estuary of the Kalibumi River, West Nabire District, Nabire Regency, Central Papua Province Solissa, Margret Inggrit; Maruanaya, Yan; Maitindom, Frits Aripatra; Tampubolon, Irianty; Mistina, Rahayu Septyaning; Dharsono, Wardhana W.
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 5 No. 2 (2025): JURNAL PERIKANAN KAMASAN
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v5i2.77

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji status populasi kepiting bakau (Scylla sp.) di perairan muara Sungai Kalibumi, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Kajian dilakukan melalui analisis distribusi frekuensi lebar karapas, parameter pertumbuhan, mortalitas, dan tingkat eksploitasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan pendekatan fisher-based survey, yaitu pendekatan yang melibatkan nelayan lokal dalam pengambilan data biologi perikanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai panjang asimtotik (L?) jantan dan betina sama, yaitu 162,75 mm. Namun, nilai koefisien pertumbuhan (K) berbeda, dengan jantan sebesar 1,10 dan betina 1,50, yang menunjukkan bahwa kepiting betina memiliki laju pertumbuhan lebih cepat. Umur teoritis pada panjang nol (t?) adalah -0,260 untuk jantan dan -0,421 untuk betina. Angka kematian alami (M) jantan sebesar 1,20 dan akibat penangkapan (F) sebesar 4,08, sedangkan pada betina M sebesar 1,47 dan F sebesar 5,20. Tingkat eksploitasi (E) mencapai 0,77 untuk jantan dan 0,78 untuk betina, yang mengindikasikan telah terjadi eksploitasi berlebih (overfishing). Temuan ini menekankan perlunya penerapan langkah-langkah pengelolaan, seperti pembatasan ukuran tangkap dan kuota panen, guna menjaga kelestarian populasi kepiting bakau di wilayah studi
Analisis Hasil Tangkapan Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) dengan Alat Tangkap Pancing oleh Nelayan Sanoba di Perairan Nabire, Kabupaten Nabire: Analysis of Skipjack Tuna (Katsuwonus pelamis) Catches Using Handline Fishing by Sanoba Fishermen in Nabire Waters, Papua Maruanaya, Yan; Solissa, Margret Inggrit; Mistina, Rahayu Septyaning; Tuhumena, Lolita
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v6i1.81

Abstract

Kabupaten Nabire yang terletak di Teluk Cenderawasih memiliki potensi sumber daya perikanan yang tinggi, terutama ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) yang menjadi sumber utama pendapatan sekaligus konsumsi masyarakat nelayan asli Papua. Namun, keterbatasan modal dan sarana penangkapan berdampak pada hasil tangkapan dan tingkat kesejahteraan nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jumlah hasil tangkapan ikan cakalang, hubungan panjang–berat, serta aspek ekonominya. Penelitian dilakukan pada Februari hingga April 2025 melalui pengamatan langsung terhadap hasil tangkapan nelayan dengan alat pancing ulur dan pancing tonda, serta analisis hubungan panjang–berat ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi penangkapan berada pada jarak 4–6 mil dari pantai dengan perahu motor tempel berkapasitas 15–40 PK. Trip penangkapan berlangsung 13–24 hari dengan jumlah tangkapan 960–1430 ekor dan panjang ikan berkisar 20,2–57,8 cm. Analisis menunjukkan pola pertumbuhan alometrik negatif, yang berarti pertambahan panjang lebih cepat dibanding berat. Produktivitas penangkapan berkisar 120–179 menit per ekor, sedangkan pendapatan nelayan sangat dipengaruhi oleh jumlah hasil tangkapan dan harga jual ikan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan sarana penangkapan serta strategi pengelolaan berkelanjutan untuk mendukung kesejahteraan nelayan lokal
Analisis Model Budidaya Ikan Nila Merah (Oerochromis sp.) Dan Strategi Pengembangan Di Kampung Legari, Distrik Makimi Kabupaten Nabire: Analysis of the Red Tilapia (Oreochromis sp.) Aquaculture Model and Development Strategy in Legari Village, Makimi District, Nabire Regency Mistina, Rahayu Septyaning; Maruanaya, Yan
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v6i1.83

Abstract

Ikan nila merah (Oreochromis sp.) memiliki nilai ekonomis tinggi dan berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan perikanan budidaya. Kabupaten Nabire, khususnya Kampung Legari, Distrik Makimi, merupakan salah satu kawasan yang berpotensi untuk pengembangan budidaya tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem budidaya ikan nila merah di Kampung Legari serta merumuskan strategi pengembangannya guna mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Penelitian dilaksanakan pada 9 Juni–21 Juli 2025 menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya ikan nila merah di Kampung Legari masih menggunakan kolam tanah dengan teknologi tradisional. Peningkatan produksi relatif rendah karena keterbatasan pakan komersial dan ketergantungan pada pakan alami. Selain itu, rantai pasok dan distribusi pascapanen menghadapi kendala struktural, terutama ketergantungan pada tengkulak, yang membatasi potensi keuntungan dan pengembangan usaha. Model pengelolaan budidaya yang memperhatikan aspek teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan secara terpadu berpotensi meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan produksi. Strategi pengembangan difokuskan pada penguatan potensi lokal, pemanfaatan peluang eksternal, serta pencapaian tujuan kolektif secara terukur.
Strategi Pengelolaan Komunitas Mangrove Di Kawasan Wisata Kairatu Beach Berbasis Kondisi Bioekologis Dan Bentuk Pemanfaatan: Strategic Management of Mangrove Communities in the Kairatu Coastal Tourism Area: A Bioecological and Utilization-Based Approach Serhalawan, Hetmy; Siahainenia, Laura; Abrahamsz, James
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v6i1.84

Abstract

Ekosistem mangrove di Kawasan Wisata Kairatu Beach terletak di pusat aktivitas wisata dan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologi pesisir. Namun, pemanfaatan sumber daya mangrove yang berlebihan tanpa mempertimbangkan aspek ekologis berpotensi mengancam keberlanjutan ekosistem tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi bioekologis, bentuk pemanfaatan, serta merumuskan strategi pengelolaan komunitas mangrove di kawasan wisata Kairatu Beach. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Mei 2025 melalui observasi lapangan dan wawancara. Pengambilan sampel mangrove dilakukan dengan metode line transect, sedangkan analisis bentuk pemanfaatan dan arahan pengelolaan menggunakan metode SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter lingkungan seperti suhu, pH, dan salinitas masih berada dalam kisaran baku mutu, sementara nilai DO belum memenuhi standar kualitas perairan. Substrat di lokasi penelitian didominasi oleh lumpur berpasir. Ditemukan 8 jenis mangrove sejati dan 4 jenis mangrove ikutan, dengan tingkat kerapatan yang secara umum tergolong baik. Analisis menggunakan hemispherical photography menunjukkan variasi tutupan kanopi antarstasiun. Aktivitas pemanfaatan utama di kawasan ini meliputi pembangunan cottage, restoran dan kafe, wahana air, budidaya, serta penangkapan ikan. Berdasarkan hasil analisis, dirumuskan delapan strategi dan enam belas arahan pengelolaan untuk mendukung keberlanjutan ekosistem mangrove di kawasan wisata tersebut.
Komunitas Terumbu Karang dan Ikan di Pesisir Perairan Biak Barat, Biak, Papua: Coral Reef Community and Reef Fish in Coastal Waters in West Biak, Biak, Papua Widyastuti, Andriani; Lorwens, Jonas; Latanda, Latanda; Aji, Ludi Parwadani
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v6i1.85

Abstract

Wilayah pesisir Biak Barat di Papua memiliki potensi ekosistem terumbu karang yang besar namun belum banyak dikaji dibandingkan wilayah Biak Timur dan Kepulauan Padaido. Pemahaman terhadap kondisi ekologi terumbu karang dan ikan karang di kawasan ini penting sebagai dasar pengelolaan sumber daya pesisir secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menilai kondisi komunitas terumbu karang dan ikan karang di pesisir Biak Barat serta memberikan gambaran status ekosistem sebagai dasar kebijakan konservasi. Penelitian dilakukan pada 27 Februari – 8 Maret 2017 di sembilan lokasi, menggunakan metode Line Intercept Transect (LIT) di lima lokasi dan Rapid Reef Assessment (RRA) di empat lokasi, sedangkan inventarisasi ikan dilakukan melalui Underwater Visual Census (UVC). Hasil menunjukkan bahwa tutupan karang hidup berdasarkan LIT berkisar 24,33–62,83% dengan rata-rata 46,20% (kategori sedang), sedangkan hasil RRA menunjukkan kisaran 2–18% dengan rata-rata 7% (kategori buruk). Sebanyak 104 jenis ikan karang dari 19 famili ditemukan, dengan dominasi Pomacentridae (30 jenis), Labridae (17 jenis), dan Chaetodontidae (14 jenis). Hasil ini menunjukkan bahwa ekosistem terumbu karang Biak Barat masih memiliki keanekaragaman ikan yang tinggi meskipun beberapa area mengalami degradasi. Secara keseluruhan, kondisi ekosistem tergolong sedang hingga buruk sehingga diperlukan pemantauan berkala, perlindungan area rentan, dan pengelolaan berbasis masyarakat guna menjaga fungsi ekosistem serta mendukung potensi wisata bahari berkelanjutan.