cover
Contact Name
Teresia Noiman Derung
Contact Email
teresiaderung@gmail.com
Phone
+6282143778367
Journal Mail Official
sapa@stp-ipi.ac.id
Editorial Address
Jln. Seruni No 6 MALANG 65141, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sapa: Jurnal Kateketik dan Pastoral
ISSN : 25035150     EISSN : 26543214     DOI : https://doi.org/10.53544/sapa
Core Subject : Religion, Education,
SAPA merupakan jurnal yang dikelola oleh STP-IPI Malang. Nama SAPA, bukan sebuah nama kebetulan dan juga bukan singkatan. Melainkan memiliki makna yang amat mendalam. Sapa tidak hanya sekedar menyapa para pembaca melainkan mengajak para pembaca untuk semakin mendalami karya pastoral dan katekese, sehingga juga menjadi terlibat dalam kegiatan pastoral dan katekese di manapun berada
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2018)" : 10 Documents clear
STRATEGI PENINGKATAN MUTU DOSEN PTAK: PENGEMBANGAN KARIR, BIDANG PENELITIAN Sarumaha, Aloma
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu ukuran mutu seorang dosen adalah secara kontinyu selalu melakukan penelitian. Tulisan ini mencoba untuk membantu para dosen di Perguruan Tinggi Agama Katolik dalam rangka mengembangkan karirinya di bidang penelitian. Dosen sebagai pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Membaca rumusan tersebut, memberi kesan yang luar biasa. Bagaimana konsep-konsep itu bekerja dalam diri seorang dosen, tentu menjadi sebuah opsi yang tidak mudah, tetapi harus dilaksanakan. melalui penelitian yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora agar bermanfaat bagi kemajuan bangsa, serta kemajuan peradaban dan kesejahteraan umat manusia.
PROVUS’S DISCREPANCY EVALUATION MODEL PADA PENDIDIKAN INKLUSI Subasno, Yohanes
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada jenjang dan satuan apapun, penyelenggaraan pendidikan selalu berkaitan dengan adanya perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Tahapan-tahapan tersebut merupakan bagian elementer dari pengelolaan atau manajemen pendidikan. Ketiganya memiliki keterkaitan satu sama lain, dan bahkan saling tergantung. Bahkan ada yang secara sederhana mengatakan, apabila perencanaan pendidikan dilakukan dengan baik, maka dalam pelaksanaannya pun akan dapat berjalan dengan baik pula, sehingga evaluasi pun akan merepresentasikan hasil yang baik pula. Penulis memberi perhatian pada praktek pendidikan inklusif, yang merupakan model pendidikan untuk memberikan kesempatan sekaligus alternatif pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus. Terlepas dari polemik dan kontroversi yang muncul terkait dengan kemunculan model ini, namun di masyarakat model pendidikan tersebut telah dipraktikkan dengan berbagai versi. Penulis melihat bahwa pendidikan inklusif merupakan salah satu model penyelenggaraan pendidikan yang secara konseptual sangat ideal namun perlu dilakukan evaluasi dalam pelaksanaannya. Evaluasi tersebut menjadi sangat penting untuk memberikan informasi kepada para praktisi pendidikan inklusi, agar dapat dijadikan sebagai bahan kajian untuk keberlangsungan penerapan konsep pendidikan tersebut. Pemilihan model evaluasi yang tepat untuk digunakan dalam konteks penyelenggaraan pendidikan inklusi tidaklah selalu mudah. Hal itu disebabkan oleh karena pendidikan inklusi merupakan model pendidikan yang masih relatif baru. Tulisan jurnal kajian ini, memilih Discrepancy Model Evaluation dengan tujuan yang sangat umum, yakni bermaksud membandingkan antara konsep inklusi sebagai suatu model pendidikan yang ideal, dengan kenyataan yang telah dilakukan oleh para praktisi pendidikan inklusi, yang meng-enrole siswa berkebutuhan khusus ke dalam kelas reguler. Sebagai sebuah kajian, maka tulisan ini bersifat asumtif dan sangat terbuka untuk memperoleh berbagai masukan bahkan sanggahan, apabila dari sudut pandang yang tertentu dianggap tidak relevan atau tidak memiliki relevansi ilmiah.
PERUBAHAN PERILAKU CALON ALMA PUTERI DALAM PANGGILAN HIDUP SELIBAT Derung, Teresia Noiman
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku merupakan setiap aktivitas yang dilakukan oleh setiap manusia dalam kehidupan sehari-hari. Perilaku dapat terjadi jika ada impuls, persepsi, manipulasi dan konsumasi. Peneliti tertarik meneliti mengenai perubahan perilaku calon ALMA Puteri karena para calon yang berasal dari berbagai latar belakang dan memiliki karakter berbeda-beda, mampu menjalani proses pembinaan dan sampai pada akhirnya perilaku mereka juga berubah sesuai dengan keputusan yang mereka ambil. Tujuan dari penelitian ini yaitu peneliti ingin mengetahui bagaimana proses perubahan perilaku calon ALMA Puteri dan faktor apa yang mempengaruhi perubahan perilaku calon itu sendiri. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa perubahan perilaku calon ALMA Puteri terjadi melalui proses impuls yaitu calon yang merasa terdorong untuk menjadi suster sebanyak 7 orang, bergabung bersama sesama yang berkebutuhan khusus 1 orang dan melarikan diri dari orang tua yang keras 1 orang. Dalam perjalanan pembinaan, mereka memahami, merenungkan, mempertimbangkan dan mengambil keputusan untuk menyerahkan diri secara total kepada Tuhan dalam ALMA Puteri sebanyak 9 orang. Penyerahan ini membuat perilaku calon berubah seusai dengan visi dan misi ALMA Puteri.
PELAKSANAAN DIALOG KEHIDUPAN OLEH UMAT KATOLIK DENGAN UMAT MUSLIM DI PAROKI MARIA DIANGKAT KE SURGA MALANG Sukendar, Yohanes
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui sampai sejauh mana pelaksanaan dialog kehidupan yang dilakukan oleh umat Katolik dengan umat Muslim. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kenyataan bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk baik dari segi suku maupun agama. Maka mau tidak mau setiap yang mengakui diri sebagai Bangsa Indonesia harus hidup dengan sesamanya yang berkeyakinan lain. Bangsa Indonesia ini mayoritas penduduknya beragama Muslim, maka umat Katolik yang merupakan minoritas mau tidak mau harus hidup bersama dengan mereka yang beragama Muslim. Maka umat Katolik dituntut untuk mampu membangun kehidupan yang rukun dengan sesamanya khususnya yang beragama Muslim. Dalam kenyataannya kehidupan bersama itu sering terjadi gesekan antara umat beragama. Pelaksanaan dialog dalam penelitian ini dibatasi pada dialog kehidupan. Dengan dialog kehidupan dimaksudkan kegiatan dialog dalam kenyataan hidup sehari-hari, baik dalam kehidupan biasa maupun hari raya keagamaan Khususnya Natal dan Idhul Fitri maupun hari raya kenegaraan, khususnya 17 Agustus. Pelaksanaan dialog kehidupan yang dilaksanakan oleh Umat Katolik di Paroki Maria diangkat ke Surga, dapat dikatakan cukup baik karena hasil pengolahan data secara keseluruhan dengan menggunakan score menunjukkan hasil 2,30.
PENGUATAN NILAI-NILAI PANCASILA BAGI GURU DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN SMAK Selatang, Fabianus
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berbicara mengenai penguatan nilai-nilai Pancasila dalam lembaga pendidikan. Konteks penguatan nilai-nilai Pancasila ialah bagi guru sebagai pelaku pendidikan dan subjek didik. Pembicaraan mengenai nilai-nilai Pancasila tidak pernah tuntas dan tidak pernah habis karena nilai-nilai Pancasila selalu dihidup dan dimaknai secara baru dalam konteks zaman. Oleh karena itulah maka penulis memaksudkan tulisan ini untuk menggali dan terus menggali kedalaman nilai-nilai Pancasila sehingga nilai-nilai Pancasila tetap dan selalu menjadi dasar dan pegangan bagi seorang guru. Selain itu, tulisan ini menjawabi kegelisahan eksistensial seorang penulis akan fenomena bangsa yang mengkhawatirkan yang mana nilai-nilai Pancasila mulai luntur, pudarnya dalam dinamikan kebangsaan Indonesia. Metode yang di pakai oleh penulis dalam kajian penguatan nilai-nilai Pancasila ini adalah hermeneutika. Proses hermeneutik bukan sekedar memahami, menjelaskan dan mengerti pesan teks, tetapi membangun sebuah ruang dialogis antara meaning in it self dengan dunia. Ruang dialogis adalah ruang antara perumus nilai-nilai Pancasila dengan diri kita sekarang. Oleh karena itu, memahami dan memaknai bahasa yang digunakan oleh pendiri bangsa yang tertuang dalam nilai-nilai Pancasila memuat sekaligus unsur apa yang dikatakan dan yang tidak dikatakan. Uraian tema penguatan nilai-nilai Pancasila bagi guru merupakan uraian deskriptif interpritif. Pencarian kandungan nilai-nilai Pancasila dalam konteks ini memiliki nuansa “kritik diri”. Berdasarkan temuan penulis dalam proses hermeneutika terhadap nilai-nilai Pancasila, penulis menyimpulkan bahwa menggali dan mendalami kedalaman nilai-nilai Pancasila seperti seorang yang sedang melakukan perziarah rasional. Peziarahan rasional akan nilai-nilai Pancasila sejatinya selalu membawa dalam konteks “kekinian”. Dengan demikian, Pancasila yang sudah dirumuskan dan menjadi nilai dasar, nilai instrumental dan nilai praktis hidup berbangsa dan bernegara, tidaklah dilihat hanya sebatas “teks” usang, melainkan makna itu tercetus seperti “traces” atau dalam jejak-jejak keseharian kita sebagai guru.
PASTORAL KATEKESE ATAUKAH KATEKESE PASTORAL? X, Intansakti Pius
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata pastoral dapat dirumuskan dalam beberapa pengertian, akan tetapi dapat diringkas dalam dua pengertian besar yaitu dalam arti umum, maksudnya yang pada umumnya dipahami secara luas dan arti khusus yang lebih direfleksikan dalam situasi dan perkembangan dewasa ini. Kata katekese pun dapat dikelompokan dalam dua pengertian, yaitu tahap pengajaran dan tahap pendewasaan. Kalau satu kata saja memiliki dua makna, dan cukup membingungkan, apalagi kalau kedua kata itu digandengkan, seperti pastoral katekese, pastoral liturgi, pastoral rasul awam, ataupun sebaliknya. Kami menempatkan pengertian pastoral lebih dalam arti khusus, maka memahami penggunaan kata-kata itu secara lebih mudah dimengerti.Pastoral hendaknya lebih dilihat dalam konteks Gaudium Et Spes, menata dunia sesuai dengan tuntutan zaman.
PROFESI GURU DALAM TANTANGAN, HARAPAN DAN KENYATAAN Tarihoran, Emmeria
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 menyebutkan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Untuk mewujudkan amanat UU tersebut, Lembaga, pendidikan yang mempersiapkan calon guru profesional memiliki peran yang sangat penting. Membaiknya tingkat kesejahteraan guru dengan sejumlah tunjangan memicu minat para lulusan SMA/sederajat menempuh program studi ilmu keguruan pendidikan. Program studi keguruan dan ilmu pendidikan menjadi alternatif pilihan bagi anak bangsa dalam menghadapi tantangan akan peluang karena untuk memilih program studi lainnya yang masih relatif mahal dan terbatas. Hal itu mendongkrak jumlah lembaga pendidikan dan tenaga kependidikan (LPTK) atau lembaga pendidikan calon guru tanpa diikuti dengan pengendalian mutu. (Kompas 12 Maret 2018) Oleh karena itu, profesi Guru mengakibatkan problematika yang rumit karena disatu sisi memberi harapan, dan disisi lain memberi tantangan, namun kenyataan Mutu LPTK yang dangkal berdampak bagi masa depan lulusannya yakni masa depan anak-anak bangsa. Upaya peningkatan sumber daya manusia kemudian menjadi wacana yang mendesak untuk direalisasikan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya teknologi informasi, menjadi tantangan bagi kehidupan masa depan sekaligus ancaman bagi seluruh bangsa yang belum siap menghadapinya. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut berkaitan dengan sumber daya manusia yang akan membuat dan mengelola serta menerapkannya. Guna meningkatkan sumber daya manusia, pendidikan memiliki peran dan tugas yang sangat strategis. Pendidikan adalah penopang dalam meningkatkan sumber daya manusia dalam rangka mewujudkan pembangunan bangsa. Melalui pendidikan manusia akan belajar memahami hidup dan mampu merencanakan hidupnya di masa yang akan datang dengan matang. Oleh karena itu negara kita juga semestinya dapat meningkatkan sumber daya manusia Indonesia dan mampu bersaing dengan suamber daya manusia di negara-negara lain. Dalam rangka mempersiapkan dan meningkatkan sumber daya manusia, guru yang profesional mempunyai peranan yang sangat penting khususnya dalam bidang pendidikan, karena hampir semua usaha pembaharuan di bidang pendidikan bergantung pada guru. Hingga saat ini, masih banyak masalah dan kendala yang berkaitan dengan guru. Berbagai pembaharuan pendidikan telah banyak dilakukan antara lain melalui perbaikan sarana, peraturan, kurikulum dan sebagainya. Namun masih masih ada kendala yang berkaitan dengan kondisi guru yakni yang menyangkut aspek kualitas dan aspek kuantitas. (Daryanto, 2017, 21)
PELAKSANAAN KELOMPOK KECIL EVANGELISASI OLEH ALMA DAN MAHASISWA PRODI PELAYANAN PASTORAL STP IPI DI PAROKI KOTA MALANG Jumilah, Bernadeta Sri
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembentukan kelompok kecil bukanlah hal baru. Tuhan Yesus telah memberikan teladan kepada Gereja yang diawali dengan panggilan dan perutusan-Nya kepada para murid-Nya. Panggilan dan perutusan Yesus tidak berhenti untuk para murid Yesus saja tetapi juga ditujukan kepada umat beriman Kristiani di zaman sekarang dan yang akan datang untuk pergi dan menjadikan semua bangsa menjadi murid Yesus baik secara individu maupun kelompok. Para pengikut Yesus Kristus berkumpul bersama dalam kelompok kecil untuk mendengarkan sabda, berdoa, bersahabat, berbagi dan menjangkau masyarakat. Kisah Para Rasul mencatat dampak dan dinamika kelompok-kelompok kecil ini dan pengalaman mereka sekitar Kristus. Melalui penelitian ini yang ingin diketahui adalah Sejauh mana pelaksanaan Kelompok Kecil Evangelisasi oleh ALMA dan Mahasiswa Prodi Pelayanan Pastoral STP IPI Malang? Sebagai tolak ukur dari pelaksanaan Kelompok Kecil Evangelisasi, dalam penelitian ini ditentukan variabel serta sub variabel prediktor. Jika variabel-variabel serta sub variabel-sub variabel prediktor ini terbukti terlaksana dengan baik melalui kegiatan-kegiatan (item-item) Kelompok Kecil Evangelisasi, maka dapatlah disimpulkan bahwa Kelompok Kecil Evangelisasi dilaksanakan di paroki kota Malang dengan baik. Penelitian ini dilaksanakan di paroki kota Malang. Dari 8 paroki ada 50 Kelompok Kecil Evangelisasi yang dilaksanakan oleh ALMA dan Mahasiswa Prodi Pelayanan Pastoral STP IPI yang diambil sebagai populasi penelitian. Dari 50 responden dan 40 item yang diperoleh data rata-rata responden yang menjawab "a" 18,07 (36,13%), "b" 23,82 (47,65%), "c" 6,46 (12,92%), "d" 1,65 (3,30%). Hasil penelitian yang diukur dengan F Persen berbanding lurus dengan Analisa Chi Kuadrat yang terbukti signifikan dan menolak hipotesa nol, yang kemudian menerima hipotesa alternatif 1 yang menyatakan ALMA dan Mahasiswa Prodi Pelayanan Pastoral STP IPI Malang di Paroki Kota Malang telah melaksanakan Kelompok Kecil Evangelisasi dengan baik. Bobot atau kualitas pelaksanaan Kelompok Kecil Evangelisasi adalah sebesar 83.78%, dengan tendensi (fo) pada kategori (b) yang berarti Kelompok Kecil Evangelisasi terlaksana secara baik.
EDITORIAL JURNAL SAPA VOL. 3 NO. 2 Editor, Tim
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal SAPA kali ini memasuki tahun yang ketiga dan berusaha untuk tampil semakin baik. Dalam edisi kali ini menyampaikan beberapa tulisan berdasarkan hasil penelitian dan analisa pustaka. Artikel pertama tulisan dati Kasubdid Pendidikan Tinggi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama yang menguraikan tentang Penguatan Lembaga Pendidikan Tinggi Keagamaan Penelitian Dosen PTAK. Melalui tulisan ini penulis ingin mendorong agar para dosen PTAK bersemangat untuk melakukan penelitian. Pemerintah melalui Ditjen Bimas Katolik berusaha memfasilitasi para dosen PTAK untuk mengadakan penelitian. Artikel kedua memilih Discrepancy Model Evaluation dengan tujuan yang sangat umum, yakni bermaksud membandingkan antara konsep inklusi sebagai suatu model pendidikan yang ideal, dengan kenyataan yang telah dilakukan oleh para praktisi pendidikan inklusi, yang meng-enrole siswa berkebutuhan khusus ke dalam kelas reguler. Sebagai sebuah kajian, maka tulisan ini bersifat asumtif dan sangat terbuka untuk memperoleh berbagai masukan bahkan sanggahan, apabila dari sudut pandang yang tertentu dianggap tidak relevan atau tidak memiliki relevansi ilmiah. Artikel ketiga merupakan hasil penelitian tentang Perilaku para calon ALMA puteri. Perilaku dapat terjadi jika ada impuls, persepsi, manipulasi dan konsumasi. Peneliti tertarik meneliti mengenai perubahan perilaku calon ALMA Puteri karena para calon yang berasal dari berbagai latar belakang dan memiliki karakter berbeda-beda, mampu menjalani proses pembinaan dan sampai pada akhirnya perilaku mereka juga berubah sesuai dengan keputusan yang mereka ambil. Tujuan dari penelitian ini yaitu peneliti ingin mengetahui bagaimana proses perubahan perilaku calon ALMA Puteri. Artikel keempat merupakan alisan hasil penelitian pelaksanaan umat Katolik dalam dialog. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui sampai sejauh mana pelaksanaan dialog kehidupan yang dilakukan oleh umat Katolik dengan umat Muslim. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kenyataan bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk baik dari segi suku maupun agama. Artikel kelima membahas tentang Katekese dan Pastoral. Kata pastoral dapat dirumuskan dalam beberapa pengertian, akan tetapi dapat diringkas dalam dua pengertian besar yaitu dalam arti umum, maksudnya yang pada umumnya dipahami secara luas dan arti khusus yang lebih direfleksikan dalam situasi dan perkembangan dewasa ini. Kata katekese pun dapat dikelompokkan dalam dua pengertian, yaitu tahap pengajaran dan tahap pendewasaan. Kalau satu kata saja memiliki dua makna, dan cukup membingungkan, apalagi kalau kedua kata itu digandengkan, seperti pastoral katekese, pastoral liturgi, pastoral rasul awam, ataupun sebaliknya. Artikel keenam membahas tentang profesi guru. Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 menyebutkan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Artikel ketujuh bicara tentang pelaksanaan Evangelisasi dalam kelompok kecil. Pembentukan kelompok kecil bukanlah hal baru. Tuhan Yesus telah memberikan teladan kepada Gereja yang diawali dengan panggilan dan perutusan-Nya kepada para murid-Nya. Artikel ini merupakan hasil penelitian tentang kegiatan kelompok kecil evangelisasi.
DAFTAR ISI JURNAL SAPA VOL. 3 NO. 2 Editor, Tim
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 10