cover
Contact Name
Teresia Noiman Derung
Contact Email
teresiaderung@gmail.com
Phone
+6282143778367
Journal Mail Official
sapa@stp-ipi.ac.id
Editorial Address
Jln. Seruni No 6 MALANG 65141, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sapa: Jurnal Kateketik dan Pastoral
ISSN : 25035150     EISSN : 26543214     DOI : https://doi.org/10.53544/sapa
Core Subject : Religion, Education,
SAPA merupakan jurnal yang dikelola oleh STP-IPI Malang. Nama SAPA, bukan sebuah nama kebetulan dan juga bukan singkatan. Melainkan memiliki makna yang amat mendalam. Sapa tidak hanya sekedar menyapa para pembaca melainkan mengajak para pembaca untuk semakin mendalami karya pastoral dan katekese, sehingga juga menjadi terlibat dalam kegiatan pastoral dan katekese di manapun berada
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 172 Documents
Relasi Agama dan Masyarakat dalam Transformasi Sosial Indonesia: Dari Masyarakat Tradisional, Masyarakat Transisi, ke Masyarakat Modern, konteks Sosiologi Agama Enny Astuti, Rosalia; Mekarryani Soeryamassoeka, Herkulana; Saputra, Shirley; Balawala, Irena; Pasalima, Petrus; Mulyati Suganda, Priscilla
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v10i2.876

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis relasi antara agama dan masyarakat dalam konteks transformasi sosial Indonesia, dengan fokus pada bagaimana Gereja Katolik berinteraksi dengan perubahan sosial dari masyarakat tradisional, masyarakat transisi, hingga masyarakat modern perkotaan. Penelitian menggunakan metode literature review. Analisis dilakukan melalui pembacaan mendalam, kategorisasi tematik, dan sintesis konseptual berdasarkan kerangka sosiologi agama klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam masyarakat tradisional, Gereja Katolik berperan sebagai institusi integratif yang menyatu dengan adat melalui inkulturasi dan praktik komunal. Dalam masyarakat transisi, Gereja berfungsi sebagai agen mediasi sosial yang menjembatani nilai tradisional dan modern, sekaligus memperkuat pendidikan dan pemberdayaan awam. Sementara itu, di masyarakat modern perkotaan, Gereja mengalami transformasi digital, diferensiasi institusional, dan perluasan peran dalam ruang publik plural. Kesimpulannya, relasi agama dan masyarakat bersifat dinamis, adaptif, dan terus berubah mengikuti struktur sosial yang berkembang.
Pengaruh Penggunaan Handphone terhadap Interaksi Sosial Pengasuh Anak Disabilitas di Bhakti Luhur Malang: Perspektif Psikologi Pendidikan Inklusif Tanggo, Maria; Subasno, Yohanes
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v10i2.1019

Abstract

Perkembangan pesat teknologi handphone telah memengaruhi pola interaksi sosial dalam konteks pengasuhan anak disabilitas. Dalam konteks psikologi pendidikan inklusif, pengasuh memiliki peran psikososial yang krusial melalui interaksi yang penuh perhatian, responsif, dan keterlibatan emosional. Dari perspektif psikologi, penggunaan handphone yang berlebihan dapat mengurangi perhatian pengasuh dan melemahkan keterlibatan sosial dengan anak. Studi ini bertujuan mengkaji pengaruh penggunaan handphone terhadap interaksi sosial pengasuh anak disabilitas di Bhakti Luhur Malang dari pespektif psikologi inklusif. Desain penelitian yang diterapkan adalah kuantitatif inferensial. Data dikumpulkan dari para pengasuh melalui kuesioner. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability dengan metode total sampling, melibatkan pengasuh yang memiliki akses berkelanjutan terhadap handphone di lingkungan wisma atau asrama. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi dan uji linearitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dan linear antara penggunaan handphone dan interaksi sosial pengasuh. Dari semua faktor yang mungkin memengaruhi interaksi sosial, penggunaan handphone secara statistik berkaitan dengan 70,9% perubahan interaksi sosial. Peningkatan penggunaan handphone berkaitan dengan menurunnya keterlibatan interpersonal, yang berpotensi menghambat proses pelayanan inklusif bagi anak disabilitas