cover
Contact Name
Teresia Noiman Derung
Contact Email
teresiaderung@gmail.com
Phone
+6282143778367
Journal Mail Official
sapa@stp-ipi.ac.id
Editorial Address
Jln. Seruni No 6 MALANG 65141, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sapa: Jurnal Kateketik dan Pastoral
ISSN : 25035150     EISSN : 26543214     DOI : https://doi.org/10.53544/sapa
Core Subject : Religion, Education,
SAPA merupakan jurnal yang dikelola oleh STP-IPI Malang. Nama SAPA, bukan sebuah nama kebetulan dan juga bukan singkatan. Melainkan memiliki makna yang amat mendalam. Sapa tidak hanya sekedar menyapa para pembaca melainkan mengajak para pembaca untuk semakin mendalami karya pastoral dan katekese, sehingga juga menjadi terlibat dalam kegiatan pastoral dan katekese di manapun berada
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 172 Documents
Strategi Katekis Sebagai Pendidik Iman Dalam Menghadapi Dampak Kecerdasan Buatan Kurnia, Fransiska
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v8i2.475

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan respons dan kesiapsediaan katekis terhadap ancaman kecerdasan buatan yang mencoba menguasai kegiatan beragama. Teknologi kecerdasan buatan yang terus berkembang telah menggantikan pekerjaan manusia termasuk tugas pokok seorang katekis sebagai pendidik iman. Artikel ini ditulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Dengan metode kualitatif ini, peneliti mengumpulkan dan menganalisis data yang bersumber dari artikel, buku elektronik, surat kabar, dokumen, dan studi lainnya. Penelitian ini menghasilkan bahwa dalam menghadapi kemajuan teknologi kecerdasan buatan yang mencoba merebut tugas pokok katekis seperti halnya kejadian di Jerman, tuntutan untuk menentukan strateg-strategi yang relevan dan berlandaskan dengan nilai-nilai injil oleh katekis sebagai pendidik iman harus diperkuat agar jangan sampai umat minim menghayati pengalaman iman. Dokumen-dokumen yang dikeluarkan Gereja memberikan penguatan kepada katekis di zaman kemajuan kecerdasan buatan ini agar dengan strategi-strategi yang dibuat tetap relevan dan dibutuhkan di tengah kemajuan kecerdasan buatan yang hampir seluruhnya menggantikan pekerjaan manusia, termasuk dalam kegiatan beragama.
Katekis Sebagai Orang Tua Bagi Generasi Muda: Pilar Pendidikan Iman Melalui Penerapan Literasi Digital Tanjung, Stefanus Charles
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v8i2.476

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran katekis dalam memainkan peran sebagai figur "orang tua" yang mendampingi dan membimbing generasi muda dalam pengembangan pendidikan iman melalui penerapan literasi digital. Konsep literasi digital mencakup keterampilan dalam mengakses, menilai, menggunakan, dan berkontribusi pada media digital. Tulisan ini juga ingin mengidentifikasi bagaimana katekis berinteraksi dengan generasi muda, dan menggali tantangan yang dihadapi. Masalah utama yang dibahas adalah minimnya partisipasi orang muda dalam berbagai kegiatan menggereja, yang disebabkan oleh penggunaan teknologi digital yang berlebihan. Di sisi lain, terdapat banyak generasi muda yang menjadi “korban” bahkan menjadi budak dunia digital, karena menggunakan teknologi digital tersebut tanpa dasar moral yang memadai. Dengan menggunakan metode kepustakaan dan studi dokumen, penulis menyimpulkan bahwa katekis sebagai orang tua mempunyai peran yang sangat sentral bagi perkembangan pendidikan iman generasi muda melalui penerapan literasi digital, serta dapat mengintegrasikan nilai-nilai agama, mampu mengatasi tantangan yang muncul dari pengaruh teknologi, dan membantu generasi muda memahami cara menerapkan ajaran agama dalam kehidupan digital mereka
Katekese Upaya Suksesi Pertumbuhan Iman Umat Paroki HSPMTB-Putussibau agu, Egidius
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v9i1.484

Abstract

Fokus penelitian ini adalah meninjau pertumbuhan iman umat di Paroki HSPMTB-Putussibau. Persoalan budaya dan ekonomi menjadi tantangan utama dalam mencapai pertumbuhan iman yang ideal. Situasi menjadi lebih runyam ketika berhadapan dengan realitas pemahaman umat yang terbilang minim terkait dengan iman Katolik. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi dan dibantu teori perkembangan iman dari James Fowler yang menjadi pisau bedah dalam menganalisis hasil penelitian ini, menemukan bahwa umat HSPMTB-Putussibau belum mencapai pertumbuhan iman yang ideal. Realitas ini membangkitkan kesadaran akan pentingnya sarana dan daya upaya untuk menumbuhkan iman umat dan pemahaman akan iman yang dihayati. Katekeses menjadi salah satu sarana suksesi untuk membantu pertumbuhan iman umat.
Pelaksanaan Tugas Organis Sebagai Pengiring dan Instrumentalis Dalam Musik Liturgi Tarigan, Yoga Rizki Pratama; Fajariyanto, Tri Chandra
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v9i1.522

Abstract

Studi ini menyelidiki peran penting pemain organ dalam Liturgi/Ekaristi Katolik, khususnya di Paroki St. Yosep Delitua. Pemain organ bertanggung jawab untuk menciptakan harmoni dalam perayaan ini, mempertimbangkan ritme, gaya musik, dan tempo dari lagu-lagu yang dimainkan. Organ memberikan kontribusi signifikan dalam mewujudkan Musik Liturgi, menciptakan atmosfer yang harmonis, dan berfungsi sebagai pelaku liturgis. Studi bertujuan untuk memahami peran pemain organ dalam mengiringi nyanyian jemaat dan mengidentifikasi tugas mereka dalam memainkan musik instrumental. Metodologi penelitian kualitatif digunakan, dengan menekankan fokus terbatas pada kemampuan teknis daripada pendidikan liturgis yang komprehensif untuk pemain organ di banyak paroki, yang mengonfirmasi pelaksanaan tugas organis yang masih belum terlaksana dengan baik dalam perayaan liturgis. Studi ini mengungkap pentingnya peran pemain organ dalam Liturgi Katolik dan mengungkapkan bagaimana pelaksanaan yang baik sesuai dengan peraturan didalam musik liturgi gereja katolik, khususnya di Paroki St. Yosep Delitua. Metodologi penelitian kualitatif menyoroti kebutuhan akan pendidikan liturgis yang lebih komprehensif bagi pemain organ di banyak paroki. Semua ini menegaskan pelaksanaan yang signifikan yang dimainkan oleh pemain organ dalam perayaan liturgis  
Penguatan Pendidikan Karakter Religius Dalam Pendidikan Agama Katolik Untuk Membantu Pengenalan Diri Siswa Di Sekolah Dasar Katolik 2 WR Soepratman Samarinda Ari, Yohana Elfan; ., Lorensius; Dole, Donatus
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v9i1.627

Abstract

Penguatan pendidikan karakter diperlukan untuk membentuk siswa menjadi individu yang bermoral dan bijak, terutama melalui pendidikan agama Katolik yang berfokus pada nilai-nilai moral Kristiani. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penguatan pendidikan karakter religius siswa melalui pendidikan agama katolik dengan berfokus pada bentuk dan kendala dalam penguatan pendidikan karakter religius di SD Katolik 2 WR. Soepratman Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kombinasi metode wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data dari informan yang terdiri dari 1 orang guru agama Katolik, 1 orang kepala sekolah, dan 3 orang peserta didik. Analisis data dilakukan secara interaktif, mulai dari proses pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk-bentuk penguatan pendidikan karakter religius dalam penguatan pendidikan agama Katolik untuk membantu pengenalan diri siswa dilakukan melalui doa rutin, kegiatan rohani bulanan dan integrasi nilai-nilai moral dalam proses pembelajaran menekankan pentingnya kejujuran, kedisiplinan, dan toleransi, yang membantu siswa melihat relevansi nilai-nilai karakter religius dalam kehidupan sehari-hari mereka. Kendala-kendala yang dihadapi adalah sumber daya manusia yang terbatas dan bahan ajar yang belum memadai.
Perwujudan Partnership dalam Perkawinan untuk Mencapai Bonum Coniugum sebagai Tujuan Perkawinan Katolik di Paroki Katedral Santa Maria Penolong Abadi Samarinda lalang, lily marselina; Avan, Komela; Devung, G. Simon
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v9i1.628

Abstract

Perwujudan partnership oleh pasangan suami istri dalam mewujudkan partnership untuk mencapai bonum coniugum dalam aspek kesetaraan, komunikasi, dan kerjasama. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa perwujudan partnership oleh pasangan suami istri dalam aspek kesetaraan. Dalam aspek komunikasi, pasangan suami istri berbicara terbuka satu sama lain, berbagi perasaan, pemikiran, dan keinginan mereka dengan jujur, menghargai pendapat satu sama lain, mendengarkan dengan penuh perhatian, dan komunikasi yang kuat dan istimewa melebihi komunikasi secara verbal, yaitu komunikasi melalui sentuhan. Dalam aspek kerjasama, pasangan suami istri bekerja sama dalam menghadapi tantangan, mengelola kehidupan sehari hari, merencanakan masa depan, dan kerjasama yang istimewa dengan melayani pasangan yang sedang sakit dan pasangan yang sedang sakit juga merespon dengan baik. Perbedaan suku, adat, pribadi, dan keluarga menjadi kendala dalam aspek kesetaraan. Kesibukan, kurangnya waktu untuk berkomunikasi, kurangnya keterbukaan, dan kurangnya kemampuan mendengarkan menjadi kendala dalam aspek komunikasi. Perbedaan pendapat, dan ego menjadi kendala dalam aspek Kerjasama
Posisi Katekis di Tengah Revolusi Industri 4.0 Widiatmoko, Eugene Mario
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dunia terlebih dalam dunia industri telah mencapai tahap revolusi 5.0 dan berdampak hingga dunia pendidikan. Dampak dari hal tersebut dapat memunculkan ancaman terlebih bagi keberadaan manusia, dalam hal ini mengancam profesi Katekis. Peneitian ini bertujuan untuk menjawab apakah dengan perkembangan Artificial Intelligence (AI), posisi manusia terlebih profesi sebagai katekis akan tergantikan. Topik ini penting untuk dibahas, sebab mulain muncul pandangan bahkan usaha untuk menggantikan posisi katekis dengan AI. Penulisan ini, penulis memilih menggunakan studi literatur dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan kajian kepustakaan. Hasil pembahasan dari penulisan ini menunjukkan bahwa profesi katekis tidak akan dapat digantikan oleh AI atau kecerdasan buatan lain. Oleh karena katekis diidentifikasikan sebagi manusia, baik laki ataupun perempuan, yang terpanggil, untuk mewartakan Injil, yang disemangati dengan kuasa Roh Kudus dan yang menerima perutusan dari Gereja. Akibat dari hasil penulisan ini ialah dapat memberikan peluang kerja yang tidak dapat digantikan oleh AI. Oleh karena itu juga dapat menjadi peluang besar untuk menambah jumlah katekis menjadi lebih banyak.
Model Pembelajaran Treffinger Sebagai Cara Memproseskan Materi Pendidikan Agama Katolik Soda Betu, Fransiskus
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v9i1.631

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang model pembelajaran treffinger sebagai salah satu cara memeroseskan materi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik ditinjau dari perspektif kurikulum dan pembelajaran. Penelitian ini mengadopsi metode literatur yang merangkul data dari berbagai sumber tulisan untuk dianalisis, kemudian disajikan secara terpadu dalam satu kerangka pemikiran yang terkait dengan proses pembelajaran berbasis model treffinger. Hasil yang diperoleh, yakni (1) model treffinger dapat diidentifikasi sebagai Creative Problem Solving, sebuah pendekatan yang signifikan dalam memajukan pemecahan masalah kreatif. (2) memiliki tiga komponen, yakni understanding, challenge; generating ideas, (3) preparing for action. (3) model treffinger cocok untuk materi yang berkaitan dengan upaya kreatif dalam memecahkan masalah. Oleh karena itu, disarankan agar penerapan model treffinger lebih lanjut diintegrasikan ke dalam kurikulum Pendidikan Agama Katolik untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah kreatif peserta didik.
Praksis Teologi Pastoral Paul Janssen dan Relevasinnya dalam Pelayanan Awam Pada Lansia Seuk, Getrudis; Hatmoko, Tomas Lastari
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v9i1.632

Abstract

Rm Janssen memperkaya Gereja Katolik di Indonesia dengan pemikiran teologi dan karya pelayanan pada orang miskin. Aktualitas Rm Janssen justru ketika beliau memaknai teologi sebagai praksis pastoral dalam pelayanan orang-orang miskin. Sejalan dengan gagasan Konsili Vatikan II, Rm Janssen memperhatikan awam dan mengajak mereka untuk terlibat dalam karya Gereja. Para awam didik dan dipersiapkan untuk mengambil bagian dalam karya keselamatan Gereja. Karya Rm Janssen fokus pada orang-orang yang miskin dan terlantar. Salah satu karya penyelamatan jiwa-jiwa tersebut adalah pelayanan kasih pada lansia. Karya kasih ini aktual mengingat Paus Fransiskus belum lama ini juga memberi perhatian pada pelayanan lansia. Persoalan yang muncul adalah bagaimanakah semangat dan kontinuitas gagasan Rm Janssen ini tetap bertumbuh kembang. Sejauhmanakah usaha-usaha memberdayakan awam dalam karya pelayanan diusahakan? Bentuk-bentuk perhatian apakah yang bisa diberikan pada pelayanan pastoral bagi lansia? Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Selain pengalaman sebagai pelayan pastoral yang terlibat dalam karya Rm Janssen, penulis memanfaatkan juga sumber perpustakaan untuk memperoleh data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praksis teologi pastoral Rm Janssen masih relevan untuk karya pelayanan di Gereja Indonesia. Peran awam masih dibutuhkan dalam karya misioner Gereja, termasuk menjalankan pelayanan pastoral pada lansia.
Kompetensi Belajar Generasi Z di Era Society 5.0 Sabambam, Maria Nesta; Goa, Lorentius
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v9i2.471

Abstract

Generasi Z adalah kelompok orang yang lahir antara pertengahan tahun 1990-an dan awal tahun 2010-an, dan mereka memiliki ciri-ciri pembelajaran unik. Fakta bahwa inovasi dan perkembangan teknologi terus berlanjut dan terus berkembang dengan cepat hingga saat ini menunjukkan bahwa teknologi tidak hanya terus berkembang, tetapi juga berkembang dengan cepat dan berdampak luas pada berbagai aspek kehidupan manusia. Untuk memanfaatkan potensi yang ditawarkan oleh revolusi digital, penting untuk terus mengelola perubahan ini dengan cermat, menjamin inklusi, dan mengembangkan literasi digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki kemampuan belajar Generasi Z di era Revolusi Industri 5.0. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang melibatkan kajian pustaka sebagai sumber data utama. Generasi Z adalah generasi yang tumbuh dan berkembang di era teknologi yang canggih. Proses belajar mereka juga bergantung pada teknologi. Mereka belajar dengan memanfaatkan teknologi. Generasi Z sering mengambil bagian dalam pembelajaran online, yang mencakup kursus online, tutorial video, dan sumber daya pembelajaran digital.