cover
Contact Name
Rudi Kurnianto
Contact Email
rudi.kurnianto@ee.untan.ac.id
Phone
+6285252665807
Journal Mail Official
j3eit@untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak 78124, Indonesia
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology
ISSN : -     EISSN : 30261856     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/j3eit.v11i2
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) (E-ISSN: 3026-1856) is the latest name for the JTE UNTAN, which underwent a name change. This journal has been in circulation within UNTAN since 2013 under its previous name. The name change reflects an evolution in the topics covered by the journal, encompassing the fields of electrical engineering, energy, and information technology. With the establishment of J3EIT, it is expected to become a significant resource for the academic and research community in this discipline, fostering the exchange of knowledge and innovation among professionals in the field of electrical engineering and related areas. By consistently publishing high-quality scientific papers, this journal is expected to play a vital role in advancing knowledge in its field. J3EIT is published three times a year, April, August and December.
Articles 513 Documents
Analisis Pengendalian Gerak Model Robot Keseimbangan Beroda Dua Menggunakan Pengendali Linear Quadratic Regulator (LQR) Modestus Oliver Asali .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 5, No 1: Januari 2017
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v5i1.19902

Abstract

Abstrak- Perkembangan penelitian tentang robot mendapat kemajuan yang pesat beberapa dekade terakhir ini. Salah satu robot yang mendapat perhatian serius belakangan ini adalah robot penyeimbang beroda dua yang berfungsi sebagai kendaraan masa depan bagi manusia karena memiliki kelebihan dalam hal emisi dan manuvernya. Dalam penelitian ini dicari pengendali LQR terhadap suatu robot penyeimbang dengan dua roda sehingga dapat digerakkan ke arah yang diinginkan oleh pengguna tanpa terjatuh. Dari hasil penelitian, didapat bahwa metode LQR cukup handal dalam mengendalikan sistem seperti ini. Sistem dapat bergerak menyeimbangkan dirinya dalam waktu yang cukup singkat dan bergerak menuju arah yang diinginkan oleh operator. Kata kunci-robot keseimbangan beroda dua, pengendali LQR, pengendalian gerak, kendali optimal
KLASIFIKASI PENYEBAB JERAWAT BERDASARKAN AREA PADA WAJAH MENGGUNAKAN METODE GRAY LEVEL CO-OCCURRENCE MATRIX (GLCM) Pakpahan, Kristin Karuniawaty; Yacoub, Redi Ratiandi; Kusumawardhani, Eka; Marpaung, Jannus; Imansyah, Fitri
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.57088

Abstract

Bagian penting dari tubuh manusia salah satunya adalah kulit wajah. Kulit wajah digolongkan menjadi beberapa jenis diantaranya ialah kulit normal, kombinasi, berminyak, kering, serta sensitif. Selain sebagai pelindung kulit juga digunakan sebagai indikator yang dapat mengidentifikasi suatu penyakit seperti penyakit kulit. Penyakit kulit merupakan masalah kesehatan masyarakat, terutama di negara kita. Salah satu penyakit kulit yang banyak menyerang masyarakat adalah jerawat. Pada tugas akhir ini, dibangun suatu program yang dapat mengidentifikasi penyebab jerawat bedasarkan area pada wajah. Sebelum proses pengidentifikasian citra terlebih dahulu di preprocessing kemudian dilanjutkan dengan mendeteksi area wajah dahi, antar alis, hidung, pipi dan dagu dengan menggunakan algoritma Viola Jones.   Metode Gray Level Co-occurrence Matrix melakukan ekstraksi tekstur dari menggunakan fitur contrast, energy, correlation, dan homogeneity. Hasil identifikasi dengan ekstraksi tekstur akan digunakan sebagai acuan dalam proses identifikasi penyebab jerawat bedasarkan area pada wajah. Data pada penelitian ini sebanyak 107 data citra jerawat bedasarkan area pada wajah. Sebanyak 84 area wajah yang terdeteksi jerawat. Hasil dari penelitian ini adalah sistem dapat mengidentifikasi penyebab jerawat bedasarkan area pada wajah dengan baik terhadap data citra dengan tingkat akurasi sebesar 78,50%.
PERENCANAAN PLTS TERPUSAT (OFF-GRID) DI DUSUN TIKALONG KABUPATEN MEMPAWAH Vember Restu Kossi .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 6, No 1: Juli 2018
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v6i1.26401

Abstract

PLTS Siding memiliki kapasitas setara 40 kWp dengan jumlah pelanggan yang tersambung sebanyak 52 pelanggan dan total beban sebesar 31.700 VA. Untuk mengetahui tingkat daya-guna  PLTS Terpusat (Off-Grid) Siding ditinjau dari kapasitas sistem PLTS dalam melayani kebutuhan tenaga listrik bagi masyarakat Desa Siding, perlu melakukan studi dan meneliti tentang unjuk kerja dari PLTS Terpusat Siding dengan mengevaluasi daya yang dibangkitkan PLTS Siding, menghitung kapasitas komponen PLTS yang terpasang, serta analisis kelayakan investasi PLTS Siding dengan metode : Net Present Value (NPV), Profitability Index (PI), dan Payback Periode. Berdasarkan hasil evaluasi kapasitas komponen-komponen PLTS Siding masih layak digunakan untuk pelayanan beban. Perhitungan biaya investasi awal untuk PLTS Siding sebesar Rp. 2.662.800.000,00, diperoleh biaya energi (cost of energy) PLTS Siding sebesar Rp. 4.600,00/kWh. Hasil analisis kelayakan investasi menunjukkan bahwa investasi PLTS Siding sebagai sumber tenaga listrik di Kecamatan Siding termasuk layak untuk dilaksanakan. Dengan memaksimalkan pemanfaatan PLTS Terpusat Siding melalui penambahan beban sehingga terjadi penambahan pemakaian energi harian sebesar 226,24 kWh/hari, akan menurunkan biaya energi PLTS Siding sebesar Rp. 4.600/kWh menjadi 3.500/kWh.  Kata Kunci : PLTS, insolasi matahari, charge controller, inverter, cost of energy
STUDI KARAKTERISTIK DISTRIBUSI KUAT MEDAN LISTRIK PADA KONFIGURASI SUTM 20 kV Eko Budi Kasih .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 2, No 2: Juli 2014
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v2i2.7281

Abstract

Pada proses pendistribusian tenaga listrik sering kita kenal istilah saluran udara tegangan menengah atau disingkat dengan SUTM yang bekerja pada tegangan 20 kV menggunakan kawat telanjang berisolasi udara yang menggunakan konfigurasi horizontal dan delta. Disamping proses pendistribusian tenaga listrik terdapat besaran medan listrik yang paparkan oleh SUTM ini. Adapun analisa kuat medan listrik yang dilakukan dalam skripsi ini adalah dengan melakukan perhitungan untuk konfigurasi horizontal dan konfigurasi delta dengan menggunakan metode bayangan dengan titik sampel x = 0 m s/d 5 m dan y = 0 m s/d 8 m pada masing-masing konfigurasi agar diperoleh kurva pendistribusian kuat medan listrik terhadap pergeseran jarak x dan hasil perhitungan tersebut kemudian divalidasikan  ke hasil pengukuran dilapangan dengan menggunakan alat ukur HI-3604 ELF Field. Dari hasil perhitungan dan pengukuran yang didapat kuat medan listrik menunjukkan adanya perbedaan. Hasil pengukuran lebih kecil daripada hasil perhitungan dikarenakan pengukuran dilapangan harga kuat medan listrik banyak dipengaruhi oleh benda-benda disekitar sumber medan seperti bangunan, tumbuh-tumbuhan, kerataan tanah dll. Dari pola kurva juga menunjukkan perbedaan harga kuat medan listrik. harga medan elektrik akan semakin kecil dengan semakin bertambahnya jarak titik acuan x dari sumber medan listrik untuk masing-masing konfigurasi baik secara perhitungan maupun secara pengukuran. Kata kunci : Konfigurasi SUTM, kuat medan listrik, metode bayangan.
PENENTUAN ARUS GANGGUAN HUBUNG SINGKAT SISTEM KHATULISTIWA PADA PT.PLN (PERSERO) UP3B KALIMANTAN BARAT Oscar Saul Barita P; Bonar Sirait; Rudy Gianto
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48392

Abstract

Pelayanan Penyaluran Daya Listrik Yang Andal Merupakan Tuntutan Yang Diharapkan Oleh Konsumen Kepada PT.PLN, Tujuan Penelitian Ini Untuk Menentukan Nilai Arus Gangguan Hubung Singkat Dengan Bantuan Gambar Simulasi Aliran Daya Dan Untuk Mengetahui Besar Tegangan Bus Sebelum Terjadi Gangguan Hubung Singkat Serta Mengetahui Nilai Arus Gangguan Saat Keadaan Sistem Dalam Kondisi Tidak Normal. Metode penelitian ini adalah metode newton raphson. hasil perhitungan arus gangguan hubung singkat. hubung singkat di bus 5 sebesar 2.169,7 [A], gangguan tiga fasa 5.819,0 [A], gangguan dua fasa ke tanah 4.975,4 [A], gangguan fasa ke tanah, dan 5.829,2 [A], gangguan fasa-fasa. Arus hubung singkat yang terjadi pada bus 37 sebesar 7.080,5 [A], gangguan tiga fasa, 3.734,0 [A], gangguan dua fasa ke tanah, 1.801,4 [A], gangguan fasa ke tanah, dan 4.111,5 [A], gangguan fasa-fasa. Arus hubung singkat yang terjadi pada bus 29 sebesar 1.861,04 [A], gangguan tiga fasa, 1.822,4 [A], gangguan dua fasa ke tanah, 1.600,4 [A], gangguan fasa ke tanah, dan 8.905,3 [A], gangguan fasa-fasa. Arus hubung singkat yang terjadi pada bus 39 sebesar 1.737,7 [A], gangguan tiga fasa, 6.649,4 [A], gangguan dua fasa ke tanah, 1.632,3 [A], gangguan fasa ke tanah, dan 6.659,6 [A], gangguan fasa-fasa. hasil perhitungan arus gangguan bahwa arus hubung singkat fasa-fasa lebih tinggi dari arus hubung singkat yang lainnya, hal ini disebabkan arus gangguan hubung singkat fasa-fasa dipengaruhi bus 7 memiliki jarak yang lebih pendek diantara bus lainnya.
Evaluasi Sistem Proteksi Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) 20 kV (Studi Kasus : Penyulang Durian 1 Radak) - Yehezkiel; Hardiansyah -; Rudy Gianto
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 2: Juli 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i2.35582

Abstract

Suatu sistem proteksi pada saluran udara tegangan menengah (SUTM) 20 kV merupakan hal yang sangat penting, karena sistem proteksi dapat mencegah terjadinya gangguan pada penyulang. Proteksi yang berkerja secara baik dan dapat menentukan keandalan suatu jaringan. Sistem proteksi yang harus diperhatikan kinerjanya salah satunya adalah rele arus lebih (OCR), dan rele gangguan tanah (GFR). Perlunya dilakukan evaluasi pada rele tersebut, karena selama 6 bulan di tahun 2018 penyulang Durian 1 Radak yaitu bulan januari sampai bulan juni mengalami gangguan hubung singkat sebanyak 30 kali. Panjangnya Penyulang Durian 1 Radak mengakibatkan resiko terjadinya gangguan pada jaringan penyulang lebih besar. Gangguan Hubung Singkat yang terjadi berupa gangguan Hubung Singkat tiga fasa, dua fasa, dan satu fasa ketanah. Settingan rele proteksi sebelumnya pada penyulang Durian 1 Radak bekerja kurang baik dan maksimal, dikarnakan setting rele proktesi yang dilakukan tidak sesuai dengan besaran arus gangguan hubung singkat yang terjadi.  Oleh karena itu perlu dilakukan setting ulang rele proteksi OCR dan GFR sesuai dengan perhitungan arus gangguan hubung singkat maksimum dan minimum pada titik zona terjadinya gangguan hubung singkat. Setelah deketahui besaran arus gangguan hubung singkat maksimum maka dapat digunakan sebagai refrensi dalam menentukan kapasitas OCR dan GFR yang akan digunakan, serta prediksi arus gangguan hubung singkat minimum yang akan digunakan sebagai acuan setting rele proteksi. settingan rele proteksi yang bekerja dengan baik maka arus gangguan hubung singkat pada penyulang Durian 1 Radak dapat diminimalisir jumlah gangguannya.
STUDI SUSUT UMUR TRANSFORMATOR DISTRIBUSI 20 kV AKIBAT PEMBEBANAN LEBIH DI PT.PLN (PERSERO) KOTA PONTIANAK Parlindungan Gultom .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 5, No 3: Juli 2017
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v5i3.21155

Abstract

AbstractDistribution transformer has a very crucial role on electrical power supply distribution system. In 1972, International Electrotechnical Commission (IEC) 354 claim if a transformer get a stable load on it’s identification power with ambient temperature 200C, transformer hot spot temperature will reach 980C and it’s lifetime became 20 years or 7300 days withnormal loss of life 0,0137% each day.Daily average ambient temperature in Pontianak is 300C, causing transformer’s load has to be adjust to avoid highloss of life.  Distribution transformer which installed on feeder Raya 10 has 11 units operating with daily load 80% - 100%of identification power and 8 units with over 100% daily load of identification power. Base on research that has been done we’ve come to conclusion that transformer which operating in Pontianak should not gain 91% load of identification power cause will decreasing the transformer lifetime drasticly. Keywords: distribution transformer, loss of life, ambient temperature, load.
STUDI PENGEMBANGAN JARINGAN DISTRIBUSI GUNA MEMENUHI KEBUTUHAN ENERGI LISTRIK DI KAWASAN KIJING Agebeto Silalahi, Simon Agung; Arsyad, M. Iqbal; -, Fitriah
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.57250

Abstract

Pelabuhan Internasional Kijing membutuhkan pasokan tenaga listrik yang cukup besar dan memakan biaya yang tidak sedikit. Salah satu konsumen terbesar dalam penggunaan listrik di daerah Kijing. Untuk itu dibutuhkan adanya pengembangan suatu sistem distribusi guna dapat memenuhi kebutuhan energi listrik dalam proses pembangunan pelabuhan tersebut kapasitas gardu induk distribusi 4999 KVA. Tujuan dari penelitian adalah untuk mendapatkan pengembangan optimum gardu induk distribusi dalam usaha mengatasi pertumbuhan beban dan Mencari pendekatan dalam mengatasi pertumbuhan beban khususnya di Kawasan Kijing. Perhitungan "“ perhitungan pada skripsi ini dilakukan dengan bantuan komputer dengan menggunakan bahasa pemprograman Fortran. Jika beban atau kebutuhan daya pada pelabuhan internasional Kijing diketahui misalnya kerapatan beban menjadi D 60 kW/km2 pada desember tahun 2022 ini, maka akan dapat diperkirakan nilai "“ nilai optimum kapasitas GID untuk mengatasi beban di area Kijing selama 8 tahun kemudian pada tahun 2030 antara lain seperti   perhitungan sebagai berikut : - Dalam hasil perhitungan komputer terlihat bahwa nilai "“ nilai optimum kapasitas GID untuk mengatasi beban sampai tahun 2030 pada saat kerapatan beban mencapai 70 kW/km2 adalah sebagai berikut : Penampang penghantar     =   120 mm2 Kapasitas gardu induk distribusi   =   5833 KVA Kapasitas saluran penyulang =   3102,23 KVA Jumlah gardu induk dalam sistem beban   =   1 Jumlah saluran   penyulang =   2 Jatuh tegangan yang terjadi   =   1,39   % Besar arus yang mengalir di bawah KHA penyulang   =   89,556 A . Biaya total sistem   = Rp. 1.041.920.000,-
RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI KADAR BORAKS PADA MAKANAN MENGGUNAKAN SENSOR WARNA TCS3200 BERBASIS ARDUINO UNO R3 Iwanto .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 6, No 1: Juli 2018
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v6i1.27917

Abstract

Makanan jajanan saat ini sebagian besar menggunakan bahan pengawet berbahaya, bahan pengawet tersebut yaitu Boraks. Pedagang menggunakan bahan kimia tersebut dengan alasan agar makanan menjadi lebih tahan lama, padahal nantinya akan dikonsumsi oleh manusia. Namun karena kurang pengetahuan masyarakat tentang makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya. Maka dari itu dirancang sebuah alat otomatis berbasis mikrokontroler Arduino Uno R3. Sistem yang berbasis mikrokontroler Arduino Uno R3 ini dapat menguji makanan dengan praktis dan efektif yang menunjukan kuantitatif, karena tidak memakan waktu yang lama untuk melihat hasilnya. Sensor warna TCS3200 digunakan untuk mendeteksi sampel makanan. Untuk mendeteksi sampel makanan yang mengandung Boraks dicampur dengan perahan air Kunyit sesuai takaran. Kemudian sensor akan mendeteksi warna yang berubah setelah semuanya sudah bereaksi, dan alarm buzzer akan berbunyi bila hasilnya positif mengandung Boraks. Hasil pengujian akan ditampilkan pada layar LCD 2x16, dimana keluaran berupa deteksi boraks dan persentase hasilnya atau bebas boraks (DETEKSI BORAKS, %, BEBAS BORAKS). Kata Kunci: Boraks, Arduino Uno R3, Sensor Warna TCS3200, Buzzer, LCD2x16
EVALUASI KEANDALAN SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI MENGGUNAKAN INDEKS SAIDI DAN SAIFI PADA PT.PLN (PERSERO) AREA PONTIANAK Hendro Tri Kurniawan .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v3i1.9201

Abstract

Penelitian tentang evaluasi keandalan sistem jaringan distribusi menggunakan indeks SAIDI (System Average Interruption Duration Index) dan SAIFI (System Interruption Frequency Index) pada PT.PLN (Persero) Area Pontianak menghitung tingkat keandalan saluran utama jaringan distribusi primer 20 kV feeder Khatulistiwa 4 dan 5 dengan memasukan seluruh komponen utama yang ada di dalamnya. Indeks keandalan dihitung berdasarkan probabilitas sistem dalam keadaan beroperasi setelah sebelumnya dilakukan perhitungan waktu kegagalan komponen (Mean Time to Failure dan Mean Time to Repair), laju kegagalan komponen, dan waktu pemadaman tahunan. Hasil evaluasi memperlihatkan bahwa pada feeder Khatulistiwa 4 mempunyai nilai SAIDI tahun 2010, 2011, 2012, dan 2013 masing-masing  yaitu 0,0959 , 0,003 , 0,0605 , dan 0,1271 dan nilai SAIFI tahun 2010, 2011, 2012, dan 2013 masing-masing  yaitu 1,0986 , 0,0201 ,  2,3675 , dan 3,0402 . Pada feeder Khatulistiwa 5 nilai SAIDI tahun 2010, 2011, 2012, dan 2013 masing-masing  yaitu 1,9423 , 0,4223 , 0,1033 , dan 0,1861 dan nilai SAIFI tahun 2010, 2011, 2012, dan 2013 masing-masing  yaitu 11,367 , 5,3304 , 5,3304 , dan 8,1794. Berdasarkan hasil evaluasi pada feeder Khatulistiwa 4 nilai SAIDI dan SAIFI masih dibawah nilai standar, sistem dapat dikatakan handal sedangkan feeder Khatulistiwa 5 masih ada salah satu nilai SAIDI dan SAIFI sistem yang berada di atas standar dan oleh karena itu masih dikategorikan kurang handal.   Kata kunci : Indeks keandalan, Sistem Distribusi, SAIDI, SAIFI

Page 11 of 52 | Total Record : 513