cover
Contact Name
Rudi Kurnianto
Contact Email
rudi.kurnianto@ee.untan.ac.id
Phone
+6285252665807
Journal Mail Official
j3eit@untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak 78124, Indonesia
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology
ISSN : -     EISSN : 30261856     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/j3eit.v11i2
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) (E-ISSN: 3026-1856) is the latest name for the JTE UNTAN, which underwent a name change. This journal has been in circulation within UNTAN since 2013 under its previous name. The name change reflects an evolution in the topics covered by the journal, encompassing the fields of electrical engineering, energy, and information technology. With the establishment of J3EIT, it is expected to become a significant resource for the academic and research community in this discipline, fostering the exchange of knowledge and innovation among professionals in the field of electrical engineering and related areas. By consistently publishing high-quality scientific papers, this journal is expected to play a vital role in advancing knowledge in its field. J3EIT is published three times a year, April, August and December.
Articles 513 Documents
Pengaruh Kondisi Awal Robot Puma Terhadap Lintasan Dengan Metode Pseudo-Inverse Ahmad Safarudin; Redi Ratiandi Yacoub; Elang Derdian Marindani
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 2: Juli 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i2.35662

Abstract

Robot Puma merupakan salah satu yang digunakan pada industri, robot ini memiliki enam derajat kebebasan (degree of freedom/DOF), dimana pergerakan robot lengan akan semakin fleksibel di dalam ruang kerjanya (workspace). Invers kinematic sendiri merupakan salah satu metode untuk penyelesaian pergerakan manipulator lengan robot, dimana solusi invers kinematic digunakan untuk mendapatkan koordinat dan besaran sudut masing-masing joint yang tepat, dengan diberikannya posisi end-effector dari manipulator tersebut. Penyelesaian invers kinematic disini menggunakan metode Pseudo-invers. Pseudo-inverse merupakan nilai invers dari matriks jacobian yang digeneralisasi.Simulasi penyelesaian invers kinematic menggunakan metode Pseudo-inverse yang menggunakan bantuan software MATLAB. Pada robot Puma enam DOF diberikan lintasan berbentuk lingkaran. Dengan program simulasi hasil perancangan maka akan dicari besar nilai sudut yang tepat dari masing-masing joint pada manipulator dapat melakukan tracking sesuai dengan bentuk lintasan yang diberikan. Pada simulasi ini penulis menggunakan matriks Gain K dengan nilai 10, time sampling sebesar 0,005 detik dan waktu interval 2,5 detik untuk lintasan yang telah ditentukan. Maka dari itu kita biasa mengetahui pengaruh kondisi awal robot Puma yaitu dengan menggunakan software Matlab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai norm error yang memiliki error posisi maksimum 1,8x10-3meter dan error posisi minimum 0,2x103 meter.
RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI NIRKABEL LENGAN ROBOT 5 DOF BERODA BERBASIS ARDUINO MEGA 2560 MENGGUNAKAN SMARTPHONE ANDROID JAYA HUTAURUK .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 6, No 1: Juli 2018
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v6i1.28104

Abstract

Dalam perancangan ini, board mikrokontroler Arduino Mega 2560 yang terhubung secara nirkabel melalui modul bluetooth HC-05 dengan sebuah smartphone android yang difungsikan sebagai pengendali lengan robot 5 DOF beroda, dibantu dengan dua buah sensor jarak (ultrasonic) yang diposisikan pada bagian depan dan belakang robot beroda sebagai sistem keamana pendeteksi objek/halangan berupa dinding ataupun benda lainnya. Modul bluetooth HC-05 ini terdiri dari transmitter dan receiver, smartphone android dikoneksikan dengan board mikrokontroler Arduino Mega 2560 menggunakan komunikasi serial dari modul bluetooth HC-05 secara nirkabel. Data-data yang diterima dari smartphone android  diolah dan diproses oleh Arduino, setelah data diterima dan dproses oleh Arduino, data tersebut digunakan sebagai acuan dalam mengendalikan berbagai aktuator pada lengan robot 5 DOF beroda ini. Hasil pengujian, seperti pengujian pengendalian menggunakan smartphone android terhadap pergerakan sudut dari setiap sendi lengan robot serta pergerakan navigasi maju, mundur, belok kanan, belok kiri dan sistem sensor pada lengan robot 5 DOF beroda, menunjukkan bahwa sistem kendali nirkabel dapat mengendalikan lengan robot 5 DOF beroda sesuai dengan perancangan, dimana lengan robot 5 DOF dapat bekrja mengambil barang dengan baik pada area kerja  50o pada bagian sisi kiri dan  50o pada bagian sisi kanan robot beroda. Komunikasi nirkabel antara smartphone android dengan Arduino Mega 2560 dapat terhubung dengan baik pada jarak 0 sampai dengan 30 meter. Sedangkan pada jarak lebih dari 30 meter komunikasi nirkabel akan melemah hingga tidak dapat terhubung/terputus.Kata Kunci- Lengan Robot 5 DOF, Robot Beroda, Arduino Mega 2560, Smartphone Android.
PERHITUNGAN RUGI-RUGI DAYA DAN ENERGI LISTRIK PADA JARINGAN TEGANGAN MENENGAH 20 KV PT PLN (PERSERO) ULP NANGA PINOH Afriditus, -; Arsyad, M. Iqbal; Abidin, Zainal
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.57236

Abstract

Lossis terjadi karena energi yang dibangkitkan hilang pada saat penyaluran ke konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil tegangan dan rugi-rugi daya pada JTM Penyulang Batu Begigi dan Penyulang Sokan PT PLN (Persero) ULP Nanga Pinoh yang dilakukan pada pengujian: kondisi eksisting, penambahan pembebanan 50%, variasi pembebanan 50% dan 80%, dan perluasan jaringan. Perhitungan menggunakan Metode Newton Raphson dengan aplikasi ETAP 19.0.1. Hasil pengujian pada Penyulang Batu Begigi: Kondisi Eksisting jatuh tegangan 0,51%, rugi-rugi daya 1,14%, dan rugi-rugi energi 1.020 kWh. Kondisi Pembebanan 50% jatuh tegangan 0,970%, rugi-rugi daya 1,81%, dan rugi-rugi energi 2.490 kWh. Kondisi Pembebanan Variasi 50% dan 80% jatuh tegangan 1,15%, rugi-rugi daya 2%, dan rugi-rugi energi 2,955 kWh.   Kondisi Perluasan Jaringan jatuh tegangan 1,405%, rugi-rugi daya 1,59%, dan rugi-rugi energi 1.815 kWh. Hasil pengujian Penyulang Sokan: Kondisi Eksisting jatuh tegangan 2,36%, rugi-rugi daya 2,57%, dan rugi-rugi energi 2.655 kWh. Kondisi Pembebanan 50% jatuh tegangan 4,180%, rugi-rugi daya 4,4%, dan rugi-rugi energi 6,930 kWh. Kondisi Pembebanan Variasi 50% dan 80% jatuh tegangan 4,495%, rugi-rugi daya 4,74%, dan rugi-rugi energi 7.905 kWh. Kondisi Perluasan Jaringan jatuh tegangan 2,925%, rugi-rugi daya 2,91% 3.270 kWh. Hasil simulasi menggunakan ETAP 19.0.1 menyatakan bahwa profil tegangan penyulang Batu Begigi dan penyulang Sokan masih normal sesuai dengan SPLN Nomor 72 tahun 1987 jatuh tegangan yang diizinkan 5% dan SPLN Nomor 1 tahun 1995 rugi-rugi daya 10%.
Rancang Bangun Robot Pemain Musik Gamelan Menggunakan Mikrokontroler ATMega16 Handri Jir Azhar .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 5, No 1: Januari 2017
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v5i1.17937

Abstract

Abstrak.--Robot musik gamelan adalah robot yang dapat memainkan gamelan pada bilah-bilah nada yang diinginkan dengan batas oktaf gamelan berjumlah 2 oktaf 15 nada. Robot musik gamelan mempunyai input berupa tombol perintah keypad 4×4, sensor posisi DC gear motor magnetic rotary encoder dan sensor limit switch sebagai pembatas jalur kereta. Perangkat pengendali menggunakan mikrokontroler Atmega 16. Perangkat penggerak robot gamelan adalah DC gear motor dan motor servo pemukul gamelan. Peran motor DC adalah untuk menggerakkan kereta agar bergeser kearah kiri atau kanan. Posisi putaran motor DC menggunakan sistem kendali tertutup proporsional derivatif (PD). Konstanta pengali PD diperoleh dari try dan error, dengan konstanta proporsional (Kp) = 5 dan konstanta derivatif (Kd) = 15. Nilai Kp dan Kd berfungsi untuk menentukan besarnya lebar pulsa yang berpengaruh terhadap kecepatan DC gear motor disaat DC gear motor memposisikan posisi diinginkan dari set point (SP). Apabila data posisi DC gear motor yang diperoleh/present value (PV) ≠ SP, maka posisi motor dapat menggunakan nilai toleransi error (Er) yaitu Er < 3 dan Er > -3. Nilai toleransi error bertujuan agar nilai PV pada posisi DC gear motor bisa mendekati nilai SP, yang menandakan bahwa posisi pemukul kereta telah berada pada area bilah nada yang ingin dituju. Motor servo sebagai penggerak pemukul gamelan akan memukul bilah nada apabila nilai posisi DC gear motor memenuhi syarat PV = SP atau syarat toleransi error. Kata kunci: Gamelan, mikrokontroler Atmega 16, magnetic rotary encoder, limit switch, DC gear motor, set point, present value, error.
IDENTIFIKASI PENGUKURAN INTENSITAS RADIASI MEDAN ELEKTROMAGNETIK PADA BASE TRANSCEIVER STATION DI KOTA SAMBAS - Jekki; Fitri Imansyah; Dedy Suryadi
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48618

Abstract

BTS (Base Transceiver Station) operator komunikasi seperti Telkomsel, Indosat, XL, dan Tri  yang tersebar diberbagai daerah memiliki daya pancar yang dapat mencakup area komunikasi yang diinginkan. Namun BTS-BTS tersebut memiliki instensitas radiasi yang masih belum diketahui oleh masyarakat. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang identifikasi pengukuran intensitas radiasi medan elektromagnetik pada Base Transceiver Station di kota Sambas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besar intensitas radiasi yang dihasilkan oleh antena BTS oleh  operator Telkomsel, XL, Indosat, dan Tri. Perencanaan dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu pengumpulan data, rancangan analisis data, perencanaan sistem identifikasi intensitas radiasi medan elektromagnetik BTS pada lokasi yang telah ditentukan. Hasil pengukuran nilai intensitas radiasi diperoleh dari alat ukur EMF-827 yang memiliki satuan µT dengan melakukan perlakuan jarak sebesar 10 m, 20 m, 30 m, dan 40 m dari pusat BTS ke alat ukur, yang kemudian dilakukan perbandingan hasil pengukuran dengan standar radiasi yang telah ditetapkan oleh ICNIRP. Berdasarkan hasil pengukuran pada jarak terdekat yaitu 10 m Telkomsel memiliki intensitas radiasi sebesar 0,135 µT, XL sebesar 0.09 µT, Indosat sebesar 0,071667 µT, dan Tri sebesar 0,05 µT. Sedangkan pada jarak terjauh yaitu 40 m Telkomsel memiliki intensitas radiasi sebesar 0,115 µT, XL sebesar 0,07 µT,  Indosat sebesar 0,058333 µT, dan Tri sebesar 0,086667 µT. Berdasarkan hasil pengukuran dapat disimpulkan bahwa nilai intensitas radiasi jauh dari batas ketentuan ICNIRP sehingga intensitas radiasi aman bagi kesehatan masyarakat yang bermukim disekitar BTS.
Analisis Penerimaan Sinyal Ponsel Pada Sistem Komunikasi Selular ., Mukas Lamina
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 1, No 1: Januari 2013
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v1i1.3934

Abstract

Telepon Selular (Ponsel) merupakan media komunikasi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat dunia sehingga sistem pemancaran dan penerimaan sinyal yang sangat baik diperlukan oleh sebuah ponsel. Ada 3 (tiga) faktor utama yang mempengaruhi penerimaan level sinyal ponsel, yaitu faktor operator/penyedia jasa layanan selular kehilangan kekuatan sinyal, faktor lingkungan yang tidak mendukung proses penerimaan sinyal atau kerusakan yang terjadi pada ponsel itu sendiri dan ini yang lebih sering terjadi. Permasalahan sinyal yang sering terjadi pada ponsel seperti sinyal hilang, tampilan sinyal berubah (sinyal drop), sinyal tidak stabil dan sinyal penuh namun tidak dapat melakukan panggilan (sinyal semu). Untuk mengetahui masalah sinyal yang terjadi pada perangkat keras (hardware) ponsel, perlu dilakukan pemeriksaan pada rangkaian Tx dan rangkaian Rx, rangkaian CPU yang berhubungan dengan proses pengolahan sinyal serta distribusi tegangan dari IC Power Supply ke rangkaian-rangkaian tersebut. Proses pemeriksaan meliputi pemeriksaan jalur antar komponen, pengukuran tegangan dan frekuensi pada komponen yang berhubungan dengan proses pemancaran dan penerimaan sinyal. Dengan menganalisis indikasi/ciri-ciri masalah dan hasil pemeriksaan masalah sinyal dengan teori dan fungsi tiap komponen ponsel yang berhubungan dengan pengolahan sinyal, maka dapat disimpulkan penyebab masalah dan dapat dilakukan penanganan yang sesuai dengan masalah yang terjadi.   Kata Kunci – Penerimaan sinyal, sinyal ponsel, komunikasi selular  
ANALISIS SEBARAN BTS (BASE TRANSCEIVER STATION) MENGGUNAKAN ATOLL 3.3.2 BERDASARKAN ALGORITMA GENETIKA Dewi Sinta; Fitri Imansyah; F. Trias Pontia W
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 8, No 1: Januari 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v8i1.39511

Abstract

Komunikasi seluler dapat melayani banyak pengguna pada cakupan area geografis yang cukup luas dalam frekuensi yang terbatas. Namun cakupan area dari BTS mempunyai batas cakupan dan berbagai aspek yang bisa mengurangi kinerja dari BTS tersebut. Disamping itu peletakan posisi BTS yang tidak tepat mengakibatkan visualisasi kota yang padat menara BTS bahkan adanya area yang tidak mendapatkan sinyal dengan baik. Maka dari itu jaringan telekomunikasi membutuhkan suatu sistem yang dapat memaksimalkan layanan bagi pengguna media telekomunikasi yang semakin meningkat, dan diperlukan pula pendirian menara BTS baru. Namun untuk pendirian BTS tersebut membutuhkan biaya yang cukup mahal, serta dapat merusak keindahan kota jika mendirikan menara BTS yang terlalu banyak. Dari permasalahan tersebut diperlukan proses pengoptimalan sebaran dari menara BTS yang sudah ada sebelumnya agar dapat digunakan secara bersama oleh vendor-vendor telekomunikasi. Pada penelitian ini dilakukan optimalisasi sebaran BTS menggunakan Atoll 3.3.2 berdasarkan Algoritma Genetika. Hasil dari penelitian ini jika berdasarkan hasil perhitungan jumah menara yang dijadikan menara bersama sebanyak 48 buah. Namun jika menggunakan metode Algoritma Genetika hasil yang diperoleh adalah 44 buah menara bersama, dengan cakupan area mencapai 13,233 km2 atau sekitar 86,8% dari luas keseluruhan wilayah Kecamatan Pontianak Selatan. Performansi penempatan BTS bersama yang dihasilkan adalah sebesar 76,52 % dengan optimalitas 91,67% dan tingkat persentase pengguna sebesar 61,37%.
ANALISA PERHITUNGAN SUSUT TEKNIS RAYON MEMPAWAH DIANTARA PENGATURAN ALIRAN DAYA PENYULANG WAJOK 4 DAN PENYULANG SENGGIRING 6 GITA RAHAYU RISTIANI .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 6, No 1: Juli 2018
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v6i1.29358

Abstract

Rayon Mempawah yang merupakan bagian Unit kerja dari PT PLN (Persero) Area Pontianak yang mempunyai kewajiban memberikan tenaga listrik secara berkesinambungan dengan mutu dan keadaan yang baik terhadap pelanggan, masih mempunyai suatu permasalahan mengenai masalah Susut yang masih tinggi, yaitu berkisar 19% sampai dengan 20% untuk setiap bulannya. Permasalahan mengenai susut di Rayon Mempawah pada tugas akhir ini dibahas dari sisi teknis. Pendistribusian energi listrik untuk pembebanan Rayon Mempawah disuplai dari 7 penyulang, 6 penyulang dari Gardu Induk Senggiring dan 1 Penyulang dari Gardu Induk Parit Baru. Diantara 7 penyulang ini, belum adanya kajian mengenai pola operasi 20 kV terkait rugi aliran daya yang menjadi salah satu bagian terhadap kontribusi Susut di Rayon Mempawah. Untuk itu penulis berinisiatif untuk menghitung rugi daya terhadap 2 kondisi penyulang yang berada di rayon Mempawah dari 2 Gardu Induk berbeda dengan melayani beban yang sama, yakni Wajok 4 dari Gardu Induk Parit Baru dan Senggiring 6 dari Gardu Induk Senggiring, yang kini menjadi masalah yang perlu dianalisa terkait aliran daya terhadap pembebanan penyulang tersebut. Analisa yang akan penulis lakukan yaitu menghitung nilai rugi daya antar 2 penyulang dari Gardu Induk yang berbeda dengan perhitungan matlab menggunakan Metode Newton Raphson. Analisa yang dilakukan yaitu mengitung aliran daya dengan 5 skenario yang hasilnya dapat dilihat berdasarkan nilai rugi aliran daya terhadap 5 kondisi skenario. Hasil dari perhitungan Matlab dengan menggunakan metode Newton Raphson terhadap 5 skenario ini didapatkan hasil bahwa pada skenario 4 lah nilai rugi daya yang besar, yaitu kondisi saat beban di suplai oleh penyulang Wajok 4 sampai LBS Zipur dan penyulang Senggiring 6 sampai batas Bengkayang. Hal ini akan menjadi salah satu masukan untuk sistem pola operasi yang digunakan pada Rayon Mempawah sebagai dalam memperbaiki susut teknis. Dari analisa ini berdasarkan hasil perhitungan matlab yaitu nilai rugi daya yang kecil dibanding 5 skenario, terpadat pada skenario ke 5, yaitu dengan menambah Jaringan Tegangan Menengah pada perbatasan LBS Takong. Tentunya hal ini perlu kajian khusus terkait perencanaan aset penyulang jaringan yang di usulkan. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut kita dapat mengetahui optimalisasi pengoprasian penyulang dalam melayani pembebanan di wilayah Rayon Mempawah dengan nilai rugi daya yang kecil.     Kata kunci : Aliran Daya, Penyulang, Susut teknis,  Pembebanan, Kontinuitas listrik.
RANCANG BANGUN AKSES KUNCI PINTU RUANG UKM LSMI AL-ISTIQOMAH FT-UNTAN MENGGUNAKAN IDENTIFIKASI E-KTP DENGAN SISTEM MONITORING INTERNET OF THINGS (IoT) Hakim, Arif Rohman; Marindani, Elang Derdian; Priyatman, Hendro
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.60670

Abstract

Sistem akses pada ruang UKM LSMI Al-Istiqomah FT-UNTAN masih menggunakan sistem penguncian konvensional sehingga mengakibatkan kerentanan terhadap pencurian dan pembobolan ruangan, juga kurangnya fleksibelitas dan keefisienan dalam kegiatan akses pada ruangan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang bangun serta mengimplementasikan internet of things dalam sebuah sistem akses ruangan dengan identifikasi E-KTP menggunakan RFID MFRC522. Sistem yang dirancang menggunakan 5 mode yaitu 4 mode akses dan 1 mode program. Pada mode akses menggunakan E-KTP, PIN, sentuhan, dan akses daring. Sedangkan mode program untuk penambahan dan penghapusan data pengguna dari sistem. Sistem yang dirancang menggunakan LCD, keypad, dan DFPlayer mini sebagai antarmuka dalam memudahkan pengoperasian alat. Hasil dari perancangan alat yaitu setiap target uji pada tiap-tiap mode berjalan dengan baik dan lancar dengan status pengoperasisan berhasil dengan kondisi ideal dan terpasang pada lokasi uji, kemudian pada hasil uji kecepatan pengiriman data dari alat ke aplikasi Blynk menggunakan operator XL dan Indosat adalah operator Indosat memiliki kecepatan lebih baik dari operator XL dengan beda rentang 0.03-0.2 detik. Kesimpulan pada penelitian ini adalah rancang bangun yang dilakukan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan target perancangan serta kecepatan pengiriman data untuk E-KTP yang terdaftar lebih lama dibanding E-KTP terdaftar dengan kecepatan dipengaruhi banyaknya olah data serta kecepatan internet.
EVALUASI PROFIL TEGANGAN DAN SUSUT DAYA PADA SALURAN UDARA TEGANGAN RENDAH (SUTR) DI KOMPLEK PERKANTORAN KABUPATEN SAMBAS M. Taufieq Haerwana .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 5, No 1: Januari 2017
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v5i1.18993

Abstract

Abstrak - Komplek perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas perlu mendapatkan  perhatian khusus dalam pelayanan beban karena terdapat beban yang besar di daerah tersebut.  Besarnya jatuh tegangan pada jaringan listrik  pada SUTR (saluran udara tegangan rendah) merupakan salah satu sumber utama penyebab besarnya rugi-rugi daya aktif. Untuk mengetahui kondisi yang telah dipaparkan di atas perlu dilakukan analisis atau evaluasi terhadap jaringan tegangan rendah di lingkungan komplek perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas. Dari hasil perhitungan persentase jatuh tegangan pada masing-masing gardu dan mengaju pada ketentuan SPLN No.72 Tahun 1987 tentang Spesifikasi Desain Untuk Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR), dimana persentase jatuh tegangan pada jaringan tegangan rendah maksimum 4%. Terdapat beberapa bus yang memiliki persentase jatuh tegangan diatas 4%. Dari hasil, total rugi-rugi daya aktif yang terjadi pada jaringan tegangan rendah (JTR) Gardu perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas sebesar 40.925,716 Watt. Kata kunci :  SPLN, JTM, JTR, persentase jatuh tegangan, rugi-rugi daya aktif.