cover
Contact Name
Rudi Kurnianto
Contact Email
rudi.kurnianto@ee.untan.ac.id
Phone
+6285252665807
Journal Mail Official
j3eit@untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak 78124, Indonesia
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology
ISSN : -     EISSN : 30261856     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/j3eit.v11i2
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) (E-ISSN: 3026-1856) is the latest name for the JTE UNTAN, which underwent a name change. This journal has been in circulation within UNTAN since 2013 under its previous name. The name change reflects an evolution in the topics covered by the journal, encompassing the fields of electrical engineering, energy, and information technology. With the establishment of J3EIT, it is expected to become a significant resource for the academic and research community in this discipline, fostering the exchange of knowledge and innovation among professionals in the field of electrical engineering and related areas. By consistently publishing high-quality scientific papers, this journal is expected to play a vital role in advancing knowledge in its field. J3EIT is published three times a year, April, August and December.
Articles 513 Documents
STUDI PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA PADA PETERNAKAN AYAM PEDAGING ( BROILER) DI GANG KARYA TANI PONTIANAK SELATAN Teguh Priyono .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 1: Januari 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i1.31605

Abstract

Pontianak terletak pada garis Khatulistiwa dimana intensitas penyinaran matahari cukup tinggi, menjadi salah satu pilihan untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai solusi  kebutuhan energi listrik alternatif untuk usaha ternak ayam dalam mengantisipasi gangguan dan menjaga peralatan listrik khususnya lampu penerangan dapat bekerja secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan PLTS sebagai kebutuhan peneranggan ternak ayam pedaging (Broiler) di Gang Karya Tani Pontianak Selatan, baik ditinjau dari aspek teknis maupun ekonomis. Metodologi penelitian yang dilakukan dengan melakukan survei dan pengambilan data yang dibutuhkan untuk menentukan dan menghitung besar kapasitas tiap komponen PLTS yang diperlukan. Hasil penelitian menunjukkan besar daya listrik keseluruhan untuk  lampu penerangan ayam pedaging di peternakan ayam pedaging (Broiler) di Gang Karya Tani Pontianak Selatan sebesar 463 Watt sedangkan besarnya energi harian untuk peternakan ayam sebesar 4942 Wh. Komponen sistem PLTS yang diperlukan untuk kebutuhan daya listrik keseluruhan  adalah 16 panel surya 100 Wp,   3 unit charge controller kapasitas 600 watt dengan tegangan input 12 Volt  dan arus  45A, 20 buah baterai  12 Volt 100 Ah dan 1 unit inverter dengan kapasitas tegangan output 600 watt, tegangan input 12 VDC/ 24 VDC dan tegangan output inverter 220 VAC. Berdasarkan aspek ekonomis, perencanaan ini membutuhkan biaya investasi sebesar Rp.94.639.088 dari hasil perhitungan Net Present Value (NPV) perencanaan ini bernilai positif sebesar Rp 56.772,00 (>0), menunjukkan bahwa investasi PLTS yang akan dikembangkan di peternakan ayam pedaging (Boiler) di Gang Karya Tani Pontianak Selatan layak untuk dilaksanakan  dikembangkan bagi usaha peternak ayam pedaging.
EVALUASI TEGANGAN SENTUH TEGANGAN LANGKAH DAN TEGANGAN PINDAH GITET 275 KV BENGKAYANG Hary Budiman; Bonar Sirait; Purwoharjono -
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 8, No 2: Juli 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v8i2.42477

Abstract

Penelitian ini dapat digunakan untuk mengetahui besar pada  tegangan sentuh, tegangan langkah dan tegangan pindah pada gardu induk 275 KV Bengkayang. Pada Gardu Induk 275 kV Bengkayang memiliki kandungan jenis tanah liat dan ladang dengan nilai resistansi tanah 100 ohm.  Gardu induk 275 kV Bengkayang memiliki sistem pentanahan grid dengan jumlah batang pentanahan sebanyak 53 batang.  Hasil  perhitungan diperoleh besar tegangan sentuh yang diizinkan pada Gardu Induk 275 kV Bengkayang didapat dengan nilai 1.145 V untuk berat badan 50 kg dan 1.527 V untuk berat badan 70 kg. untuk nilai tegangan Langkah didapatkan hasil dengan nilai 3.955 V untuk manusia dengan berat badan 50 kg dan 5.269 V untuk manusia dengan berat badan 70 kg. Untuk nilai tegangan sentuh yang sebenarnya didapatkan hasil dengan nilai 374 V dan tegangan Langkah yang sebenarnya didapatkan dengan hasil 1.102 V.  Dari hasil tersebut menyatakan bahwa nilai tegangan sentuh yang sebenarnya dan nilai tegangan Langkah yang sebenarnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan nilai tegangan sentuh yang diizinkan dan nilai tegangan Langkah yang diizinkan. sehingga keamanan pada area sekitar gardu induk tersebut masih dikategorikan aman untuk pekerja yang berada di area gardu induk tersebut.
IMPLEMENTASI SAKLAR RFID BERBASIS RASPBERRY PI 3 MODEL B Tugiman Ariwibowo .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 1: Januari 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i1.32083

Abstract

Persoalan yang sering di hadapi pemilik kost, di antaranya adalah terlambatnya  pembayaran uang sewa dan penghuni rumah kost sering lupa mematikan instalasi listrik saat bepergian. Sehingga pemilik kost pun kesulitan melakukan pemantauan. Untuk mengatasi hal tersebut dirancanglah prototype pembatasan akses penggunaan listrik pada rumah kost dengan memanfaatkan RFID sebagai sarana akses aktivasi instalasi listrik dengan Raspberry Pi 3 model B sebagai pengendali. Pembuatan prototype dilakukan dengan mensimulasikan empat buah kamar di tunjukkan dengan nyala atau mati lampu sebagai parameter aktif dan tidak aktifnya instalasi kamar tersebut. Pengujian simulasi tersebut dengan memberikan akses pada tag RFID selama satu bulan akses instalasi, pewaktuan di lakukan dengan memanfaatkan RTC. Pengujian lain dilakukan dengan memberikan gangguan berupa jarak RFID dan tag RFID mulai dari 1 - 4 cm, hasilnya tag RFID hanya akan terdeteksi dengan jarak kurang dari 4 cm. Sedangkan kemampuan baca RFID terhadap tag RFID dari 20 pengujian adalah delay 3 detik sebelum akses diberikan pada pengguna.
STUDI PENGARUH INTERKONEKSI GARDU INDUK 150 kV CENDANA 30 MVA TERHADAP RUGI-RUGI PADA JARINGAN TRANSMISI SISTEM KHATULISTIWA Gunawan, -; -, Purwoharjono; Abidin, Zainal
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.57199

Abstract

The electrical power interconnection system is a system consisting of several power generating centers and several substations (GI) which are connected to each other through a transmission line and serve all the loads on the GI connected to the distribution system. This study will compare the power flow losses in conditions before and after the Khatulistiwa system is connected. The method used to analyze the results of the power flow calculation to determine how much the losses during the conditions before and after interconnection include the Newton-Rapshon method. With the GI interconnectio Cendana on the Khatulistiwa System, then there is an additional 1 bus, namely bus 16 (GI. Cendana). In the existing Khatulistiwa System, the total active and reactive power generation is 351.044 MW and -57.559 MVAr, while the active and reactive power losses are 9.944 MW and 54.341 MVAr. After GI interconnection. Sandalwood in the Khatulistiwa System produces a total active and reactive power generation of 351.037 MW and -27.589 MVAr, while the active and reactive power losses are 9.937 MW and 54.312 MVAr. With the GI interconnection. Cendana, the 150 kV Khatulistiwa System bus voltage did not change (fixed) because the power flow analysis was carried out on a high voltage system so that it obtained a small voltage drop.
Evaluasi Setting Relai Arus Lebih dan Relai Gangguan Tanah di Gardu Induk Ngabang Muhammad Faidhal Anwar Limbong .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 2: Juli 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i2.33649

Abstract

Sistem distribusi merupakan bagian dari sistem tenaga listrik yang berfungsi menyalurkan listrik ke konsumen. Penyedia jasa ketenagalistrikan diharuskan memberikan pelayanan dan penyediaan tenaga listrik dengan tingkat kualitas, kontinuitas, keandalan dan efisiensi yang baik. Gangguan yang cukup sering terjadi pada sistem distribusi adalah gangguan hubung singkat antar fasa atau gangguan fasa tanah. Besarnya arus gangguan hubung singkat, sistem proteksi dituntut meningkatkan keandalannya. Salah satu upayanya adalah mengoptimalkan kerja peralatan proteksi. Agar dapat bekerja dengan baik, diperlukan koordinasi setting relai yang tepat, sesuai dengan syarat teknis dan standar PLN. Diantara peralatan pada sistem proteksi yang digunakan saluran distribusi adalah relai arus lebih (OCR) dan relai gangguan tanah (GFR), kedua relai proteksi ini sangat penting mengatasi terjadinya gangguan hubung singkat. Pada penelitian ini akan dilakukan evaluasi setting OCR dan GFR penyulang Air Besar dan penyulang Jelimpo di Gardu Induk Ngabang dengan bantuan aplikasi DigSILENT PowerFactory 15.1.7. Penyulang Air Besar memiliki panjang saluran 26,8 kms dan penyulang Jelimpo 24 kms. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh setting waktu OCR dan GFR pada penyulang Air Besar  di recloser Serimbu 0,35 detik, kemudian di relai penyulang (outgoing) 0,75 detik sedangkan relai di ­sisi incoming 20 kV 1,15 detik. Sedangkan pada penyulang Jelimpo di recloser Batara 0,25 detik, kemudian di recloser perbatasan 0,55 detik, selanjutnya di relai penyulang (outgoing) 0,85 detik dan relai di sisi incoming 20 kV 1,15 detik. Relai proteksi bekerja dimulai dari recloser, selanjutnya relai outgoing dan relai incoming sebagai back up protection. Nilai waktu koordinasi antar pengaman sudah sesuai dengan standart IEC 60255 dengan grading time 0,3-0,5 detik.
STUDI IDENTIFIKASI POTENSI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO DI DESA AMBAWANG KECAMATAN KUBU KABUPATEN KUBU RAYA - Fahri; Kho Hie Khwee; Rudi Kurnianto
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 1: Januari 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i1.44909

Abstract

Mikrohidro atau yang dimaksud dengan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) adalah suatu pembangkit listrik skala kecil yang menggunakan tenaga air sebagai tenaga penggeraknya seperti, saluran irigasi, sungai atau air terjun alam dengan cara memanfaatkan tinggi terjunan (head) dan jumlah debit air. Studi Potensi Pembangkit Listrik Tenang Mikrohidro pada sungai Batu Wangkang memberikan tentang ilmu pengetahuan kepada masyarakat sekitar mengenai potensi dan manfaat Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode casimir yang dibandingkan daya perhitungan manual serta pengambilan data langsung dilapangan. Selain itu juga dengan mendatangi beberapa pihak terkait. Potensi yang berhasil didapat dari penelitian ini dengan tinggi jatuh (head) 17,1 meter dan debit air sebesar 0,285  menghasilkan daya sebesar 26,74 kW dan dengan mengunakan program casimir menghasilkan daya sebesar 26,30 kW. Jenis turbin yang digunakan yaitu Turbin Pelton dan Generator yang dipilih pada output daya turbin sebesar 32,43 kW adalah generator sinkron 1 fasa 40 kW.
STUDI PERFORMA BATERAI AIR LAUT DENGAN MEMBANDINGKAN ELEKTROLIT LARUTAN GARAM DAN AIR LAUT UNTUK MENGHASILKAN ENERGI LISTRIK Rizki Nofetra Yudi; Ismail Yusuf; Ayong Hiendro
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 2: Juli 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i2.34942

Abstract

Penggunaan energi listrik konvensional dapat menyebabkan kelangkaan sumber daya alam yang digunakan sebagai  sumber energi listrik, hal tersebut dapat mempengaruhi kebutuhan listrik masyarakat, sehingga diperlukannya inovasi terbaru dengan memanfaatkan energi non konvensional sebagai sumber energi alternatif yang murah dan ramah lingkungan, salah satunya adalah memanfaatkan elektrolit larutan garam dan air laut, dengan elektroda karbon aktif (C) sebagai katoda, serta lempengan seng (Zn) sebagai anoda, yang digunakan sebagai suatu komponen dalam penggunaan baterai air laut untuk menghasilkan sumber energi listrik alternatif, pemanfaatan baterai air laut tersebut menggunakan larutan elektrolit garam meja, garam dapur dan air laut dengan elektroda karbon aktif dan lepengan seng yang masing-masing berukuran 5x10 cm, 10x10 cm, dan 15x10 cm bertujuan untuk untuk memperoleh hasil perbandingan dari elektrolit air laut dan jenis garam yang berbeda terhadap besarnya daya listrik yang dihasilkan, pengaruh dari ukuran luas penampang / elektroda yang berbeda terhadap daya listrik yang dihasilkan, performa tegangan dan arus listrik dari jenis larutan elektrolit dan ukuran luas penampang / elektroda yang berbeda pada selang waktu tertentu dengan metode yang digunakan yaitu mengukur tegangan listrik tanpa beban, tegangan listrik berbeban, arus listrik maksimum dan arus listrik berbeban pada selang waktu tertentu dalam 3 kali percobaan pengukuran, dan diperoleh rata-rata nilai tegangan listrik tanpa beban lebih besar dihasilkan elektrolit air laut sebesar 0,926 V dan elektroda ukuran 15x10 cm sebesar 0,956 V, arus listrik maksimum lebih besar menggunakan elektrolit garam meja sebesar 9,48 mA dan elektroda ukuran 15x10 cm sebesar 6,96 mA, tegangan listrik berbeban lebih besar menggunakan elektrolit garam meja sebesar 0,054 V dan elektroda ukuran 15x10 cm sebesar 0,058 V, arus listrik berbeban lebih besar menggunakan elektrolit garam meja sebesar 2,53 mA dan elektroda ukuran 15x10 cm sebesar 2,57 mA, berdasarkan dari hasil seluruh percobaan yang telah diambil, dilakukan perhitungan untuk memperoleh daya listrik yang dihasilkan dari setiap jenis elekrolit dan ukuran elektroda yang digunakan sehingga diperoleh rata-rata nilai yang lebih besar menggunakan elektrolit garam meja sebesar 7,95 mW dan elektroda dengan ukuran 15x10 cm sebesar 6,58 mW, saat saklar rangkaian penghubung kembali dalam posisi off, tegangan dan arus listrik kembali mendekati pada nilai awal pengukuran sehingga terjadi perubahan besaran nilai yang menyebabkan perubahan tegangan dan arus listrik mempengaruhi daya listrik yang dihasilkan.
ANALISIS PERFORMANSI JARINGAN WIFI UNTAN DI AREA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TANJUNGPURA MENGGUNAKAN METODE WALK TEST - Padlillah; Fitri Imansyah; Dedy Suryadi
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 2: Juli 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i2.35422

Abstract

Dengan adanya kualitas internet yang bagus maka hal ini dapat membantu dan menunjang sarana prasarana dalam mengolah data dan bertukar informasi. Di Fakultas Teknik Univeritas Tanjungpura sendiri menggunakan layanan jaringan nirkabel (wireless) untuk menunjang sarana dan prasarana Akademik. Perlu di ketahui layanan berbasis nirkabel (wireless) merupakan jaringan dengan media berupa gelombang elektromagnetik. Pada jaringan ini tidak diperlukan kabel untuk menghubungkan antar user karena menggunakan gelombang  elektromagnetik yang akan mengirimkan sinyal informasi antar jaringan. Seperti yang kita ketahui Fakultas Teknik terdapat wifi Untan yang dapat digunakan pada area Fakultas Teknik saja dan disini diukur performansi dari wifi Untan dengan parameter yang meliputi RSSI (Received Signal Strength Indicator) dengan menggunakan metode walk test. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan data hasil pengkuran yang menunjukkan kualitas nilai RSSI yang bervariasi Pada rute 1 titik A – B nilai RSSI -48 dBm, berada pada skala yang sangat bagus dengan kualitas sinyal 100%. Titik B – C nilai RSSI -61 dBm berada  skala yang sedang dengan kualitas sinyal 78%. Titik C – D nilai RSSI -79 dBm berada pada skala yang buruk dengan kualitas sinyal 42%. Titik D – E nilai RSSI -73 dBm berada pada skala yang buruk dengan kualitas sinyal 54%. Titik E – F nilai RSSI -62 dBm berada pada skala sedang dengan kualitas sinyal 76%. Titik F – G nilai RSSI -61 dBm berada pada skala yang sedang dengan kualitas sinyal 78%. Pada rute 2 titik A – B nilai RSSI -69 dBm berada pada skala sedang dengan kualitas sinyal 62%. Titik B – C nilai RSSI -70 dBm berada pada skala yang buruk dengan kualitas sinyal 60%. Titik C – D nilai RSSI -61 dBm berada pada skala sedang dengan kualitas sinyal 78%. Pada rute 3 titik A – B ini nilai RSSI -70 dBm berada pada skala yang buruk dengan kualitas sinyal 70%. titik B – C nilai RSSI -68 dBm berada pada skala  sedang dengan kualitas sinyal 64%. Titik C – D nilai RSSI -62 dBm berada skala bagus dengan kualitas sinyal 76%. Berdasarkan hasil pengukuran data maka kualitas wifi Untan di area Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura berada pada skala sedang. Perlunya penambahan akses point pada rute 3, Titik A – B terdapat ruang kuliah yang tidak terlayani dengan baik karena tidak adanya akses point yang dapat melayani area tersebut. Pada titik tersebut juga sering berlangsung perkuliahan dan dengan adanya akses point diarea itu, tentunya juga dapat membantu proses perkuliahan.
PENGARUH PENGGUNAAN 4 MODEL REFLEKTOR TERHADAP PENGUATAN SINYAL PADA ANTENA YAGI STUDI KASUS PADA WIFI 2.4 GHZ Jossi Setiyawan .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 6, No 1: Juli 2018
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v6i1.27480

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin pesat, memicu manusia untuk mendapatkan kebutuhan sarana dan prasarana yang lebih praktis, mudah dan efisien. Seiring dengan kebutuhan akan informasi jaringan komunikasi, teknologi WLAN merupakan solusi yang terbaik dalam mengatasi masalah jangkauan sinyal untuk daerah yang jauh dengan menggunakan antena Yagi dengan 4 model reflector yang berbeda yaitu Yagi Bolic, Yagi Parabola Grid, Yagi Corner dan Yagi Flat DVD. Dalam penelitian ini akan dilakukan pengujian pada frekuensi 2.4Ghz untuk meningkatkan daya terima wifi pada proses penerimaan sinyal wireless USB adapter terhadap sinyal wifi. Pengujian antena yagi dengan 4 model reflector yang berbeda ini dilakukan pada jarak 80 meter dan 100 meter. Hasil pengukuran nilai level daya terima pada antena yagi dengan 4 model reflector untuk sepuluh kali percobaan didapatkan rata-rata sebesar -64,75 dBm pada jarak 80 meter dan -65,75 dBm pada jarak 100 meter. Dari hasil antena yagi dengan 4 model reflector yang berbeda maka diperoleh nilai penguatan daya (gain) pada jarak 80 meter sebesar 14,1 dBm dan pada jarak 100 meter untuk nilai penguatan (gain) terbaik diperoleh pada antena Yagi Bolic sebesar 37,25 dBm. Dapat dilihat dari nilai penguatan daya (gain) antena yagi dengan 4 model reflector yang berbeda ini telah berhasil dibuat sesuai tujuannya yaitu untuk mengetahui pengaruh penggunaan 4 model reflector terhadap penguatan sinyal daya terima wireless USB adapter pada WIFI 2.4 Ghz. Kata Kunci : Antena Yagi, Reflector antena, WIFI 2.4 Ghz, Wireless USB Adapter
SISTEM KENDALI PID TRACKING POSISI MATAHARI DAN MONITORING KINERJA PANEL BERBASIS ANDROID Eko Jatmiko; Elang Derdian Marindani; Seno Darmawan Panjaitan
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 8, No 1: Januari 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v8i1.38674

Abstract

Panel surya merupakan piranti yang mengkonversikan sinar matahari menjadi energi listrik. Efisiensi panel surya saat ini masih rendah dan perubahan posisi matahari disepanjang hari membuat panel surya kurang maksimal dalam menyerap sinar matahari.  Dalam tugas akhir ini  dirancang sebuah alat tracking posisi matahari dengan menggunakan sensor Light Dependent Resistor (LDR). Sistem kendali alat ini menggunakan kendali Proportional  Integral Derivative (PID). Penggerak tracking posisi matahari menggunakan motor DC 12 Volt dengan torsi 12kg/cm. Panel surya yang digunakan merupakan panel surya yang dirakit dari 36 buah sel surya. Berat total dari panel surya ±1,5 kg. Untuk mengetahui kinerja panel surya, tracking posisi matahari ini dilengkapi sistem monitoring kinerja panel surya yang dapat diakses melalui aplikasi blynk pada smartphone android. Terdapat tiga parameter kinerja panel surya yang dipantau yaitu arus, tegangan dan daya.                Dari hasil penelitian, didapat bahwa pada sistem kendali PID  berhasil  menjejak posisi matahari dengan waktu pergerakan selama ±5,1 detik(dari sisi kiri ke sisi kanan). Dari data pengujian yang dilakukan dari pukul 08:00-15.30, panel surya dengan sistem tracking posisi matahari menghasilkan daya rata-rata sebesar 33,2 Watt dalam kondisi cuaca yang berawan. Panel surya yang tanpa dilengkapi tracking posisi matahari menghasilkan daya rata-rata sebesar 27,2 Watt pada kondisi cuaca yang sama dihari yang berbeda. Dengan sistem tracking posisi matahari mampu meningkatkan daya yang dihasilkan panel surya sebesar 6 Watt. Pada kondisi standby alat ini memerlukan daya sebesar 1 Watt dan pada kondisi motor bekerja memerlukan daya sebesar 2,3 Watt.