cover
Contact Name
Rudi Kurnianto
Contact Email
rudi.kurnianto@ee.untan.ac.id
Phone
+6285252665807
Journal Mail Official
j3eit@untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak 78124, Indonesia
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology
ISSN : -     EISSN : 30261856     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/j3eit.v11i2
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) (E-ISSN: 3026-1856) is the latest name for the JTE UNTAN, which underwent a name change. This journal has been in circulation within UNTAN since 2013 under its previous name. The name change reflects an evolution in the topics covered by the journal, encompassing the fields of electrical engineering, energy, and information technology. With the establishment of J3EIT, it is expected to become a significant resource for the academic and research community in this discipline, fostering the exchange of knowledge and innovation among professionals in the field of electrical engineering and related areas. By consistently publishing high-quality scientific papers, this journal is expected to play a vital role in advancing knowledge in its field. J3EIT is published three times a year, April, August and December.
Articles 513 Documents
MENINGKATKAN DAYA OUTPUT PANEL SURYA DENGAN SUN TRACKER BERBASIS WAKTU Agus Tianto Hendri Putra; Ayong Hiendro; Dedy Suryadi
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 2: Juli 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i2.35375

Abstract

Salah satu upaya teknologi untuk memanfaatkan energi matahari adalah dengan menggunakan panel surya. Panel surya merupakan peranti elektronik yang dapat mengkonversi energi matahari menjadi energi listrik. Untuk selalu mendapatkan efisiensi yang maksimum pada panel surya, maka posisi panel surya harus selalu mengikuti pergerakan matahari. Penggunaan panel surya yang terpasang kebanyakan masih bersifat statis sehingga menyebabkan energi matahari yang diterima kurang optimal. Untuk memaksimalkan penyerapan energi cahaya matahari dalam pembentukan sudut tegak lurus antara panel surya dengan arah datangnya cahaya matahari. Maka, penulis mencoba membuat suatu alat agar dapat membantu posisi panel surya dalam mengikuti arah pergerakan matahari berdasarkan perhitungan waktu edar matahari sehingga panel surya dapat menerima cahaya matahari secara maksimal. Penelitian ini menganalisis pergerakan panel surya 50 watt menggunakan sistem penjejak matahari (sun tracker) berbasis waktu, dengan mikrokontroler Arduino sebagai pusat kendali pada sistem yang dirancang dan dua buah motor servo yang menjadi penggerak untuk mengubah posisi panel surya. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan selama tiga hari dari jam 08.00 WIB hingga jam 16.00 WIB dengan pengambilan data dilakukan setiap satu jam. Selisih pada tegangan rata-rata yang dihasilkan panel surya pada pengujian hari pertama sebesar 0,7478 volt dengan persentase kenaikan nilai sebesar 4,3954%. Pada pengujian hari kedua sebesar 2,1011 volt dengan persentase kenaikan nilai sebesar 13,4151%. Pada pengujian hari ketiga sebesar 0,7989 volt dengan persentase kenaikan nilai sebesar 4,7037%. Diharapkan alat ini mampu mengoptimalkan penggunaan energi matahari serta mampu menjadikan suatu sistem kendali elektronik yang harganya terjangkau.
PROTOTIPE HOP FREKUENSI LORA RELAY UNTUK MENAMBAH JARAK JANGKAUAN Yosua Perdana Sianturi; Jannus Marpaung; Redi Ratiandi Yacoub; F. Trias Pontia W; Fitri Imansyah
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v11i1.64490

Abstract

Teknik LoRa relay adalah teknik komunikasi pada jaringan LoRa dengan menambahkan titik komunikasi baru sebagai penerima data dari LoRa pengirim kemudian data yang diterima dikirimkan kembali menuju LoRa penerima. Tujuan penelitian ini merancang prototipe hop frekuensi menggunakan teknologi LoRa Relay untuk menambah jarak jangkauan pengiriman data, untuk mengetahui keberhasilan dari penelitian ini maka dilakukan lima kali pengujian sistem komunikasi dengan mengambil parameter berupa data propagasi gelombang radio LoRa menggunakan dua skenario, yaitu LoRa Point to Point dan LoRa Relay. Hasil pengujian LoRa Point to Point pada jarak 1900 meter menunjukkan ketidakberhasilan komunikasi antara Tx dan Rx, indikator sinyal tidak berhasil didapatkan, demikian dengan SNR dan ToA. Hal ini disebabkan oleh kanal komunikasi antara Tx-Rx adalah NLOS (non line of sight) atau terdapat sejumlah penghalang sepanjang jangkauan 1900 meter tersebut. Tinggi antena Tx 20m sedangkan tinggi antena Rx 12m. Pada jalur komunikasi radio LoRa dengan jangkauan 1900 terdapat sejumlah penghalang seperti gedung dan pepohonan yang menyebabkan rambatan gelombang melemah bahkan kehilangan daya sehingga LoRa penerima tidak bisa mendemodulasi sinyal dari Tx. Hasil pengujian LoRa Relay pada jarak 2000 meter menunjukkan nilai RSSI terkecil adalah -118 dBm dan terbesar adalah -116 dBm, walaupun indikator daya yang diterima relatif sangat kecil namun masih berada di atas ambang daya terima yaitu sebesar -120 dBm. Demikian dengan indikator kerusakan sinyal terkecil 1,25 dB dan terbesar 1,75 dB. Sinyal yang diterima masih jauh dari kerusakan dengan ambang -20 dB, sehingga sinyal yang lemah masih bisa didemodulasi oleh perangkat Rx. Nilai ToA yang paling lambat adalah 1335 ms sedangkan yang tercepat adalah 1240 ms. Nilai ToA ini masih dalam batas normal, sebab penyetelan SF 12 akan menyebabkan sebaran sinyal yang semakin jauh dan membutuhkan daya yang besar namun berdampak pada sinyal yang ditransmisikan menjadi lebih lambat dibandingkan dengan nilai SG yang lebih kecil. Hal ini menunjukkan terjadi komunikasi antar Stasiun Pemancar ke LoRa Relay dan dari LoRa Relay ke Stasiun Penerima. Yang berarti terjadi komunikasi daari Stasiun Pemancar ke Stsaiun Penerima melalui perantara LoRa Relay. Indikator daya terima (RSSI), indikator kerusakan sinyal  (SNR) dan waktu propagasi pada LoRa Relay sedikit berbeda saat pengujian point to point namun perubahan tersebut tidak signifikan. Sedangkan indikator daya dari LoRa Relay ke Stasiun Pemancar semakin baik, demikian juga dengan indikator kerusakan sinyal dan waktu propagasi gelombang radio LoRa.
ANALISIS KINERJA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP BIOMASSA MENGGUNAKAN LIMBAH KAYU Isarani .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 5, No 3: Juli 2017
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v5i3.21023

Abstract

Limbah  padat  dari  hutan  tanaman penduduk yang berupa limbah kayu dapat dimanfaatkan sebagai sumber energy alternatife pada PLTU Biomassa. Skripsi ini membahas tentang  Pembangkit  Listrik  Tenaga  Uap Biomassa 7 MW yang berada di Desa Sukaharja Paya Kumang Ketapang, untuk menyuplai energi listrik ke PLN (Persero) dan PT. Suka Jaya Makmur sendiri untuk pengeringan bahan ply wood laminasi, penerangan lampu dan alat elektronik dan lainnya. Penggunaan energi listrik sebagai  poros  utama  yang  menjalankan kebijakan pemerintah daerah membantu menyuplai energi listrik ke PLN (Persero) Kabupaten Ketapang yang masih   kekurangan untuk suplai ke konsumen (masyarakat).Dengan kata lain PLN (Persero) membelienergi listrik dari PT. Suka Jaya. Makmur dan menjual energi listrik lagi ke konsumen. Penulisan ini diarahkan untuk mengetahui analisa bahan kimia, harga ekonomis jual energy listrik (Rp/kWh) dan harga bahan- bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap Biomassa. Berdasarkan hasil dari analisa dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap Biomassa yang berkapasitas 7 MW didapat rincian penggunaan listrik  5,5  MW.  PLN  menyerap  energi  listrik kira-kira 4,5 MW sedangkan pemakaian yang digunakan PT. suka Jaya Makmur sendiri hanya kira-kira 1,5 MW menurut sumber yang didapatkan di lapangan. Kata kunci :Air, uap, limbah kayu, zat kimia, bahan bakar, PLTU 7 MW.
RANCANG BANGUN ROBOT PENYEIMBANG BERBASIS ANDROID Pardomuan Lumbantoruan .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v3i1.9071

Abstract

Abstrak – Saat ini kebanyakkan sistem keseimbangan telah diterapkan pada robot yang dapat mengudara, tetapi sedikit yang diterapkan pada robot di daratan. Untuk mengatasi serta memperluas perkembangan teknologi robotik di daratan tersebut, maka penulis berinisiatif untuk merancang sebuah robot yang dapat menyeimbangkan diri dan dapat dikendalikan dengan smartphone android melalui Bluetooth sebagai penghubung. Serta akan muncul cara baru dari kemampuan bermanuver dan mobilitas dalam aplikasi robotik di daratan, sehingga dapat menjadi acuan dalam perkembangan sistem transportasi yang ramah lingkungan dan moderen. Robot ini menggunakan mikrokontroller ATMega328, sensor gyroscope dan dua buah roda, dimana roda tersebut berada pada sebelah kiri dan kanan robot yang dapat menyeimbangkan diri dan dapat dikendalikan melalui smartphone android dengan bluetooth sebagai penghubung. Robot yang dibuat dapat bermanuver dalam keadaan seimbang. Hasil pengujian menunjukan robot dapat bermanuver dalam keadaan seimbang dengan jarak jangkau sejauh 14 meter, dapat menanjak sudut kemiringan litasan sebesar 15°, serta  sangat cocok dikendalikan melalui smartphone android 3”, dengan nilai rata – rata error positif sebesar 14,64375°. Kata kunci : Robot penyeimbang, Sensor gyroscope, Mikrokontroler ATMega328
PERANCANGAN ALAT PENGHITUNG PENGGUNAAN DAYA LISTRIK PADA LAMPU PENERANGAN JALAN UMUM BERBASIS SENSOR ARUS DAN MIKROKONTROLER Kharsya Noviandi .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 6, No 1: Januari 2018
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v6i1.23791

Abstract

Pemantauan terhadap pemakaian energy listrik diperlukan untuk mengurangi pengunaan daya energi listrik berlebihan, untuk itu perlu adanya instrument pengukur Wattmeter yang dapat monitoring pengunaan daya energi listrik, batasan penggunaan daya dan proteksi daya listrik. Pada penelitian ini, dirancang sebuah sistem alat ukur yang mempunyai sistem pengukuran daya monitoring pada satu alat dan dapat disambungkan dengan alat komunikasi melalui perangkat tambahan yang dapat mengirimkan informasi penggunaan daya dari hasil pengukuran pada alat ukur. Yaitu dengan memanfaatkan sebuah sensor hall effect ACS 712 untuk mengukur arus listrik dengan kontrol menggunakan microcontroller ATmega16 dan suatu software Bascom AVR.Untuk melihat hasil monitoring penggunaan daya ditampilkan pada layar LCD. Secara otomatis memperlihatkan proses kinerja alat mulai dari nilai arus yang terukur oleh sensor juga perhitungan sistematis penggunaan daya yang terpakai oleh beban berupa lampu. Sistem yang dirancang melakukan pengukuran besarnya daya listrik yang dipakai oleh beban lalu mengkalkulasikan berapa banyak daya yang terpakai tersebut pada tempo nyala beban sehingga menghasilkan pengukuran yang akurat dan berkesinambungan.  Kata Kunci : Penghitung penggunaan daya, Sensor arus, Monitoring, Atmega16
Analisa Rugi-Rugi Serat Optik Menggunakan Optical Time Domain Reflectometer Dengan Aplikasi AQ77932 Emulation Fazra Habib .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 3, No 2: Juli 2015
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v3i2.11273

Abstract

ABSTRACT Optical fiber media have more reliability for optical fiber capable of delivering the data with a large capacity. Besides speed fiber optic data transfer media may reach 200.000 Mbps (200 Gbs), optical fiber communication systems inseparable from the influence of losses that affect the performance of optical fiber. Losses basically can be affect the Performance of an optical fiber communication system, but the size of the influence losses can be seen by conducting measurements performed that using Yokogawa OTDR AQ 7275 and compared with the results of standardized calculation using the power link budget calculation method. Based on the results of the comparison between the results of measurements and calculations it can be seen the performance of optical fibers. It can be done by performing measurements and calculations in the Pontianak-Sungai Raya link and link-GI GCC. Thus obtained cores with a value of large losses on the link GCC-GI located in the core 9 which has the value 31.261 dB losses which are at a distance 6.4957 km. Losses occurred due to losses macrobending so necessary improvement measures to establish the connection (splicing). Loss of value of measurement results and calculations of optical fiber communication systems from Pontianak-Sungai Raya link and link-GI GCC in PT.Telkom still in good shape and had a good Performance of the average, based on the measurement values are still below the value calculation. Keywords: Fiber Optics, Losses, Splicing, Power Link Budget
EVALUASI KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK BERDASARKAN SAIDI DAN SAIFI PADA PT. PLN (PERSERO) RAYON KAKAP Drajad Wahyudi .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 6, No 1: Januari 2018
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v6i1.24928

Abstract

Pada kondisi yang ada sekarang  ini,  dimana masyarakat mulai kritis tentang menyingkapi masalah permasalahan tentang energi listrik dan juga tentang berlakunya   Keputusan   Presiden   Republik   Indonesia Nomor 89 Tahun 2002 Tentang Harga Jual Tenaga Listrik Tahun 2003 yaitu standar mutu pelayanan. Berdasarkan hasil analisa pemadaman pada PT. PLN (Persero) Rayon Kakap, kontribusi terbesar penyebab pemadaman adalah gangguan pada saluran udara TM (SUTM), pemadaman bergilir karena cadangan daya kurang, dan pemadaman karena  pemeliharaan  jaringan.  Jika  diasumsikan pelanggan terbesar merupakan rumah tangga sesuai tarif dasar listrik, harga per kWh sebesar Rp.1.467,28. Total beban padam sepanjang tahun 2014 sampai dengan tahun2016    sebesar    33.573,03    kWh    atau    setara    Rp.49.261.028,12.   Berdasarkan  analisa   indeks  keandalanSystem  Average  Interruption  Duration  Indeks  (SAIDI) dan System Average Interuption Frequency Index (SAIFI) pada  PT.  PLN  (Persero)  Rayon  Kakap,  tahun  2014 masing-masing         mencapai         angka         284,4128Jam/pelanggan/tahun dan 464,6200 Kali/pelanggan/tahun. Pada   tahun   2015    masing-masing    mencapai   angka195,7928       Jam/pelanggan/tahun       dan       357,6137Kali/pelanggan/tahun.  Pada  tahun  2016  masing-masingmencapai   angka   231,7476   Jam/pelanggan/tahun   dan266,5262     Kali/pelanggan/tahun.     Dengan     demikianberdasarkan  indeks keandalan PT.  PLN (Persero) Area Pontianak, indeks keandalan pada PT. PLN (Persero) Rayon Kakap dikategorikan tidak handal. Hal ini seharusnya menjadi rujukan PT. PLN (Persero) untuk memberikan  pengurangan  tagihan  listrik  kepada konsumen yang diatur pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 89 Tahun 2002. Sedangkan berdasarkan indeks keandalan SPLN 68-2 : 1986, IEEE dan WCS indeks keandalan pada PT. PLN (Persero) Rayon Kakap dikategorikan kurang handal.  Kata Kunci : SAIDI, SAIFI, Pemadaman, beban padam, WCS
ANALISIS MODEL TIME SERIES DALAM PERAMALAN JARINGAN BASE TRANSCEIVER STATION (BTS) PER PROVIDER DI KOTA PONTIANAK SAMPAI TAHUN 2025 Singgih Anggi Purnama .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v4i1.13539

Abstract

Abstract The increasing number of customers and traffic, the network capacity is not enough to meet the needs of customers. For carriers issues must always evaluate capacity of the BTS itself, according to customers growth to determine service capability in the future, then operator should apply the theory of traffic forecasting that would happen even on the next month. Cell phone network infrastructure planning requests minimal cultivated hardware issue yet able to meet as much as possible capacity existing traffic. The vendor in the city of Pontianak until 2015 some 413 vendor consisting of Telkomsel, XL, Indosat and Tri, the number of every base station owned by vendor of Telkomsel with 127 BTS, as many as 67 BTS of XL, Indosat about 103 bts and Tri about 116 BTS. A method of time series based on the assumption that, data has internal structure, as autocorelation, a trend or seasonal variations. The data which is used to research is taken from secondary data and it is covering the number of providers in the city of Pontianak and data population of the 2010 until 2015. And also secondary data of telecommunications providers in the city of pontianak in the form of customer and number of BTS. Based on the calculation BTS  forecasting needs 4 gsm providers in the Pontianak city, note that providers Telkomsel to use its in 2010-2014 were 127 its with average construction of around 25 Bts annually increased to 128 BTS until 2025. The Provider requisite of XL on the use of its in 2010-2014 were 67 Bts with average construction of around 13 BTS annually and it is increasing to 70 BTS until 2025. The requisite of providers Indosat on the use of BTS in 2010-2014 were 103 BTS with average construction of around 21 BTS annually increased to 105 BTS until 2025. Meanwhile, the provider needs to use BTS Tri providers in 2010-2014 amounted to 116 base stations with an average of about 23 BTS development increased to 122 base stations per year until 2025. The need for the network as a whole amounted to 70 base stations BTS and the average requisite of BTS network in Pontianak among 2015-2025 amounted to 18 base stations per year. With a significant number of base stations that should be built every year, otherwise the need for the use of the tower shared indispensable. Keywords: BTS, Provider, Forecasting, Time Series
EVALUASI SISTEM PROTEKSI PETIR AYANI MEGAMAL KOTA PONTIANAK Iman Budiman .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 1: Januari 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i1.31697

Abstract

Ayani Megamal sebagai pusat perbelanjaan terbesar di Kota Pontianak diresmikan pada tahun 2005 dengan tinggi  bangunan empat lantai tentu memiliki potensi terkena sambaran petir yang tinggi mengingat petir akan menyambar struktur bangunan di atas tanah. Berdasarkan fakta tersebut tentu penting bagi pihak manajemen perusahaan tersebut untuk melindungi para pengunjung dan penghuni kawasan Ayani MegaMal dari bahaya sambaran petir. Berdasarkan Peraturan Umum Instalasi Penangkal Petir (PUIPP) diperoleh R=17, nilai tersebut menunjukkan bahwa gedung Ayani MegaMal Pontianak memiliki perkiraan bahaya sambaran petir  besar  dan sangat perlu untuk memiliki sistem proteksi petir yang baik. Berdasarkan National Fire Protection Association (NFPA) 780 diperoleh R=30, nilai tersebut menunjukkan bahwa gedung Ayani MegaMal Pontianak sangat perlu untuk memiliki sistem proteksi petir yang baik. Berdasarkan hasil perhitungan tinggi finial, radius perlindungan gedung Ayani Megamal pada arus puncak petir probabilitas sebesar 50%, sebesar 34,79kA menggunakan metode Elektrogeometri diperoleh hasil radius perlindungan SPP1 sebesar 75,35 meter, sedangkan radius perlindungan SPP2 sebesar 72,85 meter. Dengan radius tersebut dapat dilihat bahwa seluruh bagian bangunan terlindungi oleh sambaran petir. Ini berarti penyalur petir tersebut dapat menangkap petir dengan arus minimal 34,79kA. Berdasarkan hasil perhitungan tinggi finial, radius perlindungan gedung Ayani Megamal pada arus puncak probabilitas sebesar 5%, sebesar 7kA menggunakan metode Elektrogeometri diperoleh hasil radius perlindungan SPP1 sebesar 34,99 meter, sedangkan radius perlindungan SPP2 sebesar 34,82 meter. Dengan radius tersebut dapat dilihat bahwa seluruh bagian bangunan belum terlindungi oleh sambaran petir. Ini berarti penyalur petir tersebut tidak dapat menangkap petir dengan arus puncak 7 kA. Petir dengan arus dibawah nilai tersebut dapat diatasi oleh penyalur petir internal. Sehingga pada  gedung Ayani Megamal perlu dipasang penyalur petir internal. Pada gedung Ayani MegaMal Pontianak terdapat sistem proteksi eksternal bangunan, maka pada LVMDP harus terpasang surge protection device (SPD) Tipe 1 atau kombinasi SPD Tipe 1 + 2  dengan arus discharge maksimum 25 kA. Untuk SDP yang jaraknya lebih dari 10 meter dipasang SPD Tipe 2 atau  SPD Tipe 2 + 3 dengan arus discharge maksimum 12,5 kA.
ANALISIS PENGUKURAN REDAMAN KABEL SERAT OPTIK ANTARA STO PEMANGKAT – STO TEBAS MENGGUNAKAN OTDR EXFO FTB-200 Indra Lesmana .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 6, No 1: Juli 2018
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v6i1.27412

Abstract

Fiber optic cable as a transmission medium can increase the number of channels, large bandwidth, the ability to send data at high speed, ensure the confidentiality of data sent, not interrupted by the influence of electromagnetic waves on data, voice and video communication system services. The advantages of fiber optic cable communication systems are factors that affect the level of efficiency or performance quality of a fiber optic cable system, such as attenuation, dispersion, power loss, and so on. The attenuation can be caused by internal factors or external factors. Monitoring fiber optic cable transmission network can be measured using the Optical Time Domain Reflectometer (OTDR) EXFO FTB-200 tool so that it can be compared with the results of calculations using the Power Link Budget method to determine the performance of fiber optic cable transmission networks. The results of measurements and calculations on the STO Pemangkat - STO Tebas link are 11 cores within 20.9 Km, attenuation of optical fiber cables is between 2,248 dB - 13,284 dB with breaking points between 5,1145 Km - 14, 7515 Km caused by external factors namely macrobending. The STO Pemangkat - STO Tebas link fiber optic cable transmission network requires repairs or backbone drawdown with a fiber optic cable length between 0.1139 Km - 5.7338 Km. The network is not feasible because the dB/Km attenuation value exceeds the standard of PT. Telkom Telkom so it needs improvement. Keywords : Optical Fiber Cable, Attenuation, Bending, Power Link Budget, OTDR EXFO FTB-200.