cover
Contact Name
Rudi Kurnianto
Contact Email
rudi.kurnianto@ee.untan.ac.id
Phone
+6285252665807
Journal Mail Official
j3eit@untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak 78124, Indonesia
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology
ISSN : -     EISSN : 30261856     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/j3eit.v11i2
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) (E-ISSN: 3026-1856) is the latest name for the JTE UNTAN, which underwent a name change. This journal has been in circulation within UNTAN since 2013 under its previous name. The name change reflects an evolution in the topics covered by the journal, encompassing the fields of electrical engineering, energy, and information technology. With the establishment of J3EIT, it is expected to become a significant resource for the academic and research community in this discipline, fostering the exchange of knowledge and innovation among professionals in the field of electrical engineering and related areas. By consistently publishing high-quality scientific papers, this journal is expected to play a vital role in advancing knowledge in its field. J3EIT is published three times a year, April, August and December.
Articles 513 Documents
APLIKASI ARTIFICIAL INTELLEGENCE DALAM PERAMALAN KEBUTUHAN ENERGI LISTRIK DI KOTA PONTIANAK DAN SEKITARNYA Gabriel Yourky Sitohang; M. Iqbal Arsyad; Zainal Abidin
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48652

Abstract

Peramalan kebutuhan energi listrik sangat penting dilakukan hal ini tentu bertujuan untuk mengetahui berapa besar energi listrik untuk tahun mendatang. Hal tersebut berupaya untuk tidak merugikan pihak penyedia energi listrik yaitu PT. PLN (persero) karena dalam hal ini tentu banyak biaya yang dikeluarkan, itulah pentingnya melakukan peramalan energi listrik untuk tahun mendatang supaya tidak memakan biaya dan sumber daya lain yang banyak. Didalam penelitian ini menggunakan Artificial Intellegence (AI) atau yang biasa disebut kecerdasan manusia. Kecerdasan manusia ini berbentuk aplikasi yaitu Matlab yang membantu dalam aksi peramalan kebutuhan energi listrik di Kota Pontianak, dan metode yang digunakan adalah metode JST (jaringan syaraf tiruan) yang mana jaringan syaraf tiruan ini memiliki jaringan yang sama seperti otak manusia. Yang dapat memperlajari suatu jaringan neuron  untuk dikembangkan hasilnya. Di penelitian ini tentu juga harus memiliki data sebagai penunjang untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Data yang digunakan adalah data energi terjual. Data tersebut diambil dalam kurun waktu lima (5) tahun yang lalu. Selanjutnya data tersebut dipisahkan menjadi dua bagian, yaitu untuk proses training dan proses pengujian. Setelah itu dilakukan pelatihan dengan memasukan data latih yang terlah dipisahkan, dalam pelatihan hasil terbaik ialah menggunakan training function trainlm yakni menghasilkan error sebesar 0,00000469. Error ini sangat kecil dan dapat diteruskan dengan pengujian. Didalam pengujian data yang dimasukan tentu sudah dipisahkan sejak awal. Pengujian telah dilakukan kemudian akan keluar hasil untuk peramalan kebutuhan energi listrik untuk tahun kedepannya. Dalam penelitian ini kebutuhan energi listrik di Kota Pontianak memiliki rata-rata pertumbuhan yaitu 5%.
CATU DAYA DIGITAL MENGGUNAKAN LM2596 BERBASIS ARDUINO UNO R3 Aris Setiawan; Dedy Suryadi; Elang Derdian Marindani
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 8, No 1: Januari 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v8i1.39582

Abstract

Seiring perkembangan teknologi saat ini, banyak aplikasi yang membutuhkan sumber dc dimana tegangan keluarannya dapat diubah-ubah sesuai kebutuhan pemakai. Penelitian ini bertujuan membuat catu daya yang tegangan keluarannya dapat diatur dan tetap stabil terhadap perubahan dan variasi beban serta memiliki proteksi terhadap arus beban lebih. Secara umum catu daya digital ini menggunakan Arduino Uno R3, Regulator LM2596, Sensor Tegangan 25V, Sensor Arus INA219, software Arduino IDE untuk pemrograman, Potensiometer untuk mengatur tegangan dan batas maksimal arus, LCD sebagai penampil, Relay sebagai proteksi dan Buzzer sebagai tanda ketika terjadi arus beban lebih. Catu daya digital ini memiliki tegangan keluaran yang dapat diubah-ubah sesuai keinginan pengguna dari 1,5-23V dengan arus maksimal 3A. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah memperlihatkan bahwa nilai rata-rata selisih pembacaan tegangan catu daya dengan hasil pengukuran multimeter ialah 0,3V. Nilai selisih rata-rata tegangan keluaran catu daya saat tanpa beban dan ketika diberi beban cooling fan dc 12V 0,14A ialah 0,3V. Nilai selisih rata-rata pembacaan arus pada catu daya dengan hasil pengukuran multimeter ialah 0,01A. Proteksi yang dirancang dapat memutus saluran apabila terjadi arus beban lebih dan dapat menghubungkan kembali apabila arus di bawah batas maksimal setpoint.
ANALISIS INTER RADIO ACCESS TECHNOLOGIES HANDOVER LTE TO UMTS MENGGUNAKAN USER EQUIPMENT SEBAGAI MEASUREMENT REPORTING Dian Wahyudi .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 6, No 1: Januari 2018
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v6i1.24598

Abstract

Kecenderungan  user  yang  selalu  bergerak  tetapi  tetap  ingin  mendapatkan   informasi  dengan  bandwidth  serta kecepatan akses yang tinggi membuat operator penyedia layanan harus menerapkan sistem perpindahan yang baik, agar mobilitas pengguna tidak mengalami terputusnya hubungan komunikasi pada saat bergerak. Penelitian skripsi ini fokus pada pembahasan analisis Inter RAT handover antara LTE to UMTS. Unjuk kerja dari analisis handover ditentukan  dengan hasil drive test menggunakan  handphone  yang telah terinstal nemo handy dengan metode idle mode dan data mode. Skenario dari handover ini berdasarkan Intra-system  event A1 sampai dengan A5 dan Inter- system B1 dan B2 yang telah tetapkan oleh 3GPP dari event ini berdasarkan nilai hasil drive test yang dilakukan. Setelah  melakukan  drive  test,  analisa  berikutnya  dilakukan  dengan  memploting  hasil  drive  test  kedalam  nemo analyze untuk mendapatkan nilai paremeter pada titik terjadinya handover. Dari hasil ploting yang dilakukan maka pada jaringan 4G LTE metode idle mode didapatkan RSRP dengan nilai -117,5 dBm, RSRQ dengan nilai -12,3 dB dan metode data mode didapatkan RSRP dengan nilai -114 dBm, RSRQ dengan nilai   -10 dB. Pada jaringan 3G UMTS sebagai penerima jaringan dari 4G LTE, didapatkan nilai pada metode idle mode yaitu RSCP dengan nilai -97,5 dBm, Ec/No dengan nilai -10 dB dan metode data mode RSCP dengan nilai -111 dBm, Ec/No dengan nilai -10dB. Dari hasil ploting didapatkan juga nilai dari RSSI pada titik handover jaringan 4G LTE dengan nilai -88,2 dBm pada metode idle mode, -84 dBm pada metode data mode. Untuk RSSI jaringan 3G UMTS dengan nilai -87,5 dBm pada metode idle mode, -101 dBm pada metode data mode. Kata Kunci : Inter-RAT, Handover, Drive test, parameter 4G LTE, parameter 3G UMTS
Redesain Instalasi Penerangan Listrik Rumah Sakit Kharitas Bhakti Pontianak Jhorgy Arya Putra; Junaidi -; Rudy Gianto
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v11i1.61696

Abstract

Rumah Sakit Kharitas Bhakti Pontianak merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, gawat darurat, pelayanannya disediakan oleh dokter, perawat dan tenaga ahli kesehatan lainnya di Kota Pontianak. Rumah sakit Kharitas Bhakti ini berlokasi di Jalan Siam No.153, Kota Pontianak. Rumah sakit ini berdiri sejak tahun 1926 di bawah yayasan Sosial Cung Hwa Yang Ping Sou, Rumah Sakti Kharitas Bhakti di dalam perjalanannya terjadi pengembangan dibangunlah gedung baru Rumah Sakti Kharitas Bhakti Tahap ke I yang pada saat ini masih dalam tahap proses pembangunan gedung yang merupakan bagian tahap pekerjaan. Pada Rumah Sakti Kharitas Bhakti Pontianak ini masih terdapat titik penerangan listrik di setiap ruangan rumah sakit yang terpasang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sehingga di mana perlu adanya evaluasi ulang terhadap pembangunan khususnya di bagian instalasi penerangan listrik pada Rumah Sakti Kharitas Bhakti dengan cara melakukan redesain. Redesain instalasi penerangan listrik ini bertujuan untuk optimalisasi penerangan listrik di rumah sakit yang sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016 dan perhitungan SNI 6197-2011. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisa dari redesain instalasi penerangan listrik Rumah Sakti Kharitas Bhakti Pontianak didapatkan total beban keseluruhan sebesar 21186 W atau 21,186 KW dengan rancangan anggaran biaya sebesar Rp.524.522.000,00.
RANCANG BANGUN ROBOT TERBANG MODEL TRICOPTER MENGGUNAKAN STM32F Indra Krista .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 6, No 1: Juli 2018
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v6i1.29985

Abstract

Robot terbang tricopter dirancang dengan menggunakan flight controller SP-Racing F3 10DOF (Degree Of Freedom) yang sudah memiliki mikrokontroler STM32F,dilengkapi dengan sensor gyroscope dan sensor accelerometer yang berfungsi untuk menstabilkan posisi robot. Robot terbang tricopter terdiri dari motor brushless, electronic speed control (ESC), mikrokontroler STM32F, sensor gyroscope, sensor accelerometer, propeller, remote control,penerima (receiver) remote control dan menggunakan sumber energy berupa baterai Li-Po 2200mAh dengan tegangan 11,1 volt. Pembuatan frame dengan menggunakan akrilik transparan untuk bagian atas dan bagian bawah dengan ketebalan 4mm, panjang 25cm dan lebar 15cm. Untuk bagian lengan tricopter, digunakan aluminium batang sepanjang 35cm, lebar 2cm dan tinggi 1cm. Hasil pengujian yang dilakukan bahwa tricopter mampu mengangkat beban maksimum 3.105kg dengan resultan gaya sebesar 30.429N. Jarak jangkauan RC saat dilakukan pengujian dibatasi dengan jarak 100 meter. Pada saat pengujian, tricopter diterbangkan dengan ketinggian 50 meters ampai 80 meter dari permukaan tanah dan hasil yang didapatkan sangat memuaskan, karena tricopter terbang dengan sangat stabil.
ANALISIS PERHITUNGAN KWH TERSELAMATKAN PADA PEKERJAAN DALAM KEADAAN BERTEGANGAN (PDKB) SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH (SUTM) 20 KV CABANG SINGKAWANG Leo Sugiarto .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 3, No 2: Juli 2015
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v3i2.12031

Abstract

Meningkatnya kebutuhan energi listrik di semua sektor kegiatan. Listrik digunakan untuk mendukung aktivitas masyarakat sehari hari. Salah satu solusi dalam proses perbaikan, pemeliharaan serta perluasan jaringan untuk mengurangi tingkat pemadaman yang cukup tinggi adalah dengan menggunakan teknik PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan). Pada pekerjaan perbaikan yang dilakukan pada penyulang Kota 2 dan Penyulang GM Situt 1 secara bergantian, pada penyulang kota 2 didapatkan KWh terselamatkan dari pekerjaan pada gardu 20 dan 15 sebesar 6.859,485 MWh. Total daya yang dikirim ke penyulang Kota 2 setelah perbaikan gardu 20 selesai perbaikan dan dilanjutkan pada gardu 15 sebesar 1.278,539 MW. Pada penyulang GM Situt 1 didapatkan KWh terselamatkan dari pekerjaan perbaikan gardu 185, 186, dan 16 12.892,239 MWh. Total daya kirim setelah perbaikan gardu 185, dan 186 dan dilanjutkan ke gardu 16 sebesar 1.597,429 MW Kata kunci : Pemadaman, Pemeliharaan, Perluasan Jaringan, PDKB
IDENTIFIKASI PERFORMANSI RSL TRANSMISI DUA ARAH MICROWAVE LINK END SITE DENGAN LINK BACKBONE MENGGUNAKAN iMASTER NCE Alpianto Noti Lante; Redi Ratiandi Yacoub; Dedy Suryadi; Fitri Imansyah; Jannus Marpaung
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.50169

Abstract

Penelitian ini membahas kinerja transmisi dua arah microwave link endsite Palem Jaya ke Bodok Ujung dan jaringan backbone MGW Pontianak ke Bappeda Pontianak berdasarkan pengukuran nilai RSL yang mengacu kepada International Telecomunnication Union (ITU). Adapun tujuan dalam penelitian ini ialah menganalisis kinerja transmisi dua arah mircowave link end site Palem Jaya ke Bodok Ujung dan jaringan backbone MGW Pontianak ke Bappeda Pontianak dengan meninjau pengaruh cuaca, dimana nilai RSL diperoleh dari website iMaster NCE. Hasil yang diperoleh dari kinerja transmisi microwave link end site Palem Jaya ke Bodok Ujung dan backbone MGW Pontianak ke Bappeda Pontianak ialah sangat baik, cukup baik dan buruk/tidak layak beroperasi. Pada microwave link end site Palem Jaya ke Bodok Ujung nilai RSL terburuk terjadi  pada pengukuran ke-15 sebesar -94,9 dBm dan -88,6 dBm sedangkan pada microwave link backbone MGW Pontianak ke Bappeda Pontianak nilai RSL terburuk terjadi pada pengukuran ke-15 sebesar -91,8 dBm. Penurunan nilai RSL terjadi dikarenakan faktor intensitas curah hujan yang tinggi, jarak dan obstacle sehingga transmisi gelombang radio dalam perambatannya menyebabkan daya sinyal melemah yang disebabkan oleh penyerapan daya sinyal pada benda yang dilalui saat pentransmisian sinyal.
IDENTIFIKASI DAN ANALISIS OCCUPANCY JARINGAN GSM MENGGUNAKAN RECEIVER ROHDE&SCHWARZ PR100 - Masdi; Fitri Imansyah; F. Trias Pontia W
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 8, No 2: Juli 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v8i2.41890

Abstract

Occupancy merupakan pendudukan suatu sinyal yang dipancarkan operator selama waktu monitoring pengambilan data frekuensi radio. Pengukuran dilakukan dengan pemasangan antena yang berfungsi sebagai penerima pada rentang frekuensi seluler GSM 900 MHz dan 1800 MHz. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah mengetahui occupancy jaringan, teknologi sinyal yang diaplikasikan, level sinyal (dBV/m) dan jarak BTS terdekat dari titik koordinat pengambilan data di Kota Pontianak dengan menggunakan Receiver Rohde & Schwarz PR 100 dan Google Earth. Penelitian ini dilakukan di Kota Pontianak khususnya, Kecamatan Pontianak Tenggara, Pontianak Selatan dan Pontianak Kota. Berdasarkan data dari hasil penelitian yang diperoleh, occupancy dari tiga kecamatan rata-rata 100%, dan jarak BTS terdekat dari empat arah. Barat, Timur, Selatan dan Utara hasil dari pengukuran BTS terdekat ada beberapa jarak BTS yang tidak terukur dari arah, sehingga level sinyal rendah. Dengan ter indentifikasinya Occupancy jaringan GSM 900 MHz dan 1800 MHz dapat dinyatakan bahwa kuat sinyal yang dapat diakses oleh masyarakat secara mobile maupun fixed tergantung jarak BTS dari lokasi titik koordinat perangkat dimana digunakan. Karena semakin dekat jarak BTS dengan perangkat semakin kuat pula jaringan yang dapat di akses begitu pula sebaliknya, semakin jauh jarak perangkat dari BTS semakin lemah sinyal yang dapat di akses bahkan dapat menyebabkan tidak dapat akses jaringan karena jarak yang jauh dari BTS. Waterfall merupakan pendekatan atau pengembangan level sinyal (dBV/m) jaringan seluler GSM 900 MHz dan 1800 MHz di Kota Pontianak. Threshold merupakan ambang batas dari sinyal jaringan GSM 900 MHz dan 1800 MHz yang ditentukan pada saat melakukan monitoring, threshold GSM 900 MHz dan 1800 MHz di kecamatan Pontianak Tenggara 10,0 (dBV/m), Pontianak Selatan 24,0 (dBV/m), Pontianak Kota 10,0 (dBV/m).
RANCANG BANGUN PINTU OTOMATIS PADA SHELTER BASE TRANCEIVER STATION (BTS) BERBASIS WEMOS DI MINI MENGGUNAKAN WEB Jheri Mayco Saragih .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 6, No 1: Januari 2018
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v6i1.25289

Abstract

In this modern world, digital technology is rapidly improving, there is much automation being developed nowadays. The door that is used to be opened manually; now can probably be designed as automated too, so it would ease people in doing various activities and the automation is completed by safety system as well, so the door can only be opened by certain people. With the fast improving technology, the author is trying to apply such technology in automating a web-based door. One of the systems is the Automatic Door Opener System based on mini Wemos D1 using the web. This design was an idea that appeared when the author was doing an internship in PT. Aplikanusa Lintasarta. Such safety system was needed in the shelter room to keep the equipment safe inside the room. A design that could ease the technician’s work was needed in solving the problems of PT Aplikanusa Lintasarta costumers. The shelter has an important function in each of its locations, so a safety system is needed to keep each of the important equipment inside the shelter itself. Because the technician is often doing the rehabilitation in its equipment as well as improvement in the disturbance, the author intention is to help the technicians, so they don’t have to bring the shelter keys anymore and for the shelter safety reason itself. This expected to help in monitoring the door’s condition that can be done without having to directly watch for the shelter’s location directly. To ease the technicians’ work and to make them work more efficiently, a tool to open the shelter door and to monitor the shelter door condition is needed wherever the disturbance location is. The safety system will facilitate the technician that needs to reach the disturbance location especially when he forgot to bring the destined shelter key. A study then is being conducted by making a tool in hopes the PT. Aplikanusa Lintasarta main office which is located in Pontianak is being able to monitor and open the shelter door based on the shelter areas using a web-based automatic door detection system. Keywords: shelter, safety, analog, digital, web
ANALISA PERBAIKAN FAKTOR DAYA MENGGUNAKAN KAPASITOR BANK PADA PENYULANG SURUK PT PLN (Persero) ULP PUTUSSIBAU Aleng Umardi Saputra; M. Iqbal Arsyad; Zainal Abidin
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v11i1.63021

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan faktor daya, mementukan letak dan menghitung kapasitas penggunaan kapasitor bank. Untuk mengetahui faktor daya sebelum dan sesudah dipasang kapasitor bank digunakan metode Newton-Raphson. Kondisi faktor daya rata-rata awal Penyulang Suruk sebesar 0,827 dan tidak memiliki bus yang memenuhi standar SPLN 70-1:1985 yaitu lebih dari 0,85. Penentuan lokasi pemasangan kapasitor bank menggunakan metode Loss Sensitivity Factor dipadukan dengan nilai normalisasi bus. Kapasitas kapasitor bank optimal diperoleh dengan melakukan perhitungan dan beberapa skenario sampai faktor daya rata-rata melebihi standar. Meningkatkan faktor daya menjadi 0,95 Skenario 2 ditempatkan 2 buah kapasitor bank pada bus 14 dan 25 masing-masing 344,217 kVAr membuat 24 bus memenuhi standart dengan faktor daya rata-rata 0,869  dan Skenario 5 ditempatkan 11 buah kapasitor bank pada bus 5, 6, 7, 10, 14, 17, 19, 20, 21, 25 dan 26 masing-masing 62,584 kVAr  membuat 25 bus memnuhi standart dengan faktor daya rata-rata 0,860. Pada skenario 2 dan skenario 5 faktor daya rata-rata memenuhi SPLN 70-1:1985. Namun skenario 5 lebih banyak bus yaitu 25 memenuhi standar Sehingga skenario 5 menjadi skenario yang optimal dalam penelitian ini untuk dilakukan pemasangan kapasitor bank.

Page 8 of 52 | Total Record : 513