cover
Contact Name
Ahyuni
Contact Email
geografi@ppj.unp.ac.id
Phone
+6281374313571
Journal Mail Official
geografi@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Departemen Geografi FIS UNP
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Buana
ISSN : -     EISSN : 26152630     DOI : https://doi.org/10.24036/student.v3i1
The journal welcomes contributions in such areas of current analysis in: Geography Education Geography Education
Articles 725 Documents
Analisis Pencemaran Udara Akibat Kepadatan Jalan Lalu Lintas di Kota Padang (Studi Kasus: Karbon Monoksida di Jalan Prof.Dr.Hamka, Jalan Khatib Sulaiman, dan Jalan Rasuna Said) Putri Ines Wijaya
JURNAL BUANA Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v2i2.110

Abstract

ANALISIS PENCEMARAN UDARA AKIBAT KEPADATAN JALAN LALU LINTAS DI KOTA PADANG (Studi Kasus: Karbon Monoksida di Jalan Prof Dr Hamka, Jalan Khatib Sulaiman, dan Jalan Rasuna Said) Putri Ines Wijaya1 , Triyatno2, Febriandi3 Program Studi Geografi Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang Email : putriines.wijaya@yahoo.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kepadatan kendaraan bermotor Jalan Prof. Dr. Hamka, Jalan Khatib Sulaiman, dan Jalan Rasuna Said, Kota Padang, (2) mengetahui volume karbon monoksida (CO) yang dilepaskan kendaraan bermotor yang diakibatkan oleh kepadatan Jalan Prof. Dr. Hamka, Jalan Khatib Sulaiman, dan Jalan Rasuna Said, Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data primer untuk melihat volume kendaraan, kadar karbon monoksida (CO), dan meteorologi. Data yang diperoleh di lapangan diolah dengan menggunakan rumus dari Interval untuk jumlah kendaraan, rumus ISPU (Indeks Standar Pencemaran Udara) untuk karbon monoksida (CO) di udara. Hasil penelitian menemukan bahwa, (1) kepadatan tertinggi terjadi di ruas Jalan Khatib Sulaiman dihari Senin total jumlah kendaraan 13125 unit kendaraan dengan lebar ruas jalan 3,50 meter. Kepadatan terendah di hari Sabtu di ruas Jalan Khatib Sulaiman total jumlah kendaraan 3826 unit kendaraan (2) konsentrasi gas CO tertinggi di Jalan Prof. Dr. Hamka sebesar 160,66 mg/m3 kategori udara tidak sehat, sedangkan konsentrasi terendah di Jalan Rasuna Said sebesar 26,67 mg/m3 kategori udara belum tercemar. Kata kunci : kepadatan lalu lintas, pencemaran udara, karbon monoksida (CO) ABSTRACT His study aims to: (1) know the density of motor vehicles Road Prof. Dr. Hamka, Jalan Khatib Sulaiman, and Jalan Rasuna Said, Kota Padang, (2) to know the volume of carbon monoxide (CO) released by motor vehicles caused by the density of Prof. Roads. Dr. Hamka, Jalan Khatib Sulaiman, and Jalan Rasuna Said, Padang City. The type of this research is descriptive quantitative by using primary data to see vehicle volume, carbon monoxide (CO), and meteorology. The data obtained in the field is processed using the formula of the Interval for the number of vehicles, the formula of the ISPU (Air Pollution Standard Index) for carbon monoxide (CO) in the air. The results found that, (1) the highest density occurred in Jalan Khatib Sulaiman Street on Monday total vehicle number 13125 units of vehicles with road width of 3.50 meters. The lowest density on Saturdays in Jalan Khatib Sulaiman total number of vehicles of 3826 units of vehicles (2) the highest CO gas concentration on Jalan Prof. Dr. Hamka of 160.66 mg/m3 unhealthy air category, while the lowest concentration in Jalan Rasuna Said of 26.67 mg/m3 air category has not been contaminated. Keywords: traffic density, air pollution, carbon monoxide (CO)
Komparasi Hasil Belajar Siswa Antara Model Make A Match Dengan Model Jigsaw Pada Mata Pelajaran Geografi di Kelas X IPS SMA Negeri 3 Batusangkar Tri Perra Paula Tama; Nofrion .
JURNAL BUANA Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v2i2.112

Abstract

KOMPARASI HASIL BELAJAR SISWA ANTARA MODEL MAKE A MATCH DENGAN MODEL JIGSAW PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X IPS DI SMAN 3 BATUSANGKAR Tri Perra Paula Tama¹,Surtani², Nofrion² Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang Email : perrapaula@gmail.com Abstrak Jenis penelitian ini adalah Eksperimen, dengan populasi penelitian adalah seluruh kelas X SMA N 3 Batusangkar yang terdaftar pada tahun ajaran 2017/2018. Teknik pengambilan sampel yang digunakan Total Sampling. Penelitian ini dilakukan di SMA N 3 Batusangkar. Hipotesis penelitian di uji dengan uji t-test pada taraf nyata 0,05 dan dk = 48, sebelum menggunakan uji t-test dilakukan uji prasyaratan analisis yaitu uji Normalitas dan Homogenitas. Berdasarkan hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa kelas yang menggunakan model pembelajaran Make A Match memiliki rata-rata hasil belajar 84,28 dan kelas yang menggunakan model Jigsaw memiliki rata-rata hasil belajar 77,2. Dari hasil uji beda kedua kelas diperoleh t hitungsebesar 3,293 > t tabel 2.021 pada taraf signifikan 0,05 dengan demikian hipotesis kerja Hi dapat diterima. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Make A Match dengan Model Jigsaw. Kata Kunci : Hasil Belajar, Model Make A Match, Model Jigsaw Abstract The type of this research is experiment, with research population is all class X SMA N 3 Batusangkar registered in academic year 2017/2018. Sampling technique used Total Sampling. This research was conducted in SMA N 3 Batusangkar. The research hypothesis was tested by t-test at the real level of 0.05 and dk = 48, before using the t-test test, it was tested by the pre-tested test that is the normality and homogeneity test. Based on the results of data analysis showed that the class that uses the Make A Match learning model has an average learning outcome of 84.28 and the class using the Jigsaw model has an average learning outcome of 77.2. From the results of different test the two classes obtained t arithmetic of 3.293> t table 2.021 at a significant level of 0.05 thus Hi working hypothesis acceptable. It can be concluded that there is a significant difference between student learning outcomes by using the model of Make A Match learning with Jigsaw Model. Keywords: Learning Outcomes, Make A Match Model, Jigsaw Model ¹Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi untuk Wisuda Maret 2018 Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang ²Dosen Program Studi Pendidikan Geografi, Dosen Pembimbing 1.Drs.Surtani,M.Pd,Pembimbing 2. Nofrion,S.Pd,M.Pd
Analisis Ketersediaan Air Irigasi Untuk Pertanian Padi di Kecamtan Padang Ganting Kabupaten Tanah Datar Fajri Saputra
JURNAL BUANA Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v2i2.113

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menghitung berapa ketersediaan air di Batang Selo, menghitung berapa kebutuhan air irigasi untuk pertanian padi di Kecamatan Padang Ganting dan menentukan pola tanam yang tepat berdasarkan ketersediaan air yang ada di Kecamatan Padang Ganting. Jenis penelitian menggunakan metode deskriktif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah sawah irigasi teknis seluas 692 ha. Teknik pengumpulan data yaitu dari pengumpulan data sekunder, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan sebagai berikut: Debit rata-rata Batang Selo yaitu sebesar 5,41 m3/dt dan debit yang sampai ke saluran irigasi pada saluran primer adalah sebesar 1,56 m3/dt, pada saluran sekunder sebesar 0,024 m3/dt dan saluran tersier 0,0011 m3/dt. Kebutuhan air untuk pertanian yaitu berkisar antara 0,10 m3/dt sampai 0,62 m3/dt untuk masa tanam I dan kebutuhan air untuk masa tanam II yaitu 0,10 sampai 0,57 m3/dt dan untuk pola tanam yang tepat pada daerah penelitian adalah Padi-padi-palawija dengan kebutuhan air pada masa tanam I yaitu 0,12 sampai 0,40 dan untuk kebutuhan air pada masa tanam II yaitu 0,11 sampai 0,42 m3/dt. Kata kunci: Debit sungai, kebutuhan air irigasi, pola Tanam.
Kategori Zona Rawan Longsor Jalur Transportasi Bungus Teluk Kabung Menuju Sungai Pisang di Kota Padang wirman nofriadi
JURNAL BUANA Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v2i2.114

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tentangpenggunaan lahan, tekstur tanah, pelapukan batuan, kemiringan lereng, intensitas curah hujan, dan sebaran kelas zona rawan longsor sepanjang Jalur Transportasi Bungus Teluk Kabung menuju Sungai Pisang di Kota Padang. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan metode survey. Pengambilan sampel penelitian diambil berdasarkan satuan lahan di daerah penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah penskoran dengan overlay dari lima parameter yaitu: Tekstur Tanah, Pelapukan Batuan, Kemiringan Lereng, Curah Hujan dan Penggunaan lahan. Hasil penelitian ditemukan: 1) penggunaan lahan ditemukan pemukiman 33%, pertanian lahan kering 22%, semak belukar22%, dll 22%. 2)tekstur tanah yang lebih dominan adalah liat berdebu sebanyak 44%, pasir 33% dll 33%. 3)pelapukan batuan berada dalam kategori tidak lapuk 33%, lapuk sedang 22%, lapuk ringan 22 %, dll 22%, 4)kemiringan lereng bervariasi yaitu kategori datar 33 % curam 22%, sangat curam 22%, dll 22%. 5)curah hujan BMKG Teluk Bayur Kota Padang periode 2012-2016 dengan rata rata 368.82 mm/bln dalam kategori sangat tinggi. 6) Kelas longsor Zona I, terdapat pada titik sampel 4, 5, 7, 9. Kelas longsor Zona II terdapat pada titik sampel 1, 8. Kelas longsor Zona III, terdapat pada titik sampel 2, 3, 6. Kata Kunci : Satuan Lahan, Longsor Sepanjang Jalur.
Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Tebu di Kecamatan Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar riski hidayat
JURNAL BUANA Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v2i2.115

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan di Nagari Batu Bulek Kecamatan LintauBuo Utara Kabupaten Tanah Datar. Maka peneliti ingin melakukan penelitian untuk mengetahui apakah daerah Kecamatan Lintau Buo Utara cocok atau tidak dijadikan sebagai areal tanaman tebu. Peneliti ingin melihat dan meneliti lahan yang sesuai untuk pengembangan tanaman tebu berdasarkan karakteristik lahan dan syarat tumbuh tanaman tebu.Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan metode yang digunakan adalahmetodekuantitatif. Penentuan titik sampel menggunakan purposive sampling yaitu penarikan yang berdasarkan satuan lahan dengann pertimbangan tertentu untuk menentukan sampel penelitian. Pengambilan sampel penelitian diambil berdasarkan satuan lahan yang ada di Nagari Batu Bulek Kecamatan Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan cara matching dengan karakteristik fisik dan syarat tumbuh tanaman tebu. Hasil penelitian ditemukan: 1) kemiringan lereng antara 15% hingga 21%, 2)drainase tanah (baik, sedang dan agak terhambat)3) pH tanah 5,75 hingga 6,68, 4)kandungan bahan organik 0,86% hingga 5,66%, 5)curah hujan 2281,8mm/thn, 6)kedalaman efektif tanah68 cm hingga 85 cm, 7)batuan permukaan <5% dan tanpa singkapan batuan. tingkat kesesuaian lahan sangat sesuai (S1), sesuai (S2). Satuan lahan yang dikategorikan sangat sesuai (S1)V7.III.Qamg.Kam.HP. Satuan lahan yang dikategorikan sesuai (S2) V7.III.PCkl.Kam.HP, V7.III.PCks.Kam.HP, V7.III.PCks.Kam.PLB, V7.III.Qamg.Kam.PLB, V7.III.Qamg.Kam.PLK. Kata Kunci : Karakteristik Lahan, Kesuburan Tanah, Kesesuaian Lahan
Analisis Perkembangan Kawasan Terbangun Bagian Utara Kota Payakumbuh alil muhakym
JURNAL BUANA Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v2i2.116

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan dan luas perubahan penggunaan lahan kawasan terbangun Bagian Utara Kota Payakumbuh pada tahun 2007 dan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan adalah Citra Quickbird tahun 2007 dan tahun 2016. Hasil penelitian ini menunjukkan untuk: (1) perubahan penggunaan lahan untuk kawasan terbangun Bagian Utara Kota Payakumbuh ini selalu meningkat dari tahun ke tahun yaitu terdapat kenaikan jumlah luas perubahan, (2) Perubahan luas lahan terbangun bagian utara Kota Payakumbuh selama kurun waktu 10 tahun terjadi peningkatan sebesar 266 ha dimana pada tahun 2007 yaitu sebesar 150 ha meningkat menjadi 416 ha pada tahun 2016.
Pola Mobilitas Penduduk Non Permanen pada Daerah Aksesibilitas Rendah di Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung Fierza Inestasia
JURNAL BUANA Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v2i2.118

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data dan gambaran mengenai pola mobilitas penduduk non-permanen pada daerah aksesiblitas rendah di Kecamatan Sijunjung dilihat dari : 1) Karakteristik pelaku, 2) Arah tujuan, 3) Alasan mobilitas , 4) Pola mobilitas. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini rumahtangga di Nagari Silokek, Nagari Durian Gadang, Nagari Aie Angek, Nagari Solok Ambah, dan Nagari Paru, dengan menggunakan rumus slovin mendapatkan jumlah sampel responden 97 rumahtangga. Dengan teknik analisa data menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian meliputi : 1) Terdapat 95 orang dari 97 rumahtangga yang melakukan mobilitas non-permanen, dominan berstatus sebagai anak berjumlah 54 orang (57%). Karakteristiknya dominan laki-laki berjumlah 58 orang (61%), dominan berumur 18 – 28 tahun berjumlah 35 orang (37%). Pendidikan terakhir dominan tamat SMP berjumlah 22 orang (23%). Pekerjaan dominan sebagai pelajar/mahasiswa berjumlah 32 orang (34%). Pendapatan dominan tidak memiliki pendapatan berjumlah 32 orang (34%). 2) Arah dominan melewati batas kecamatan berjumlah 49 orang (51%). 3) Alasan dominan karena pekerjaan berjumlah 63 orang (66%). 4) Pola mobilitas dominan menginap berjumlah 61 orang (64%).
Pengembangan Media Pembelajaran Geografi Berbasis Prezi pada Materi Dinamika Atmosfer dan Dampaknya Terhadap Kehidupan nilam nilam sari
JURNAL BUANA Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v2i2.119

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk media pembelajaran geografi berbasis prezi pada materi dinamika atmosfer dan dampaknya terhadap kehidupan yang valid dan praktis digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Jenis penelitian ini termasuk penelitian Research and Development dengan menggunakan model 4-D sebagaimana yang disarankan Thiagarajan dan Semmel dalam Trianto (2010: 189). Model ini dikembangkan dalam empat tahap yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran geografi berbasis prezi berada pada kategori valid dari ahli materi dengan nilai 89,425%, kategori sangat valid dari ahli media dengan nilai 91,44%, kategori praktis dari guru geografi SMA 8 Padang dengan nilai 88,46% dan kategori praktis dari siswa dengan nilai 82,34%.
Kontribusi Kesejahteraan Ekonomi Pertambangan Emas terhadap Pendapatan Pekerja dan Pendulang di Nagari Lubuk Gadang Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan Siska Yuliati
JURNAL BUANA Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v2i2.120

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan di Nagari Lubuk Gadang Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan yang bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pendapatan pekerja dompeng dan pendulang emas, (2) kontribusi pendapatan rumah tangga pekerja dompeng dan pendulang emas di Nagari Lubuk Gadang Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah pekerja dompeng dan pendulang emas yang terdiri dari 1025 orang. Teknik pengambialan sampel adalah random sampling jumlah sampel ditetapkan menggunakan rumus slovin dengan sampel sebanyak 42 orang. Data yang di kumpulkan melalui penyebaran kuesioner atau angket. Hasil penelitian ini menunjukkan kegiatan ekonomi yang dilakukan pekerja dompeng dan pendulang emas di Nagari Lubuk Gadang Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan memberikan (1) pendapatan pekerja dompeng dan pendulang emas telah memenuhi kebutuhan anggota rumah tangga pekerja dompeng dan pendulang emas. (2) Kontribusi ekonomi yang dilakukan oleh pekerja dompeng yaitu sebesar Rp 1.000.000 – Rp 20.000.000/bulan dan pendulang emas yaitu sebesar Rp 1.000.000 – Rp 16.000.000/bulan.
Valuasi Ekonomi Hutan Mangrove di Kecamatan Bungus Teluk Kabung Kota Padang Ririn Syafitri Prima Elit
JURNAL BUANA Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v2i2.121

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Bungus Teluk Kabung Kota Padang yang bertujuan untuk mendeskripsikan persebaran hutan mangrove berdasarkan kerapatannya menggunakan analisis NDVI (Normalization Difference Vegetation Index) dan menjelaskan nilai hutan mangrove sebagai pencegah abrasi pantai dan instrusi air laut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dan angket. Data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Data primer berupa koordinat lokasi hutan mangrove berdasarkan kerapatannya, pengukuran tanggul abrasi, dan data sekundernya adalah jumlah penduduk Kecamatan Bungus Teluk Kabung, dan biaya tanggul penahan abrasi. Populasi penelitian semua masyarakat dan hutan mangrove dan pengambilan sampel dengan metode purposive sampling, adapun pertimbangan yang dipakai yaitu wilayah yang terdapat hutan mangrove, yang memiliki tanggul penahan abrasi pantai dan intrusinya paling tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas hutan mangrove di adalah 108 Ha dengan kerapatannya yang berbeda-beda mulai dari kerapatan jarang, sedang dan lebat, hasil kerapatan yang paling lebat dan paling luas terdapat di Kelurahan Teluk Kabung Tengah dengan luas 54 Ha sedangkan kelurahan Bungus Barat luas hutan mangrovenya 1 Ha dengan kategori kerapatan yang rendah. Valuasi hutan mangrove sebagai pelindung abrasi adalah senilai Rp 9.508.200.000.000,00/tahun dan sebagai pencegah intrusi air laut yaitu Rp 823.840.000,00/tahun.

Page 6 of 73 | Total Record : 725