cover
Contact Name
Gurid Pramintarto Eko Mulyo
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+6281388020058
Journal Mail Official
jurnal.keperawatan@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung Jl.Dr. Otten No 32 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale menerima publikasi dalam makalah penelitian artikel asli, makalah tinjauan, laporan kasus di Indonesia atau negara lain untuk memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan dan keperawatan. Ruang lingkup Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah bidang keperawatan.
Articles 76 Documents
GAMBARAN PELAKSANAAN ISOLASI PADA PASIEN COVID-19 DI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA (BPSDM) PROVINSI JAWA BARAT
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v2i2.1253

Abstract

The increase in the number of positive cases of COVID-19 in Indonesia is one of the biggest problems we are currently facing. Various kinds of healing methods are being carried out by all health workers. The same is true for all Indonesian citizens, including preventing the spread of COVID-19. One of the transmission prevention methods recommended by the Ministry of Health is to isolate yourself, be it self-isolation at home or in isolation provider facilities. The purpose of this study was to determine the implementation of isolation in patients with COVID-19 at the Human Resources Development Agency (BPSDM) of West Java Province. This research is a descriptive quantitative research. The population in this study were patients with COVID-19 who were undergoing treatment at the West Java Province Human Resources Development Agency (BPSDM). The sample in this study were 30 patients using purposive sampling technique. Data was collected by distributing online questionnaires in the form of Google Form. The results of this study indicate that almost all patients with COVID-19 at the BPSDM of West Java Province, as many as 29 respondents (96.7%) have carried out isolation properly and correctly, which includes the implementation of the use of PPE, privacy/beds, access to open spaces, availability of clean water, hand hygiene, toilets, washing clothes, garbage, ventilation, food logistics, food equipment, access to entertainment, worship facilities, access to evacuation, and families. It can be concluded that the implementation of the isolation of patients with COVID-19 at the BPSDM of West Java Province is in the good category. It is recommended that the implementation of COVID-19 isolation at the West Java Province Human Resources Development Agency (BPSDM) can be maintained and improved to prevent more cases from occurring.
Stres Mempengaruhi Kualitas Hidup Pasien Hipertensi di Puskesmas Garuda Kota Bandung
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v3i1.1352

Abstract

Hipertensi seringkali dijuluki sebagai silent killer, artinya sesuatu yang secara diam-diam dapat menyebabkan kematian mendadak bagi para penderitanya. Hipertensi di Puskesmas Garuda pada penderita berusia ≥15 tahun berjumlah 19.111 jiwa. Hipertensi dapat dipengaruhi oleh faktor psikologis yaitu stres. Kualitas Hidup dipengaruhi oleh stres.Tujuannya yaitu untuk melihat hubungan antara stres dengan kualitas hidup pada pasien hipertensi Di Puskesmas Garuda Kota Bandung. Metode penelitian yaitu penelitian kuantitatif dengan desain analitik pendekatan cross sectional. Accidental sampling adalah teknik sampling yang digunakan dengan jumlah responden sebanyak 45. Kuesioner Perceived Stress Scale Cohen (PSS Cohen) dan kuesioner World Health Organization Quality Of Life (WHOQOLBREF) adalah alat pengumpulan data yang digunakan. Data analisis univariat (karakteristik responden, stres, dan kualitas hidup) disajikan dalam distribusi frekuensi. Analisis bivariat dilakukan uji rank spearman untuk menguji hubungan kedua variabel. Hasil penelitian diperoleh P value = 0,001. P value < α (0,05), maka H0 ditolak, sehingga disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara stres dengan kualitas hidup pada pasien hipertensi di Puskesmas Garuda Kota Bandung. Berdasarkan hal tersebut perawat di puskesmas direkomendasikan untuk menyiapkan alat ukur stres, mengkaji stres secara berkala dan memberikan intervensi dalam menangani stres. Pasien hipertensi direkomendasikan untuk dapat mengendalikan stres agar meningkatkan kualitas hidup.
Perilaku Verbal Bullying terhadap Harga Diri Remaja di SMPN 40 Kota Bandung
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v3i1.1354

Abstract

Di lingkungan pendidikan, ada 226 insiden bullying dengan kekerasan fisik dan verbal pada tahun 2022, dengan 18 insiden tersebut terjadi secara online. Verbal Bullying adalah ketika seseorang menggunakan bahasa bermusuhan dengan tujuan menimbulkan bahaya atau kegelisahan pada orang lain. Remaja yang mengalami bullying mungkin mengalami konsekuensi negatif, seperti kecemasan, kesepian, dan harga diri yang rendah. Harga diri adalah evaluasi subyektif dari pencapaian dan pemeriksaan seberapa dekat perilaku mematuhi diri yang ideal. Tujuan penelitian adalah untuk memastikan hubungan antara perilaku bullying verbal dan harga diri remaja. Desain penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel menggunakan teknik simple random sampling. Populasi penelitian 287 dengan jumlah sampel yang didapatkan adalah 168 responden. Alat ukur yang digunakan Olweus Bully/Victim Questionnaire dan Rosernberg Self-Esteem Scale. Uji statistik menggunakan rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan perilaku verbal bullying di SMPN 40 Kota Bandung dalam kategori tinggi sebanyak 80 orang (47,6%)  dan yang kategori rendah sebanyak 88 orang (52,4%), harga diri tinggi sebanyak 56 orang (33,3%) dan harga diri rendah sebanyak 112 orang (66,7%) dan terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku verbal bullying dengan harga diri remaja, dengan nilai p value 0,001. Kesimpulannya ada hubungan antara perilaku verbal bullying dengan harga diri remaja di SMPN 40 Kota Bandung. Disarankan program roots dilaksanakan dan pendampingan untuk mengurangi kejadian bullying.
Dukungan Keluarga Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi pada Lansia di Kelurahan Maleber Wilayah Kerja Puskesmas Garuda Kota Bandung
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v3i1.1355

Abstract

Hipertensi primer menjadi salah satu penyumbang kematian terbesar yang dikumpulkan dan dilaporkan oleh Puskesmas di Kota Bandung tahun 2021. Cara untuk mengontrol tekanan darah yaitu dengan patuh dalam meminum obat antihipertensi. Dukungan keluarga adalah salah satu faktor eksternal yang berpengaruh terhadap kepatuhan minum obat terutama lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada lansia di Kelurahan Maleber wilayah kerja Puskesmas Garuda Kota Bandung. Penelitian menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 304 lansia penderita hipertensi dan didapatkan sampel berjumlah 100 lansia penderita hipertensi dengan menggunakan Purposive Sampling dan stratified random sampling. Data dianalisa dengan uji chi square dengan tingkat signifikasi α 0,05. Hasil penelitian didapatkan 58% dukungan keluarga baik dan 62% patuh minum obat antihipertensi.Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada lansia di Kelurahan Maleber wilayah kerja Puskesmas Garuda Kota Bandung (Pv=0,000). Disarankan bagi keluarga dapat meningkatkan dukungan keluarga terhadap lansia penderita hiperetensi terutama dalam hal kepatuhan meminum obat.
Lama Pengobatan terhadap Tingkat Kecemasan Pasien TB Paru di Poli Paru RSUD Al - Ihsan Provinsi Jawa Barat
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v3i1.1362

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh tingginya insiden TB paru di Indonesia yang menduduki urutan ketiga setelah India dan China. Penyakit Tuberkulosis paru memerlukan waktu pengobatan yang cukup panjang, gangguan kecemasan dapat timbul pada saat menjalani pengobatan dan dapat menjadi penghambat keberhasilan pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk mengatahui hubungan lama pengobatan dengan tingkat kecemasan pasien TB paru di poli paru RSUD Al-Ihsan Provinsi Jawa Barat. TB paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis. Lama pengobatan TB berlangsung 6 – 12 bulan, lama pengobatan merupakan perhitungan waktu ketika pasien memulai terapi saat terdiagnosis sampai dengan hari terakhir mengonsumsi obat. Kecemasan pasien TB paru disebabkan rasa khawatir berlebihan terhadap penyakitnya. Peneliti memilih metode kuantitatif dengan desain cross sectional, menggunakan teknik analisis korelasi. Sampel didapatkan dengan teknik purposive sampling berjumlah 80 responden. Instrumen yang digunakan Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS/SRAS). Analisa data dengan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara lama pengobatan dengan tingkat kecemasan pasien TB paru (p value = 0,026). Hasil penelitian ini merekomendasikan rumah sakit perlu untuk melakukan edukasi pasien TB paru dalam mencegah atau menurunkan rasa cemas akibat lamanya pengobatan TB paru.
Pemberian Stimulasi terhadap Perkembangan Anak Usia Toddler di Wilayah Kerja Puskesmas Garuda Kota Bandung
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v3i1.1363

Abstract

Pemantauan tumbuh kembang anak penting dilakukan ketika anak berada pada periode golden age. Periode tersebut ketika anak lahir sampai usia 3 tahun. Pemantauan perkembangan anak diiringi dengan memberikan anak stimulasi agar anak dapat berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stimulasi dengan perkembangan anak usia 24 – 35 bulan di wilayah kerja Puskesmas Garuda Kota Bandung. Desain penelitian yang digunakan yaitu analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan terhadap sampel sebanyak 97 anak usia 24 – 35 bulan yang diambil dengan cara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner stimulasi dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan usia 24 bulan dan 30 bulan. Penelitian ini menggunakan analisis univariat distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan rank spearman. Hasil Responden yang sudah mendapatkan stimulasi dalam rentang baik sebanyak 77 orang (79,4%) dan responden yang sudah memiliki hasil perkembangan sesuai sebanyak 95 orang (97,9%). Hasil analisis rank spearman menunjukkan terdapat hubungan antara stimulasi dengan perkembangan anak usia 24-35 bulan dibuktikan oleh nilai p value 0,000 (p<0,05). Diharapkan kader dan pihak puskesmas dapat bekerja sama dalam mempertahankan dan meningkatkan penyuluhan kesehatan mengenai pemberian stimulasi dan pemantauan perkembangan anak.
Pola Asuh Orang Tua terhadap Kepercayaan Diri Remaja Awal di SMPN 29 Kota Bandung
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v3i1.1366

Abstract

Siswa Sekolah menengah pertama (SMP) dapat diartikan sebagai sekumpulan individu yang mengikuti kegiatan belajar mengajar dan memasuki masa remaja awal. Pola asuh orang tua adalah bagian penting yang bisa mempengaruhi rasa percayaan diri remaja. Kini banyak remaja yang mempunyai kepercayaan diri rendah di Kota Bandung ditemukan sekitar 19% remaja SMP mempunyai kepercayaan diri yang rendah, sedangkan di SMPN 29 Kota Bandung sendiri terdapat 15% siswa memiliki kepercayaan diri rendah. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat hubungan pola asuh orang tua dengan kepercayaan diri remaja awal di SMPN 29 Wilayah Kerja UPT Puskesmas Ledeng Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan teknik cross sectional. Sampel yang diambil menggunakan teknik proporsional random sampling sebesar 87 orang kelas 7 dan 8. Pengumpulan data menggunakan alat ukur kuesioner dengan cara menyebarkan angket (google form) dan dianalisis menggunakan chi square dengan hasil penelitian menunjukkan nilai ρ value 0,016 (p<0,05). Kesimpulan dari hasil penelitian tersebut adalah ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan kepercayaan diri remaja awal di SMP Negeri 29 wilayah kerja UPT Puskesmas Ledeng Kota Bandung, dengan pola asuh orang tua pada remaja awal hampir setengahnya(37,9%) permisif dan kepercayaan diri remaja awal hampir setengahnya(43,7%) sedang. Berdasarkan hal tersebut peneliti menyarankan agar orang tua lebih mengoptimalkan pola asuh demokratis karena dapat meningkatkan rasa percaya diri remaja awal.
Kepatuhan Diet terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v3i1.1371

Abstract

Penelitian ini memiliki latar belakang dari besarnya angka penyakit pada Diabetes Melitus Tipe II di Indonesia sesuai dengan diagnosa dokter di usia ≥ 15 tahun mencapai total 713.000 penduduk. 80,2% di antaranya disebabkan oleh ketidakpatuhan diet. Faktor ketidakpatuhan diet memiliki tingkat korelasi yang kuat karena penderita Diabetes Melitus Tipe II dominan mempunyai berat badan yang berlebih. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat hubungan kepatuhan diet dengan kadar gula darah sewaktu pada penderita DM Tipe II di Puskesmas Garuda Kota Bandung. Metode penelitian diterapkan dengan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penderita Diabetes Melitus Tipe II yaitu 119 orang. Jumlah sampel 53 orang melalui teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu Form Food Recall 2 x 24 jam serta glukometer. Analisis univariat menerapkan presentase serta untuk analisa bivariat dengan Chi Square. Hasil analisis univariat yakni sebagian besar responden (51%) memiliki kategori tidak patuh terhadap diet. Sedangkan untuk Gula Darah Sewaktu sebagian besar responden (53%) memiliki kategori tidak normal. Hasil uji Chi Square didapatkan p value (0,000) < α (0,05) yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan diet dengan kadar gula darah sewaktu pada penderita DM Tipe II. Direkomendasikan kepada penanggung jawab Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis)  Puskesmas Garuda Kota Bandung dapat memberikan edukasi sebulan sekali dalam meningkatkan ataupun memperbaiki kepatuhan diet penderita Diabetes Melitus Tipe II.
Self-Efficacy dengan Kepatuhan Mengonsumsi Tablet Fe pada Ibu Hamil Trimester III di RSUD Al-Ihsan Provinsi Jawa Barat
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v3i1.1372

Abstract

Tingkat kesadaran ibu hamil dalam mengonsumsi tablet Fe masih kurang optimal. Berkaitan dengan self-efficacy yaitu keyakinan tentang ibu hamil untuk dapat mengonsumsi tablet Fe. Kemungkinan ibu hamil mengalami anemia akan dipengaruhi oleh efikasi diri dan kepatuhan minum tablet Fe. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan self-efficacy dengan kepatuhan mengonsumsi tablet-Fe pada ibu hamil trimester tiga. Sebuah studi observasional analitik dengan desain cross-sectional adalah metode penelitian ini. Populasi terjangkau penelitian ini adalah ibu hamil pada trimester ketiga yang telah menggunakan 90 tablet Fe pada Mei 2023, metode accidental sampling dengan sampel sebanyak 57 responden. Menggunakan kuesioner, wawancara digunakan untuk mengumpulkan data. Uji Chi-square digunakan untuk tujuan analisis data. Di RSUD-Al-Ihsan Provinsi Jawa Barat, penelitian ini menemukan adanya korelasi (p-value=0,037) antara efikasi diri ibu hamil dengan kesediaan ibu-hamil untuk minum tablet Fe.  Ketidakpatuhan tablet Fe 3,733 kali lebih mungkin terjadi pada ibu hamil dengan efikasi diri rendah. Efikasi diri ditemukan sebagai faktor risiko ibu hamil trimester III di RSUD Al-Ihsan Provinsi Jawa Barat tidak mengkonsumsi tablet Fe. Kepatuhan harus ditekankan oleh penyedia layanan kesehatan, ibu hamil yang patuh harus dilibatkan sebagai panutan, dan keluarga melibatkan diri sebagai pendamping.
Ketergantungan Handphone pada Remaja
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v3i1.1377

Abstract

Berkembangnya teknologi saat ini mampu mempermudah dalam segala hal. Seperti pada penggunaan handphone dapat membantu dalam mencari informasi, memudahkan berkomunikasi, menambah pengetahuan dan sebagainya. Dengan kemudahan ini mampu membuat individu menjadi ketergantungan handphone terutama pada remaja. Remaja memiliki prevalensi ketergantungan handphone lebih tinggi pada orang dewasa. Hal ini disebabkan karena remaja merupakan masa dimana ingin mencoba berbagai hal-hal yang baru dalam kehidupan. Remaja di era digital saat ini menjalani sebagian waktunya dengan mengakses internet dan media sosial melalui berbagai perangkat teknologi.  Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran ketergantungan handphone pada remaja. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Sampel penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik probability sampling pada siswa disalah satu SMA di Kabupaten Bandung Barat sebanyak 274 responden. Alat ukur yang digunakan yaitu Smartphone Addiction Scale Short Version (SAS-SV) versi Bahasa Indonesia. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu terdapat 61% remaja yang mengalami ketergantungan dan 39% tidak ketergangungan. Disarankan pada remaja untuk mampu mengotrol diri terhadap penggunaan handphone