cover
Contact Name
Gurid Pramintarto Eko Mulyo
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+6281388020058
Journal Mail Official
jurnal.keperawatan@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung Jl.Dr. Otten No 32 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale menerima publikasi dalam makalah penelitian artikel asli, makalah tinjauan, laporan kasus di Indonesia atau negara lain untuk memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan dan keperawatan. Ruang lingkup Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah bidang keperawatan.
Articles 83 Documents
Pengaruh Terapi Kelompok Teraupetik Remaja dan Guided Imagery terhadap Tingkat Stres, Koping Remaja Talasemia Apriyanti, Yanti; Makhrus, Imam; Susmadi; Nawati; Salmid, Amid
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v5i1.3334

Abstract

Talasemia merupakan penyakit hemolitik herediter yang bisa menyebabkan masalah psikososial, emosional danperilaku terutama pada remaja. Terapi kelompok terapeutik merupakan kegiatan kelompok untuk mengatasi masalah perkembangan remaja, membantu mengatasi stres, emosi, akibat penyakit fisik, krisis tumbuh kembang atau penyesuaian. Manajemen stres guided imagery merupakan salah satu cara pengelolaan stres dengan memanfaatkan potensi diri sebagai sumber efektif untuk mengatur emosi serta mengatasi masalah. Tujuan penelitian ini adalah menilai pengaruh terapi kelompok terapeutik remaja dan manajemen stres guided imagery terhadap tingkat stres, koping,  remaja talasemia. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimental pre-post with control group. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa remaja talasemiakelompok intervensi  mengalami perubahan yakni penurunan tingkat stres, perubahan strategi koping dibandingkan kelompok kontrol setelah pemberian terapi kelompok terapeutik dan manajemen stres guided imagery (p value < 0,05). Terapi kelompok terapeutik dan manajemen stres guided imagery berpengaruh terhadap tingkat stres, koping. Terapi kelompok terapeutik remaja dapat dijadikan rujukan terapi, dalam pencegahan munculnya masalah psikososialpada remaja talasemia sehingga tugas perkembangan dapat dicapai secara optimal.
Gambaran Jenis Kelamin, Ketaatan Beribadah dan Sumber Penularan dengan Tingkat Resiliensi pada Remaja dengan HIV Astiti, Indita Wilujeng; Erlina, Lina; Fatah, Vera Fauziah; Muryati, Muryati; Muttaqin, Zaenal
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v5i1.3347

Abstract

Kasus remaja dengan HIV (RDHIV) di Indonesia tercatat lebih banyak dibandingkan Negara Malaysia pada tahun 2023. RDHIV merupakan masa transisi dari kanak-kanak menjadi dewasa beserta menghadapi tantangan terkait HIV yang dideritanya, sehingga mendorong RDHIV agar dapat beradaptasi secara psikologis. Kemampuan penyesuaian diri secara terhadap tantangan dan kesulitan yang dialami disebut dengan resiliensi. Penelitian ini, dilakukan untuk mengetahui gambaran jenis kelamin, ketataan beribadah dan sumber penularan dengan tingkat resiliensi. Jenis penelitian ini merupakan kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Teknik sampel menggunakan non-probability sampling dengan metode convenience sampling sehingga didapatkan 70 RDHIV. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Child & Youth Resilience Measurement-Revised (CYRM-R), analisis data dilakukan dengan analisis univariat dengan frekusensi dan presentase untuk data kategorik sedangkan mean dan standar deviasi untuk data numerik. Hasil penelitian menunjukkan RDHIV yang memiliki tingkat resiliensi tinggi cenderung memiliki karakteristik jenis kelamin laki-laki (22), ketaatan beribadah RDHIV yang taat beribadah (29) cenderung menunjukkan tingkat resiliensi tinggi dan sumber penularan pada RDHIV sebagian besar karena perilaku berisiko (24).
Hubungan Pengetahuan Anemia dengan Kepatuhan Mengonsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri sumpena, shalza billa puteri; Supriadi, Supriadi; Meilianingsih, Lia; Syanti, Dian Yuniar; Susanti, Susi
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v5i1.3122

Abstract

Masa remaja cenderung muncul berbagai masalah kesehatan salah satunya anemia. Angka kejadian anemia sekitar 4,8 juta remaja diseluruh dunia mengalami anemia. Anemia kerap terjadi pada remaja putri disebabkan karena remaja putri mengalami menstruasi setiap bulan. Anemia memiliki dampak buruk bagi remaja putri seperti menurunnya kekebalan tubuh sehingga mudah sakit, sehingga pemerintah mengimplementasikan kebijakan untuk mengatasi peningkatan prevalensi anemia dengan memberikan tablet tambah darah kepada sasaran remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah. Peneliti menggunakan desain penelitian cross sectional dengan teknik sampling yaitu probability sampling. Sampel yang akan diteliti sebanyak 75 orang. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini yakni kuisioner pengetahuan tentang anemia serta kuisioner MMAS-8 yang diuji menggunakan spearman rho. Hasil uji penelitian menunjukkan terdapat hubungan bermakna yang kuat antara pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah (p value = 0,00 < 0,05) serta memiliki arah hubungan positif. Peran guru dan petugas Kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan tentang anemia sehingga kepatuhan meningkat dalam mengkonsumsi tablet tambah darah.
Pengaruh Edukasi menggunakan Video Animasi "SIMTAL" terhadap Pengetahuan Siswa tentang Kesiapsiagaan Tanah Longsor Fathudin, Yogasliana; Nursanjaya, Dimas Halim; Setiawan, Asep; Sakti, Bani; Syagitta, Mutiara
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v5i1.3357

Abstract

Indonesia memiliki tingkat risiko bencana alam yang tinggi; Kabupaten Bandung, khususnya Kecamatan Pacet, rentan terhadap tanah longsor karena topografi berbukit dan curah hujan tinggi. Edukasi mitigasi sejak dini penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa. Penelitian ini menilai pengaruh video animasi SIMTAL terhadap pengetahuan kesiapsiagaan tanah longsor pada siswa SD. Desain yang digunakan adalah quasi-eksperimen Non-Equivalent Control Group dengan kelompok intervensi (video) dan kontrol (poster). Pengukuran dilakukan melalui pre-test dan post-test. Uji t independen menunjukkan perbedaan signifikan skor post-test antara kelompok intervensi dan kontrol (t=34,287; p< 0,001). Rata-rata peningkatan pengetahuan pada kelompok video mencapai ±27 poin, sedangkan kelompok poster hanya ±1,8 poin. Peningkatan terbesar terjadi pada kelas V, sejalan dengan tahap operasional konkret Piaget yang mendukung pembelajaran audiovisual. Hasil ini menegaskan bahwa video animasi lebih efektif dibanding poster dalam meningkatkan literasi kebencanaan. Sekolah dasar disarankan mengintegrasikan video animasi SIMTAL dalam proses pembelajaran untuk membangun kapasitas mitigasi bencana sejak dini.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan melalui Media Sosial Tiktok terhadap Pengetahuan Remaja tentang Bahaya Merokok Aulia, Muhammad Ziddan; Husni, Achmad Husni; Supriadi, Supriadi; Rumijati, Tjutju; Sugiyanto, Sugiyanto
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v5i1.3342

Abstract

Masalah merokok pada remaja merupakan isu kesehatan yang berdampak jangka panjang. Beberapa data menunjukkan usia mulai merokok dimulai dari usia 10 tahun. Perilaku ini meningkatkan risiko penyakit tidak menular, sehingga diperlukan edukasi yang sesuai karakteristik remaja, salah satunya melalui media sosial TikTok. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi sejauh mana pendidikan kesehatan yang disampaikan melalui platform TikTok dapat memengaruhi tingkat pengetahuan remaja mengenai bahaya merokok. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi experiment one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 85 siswa kelas VII dan VIII. Intervensi berupa video animasi edukatif di TikTok selama tujuh hari. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner pilihan ganda berisi 30 soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi dan setelah diberikan intervensi berupa tujuh video animasi edukasi yang diunggah setiap hari ke akun TikTok peneliti dan dibagikan kepada siswa, terjadi peningkatan pengetahuan. Uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan edukasi melalui TikTok terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang bahaya merokok. TikTok efektif digunakan sebagai media edukasi yang menarik dan mudah dipahami oleh remaja. Penggunaan platform digital ini dapat menjadi alternatif strategi promosi kesehatan di kalangan remaja.
Pengetahuan Ibu tentang Penyakit Tuberkulosis (TBC) pada Anak di Puskesmas Garuda Kota Bandung Hayalan, Lalan; Sakti, Bani; Kusniasih, Susi; Dwidasmara, Sansri D. K.
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v5i1.3348

Abstract

Dengan 123 kasus yang tercatat, jumlah kasus TB pada anak usia 0–14 tahun di Puskesmas Garuda, Kota Bandung, masih tinggi. Jika jumlah ini tidak ditangani dengan tepat, kemungkinan akan meningkat. Pencegahan penularan tuberkulosis pada anak sangat dipengaruhi oleh pengetahuan ibu. Untuk menghindari lebih banyak masalah, penting untuk memahami apa yang diketahui ibu tentang tuberkulosis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan kesadaran ibu tentang tuberkulosis pada anak-anak di Puskesmas Garuda, Kota Bandung. Pengambilan sampel secara tidak sengaja adalah teknik sampel yang digunakan dalam desain penelitian deskriptif ini. Ada 96 peserta dalam penelitian ini. Analisis univariat digunakan untuk menganalisis data. Temuan menunjukkan bahwa lebih dari 50% peserta mengetahui cukup banyak tentang tuberkulosis pada anak-anak.. Sehingga disarankan agar pengetahuan baik tentang TBC dapat dipertahankan serta ditingkatkan melalui penyuluhan rutin, pelatihan kader dan screening TBC oleh tenaga kesehatan sebagai upaya nntuk menurunkan angka kejadian TBC pada anak di Puskesmas Garuda Kota Bandung.
Faktor Perilaku Perawatan Diri dalam Pengendalian Kadar Kolesterol Total pada Pasien dengan Penyakit Jantung Koroner Aprian Dwi Karnilasari; Rohyadi, Yosep; Tarjuman, Tarjuman; Dwidasmara, Sansri Diah K.; Muttaqin, Zaenal
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v5i2.3352

Abstract

Penyakit jantung coroner (PJK) menyumbang 36% kematian global. Prevalensi PJK di Indonesia cukup tinggi disebabkan karena kolesterol total yang tinggi. Oleh sebab itu, pengelolaan kolesterol melalui perilaku perawatan diri menjadi aspek penting dalam pencegahan dan pengendalian penyakit jantung ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara perilaku perawatan diri dan kadar kolesterol total pasien PJK. Metode penelitian melalui pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 49 pasien yang dipilih secara purposive sampling yaitu responden PJK dengan usia >18 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner perilaku perawatan diri dan hasil pemeriksaan kadar kolesterol total, selanjutnya dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasilnya menunjukkan bahwa 38,78% responden memiliki perilaku perawatan diri baik, 46,94% memadai, dan 14,29% buruk. Sebanyak 48,98% responden memiliki kadar kolesterol total dalam batas normal, sedangkan 51,02% tidak normal. Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara perilaku perawatan diri dan kadar kolesterol total (p = 0,022), dengan koefisien korelasi sebesar 0,7662 yang menunjukkan hubungan kuat dan positif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna dan kuat antara perilaku perawatan diri dan kadar kolesterol total pada pasien CHD. Disarankan peningkatan edukasi dan motivasi pasien untuk menerapkan perilaku perawatan diri guna mengontrol kolesterol dan mencegah komplikasi.
Konsumsi Makanan Cepat Saji berhubungan dengan Kejadian Hipertensi pada Remaja Rizky Praditha, Narisa; Rahayu, Dian Yuniar Syanti; Supriadi, Supriadi; Susanti, Susi; Sunandar, Kuslan
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v5i2.3375

Abstract

Perubahan trend dan gaya hidup modern mendorong peningkatan konsumsi makanan cepat saji di kalangan remaja. Persebaran restoran dan pedagang makanan cepat saji memperkuat pola konsumsi yang tidak sehat. Kondisi ini diperkuat oleh meningkatnya angka kejadian Penyakit Tidak Menular (PTM). Hal ini sejalan dengan situasi terkini di Indonesia maupun global, yang menunjukkan peningkatan risiko PTM, khususnya hipertensi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pada remaja untuk mengetahui bahwa konsumsi makanan cepat saji dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian hipertensi pada remaja. Metode penelitian menggunakan deskriptif korelasional dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah sampel 171 siswa/i kelas X dan XI. Alat ukur yang digunakan adalah Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan tensimeter aneroid. Data dianalisis menggunakan Uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengahnya (28,6%) siswa/I sering mengonsumsi makanan cepat saji mengalami hipertensi, dengan hasil p-value = 0,030 < ɑ = 0,05, yang artinya terdapat hubungan antara konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian hipertensi pada remaja. Berdasarkan hasil, direkomendasikan bagi remaja untuk selalu mencari, memahami, dan menerapkan prinsip gizi isi piringku dan pola makan sehat juga meningkatkan kesadaran akan efek jangka panjang dari konsumsi fast food.
Sikap Ibu tentang Higiene Pangan berhubungan dengan Kejadian Diare pada Balita Alieffa Syakir, Meisya; Supriadi, Supriadi; Sugiyanto, Sugiyanto; Meilianingsih, Lia; Husni, Achmad
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v5i2.3406

Abstract

Balita termasuk dalam kelompok usia yang rentan terhadap infeksi saluran pencernaan seperti diare, yang umumnya disebabkan oleh konsumsi makanan yang tidak bersih. Sikap ibu dalam menjaga kebersihan pangan, mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan, hingga penyajian makanan, menjadi faktor dalam upaya pencegahan diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap ibu tentang higiene pangan dengan kejadian diare pada balita. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan cross-sectional. Sampel terdiri dari 91 ibu yang memiliki balita dan dipilih menggunakan teknik purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian sebagian besar ibu (51,6%) memiliki sikap yang mendukung, dan sebagian besar balita (58,2%) tidak mengalami diare. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya hubungan sikap ibu tentang higiene pangan dan kejadian diare pada balita. Kesimpulannya adalah sikap ibu yang mendukung terhadap higiene pangan berperan dalam mencegah diare pada balita, sehingga disarankan agar ibu mempertahankan dan meningkatkan sikap tersebut dengan aktif mencari informasi dari sumber terpercaya.
Persepsi Dampak Merokok dengan Motivasi Berhenti Merokok pada Mahasiswa Keperawatan Dionisius Kevin; Hastuti, Ag. Sri Oktri; Kurniasari, Cecillia Indri
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v5i2.3598

Abstract

Mahasiswa keperawatan sebagai calon tenaga kesehatan diharapkan menjadi teladan dalam perilaku hidup sehat. Namun, perilaku merokok masih ditemukan pada kelompok ini. Persepsi  dampak merokok diduga mempengaruhi motivasi untuk berhenti merokok, meskipun hubungan antara keduanya belum sepenuhnya jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dampak merokok dengan motivasi berhenti merokok pada mahasiswa keperawatan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Responden adalah 50 mahasiswa keperawatan perokok aktif yang dipilih secara sukarela. Persepsi dampak merokok diukur dengan kuesioner Perception of Smoking-Related Risks and Benefits, sedangkan motivasi berhenti merokok diukur menggunakan Richmond Test. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Mayoritas responden memiliki persepsi yang bervariasi, dengan sebagian besar menyadari risiko jangka pendek, namun masih ada persepsi yang keliru terkait manfaat sosial merokok. Motivasi berhenti merokok sebagian besar berada pada kategori sedang (60%). Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan yang sangat lemah dan tidak signifikan secara statistik antara persepsi dampak merokok dengan motivasi berhenti merokok (r = -0,155; p = 0,283). Persepsi dampak merokok tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan motivasi berhenti merokok pada mahasiswa keperawatan. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan persepsi saja tidak cukup untuk meningkatkan motivasi berhenti merokok tanpa intervensi tambahan, seperti dukungan sosial dan pengelolaan ketergantungan nikotin.