Articles
76 Documents
Gambaran Tingkat Kualitas Tidur pada Pasien Pre Operasi Mayor di RSUD Cibabat Cimahi
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34011/jkifn.v3i1.1379
Pembedahan merupakan cara untuk menyembuhkan penyakit yang tidak dapat diobati dengan obat-obatan. Banyak jenis stres psikologis yang dihadapi pasien sebelum operasi karena setiap operasi memiliki stressor yang berbeda seperti: Kecemasan, ketakutan atau kekhawatiran tentang persepsi pasien terhadap operasi. Stres ini menyebabkan kualitas tidur yang buruk pada pasien sebelum operasi besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kualitas tidur pasien yang akan menjalani operasi besar di RSUD Cibabat Cimahi. Desain penelitian ini yaitu deskriptif yang dikumpulkan menggunakan kuesioner PSQI dan teknik Purposive Sampling. Jumlah sampel sebanyak 75 pasien pre operasi mayor di RSUD Cibabat Cimahi pada bulan Mei tahun 2023. Hampir seluruh pasien pre operasi mayor di RSUD Cibabat Cimahi mengalami tingkat kualitas tidur buruk (84% atau 63 orang) dengan rata-rata nilai skor PSQI yaitu 8. Indikator kualitas tidur yang paling mempengaruhi buruknya kualitas tidur pasien pre operasi mayor yaitu efisiensi tidur sebanyak 34 orang (45%). Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat memfokuskan pada penelitian mengenai indikator efisiensi tidur untuk meningkatkan kualitas tidur pasien sebelum menjalani operasi mayor.
Dukungan Keluarga Dengan Kemandirian Lansia Dalam Pemenuhan Aktivitas Sehari-Hari Kelurahan Maleber Puskesmas Garuda
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34011/jkifn.v3i1.1413
Menurut laporan tahunan Pukesmas Garuda tahun 2022 terdapat jumlah lansia sebesar 7,982 jiwa yang didalamnya terdapat lansia pada kelurahan Maleber sebanyak 3.227 jiwa. Berdasarkan jumlah lansia yang cukup tinggi, masalah kesehatan pada lansiapun banyak ditemukan, yang menyebabkan lansia menjadi ketergantungan pada orang lain terutama pada keluarga. Riset ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga degan kemandirian lanjut usia dalam pemenuhan aktivita sehari-hari di Kelurahan Maleber. Desain yang digunakan adalah rancangan korelasional dengan desain analitik pendekatan cross sectional. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah Simple Random Samppling dengan melibatkan 42 responden. Instrumen yang digunakan merupakan kuisioner dukungan keluarga dan kuisioner kemandirian lansia. Uji Chi Square dengan SPSS yang digunakan pada riset ini. Dihasilkan nilai p value (0,00) < 0,05 = H0 ditolak dan Ha diterima, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari. Nilai phi sebesar 0,80 yang bermakna kekuatan hubungan sangat besar. Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikan kepada pihak puskesmas program perkesmas dan Poli lansia dapat memberikan intervensi berupa pendidikan kesehatan kepada keluarga yang memiliki lansia dan kepada lansia itu sendiri mengenai dukungan keluarga dan kemandirian lansia.
Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Meningkatkan Frekuensi Kunjungan Perawatan Antenatal
kamsatun, Kamsatun;
Tsalsyabilla, Ajeung;
Kusniasih, Susi
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34011/jkifn.v3i2.1756
Pandemi Covid-19 membuat jumlah Angka Kematian Ibu (AKI) meningkat setiap tahunnya, maka perlu diturunkannya AKI yang merupakan salah satu program utama SDGs. Salah satu usaha yang dapat diimplementasikan untuk penurunan AKI, yaitu meningkatkan derajat pelayanan kesehatan ibu hamil seperti patuh dalam melakukan Antenatal Care (ANC). Unsur penting yang dapat membuat ibu hamil patuh ANC adalah pengetahuan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan pada ibu hamil trimester III ANC dengan banyaknya melakukan kunjungan. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan 44 responden untuk sampel penelitian yang menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang dipakai adalah kuesioner untuk mengetahui variabel pengetahuan dengan 30 soal valid serta nilai reliabilitas 0,801 dan buku KIA untuk melihat frekuensi kunjungan. Analisis data dengan metode Chi Square. Hasil penelitian menghasilkan terdapat hubungan antara pengetahuan pada ibu hamil trimester III mengenai ANC dengan banyaknya kunjungan dengan hasil p-value 0,004. Perlunya peningkatan dan mempertahankan penyuluhan mengenai ANC dan adanya penelitian lebih lanjut mengenai indikator lain yang mempengaruhi kunjungan ANC.
Gambaran Efikasi Diri pada Anak Talasemia
Putri, Nisrina Lutfiyah Dwi;
Cahyaningsih, Henny;
Ariyanti, Metia;
Nursyamsiyah, Nursyamsiyah;
Kusmiati, Sri
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34011/jkifn.v3i2.1768
Anak yang terdiagnosis talasemia akan menjalani transfusi darah yang dilakukan berulang, teratur dan rutin. Transfusi darah akan menyebabkan efek samping psikososial salah satunya penurunan efikasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran efikasi diri pada anak talasemia, baik usia sekolah maupun usia remaja. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel diambil dengan teknik accidental sampling. Jumlah sampel 71 responden dengan 54 responden anak usia sekolah dan 17 responden anak usia remaja. Analisis menggunakan distribusi frekuensi dengan median sebagai cut off. Anak usia sekolah 6-12 tahun dengan efikasi diri yang tinggi sebesar 52,7% dan memiliki efikasi diri rendah sebesar 46,3%. Anak usia remaja 13-18 tahun memiliki efikasi diri yang tinggi sebesar 35,3% serta memiliki efikasi diri yang rendah sebesar 64,7%. Hasil penelitian ini diharapkan adanya upaya dengan penguatan dan dukungan terhadap sakit yang dialami anak untuk meningkatkan efikasi diri khususnya pada anak usia remaja 13-18 tahun.
Tingkat Kepatuhan Diet dengan Derajat Hipertensi pada Lansia
Sapitri, Ade Reffi;
Meilianingsih, Lia;
Supriadi, Supriadi;
Husni, Achmad
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34011/jkifn.v3i2.1769
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil data riskesdas yang menyatakan prevalensi hipertensi di Jawa Barat mengalami peningkatan (39,6%) dan Kota Bandung menempati posisi ke empat (696.372 orang). Puskesmas Garuda termasuk lima besar (19.111 kasus) prevalensi hipertensi terbanyak di Kota Bandung. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan diet, mengetahui derajat hipertensi, dan hubungan tingkat kepatuhan diet dengan derajat hipertensi pada lansia hipertensi. Desain penelitian menggunakan analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel dari populasi 10,82% lansia Indonesia didapatkan 37 orang lansia. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tingkat kepatuhan dan sphygmomanometer untuk mengukur tekanan darah. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi, dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan lebih dari setengah (62,2%) responden tidak patuh, lebih dari setengah (67,6%) responden tergolong hipertensi derajat 2, dan terdapat hubungan antara tingkat kepatuhan diet dengan derajat hipertensi pada lansia hipertensi dengan hasil P value (0,000) < α (0,05). Peneliti merekomendasikan pemegang program prolanis dapat mengadakan demontrasi pada saat kegiatan prolanis tentang makanan apa saja yang bisa dikonsumsi. Lansia dapat patuh menjalani diet hipertensi dengan menjaga pola makan, mengurangi konsumsi garam, banyak konsumsi buah dan sayur. Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian tentang faktor lain yang mempengaruhi derajat hipertensi.
Rehopitalisasi Pasien Congestive Heart Failure Dipengaruhi Kepatuhan Minum Obat
Tiara, Nada Fazani;
Sasmita, Anah;
Sukarni, Sukarni;
Rohyadi, Yosep;
K, Sansri Diah
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34011/jkifn.v3i2.1771
Masalah pada struktur atau fungsi jantung yang dikenal sebagai Congestive Heart Failure (CHF) membuat jantung tidak mampu memasok oksigen ke seluruh tubuh. Pasien CHF sering kembali untuk rehospitalisasi karena kekambuhan. Sebagian besar kekambuhan CHF terjadi karena pasien tidak dapat melakukan terapi dengan tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan minum obat dan kemungkinan pasien CHF untuk dirawat inap kembali di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif cross-sectional dengan desain deskriptif analitik korelasional. Pengumpulan data menggunakan MMAS-8 untuk kepatuhan minum obat dan rekam medis atau kuesioner untuk rehospitalisasi. Populasi semua pasien CHF yang menjalani kontrol di klinik jantung. Pengambilan sampel non-probabilitas (purposive sampling) digunakan untuk mengumpulkan sebanyak 100 responden. Hasil uji Chi-square terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan minum obat dan kemungkinan terjadinya rawat inap ulang (p= 0,00). Diperlukan upaya peningkatan kepatuhan minum obat dalam memberikan tindakan preventif dan promotif mengenai kepatuhan minum obat pada pasien CHF dan adanya penelitian lebih lanjut terkait bagian tambahan yang mempengaruhi kepatuhan pengobatan pada pasien CHF, seperti dukungan keluarga.
Hubungan Self Care dengan Kualltas Hidup pada Pasien Congestlve Heart Fallure (CHF)
Santika, Chiara Sukma;
Rohyadi, Yosep;
Setiawan, Asep;
Fathudin, Yogasliana
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34011/jkifn.v3i2.1777
Prevalensi penyakit gagal jantung di Indonesia berdasarkan diagnosis dokter sebesar 1,5% atau sekitar 1.017.290 penduduk. Kematian terbanyak yang sebelumnya disebabkan oleh penyakit infeksi kini beralih ke penyakit kardiovaskular dan degeneratif yang diprediksi menjadi 5 kali lebih banyak penyebab kematian dibandingkan dengan penyakit infeksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan self care dengan kualitas hidup pada pasien CHF. Gagal jantung merupakan keadaan darurat medis akibat dari jumlah darah yang dipompa jantung manusia dalam setiap menit (cardiac output) tidak dapat memenuhi kebutuhan metabolisme normal tubuh, hal ini menyebabkan penurunan fungsional tubuh yang memengaruhi tindakan perlakuan pasien terhadap self care dalam kehidupan nya, perlakuan self care yang buruk menyebabkan penurunan kualitas hidup yang mana merupakan tingkatan yang menggambarkan keunggulan hidup seseorang individu. Desain penelitian menggunakan descriptive correlational. Teknik pengumpulan sampel menggunakan purposive sampling, Sehingga sampel didapatkan 90 responden. Alat ukur menggunakan kuisioner Minnesota living with heart failure dan Self care heart failure index. Dilakukan Analisa data metode Chi Square. Diperoleh hasil penelitian , adanya hubungan antara self care dengan kualitas hidup dengan nilai p value 0.00. Perlunya perilaku self care yang baik dalam upaya peningkatan kualitas hidup penting bagi pasien CHF dan perlunya pengembangan skill bagi tenaga kesehatan khususnya perawat mengenai Pendidikan Kesehatan kepada penderita CHF dalam penerapan self care yang baik dalam kehidupan sehari – hari.
Hubungan Pengetahuan dengan Kesiapsiagaan Gempa Bumi pada Siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama
Nurhaliza, Siti;
Sugiyanto, Sugiyanto;
Susanti, Susi;
Syagitta, Mutiara
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34011/jkifn.v3i2.1778
Jawa Barat menempati urutan kedua dengan provinsi yang mengalami gempa bumi sebanyak 4 (empat) kejadian. Dampak yang diakibatkan oleh bencana sebanyak 6 (enam) fasilitas pendidikan mengalami kerusakan. SMPN 1 Cisarua merupakan daerah yang termasuk ke dalam daerah rawan bencana tinggi karena berada di wilayah perbukitan dan berada tepat dilewati oleh Sesar Lembang. Sehingga pengetahuan kesiapsiagaan sangat penting diberikan pada siswa untuk mengurangi dampak bencana. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kesiapsiagaan bencana gempa bumi pada siswa kelas VII di SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Peneliti menggunakan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling. Jumlah sampel yang didapatkan adalah 187 siswa. Hasil penelitian didapatkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kesiapsiagaan bencana gempa bumi dengan p-value 0.000< 0.05 sehingga terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kesiapsiagaan bencana gempa bumi pada siswa kelas VII SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat dengan nilai koefisiensi korelasi 0.314 menunjukkan keeratan hubungan sedang dan arah hubungan positif. Semakin baik pengetahuan siswa maka semakin siap dalam menghadapi gempa bumi. Disarakan bagi sekolah untuk memberikan pelatihan dan simulasi kebencanaan kepada siswa untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi gempa bumi.
Sikap Ibu dalam Mobilisasi Dini Post Sectio Caesarea Dipengaruhi oleh Tingkat Pengetahuan
Indriani, Syifa;
Sakti, Bani;
Kusniasih, Susi
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34011/jkifn.v3i2.1779
Kelahiran merupakan fase yang terpenting dalam proses kehamilan. Persalinan dapat terjadi secara normal maupun dengan bantuan, salah satu jenis persalinan dengan bantuan yaitu melalui sectio caesarea. Proses persalinan dengan pembedahan sectio caesarea menimbulkan luka bekas sayatan yang menimbulkan nyeri sehingga ibu cenderung takut bergerak dan menimbulkan kaku persendian apabila tidak melakukan mobilisasi dini. Kurangnya informasi mengenai mobilisasi dini berdampak pada sikap ibu dalam melakukan mobilisasi dini post sectio caesarea. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap ibu dalam mobilisasi dini post sectio caesarea. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu yang menjalani operasi caesar. Jumlah sampel yang didapatkan adalah 58 orang menggunakan teknik accidental sampling. Kuesioner pengetahuan dan sikap yang valid dan reliabel digunakan sebagai alat ukur. Analisis data yang digunakan untuk melihat hubungan pengetahuan dengan sikap ibu adalah uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap ibu dalam mobilisasi dini post sectio caesarea dengan nilai p-value 0.002 < 0.05.
Hubungan Dukungan Sosial Teman dengan Depresi pada Lansia
Tamansyah, Gustya;
Muryati, Muryati;
Fatah, Vera Fauziah;
Rukman, Rukman
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Depresi merupakan masalah kesehatan mental yang umum terjadi pada populasi lansia, hal ini dimungkinkan karena kurangnya dukungan sosial dimana semakin bertambahnya usia lansia akan berisiko mengalami depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman dengan depresi pada lansia. Metode penelitian yang digunakan deskripsi korelasi dengan teknik sampel total sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 44 lansia. Instrumen yang digunakan kuesioner dukungan sosial teman serta kuesioner depresi PHQ-9. Hasil penelitian dukungan sosial sedang sebanyak 25 lansia dan dukungan sosial rendah sebesar 19 lansia, sedangkan lansia yang memiliki gejala depresi ringan sebanyak 21 dan tidak ada gejala depresi 23 lansia. Hasil penelitian ini menunjukkan p=0,000 dimana jika 0,000 < 0,05 berarti terdapat hubungan antara dukungan sosial teman dengan depresi pada lansia.Oleh karena itu, salah satu upaya menurunkan tingkat depresi adalah dengan meningkatkan dukungan sosial atau kepedulian sesama lansia di panti melalui program SMB (Sharing Motivasi Bersama).