cover
Contact Name
Gurid Pramintarto Eko Mulyo
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+6281388020058
Journal Mail Official
jurnal.keperawatan@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung Jl.Dr. Otten No 32 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale menerima publikasi dalam makalah penelitian artikel asli, makalah tinjauan, laporan kasus di Indonesia atau negara lain untuk memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan dan keperawatan. Ruang lingkup Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah bidang keperawatan.
Articles 76 Documents
Analisis Faktor Penyebab Depresi pada Lansia: Riwayat Penyakit, Interaksi Sosial dan Dukungan Keluarga Rachmawati, Fanny; Z, Desmaniarti; Muttaqin, Zaenal; Muryati, Muryati
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v3i2.1782

Abstract

Kejadian depresi merupakan salah satu gangguan psikologis yang dapat terjadi pada lansia dan harus mendapatkan perhatian. Depresi pada lansia yang tidak ditangani dengan baik, dapat menimbulkan keinginan bunuh diri. Depresi dapat disebabkan oleh faktor fisik dan faktor psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan depresi pada lansia di Puskesmas. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan model rancangan Cross Sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 43 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Geriatric Depression Scale (GDS), kuesioner interaksi sosial, kuesioner dukungan keluarga, dan lembar checklist riwayat penyakit yang sudah valid dan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara riwayat penyakit (p value = 0,045), dengan depresi pada lansia. Hubungan terkuat terhadap depresi pada lansia ditunjukkan oleh faktor dukungan keluarga (OR = 6,24). Perlu dilakukan upaya pencegahan timbulnya depresi serta meningkatnya tingkat depresi yang sudah dialami lansia. Upaya yang dapat dilakukan puskesmas yaitu dengan mengadakan screening dan terapi aktivitas kelompok khusus lansia. Selain itu, dukungan dari keluarga juga diperlukan sehingga kondisi fisik dan psikologis lansia dapat terjaga. Penelitian mengenai intervensi yang tepat dalam menangani depresi pada lansia juga perlu dilakukan.
Aktivitas Fisik dapat Memelihara Fungsi Kognitif Lansia Ningrum, Rema Rahayu; Sunandar, Kuslan; Rumijati, Tjutju
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v3i2.1783

Abstract

Lanjut usia merupakan seseorang yang usianya lebih dari enam puluh tahun. Salah satu gangguan kesehatan pada lansia adalah penurunan fungsi kognitif. Gangguan fungsi kognitif menjadi masalah serius karena akan mengakibatkan lansia kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Fungsi kognitif dipengaruhi salah satu faktor yaitu aktivitas fisik. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran aktivitas fisik lansia dan fungsi kognitif lansia dan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada lansia. Metode studi ini menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling, jumlah sampel yang didapatkan 96 orang lansia. Instrumen aktivitas fisik menggunakan kuesioner Physical Activity Scale For Elderly dan fungsi kognitif dengan kuesioner Mini Mental State Examination. Analisis data univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis data bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil studi diperoleh aktivitas fisik pada lansia sebagian besar baik (70,8%), fungsi kognitif pada lansia hampir seluruhnya normal (81,3%) dan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada lansia (p= 0,000). Petugas kesehatan puskesmas dapat bekerja sama dengan kader untuk melakukan aktivitas fisik senam pada lansia di Posbindu minimal 1 kali seminggu untuk memelihara fungsi kognitif pada lansia.
Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi pada Lansia Zahra, Adinda; Suheti, Tati; Rumijati, Tjutju; Meilianingsih, Lia; Husni, Achmad
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v4i1.2131

Abstract

Lanjut usia adalah individu yang berusia di atas 60 tahun. Jumlah lanjut usia meningkat tiga kali lipat dari 260 juta pada tahun 1980 menjadi 761 juta pada tahun 2021. Umumnya lansia menderita penyakit yang tidak menular atau disebabkan oleh usia, seperti hipertensi. Pravalensi hipertensi di Indonesia pada tahun 2018 mencapai 34,1% dimana mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2013 mencapai 25,8%. Hipertensi yang tidak terkendali akan menimbulkan berbagai penyakit pada tubuh. Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya komplikasi yaitu dengan meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan dalam mengonsumsi obat antihipertensi. Studi ini bermaksud untuk mengetahui hubungan dan kekuatan pengetahuan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi. Studi ini menggunakan penelitian kuantitatif melalui pendekatan Cross Sectional. Penarikan data menggunakan proporsional random sampling. Populasi lansia berjumlah 131 lansia dan jumlah sampel yang didapatkan adalah 63 orang lansia. Pengetahuan diukur memakai kuesioner pengetahuan dan kepatuhan mengonsumsi obat antihipertensi diukur menggunakan instrumen 8-item Morisky Medication Adherence Scale. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dalam bentuk persentase dan analisis bivariat memakai Rank Spearman. Hasil studi diperoleh bahwa hampir sebagian dari responden 30 (48%) memiliki pengetahuan cukup, sebagian besar dari repsonden 28 (44%) memiliki kepatuhan rendah dan terdapat hubungan yang signifikan anatara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada lansia dengan nilai p value 0,000 < α 0,05. Diharapkan para pihak puskesmas dapat menerapkan program pemantauan kepatuhan minum obat antihipertensi dengan mengecek Kembali kemasan obat yang sudah habis satu bulan sekali disaat kegiatan posbindu PTM dan Prolanis.
Intensitas Penggunaan Gadget berhubungan dengan Pola Interaksi Sosial Remaja Awal Albar, Madha Mahesa; Muttaqin, Zaenal; Fatah, Vera Fauziah; Muryati, Muryati
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v4i1.2132

Abstract

Gadget termasuk salah satu teknologi yang terus berkembang dengan memberikan pembaruan yang membuat penggunanya lebih nyaman dan praktis. Fenomena perubahan perilaku yang diakibatkan oleh penggunaan gadget banyak terjadi di kalangan remaja. Perubahan sosial yang     diakibatkan oleh penggunaan gadget memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap hubungan sosial remaja. Mengetahui hubungan antara pola interaksi sosial remaja awal dengan tingkat penggunaan gadget merupakan tujuan dari penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan teknik proportionate simple random sampling dengan jumlah 79 responden. Alat ukur yang digunakan yaitu kuesioner intensitas penggunaan gadget dan pola interaksi sosial. Penelitian ini dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan r-hitung sebesar -0,300 dan nilai p-value sebesar 0,007. Hasil uji korelasi Pearson Product Moment menunjukkan tingkat hubungan yang kuat dan arah hubungan yang negatif. Semakin tinggi intensitas penggunaan gadget maka  semakin rendah pola interaksi sosial. Diharakan pihak sekolah mampu mengarahkan siswa untuk membagi waktu dalam perhatian menggunakan gadget agar dapat melakukan interaksi sosial yang terbuka dengan teman-temannya dilingkungan sekolah maupun dirumah.
Aktivitas Fisik Ibu Hamil terhadap Kejadian Hipertensi pada Kehamilan Fitri, Indah Utami; Kamsatun, Kamsatun; Kusniasih, Susi; Sakti, Bani
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v4i1.2134

Abstract

Indonesia tahun 2022 memiliki angka kematian ibu sebanyak 3.572 kasus dan di Jawa Barat angka kematian ibu tahun 2022 sebanyak 678 kasus. AKI di Jawa Barat paling banyak disebabkan hipertensi pada kehamilan sebanyak 29,64%. Faktor yang memicu timbulnya hipertensi berupa umur, aktivitas fisik, paritas dan masih banyak lagi. Aktivitas fisik termasuk salah satu faktor penentu terjadinya hipertensi dalam kehamilan, sehingga tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan antara aktivitas fisik ibu hamil terhadap kejadian hipertensi dalam kehamilan. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan cara pengambilan sampel accidental sampling.Populasinya adalah 323 ibu hamil yang melakukan kunjungan di poli kebidanan dan kandungan RSUD Al-Ihsan dengan sampel didapatkan sebanyak 88 responden. Alat ukur yang digunakan yaitu kuesioner GPAQ dan spigmomanometer. Analisis univariat didapatkan sebagian besar responden yang aktivitas fisiknya cukup sebanyak 76 orang (86,4%) dan lebih dari separuh responden tidak hipertensi sebanyak 58 orang (64,8%) analisis bivariat dengan uji Chi Square didapatkan nilai pvalue 0,421 > 0,05, dapat dinyatakan bahwa tidak ditemukan hubungan dari aktivitas fisik ibu hamil terhadap insiden hipertensi dalam kehamilan. Pelayanan kesehatan diharapkan dapat memberikan edukasi kepada ibu hamil sehingga dapat meningkatkan wawasan mengenai faktor yang dapat memicu hipertensi pada kehamilan.
Tingkat Pengetahuan Kepala Keluarga terhadap Kesiapsiagaan menghadapi Bencana Gempa Bumi Syahputra, Muhammad Ridwan; Setiawan, Asep; Fathudin, Yogasliana; Agustiyowati, Tri Hapsari Retno; Syagitta, Mutiara
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v4i1.2156

Abstract

Bandung berada pada area rawan bencana gempa bumi karena berada pada area Sesar Lembang, Tingginya potensi gempa bumi Sesar Lembang membutuhkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana tersebut. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan kepala keluarga dengan kesiapsiagaan potensi bencana gempa bumi. Gempa bumi merupakan getaran dari dalam bumi, yang kemudian merembat ke permukaan bumi yang mengakibatkan rekahan bumi pecah dan bergeser secara keras, dampak terjadinya gempa yaitu menimbulkan kerusakan harta benda dan korban jiwa. Penelitian menggunakan desain penelitian cross sectional dengan jenis penelitian korelasional. Sampel yang diambil 90 orang menggunakan teknik cluster random sampling, analisis menggunakan uji ChiSquare. Hasil penelitian menunjukkan responden rata-rata skor pengetahuan responden adalah 69,27 dan rata-rata skor kesiapsiagaan sebesar 57,17. Mayoritas responden memiliki pengetahuan kurang sebanyak 55,6% dan kesiapsiagaan yang rendah sebanyak 50%. Hasil analisa bivariat menunjukan hasil p-value 0,000, kepala keluarga yang memiliki pengetahuan kurang memiliki resiko 7 kali kesiapsiagaan yang kurang dalam menghadapi bencana gempa bumi, sehingga ada hubungan antara pengetahuan kepala keluarga dengan kesiapsiagaan bencana gempa bumi. Tingkat pengetahuan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana perlu ditingkatkan dengan pelatihan kebencanaan bersama pihak yang berwenang.
Aktivitas Game Online Menurunkan Kualitas Tidur pada Siswa Solehah, Erni; Supriadi, Supriadi; Sugiyanto, Sugiyanto; Susanti, Susi
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v4i1.2157

Abstract

Masa remaja merupakan periode perkembangan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perkembangan teknologi. Penggunaan teknologi yang di dukung oleh internet telah mengubah gaya hidup dan aktivitas remaja. Meningkatnya prevalensi pengguna game online pada pelajar (27%) menjadi latar belakang pada peneltian ini, dengan hal tersebut game onIine yang diaplikasikan secara berlebih akan berdampak negatif pada kesehatan, terutama kualitas tidur seorang siswa SMA. PeneIitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas game online dengan kualitas tidur pada siswa di SMA Pasundan Majalaya Kabupaten Bandung. Desain penelitian kuantitatif digunakan pada penelitian ini dengan pendekatan Cross-SectionaI, kemudian sampel yang diambil berjumlah 85 dengan teknik non-probabilitiy menggunakan metode purposif sampIing. Lembar instrumen pada penelitian adalah kuesioner aktivitas game online dan Pittsburgh SIeep QuaIity Index diuji menggunakan metode Chi-Square. HasiI penelitian ini menunjukan ada hubungan aktivitas game onIine dengan kualitas tidur pada siswa di SMA Pasundan Majalaya Kabupaten Bandung dengan niIai ρ -vaIue (0,000), memiliki keeratan hubungan kuat dengan arah negatif. Berkaitan dengan hal tersebut siswa perlu menetapkan batasan waktu beraktivitas game online dengan rutin melakukan fisik, mengikuti ekstrakulikuler di sekolah, menggunakan aplikasi seperti Net Nanny for Schools untuk membatasi waktu bermain game, serta mendapatkan pengawasan orang tua dalam mengelola waktu game onIine agar kesehatan tidur tetap optimal.
Pengetahuan Ibu Balita tentang Stunting Sugiri , Ryaldi Ahmad; Cahyaningsih, Henny; Nursyamsiyah, Nursyamsiyah; Ariyanti, Metia; Kusmiati, Sri
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v4i1.2166

Abstract

Stunting dapat terjadi ketika anak mengalami gangguan pertumbuhan dalam jangka waktu yang lama. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan stunting adalah pengetahuan ibu. Pengetahuan ibu tentang stunting penting untuk diketahui sebagai upaya pencegahan stunting pada balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji tingkat pengetahuan ibu mengenai stunting. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Ibu-ibu yang memiliki balita di salah satu wilayah kerja Puskesmas dijadikan sampel penelitian dengan menggunakan teknik random sampling. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 80 orang. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan distribusi frekuensi. Kategori pengetahuan ibu disajikan menggunakan prosentase. Hasil penelitian 40 orang (50,0%) memperoleh pengetahuan baik, 35 orang (43,75%) memperoleh pengetahuan cukup, dan 5 orang (6,25%) memperoleh pengetahuan buruk. Diperlukan adanya upaya peningkatan pengetahuan ibu yang memiliki balita dengan cara pemberian edukasi tentang stunting periodik dari tenaga kesehatan.
Tingkat Kecemasan dan Tingkat Nyeri Menurunkan Kualitas Tidur pada Pasien Kanker Kolorektal Zulaekha, Quini Siti; Setiawan, Asep; Sukarni, Sukarni; Hapsari, Tri
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v4i1.2167

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh komplikasi penyakit kanker khususnya kolorektal yang menimbulkan berbagai dampak pada organ usus dan rektum. Berbagai dampak pada pasien kanker kolorektal adalah munculnya kecemasan, nyeri dan gangguan kualitas tidur. Penelitian ini ditujukan guna diketahui bagaimana tingkat kecemasan serta nyeri berkorelasi dengan kualitas tidur. Tumor ganas yang berasal dari jaringan epitel di usus dan rektum disebut kanker kolorektal. Ketakutan akan sesuatu yang diantisipasi bahaya dikenal sebagai kecemasan. Nyeri adalah rasa yang diterima oleh reseptor nyeri dan disertai dengan emosional. Kualitas tidur ialah kondisi yang mana tidur yang dialami seseorang memberi kebugaran serta kesegaran. Metode yang digunakan yakni analisis korelasional dengan desain cross sectional. Sebanyak 59 responden berpartisipasi dalam penelitian ini melalui metode purposive sampling. Hasil penelitian memperlihatkan mayoritas responden punya tingkat kecemasan berat sekali (59.3%) dengan rata-rata skor 41.69, sebagian besar responden memiliki nyeri sedang (71.2%) dengan rata-rata skor 6.24, dan hampir seluruhnya responden memiliki kualitas tidur buruk (78%) dengan rata-rata 6.31. Terdapat hubungan kemasan, nyeri dan kualitas tidur dengan hasil hampir seluruhnya (76.1%) dengan kecemasan berat sekali mempunyai kualitas tidur yang buruk (p = 0,000) dengan r = 0.642, dan sebagian besar (63%) dengan nyeri sedang mempunyai kualitas tidur yang buruk (p = 0,012) dengan r = 0.338. Berkaitan dengan hal tersebut, perlu adanya upaya penanganan terkait tingkat kecemasan dan tingkat nyeri dengan kualitas tidur pasien kanker kolorektal.
Peran Health Locus Of Control dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Salsabilla, Salwa; Erlina, Lina; Hamzah, Ali; Rohyadi, Yosep
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v4i1.2170

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi angka kejadian diabetes melitus (DM) tipe 2 yang tinggi di Indonesia. Pengelolaan DM memerlukan jangka waktu panjang dan akan mempengaruhi kualitas hidup pasien. Pengontrolan diri berdasarkan persepsi yang membentuk perilaku dalam mengendalikan kesehatan merupakan health locus of control (HLoC). Beberapa penelitian masih menunjukan adanya perbedaan antara HLoC mana yang mempengaruhi kualitas hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara HLoC dengan kualitas hidup pada pasien DM tipe 2 yang diuraikan dalam 3 dimensi HLoC yaitu internal, change, dan powerful of others. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan Cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 93 pasien DM tipe 2. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Hasil uji statistik chi-square, terdapat hubungan antara IHLC dengan kualitas hidup, terdapat hubungan antara CHLC dengan kualitas hidup, dan tidak terdapat hubungan antara PHLC dengan kualitas hidup. Untuk penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk meneliti tentang hubungan HLoC dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2 menggunakan design penelitian kohort atau case control.