cover
Contact Name
Ludovikus Bomans Wadu
Contact Email
actualinsight21@gmail.com
Phone
+6281233597270
Journal Mail Official
journalmindset@gmail.com
Editorial Address
Jalan Abdurahman Saleeh Blok GJ2 Kedungkandang Kota Malang Jawa Timur, Malang, Provinsi Jawa Timur, 65148
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Mindset : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Pembelajaran
Published by Actual Insight
ISSN : 27765512     EISSN : 27751228     DOI : https://doi.org/10.56393/mindset.v3i2.1557
Core Subject : Education,
Mindset: Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Pembelajaran merupakan jurnal penelitian dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang bertujuan untuk mempromosikan beragam hasil penelitian baik studi literatur, maupun studi empiris yang dilakukan para peneliti, tenaga profesional, aparatur sipil negara, guru, dosen dan para mahasiswa dalam relasi pendidikan secara lintas keilmuan. Jurnal ini menjadi sarana informasi ilmiah dalam konteks pendidikan dan pembelajaran serta pengambilan kebijakan.
Articles 46 Documents
Mengantisipasi Fenomena Hoaks bagi Pendidik dengan Mengembangkan Rasionalisme Kritis Rustiani, Rustiani
Mindset : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/mindset.v1i2.427

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan secara deskriptif dalam mengantisipasi fenomena hoaks bagi pendidik. Upaya mengantisipasi tersebut didasarkan pada rasionalisme kritis sebagai sudut pandang yang diambil dari teori falsifikasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan. Penelitian ini berdasarkan kajian literatur terdahulu serta berupaya mengkaji mengenai analisis pemikiran Karl Popper terutama tentang teori falsifikasi. Hasil penelitian menemukan bahwa dapat dideteksi bahwa pendidik merupakan bagian dari kalangan masyarakat yang juga rentan terhadap berita hoaks bahkan tanpa disadari mereka juga dapat turut serta menjadi penyebar hoaks. Selain itu, tidak semua pendidik mampu memfilter informasi yang dengan rasionalisme kritis agar mereka dapat memilih informasi-informasi tertentu yang sesuai kebutuhan. Kemampuan rasionalisme kritis benar-benar dilatih dengan mengkaji secara detail informasi yang datang kepada mereka. Kesulitan dalam menentukan apakah suatu berita tersebut asli atau palsu juga dialami oleh pendidik. Hal tersebut terjadi karena pendidik tidak memiliki kepercayaan diri yang kuat bahwa sebenarnya dirinya mampu memilah dan memilih antara berita asli dan berita palsu.
Peran Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Dalam Mengimplementasikan Nilai-Nilai Sosial Selama Masa Pembelajaran Daring Buka, Felmina
Mindset : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/mindset.v2i3.936

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru PKn dalam meningkatkan kedisiplinan siswa pada masa pandemi covid-19 dan untuk mengetahui faktor penghambat kedisiplinan siswa pada masa pandemi Covid-19 di SMPK Mater Boni Consili Ohe. Metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif, dengan sumber data primer, kepala sekolah, guru PKn, dan Guru BP, sumber data sekunder berupa buku, artikel, dan catatan dari BP terkait masalah yang dihadapi oleh peserta didik. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu peneliti turun ke lapangan, setelah itu mengumpulkan segala informasi, membuat pengelompokan, dan pada akhirnya memberikan kesimpulan dari setiap data yang dikelompokan itu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, peran guru PKn dalam meningkatkan kedisiplinan siswa pada masa pandemi covid-19 yaitu hal yang paling utama dengan cara memberikan teladan, sumber pengharapan, agen perubahan, sebagai evaluator. Faktor penghambat kedisiplinan siswa pada masa pandemi Covid-19 yaitu Kendala teknis pengkondisian siswa, perubahan pola laku siswa, dan kesibukan orang tua atau wali.
Pembiasaan Nilai Kejujuran dalam Mewujudkan Pendidikan Karakter di Tingkat Sekolah Menengah Pertama Suwandi, Marwan
Mindset : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/mindset.v1i2.948

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran pendidikan dalam menanamkan karakter yang baik. Peran tersebut ada pada guru dan orangtua dalam menanamkan kejujuran pada diri anak didik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Lokus penelitian berada di Sekolah Menengah Pertama Negeri Satu Atap Kuala Keritang. Penelitian ini diorientasikan pada penerapan tindakan. Hasil penelitian menemukan bahwa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan beberapa indikator kejujuran mengetahui anak-anak didik sudah mengetahui tindakan yang tepat dan tindakan yang kurang tepat. Penanaman karakter jujur pada anak dilakukan untuk membentuk masa depan generasi penerus bangsa yang jujur dan tidak berprilaku menyimpang dalam kehidupan dirinya sendiri maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itulah, peran guru daan orang tua dalam menanamkan karakter jujur ini sangat penting. Agar bisa efektif dan efisien, guru harus memiliki kompetensi agar bisa memberikan keteladanan yang baik kepada anak didik. Orangtua juga memiliki pemahaman memadai dan kepribadian yang baik agar bisa memberikan keteladanan  kepada anak.
Analisis Pengetahuan Metakognitif Siswa tentang Kebersihan Lingkungan Sekolah di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Kempas Supangat, Supangat
Mindset : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/mindset.v1i2.952

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan metakognitif siswa tentang kebersihan lingkungan sekolah di SMP Negeri 5 Kempas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa tes untuk mengukur pengetahuan metakognitif siswa tentang kebersihan lingkungan sekolah. Pada tes pengetahuan metakognitif siswa peneliti memberikan 12 butir soal berbentuk uraian. Analisis data dalam penelitian ini digunakan untuk mengkaji variabel penelitian yaitu pengetahuan metakognitif. Hasil penelitian menunjukkan keseluruhan rata-rata pengetahuan metakognitif siswa tentang kebersihan lingkungan pada siswa di SMP Negeri 5 Kempas berkategori sedang dengan nilai rata-rata sebesar 58,840. Hal ini dari ketiga indikator pengetahuan metakognitif tentang kebersihan lingkungan sekolah yaitu pengetahuan diri, pengetahuan tugas, pengetahuan strategi. Hal ini sejalan dengan pendapat ahli mengatakan bahwa pengetahuan metakognitif siswa perempuan lebih unggul dari pada laki-laki. Hal tersebut benar dalam hasil penelitian ini, dimana pada kategori sangat rendah dan rendah didominasi siswa laki-laki dan mendapat kategori sedang dan sangat tinggi didominasi oleh siswa perempuan.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sebagai Dasar Pendidikan Karakter dalam Ruang Pribadi, Sosial dan Lingkungan untuk Kemajuan Bangsa Tuasamu, Kartika Amelia
Mindset : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/mindset.v2i1.1121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pendidikan Pancasila melalui model pembelajaran Inside Outside Circle. Konteksnya untuk membentuk karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara secara langsung kepada narasumber. Teknik analisis data dilakukan dengan interpretasi melalui pembacaan kritis pada data yang ditemukan melalui proses pembelajaran. Hasil penelitian menemukan bahwa pertama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan salah satu mata pelajaran yang memuat prinsip dan nilai karakter bangsa yang bisa dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan. Kedua, peran mata pelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan leading sector dari pendidikan karakter sudah jelas harus mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam kegiatan belajar-mengajarnya karena hal tersebut sudah jelas diuraikan dalam tujuan pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan seperti diselesaikan (Darmadi, 2010) yaitu: membina moral yang diharapkan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,yaitu perilaku yang memancarkan iman dan takwa terhadap Tuhan dan Maha Esa dalam masyarakat yang terdiri dari berbagai golongan agama, perilaku yang bersifat kemanusiaan yang adil dan beradab, perilaku yang mendukung perserikatanbangsa dalam masyarakat yang beranekaragam.
Nilai Gotong-Royong dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Sekolah Anastasia, Widya
Mindset : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/mindset.v2i1.1122

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan nilai gotong-royong dalam proses pembelajaran di sekolah. Gotong royong sendiri bukanlah hal yang baru lagi di lingkungan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain fenomenologi. Teknik analisis data dilakukan dengan: mengolah dan mempersiapkan data, membaca keseluruhan data, menganalisis lebih detail dengan mengcoding data, melakukan proses coding, menyusun deskripsi, dan menginterpretasi data. Hasil penelitian menemukan bahwa Internalisasi nilai karakter gotong royong dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila membangun modal sosial peserta didik. Hal ini sejatinya merupakan proses penanaman nilai karakter tersebut ke dalam diri melalui nilai-nilai gotong royong dalam materi Pendidikan Pancasila sehingga dapat membangun modal sosial yang meliputi kepercayaan, jaringan dan norma dengan sub nilai kerja sama, musyawarah, diskusi pemecahan masalah, tolong menolong, empati, anti diskriminasi, anti kekerasan sehingga nilai-nilai tersebut menjadi bagian dalam diri. Nilai karakter gotong royong diharapkan peserta didik menjiwainya dalam pola pikir, pola sikap, dan muara akhirnya membentuk perilaku untuk diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Integrasi Nilai-Nilai Budaya pada Pembelajaran PPKn Berbasis Value In Depth di Sekolah Menengah Pertama Ni'mah, Anis Choirun
Mindset : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/mindset.v2i1.1123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya pada pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dengan berbasis value in depth. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan value in depth yaitu memahami terlebih dahulu duduk permasalahan, membaca, dan menganalisa berbagai nilai-nilai pada proses pembelajaran di sekolah. Data diperoleh dengan studi pustaka. Peneliti menganalisis konten dari berbagai sumber yang telah dikumpulkan, selanjutnya diperkuat dengan analisis wawancara. Hasil penelitian menemukan, pertama, model integrasi pendidikan karakter yang baik, meletakkan landasan nilai dalam visi satuan pendidikan, kemudian nilai-nilai inti karakter yang tertuang dalam visi disosialisasikan kepada warga besar satuan pendidikan, mereka kemudian membangun komitmen bersama untuk mewujudkan visi. Pembelajaran di sekolah baru dikatakan berhasil apabila mampu menanamkan nilai-nilai karakter pada peserta didiknya. Pembelajaran dikatakan berhasil manakala kegiatan yang berlangsung di sekolah itu mampu memfasilitasi peserta didik dalam proses transfer of value dalam konteks pembentukan karakter bangsa Kedua, keberhasilan pendidikan karakter pada peserta didik, sekolah bersinergi antara strategi faktor internal dan eksternal sekolah.
Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dengan Inkuiri Reflektif dalam Konteks Pembelajaran PPKn di Sekolah Menengah Pertama Novembri, Ririk
Mindset : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/mindset.v2i1.1124

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam konteks pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Sekolah Menengah Pertama. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan. Data diperoleh dengan studi pustaka. Peneliti menganalisis konten dari berbagai sumber yang telah dikumpulkan, selanjutnya diperkuat dengan analisis wacana konstruktif. Hasil penelitian menemukan, pertama, penerapan nilai-nilai Pancasila ditentukan oleh beberapa indikator: (1) nilai Ketuhanan yaitu peserta didik membaca ayat suci Al-Quran; setiap pagi peserta didik mengerjakan sholat dhuha; (2) nilai Kemanusiaan: peduli kalau melihat temannya sedang mengalami kesulitan; (3) nilai Persatuan saat upacara bendera yang dilaksanakan dengan hikmat; kegiatan pramuka; lomba-lomba waktu class meeting; sudah banyak yang hapal Pancasila dengan diterapkannya membaca Pancasila sebelum pelajaran dimulai; (4) nilai Kerakyatan: peserta didik mempunyai keberanian untuk bertanya kepada guru tentang materi yang belum dipahaminya; (5) implementasi nilai Keadilan. Kedua, Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia dikembangkan dengan menggunakan interpretasi maksimal tradisi inkuiri reflektif karena ia akan menjadi lebih memiliki kekuatan dan lebih fungsional untuk mengembangkan demokrasi di Indonesia.
Strategi Guru PPKn dalam Pembentukan Karakter Pemuda pada Peserta Didik di SMP Negeri 26 Kota Bekasi Wibisono, Gunawan
Mindset : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/mindset.v2i2.1133

Abstract

Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan strategi guru PPKn dalam membentuk karakter pemuda pada peserta didik. Lokus penelitian berada di SMP Negeri 26 Kota Bekasi. Peserta didik masih terjadi pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan peserta didik terhadap tata peraturan yang telah ditetapkan sekolah. Di samping itu, juga untuk mengetahui strategi guru PPKn dalam membentuk karakter pemuda pada peserta didik di SMP Negeri 26 Kota Bekasi. Metode penelitian yang dipilih adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Guru menggunakan strategi dengan menggunakan metode diskusi, skala sikap, serta apersepsi. Hal ini mendapat respon positif dari siswa namun mereka lebih menyukai guru yang telah mencontohkan dan akrab dengan siswa agar terjalin kedekatan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa siswa menyukai strategi yang digunakan oleh pihak sekolah tetapi mereka lebih menyukai strategi yang lebih akrab dengan siswa dan bisa bersosialisasi dengan ramah kepada siswa. Sekolah menggunakan strategi sistem poin, menegur, memberikan himbauan serta mencontohkan dan membiasakan sikap religius, nasionalisme, mandiri, gotong-royong dan integritas.
Penerapan Aplikasi Kahoot! sebagai Media Pembelajaran Berbasis Teknologi pada Mata Pelajaran PPKn Suryana, Gilang Ahmad
Mindset : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/mindset.v2i2.1134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan aplikasi Kahoot! dalam pembelajaran untuk mata pelajaran PPKn. Lokus penelitian SMKN 1 Legonkulon, Kabupaten Subang, Jawa Barat, yang langsung penerapan aplikasi Kahoot! sebagai media kuis untuk evaluasi pembelajaran di mata pelajaran PPKn memberikan pendapat dimana mereka merasa sangat semangat, tertarik, dan lebih termotivasi untuk mengikuti pembelajaran dan kuis di mata pelajaran PPKn. Hasil penelitian yaitu bahwa peserta didik juga sebagian besar berpendapat bahwa dengan adanya aplikasi Kahoot! yang diterapkan menjadikan pembelajaran lebih bervariasi dan tidak monoton. Hal yang pentingnya peserta didik juga sebanyak 64% setuju (S) bahwa hasil dari kuis di aplikasi Kahoot! dapat menjadikan tolok ukur pemahaman materi pembelajaran yang sudah dipelajari. Penerapan aplikasi Kahoot! sebagai salah satu media dalam pembelajaran untuk mata pelajaran PPKn sebagai upaya memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, memberikan dampak positif pada proses dan pengalaman belajar peserta didik, diantaranya mampu meningkatkan semangat, minat, dan motivasi belajar peserta didik serta dapat mewujudkan pembelajaran yang bervariasi dan tidak monoton pada mata pelajaran PPKn.