cover
Contact Name
Isnaini Muhandhis
Contact Email
isnainimuhandhis@uwp.ac.id
Phone
+628179673146
Journal Mail Official
jurnalgesiuwp@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Benowo no. 1 - 3, Babat Jerawat, Kec. Pakal, Surabaya, Jawa Timur 60197
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Gender Equality and Social Inclusion (gesi)
ISSN : 29642760     EISSN : 29642760     DOI : https://doi.org/10.38156/gesi
JGESI adalah Journal Of Gender Equality And Social Inclusion (e-ISSN. 2964-2760), diterbitkan oleh Pusat Studi Gender dan Inklusi Sosial, Universitas Wijaya Putra Surabaya, Indonesia. Jurnal ini diterbitkan pada tahun 2022 dengan terbitan dua kali per tahun (September dan Maret). Jurnal Ilmiah JGESI merupakan jurnal ilmiah yang terbit secara on-line dan menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil penelitian dalam bidang multidisiplin ilmu yang terkait tentang Pengentasan Kemiskinan, Ketahanan Pangan dan Pertanian Berkelanjutan, Kesehatan dan Kesejahteraan, Energi Bersih dan Terjangkau, Gender dan Kesetaraan Hukum, Gender dan Kesetaraan Politik.
Articles 41 Documents
ANALISIS PERKEMBANGAN EKONOMI DIGITAL PADA PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI INDONESIA Artanti, Aisyah Salsabila; Sari, Della; Putra, Bayu Tri; Pratama, Chintya Anggun
Journal of Gender Equality and Social Inclusion (gesi) Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Pusat Studi GESI - UWP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/gesi.v4i1.183

Abstract

Artikel ini membahas perkembangan ekonomi digital di Indonesia dan dampaknya terhadap perekonomian masyarakat. Dengan meningkatnya akses terhadap teknologi informasi dan komunikasi, masyarakat kini dapat menjalankan aktivitas ekonomi secara lebih efisien dan terintegrasi. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengkaji tentang perkembangan ekonomi digital pada perekonomian masyarakat di Indonesia. Metode yang digunakan dalam artikel ini yaitu penelitian kualitatif yang bersifat studi pustaka yang menggunakan buku-buku dan literatur lainnya sebagai objek yang utama. Penelitian ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk pertumbuhan ekonomi digital, didorong oleh tingginya jumlah pengguna internet dan adopsi teknologi oleh generasi muda. Data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia menunjukkan bahwa jumlah pengguna internet terus meningkat, yang berkontribusi pada transformasi berbagai sektor, termasuk kesehatan, transportasi, bisnis, perbankan, dan pariwisata. Meskipun perkembangan ini menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan, tantangan tetap ada, terutama dalam hal kebijakan yang harus dirumuskan oleh pemerintah untuk mendukung inovasi dan integrasi teknologi. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk mendorong pendidikan dan pelatihan bagi generasi muda agar mereka dapat memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh ekonomi digital.
PERAN PEMERINTAH INDONESIA DALAM PEMERATAAN PEMBANGUNAN EKONOMI DI DAERAH Sulastri, Era; Umar, Alfia; Syaputra, Kharisma Aron; Zohandy, Devina Elani Putri
Journal of Gender Equality and Social Inclusion (gesi) Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Pusat Studi GESI - UWP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/gesi.v4i1.184

Abstract

Pemerataan pembangunan ekonomi merupakan bagian penting dalam mengurangi kesenjangan antara daerah maju dan daerah tertinggal di Indonesia. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis peran pemerintah dalam pemerataan pembangunan ekonomi, dengan menggunakan data sekunder dari jurnal ilmiah, buku, dan dokumen resmi. Kebijakan otonomi daerah, pembangunan infrastruktur, koordinasi pusat-daerah, dan alokasi dana perimbangan keuangan merupakan tindakan strategis yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Melalui kebijakan tersebut, perekonomian nasional tumbuh, kemiskinan berkurang, dan kualitas hidup masyarakat meningkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pemerataan pembangunan sangat dipengaruhi oleh infrastruktur yang memadai, pendidikan yang baik, pengelolaan sumber daya alam, serta tata kelola pemerintahan yang transparan dan efektif.
PENYESUAIAN DIRI MAHASISWA NTT DI UNIVERSITAS WIJAYA PUTRA SURABAYA Anugrahani, Dinda Alfika; Nurlaily, Lutfiana; Rahmadian, Muhammad Reza; Grahani, Firsty Oktaria; Agustin, Ardianti
Journal of Gender Equality and Social Inclusion (gesi) Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Pusat Studi GESI - UWP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/gesi.v4i1.188

Abstract

Abstract This research examines the adaptation of students from East Nusa Tenggara (NTT) studying at Wijaya Putra University Surabaya, Java Island.The main focus is on how students face the challenges of adapting to new cultures, languages, and habits in a different educational environment.This research uses a qualitative approach with a phenomenological method to understand how NTT students adapt at Wijaya Putra University Surabaya.The subjects of the study are 2 students aged 22 years who are in their 3rd and 5th semesters.Through interviews with students from out of town, it was found that they experienced culture shock, language difficulties, and social pressure, but gradually managed to adapt with social support and interaction.Effective adaptation contributes to academic success and mental well-being.These findings are important as a basis for developing mentoring programs that support cultural and language adaptation for students from afar. Abstrak Penelitian ini mengkaji penyesuaian diri mahasiswa perantau asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Universitas Wijaya Putra Surabaya, Pulau Jawa. Fokus utama adalah bagaimana mahasiswa menghadapi tantangan adaptasi budaya, bahasa, dan kebiasaan baru di lingkungan pendidikan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk memahami bagaimana penyesuaian diri mahasiswa rantau NTT di Universitas Wijaya Putra Surabaya. Subjek penelitian adalah 2 mahasiswa yang berusia 22 tahun dan menginjak semester 3 dan 5. Melalui wawancara dengan mahasiswa rantau, ditemukan bahwa mereka mengalami culture shock, kesulitan bahasa, dan tekanan sosial, namun secara bertahap mampu menyesuaikan diri dengan dukungan sosial dan interaksi. Penyesuaian diri yang efektif berkontribusi pada keberhasilan akademik dan kesejahteraan mental. Temuan ini penting sebagai dasar pengembangan program pendampingan yang mendukung adaptasi budaya dan bahasa bagi mahasiswa rantau.
Peran Gender dalam Ketahanan Pangan: Tantangan Wanita Menghadapi Perubahan Iklim di Sektor Pertanian Barki, Khotimatul; Burhan, Arif
Journal of Gender Equality and Social Inclusion (gesi) Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Pusat Studi GESI - UWP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/gesi.v4i1.189

Abstract

Perubahan iklim menghadirkan tantangan kritis bagi ketahanan pangan global, khususnya di negara-negara berkembang, dengan mengganggu pertanian, yang sangat bergantung pada pola cuaca yang stabil. Ketimpangan gender memperburuk kerentanan wanita, khususnya di daerah pedesaan, di mana wanita memainkan peran utama dalam produksi pertanian tetapi menghadapi hambatan signifikan seperti akses terbatas ke lahan, air, dan teknologi cerdas iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan utama yang dihadapi wanita dalam menjaga ketahanan pangan dan untuk menemukan strategi dan kebijakan yang dapat memperkuat peran wanita dalam beradaptasi dengan dampak perubahan iklim. Metode penelitian menggunakan tinjauan pustaka sistematis (SLR) dengan metode PRISMA untuk mengeksplorasi ketimpangan gender terhadap peran wanita dalam ketahanan pangan dan adaptasi perubahan iklim. Temuan menunjukkan bahwa keterbatasan akses wanita terhadap sumber daya dan teknologi menghambat kemampuannya untuk beradaptasi dengan tantangan yang ditimbulkan oleh perubahan iklim, sehingga memperburuk ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. tanggung jawab ganda wanita dalam mengelola tugas rumah tangga dan pekerjaan pertanian mencegah mereka untuk terlibat sepenuhnya dalam strategi adaptasi iklim. Studi ini menekankan perlunya kebijakan yang mempromosikan kesetaraan gender, termasuk meningkatkan akses wanita terhadap sumber daya pertanian, teknologi, pelatihan, dan proses pengambilan keputusan. Kebijakan tersebut tidak hanya akan memberdayakan wanita tetapi juga meningkatkan kapasitasnya untuk beradaptasi dengan perubahan iklim, yang pada akhirnya meningkatkan ketahanan pangan.
Meretas Pola Menunda: Tinjauan Strategi Intervensi Prokrastinasi dalam Pembelajaran Susanto, Yudith Wina Herlita; Kusuma, Careen Ayudiah; Qotrunad, Fathin Fathia Kamila; Faizal, Muhammad Arkan; Denaputri, Najwa Razita
Journal of Gender Equality and Social Inclusion (gesi) Vol. 4 No. 2 (2025): Oktober 2025 (Inprogress)
Publisher : Pusat Studi GESI - UWP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/gesi.v4i2.190

Abstract

Academic procrastination is a behavior of delaying completing academic obligations that can have a negative impact on an individual's achievement and mental health. This study aims to examine the factors that cause academic procrastination and effective intervention strategies in the context of education. Through a systematic literature review, it was found that poor time management, low learning motivation, and other psychological factors contribute significantly to procrastination behavior. Various intervention approaches, such as self-management based on Cognitive Behavior Therapy (CBT), client-centered counseling, and Solution Focus Brief Counseling (SFBT), have been shown to be effective in reducing the level of procrastination. However, the application of these interventions in educational settings is still limited. This study recommends the development of more systematic and applicable intervention programs, as well as the active role of teachers and counselors in supporting students to overcome procrastination. Thus, it is hoped that a more conducive learning environment can be created that supports students' time management and adaptive behavior.
ANALISIS SENTIMEN TERHADAP KB VASEKTOMI DI X DENGAN PENDEKATAN KESETARAAN GENDER Efendy, Muhamad Setiawan; Muhandhis, Isnaini; Azizah, Anisa Nur; Atmojo, Suryo
Journal of Gender Equality and Social Inclusion (gesi) Vol. 4 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Pusat Studi GESI - UWP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/gesi.v4i2.209

Abstract

Berdasarkan laporan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), sekitar 61,7% pasangan usia subur di Indonesia tercatat sebagai pengguna KB. Dari partisipasi tersebut, metode KB MOP (Metode Operasi Pria) atau vasektomi sendiri menjadi opsi terakhir yang dipilih dengan partisipasi sebesar 0,1%. Rendahnya adopsi vasektomi di Indonesia tidak lepas dari keyakinan agama, pengaruh stigma sosial, dan norma gender yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen publik di X terkait vasektomi sebagai metode Keluarga Berencana (KB) dengan pendekatan komputasional dan kualitatif, sekaligus mengeksplorasi bagaimana narasi kesetaraan gender terbentuk dalam diskursus digital. Sebanyak 1000 data cuitan yang relevan diklasifikasikan dan dianalisis berdasarkan perspektif gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Triple Minority dalam Ruang Patriarki: Gendered Leadership Sherly Tjoanda sebagai Gubernur Maluku Utara Nisa, Bella Saidah Hoerul; Putri, Shezy Solevina; Indriyany, Ika Arinia
Journal of Gender Equality and Social Inclusion (gesi) Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026 (Inprogress)
Publisher : Pusat Studi GESI - UWP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/gesi.v5i1.211

Abstract

Kepemimpinan perempuan di Indonesia masih menghadapi hambatan struktural patriarki yang kuat, tercermin dari keterlibatan perempuan sebagai calon kepala daerah di Pilkada 2024 hanya mencapai 5,14%. Di tengah lanskap tersebut, Sherly Tjoanda sebagai Gubernur Maluku Utara menyandang status triple minority di tengah ruang patriarki dan sosioreligius yang tinggi. Penelitian ini bertujuan mengkaji manifestasi gendered leadership dalam praktik kepemimpinan Sherly Tjoanda sebagai triple minority. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dari Creswell dengan teori Gendered Leadership dari Judy B. Rosener. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat indikator interactive leadership dalam gendered leadership memiliki keterikatan yang saling menguatkan. Encouraging participation termanifestasi melalui konsistensi dialogis, sementara sharing power and information dilakukan melalui transformasi media sosial dan transparansi anggaran. Enhancing others self-worth terbukti dalam kebijakan beasiswa, kesehatan, dan pemberdayaan UMKM, serta energizing others melalui narasi “Maluku Utara Bangkit”. Kepemimpinan interaktif ini berhasil meningkatkan IPM sebesar 0,95% dan tingkat kepuasan publik mencapai 85,1% dalam satu tahun. Disimpulkan bahwa Sherly Tjoanda berhasil menavigasi ruang patriarki dan sosioreligius melalui aksi nyata yang memperkuat legitimasi publiknya. Keberhasilan ini membuktikan bahwa latar belakang minoritas bukan penghalang bagi efektivitas kepemimpinan di ruang publik yang maskulin.
Gugatan Maskulinitas: Analisis Stigma Sosial dan Hambatan Pelaporan KDRT Suami dalam Perspektif Hukum Keluarga Rahmawati, Vina
Journal of Gender Equality and Social Inclusion (gesi) Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026 (Inprogress)
Publisher : Pusat Studi GESI - UWP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/gesi.v5i1.212

Abstract

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT) mengusung prinsip netralitas gender, namun realitas law in action menunjukkan adanya hambatan substantif bagi korban laki-laki dalam mengakses keadilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manifestasi stigma sosial terhadap suami korban KDRT di media sosial dan implikasinya terhadap efektivitas implementasi UU PKDRT. Dengan menggunakan pendekatan yuridis-sosiologis dan metode netnografi, peneliti mengumpulkan dan menganalisis 80 unit komentar pada platform Instagram dan TikTok periode postingan Desember 2024-Januari 2025 melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian mengidentifikasi empat kategori stigma utama: ejekan dan devaluasi maskulinitas, victim blaming, penolakan status korban, serta stigma sosial-hukum. Temuan penelitian menunjukkan bahwa stigma digital tersebut berfungsi sebagai instrumen "gugatan maskulinitas" yang menciptakan viktimisasi ganda (double victimization) dan kekerasan simbolik bagi korban. Secara yuridis, fenomena ini mengindikasikan potensi disfungsi pada Pasal 10, 18, 19, dan 55 UU PKDRT, di mana hak perlindungan dan pemulihan korban menjadi tidak teraktivasi akibat hambatan psikososial dan bias diskresi aparat yang terhegemoni oleh maskulinitas patriarki. Penelitian ini merekomendasikan reorientasi budaya hukum melalui paradigma Hukum Progresif dan penguatan literasi digital guna meruntuhkan stigma yang menghambat access to justice bagi penyintas laki-laki.
BELAJAR TANPA MENYERAH: HUBUNGAN RESILIENSI DENGAN MOTIVASI AKADEMIK SISWA Fitriyani, Maylani Cahya; Nurcahyani, Nia; Sholikhah, Azizah Dian; Maulida, Destama Chanif; Nichola, Fredley Aryananda
Journal of Gender Equality and Social Inclusion (gesi) Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026 (Inprogress)
Publisher : Pusat Studi GESI - UWP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/gesi.v5i1.192

Abstract

Resiliensi dan motivasi akademik sangat penting dalam menunjang keberhasilan siswa. Motivasi yang tinggi mendorong siswa untuk mempersiapkan diri dan mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Sebaliknya, rendahnya resiliensi akademik dapat berkaitan dengan kurangnya motivasi akademik, yang ditandai dengan ketidaksemangatan dan cepat lelah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dengan motivasi akademik siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dari berbagai artikel-artikel jurnal dan sumber ilmiah lain yang relevan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa dalam konteks pendidikan, setiap siswa perlu memiliki resiliensi pada diri mereka, karena resiliensi yang tinggi dapat membantu siswa untuk tetap termotivasi dalam belajar, meskipun sedang dihadapkan kegagalan, tekanan akademik, maupun hambatan lainnya. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa resiliensi merupakan pondasi penting dalam membangun motivasi belajar atau akademik. Semakin tinggi tingkat resiliensi siswa, maka semakin besar pula motivasi belajarnya, karena siswa yang tangguh baik secara mental maupun emosional cenderung lebih gigih dalam mengejar tujuan akademik mereka, pantang menyerah meskipun mengalami kegagalan, dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk terus mencoba. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pendidik dan lembaga pendidikan dalam merancang strategi pembelajaran yang mendukung peningkatan mutu pembelajaran dan pencapaian prestasi akademik, seperti membangun dan mengembangkan resiliensi di kalangan siswa.
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI ANAK DALAM PERKAWINAN TIDAK TERCATAT KUA Fortuna, Ratih Dewi; Saifudin, Akhmad; Chaidar, Muhamad
Journal of Gender Equality and Social Inclusion (gesi) Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026 (Inprogress)
Publisher : Pusat Studi GESI - UWP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/gesi.v5i1.195

Abstract

Perkawinan yang tidak dicatat secara resmi di kantor urusan agama (KUA) menimbulkan berbagai konsekuensi hukum, terutama bagi anak yang lahir dari perkawinan tersebut. Anak dari perkawinan tidak tercatat seringkali menghadapi tidak jelasan status hukum, termasuk dalam hal hak waris, akta kelahiran, dan perlindungan hukum secara umum. Artikel ini bertujuan mengkaji perlindungan hukum terhadap anak yang lahir dari perkawinan tidak tercatat di KUA berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, seperti undang-undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan, perlindungan anak, serta putusan mahkamah konstitusi nomor 46/PUU-VIII/2010. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan sosiologis untuk menganalisis perlindungan hukum bagi anak yang lahir dari perkawinan tidak tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA). Teknik pengumpulan bahan hukum dilakukan melalui studi kepustakaan dengan menelusuri, mengidentifikasi, dan menginventarisasi berbagai literatur yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun anak dari perkawinan tidak tercatat tetap memiliki perlindungan hukum, namun implementasi hak-hak tersebut seringkali terhambat oleh status perkawinan orang tua yang tidak diakui secara administratif. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif negara dalam memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi anak-anak dalam kondisi tersebut.