cover
Contact Name
Rahmad Jumadi
Contact Email
tropicrops@umg.ac.id
Phone
+6285107886626
Journal Mail Official
tropicrops@umg.ac.id
Editorial Address
Jl. Sumatera No.101, Gn. Malang, Randuagung, Kec. Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61121
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Tropicrops : Indonesian Journal of Tropical Crops
ISSN : 26157020     EISSN : 26157012     DOI : http://dx.doi.org/10.30587/tropicrops.v6i2
Core Subject : Agriculture,
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) diterbitkan oleh Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Gresik, terbit dua kali setahun pada bulan Februari dan Agustus. Tujuan dari Jurnal ini adalah untuk memfasilitasi para ilmuawan dan peneliti untuk menerbitkan artikel penelitian atau ulasan artikel yang asli. Artikel dasarnya berisi topik tentang Agronomi, Pemuliaan, Hama Penyakit, Pasca panen dan Agribisnis Tanaman Tropis
Articles 60 Documents
PERTUMBUHAN KENTANG HITAM (Coleus tuberosum) VARIETAS LOKAL DARI STEK PADA BERBAGAI MEDIA TANAM Rahmad Jumadi; Suhaili Suhaili
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v3i2.1830

Abstract

Dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan perlu diupayakan pengembangan tanaman alternatif penghasil pangan selain padi, tanaman umbi-umbian layak dijadikan alternatif untuk dikembangkan yaitu tanaman kentang. Selain itu produksi kentang masih rendah, salah satu penyebab adalah belum banyaknya petani yang menggunakan benih kentang bermutu karena ketersediaanya yang masih langka dikalangan petani. Pertumbuhan optimal bagi tanaman kentang adalah menghendaki kondisi tanah dengan fisik yang poros atau remah, permeabilitas nya bagus, gembur, banyak memiliki bahan organik dan sedikit mengandung pasir karena produksi tanaman kentang yang diharapkan berupa umbi yang berkembang dibawah permukaan tanah. Hasil penelitian Hidayat (2016) menunjukkan bahwa perlakuan dengan komposisi media tanam yang berbeda memberi pengaruh terhadap jumlah daun dan lebar tajuk, panjang tunas, dan umbi kentang yang dihasilkan. Penelitian ini mempunyai tujuan dari untuk mengetahui potensi hasil tanaman kentang hitam varietas lokal Gresik yang ditanam pada berbagai komposisi media tanam. Rancangan penelitian ini memakai Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan aplikasi perlakuan jenis media tanam, yaitu : M1 komposisi : (arang sekam : cocopeat : tanah); M2 komposisi (arang sekam: guano: tanah) dan M3 komposisi (arang sekam : pupuk kandang : tanah). Data yang dihasilkan dari penelitian ini kemudian dianalisis secara statistik dengan uji F pada taraf 5%, selanjutnya akan dijuji dengan uji lanjutan BNT pada tingkat kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi penggunaan media tanam dengan komposisi cocopeat dan pupuk kandang mampu meningkatkan pertumbuhan kentang hitam varietas lokal asal stek, dan aplikasi penggunaan media tanam dengan komposisi pupuk guano belum mampu meningkatkan pertumbuhan kentang hitam varietas lokal asal stek hal ini diduga proses dekomposisi belum optimal
PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG BAMBARA ( Vigna subterranea (L.) Verdc ) PADA PEMBERIAN PUPUK NPK DAN ARANG SEKAM PADI Irgi Dwi Risma Junianto; Endah Sri Redjeki; Rahmad Jumadi
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v5i2.5181

Abstract

Kacang bambara merupakan salah satu kacang–kacangan minor yang belum banyak diminati. Kacang ini diminati oleh petani karena harga jualnya lebih tinggi dibandingkan dengan harga jual kacang-kacangan pada umumnya. Upaya meningkatkan hasil tanaman kacang bambara melalui pemberian pupuk NPK dan arang sekam padi. Pemberian pupuk anorganik dan organik dapat menyediakan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman kacang bambara seperti unsur hara P. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu perlakuan dosis pupuk NPK (P) dan dosis pupuk arang sekam padi (S), yang terdiri dari 9 taraf perlakuan dan 2 kali ulangan. Penelitian ini digunakan jarak tanam 40 x 25 cm. Mode perhitungan pada penelitian ini ialah Analisis sidik ragam untuk mengetahui pengaruh nyata antara perlakuan pada taraf F 5%. Perlakuan yang memperlihatan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan dan hasil emudian di uji lanjut dengan DMRT. Pada interaksi dosis pupuk arang sekam padi dan pupuk NPK tidak menunjukan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil kacang bambara. Sedangkan perlakuan dosis pupuk NPK menunjukkan pengaruh nyata teradap pertumbuhan dan hasil kacang bambara. Berdasarkan hasil penelitian disarankan penelitian lebih lanjut terhadap dosis arang sekam agar menunjukkan pengaruh nyata terhadap tanaman.
EVALUASI KERAGAAN MORFOLOGI DAN AGRONOMI 7 KLON DAN 2 VARIETAS TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) KEPRASAN DUA DI LAHAN KERING REGUSOL, PT PERKEBUNAN NUSANTARA X KEDIRI Hidayah, Devi Nurul; Budi, Setyo; Lailiyah, Wiharyanti Nur
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 7 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v7i2.8408

Abstract

Produktivitas gula nasional belum mampu memenuhi kebutuhan total konsumsi gula nasional akibat keterbatasan kesediaan Varietas Unggu Baru (VUB). Ketersediaan VUB yang ada sebagian besar sudah lama dilepas sehingga mengalami digenerasi genetik, khususnya menurunnya produktivitas dan mudah terserang terhadap serangan hama dan penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan karakteristik morfologi dan keragaan pertumbuhan dan hasil tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) pada 7 klon dan 2 varietas tanaman tebu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan satu faktor perlakuan yaitu 7 klon dan 2 varietas serta perlakuan dilakukan dalam tiga ulangan. Analisis data menggunakan uji Anova 5% jika terdapat perbedaan nyata dilanjutkan uji DMRT 5% dan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan nyata pada variabel vegetatif yaitu tinggi batang pada 43 minggu dengan nilai rata-rata tertinggi 210.27 cm diperlakuan SB12 UMG NX dan diameter pada 40 minggu dengan nilai rata-rata tertinggi 28.40 mm diperlakuan SB19 UMG NX serta variabel hasil yaitu brix pada 42 minggu dengan nilai rata-rata tertinggi 22.98% diperlakuan SB19 UMG NX. Terdapat keeratan hubungan nyata searah pada 42 minggu terhadap variabel tinggi batang dan jumlah batang dengan nilai koefisien korelasi 0,72 dan p-value 0,03.
EVALUASI KERAGAAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TUJUH KLON UNGGUL BARU DAN DUA VARIETAS TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) KEPRASAN DUA DI KEBUN SIDOKAMPIR – JOMBANG Mahardianti, Dinda Sarasatus; Budi, Setyo; Lailiyah, Wiharyanti Nur
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 7 No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v7i1.7460

Abstract

Kapasitas produksi tebu masih jauh dari pemenuhan kebutuhan konsumsi gula nasional. Salah satu penyebabnya adalah terjadinya degradasi kualitas varietas tanaman tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keragaan serta hubungan korelasi klon unggul harapan SB UMG.NX pada keprasan dua dilahan regusol pada pertumbuhan dan hasil tanaman tebu. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2022 sampai Juli 2023 di kebun Sidokampir,Jombang Alat yang di gunakan yaitu sabit, kain, meteran, jangka sorong, kamera dan alat tulis. Bahan yang di gunakan yaitu klon SB01 UMG.NX, SB03 UMG.NX, SB04 UMG.NX, SB11 UMG.NX, SB12 UMG.NX, SB19 UMG.NX, SB20 UMG.NX, varietas PS881 dan varietas Mojo. Pengamatan meliputi variabel kualitatif (karakter morfologi daun, batang, mata tunas) dan variabel kuantitatif meliputi variabel pertumbuhan (panjang batang, jumlah batang, jumlah daun, diameter batang) dan variabel hasil (brix,bobot batang, rendemen dan hablur). Analisis data menggunakan anova dengan uji F 5%. Jika terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji DMRT 5%, uji korelasi, dan heritabilitas. Hasil penelitian berdasarkan analisis keragaman menunjukkan klon tebu SB01 UMG.NX, SB03 UMG.NX, SB04 UMG.NX, SB11 UMG.NX, SB12 UG.NX, SB19 UMG.NX dan SB20 UMG.NX memiliki karakter bervariasi terutama warna ruas yang terkena sinar matahari. Klon SB01 UMG.NX menunjukan pertumbuhan terbaik diantaranya jumlah batang (7,01 batang/rumpun), diameter batang (2,89 cm), dan bobot tebu (2,40kg/ha). Klon SB19 UMG.NX memiliki estimasi hasil terbaik diantaranya brix (23,44%), rendemen (11,27%) dan hablur (20,99 ton/ha). Terdapat korelasi antara variabel pertumbuhan dan hasil. Semua variable pengamaan memiliki nilai heritabilitas tinggi kecuali jumlah daun yang memiliki heritabilias sedang.
KERAGAAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS KEPRASAN II BEBERAPA KLON UNGGUL TEBU (Saccharum officinarum L.) DI LAHAN KERING JUWET MOJOAGUNG JOMBANG Apriliyanto, Heru; Budi, Setyo; Nur Lailiyah, Wiharyanti
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 7 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v7i2.8409

Abstract

Indonesia sebagai negara berpenduduk besar berpotensi menjadi salah satu konsumen gula terbesar di dunia. Strategi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan gula yang semakin meningkat yaitu dengan peningkatan intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan nyata pertumbuhan dan produktivitas 7 klon tebu tebu JW01 UMG NX, SB03 UMG NX, SB04 UMG NX, SB11 UMG NX, SB12 UMG NX, SB19 UMG NX, dan SB20 UMG NX di Lahan Kering Juwet Mojoagung Jombang. Penelitian ini dilakukan di kebun PG Gempol Kerep PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X) Desa Dukuhdimoro, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, yang dilakukan pada bulan Agustus 2023-Juli 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial terdiri dari 7 klon varietas unggul baru dan 2 varietas tebu pembanding yaitu: JW01 UMG NX, SB03 UMG NX, SB04 UMG NX, SB11 UMG NX, SB12 UMG NX, SB19 UMG NX, dan SB20 UMG NX, PS862 dan Bululawang. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali sehingga terdapat 27 petak percobaan. Variabel pengamatan pertumbuhan dan hasil tanaman berupa tinggi batang, jumlah batang, diameter batang, jumlah daun dan brix. Analisis data menggunakan ANOVA, BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan nyata pada tinggi batang pada umur 6 BST, rerata tinggi batang tertinggi pada K7 (SB03 UMG NX) sebesar 284,11 cm sedangkan pada umur 9 BST rerata tinggi batang tertinggi pada K7 (SB03 UMG NX) sebesar 253,00 cm. Terdapat perbedaan nyata pada rerata diameter batang umur 1 BST, rerata diameter batang tertinggi pada K6 (JW01 UMG NX) sebesar 18,56 cm. Terdapat perbedaan nyata pada rerata brix umur 9 BST, rerata brix tertinggi pada K1 (SB04 UMG NX) sebesar 23,00 oBx dan pada umur 11 BST rerata brix tertinggi pada K5 (SB20 UMG NX) sebesar 24,11 oBx.
PERBEDAAN PERTUMBUHAN DAN HASIL SEPULUH GALUR KACANG BAMBARA (Vigna subterranean (L.) VERDCOURT) PADA DUA VOLUME PENYIRAMAN Shafira, Natasya Risha; Redjeki, Endah Sri; Budi, Setyo
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 7 No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v7i1.7452

Abstract

Kacang bambara merupakan salah satu dari lima tanaman penting di Afrika selatan yang toleran terhadap kekeringan. Salah satu upaya peningkatan produktivitas tanaman kacang bambara dilakukan dengan cara pemilihan galur unggul dan menerapkan kebutuhan air yang optimal. Tujuan adanya penelitian ini adalah untuk mendapatkan kombinasi terhadap galur dan kebutuhan air yang optimal pada tanaman kacang Bambara. Pelaksannan penelitian ini dimulai pada bulan Agustus 2022 hingga Januari 2023 di dalam Greenhouse Lahan Percobaan Hollywood. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis galur (G) yang terdiri dari 10 taraf G01 (JH89), G02 (JH67), G03 (JH41), G04 (JM76), G05 (JM48), G06 (G4M), G07 (G5MH), G08 (G5MC), G09 (No.8), dan G010 (Parental S19-3) sedangkan faktor kedua terdiri dari 2 taraf, yaitu V01(Volume Air 200ml) dan V02(Volume Air 400ml). keduanya dikombinasikan sehhingga diperoleh 20 kombinasi perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang 5 kali. Variable pertumbuhan yang diamati yaitu laju perkecambahan, tinggi tanaman, jumlah daun, lebar tajuk, panjang petiole, panjang internode, bunga pertama dan 50% tanaman berbunga. Variabel hasil yang diamati yaitu jumlah bunga, jumlah polong per tanaman, bobot basah polong per tanaman, bobot kering polong per tanaman, bobot kering biji per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot 100 biji, bobot basah brangkasan, bobot kering brangkasan, panjang akar, bobot kering akar, persentase fruit set dan persentase kupasan. Pada penelitian ini Analisis data yang digunakan adalah Anova, dan uji DMRT 5%. Dari hasil perlakuan ini terdapat interaksi nyata pada perlakuan tunggal galur terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang bambara.
RESPON LIMA GALUR PADA TIGA PERLAKUAN VOLUME AIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG BAMBARA (Vigna subterranea (L.) Verdc) Putra, Zidane Triananda; Redjeki, Endah Sri; Budi, Setyo
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 7 No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v7i1.7461

Abstract

Kemampuan kacang bambara hidup di daerah semi kering harus tetap diimbangi dengan kecukupan air. Kacang bambara membutuhkan antara 600-700 mm/tahun untuk pertumbuhan yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan kombinasi terhadap galur dan kebutuhan air tanaman kacang bambara yang optimal. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2022 sampai Januari 2023 didalam Greenhouse di Lahan Percobaan Fakultas, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu jenis galur (G) yang terdiri dari lima taraf G011 (Galur G4M), G012 (Galur G5M), G013 (Galur G5M), G014 (Galur No.8) dan G015 (Galur PARENTAL S19-3). Faktor kedua yaitu volume air yang terdiri dari tiga taraf V01 (Volume Air 200 ml/hari/tanaman), V02 (Volume Air 400 ml/hari/tanaman) dan V03 (Volume Air 600 ml/hari/tanaman). Kedua faktor dikombinasikan dan setiap perlakuan diulang lima kali. Variabel pertumbuhan yang diamati meliputi laju perkecambahan, tinggi tanaman, jumlah daun, lebar tajuk, panjang petiole, panjang internode, saat bunga pertama. Variabel hasil yang diamati yaitu jumlah bunga per tanaman, jumlah polong per tanaman, bobot basah polong per tanaman, bobot kering polong per tanaman, tebal kulit polong per tanaman, bobot kering biji per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot 100 biji, bobot basah brangkasan, bobot kering brangkasan, panjang akar, fruit set dan persen kupasan. Analisis data menggunakan Anova, jika terdapat perbedaan nyata selanjutnya diuji menggunakan Uji DMRT 5%. Penelitian juga dilakukan uji korelasi untuk mengetahui keeratan hubungan antar dua variabel atau lebih. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi nyata kombinasi perlakuan jenis galur dan volume penyiraman terhadap variabel pertumbuhan dan hasil. Hal ini ditunjukkan adanya interaksi yang nyata pada variabel jumlah daun Per Tanaman dengan rerata 48,60 helai dan lebar tajuk Per Tanaman dengan rerata 32,80 cm. Variabel hasil yang menunjukkan interaksi nyata yakni panjang akar dengan rerata 27,80 cm, jumlah polong per tanaman dengan rerata hasil 11.60 polong, bobot basah polong per tanaman dengan rerata 9,60 gram, jumlah biji per tanaman dengan rerata 8,80 biji, bobot kering biji per tanaman dengan rerata 1,79 gram, presentase kupasan dengan rerata 1.16 % dan ketebalan kulit per tanaman dengan rerata 0,96 mm. Interaksi perlakuan dengan hasil terbaik ditunjukkan oleh G4V2.
PENGARUH BERBAGAI JENIS MEDIA TANAM PADA PERKECAMBAHAN BIBIT TOMAT CERI (Solanum lycopersicum var. cerasiforme) Al Bani, M. Nashirudin; Suhaili, Suhaili; Lailiyah, Wiharyanti Nur
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 7 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v7i2.8410

Abstract

Tomat ceri merupakan salah satu hasil pertanian yang prospektif di Indonesia dan memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi. Pemenuhan kebutuhan pasar tomat ceri di Indonesia biasanya dari impor sehingga harga jualnya tinggi berkisar antara Rp.20.000/kg hingga Rp.30.000/kg bila dibandingkan dengan jenis tomat mutiara memiliki harga awal Rp. 8.000/kg-Rp. 12.000/kg. Harus dilakukan perbaikan budidaya tomat ceri agar hasilnya dapat memenuhi kebutuhan pasar dan meminimalisir impor. Upaya untuk memperbaiki pertumbuhan tanaman dalam fase perkecambahan salah satunya dengan menggunakan jenis media tanam yang sesuai dengan pengaturan komposisi media tanam yang tepat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan JuliAgustus 2024 di Desa Peganden, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial berupa M1= Tanah top soil, M2 =Arang sekam, M3= Kompos, M4= Tanah top soil+ arang sekam, M5= Tanah top soil+ kompos, dan M6 =Tanah top soil+ arang sekam + kompos. Keenam (6) perlakuan tersebut di ulang sebanyak 4 kali ulangan sehingga diperoleh 18 percobaan. Variabel yang diamati berupa pH tanah, kelembaban tanah, jumlah daun, tinggi tanaman, panjang akar, dan bobot segar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan M1= Tanah top soil dan M6 =Tanah top soil+ arang sekam + kompos menunjukkan pertumbuhan tanaman yang baik disemua variabel dan umur pengamatan.
PENGARUH PEMBERIAN NAA DAN KINETIN TERHADAP PERTUMBUHAN EKSPLAN PISANG CAVENDISH (Musa paradisiaca L.) MELALUI TEKNIK KULTUR JARINGAN SECARA IN VITRO Ningrum, Wulan Cahya; Jumadi, Rahmad; Lailiyah, Wiharyanti Nur
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 7 No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v7i1.7454

Abstract

Pisang Cavendish merupakan salah satu komoditas buah tropis yang sangat terkenal di dunia. Pisang Cavendish lebih dikenal dengan sebutan pisang ambon putih di Indonesia. Dalam perbanyakan tanaman pisang biasanya menghasilkan anakan yang sedikit dan memerlukan waktu yang relatif lama. Solusi untuk mendapatkan persediaan bibit dalam jumlah banyak yaitu dengan cara kultur jaringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian NAA dan kinetin terhadap pembentukan eksplan pisang Cavendish secara in vitro dan untuk mengetahui konsentrasi dari kombinasi NAA dan kinetin yang tepat terhadap pertumbuhan eksplan pisang Cavendish secara in vitro. Penelitian ini diselesaikan di Laboratorium kultur jaringan Taman Anggrek, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Kota Surabaya. Eksplorasi ini dilakukan pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak lengkap Faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Konsentrasi NAA (tiga taraf yaitu 0, 1, dan 2 ppm) menjadi faktor pertama. Elemen selanjutnya adalah konsentrasi Kinetin (3 taraf, yaitu 0, 3 dan 6 ppm) yang diulang sebanyak 3 kali. Tiap unit percobaan terdiri dari 5 botol, sehingga total keseluruhan 135 botol, tiap botol diisi 1 eksplan. Satu eksplan ditempatkan pada setiap wadah. Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dengan uji beda rata-rata Duncan (DMRT) pada taraf uji 5%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1) Pemberian konsentrasi NAA sebesar 2 ppm secara mendasar mempengaruhi perkembangan jumlah akar dan konvergensi NAA sebesar 1 ppm berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang akar. Pemberian konsentrasi Kinetin sebesar 3 ppm berpengaruh nyata terhadap perkembangan tinggi tanaman, panjang akar dan jumlah daun. 2) kombinasi konsentrasi antara NAA dan kinetin tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan eksplan pisang Cavendish. Kombinasi zat pengatur tumbuh terbaik yang dapat mendorong pertumbuhan panjang akar adalah dengan memberikan konsentrasi N1K1 (1 ppm NAA + 3 ppm kinetin).
PENGARUH JUMLAH DAN UMUR BIBIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) DI KECAMATAN BALONGPANGGANG Puspitasari, Elfi Indriani; Lailiyah, Wiharyanti Nur; Suhaili, Suhaili
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 7 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v7i2.8406

Abstract

Produksi padi pada setiap musim panen tidak memberikan peningkatan hasil gabah, Hal tersebut dikarenakan penerapan teknik penanaman banyak bibit dalam satu rumpun dan pindah tanam diumur dewasa yang mendominasi dikalangan pertanian Kecamatan Balongpanggang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jumlah bibit dan umur pindah tanam yang efektif dalam meningkatkan potensi hasil panen padi. Penelitian dilaksanakan di Dusun Kedung Jati, Desa Babatan, Kecamatan Balongpanggang, Gresik pada bulan April - Juli 2024. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yang diteliti. Faktor pertama, yaitu jumlah bibit disetiap lubang : J1 (2 bibit), J2 (3 bibit), J3 (5 bibit), serta faktor kedua, yaitu umur pindah tanam : U1 (15 HSS), U2 (20 HSS), dan U3 (25 HSS). Analisis data menggunakan analisis sidik ragam 5%, jika terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji BNT 5% dan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya interkasi nyata terhadap semua variabel pengamatan kecuali pada variabel umur berbunga dan berat gabah hampa. Kombinasi perlakuan terbaik ditunjukkan oleh perlakuan J2U2 (jumlah 3 bibit disetiap lubang dan umur pindah tanam 20 HSS) yang memperoleh hasil panen padi GKG 3,13 Kg/ petak setara dengan 12,5 Ton/ Ha. Penanaman tanaman padi dianjurkan menggunkaan 3 bibit dalam satu lubang dan pindah tanam diumur 20 HSS untuk mendapatkan hasil panen yang tinggi.