cover
Contact Name
Didah Nurhamidah
Contact Email
didah.uinjkt@gmail.com
Phone
+6285710777541
Journal Mail Official
didah.uinjkt@gmail.com
Editorial Address
Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaGedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Lt. 5Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah JakartaJalan Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Dialektika
ISSN : 25025201     EISSN : 2407506X     DOI : 10.15408/dialektika
Dialektika : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia published two times a year (June and December ) as a medium of distributing scientific research in the field of language, literature , and the Indonesian language and literature education. Dialektika is published in collaboration between the Department of Indonesian Language and Literature Education,  Faculty of Educational Sciences, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatullah Jakarta and the Association of Indonesian Language and Literature Lecturer (ADOBSI). Dialektika has been a CrossRef member since 2015 and all of the published writings have a unique number in the DOI and been indexed in DOAJ, Google Scholar, Moraref,  Indonesia One Search- National Library of Indonesia, and Portal Garuda.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2017)" : 13 Documents clear
BIDADARI DAN SI PENGGODA REPRESENTASI TOKOH-TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL STUDENT HIDJO Novi Diah Haryanti
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3104.723 KB) | DOI: 10.15408/dialektika.v4i1.7002

Abstract

Abstract: This paper examines the representation of women characters in the novel “Student Hidjo” (SH) and how the world of movement affects Mas Marco Kartodikromo in creating his female characters. In his depiction of the female character, Marco uses the European (Dutch) and the Javanese, or in post colonial terms the West (Dutch) and East binary opposition. By re-reading this literary work, it appears that Marco portrayed the native female character as angel while the Dutch female character as vampish. Marco also shows that European woman is not always perfect, independent, and superior, while the native woman is not always weak, ignorant, left behind, dan only thinking about the affairs of love (household).   Abstrak: Tulisan ini akan mengulas bagaimana representasi tokoh-tokoh perempuan dalam novel Student Hidjo (SH) dan bagaimana dunia pergerakan mempengaruhi Mas Marco Kartodikromo dalam menciptakan tokoh perempuan. Dalam menggambarkan tokohnya, Marco menggunakan oposisi binner Eropa (Belanda) dan Jawa atau dalam istilah pascakolonial Barat/Timur. Melalui hasil re-reading terhadap karya tersebut tampak bahwa Marco mencitrakan perempuan pribumi sebagai bidadari sedangkan perempuan Belanda sebagai si penggoda. Lewat Student Hidjo Marco memperlihat bahwa perempuan Eropa tak selamanya sempurna, mandiri, dan superior sedangkan perempuan pribumi tak selalu lemah, bodoh, tertinggal, dan hanya memikirkan urusan cinta (rumah tangga). Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v4i1.7002
MODEL MATERI AJAR BERBICARA BAHASA SUNDA UNTUK PENUTUR NON-SUNDA MELALUI PENDEKATAN KOMUNIKATIF Anita Rohani
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3757.573 KB) | DOI: 10.15408/dialektika.v4i1.6998

Abstract

Abstract: This study aims to profoundly examine about: (1) Sundanese speaking teaching materials for non-Sundanese speakers in accordance with the needs of teachers and learners of Sundanese, at Seventh grade of Junior High School (Sekolah Menengah Pertama, SMP) in SMP Negeri 1 Depok, West Java, Indonesia; (2) the design of Sundanese language teaching materials that suit to the needs of teachers and learners by adapting the A1 level of European Common Reference Framework. The result of this paper is the design model of teaching material that reflecting the needs of teachers and learners, including the topic needed in each chapter.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam tentang: (1) materi ajar Berbicara Bahasa Sunda bagi penutur non-Sunda yang sesuai dengan kebutuhan pengajar dan pemelajar Bahasa Sunda di kelas VII SMP Negeri 1 Depok dan (2) rancangan materi ajar Berbicara Bahasa Sunda yang sesuai kebutuhan pengajar dan pemelajar dengan mengadaptasi Kerangka Umum Acuan Eropa level A1. Penelitian ini menggunakan pendekatan komunikatif dengan metode penelitian pengembangan. Hasil penelitian berupa pengunitan model materi ajar Berbicara Bahasa Sunda untuk kelas VII berdasarkan hasil analisis kebutuhan pengajar dan pemelajar di SMPN 1 Depok. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v4i1.6998
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL BERTOKOH DAHLAN ISKAN DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR TEKS NOVEL Khidmatul Mamluah
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5666.409 KB) | DOI: 10.15408/dialektika.v4i1.7003

Abstract

Abstract: This paper shows the intrinsic elements that construct the novels Dahlan Iskan as main character; the educational value of the character in the novels Dahlan Iskan as main character; and utilization as a teaching materials of novel in High School. Methods used in this research is qualitative of content analysis with structural literary approach. The main data source is novel “Sepatu Dahlan” and “Surat Dahlan” by Khrisna Pabichara. Based on analysis the intrinsic elements of the novel form a coherent unity; the educational value of the character in the novel consisted of 16 values; and the results of the analysis used to compile teaching materials of novel in High School in the form of enrichment book of knowledge.   Abstrak: Tulisan ini memperlihatkan tiga hal, yakni unsur yang membangun novel bertokoh Dahlan Iskan; nilai pendidikan karakter dalam novel bertokoh Dahlan Iskan; dan pemanfaatannya sebagai bahan ajar teks novel di SMA/MA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif analisis isi dengan pendekatan sastra struktural. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah novel Sepatu Dahlan dan Surat Dahlan karya Khrisna Pabichara. Hasil analisis menunjukkan unsur pembangun novel membentuk kesatuan yang padu; nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel terdiri atas 16 nilai; dan hasil analisis dimanfaatkan untuk menyusun bahan ajar novel di SMA/MA dalam bentuk buku pengayaan pengetahuan. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v4i1.7003
MAKNA SIMBOL SASTRA LISAN TANDUK MASYARAKAT ADAT GENAHARJO KABUPATEN TUBAN S, Suantoko
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.443 KB) | DOI: 10.15408/dialektika.v4i1.6999

Abstract

Abstract: This research aims to understand the meaning of tanduk oral literary symbol of the indigenous society of Genaharjo, Tuban. Through the semiotic theory of Charles S. Pierce, it can be understood that the tanduk oral literature has the meaning of symbols represented in the meaning of symbols of the names of characters, the meaning of animal symbols, the meaning of food symbols, and the meaning of plants symbols. The meanings that exist in the tanduk oral literature that evolved in the Genaharjo indigenous society formally refer to a single meaning of life that life should give priority to salvation in prayer. Local people believe that true life in the world is salvation. Every tanduk of its formal essence begs for salvation and blessing from God.The idea of ​​salvation is the attitude and outlook of human life towards God, the universe, and fellow human beings. Keywords: symbol of meaning, indigenous society of Genaharjo, tanduk oral literature Abstrak: Penelitian ini betujuan untuk memahami makna simbol sastra lisan tanduk masyarakat adat  Genaharjo Kabupaten Tuban. Melalui teori semiotik Charles S. Pierce, dapat dipahami bahwa sastra lisan tanduk memiliki makna simbol yang direpresentasikan pada makna simbol nama tokoh, makna simbol binatang, makna simbol makanan, dan makna simbol tumbuh-tumbuhan. Makna-makna yang ada dalam sastra lisan tanduk yang berkembang dalam masyarakat adat Genaharjo secara formal mengacu pada satu makna hidup bahwa kehidupan harus mengutamakan keselamatan dalam berdoa. Masyarakat setempat meyakini bahwa hidup sejati di dunia adalah keselamatan. Setiap tanduk esensi formalnya memohon keselamatan dan keberkahan dari Tuhan. Paham keselamatan yang dimaksud adalah sikap dan pandangan hidup manusia terhadap Tuhan, alam semesta, dan sesama manusia. Kata Kunci: makna simbol, masyarakat adat Genaharjo, dan sastra lisan tandukPermalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v4i1.6999
TIPE PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) Nuryani Nuryani; Hera Febriana
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2526.214 KB) | DOI: 10.15408/dialektika.v4i1.7000

Abstract

Abstract: This study aimed to describe the type of Indonesian language learning implemented in SMA Negeri 1 Ciawi, Social Class X. Qualitative method is employed in this research in order to describe the research object. The technique used to collect data was questionnaire, observation or direct observation in the classroom, and conduct interviews. The results showed that the type of Indonesian language learning that took place at SMA Negeri 1 Ciawi, Social Class X is integrative type. Integrative type is a type of language learning in which students do not just learn the language, but everything they learned in school are applied in everyday life. Through the questionnaire knows as much 67% students show a positive attitude towards Indonesian language. In addition, strengthened by the result of observations show seven teachers' activities also led to a positive attitude towards Indonesian. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tipe pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas X IPS SMA Negeri 1 Ciawi. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk memaparkan objek penelitian tanpa memanipulasi data. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah penyebaran angket, pengamatan atau observasi di kelas, dan melakukan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas X IPS SMA Negeri 1 Ciawi yaitu tipe integratif.  Tipe integratif mengarah pada pembelajaran bahasa yang membentuk sikap positif bahasa. Melalui angket diketahui bahwa 67% siswa menunjukkan sikap positif terhadap bahasa Indonesia. Demikian juga dengan angket guru, yakni sebanyak tujuh guru melakukan proses pembelajaran bahasa yang mengaraj pada tipe integratif. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v4i1.7000
POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM PROSES BIMBINGAN SKRIPSI Pratiwi, Heppy Atma; Wiyanti, Endang
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.443 KB) | DOI: 10.15408/dialektika.v4i1.7001

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to describe the patterns of interpersonal communication in the process of thesis guidance. This research is a descriptive qualitative study using case studies to collect data. Subjects were Indraprasta PGRI University lecturer, and the sample of respondents amounted to 47 people. Collecting data in this study using the interview guide. Interview limited to questions relating to indicators of effective interpersonal communication, namely openness, empathy, support, positive sense and equality. The question of limitation, the respondents can be drawn the conclusion and categorized in the theory presented Devito is five communication patterns in accordance with the flow of communication, chain pattern, wheels pattern, circle pattern, free pattern and ‘Y’ pattern. Conclusions from this research that the communication patterns are consistent with the pattern of free (all channel). In the process of guidance, will be found five aspects are aimed to assist in the guidance so that it can run well, and students can do comfortably guidance. In this case the supervisor is responsible for student thesis while still trying to provide the opportunity and the freedom to students to be creative in making their thesis, so it is not centered on the supervisor alone. The relationship between lecturers and students will go well because lecturer are trying to understand, not pressing, and became a good friend to the students. Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pola komunikasi interpersonal dalam proses pembimbingan skripsi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan studi kasus untuk mengumpulkan data. Subjek penelitian adalah dosen Universitas Indraprasta PGRI, dan sampel responden berjumlah 47 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan pedoman wawancara (interview guide). Wawancara dibatasi dengan pertanyaan yang berkaitan dengan indikator komunikasi interpersonal yang efektif, yaitu keterbukaan, empati, dukungan, rasa positif, dan kesetaraan. Dari batasan pertanyaan tersebut maka jawaban responden dapat ditarik simpulan dan dikategorikan dalam teori yang disampaikan Devito yaitu lima pola komunikasi sesuai dengan arus komunikasinya, pola rantai, pola roda, pola lingkaran, pola bebas dan pola huruf ‘Y’.  Simpulan dari hasil penelitian ini bahwa pola komunikasi ini sesuai dengan pola bebas (all channel). Dalam proses bimbingan, akan ditemukan lima aspek tersebut yang bertujuan untuk membantu proses bimbingan sehingga dapat berjalan dengan baik, dan mahasiswa pun dapat melakukan bimbingan dengan nyaman. Dalam hal ini dosen pembimbing bertanggung jawab pada skripsi mahasiswa namun tetap berusaha memberikan kesempatan dan kebebasan pada mahasiswa agar kreatif dalam pembuatan skripsinya, sehingga tidak terpusat pada dosen pembimbing saja. Hubungan antara dosen dan mahasiswa pun akan berjalan dengan baik karena dosen berusaha untuk memahami, tidak menekan, dan menjadi teman yang baik untuk mahasiswa. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v4i1.7001
INTERFERENSI GRAMATIKAL BAHASA MADURA KE DALAM BAHASA INDONESIA Moh. Hafid Effendy
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4114.205 KB) | DOI: 10.15408/dialektika.v4i1.6997

Abstract

Abstract: This paper describes the Indonesian interference into Madurese usage. The usage of Indonesian and Madurese language alternately allows interference. In general, interference is focused on the effect of one language (L1) into second language (B2) or other language. Interference often occurs in a casual register. However, there is little interference that occurs in the formal register, such as in the teaching and learning process of Indonesian. The findings of this study were the occurrence of grammatical interference  in the morphological and phonological levels. Abstrak: Makalah ini mendeskripsikan interferensi bahasa Indonesia terhadap penggunaan bahasa Madura. Penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa Madura secara bergantian memungkinkan terjadinya interferensi. Secara umum interferensi lebih fokus pada pengaruh bahasa satu (B1) pada penggunaan bahasa kedua (B2) atau bahasa lainnya. Interferensi sering terjadi pada ragam santai. Namun tidak sedikit ditemukan interferensi yang terjadi pada ragam resmi, seperti dalam proses belajar mengajar bahasa Indonesia. Temuan yang dihasilkan dalam kajian ini adalah terjadinya interferensi gramatika pada tataran morfologi dan fonologi.  Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v4i1.6997
BIDADARI DAN SI PENGGODA REPRESENTASI TOKOH-TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL STUDENT HIDJO Novi Diah Haryanti
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v4i1.7002

Abstract

Abstract: This paper examines the representation of women characters in the novel “Student Hidjo” (SH) and how the world of movement affects Mas Marco Kartodikromo in creating his female characters. In his depiction of the female character, Marco uses the European (Dutch) and the Javanese, or in post colonial terms the West (Dutch) and East binary opposition. By re-reading this literary work, it appears that Marco portrayed the native female character as angel while the Dutch female character as vampish. Marco also shows that European woman is not always perfect, independent, and superior, while the native woman is not always weak, ignorant, left behind, dan only thinking about the affairs of love (household).   Abstrak: Tulisan ini akan mengulas bagaimana representasi tokoh-tokoh perempuan dalam novel Student Hidjo (SH) dan bagaimana dunia pergerakan mempengaruhi Mas Marco Kartodikromo dalam menciptakan tokoh perempuan. Dalam menggambarkan tokohnya, Marco menggunakan oposisi binner Eropa (Belanda) dan Jawa atau dalam istilah pascakolonial Barat/Timur. Melalui hasil re-reading terhadap karya tersebut tampak bahwa Marco mencitrakan perempuan pribumi sebagai bidadari sedangkan perempuan Belanda sebagai si penggoda. Lewat Student Hidjo Marco memperlihat bahwa perempuan Eropa tak selamanya sempurna, mandiri, dan superior sedangkan perempuan pribumi tak selalu lemah, bodoh, tertinggal, dan hanya memikirkan urusan cinta (rumah tangga). Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v4i1.7002
POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM PROSES BIMBINGAN SKRIPSI
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v4i1.7001

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to describe the patterns of interpersonal communication in the process of thesis guidance. This research is a descriptive qualitative study using case studies to collect data. Subjects were Indraprasta PGRI University lecturer, and the sample of respondents amounted to 47 people. Collecting data in this study using the interview guide. Interview limited to questions relating to indicators of effective interpersonal communication, namely openness, empathy, support, positive sense and equality. The question of limitation, the respondents can be drawn the conclusion and categorized in the theory presented Devito is five communication patterns in accordance with the flow of communication, chain pattern, wheels pattern, circle pattern, free pattern and ‘Y’ pattern. Conclusions from this research that the communication patterns are consistent with the pattern of free (all channel). In the process of guidance, will be found five aspects are aimed to assist in the guidance so that it can run well, and students can do comfortably guidance. In this case the supervisor is responsible for student thesis while still trying to provide the opportunity and the freedom to students to be creative in making their thesis, so it is not centered on the supervisor alone. The relationship between lecturers and students will go well because lecturer are trying to understand, not pressing, and became a good friend to the students. Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pola komunikasi interpersonal dalam proses pembimbingan skripsi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan studi kasus untuk mengumpulkan data. Subjek penelitian adalah dosen Universitas Indraprasta PGRI, dan sampel responden berjumlah 47 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan pedoman wawancara (interview guide). Wawancara dibatasi dengan pertanyaan yang berkaitan dengan indikator komunikasi interpersonal yang efektif, yaitu keterbukaan, empati, dukungan, rasa positif, dan kesetaraan. Dari batasan pertanyaan tersebut maka jawaban responden dapat ditarik simpulan dan dikategorikan dalam teori yang disampaikan Devito yaitu lima pola komunikasi sesuai dengan arus komunikasinya, pola rantai, pola roda, pola lingkaran, pola bebas dan pola huruf ‘Y’.  Simpulan dari hasil penelitian ini bahwa pola komunikasi ini sesuai dengan pola bebas (all channel). Dalam proses bimbingan, akan ditemukan lima aspek tersebut yang bertujuan untuk membantu proses bimbingan sehingga dapat berjalan dengan baik, dan mahasiswa pun dapat melakukan bimbingan dengan nyaman. Dalam hal ini dosen pembimbing bertanggung jawab pada skripsi mahasiswa namun tetap berusaha memberikan kesempatan dan kebebasan pada mahasiswa agar kreatif dalam pembuatan skripsinya, sehingga tidak terpusat pada dosen pembimbing saja. Hubungan antara dosen dan mahasiswa pun akan berjalan dengan baik karena dosen berusaha untuk memahami, tidak menekan, dan menjadi teman yang baik untuk mahasiswa. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v4i1.7001
MODEL MATERI AJAR BERBICARA BAHASA SUNDA UNTUK PENUTUR NON-SUNDA MELALUI PENDEKATAN KOMUNIKATIF Anita Rohani
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v4i1.6998

Abstract

Abstract: This study aims to profoundly examine about: (1) Sundanese speaking teaching materials for non-Sundanese speakers in accordance with the needs of teachers and learners of Sundanese, at Seventh grade of Junior High School (Sekolah Menengah Pertama, SMP) in SMP Negeri 1 Depok, West Java, Indonesia; (2) the design of Sundanese language teaching materials that suit to the needs of teachers and learners by adapting the A1 level of European Common Reference Framework. The result of this paper is the design model of teaching material that reflecting the needs of teachers and learners, including the topic needed in each chapter.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam tentang: (1) materi ajar Berbicara Bahasa Sunda bagi penutur non-Sunda yang sesuai dengan kebutuhan pengajar dan pemelajar Bahasa Sunda di kelas VII SMP Negeri 1 Depok dan (2) rancangan materi ajar Berbicara Bahasa Sunda yang sesuai kebutuhan pengajar dan pemelajar dengan mengadaptasi Kerangka Umum Acuan Eropa level A1. Penelitian ini menggunakan pendekatan komunikatif dengan metode penelitian pengembangan. Hasil penelitian berupa pengunitan model materi ajar Berbicara Bahasa Sunda untuk kelas VII berdasarkan hasil analisis kebutuhan pengajar dan pemelajar di SMPN 1 Depok. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v4i1.6998

Page 1 of 2 | Total Record : 13