cover
Contact Name
Didah Nurhamidah
Contact Email
didah.uinjkt@gmail.com
Phone
+6285710777541
Journal Mail Official
didah.uinjkt@gmail.com
Editorial Address
Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaGedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Lt. 5Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah JakartaJalan Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Dialektika
ISSN : 25025201     EISSN : 2407506X     DOI : 10.15408/dialektika
Dialektika : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia published two times a year (June and December ) as a medium of distributing scientific research in the field of language, literature , and the Indonesian language and literature education. Dialektika is published in collaboration between the Department of Indonesian Language and Literature Education,  Faculty of Educational Sciences, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatullah Jakarta and the Association of Indonesian Language and Literature Lecturer (ADOBSI). Dialektika has been a CrossRef member since 2015 and all of the published writings have a unique number in the DOI and been indexed in DOAJ, Google Scholar, Moraref,  Indonesia One Search- National Library of Indonesia, and Portal Garuda.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2018)" : 12 Documents clear
PENGEMBANGAN BUKU PANDUAN DALAM MENULIS LAPORAN KEGIATAN MELALUI TEKNIK OBSERVASI PADA SISWA Iing Sunarti; Putri Elida Sari; Siti Samhati
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4276.389 KB) | DOI: 10.15408/dialektika.v5i2.8249

Abstract

Abstract: The research problem is how the teaching media is utilized in the learning of composing the observation text at the XI grade of SMK. The aim of this research is to describe the teaching product utilized in the learning of composing the expository text at the XI grade of SMK. This research uses qualitative descriptive as the methodology of the research, in collecting the data is using of reduction data, showing data, and verification. The result of the study indicate that textbooks prepare activity reports based on observation worthy of use in learning. The feasibility was stated by media experts 77%, material experts 81,5%, and practitioners 80%.Abstrak: Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pengembangan buku pembelajaran menyusun laporan berdasarkan observasi siswa kelas XI SMK? Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan buku pembelajaran menyusun laporan berdasarkan observasi siswa kelas XI SMK. Penelitian ini menggunakan metod R & D, pengambilan data pada penelitian ini dilakukan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan perekaman. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ajar menyusun laporan kegiatan berdasarkan observasi layak digunakan dalam pembelajaran. Kelayakan tersebut dinyatakan oleh ahli media 77%, ahli materi 81,5%, dan praktisi 80%.   
PEMAKAIAN REGISTER BAHASA KRU BUS AKAP DI TERMINAL TIRTONADI SURAKARTA (Kajian Sosiolinguistik) Elen Inderasari; wahyu oktavia
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.008 KB) | DOI: 10.15408/dialektika.v5i2.7815

Abstract

Abstract: The research entitled “Pattern Register Language Bus Crews Inter City Inter Provincial (AKAP) at Terminal Tirtonadi Surakarta” aims to describe the form of the registers of the inter-provincial city bus crew in the Tirtonadi Terminal of Surakarta, patterns of language variations caused by social factors one of which registers, and the emergence of the frequent register of the bus crew. Register becomes something very interesting to be examined in terminal Tirtonadi, because often social communication language. The type of research used is descriptive qualitative method by doing observation directly and place is not bound. The results of the study showed 50 word register findings that were classified according to the register form, the bus crew language register pattern, the creation of new words with different meanings and special words in the community between bus crews.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud register bahasa kru bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Tirtonadi Surakarta, pola variasi-variasi bahasa yang disebabkan karena faktor sosial salah satunya register, dan kemunculan register yang sering dipakai kru bus. Register menjadi sesuatu yang sangat menarik untuk diteliti di Terminal Tirtonadi karena seringnya komunikasi sosial yang dimunculkan dengan menggunakan pola bahasa komunikasi khusus. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan melakukan observasi secara langsung dan tempat tidak terikat. Hasil penelitian menunjukkan 50 temuan kata register yang diklasifikasi berdasarkan wujud register, pola register bahasa kru bus, penciptaan kata baru dengan makna yang berbeda dan kata khusus dalam komunitas antar kru bus. 
(RETRACTION) KAJIAN ETNOSEMANTIK: KESEPADANAN MAKNA PERIBAHASA BERSUMBER NAMA BINATANG DALAM BAHASA INDONESIA DAN BERBAGAI BAHASA DAERAH Maulina Hendrik
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3336.66 KB)

Abstract

RETRACTIONRETRACTION TO: Hendrik,M. (2018). KAJIAN ETNOSEMANTIK: KESEPADANAN MAKNA PERIBAHASA BERSUMBER NAMA BINATANG DALAM BAHASA INDONESIA DAN BERBAGAI BAHASA DAERAH. Dialektika : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(1), 102-119. doi:10.15408/dialektika.v5i1.7103.  This article has been retracted by Publisher based on the following reason:The Editor of dialektika Journal found the double publication in the article publishing due to article's content similarity published in Prosiding KIMLI 2014, cet. 1 ISBN 978-602-17161-1-3. Titled” Kesepadanan Makna Peribahasa Bersumber Nama Binatang dalam Bahasa Indonesia dan Berbagai Bahasa Daerah (Suatu Kajian Etnosematik)” with the author who is Euis Nicky Marnianti Suhendar. Based on clarification, Author of the article have admitted that he has published the article published in  Prosiding KIMLI 2014, cet. 1 ISBN 978-602-17161-1-3, URL: https://lib.atmajaya.ac.id/default.aspx?tabID=61&id=278122&src=a.One of the conditions of submission of paper for publication in this journal is that authors declare explicitly that their work is original and has not appeared in a publication elsewhere. Re-use of any data should be appropriately cited. As such this article represents a severe abuse of the scientific publishing system. The scientific community takes a very strong view on this matter and apologies are offered to readers of the journal that this was not detected during the submission process.
Nilai Pendidikan Karakter dalam Buku Autobiografi Happy Little Soul karya Retno Hening Palupi Qurrata A'yunin; Ninuk Lustyantie; Shafruddin Tadjuddin
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3085.491 KB) | DOI: 10.15408/dialektika.v5i2.7584

Abstract

Abstract: The problem in this research is how the value of character education contained in the autobiography book of Happy Little Soul. The method used in this research is descriptive qualitative. The results of this paper showed that there are 16 types of character education values, there are religious value, honest value, tolerance value, discipline value, hard work value, creative value, self-value, curiosity value, love value of the country, achievement value, friendship/communicative value, peace loving value, reading value, social caring value, responsibility value, and unyielding value.Abstrak: Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam buku Autobiografi Happy Little Soul. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil dalam tulisan ini menunjukkan bahwa terdapat 16 jenis nilai pendidikan karakter, yaitu nilai relegius, nilai jujur, nilai toleransi, nilai disiplin, nilai kerja keras, nilai kreatif, nilai mandiri, nilai rasa ingin tahu, nilai cinta tanah air, nilai menghargai prestasi, nilai bersahabat/komunikatif, nilai cintai damai, nilai gemar membaca, nilai peduli sosial/peduli sesama, nilai tanggung jawab, dan terakhir nilai pantang menyerah. 
HIPERBOLA DAN HIPERREALITAS MEDIA Analisis Judul Berita Hiperbola di Situs Berita Online Dwi Asih Handayani
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3180.678 KB) | DOI: 10.15408/dialektika.v5i2.9123

Abstract

Abstract: : This article discusses the role of language, especially the hyperbolic assembly, in the formation of a hyperrealist society, namely a society wrapped up and confined to imagination. This article is based on literary research with the subject of Indonesian-language online news media with the object of news titles that contain hyperbolic meanings. Furthermore, it was analyzed using Jean Baudrillard's hyperreality simulakra theory through four stages, namely (1) a sign that was originally a representation of reality, which then (2) distorted reality. In the next stage (3) the reality will be increasingly blurred and lost, so that (4) the sign becomes a representation of the representation itself. The results of the analysis show that the hyperbolic news titles presented by online media become agents of simulakra which lead the imagination of the public to think of hyperrealism. Hyperbole is a media tool for extracting economic benefits from a reality that may not be worthy of consumption to become news that is excited and viral. Supported by increasingly massive use of social media behavior, the hyperreality created through simulakra imagination becomes more perfect in the midst of society.Abstrak: Artikel ini membahas tentang peran bahasa, khususnya majas hiperbola, dalam pembentukan masyarakat hiperrealis, yaitu masyarakat yang terbungkus dan terkungkung dalam imajinasi. Artikel  ini berbasis pada penelitian literer dengan subyek media berita online berbahasa Indonesia dengan obyek judul-judul berita yang mengandung makna hiperbola. Selanjutnya dianalisis menggunakan teori hiperrealitas simulakra Jean Baudrillard melalui empat tahap yaitu (1) tanda yang pada awalnya representasi realitas, yang kemudian (2) mendistorsi realitas. Pada tahap selanjutnya (3) realitas akan semakin kabur dan hilang, sehingga (4) tanda menjadi representasi atas representasi itu sendiri. Hasil analisis menunjukkan bahwa judul berita hiperbola yang disajikan oleh media online menjadi agen simulakra yang menuntun imajinasi masyarakat berfikir hiperrealisme. Hiperbola menjadi alat media untuk mengeruk keuntungan ekonomis sebuah realita yang bisa jadi tidak layak konsumsi menjadi berita yang heboh dan viral. Didukung dengan perilaku penggunaan media sosial yang semakin massive, maka hiperrrealitas yang tercipta melalui imajinasi simulakra menjadi semakin sempurna berada di tengah-tengah masyarakat.  
DIMENSI TRANSENDENSI DALAM ANTOLOGI PUISI RAHASIA SANG GURU SUFI KARYA ODHY’S Gunta Wirawan
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4721.858 KB) | DOI: 10.15408/dialektika.v5i2.9834

Abstract

Abstract: Transcendence is one of the prophetic ethics initiated by Kuntowijoyo. Observed from the prophetic-sufistic terminology, transcendence can be interpreted as a consciousness of the godliness, it means that what is beyond the limits of humanity. Prophetic ethics is divided into humanization, liberation and transcendence. Although in this study the problem is only focused on the transcendence dimension. The purpose of this study is to describe the meaning of prophetic ethics contained in the anthology poetry Rahasia Sang Guru Sufi work by Odhy's in terms of transcendence dimensions, to deepen the discussion also presented Sufi diction. The method used is hermeneutics qualitative. Based on the results of research, found Odhy's poems contain dimensions that have transcendent weights especially if viewed from a theological and metaphysical perspective. The poet consistently uses the distinctive Sufistic dictionaries such as parks, birds, ponds, roses, alms, oceans, dhikr, tariqat, makrifat, the teacher, mirrors, drunkenness, wine, death and others. The key poem can be called a transcendent poem (tu'minunabillah) of 44 titles of poetry. Odhy's learning tendencies are always related to Sufi issues.Abstrak: Transendensi merupakan satu di antara etika profetik yang digagas oleh Kuntowijoyo. Ditinjau dari terminologi profetik-sufistik, transenden diartikan kesadaran-kesadaran ketuhanan terhadap makna apa saja yang melampaui batas kemanusiaan. Etika profetik terbagi atas humanisasi, liberasi, dan transendensi. Namun, penelitian ini difokuskan pada dimensi transendensi. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan makna etika profetik yang terdapat dalam kumpulan puisi Rahasia Sang Guru Sufi karya Odhy’s ditinjau dimensi transendensi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan strategi hermeneutika. Berdasarkan hasil penelitian, puisi-puisi Odhy’s mengandung dimensi yang mempunyai bobot transendental apalagi jika ditinjau dari perspektif teologis dan metafisis. Penyair konsisten menggunakan diksi-diksi khas sufistik misalnya taman, burung, kolam, bunga mawar, setanggi, laut, samudra, zikir, tarikat, makrifat, sang guru, cermin, mabuk, anggur, kematian, dan lainnya. Puisi-puisi yang dapat diklasifikasikan sebagai puisi transendensi (tu’minunabillah) sebanyak 44 judul puisi yang membuktikan kecenderungan pemikiran Odhy’s selalu terkait dengan persoalan-persoalan sufistik. 
PEREMPUAN PUNYA CERITA: Oka Rusmini Menggugat Sejarah (His/Herstory) dalam Puisi Potret Hendra Kaprisma
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2286.282 KB) | DOI: 10.15408/dialektika.v5i2.8648

Abstract

Abstract: : According to feminists, a long historical and cultural journey has placed women as subordinates of men. Feminists themselves believe that male identity (the self), thought and mind have been formed to fight women or the “others”. This belief has resulted injustice and oppression of women, or more accurately called patriarchal oppression. Resistance to patriarchal domination is reflected in the poem named Potret (Portrait) of Oka Rusmini's work. This poem is divided into seven parts. Each part of the poem symbolizes the process of feminine writing which aimed to creating a history of women (herstory). The patriarchal inequality and dark history were opposed by Oka Rusmini by showing the practice of feminine writing (écriture feminine). The words described in Oka Rusmini's poem is transformed into a weapon for the feminist struggle. The poem is telling of the feminine writing process to create herstory history. Resistance to existing history is due to the history that applies to the construction of society is the story of men (history). Thus, to get a complete picture of the world, we also need a woman's story.Abstrak: Menurut kaum feminis, perjalanan sejarah dan budaya yang panjang telah menempatkan perempuan sebagai bawahan laki-laki. Kaum feminis sendiri percaya bahwa identitas laki-laki (diri), pikiran dan pandangan telah dibentuk untuk memerangi perempuan atau "yang lain". Keyakinan ini telah menghasilkan ketidakadilan dan penindasan terhadap perempuan, atau lebih tepatnya disebut penindasan patriarki. Perlawanan terhadap dominasi patriarki tercermin dalam puisi Potret karya Oka Rusmini. Puisi ini dibagi menjadi tujuh bagian. Setiap bagian dari puisi melambangkan proses penulisan feminin yang bertujuan untuk menciptakan sejarah perempuan (herstory). Ketidaksetaraan patriarki dan sejarah kelam ditentang oleh Oka Rusmini dengan menunjukkan praktik penulisan feminin (écriture feminine). Kata-kata yang diuraikan dalam puisi Oka Rusmini ditransformasikan menjadi senjata untuk perjuangan feminis. Puisi ini menceritakan proses penulisan feminin untuk menciptakan sejarah herstory. Perlawanan terhadap sejarah yang ada disebabkan oleh sejarah yang berlaku pada konstruksi masyarakat adalah kisah para laki-laki (history). Jadi, untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang dunia, kita juga membutuhkan kisah perempuan.  
Nilai Pendidikan Karakter dalam Buku Autobiografi Happy Little Soul karya Retno Hening Palupi Qurrata A'yunin; Ninuk Lustyantie; Shafruddin Tadjuddin
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v5i2.7584

Abstract

Abstract: The problem in this research is how the value of character education contained in the autobiography book of Happy Little Soul. The method used in this research is descriptive qualitative. The results of this paper showed that there are 16 types of character education values, there are religious value, honest value, tolerance value, discipline value, hard work value, creative value, self-value, curiosity value, love value of the country, achievement value, friendship/communicative value, peace loving value, reading value, social caring value, responsibility value, and unyielding value.Abstrak: Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam buku Autobiografi Happy Little Soul. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil dalam tulisan ini menunjukkan bahwa terdapat 16 jenis nilai pendidikan karakter, yaitu nilai relegius, nilai jujur, nilai toleransi, nilai disiplin, nilai kerja keras, nilai kreatif, nilai mandiri, nilai rasa ingin tahu, nilai cinta tanah air, nilai menghargai prestasi, nilai bersahabat/komunikatif, nilai cintai damai, nilai gemar membaca, nilai peduli sosial/peduli sesama, nilai tanggung jawab, dan terakhir nilai pantang menyerah. 
PEREMPUAN PUNYA CERITA: Oka Rusmini Menggugat Sejarah (His/Herstory) dalam Puisi Potret Hendra Kaprisma
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v5i2.8648

Abstract

Abstract: : According to feminists, a long historical and cultural journey has placed women as subordinates of men. Feminists themselves believe that male identity (the self), thought and mind have been formed to fight women or the “others”. This belief has resulted injustice and oppression of women, or more accurately called patriarchal oppression. Resistance to patriarchal domination is reflected in the poem named Potret (Portrait) of Oka Rusmini's work. This poem is divided into seven parts. Each part of the poem symbolizes the process of feminine writing which aimed to creating a history of women (herstory). The patriarchal inequality and dark history were opposed by Oka Rusmini by showing the practice of feminine writing (écriture feminine). The words described in Oka Rusmini's poem is transformed into a weapon for the feminist struggle. The poem is telling of the feminine writing process to create herstory history. Resistance to existing history is due to the history that applies to the construction of society is the story of men (history). Thus, to get a complete picture of the world, we also need a woman's story.Abstrak: Menurut kaum feminis, perjalanan sejarah dan budaya yang panjang telah menempatkan perempuan sebagai bawahan laki-laki. Kaum feminis sendiri percaya bahwa identitas laki-laki (diri), pikiran dan pandangan telah dibentuk untuk memerangi perempuan atau "yang lain". Keyakinan ini telah menghasilkan ketidakadilan dan penindasan terhadap perempuan, atau lebih tepatnya disebut penindasan patriarki. Perlawanan terhadap dominasi patriarki tercermin dalam puisi Potret karya Oka Rusmini. Puisi ini dibagi menjadi tujuh bagian. Setiap bagian dari puisi melambangkan proses penulisan feminin yang bertujuan untuk menciptakan sejarah perempuan (herstory). Ketidaksetaraan patriarki dan sejarah kelam ditentang oleh Oka Rusmini dengan menunjukkan praktik penulisan feminin (écriture feminine). Kata-kata yang diuraikan dalam puisi Oka Rusmini ditransformasikan menjadi senjata untuk perjuangan feminis. Puisi ini menceritakan proses penulisan feminin untuk menciptakan sejarah herstory. Perlawanan terhadap sejarah yang ada disebabkan oleh sejarah yang berlaku pada konstruksi masyarakat adalah kisah para laki-laki (history). Jadi, untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang dunia, kita juga membutuhkan kisah perempuan.  
HIPERBOLA DAN HIPERREALITAS MEDIA Analisis Judul Berita Hiperbola di Situs Berita Online Dwi Asih Handayani
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v5i2.9123

Abstract

Abstract: : This article discusses the role of language, especially the hyperbolic assembly, in the formation of a hyperrealist society, namely a society wrapped up and confined to imagination. This article is based on literary research with the subject of Indonesian-language online news media with the object of news titles that contain hyperbolic meanings. Furthermore, it was analyzed using Jean Baudrillard's hyperreality simulakra theory through four stages, namely (1) a sign that was originally a representation of reality, which then (2) distorted reality. In the next stage (3) the reality will be increasingly blurred and lost, so that (4) the sign becomes a representation of the representation itself. The results of the analysis show that the hyperbolic news titles presented by online media become agents of simulakra which lead the imagination of the public to think of hyperrealism. Hyperbole is a media tool for extracting economic benefits from a reality that may not be worthy of consumption to become news that is excited and viral. Supported by increasingly massive use of social media behavior, the hyperreality created through simulakra imagination becomes more perfect in the midst of society.Abstrak: Artikel ini membahas tentang peran bahasa, khususnya majas hiperbola, dalam pembentukan masyarakat hiperrealis, yaitu masyarakat yang terbungkus dan terkungkung dalam imajinasi. Artikel  ini berbasis pada penelitian literer dengan subyek media berita online berbahasa Indonesia dengan obyek judul-judul berita yang mengandung makna hiperbola. Selanjutnya dianalisis menggunakan teori hiperrealitas simulakra Jean Baudrillard melalui empat tahap yaitu (1) tanda yang pada awalnya representasi realitas, yang kemudian (2) mendistorsi realitas. Pada tahap selanjutnya (3) realitas akan semakin kabur dan hilang, sehingga (4) tanda menjadi representasi atas representasi itu sendiri. Hasil analisis menunjukkan bahwa judul berita hiperbola yang disajikan oleh media online menjadi agen simulakra yang menuntun imajinasi masyarakat berfikir hiperrealisme. Hiperbola menjadi alat media untuk mengeruk keuntungan ekonomis sebuah realita yang bisa jadi tidak layak konsumsi menjadi berita yang heboh dan viral. Didukung dengan perilaku penggunaan media sosial yang semakin massive, maka hiperrrealitas yang tercipta melalui imajinasi simulakra menjadi semakin sempurna berada di tengah-tengah masyarakat.  

Page 1 of 2 | Total Record : 12