cover
Contact Name
Ernita Silviana
Contact Email
jifs@poltekkesaceh.ac.id
Phone
+6285260295059
Journal Mail Official
jifs@poltekkesaceh.ac.id
Editorial Address
Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Aceh Jl. Sukarno-Hatta, Desa Lheu blang, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, 23552
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Farmasi Simplisia
ISSN : 27754510     EISSN : 28091973     DOI : https://doi.org/10.30867/jifs
Core Subject : Health, Science,
Karya yang dipublikasikan dalam jurnal ini meliputi farmasi komunitas, farmasi klinik, obat tradisional, kosmetika, teknologi farmasi,
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021" : 10 Documents clear
Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum Linn), Jahe (Zingiber officinale Roscoe) Dan Kunyit (Curcuma domestica Val) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Dan Escherichia coli munira munira; Dewi Sarfica; noni zakiah; nunung sri mulyani
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri merupakan salah satu mikroorganisme penyebab infeksi. Pencegahan dan pengobatan penyakit infeksi dapat dilakukan menggunakan tanaman obat, antara lain bawang putih dan jahe serta kunyit. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 8 perlakuan dalam 3 kali ulangan yaitu aquades, perbandingan 3:3:3, 3:2:1, 3:1:2, 1:2:3, 2:1:3, 1:3:2, dan 3:2:1. Uji mikrobiologi menggunakan metode difusi cakram. Hasil Anova menunjukkan bahwa ekstrak kombinasi bawang putih, jahe dan kunyit sangat berpengaruh terhadap aktivitas pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Rata-rata diameter zona hambat yang terbesar adalah ekstrak kombinasi Bawang putih, jahe dan kunyit pada perbandingan 1:2:3 sebesar 16,67 mm dan yang terkecil pada perbandingan 2:3:1 sebesar 12,50 mm dalam menghambat Staphylococcus aureus. Rata-rata diameter zona hambat yang terbesar adalah ekstrak kombinasi Bawang putih, jahe dan kunyit pada perbandingan 3:3:3 sebesar 10,16 mm dan yang terkecil pada perbandingan 2:3:1 sebesar 8,66 mm dalam menghambat Eschericia coli. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak kombinasi bawang putih, jahe dan kunyit sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococus aureus dan Eschericia coli pada perbandingan 1:2:3 sebesar 16,67 mm dan perbandingan 3:3:3 sebesar 10,16 mm.
Evaluasi Penggunaan Human Serum Albumin (HSA) pada Pasien Rawat Inap Penyakit Dalam di Rumah Sakit Provinsi Aceh azizah vonna; lydia septa desiana; farras amany husna
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi penggunaan Human Serum Albumin (HSA) di ruang rawat inap penyakit dalam Rumah Sakit Provinsi Aceh telah dilakukan untuk mengetahui prevalensi, variasi, rata-rata lama penggunaan HSA, dan dampak pemberian HSA dalam memperbaiki kadar albumin pasien. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang dilakukan secara retrospektif terhadap 94 pasien rawat inap di ruang rawat penyakit dalam yang menerima terapi HSA periode Oktober-Desember 2015. Mayoritas pasien dalam penelitian ini merupakan pasien perempuan (59,57%) dengan rentang umur yang paling dominan adalah 40-59 tahun (43,62%). Sebagian besar pasien dirawat selama lebih dari 9 hari (70,22%). Sebanyak 95,74% pasien yang menerima terapi HSA didiagnosa memiliki ≥ 5 penyakit. Prevalensi penggunaan HSA dari keseluruhan pasien yaitu sebesar 21,17% dengan variasi penggunaan produk HSA tertinggi yaitu Plasbumin® 25%. Rata-rata lama penggunaan HSA pada pasien rawat inap adalah 5 hari dengan penggunaan paling singkat yaitu 1 hari dan penggunaan paling lama yaitu 16 hari. Persentase indikasi penggunaan HSA terbesar yaitu pada kasus sepsis (36%) dan kasus sirosis hati (14%). Hasil evaluasi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas pasien mengalami peningkatan kadar albumin setelah diterapi dengan HSA (56,38%). Hasil penelitian ini dapat menunjukkan bahwa pemberian terapi HSA pada sebagian besar pasien memberikan dampak positif terhadap perbaikan kadar albumin.
Uji Aktivitas Antibakteri Jus Umbi Gadung Ungu (Dioscorea alata) Terhadap Pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus munira munira; ferissa safira
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umbi gadung ungu merupakan salah satu tanaman yang kaya akan senyawa kimia yang berfungsi sebagai antibakteri yaitu alkaloid, saponin, tanin, kuinon, flavonoid, steroid, dan triterpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan daya hambat jus umbi gadung ungu (Dioscorea alata) terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dibagi dalam 4 perlakuan yaitu P0 (aquadest sebagai kontrol), P1 (jus umbi gadung ungu 100%), P2 (jus umbi gadung ungu 50%), dan P3 (jus umbi gadung ungu 25%) dengan 5 kali pengulangan. Hasil uji anova menunjukkan jus umbi gadung ungu sangat berpengaruh (P=0,000) dalam menghambat pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Hasil uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa rata-rata diameter zona hambat terbesar adalah P1 (14,16 mm) dan berbeda nyata (P>0,05) dengan P2 (11,02 mm) dan P3 (0 mm) dalam menghambat pertumbuhan Escherichia coli. Begitu juga terhadap Staphylococcus aureus rata-rata diameter zona hambat terbesar adalah P1 (16,92mm) dan berbeda nyata (P>0,05) dengan P2 (11,52 mm) dan P3 (7,92 mm). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jus umbi gadung ungu dapat menghambat pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.
Ekspresi Cox-2 Sel Kanker Kolon WiDr Oleh Fraksi n-Heksana Bunga Pepaya Jantan (Carica papaya L.) Yusnita Yusnita
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker kolon merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di seluruh dunia. Terdapat lebih dari 1,2 juta kasus tiap tahunnya menempatkan jenis kanker kolon sebagai urutan ketiga yang sering terjadi di dunia maupun di Indonesia. Sehingga dikembangkanlah produk bahan alam yang lebih aman. Namun berkhasiat Salah satu bahan alam yang dapat digunakan sebagai alternatif agent antikanker adalah bunga pepaya jantan (Carica papaya L.). Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antikanker fraksi n-heksana bunga pepaya jantan terhadap penekanan ekpresi COX-2 pada sel WiDr secara in Vitro. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan cara perkolasi dengan pelarut etanol kemudian di fraksinasi dengan pelarut n-heksana. Fraksi n-heksana bunga pepaya jantan (FnHBPJ) diuji sitotoksiknya terhadap sel WiDr dengan menggunakan metode MTT (3-(4,5-Dimetiltiazol-2-il)-2,5 Difeniltetrazolium Bromida]), uji penekanan ekspresi COX-2 secara imunositokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IC50 FnHBPJ pada sel kanker kolon WiDr sebesar 64,105 µg/mL. sehingga mampu menekan ekpresi COX-2
Efek Perasan Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) Untuk Membunuh Larva Nyamuk Aedes aegypti Rini Handayani; cut ulfi muzani
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) merupakan tanaman yang sangat mudah dijumpai di sekitaran masyarakat. Tanaman ini banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan alami perwarna makanan. Tanaman daun pandan wangi juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Kandungan yang terdapat di dalam daun pandan wangi adalah alkaloid, saponin, flavonoid, tanin, dan polifenol. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah kematin larva nyamuk Aedes aegypti dari air perasan daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) pada konsentrasi 10%; 25%; dan 50%. Penelitian ini menggunakan larva Aedes aegypti sebanyak 150 ekor yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, dimana tiap kelompok perlakuan diberi 100 mL larutan dan tiap kelompok perlakuan menggunakan 10 ekor larva Aedes aegypti. Tiga kelompok diberi perlakuan perasan daun pandan wangi dengan konsentrasi 10%; 25%; dan 50%, satu kelompok kontrol positif yang diberikan Abate 1%, dan satu kelompok kontrol negatif yang hanya diberikan air kran. Pengamatan dilakukan setiap 3 jam sekali selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah pengamatan selama 24 jam diperoleh kematian pada konsentrasi 10% dapat membunuh 30% larva, pada konsentrasi 25% dapat membunuh 50% larva, dan konsentrasi 50% dapat membunuh 80% larva. Sedangkan pada abate larva nyamuk mati 100%, dan dalam air tidak ada larva yang mati 0%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perasan daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) mampu membunuh larva Aedes aegypti dengan hasil rata-rata persentase kematian larva nyamuk Aedes aegypti tertinggi selama 24 jam terdapat pada konsentrasi 50% dengan nilai rata-rata 80% dan yang terendah terdapat pada konsentrasi 10% dengan nilai rata-rata 30%.
Uji Efek Diuretik Ekstrak Etanol Kapulaga (Amomum compactum) Pada Mencit (Mus musculus) Jantan Rini Handayani; nurul husna
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapulaga (Amomum compactum) adalah sejenis buah yang sering digunakan sebagai rempah (bumbu) untuk masakan tertentu dan termasuk ke dalam salah satu suku zingiberaceae yang banyak dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat. Kapulaga juga memiliki kandungan senyawa kimia berupa flavonoid yang secara farmakologis dapat memberikan efek diuretik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ekstrak etanol kapulaga yang diduga dapat memberikan efek diuretik dan dosis yang dapat memberikan efek diuretik. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan 15 ekor mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu: kelompok kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kelompok kontrol positif (Furosemid), kelompok ekstrak etanol kapulaga 3,5 mg/20 g BB, kelompok ekstrak etanol kapulaga 7 mg/20 g BB dan kelompok ekstrak etanol kapulaga 14 mg/20 g BB. Pengujian dilakukan selama 4 jam, parameter pengukuran meliputi pengukuran volume urin kumulatif dan presentase potensi diuretik yang dianalisis menggunakan statistika ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol kapulaga dosis 14 mg/20 g BB menghasilkan potensi diuretik sebesar 80,45% dan hasil uji ANOVA dengan nilai signifikansi (P=0,000 ; P<0,05). Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kapulaga memberikan efek diuretik pada dosis 14 mg/20 g BB
Gambaran Penggunaan Antibiotika pada Pasien ISPA Non-Peunomia di Puskesmas Wilayah Aceh Tamiang amelia sari; nur'aini nur'aini
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan atau ISPA merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia. Penelitian dilakukan untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotika pada penderita ISPA Non-Peunomonia di Puskesmas Wilayah Aceh tamiang. Cara pengambilan data di peroleh dari Formulir Pelaporan Indikator Peresepan ISPA Non-Peunomonia di 4 ( empat ) Puskesmas. Setelah dilakukan penelitian hasil yang didapat persentase pemakaian Antibiotik pada penderita ISPA Non-Peunomonia Puskesmas Sapta Jaya adalah 34%, Puskesmas Karang Baru 34%, Puskesmas Seruway 48% dan Puskesmas Banda Mulia 54%. Jadi dari hasil penelitian maka bias disimpulkan bahwa penggunaan antibiotic untuk kasus ISPA Non-peunomonia di 4 ( empat ) Puskesmas wilayah Aceh Tamiang januari s/d desember 2018 tidak sesuai dengan pedoman pengobatan berdasarkan acuan standart indicator kinerja POR Nasional. Jadi disarankan agar ke-4 (empat) Puskesmas yang diteliti khususnya dan semua Puskesmas lainnya yang ada di wilayah Aceh Tamiang untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan disarankan untuk melakukan pemantauan peresepan dalam penggunaan antibiotika pada pasien ISPA-Non- Penomonia sesuai dengan standart indicator kinerja POR.
Gambaran Ketersediaan Tenaga Kefarmasian Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara amelia sari; defri aroni; katijah saleh
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan Rumah Sakit.Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) adalah suatu bagian/unit/divisi atau fasilitas di Rumah Sakit, tempat penyelenggaraan semua kegiatan pekerjaan kefarmasian yang ditujukan untuk keperluan Rumah Sakit itu sendiri.Setiap Rumah Sakit yang sudah terklasifikasi harus menyediakan tenaga kefarmasian yang sesuai standar minimal pelayanan kefarmasian berdasarkan Permenkes Nomor 58 Tahun 2014. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran ketersediaan tenaga kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara, apakah sudah memenuhi persyaratan yang diatur oleh Permenkes atau tidak.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif.Data dikumpulkan dari dokumentasi arsip bagian kepegawaian dan Instalasi Farmasi Rumah Sakit Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara. Dari hasil penelitian didapatkan jumlah tenaga kefarmasian terbanyak pada tahun 2017 yaitu sebanyak 43 orang berupa magister farmasi sebanyak 4 orang, sedangkan apoteker sebanyak 12 orang, sarjana farmasi 1 orang, akademi farmasi sebanyak 22 orang dan asisten apoteker sebanyak 4 orang. Berdasarkan data diatas disimpulkan bahwa jumlah tenaga farmasi yang tersedia di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara sudah memenuhi standar Permenkes Nomor 58 tahun 2014.
Aktivitas Antioksidan Infused Water Chia Seed (Salvia Hispanica L ) Menggunakan Metode DPPH (2,2- diphenyl - 1 – picrylhydrazil) Aulianshah, Vonna; sari, fatimah
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v1i2.94

Abstract

Chia Seed (Salvia hispanica L ) merupakan salah satu bahan alam yang dipercaya memiliki aktifitas antioksidan untuk menangkal radikal bebas dari dalam tubuh. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan dari Chia Seed dengan metode DPPH. Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental. Sampel yang digunakan adalah Chia Seed yang diolah menjadi Infused Water yang akan di uji aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH ( 2,2- diphenyl-1- picrylhydrazil) dengan vitamin C sebagai pembanding. Pengujian dilakukan pada Infused Water dengan 5 konsentrasi yang berbeda yaitu 2, 4, 6, 8, 10 ppm. Sampel dari tiap konsentrasi akan direaksikan dengan senyawa DPPH yang merupakan radikal bebas, kemudian diukur nilai absorbansinya menggunakan Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 517nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Infused Water Chia Seed memiliki persen inhibisi berturut turut sebesar 37.40%, 41.46%, 42.28%, 46.34%, dan 47.97% sedangkan vitamin C dengan konsentrasi yang sama menunjukkan persen inhibisi berturut-turut sebesar 42.28%, 47.97%, 48.78%, 52.85%, dan 53.66%. Berdasarkan hasil tersebut aktivitas antioksidan Infused Water Chia Seed dengan nilai IC50 sebesar 11.31 ppm yang dikategorikan kuat dan vitamin C menghasilkan nilai IC50 sebesar 6.65 ppm yang dikategorikan sangat kuat. Jadi dapat disimpulkan bahwa infused water chia seed terbukti memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi untuk menangkal senyawa radikal bebas.
Efek Penurunan Kadar Glukosa Darah Ekstrak Etanol Daun Pala (Myristica Fragrans Houtt) Terhadap Mencit Putih (Mus Musculus) Jantan Noni Zakiah; putri maria ulfa
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes adalah penyakit yang terjadi karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin, sehingga kadar glukosa darah meningkat melebihi batas normalnya. Daun pala mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu, alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, polifenol dan triterpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah esktrak etanol daun pala dapat menurunkan kadar glukosa darah terhadap mencit putih (Mus musculus) jantan yang diinduksi oleh glukosa. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium dengan metode Rancang Acak Lengkap (RAL). 25 ekor mencit putih jantan dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif diberikan aquadest, kelompok kontrol positif diberikan glibenklamid, dan 3 kelompok perlakuan diberikan ekstrak etanol daun pala. Perlakuan I dosis 50 mg/Kg BB , perlakuan II dosis 100 mg/Kg BB, dan perlakuan III dosis 200 mg/Kg BB dengan rentang waktu pengamatan dimulai pada menit ke-30, 60 sampai menit ke-120. Nilai rata-rata kadar glukosa darah mencit diperoleh dengan analisis statistik uji ANOVA (p<0,05) untuk melihat perbedaan waktu antar kelompok. Uji anova pada menit ke 30 menunjukkan nilai yang tidak signifikan (p>0,05) yaitu 0,067. Sedangkan pada menit ke-60 dan ke-120 menunjukkan nilai anova yang signifikan yaitu 0,003 dan 0,000 (p<0,05). Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun pala dosis 50 mg/Kg BB, 100 mg/Kg BB, 200 mg/Kg BB signifikan menurunkan kadar glukosa darah dimulai pada menit ke-60 sampai menit ke-120.

Page 1 of 1 | Total Record : 10