cover
Contact Name
Wico J Tarigan
Contact Email
usi.tekniksipil@gmail.com
Phone
+6282267625828
Journal Mail Official
usi.tekniksipil@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Simalungun Jl Sisingamangaraja Pematangsiantar
Location
Kota pematangsiantar,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Santeksipil (Edisi Elektronik)
Published by Universitas Simalungun
ISSN : 22525580     EISSN : 23026626     DOI : https://doi.org/10.36985/jsl
Core Subject : Engineering,
Jurnal Santeksipil merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Simalungun yang berisikan tentang artikel ilmiah Teknik Sipil. Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ini diharapkan dapat menambah khasanah pengetahuan di bidang Teknik Sipil serta menjadikan sarana bagi para profesional baik dari dunia usaha, pendidikan, ataupun peneliti untuk menyebarluaskan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang Teknik Sipil melalui publikasi hasil penelitian
Articles 48 Documents
Analisis Pengaruh Angkutan Umum Penumpang Ditinjau Dari Sistem Transportasi Kota Di Kota Pematangsiantar Deardo Samuel Saragih; Asril Nizar; Virgo Erlano Purba; M Ade K Harahap; Rita Eviana Purba
Jurnal Santeksipil Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Santeksipil, Vol 3 No 2 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jsl.v3i2.966

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1 untuk menganalisis pengaruh angkutan umum penumpang kota (oplet) ditinjau dari Sisi Trayek atau Rute dan dari Sisi Jumlah. Metode Penelitian yang digunakan ini yaitu Kuantitatif Deskriptif. Observasi dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kondisi jumlah dan rute angkutan umum di Kota Pematangsiantar.Melalui survei lapangan akan diperoleh data primer. Hasil penelitian berdasarkan data jumlah Oplet Sinar Siantar dari sisi system yang angkanya yaitu 7,765 % dan 6,796 % dibandingkan semua jumlah oplet semua rute ,maka oplet sianar siantar tidak berpengaruh terhadap system transportasi kota yaitu kemacetan lalu lintas. Berdasarkan data jumlah oplet sianr siantar yang angkanya yaitu 7,7657 % dan 6,796 % dibandingkan jumlah semua oplet semua rute , maka oplet sianar siantar tidak berpengaruh terhadap total jumlah trayek. Berdasarkan data FMP oplet sinar siantar yang < 1,0, maka jumlah oplet sianr siantar sudah tidak stabil dan harus di kurangi agar pemilik oplet sianar siantar dapat merasakan keuntungan yang signifikan
Analisa Perkerasan Jalan Wibawa Di Kecamatan Gunung Maligas Kabupaten Simalungun Asril Nizar; Deardo Samuel Saragih; Dermina R S Damanik; Novdin M Sianturi; Yudi Armansyah
Jurnal Santeksipil Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Santeksipil, Vol 3 No 2 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jsl.v3i2.967

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui umur rencana jalan dan mengetahui  LHR dan tebal   perkerasan   jalan yang sudah dilaksanakan. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah dengan cara deskriptif, yaitu dengan memusatkan pada masalah yang ada pada saat sekarang dimana keadaan jalan yang sebelumnya adalah Telford dengan batu padas 10/15, dan di rencanakan oleh pihak pemerintah/perangkat desa dengan Pada perencanaan jalan desa ini digunakan lapisan penetrasi macadam (LAPEN), yang menghubungkan jalan desa untuk memperlancar hubungan dan komunikasi dengan tempat lain, mempermudah pengirimsn hasil produksi ke pasar, baik yang di desa maupunyang di luar,penelitian dapat diperoleh data yang akurat dan cermat. Dari hasil perencanaan perkerasan pada Jalan Wibawa Nagori Karang Anyar Kecamatan Gunung Maligas Kabupaten Simalungun di ruas jalan akses antar lingkungan dalam tersebut dari STA 0 + 000 s/d STA 0 + 265 dengan panjang 265 m dan lebar 3 m, 1. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan metode Bina Marga diperoleh tebal lapis Macadam (Lapen) adalah 7,5 cm dan tebal lapisan pondasi Telford atas adalah 20 cm. Desain Pekerasan Jalan Wibawa untuk Tebal Pondasi Telford  adalah 15 cm, seharusnya 20 cm dengan nilai ITP yg di dapat 7,2. Dengan melihat dan meninjau secara visual dilapangan untuk lokasi pekerjaaan perkerasan lapis penetrasi macadam (Lapen) sudah sebaiknya menggunakan desain Lapis Pondasi Agregat Kelas A sebagai pondsi dasar dan Laston Lapis Aus (AC - WC) sebagai lapis penutup
Analisa Perbandingan Perhitungan Anggaran Biaya Menggunakan Metode Bow Dan Sni Studi Kasus Pada Proyek Rehabilitasi Total Kantor Camat Tarabintang Virgo E Purba; Ira Modifa; Dermina R S Damanik; Novdin M Sianturi; Astri Febry Sinurat
Jurnal Santeksipil Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Santeksipil, Vol 3 No 2 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jsl.v3i2.968

Abstract

Estimasi biaya merupakan hal penting dalam proyek konstruksi. Nilai estimasi biaya yang disusun selanjutnya dikenal dengan istilah Rencana Anggaran Biaya (RAB) Proyek, yang mempunyai fungsi dan manfaat lebih lanjut dalam hal mengendalikan sumber daya material, tenaga kerja, peralatan dan waktu pelaksanaan proyek sehingga pelaksanaan kegiatan proyek yang dilakukan akan mempunyai nilai efisiensi dan efektivitas. Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kegiatan suatu proyek diperlukan suatu sarana dasar perhitungan harga satuan terhadap volume suatu pekerjaan yang dalam hal ini dilakukan dengan menggunakan analisa SNI dan BOW. Peneliti mengumpulkan data primer dan sekunder yang diperoleh dengan cara observasi langsung dan data sekunder diperoleh dari tinjauan pustaka dan dokumentasi yang dipakukan dalam proses pelaksanaan proyek Rehabilitasi Total Kantor Camat Tarabintang. Perhitungan anggaran biaya dilakukan dengan menggunakan metode analisa BOW dan SNI. Hasil perhitungan masing - masing analisa rencana anggaran biaya yang ada didapat perbandingan rencana anggaran biaya antara metode BOW dan SNI. Metode Analisa yang paling ekonomis digunakan ada Metode SNI karena dari hasil perhitungan dengan diperoleh hasil metode BOW sebesar Rp. 1,659,633,317.10 dan metode SNI sebesar Rp. 1,406,968,295,95
Analisa Perkerasan Jalan Jambuara Nagori Buntu Bayu Kecamatan Hatonduhan Kabupaten Simalungun Deardo Samuel Saragih; Ira Modifa; M Ade K Harahap; Novdin M Sianturi; Muhammad Yudha Jumhari Purba
Jurnal Santeksipil Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Santeksipil, Vol 3 No 2 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jsl.v3i2.969

Abstract

Perkerasan jalan dipengaruhi oleh kekuatan tanah dasar, karena tanah dasar merupakan lapisan tanah yang fungsinya sebagai alas perletakan struktur perkerasan, jika daya dukung tanah dasarnya tinggi, perubahan bentuk pada perkerasan tidak akan terjadi dan tidak mudah rusak. Sebaliknya jika daya dukung tanah dasarnya rendah, perubahan bentuk pada perkerasan akan terjadi dan akan memburuk dengan mudah. Penilitian ini mempunyai tujuan untuk menganalisa struktur perkerasan yang menggunakan tanah dasar asli dan menggunakan tanah dasar yang telah stabilisasi dengana spalbeton. Jalan menghubungkan simpang tusam Aek bontar nagori buntu bayu di mana jalan yang selalu dalam kondisi sangat buruk tersebut akan dipelajarin pada penelitian ini. Jalan simpang tusam – Aek bontar terletak pada tanah rendah atau nilai CBR 1-2% untuk menganalisa struktur perkerasan Perkerasan lentur dan perkerasan kaku keduanya digunakan desain perkerasan oleh AASHTO 1993. Dari hasil yang telah didapatkan menunjukan bahwa struktur perkerasan lentur yang diletakkan diatas tanah dasar yang telah distabilisasi ketebalannya lebih tipis dibandingkan dengan struktur perkerasan lentur yang diletakan didasar asli yaitu 30 cm, dan jika diletakkan diatas tanah dasar yang telah distabilisasi depan aspal beton ketebalan hanya 25 cm. Maka dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan aspal beton mempuyai pengaruh yang signifikan terhadap kekuatan dan daya dukung tanah dari tanah lempung ekspansif
Evaluasi Jalan Rabat Beton baru pada STA 2.000 -STA 3.000 di JalanJambuara Nagori Buntu Bayu Kecamatan Hatanduhan KabupatenSimalungun Nizar, Asril; E. Purba, Virgo
Jurnal Teknik Sipil Universitas Simalungun Vol 1 No 1 (2020): Vol. 1 No. 1 Tahun 2020
Publisher : Teknik Sipil Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Roads are the main means of transportation to reach a destination from one place to another for any traffic that passes through it. Therefore, road conditions greatly affect the safety and security of every road user. Concrete slabs that are stiff and have a high modulus of elasticity will distribute traffic loads over a fairly large area of ​​the subgrade. Thus, most of the capacity of the pavement structure is obtained from the concrete slab itself. In contrast to flexible pavement, the strength of the pavement is obtained from the thickness of the subbase layer, foundation layer and surface layer; where each layer makes its contribution. Observations carried out on Jalan Jambuara Nagori Buntu Bayu, Hatonduhan District, Simalungun Regency were aimed at the implementation stages of concrete road construction. In the construction of this road, rigid pavement with ready-mix concrete was used.
EVALUASI PEMBANGUNAN DRAINASE RINGROADPANGURURAN – TOMOK STA 32+000 SAMPAI DENGAN STA 38+000DI KABUPATEN SAMOSIR M. Siantur, Novdin; Saragih, Deardo
Jurnal Teknik Sipil Universitas Simalungun Vol 1 No 1 (2020): Vol. 1 No. 1 Tahun 2020
Publisher : Teknik Sipil Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drainase merupakan salah satu fasilitas dasar yang dirancang sebagai sistem guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan merupakan komponen penting dalam perencanaan kota (perencanaan infrastruktur khususnya). Drainase juga berfungsi mengalirkan air permukaan ke badan air (sumber air permukaan dan bawah permukaan tanah) atau bangunan resapan Drainase juga diartikan sebagai usaha untuk mengontrol kualitas air tanah dalam kaitannya dengan salinitas. Drainase yaitu suatu cara pembuangan kelebihan air yang tidak diinginkan pada suatu daerah, serta cara cara penanggulangan akibat yang ditimbulkan oleh air tersebut. Debit air merupakan ukuran banyaknya volume air yang mampu lewat pada suatu tempat atau yang mampu di tampung dalam suatu tempat setiap satu satuan waktu. Debit aliran adalah jumlah air yang mengalir pada satuan volume per waktu. Debit air adalah komponen yang penting dalam pengelolaan suatu DAS. Studi pendahuluan dilakukan terlebih dahulu dengan melakukan studi pustaka yang berasal dari buku, jurnal dan catatan kuliah dijadikan dasar dalam penelitian, pengumpulan data primer berupa dokumentasi lokasi penelitian, kemudian data sekunder berupadata yang didapay dari instansi yang berkait yaitu, data curah hujan selama 10 tahun. Profil saluran drainase yang diteliti berbentuk segiempat. Pemilihan bentuk segiempat ini didasarkan pada fleksibilitasnya seperti ketersediaan lahan yang kecil, dikarenakan ruang antara badan jalan dengan batas pekarangan yang sempit. karakteristik saluran diperkeras dengan menggunakan pasangan batu baik itu untuk bagian dinding maupun dasar saluran.
KAJIAN MANAJEMEN PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTAPEMATANGSIANTAR Modifa, Ira; Harahap, Ade Kurnia
Jurnal Teknik Sipil Universitas Simalungun Vol 1 No 1 (2020): Vol. 1 No. 1 Tahun 2020
Publisher : Teknik Sipil Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah secara umum didefenisikan sebagai sisa kegiatan manusia sehari hari dan/ atau proses alam yang berbentuk padat maupun cairan. Sampah merupakan tempat kehidupan berbagai mikroorganisme penyebab penyakit dan juga sebagai media pemindah dan penyebar penyakit (vektor). Karenanya, sampah harus dikelola dengan baik agar tidakmengganggu atau mengancam kesehatan lingkungan dan masyarakat. Pengelolaan sampah seharusnya meliputi pengumpulan, pengangkutan sampai dengan pemusnahan atau pengolahan sampah sedemikian rupa sehingga sampah tidak lagi mengganggu kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup. Pengelolaan sampah di Kota Pematangsiantar juga masih bertumpu pada pendekatan akhir (end-of-pipe ), dimana sampah dikumpulkan, diangkut dan dibuang ke tempat pemrosesan akhir sampah (TPA). Kondisi TPA tanjung pinggir saat ini sudah dapat dikatakan memprihatinkan dan buruk secara lingkungan. Kajian ini dijalankan dengan mempelajari faktor – faktor penyebab dan pendukung tata kelola sampah di kota Pematangsiantar kepada subjek atau pelaku langsung dari pengelolaan sampah Pematangsiantar. Pengelolaan sampah terintegrasidapat menstimulasi kreativitas dan inovasi dari masyarakat sehingga meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan warga. Ditemukan potensi – potensi dan cara – cara inovatif lainnya untuk mendorong tata kelola sampah yang lebih baik dimasa yang akan datang sehingga Pematangsiantar bisa mencapai salah satu kota dengan predikat ZeroWaste City.
KAJIAN PEMBANGUNAN JALAN LINGKAR LUAR (RINGROAD) DARI SEGI KEPADATAN LALU LINTAS DI KOTA PEMATANGSIANTAR Harahap, Ade Kurnia; Modifa, Ira
Jurnal Teknik Sipil Universitas Simalungun Vol 1 No 1 (2020): Vol. 1 No. 1 Tahun 2020
Publisher : Teknik Sipil Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan suatu kota sangat berhubungan dengan perkembangan jaringan jalan pada Negara tersebut. Jaringan jalan sebagai urat nadi pembangunan nasional merupakan prioritas pertama dan utama dalam perkembangan suatu negara dan juga merupakan prasarana bagi masyarakat dalam melakukan aktifitas. Pematang siantar adalah kota yang berkembang, telah banyak mengalami peningkatan yang pesat dalam intesitas aktifitasi sosial ekonomi seiring dengan kemajuan ekonomi yang telah terjadi. Aktifitasi masyarakat seiring dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat di suatu wilayah merupakan faktor utama pembangkit kebutahan perjalanan sehingga pada akhirnya perlu adanya tingkat efisiensi, keamanan, serta kenyamanan dalam perjalanan. Peningkatan jumlah pergerekan yang terjadi juga akan menuntut kualitas maupun kuantitas prasarana yang harus seimbang. Meningkatnya jumlah penduduk disertai dengan meningkatnya arus lalu-lintas atau pergerakan manusia dalam peningkatan jumlah kendaraan dapat meningkatkan pertumbuhan jalan baru termasuk juga pembukaan jalan lingkar luar (ring road). Ruas jalan ring road Pematangsiantar adalah jalan lingkar luar yang sangat diperlukan untuk mengurangi kemacetan di jalan raya medan pematangsiantar. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengkaji pembangunan jalan lingkar luar (ring road) Pematangsiantar dari segi kepadatan lalu lintas. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi suatu masukan bagi pemangku kebijakan dalam pengelolaan jalan lingkar luar ( ring road ) di Pematangsiantar