cover
Contact Name
Gusti Nyoman Pardomuan
Contact Email
pardomuan@stakpnsentani.ac.id
Phone
+6282223939046
Journal Mail Official
pardomuan@stakpnsentani.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Sentani – Depapre, Distrik Waibu, Kab. Jayapura - Papua 99352
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni
ISSN : 29875277     EISSN : 29870453     DOI : -
Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni merupakan jurnal yang mengkaji berbagai isu dalam bidang Musik, Seni, Musik Gereja, Pendidikan Musik Gereja, Kajian Seni Musik & Musik Etnis. Jurnal ini mengapresiasi artikel-artikel dalam ranah kajian teoretis, filosofis dan aplikatif berdasar pada penelitian dan pengkajian. Artikel-artikel di Cantata Deo berorientasi untuk menyebarluaskan dan mengembangkan pengetahuan seni guna merespon perkembangan global sehingga dapat bermanfaat bagi para akademisi, praktisi, peneliti dan pengajar. Jurnal ini diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian (P3M) Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Sentani dengan frekuensi terbitan yaitu dua kali dalam satu tahun (Juni dan Desember). Pertama kali terbit pada tahun 2023 dan kami menyambut dengan baik berbagai kajian musik dalam perspektif yang beragam demi pengembangan pengetahuan.
Articles 39 Documents
Integrasi Unsur Musik dalam Pembelajaran: Studi Kasus Kelas Foundation of Music (FOM) di Sekolah Musik Indonesia Semarang Kusuma, Aurah Melati
Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni Vol. 3 No. 1 (2025): Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jmcd.v3i1.333

Abstract

Musik memiliki peran penting dalam perkembangan intelektual dan emosional anak. Pembelajaran musik yang efektif dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kreativitas anak sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembelajaran musik berbasis unsur musik dalam meningkatkan kreativitas anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus di kelas Foundation of Music (FOM) di Sekolah Musik Indonesia Semarang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran musik yang mengintegrasikan unsur-unsur musik seperti ritme, melodi, harmoni, dan ekspresi musikal dapat merangsang kreativitas anak dalam memahami dan mengaplikasikan elemen musik secara aktif. Pendekatan berbasis permainan (play-based learning) dan penggunaan media pembelajaran audio-visual terbukti efektif dalam meningkatkan minat serta keterampilan musikal anak. Selain itu, lingkungan belajar yang mendukung dan motivasi dari guru turut berkontribusi dalam pengembangan kepercayaan diri dan ekspresi kreatif siswa. Kesimpulannya, penerapan strategi pembelajaran musik berbasis unsur musik dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan kreativitas anak. Studi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pendidik dalam merancang metode pembelajaran musik yang inovatif dan menyenangkan bagi anak usia dini.
Studi Estetika Seni Pertunjukan di Era Global Suryadmaja, Galih; Saearani, Muhammad Fazli Taib
Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni Vol. 3 No. 1 (2025): Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jmcd.v3i1.339

Abstract

Perkembangan studi estetika dalam seni pertunjukan merupakan topik yang semakin relevan di tengah dinamika globalisasi dan perubahan sosial yang cepat. Latar belakang penelitian ini berfokus pada bagaimana estetika dalam seni pertunjukan telah berkembang, dipengaruhi oleh berbagai faktor budaya, sosial, dan teknologi yang terus berkembang. Masalah penelitian yang diangkat adalah bagaimana estetika dalam seni pertunjukan dapat dipahami dalam konteks yang beragam, serta bagaimana perubahan-perubahan ini memengaruhi persepsi dan pengalaman estetika para penonton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perkembangan estetika dalam seni pertunjukan dengan menyoroti berbagai pendekatan dan perspektif yang ada dalam studi ini, serta mengeksplorasi kontribusi faktor eksternal yang berperan dalam pembentukan estetika tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, memanfaatkan analisis kualitatif terhadap berbagai karya seni pertunjukan yang relevan, baik yang bersifat tradisional maupun kontemporer. Temuan penelitian menunjukkan bahwa estetika dalam seni pertunjukan dipengaruhi tidak hanya oleh konteks budaya lokal tetapi juga oleh interaksi global yang memperkaya dan memperluas cakrawala pengalaman estetika. Penelitian ini memberikan wawasan baru yang signifikan mengenai pentingnya pemahaman estetika dalam seni pertunjukan sebagai entitas yang dinamis dan kompleks, sekaligus mendorong diskusi lebih lanjut mengenai relevansi dan penerapan estetika dalam konteks seni pertunjukan kontemporer, di mana teknologi, budaya lokal, dan interaksi sosial menjadi elemen yang saling terkait.
Teknik Pembelajaran Paduan Suara Menggunakan Vokal Negro Spiritual Pada Mahasiswa Semester IV Musik Gereja STAKPN Sentani Gasong , Christian Lamban; Ponglimbong, Marselina; Polhaupessy, Yustinus
Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni Vol. 3 No. 2 (2025): Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jmcd.v3i2.335

Abstract

Keindahan musik yang kaya akan ekspresi dan emosi adalah vokal rohani negro yang ditemukan dalam paduan suara. Melodi spiritual yang berasal dari keturunan Afrika sering kali mengartikulasikan pesan yang mendalam dan memotivasi. Penelitian inibertujuan untuk membantu para mahasiswa dalam pengembangan keterampilan bermusik, termasuk harmoni, ritme, dan mendengarkan musik, melalui latihan dan penampilan gabungan dalam paduan suara, selain meningkatkan teknik vokal seperti kontrol nafas, intonasi, dinamika, dan ekspresi vokal dalam penampilan mereka. Selain itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pengalaman budaya dan spiritual yang mendalam kepada para siswa dengan menyelidiki dan menafsirkan melodi spiritual dari tradisi Negro. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif desktiptif untuk mengungkapkan fakta yang ada dilapangan. Pengolahan data didapatkan dari observasi dan wawancara. Dalam pemebelajaran paduan suara menggunakan vokal negro spiritual yang dilakukan pada mahasiswa STAKPN Sentani, ada beberapa teknik yang dilakukan seperti: memahami sejarah dan konteks Negro Spiritual, belajar lagu simpel negro spiritual, teknik vokal, harmoni dan dinamika serta belajar irama. Salah satu lagu yang biasa digunakan dalam paduan suara adalah “Were You There (When They Crucified My Lord)”.
Etika Teknologi dalam Ibadah Gereja: Studi Kritis Penggunaan Sound System dan Lighting Kasanang, Kilat
Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni Vol. 3 No. 2 (2025): Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jmcd.v3i2.378

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara kritis implikasi etis penggunaan sound system dan lighting dalam ibadah gereja terhadap penyampaian pesan teologis. Ibadah gereja modern semakin bergantung pada teknologi canggih, namun dimensi etika teologisnya pakah teknologi mendukung atau justru mengaburkan pesan ilahi masih jarang dieksplorasi. Melalui pendekatan kualitatif yang komprehensif, dengan menganalisis literatur teologis, teori komunikasi, observasi praktik ibadah kontemporer, serta wawancara mendalam dengan praktisi gereja, penelitian ini menyelidiki bagaimana elemen teknologi memengaruhi otentisitas, kejelasan, dan kedalaman spiritual komunikasi teologis. Temuan awal, yang diperkaya oleh perspektif empiris dari lapangan, menunjukkan bahwa meskipun teknologi dapat meningkatkan aksesibilitas dan keterlibatan, penerapannya yang tidak kritis berisiko menggeser fokus dari ibadah teosentris ke pengalaman antroposentris, berpotensi mendistorsi esensi teologis pesan. Artikel ini mengusulkan panduan etis untuk integrasi teknologi di gereja, menganjurkan pendekatan seimbang yang mengutamakan integritas teologis dan pembentukan spiritual yang otentik di atas daya tarik estetika atau indrawi semata.
Melayani Dengan Nada dan Hati, Menjadi Pelayan Berkarakter Kristus Kiring, Musa; Gotib, Andi; Elmi, Ester; Manalu, Laura Megawaty; Kapoyos, Richard Junior
Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni Vol. 3 No. 2 (2025): Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jmcd.v3i2.385

Abstract

Pelayanan musik di gereja bukan sekadar keterampilan memainkan nada atau melantunkan lagu, melainkan panggilan untuk memuliakan Tuhan melalui sikap hati yang benar. Artikel ini membahas konsep pelayanan musik yang berlandaskan karakter Kristus, dengan fokus pada integritas, kerendahan hati, kesetiaan,Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus di gereja-gereja kemah injil Indonesia Makassar. Dalam penelitian ini pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pelayanan yang berdampak bukan hanya mengandalkan kualitas teknis, tetapi juga keselarasan hati dengan firman Tuhan. Dengan demikian, menjadi pelayan yang “melayani dengan nada dan hati” berarti menghadirkan musik sebagai sarana penyembahan yang tulus, membangun iman jemaat, dan menjadi kesaksian hidup yang memuliakan Kristus
Musik Liturgi: Sebuah Refleksi mengenai Peran Musik Gereja dalam Membangun Worship Experience Simatupang, Bona Ventro
Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni Vol. 3 No. 2 (2025): Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jmcd.v3i2.391

Abstract

Kesesuaian musik gereja seringkali menjadi subjek pertentangan dalam praktik ibadah, dengan perbedaan pandangan mengenai pengaturan musik, harmoni, ritme, dan penggunaan instrumen yang menimbulkan kesenjangan dalam upaya mencapai musik ibadah yang ideal. Meskipun Firman Tuhan adalah prioritas utama, peran musik sangat penting karena kemampuannya memimpin dan menjadi ekspresi unik dalam ibadah. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas pentingnya keselarasan harmoni dalam musik gereja sebagai alat yang membangun dan meningkatkan penghayatan ibadah. Dengan menggali aspek-aspek teknis musik, termasuk keterampilan pemain, kerja sama tim, dan pemahaman esensi ibadah. Tulisan ini menyoroti perlunya keselarasan antara musik dengan pesan nyanyian. Hasil analisis menunjukkan bahwa musik yang selaras dan sesuai berpotensi menciptakan suasana ibadah yang harmonis dan berjiwa, memungkinkan jemaat merasakan dan menghayati makna ibadah secara mendalam. Keselarasan musik, yang termuat dalam aspek harmoni dan pengekspresiannya, menjadi unsur penting dalam menuntun jemaat memperdalam penghayatan ibadah, sehingga musik gereja yang diperluas dan dikembangkan dengan hikmat merupakan kunci untuk mencapai kedalaman makna peribadahan.
Organologi Alat Musik Tradisional Ukulele Kampung Karelma Distrik Kwikma Kabupaten Yahukimo Papua sobolim, indon; Pardomuan, Gusti Nyoman; Sulistyowati, Ambar
Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni Vol. 3 No. 2 (2025): Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jmcd.v3i2.400

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keunikan, dan pelestarian proses pembuatan alat musik tradisional khas warga kampung karelma di kabupaten yahukimo Papua. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bahan-bahan dan metode pembuatan alat musik tradisional ukulele khas kampung karelma, yahukimo Papua, mendeskripsikan cara membuat dan memainkan alat musik tradisional ukulele khas kampung karelma, yahukimo Papua. Teori yang digunakan adalah organologi musik. Metode yang dibutuhkan berupa pendekatan kualitatif organologi. Sumber data yang digunakan adalah tiga narasumber dan satu validator dengan teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian ini adalah bahan dasar alat musik tradisional ukulele khas kampung karelma, yahukimo, Papua adalah kayu weki, senar dari bahan nilon, potongan ikat pinggang, paku kayu. Hasil studi desain implementasi ini diharapkan dapat memperkenalkan alat musik tradisional khas kampung karelma, yahukimo, Papua, kepada generasi muda saat ini dalam penanaman karakter, nilai-nilai sosial dan pengetahuan seni dan budaya yang dimiliki daerah setempat untuk menanamkan rasa toleransi dan tanggung jawab.
Designing A Keyboard Learning Model for Worship Musician Regeneration: A Study at GKSBS Daya Murni Lampung Saputra, Daniel Adi; Nainggolan, Oriana Tio Prahita; Samosir, Tanesya Hotris
Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni Vol. 3 No. 2 (2025): Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jmcd.v3i2.406

Abstract

The shortage of skilled worship accompanists in Indonesian churches, including GKSBS Daya Murni in Lampung, underscores the need for structured and contextual training. This study designed and implemented a phased keyboard learning model to regenerate younger congregants as competent accompanists. Using a qualitative descriptive approach, three teenage participants were purposively selected, and data were gathered through observation, interviews, and documentation. The findings show steady progress from basic posture and scales to chord application, transposition, and worship accompaniment. Instruction embedded in real services enhanced confidence, liturgical awareness, and readiness to serve. The study’s novelty lies in integrating structured pedagogy, worship context, and mentoring as a sustainable regeneration framework for small churches facing accompanist shortages.
Fungsi Jubih (Kano-Kano) Sebagai Alat Musik Tradisional Kampung Kelobur Distrik Wina Kabupaten Tolikara Papua K, Wouter Fangohoy; Gire, Dimison
Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni Vol. 3 No. 2 (2025): Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jmcd.v3i2.412

Abstract

Seiring dengan berkembangnya teknologi alat musik modern seperti gitar, ukulele, keyboard, drum, biola yang mudah didapat dan dijangkau serta semakin pesatnya kemajuan teknologi digital seperti HP, audio visual yang mudah diakses di Kabupaten Tolikara membuat generasi muda Kampung Kelobur lebih tertarik pada nyanyian dan alat musik modern dan semakin meninggalkan alat musik tradisional.                Maka dari uraian diatas, penulis menetapkan tujuan penelitian adalah untuk mengetahui fungsi jubih (kano-kano) sebagai alat musik tradisional pada kampung Kelobur Kabupaten Tolikara. Guna menguatkan penelitian dan pembahasannya, maka digunakan teori fungsi musik “use and function” yang dikemukakan oleh Alan P. Merriam dalam bukunya The Anthropology of Music. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan tujuan untuk mengungkapkan kejadian atau fakta, keadaan, fenomena, variable dan keadaaan yang terjadi saat penelitian berlangsung dengan menyuguhkan apa yang sebenarnya terjadi. Hasil yang diperoleh selama melakukan penelitian adalah jubi (kano-kano) mempunyai fungsi utama adalah sebagai alat pelindung, alat berburu, alat perang dan pembayaran mas kawin. Fungsi khusus alat musik tradisional jubi (kano-kano) yaitu, dipergunakan sebagai sebagai seni rupa, instrumen pengiring nyanyian, instrumen pengiring tari, media hiburan, media komunikasi, alat kesinambungan budaya, alat perlambangan atau simbol, alat reaksi jasmani, dan alat penghayatan estetis. Apresiasi Jubih (kano-kano) sebagai alat musik tradisional di kalangan generasi muda kampung Kelobur perlu dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian, apresiasi yang perlu dilakukan adalah: pembelajaran alat musik tradisional jubih (kano-kano) bagi dunia pendidikan, membentuk sanggar budaya, dan sosialisasi melalui media dan komunikasi.

Page 4 of 4 | Total Record : 39