Jurnal Audiens
Jurnal Audiens focuses on issues of media review, whether print, electronic, film, social media and new media and various on communication including: 1. Advertising, Public Relations, and Broadcasting 2. Social Media, New Media, Information Communication and Technology 3. Health Communications, Disaster Communications, Sport Communication 4. Political Communication, Political Marketing 5. Multiculturalism, Islam and Communication
Articles
268 Documents
Representasi Lelaki Ideal dalam Iklan Djarum 76 Versi Pengen Ganteng Tahun 2010
Habib Muhammad Rifqy Rais;
Cita Antariskia;
Muhammad Rajih Imanda
Jurnal Audiens Vol. 3 No. 1 (2022): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/jas.v3i1.11793
Penelitian ini terfokus pada representasi maskulinitas dan lelaki ideal dalam iklan Djarum 76 Pengen Ganteng Tahun 2010. Iklan ini memberikan gambaran bahwa menjadi pria ideal harus memiliki tubuh yang sempurna dan penampilan yang sempurna. Maskulinitas dan lelaki ideal pada iklan ini menarik untuk diteliti mengenai pandangan lelaki ideal dari kebanyakan masyarakat terutama di Indonesia. Representasi sendiri adalah proses bagaimana kita memberi makna pada sesuatu melalui Bahasa. Tujuan dari penelitian ini yaitu bagaimana representasi lelaki ideal yang ditonjolkan pada iklan Djarum 76 Pengen Ganteng ini ditonjolkan. Penelitian pada iklan ini menggunakakan teori maskulinitas. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode semiotika Barthes. Dengan menggunakan metode semiotika Barthes, isi pesan iklan dan bentuk pesan dapat dianalisis dengan menggunakan kombinasi dari penanda (signifier) dan petanda (signified). Analisis ini dilakukan melalui tanda-tanda iklan dari potongan adegan-adegan tersebut mengenai bagaimana maskulinitas ditonjolkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur maskulinitas dalam iklan Djarum 76 Pengen Ganteng cenderung direpresentasikan dengan seorang laki-laki berpenampilan sederhana yang meminta kepada jin untuk menjadi kaya raya yang kemudia terwujud. Selain itu unsur maskulinitas dan lelaki ideal juga direpresentasikan dengan seorang laki-laki dengan fisik gendur, berkulit gelap, dan bergigi maju yang meminta kepada seorang jin untuk menjadi ganteng. Akan tetapi, jin tersebut malah menertawai dan meremehkan seakan akan merendahkan laki-laki tersebut tidak akan bisa mendapat keinginannya untuk menjadi ganteng.
Stereotipe Perempuan Muslim sebagai Ibu Rumah Tangga dalam Iklan So Klin Pemutih versi “Ramadhan”
Nida Amalia Aristya;
Venta Ridha Faidaty
Jurnal Audiens Vol. 3 No. 1 (2022): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/jas.v3i1.11803
Produk pemutih pakaian So Klin merupakan pemutih pakaian yang mempromosikan produknya melalui beragam macam media, salah satunya media televisi. So Klin Pemutih ini membuktikan bahwa setiap pakaian putih dicuci menggunakan pemutih untuk menghilangkan noda membandel, namun persoalan mencuci pakaian kerap kali dilakukan oleh perempuan atau ibu rumah tangga, serta perempuan yang mengenakan pakaian dan hijab yang serba putih distereotipekan sebagai kaum muslimah. Hal ini dibuktikan dengan baju putih tertutup yang dikenakan oleh umat muslim saat hari Raya Idul Fitri pada iklan So Klin Pemutih versi “Ramadhan”. Melalui metode semiotik ditemukan bahwa Pada hari Raya Idul Fitri perempuan muslim banyak yang mengenakan pakaian serba putih, hal ini dimaknai warna putih melambangkan kesucian dan orang muslim pada saat hari Raya Raya Idul Fitri identik dengan kembali ke fitri atau suci kembali. Maka penelitian ini hanya akan berfokus membahas mengenai stereotype peran ibu rumah tangga dalam iklan So Klin Pemutih versi Ramadhan.
Putih sebagai Kulit Ideal: Representasi Warna Kulit Perempuan Ideal dalam Iklan Dove Body Wash Tahun 2017
Zainul Aden;
Dimas Dewas Syaputra;
Dihan Ervatamia Diva Rigata
Jurnal Audiens Vol. 3 No. 1 (2022): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/jas.v3i1.11806
Sebagai sarana promosi yang relatif sering digunakan, iklan merupakan media yang tepat untuk menawarkan suatu produk baik barang maupun jasa. Bentuk iklan di era sekarangpun telah bermacam-macam. Iklan akan menunjukkan keunggulan suatu produk tertentu yang mana di era sekarang produsen juga menyisipkan nilai-nilai tertentu yang menunjang daya tarik pembeli. Dalam prakteknya, sisipan nilai ini ternyata tidak semuanya bisa diterima oleh masyarakat. Iklan Dove yang dipublikasikan pada tahun 2017 merupakan salah satunya. Di tengah isu rasis yang tengah menjadi perbincangan hangat hampir di seluruh lapisan masyarakat serta keinginan untuk mendobrak standar kecantikan, Dove justru membuat iklan yang diasumsikan memuat nilai yang mendukung rasisme. Iklan inipun kemudian dikecam. Hal ini karena masyarakat beranggapan jika beberapa adegan dalam iklan tersebut adalah sebuah bentuk perbuatan rasisme. Utamanya karena dalam iklan tersebut seolah menggiring bahwa orang yang berkulit putih (yang dapat dihasilkan dengan menggunakan produk ini), jauh lebih menarik. Menggunakan metode penelitian semiotik, peneliti akan menemukan, mengungkapkan dan menganalisis sejauh mana makna yang dihasilkan dari hubungan struktural pada sistem tanda apa pun yang ditampilkan dalam suatu iklan, serta bagaimana reaksi masyarakat atas hal tersebut.
Representasi Ayah Ideal dalam Iklan Asuransi MetLife Versi “My Dad's Story Dream for My Child” Tahun 2015
Muhammad Daffa Uddin Alhaq;
Muhammad Humam Yassar Al-Wafi;
Said Zaidaan Firstiansyah
Jurnal Audiens Vol. 3 No. 1 (2022): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/jas.v3i1.11819
Sosok ayah memiliki peran penting di dalam keluarga. Fenomena tersebut diambil oleh Metlife dalam iklannya, yang merepresentasikan seperti apa gambaran ayah yang ideal. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji representasi sosok ayah ideal yang ditunjukkan di dalam iklan asuransi Metlife. Penelitian ini menggunakan teori representasi yang bermakna sebagai proses di mana praktik penandaan tampak untuk berdiri atau mewakili objek atau praktik lain di dunia nyata. Lalu teori idealitas ayah dalam pengasuhan anak yang digambarkan dengan pernyataan yang ada, yaitu ayah direpresentasikan perannya sebagai orang yang secara efektif mencirikan kegiatan untuk membantu tumbuh kembang anak-anak mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode semiotika Roland Bsrthes. Setelah mengiterpretasikan serta mengkaji iklan MetLife mengenai respresentasi ayah ideal, dengan demikian kami memperoleh hasil bahwa representasi ayah yang ideal yang digambarkan dalam iklan tersebut adalah penghibur, penyayang, dan juga bertanggung jawab atas kebahagiaan anaknya.
Representasi Sensualitas Perempuan dalam Iklan AXE Effect Call Me versi Sauce
Hamidah Nur Fitriani;
Muhammad Raihan Herdiansyah;
Najmi Sai’dah
Jurnal Audiens Vol. 3 No. 1 (2022): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/jas.v3i1.11821
Sensualitas perempuan pada era ini seringkali dimanfaatkan dalam iklan-iklan komersil dengan tujuan untuk meningkatkan daya tarik audiens. Iklan Axe Effect Call Me Sauce yang dibahas dalam jurnal ini merupakan contoh iklan yang menunjukan bagaimana sebuah iklan menggunakan sensualitas perempuan sebagai elemen untuk menarik perhatian penontonnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengulik tentang sensualitas perempuan dalam iklan Axe Effect Call Me versi Sauce yang memperlihatkan obyektifikasi sensual dari tubuh perempuan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode semiotika dengan menganalisis objek melalui tanda yang ditampilkan oleh Asmirandah sebagai perempuan dalam iklan ini. Penyampaian informasi pada iklan yang diperankan oleh Asmirandah menyertakan gerakan yang sensual seperti menggigit bibir, selain itu disertai juga dengan atribut pendukung berupa penggunaan pakaian seksi yang mengandung makna sensual dan bahasa tubuh yang menggoda guna memperkuat kesan sensualitas dalam iklan ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada iklan ini menampilkan eksploitasi terhadap tubuh perempuan, gerakan sensualitas yang ditampilkan oleh perempuan untuk menggoda laki-laki menunjukan bahwa perempuan dijadikan sebagai objek pandangan bagi kaum laki-laki. Hal ini selaras dengan banyaknya iklan yang menampilkan model perempuan untuk dijadikan objek jual-beli. Sensualitas perempuan juga mengarahkan stereotip perempuan sebagai objek seksual.
Manajemen Peliputan Berita oleh Reporter MNC Media di Yogyakarta dalam Pandemi Covid-19
Akita Damayanti Ria Santoso;
Vebertha Lorraine;
Putri Fadia Ramadhani
Jurnal Audiens Vol. 3 No. 1 (2022): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/jas.v3i1.11888
Reporter MNC Media di Yogyakarta mengalami beberapa perubahan pada manajemen produksi peliputan berita karena pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan mengetahui perubahan secara sistematis dalam kegiatan jurnalistik yang juga terjadi seiring dengan ketatnya pembatasan jarak yang terjadi di masyarakat. Selain itu juga menggambarkan, perubahan yang terjadi dalam proses produksi berita di MNC Media. Kemudian mengetahui cara melakukan liputan yang baik, dan pada saat yang sama juga melindungi diri sendiri maupun orang lain, baik narasumber atau orang sekeliling kita. Metode penelitian ini menggunakan perspektif kualitatif bersifat deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perubahan yang tidak terlalu signifikan dialami dalam proses kerja jurnalistik televisi. Diantaranya reporter kini dituntut untuk lebih kreatif terhadap program berita yang dibuatnya pada masa pandemi Covid-19 MNC Media khususnya di biro Yogyakarta. MNC Media tidak melakukan pengurangan karyawan atau PHK dan tidak melakukan WFH (Work From Home). Selain itu, pembatasan sosial membuat reporter televisi harus harus melakukan proses rekaman secara tapping. MNC Media juga meningkatkan peringatan terhadap kesadaran akan pentingnya protokol kesehatan bagi masyarakat dengan narasi tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan yang di bacakan oleh pembawa berita agar membantu mengurangi angka pasien Covid-19.
Manajemen Produksi Program Radio GCD FM Masa Pandemi Covid-19
Surahmin;
Isnaini Mahmudah;
Sheren Devina Putri
Jurnal Audiens Vol. 3 No. 1 (2022): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/jas.v3i1.11924
Latar belakang penelitian ini adalah bahwa Pandemi Covid-19 telah mengubah kebiasaan hidup masyarakat dunia tidak terkecuali Indonesia dengan berbagai peraturan hidup yang baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak Covid-19 pada pelaksanaan program siaran radio GCF FM. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini yakni perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan terhadap Radio GCD FM. Maka dari itu, metode penelitian yang cocok adalah dengan menggunakan metode penelitian studi kasus. Penelititian ini membahas mengenai manajemen produksi Radio GCD FM selama masa pandemi Covid-19. Selain itu juga membahas tentang segmentasi pendengar serta bagaimana cara Radio GCD FM beradaptasi degan kebiasaan baru (new normal). Manajemen dari Radio GCD FM berjalan baik, pandemi Covid-19 tidak berdampak buruk pada proses produksi program Radio GCD FM. Bahwasanya Radio GCD FM sangat patuh dan taat dalam menerapkan protokol kesehatan baik di kantoor maupun di studio.
Manajemen Produksi Program Siaran Ikom Radio 107.7 FM selama Pandemi Covid-19
Rizqi Aulia Sakina;
Alifia Ulya'hati Aqilaningrum;
Stephen Aprilyanto
Jurnal Audiens Vol. 3 No. 1 (2022): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/jas.v3i1.11963
Ikom Radio 107.7 FM merupakan radio komunitas mahasiswa yang berada dalam lingkungan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Tujuan didirikannya radio ini adalah untuk menunjang kegiatan akademik di kampus serta sebagai media pembelajaran di bidang penyiaran radio. Di tengah Pandemi Covid-19, Ikom Radio 107.7 FM dituntut untuk terus menjalankan program siaran yang telah dirancang. Penelitian ini mengkaji mengenai proses manajemen serta pelaksanaan program siaran Ikom Radio 107.7 FM selama masa pandemi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen produksi program siaran Ikom Radio 107.7 FM selama Pandemi Covid-19, terutama dalam hal penentuan program serta tata cara pelaksanaan program siaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus, yaitu dengan mempertimbangkan beberapa hal, seperti fokus penelitian adalah untuk menjawab “bagaimana” dan “mengapa” dan lain sebagainya. Adapun yang menjadi objek penelitiannya adalah manajemen produksi program siaran Ikom Radio 107.7 FM di masa pandemi Covid 19. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam serta observasi saat pasca produksi dengan pihak Ikom Radio 107.7 FM. Subjek penelitian adalah Direktur, Divisi Program serta Divisi Teknis Ikom Radio 107.7 FM. Berdasarkan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Ikom Radio 107.7 FM mampu beradaptasi terhadap keadaan saat ini dengan menjalankan program siaran secara streaming melalui aplikasi.
Konvergensi Digital Radio Republik Indonesia Yogyakarta di Masa Pandemi Covid-19
Shafa Salsabila Gusna;
Alvian Maulana Fatih;
Talitha Salsabila
Jurnal Audiens Vol. 3 No. 1 (2022): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/jas.v3i1.12017
Penelitian ini berjudul “Konvergensi Digital Radio Republik Indonesia Yogyakarta dimasa pandemi Covid-19”. Perkembangan teknologi informasi menghadirkan tantangan-tantangan baru khususnya dimasa pandemi Covid-19. Bukan hanya di indonesia, di berbagai belahan dunia juga menghadapi tantangan yaitu konvergensi media. Konvergensi Media adalah penggabungan dari beberapa jenis media dan hadir dalam bentuk digital. Perkembangan teknologi internet menimbulkan perubahan dan perkembangan dalam dunia komunikasi massa. Kemunculan new media tersebut mengubah cara masyarakat dalam mendapatkan informasi dan berita, terutama mengubah dalam sebuah newsroom di media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktek konvergensi kontinum di Radio Republik Indonesia (RRI) Yogyakarta pada era konvergensi media. Dalam konvergensi kontinum ini meliputi 5 (lima) tahapan yaitu Croos Promotion, Clooning, Content Sharing, Coopetition, dan Full Convergence. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan, internet, observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Radio Republik Indonesia (RRI) Yogyakarta dalam praktek konvergensi kontinum sudah mencapai tahapan terakhir yaitu full convergence, dalam pengembangan produk Radio Republik Indonesia (RRI) Yogyakarta, disesuaikan dengan perkembangan teknologi dengan melakukan adaptasi dan mengedepankan karya inovatif dan kreatif.
Representasi Maskulinitas dan Tubuh Pria Ideal dalam Iklan Shampoo Clear Man Versi Cristiano Ronaldo
Arkhan Nurtiaz Faadihilah;
Dimas Hanif Pangestu;
Kemal Akroman Shidiq
Jurnal Audiens Vol. 3 No. 2 (2022): June
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/jas.v3i2.11822
Tujuan penelitian ini membahas representasi maskulinitas dan tubuh ideal pria dalam iklan Shampoo Clear Man versi Cristiano Ronaldo tahun 2017. Representasi menjadi konsep penting dalam kajian tentang tanda, termasuk di dalamnya adalah kajian tentang tanda yang dihadirkan oleh iklan. Melalui kajian tentang representasi dalam iklan, kita dapat melakukan kajian tentang hegemoni dari kelas berkuasa terhadap kelas yang lain. Maskulinitas adalah seperangkat praktik sosial dan representasi budaya terkait dengan seorang pria. Maskulinitas juga digunakan dalam pengakuan bahwa cara menjadi manusia dan representasi budaya tentang pria bervariasi, baik secara historis dan budaya, antara masyarakat dan antara pengelompokan pria yang berbeda dalam satu masyarakat. Dalam mendapatkan jawaban rumusan masalah dari penelitian ini, kami menggunakan metode penelitian semiotika Ronald Barthes. Setelah mengiterpretasikan serta mengkaji iklan Shampoo Clear Man versi Cristiano Ronaldo, dengan demikian kami memperoleh hasil bahwa sifat maskulinitas dan tubuh pria ideal yang digambarkan dalam iklan tersebut adalah memiliki tubuh kekar, berpenampilan rapi, dan selalu tampil percaya diri. Hal ini selaras dengan stereotip yang beredar dalam masyarakat Indonesia bahwa seorang pria ideal digambarkan dengan penampilan yang rapi, tubuh kekar atau tegap, untuk menunjang rasa percaya diri yang tinggi.