cover
Contact Name
Qholiva Yuni Fadilla
Contact Email
qholiva.yuni.fadilla@umy.ac.id
Phone
+6282323199490
Journal Mail Official
audiens.ik@umy.ac.id
Editorial Address
Department of Communication Studies, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Jl. Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta 55183
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Audiens
ISSN : -     EISSN : 27224856     DOI : https://doi.org/10.18196/jas
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Audiens focuses on issues of media review, whether print, electronic, film, social media and new media and various on communication including: 1. Advertising, Public Relations, and Broadcasting 2. Social Media, New Media, Information Communication and Technology 3. Health Communications, Disaster Communications, Sport Communication 4. Political Communication, Political Marketing 5. Multiculturalism, Islam and Communication
Articles 268 Documents
Putih dan Tidak Belang: Penggambaran Kulit Ideal Perempuan Indonesia dalam Iklan Citra Tone Up Dhiyah Syafitri Nurlia; Nurliana Hidayati
Jurnal Audiens Vol. 2 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v2i2.11686

Abstract

Setiap perempuan memiliki nilai kecantikannya masing – masing entah itu berambut panjang, berambut pendek, berkulit putih, berkulit sawo matang dan lain sebagainya. Namun faktanya yang telah di tanamnkan dan di gambarkan oleh masyarakat dan media malah menunjukan seakan – akan perempuan itu akan bernilai kecantikannya jika memiliki kulit putih, berambut panjang hitam dan lain sebagainya. Penelitian ini menggunakan metode semiotika untuk menganalisis objek penelitian. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah iklan Citra Tone Up Cream Indonesia. Objek penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes yang mengembangkan pemikiran dari Ferdinand De Saussure. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggambaran kulit perempuan ideal Indonesia dalam iklan Citra. Analisis yang dilakukan yaitu melalui tanda yang muncul dari cuplikan adegan-adegan yang diambil dalam iklan Citra mulai dari ekspresi gerak tubuh, dan kombinasi warna yang digunakan. Dari hasil penelitian tersebut dapat di simpulkan bahwa iklan citra merepresentasikan makna cantik dengan memiliki kulit putih cerah dan tidak belang hal ini mengikuti stereotype yang berlaku di masyarakat Indonesia yang mana perempuan cantik ialah mereka yang memiliki kulit putih dan cerah.
Proses Pendirian Radio Komunitas Suara Edukasi oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di Kulon Progo di Masa Pandemi Covid-19 Lia Dominica; Laila Fauziah; Anggita Indah Pramesti
Jurnal Audiens Vol. 2 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v2i2.11800

Abstract

Radio Suara Edukasi merupakan bagian dari program Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pendirian radio komunitas suara edukasi oleh Kuliah Kerja Nyata Universitas Muhammadiyah Yogayakarta di Kulon Progo. Metode penelitian yang digunakan dalam penilitian ini adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bagaimana proses pendirian radio yang dilakukan oleh KKN Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di masa pandemi Covid 19. Radio yang didirikan oleh kelompok KKN Universitas Muhammadiyah Yogyakarta diberi nama Radio Suara Edukasi, dimana radio ini menyiarkan materi pendidikan melalui audio yang sudah di rekam dan juga melalui tahap editing, kemudian disebarluaskan melalui aplikasi atau streaming. Radio Suara Edukasi merupakan radio komunitas dikarenakan hanya akan digunakan untuk kepentingan siswa di sekolah-sekolah dari TK, SD sampai SMP di daerah Kokap Kulon Progo.
Research on Social Media Tourism Marketing in the Post-epidemic Period Xie Xiaoluan
Jurnal Audiens Vol. 2 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v2i2.11914

Abstract

Since 2020, the outbreak of covid-19 has changed the operation mode of many industries, and also has a great impact on the global tourism industry. At the same time, it also promotes the transformation of the tourism industry, which is more dependent on the real economy, to the Internet economy. The use of social media for tourism marketing is a hot spot in recent years, and the outbreak of the epidemic has intensified the development of this model. This paper analyzes the characteristics of social media to explain why it is more suitable for tourism marketing than traditional media, and summarizes the tourism marketing strategies and means of social media. Social media has rich forms of expression, such as text, pictures, audio, video, live broadcast, etc., which can be selected according to the nature of tourism destination. Through the use of precision marketing, word-of-mouth marketing, celebrity effect and other marketing strategies, it can also improve the audience's willingness to travel during the post epidemic period, and promote the recovery and development of tourism.
Turn Threats into “Treatments”? Social Bots’ Possible Applications in Health Communication during Pandemics Zhenling Sun
Jurnal Audiens Vol. 2 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v2i2.11915

Abstract

COVID-19 pandemic is a global Crisis, social media platforms have been a significant site of getting information and arouse discussions. However, social bots have risen on the online social networks, social bots are applications that existing in cyber space merely and they can mimic human users to interact with you following their own logic, there are the features of “Intangible”、“personate” and “automatic”. Evidence suggests that social bots did harm to the Health Communication during COVID-19 pandemic, researchers found that social bots contributed to diffuse political issues stir negative emotions, spread rumor. Social bots often have a negative association, but there are many bots which perform benign tasks. This study analysis the reasons bots performed badly in COVID-19 pandemic first, then discuss about how to turn the “threats” to “treatments”, proving that social bots can act as a positive role in different periods of Health Emergencies.
Representasi Perempuan Jepang sebagai Standar dalam Iklan Shinzui Body Lotion Edisi Tahun 2015 Khansa Maura Syahrania; Ria Rahma Sukmawardani; Pindy Subaldan
Jurnal Audiens Vol. 3 No. 1 (2022): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v3i1.11695

Abstract

enelitian ini dilakukan untuk mengetahui standar kecantikan dari iklan Shinzui body lotion yang merepresentasikan kulit yang putih seperti perempuan jepang adalah kulit yang cantik. Standar kecantikan sangat menarik untuk diteliti dari representasi kecantikan yang sesungguhnya terutama yang telah dilihat oleh masyarakat Indonesia saat ini. Tujuan dari penelitian ini yaitu meneliti makna denotasi, konotasi, dan mitos yang ada dalam iklan Shinzui body lotion. Penelitian ini menggunakan teori identitas dengan menggunakan metode semiotika mengenai produksi sosial makna dari sistem tanda dari sang pakar bahasa Swiss, Ferdinand de Saussure. Analisis ini dilakukan melalui tanda-tanda iklan dari potongan adegan-adegan tersebut mengenai bagaimana representasi kecantikan dari iklan Shinzui body lotion dan membahas tagline yang bertuliskan “cantik seperti perempuan Jepang”. Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan perempuan yang cantik adalah perempuan yang memiliki kulit putih cerah, lembut, dan harum. Seperti yang dipromosikan di iklan perempuan cenderung bersifat feminim dan anggun.
Representasi Perempuan Ideal dalam Iklan New Veet Silk & Fresh Tahun 2017 Alga Sapanca; Muhammad Ramadan; Pindy Subaldan
Jurnal Audiens Vol. 3 No. 1 (2022): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v3i1.11697

Abstract

Perempuan akan selalu berusaha untuk tampil cantik. Namun standar kecantikan yang berada dalam masyarakat mengharuskan perempuan cantik itu harus berkulit putih, bertubuh langsing, dan tinggi. Hal tersebut ditampilkan di berbagai media, khususnya media iklan. Metode penelitian ini menggunakan metode semiotika untuk menganalisis objek penelitian. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah iklan New Veet Silk & Fresh tahun 2017. Objek penelitian dianalisis menggunakan semiotika Roland Barthes yang berlandaskan dari pemikiran Ferdinand De Saussure. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi perempuan cantik ideal dalam iklan New Veet Silk & Fresh yang harus memiliki kulit ketiak yang putih dan mulus. Analisis dilakukan melalui tanda yang muncul dalam adegan iklan New Veet Silk & Fresh mulai dari ekspresi wajah, penggunaan pakaian, dan latar belakang yang digunakan.
Representasi Tubuh Ideal Pria dalam Iklan L-Men 2018: Men’s Guide Jagat Senoaji; Winanda Prasetyawan Bagaskara; Raihan Razin B.
Jurnal Audiens Vol. 3 No. 1 (2022): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v3i1.11743

Abstract

Penelitian ini berfokus pada representasi maskulinitas yang merupakan sebagian dari komoditas tubuh laki-laki dalam iklan susu L-Men Gain Mass versi Gain Mass-Man Guide tahun 2018. Iklan L-Men 2018: Men’s Guide ini merupakan iklan susu pembentuk badan dengan seluruh pemerannya diperankan oleh pria yang bertubuh kekar. Penelitian ini menggunakan teknik analisis semiotika Roland Barthes. Hasil dari penelitian ini yaitu menunjukkan bahwa iklan ini menggambarkan bahwa laki-laki ideal adalah harus memiliki badan yang tinggi, tubuh six pack, tampan dan hidung mancung. Dalam iklan ini ada beberapa atribut pendukung yang menunjukan representasi maskulinitas dalam iklan ini yaitu mulai dari pakaian yang dikenakan seperti jas dan kemeja juga celana yang bagus dan mewah. Kemudian aktivitas olahraga yang dilakukan merupakan olahraga ekstrim yang menjadi gambaran sebuah maskulinitas.
Representasi Gerakan Politik Identitas Islam dalam Film “Sepanjang Jalan Satu Arah” Hafiyyan Sulthon Aulia Sukmana; Budi Dwi Arifianto
Jurnal Audiens Vol. 3 No. 1 (2022): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v3i1.11762

Abstract

Film merefleksikan keadaan sosial politik dalam dinamika kehidupan masyarakat, salah satunya melalui bentuk pendekatan representasi. Salah satu bentuk pendekatan yang biasa digunakan adalah pendekatan konstruksionis, dari bentuk ini film mampu membahasakan pemikiran sineasnya serta membawa realitas melalui layarnya dengan mengubah dan membentuk realitas tersebut berdasarkan kode-kode, konvensi-konvensi, dan ideologi dari kebudayaannya. Bentuk tersebut diaplikasikan melalui film yang menjadi objek penelitian ini, film yang berjudul “Sepanjang Jalan Satu Arah (Along the One Way)” yang membahas pergolakan gerakan Politik Identitas dalam Pilkada Surakarta 2015. Penelitian ini akan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes dengan konsep pemaknaan tandanya (denotatif, konotatif, mitos). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi gerakan politik identitas yang berlangsung selama kontestasi Pilkada Surakarta tahun 2015. Representasi tersebut dianalisis melalui proses pemaknaan teks-teks yang tercipta dalam film ini, di antaranya unsur naratif (dialog, penokohan dan alur) serta unsur sinematiknya (mise-en-scene). Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa film ini merepresentasikan gerakan politik identitas sebagai gerakan yang ‘taat’ dalam bentuk identifikasi dirinya (simbolik dan ritual), memobilisasi massa dengan retorika ‘relijius’-nya, serta menggunakan sarana ibadah sebagai pemenuhan proses politiknya.
Putih yang Ideal: Representasi Warna Kulit Perempuan dalam Iklan Kosmetik Vaseline Insta Fair Tahun 2013 Destya Arwanda; Esa Ayu Wulandari; Muhammad Rais Padma Saputra
Jurnal Audiens Vol. 3 No. 1 (2022): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v3i1.11769

Abstract

Sampai saat ini permasalahan mengenai warna kulit masih terus berlanjut. Kulit yang putih seringkali dijadikan standar kecantikan yang ideal untuk setiap perempuan. Hal tersebut menjadikan banyak perempuan yang ingin memiliki kulit putih Penelitian ini membahas tentang representasi warna kulit ideal perempuan dalam iklan Vaseline Insta Fair tahun 2013 yang dikatakan bahwa seorang perempuan cantik harus memiliki kulit yang putih dan cerah. Penelitian ini menggunakan metode analisis semiotika Roland Barthes. Tanda-tanda dalam iklan dikaji secara bertahap untuk mendapatkan makna pesan dan bentuk representasi dari cuplikan scene pada iklan. Berdasarkan penelitian ini, ditemukan bahwa perempuan dianggap ideal apabila mempunyai kulit yang berwarna cerah dan perempuan berkulit gelap dianggap tidak merepresentasikan standar kecantikan. Hal tersebut tidak sesuai dengan kondisi warna kulit perempuan yang ada di Indonesia. Mayoritas perempuan di Indonesia cenderung memiliki kulit kuning langsat.
Eksploitasi Sensualitas Perempuan dalam Iklan Permen Sukoka Tsabita Rafidati; Mila Pratika Fitri; Shafira Aisa Fadilla
Jurnal Audiens Vol. 3 No. 1 (2022): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v3i1.11775

Abstract

Latar belakang masalah dalam penelitian ini menampilkan iklan di televisi sebagai salah satu strategi dari perusahaan atau pemilik usaha untuk mempromosikan sebuah produk, namun pada kenyataannya masih terdapat iklan televisi yang belum merepresentasikan produk itu sendiri, salah satunya yaitu iklan permen Sukoka. Strategi dalam iklan tersebut menampilkan sensualitas terhadap tubuh perempuan, dimana strategi ini merupakan sasaran utama bagi para pengiklan untuk menarik perhatian audiens yang dapat menimbulkan hasrat seksual laki – laki serta tubuh perempuan menjadi daya tarik yang memiliki nilai jual. Penelitian ini dibuat untuk menganalisis iklan permen Sukoka yang melanggar etika periklanan, dimana iklan tersebut menampilkan eksploitasi terhadap perempuan sehingga dapat mengetahui penyebab iklan tersebut mengeksploitasi sensualitas terhadap perempuan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan kajian kritis dan juga menggunakan metode semiotika untuk menganalisis obyek penelitian. Hasil dari penelitian ini yaitu iklan permen Sukoka menggunakan seorang perempuan untuk dieksploitasi sensualitasnya, dimana sensualitas ini menurut pengiklan dapat menarik perhatian audiens walaupun hal tersebut tidak ada kaitannya dengan produk yang ditawarkan.

Page 11 of 27 | Total Record : 268