cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
andriputrakesmawan@gmail.com
Phone
+6281990251989
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Address: Perumahan Sidorejo, Jl. Sidorejo Gg. Sadewa No.D3, Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kapanewon, Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Community Health Nursing
ISSN : -     EISSN : 29881269     DOI : 10.47134/cmhn
Core Subject : Economy,
Community Health Nursing is officially registered in the National Research and Innovation Agency, Directorate of Multimedia Repository and Scientific Publishing, ISSN INDONESIAN NATIONAL CENTER with ISSN Number 2988-1269 (online). This journal is published two times a year (June and December) by Indonesian Journal Publisher. CMHN a scientific journal, double-blind peer-reviewed and open-access journal. CMHN is an academic journal organized which focus and scope: Community Health Nursing; Family Health Nursing; Geriatric Nursing; Occupational Health Nursing; Health policy in community, family, and geriatric health nursing area; Information and technology in the community, family, and geriatric health nursing area
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2024)" : 6 Documents clear
Penerapan Terapi Dzikir Asmaul Husna Pada Asuhan Keperawatan Gerontik Hipertensi Dengan Gangguan Pola Tidur Di Wilayah Kerja Puskesmas Klatak Giovani Agustina; Akhmad Yanuar Fahmi Pamungkas; Ali Syahbana
Community Health Nursing Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/cmhn.v2i2.29

Abstract

Pendahuluan : lanjut usia merupakan proses menua pada manusia yang tidak dapat dihindaridan ditandai dengan adanya penurunan fungsi tubuh untuk beradaptasi dengan stresslingkungan. Hipertensi pada lansia dikaitkan dengan proses penuaan yang terjadi pada tubuh.Semakin bertambah usia seseorang, tekanan darah juga semakin meningkat. Proses inilahyang terjadi pada usia lanjut, yang mana dinding arterinya telah menebal dan kaku sehinggamenyebabkan nyeri pada bagian kepala yang akan mengganggu pola tidur. Lansia yangmenerita hipertensi dengan gangguan pola tidur butuh penanganan yang serius, intervensikeperawatan yang ditawarkan adalah penerapan dzikir asamul husna, penerapan distraksiyang digunakan untuk mengatasi gangguan pola tidur yaitu berhubungan dengan tanda dangejala seperti mengeluh sulit tidur, mengeluh sering terjaga, mengeluh tidak puas tidur,mengeluh pola tidur berubah, mengeluh istirahat tidak cukup. Tujuan dari karya tulis ilmiah iniyaitu untuk melakukan asuhan keperawatan gerontik hipertensi dengan gangguan polatidur di wilayah kerja puskesmas klatak. Metode : metode penelitian yang digunakan adalahstudi kasus. Partisipan adalah lansia dengan hipertensi dan kriteria rentang usia >60 tahunyang mengalami gangguan pola tidur. Teknik pengambilan data dilakukan dengan teknikwawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi, dengan menggunakan formataskep gerontik. Hasil : Terjadinya penurunan sulit tidur setelah dilakukan implementasikeperawatan gerontik pada klien kooperatif sehingga dzikir asmaul husna dapat menurunkangangguan pola tidur pada klien 1 dan 2, dan skala nyeri pada klien 2. Diskusi : penerapandzikir asmaul husna yang dilakukan selama 3 hari dengan waktu 45 menit dapat menurunkangejala gangguan pola tidur pada klien hipertensi.
Penerapan Terapi Murottal Surat Ar-Rahman Pada Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Pasien Hipertensi Dengan Masalah Keperawatan Ansietas Di Wilayah Kerja Puskesmas Klatak Firdausy, Dinda Salsabila; Ali Syahbana; Anang Satrianto
Community Health Nursing Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan Hipertensi merupakan penyakit asimptomatik yaitu tidak menujukkan tanda dan gejala yang dapat dilihat dari luar. Penyakit hipertensi juga disebut sebagai “the silent killer” yang dapat menyebabkan kematian tanpa menunjukkan tanda dan gejala apapun. Gejala Hipertensi dapat ditandai dengan pusing, lemas, kelelahan, sesak nafas, gelisah, nyeri kepala disertai mual,muntah, mata berkunang-kunang, kesadaran menurun, nyeri akut hingga kecemasan. Tujuan dari Karya Tulis Ilmiah ini untuk melakukan penerapa Terapi Murottal Surat Ar-Rahman pada Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Pasien Hipertensi Dengan Masalah Keperawatan Ansietas Di Puskesmas Klatak.Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Partisipan adalah lansia dengan hipertensi dan kriteria usia ≥60 tahun. Penelitian dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dengan menggunakan format askep gerontik. Hasil penerapan murottal surat Ar-Rahman efektif dapat menurunkan kecemasan pada pasien hipertensi dalam waktu 3 hari setiap harinya skala kecemasan menurun dalam 1-2 digit. Pada klien 1 skala kecemasan menurun setiap harinya 1-2 digit dari skala kecemasan 26 (kecemasan sedang) menjadi 20 (kecemasan ringan). Pada klien 2 skala kecemasan setiap harinya turun 1-2 digit dari skala kecemasan 25 (kecemasan seadang) menjadi 19 (kecemasan ringan). Terapi murottal surat Ar-Rahman yang dilakukan 3 hari selama 15 menit dapat menurunkan ansietas pada klien dengan hipertensi. Terapi murottal surat Ar-Rahman dapat digunakan untuk penatalaksanaan pasien dengan Hipertensi baik di klinik maupun di rumah.
PENERAPAN TERAPI GENGGAM JARI PADA ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK HIPERTENSI DENGAN RESIKO PERFUSI SEREBRAL TIDAK EFEKTIF DI PUSKESMAS KLATAK 2023: PENERAPAN TERAPI GENGGAM JARI PADA ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK HIPERTENSI DENGAN RESIKO PERFUSI SEREBRAL TIDAK EFEKTIF DI PUSKESMAS KLATAK 2023 Akhmad Yanuar Fahmi Pamungkas
Community Health Nursing Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/cmhn.v2i2.37

Abstract

Pendahuluan Penyakit hipertensi sering disebut sebagai “silent killer” karena bisa muncul tanpa gejala atau tanda-tanda peringatan. Kondisi tekanan darahnya sistolik diatas 130 mmHg dan tekanan darah diastolik diatas 90 mmHg. Gejala yang sering dikeluhkan pusing, lemas, kelelahan, sesak nafas, gelisah, mual, muntah, epitaksis, kesadaran menurun, dan sakit kepala. Terapi yang dapat dilakukan adalah terapi genggam jari. Terapi genggam jari adalah relaksasi nafas dalam mampu mereduksi ketegangan fisik dan psikologis. Tujuan dari karya tulis ilmiah ini untuk melakukan penerapan terapi genggam jari pada asuhan keperawatan gerontik hipertensi dengan resiko perfusi serebral tidak efektif di Puskesmas Klatak 2023. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Partisipan adalah lansia dengan hipertensi dan kriteria usia di atas 60 tahun. Penelitian dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan angket dengan menggunakan askep gerontik. Hasil : Dalam pemberian terapi genggam jari efektif untuk menurunkan tekanan darah dalam waktu 3 hari. Pada klien 1 hari pertama tekanan darah 160/90 menjadi 140/90 mmHg, hari kedua tekanan darah 140/90 mmHg mejadi 120/80 mmHg, hari ketiga tekanan darah 130/80 mmHg menjadi 110/70 mmHg. Klien 2 pada hari pertama tekanan darah 140/90 mmHg menjadi 130/90 mmHg, hari kedua tekanan darah 160/90 mmHg menjadi 140/90 mmHg, kari ketiga tekanan darah 130/90 mmHg menjadi 120/90 mmHg. Diskusi : Terapi genggam jari dilakukan selama 3 hari berturut-turut dengan waktu kurang lebih 30 menit pada setiap jari untuk mendapatkan hasil penurunan tekanan darah pada kedua klien. Tekanan darah pada klien 1 mengalami penurunan tekanan darah sistolik 20 mmHg dan diastolik 6,5 mmHg sedangkan klien 2 mengalami penurunan tekanan darah sistolik 13 mmHg dan diastolik 3 mmHg.
PENERAPAN TERAPI BACK MASSAGE PADA ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK HIPERTENSI DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN POLA TIDUR DI PUSKESMAS KLATAK Akhmad Yanuar Fahmi Pamungkas
Community Health Nursing Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/cmhn.v2i2.38

Abstract

Hipertensi merupakan keadaan ketika seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal. Seseorang dikatakan mengalami hipertensi, berarti tekanan darahnya melebihi batas normal, yakni lebih dari 140/90 mmHg. Hipertensi juga sering digolongkan sebagai ringan, sedang, berat, berdasarkan tekanan diastole. Hipertensi dengan gangguan pola tidur, disebabkan karena terjadinya aktivitas simpatik pada pembuluh darah sehingga seseorang akan mengalami perubahan curah jantung yang tidak signifikan pada malam hari. Lansia yang menerita hipertensi dengan gangguan pola tidur butuh penanganan yang serius, intervensi keperawatan yang ditawarkan adalah terapi back massage, penerapan terapi yang digunakan untuk mengatasi gangguan pola tidur yaitu berhubungan dengan tanda dan gejala seperti mengeluh sulit tidur, mengeluh sering terjaga, mengeluh tidak puas tidur, mengeluh pola tidur berubah, mengeluh istirahat tidak cukup. Tujuan dari karya tulis ilmiah ini yaitu untuk melakukan asuhan keperawatan gerontik hipertensi dengan gangguan pola tidur di wilayah kerja puskesmas klatak.Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Responden dalam penelitian ini adalah klien penderita yang mengalami peningkatan tekanan darah, dengan rentang lansia dikatakan usia 60 tahun. Penelitian dilakukan dengan Teknik wawancara, observasi, pemeriksaa fisik. Studi dokumentasi dan angket menggunakan format askep Keperawatan gerontik.Hasil : Terjadinya penurunan sulit tidur setelah dilakukan implementasi keperawatan gerontik pada klien kooperatif sehingga terapi back massage dapat menurunkan gangguan pola tidur pada klien 1 dan 2.Diskusi : Pemberian terapi back massage yang di terapkan selama 2 kali tindakan durasi 30 menit selama 1 minggu 3 kali, dilaksanakan waktu malam hari pada jam 18.00-20.00 wib (1-2 jam sebelum tidur) berturut-turut terbukti dapat membantu menurunkan gangguan pola tidur pada pasien dengan hipertensi. Pemberian terapi back massage yang digunakan untuk membantu menurunkan gangguan pola tidur dapat dilakukan di rumah pasien.
PENERAPAN MIRROR THERAPY PADA ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK KLIEN STROKE NON HEMORAGIK DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KLATAK BANYUWANGI 2024 Ansori, Refi Shieptiana Putri; Sholihin; Anang Satrianto
Community Health Nursing Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/cmhn.v2i2.39

Abstract

Pendahuluan : Stroke merupakan penyebab kematian ketiga di dunia setelah penyakit jantung koroner dan kanker baik di negara maju maupun negara berkembang. Stroke non hemoragik disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke jaringan otak akibat adanya penyumbatan seluruh atau sebagian pembuluh darah di otak. Tujuan dari Karya Tulis Ilmiah ini untuk melakukan pemberian Mirorr therapy Pada Klien Stroke Non Hemoragik dengan Masalah Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik Di Wilayah Kerja Puskesmas Klatak. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Partisipan adalah lansia dengan stroke non hemoragik dan kriteria usia ≥60 tahun. Penelitian dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dengan menggunakan format askep gerontik. Hasil : Penerapan Mirror therapy efektif dapat meningkatkan kekuatan otot dalam waktu 3 hari. Klien 1 pada hari ke 1 kekuatan otot ekstermitas kiri atas dan bawah yaitu nilai 3, hari ke 3 meningkat sama menjadi nilai 4. Klien 2 pada hari ke 1 kekuatan otot ekstermitas kiri atas yaitu nilai 2 dan ekstermitas kiri bawah 3, pada hari ke 3 meningkat ekstermitas atas nilai 3 dan ekstermitas bawah nilai 4. Kesimpulan : Penerapan Mirror therapy yang dilakukan selama 3 hari dengan waktu 1 kali dalam sehari selama 2 sesi masing-masing 15 menit da nada jeda 5 menit antar sesi dapat menambah kekuatan otot pada klien stroke non hemoragik.
PENERAPAN RELAKSASI BENSON PADA ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN HIPERTENSI DENGAN MASALAH KEPERAWATAN RESIKO PERFUSI SEREBERAL TIDAK EFEKTIF DI PUSKESMAS MOJOPANGGUNG firdaus, moh dimas aqil; Rudiyanto; Andrik Hermanto
Community Health Nursing Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/cmhn.v2i2.41

Abstract

Pendahuluan : Hipertensi sebagai salah satu penyakit yang tidak menular sampai saat ini masih dijuluki sebagai the silent killer karena tidak terdapat tanda tanda atau gejala yang dapat dilihat dari luar. Berbagai permasalahan yang terjadi pada pasien hipertensi salah satunya resiko perfusi sereberal tidak efektif yang dapat menyebabkan stroke. Tujuan dari Karya Tulis Ilmiah ini untuk melakukan penerapan Relaksasi Benson untuk menurunkan tekanan darah pada klien gerontik Hipertensi dengan resiko perfusi sereberal tidak efektif di Puskesmas Mojopanggung. Metode : Metode Penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Partisipan adalah lansia dengan Hipertensi dan kriteria rentang usia 55-65 tahun yang mengalami resiko perfusi sereberal tidak efektif atau peningkatan tekanan darah. Penelitian dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, Studi Dokumentasi dengan metode pemberian relaksasi Benson. Hasil : Pemberian relaksasi benson efektif dapat menurunkan resiko perfusi sereberal tidak efektif atau tekanan darah dalam waktu 2 hari. Klien 1 pada hari ke 1 tekanan darah 150/90 mmHg menurun menjadi 130/70 mmHg, hari ke 2 tekanan darah 130/70 mmHg menjadi 120/60 mmHg. Klien ke 2 pada hari ke 1 tekanan darah 180/100 mmHg menurun menjadi 170/100 mmHg, hari ke 2 tekanan darah 170/100 mmHg menjadi 130/80 mmHg. Analisis : Analisis menggunakan proses dokumentasi keperawatan dengan format keperawatan gerontik yang terdiri dari Pengkajian, Analisa data, Diagnosis, Intervensi, Implementasi sampai dengan Evaluasi. Kesimpulan : Relaksasi benson yang dilakukan selama 2 hari dengan waktu 10-20 menit dapat menurunkan resiko perfusi sereberal tidak efektif yang ditandai dengan penurunan tekanan darah pada klien dengan Hipertensi. Relaksasi benson dapat digunakan untuk penatalaksanaan pasien dengan Hipertensi baik di klinik maupun di rumah.

Page 1 of 1 | Total Record : 6