De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
De Cive: Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan jurnal yang menerbitkan hasil penelitian dalam bidang, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Nilai, Pendidikan Moral, Pendidikan Politik, Pendidikan Hukum, Pendidikan Anti Korupsi, Pendidikan Multikultural, Pendidikan Karakter dan berbagai bidang lainnya yang mendukung pengembangan pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jurnal ini diterbitkan duabelas kali dalam setahun yang menampung berbagai naskah hasil penelitian dari para guru, dosen, mahasiswa maupun peneliti yang tertarik dalam bidang penelitian dan pembelajaran.
Articles
260 Documents
Budaya Literasi bagi Peserta Didik sebagai Generasi Emas Indonesia di Sekolah Menengah Pertama
Wahyuningsih Wahyuningsih
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 12 (2022): Desember
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/decive.v2i12.1838
Budaya literasi yang ada di Indonesia semakin berkurang, terutama pada generasi saat ini. Perkembangan jaman yang terjadi di dunia teknologi ini juga menjadi salah satu faktor budaya literasi mulai hilang pada generasi saat ini. Taman Baca adalah salah satu solusi untuk masalah literasi. Namun untuk membangun taman baca membutuhkan banyak biaya dan perijinan yang sulit. Maka, peneliti memutuskan untuk meneliti di Sekolah Menengah Pertama 2 Sukapura, Probolinggo. Hasil penelitian menemukan bahwa upaya mengembangkan budaya literasi serta melakukan sosialisai tentang pentingnya budaya literasi adalah langkah kecil pada awal mencerdaskan kehidupan bangsa ini. Generasi yang makin mendewakan teknologi saat ini, sehingga tidak bisa lepas dari telepon genggam mereka. Implikasinya, lama kelamaan fungsi buku dapat digantikan oleh buku digital yang ada saat ini. Memang baik mengembangkan budaya literasi melalu teknologi yang ada demi mengurangi jumlah produksi kertas yang ada saat ini. Namun, kita tidak dapat mengetahui dan mengontrol apa yang mereka baca, serta banyak kesehatan mata yang menurun pada generasi saat ini.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Permainan Kewarganegaraan untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Peserta Didik
Yudi Setiawan
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/decive.v3i1.1839
Media pembelajaran merupakan sarana penting yang berperan sebagai komunikasi untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien. Belajar sambil bermain adalah salah satu cara agar peserta didik lebih mudah memperoleh bahasa dan mengkomunikasikan secara efektif. Pengembangan media pembelajaran EFAS (Engklek Fun and Smart) terdapat aktivitas bermain sambil belajar. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media EFAS untuk meningkatkan kemampuan komunikasi yang valid,praktis dan efektif. Jenis penelitian ini R&D dengan desain Borg and Gall. Hasil penelitian media EFAS (Engklek Fun and Smart) dinyatakan valid memperoleh nilai 89,63% dengan kategori “Sangat Valid”. Media EFAS memperoleh nilai dari angket respon siswa 96% dan angket respon guru memperoleh nilai 97,5% sehingga media EFAS dari kedua responden dinyatakan praktis dengan kategori “Sangat Praktis”. Media EFAS dinyatakan efektif memperoleh nilai 92% dengan kategori “Efektif”. Berdasarkan hasil uji yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pengembangan media EFAS dapat meningkatkan kemampuan komunikasi siswa dengan media yang dinyatakan valid, praktis, dan efektif.
Penggunaan Media Gambar Dalam Meningkatkan Pemahaman pada Materi Kedudukan dan Fungsi Pancasila Kelas VIII
Erni Udayani
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/decive.v3i1.1840
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman peserta didik kelas VIII terhadap kedudukan dan fungsi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Namun, metode pengajaran yang konvensional seringkali tidak cukup efektif dalam menyampaikan materi ini. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada penggunaan media gambar sebagai alat bantu pengajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan media gambar dalam meningkatkan pemahaman peserta didik tentang kedudukan dan fungsi Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Subyek penelitian adalah peserta didik dan guru Pendidikan Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media gambar dapat meningkatkan pemahaman peserta didik tentang kedudukan dan fungsi Pancasila. Bukti ini ditemukan melalui adanya media gambar yang memenuhi tiga prinsip: sederhana, keterpaduan, dan penekanan. Peserta didik membuat media gambar dengan berkelompok untuk mewujudkan kemanusiaan yang adil dan beradab dengan mengantisipasi terjadinya kekerasan di lingngan sekolah. Guru sebaiknya menggunakan media gambar dalam proses belajar mengajar, dengan mengeksplorasi penggunaan media visual lainnya dalam pengajaran Pancasila.
Perwujudan Pendidikan Karakter Peserta Didik Kelas XII dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Dian Sunariati
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/decive.v3i1.1841
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud pendidikan karakter peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Lokus penelitian berada di Sekolah Menengah Atas Persatuan Kedungpring. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subyek informasi adalah guru PPKn, Kepala Sekolah, dan peserta didik. Teknik pengambilan sampel menggunakan pursposif sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Jenis data berupa data kualitatif. Sumber data yaitu sumber data primer dan sekunder. Analisis data yang dipakai adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menemukan bahwa pertama ada upaya guru pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk mewujudkan pendidikan karakter bagi peserta didik dengan pembelajaran citizen project yang sudah terlaksana dengan baik. Kedua, beberapa karakter yang mewujud dalam proses pembelajaran meliputi toleransi, kerja keras, kreatif, dan kepedulian sosial. Kendala-kendala guru pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam mewujudkan pendidikan karakter dalam proses pembelajaran yaitu faktor sikap dari peserta didik, faktor keluarga, dan faktor lingkungan pergaulan.
Analisis Nilai Kebhinekaan Global dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila pada Peserta Didik Kelas VIII
Eva Yustitia
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/decive.v3i1.1842
Tujuan penelitian ini untuk menganalisi nilai kebhinekaan global dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila pada peserta didik kelas 8. Lokus penelitian berada di Sekolah Menengah Pertama Ibnu Sina Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan observasi,wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian yaitu peserta didik memahami nilai kebhinekaan global dalam arti umum, namun implementasinya masih dalam standar minimal karena belum menerapkan kognisi, afeksi dan psikomotorik. Peran guru turut andil dalam teladan, evaluasi, dalam penguatan proyek Profil Pelajar Pancasila. Unsur kognisi, afeksi, dan psikomotor menjadi acuan bagi guru dalam memberi teladan, mengevaluasi, dan memberi penguatan. Analisis pada ketiga unsur tersebut difokuskan pada proses pembelajaran agar peserta didik memahami kebhinekaan secara global dan lokal. Mereka merasakan bahwa keberagaman bukan menjadi penghalang dalam pergaulan di lingkungan sekolah. Proyek Pendidikan Pancasila dalam bentuk tindakan dianalisis untuk menemukan bahwa pemahaman bisa dirasakan dan dilaksanakan dalam proses pembelajaran.
Pengembangan Kreativitas dan Kemampuan Berpikir Kritis pada Mata Pelajaran PPKn di Sekolah Menengah Pertama
Susantun Susantun
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 2 (2023): Februari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/decive.v3i2.1845
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pengembangan kreativitas dan berpikir kritis dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ngadiluwih. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus sebagai metode utama. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi pengembangan kreativitas siswa dapat ditingkatkan melalui pendekatan pembelajaran yang mendorong partisipasi aktif dan berpikir divergen. Faktor lingkungan, dukungan guru, dan strategi pengajaran yang efektif juga berperan penting dalam pengembangan ini. Selain itu, perubahan konteks sosial dan teknologi memengaruhi pendekatan pembelajaran PPKn. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam mengisi kekosongan pengetahuan dalam pengembangan kreativitas dan berpikir kritis dalam PPKn di SMP PGRI Ngadiluwih. Temuan ini dapat digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan kurikulum dan strategi pengajaran, membentuk generasi muda yang kompeten dalam nilai-nilai Pancasila dan kewarganegaraan serta memiliki kemampuan berpikir kritis yang kuat, sesuai dengan tuntutan pendidikan modern dan perubahan sosial yang terus berlangsung.
Refleksi Nilai Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam Kehidupan Siswa di Sekolah Menengah Kejuruan
Tri Nafisatur Rofiah
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 2 (2023): Februari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/decive.v3i2.1846
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemahaman dan praktik nilai beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam kehidupan siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Indonesia Putera. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, menggabungkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan variasi dalam pemahaman dan praktik nilai-nilai tersebut di antara siswa, dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti lingkungan keluarga, teman sebaya, dan kurikulum agama di sekolah. Ada siswa yang aktif menginternalisasi dan menerapkan nilai-nilai ini, sementara yang lain memiliki pemahaman yang lebih dangkal. Pembahasan mengaitkan temuan empiris dengan teori-teori yang mendukung pemahaman nilai-nilai beriman dan bertakwa. Implikasi penelitian ini adalah perlunya upaya lebih lanjut dalam mengembangkan pendidikan agama yang mendalam dan relevan, serta menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung perkembangan nilai-nilai tersebut pada siswa. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang kompleksitas pemahaman nilai-nilai agama dalam pendidikan menengah kejuruan dan mengidentifikasi langkah-langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan pemahaman dan praktik nilai-nilai tersebut.
Strategi Meningkatkan Kesadaran Berkebinekaan Global pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri
Siti Munawaroh
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 2 (2023): Februari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/decive.v3i2.1847
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi yang efektif dalam meningkatkan kesadaran berkebinekaan global pada siswa Unit Pelaksana Teknis Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Sutojayan. Pendekatan kualitatif digunakan dengan jenis penelitian studi kasus, dan teknik pengumpulan data melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sebagian besar siswa menunjukkan tingkat kesadaran yang rendah terkait dengan berkebinekaan global, dengan kurangnya pengalaman dalam pertukaran budaya dan kurangnya materi kurikulum yang relevan sebagai faktor utama. Namun, temuan positif juga ditemukan, yaitu adanya minat dan potensi siswa untuk memperdalam pemahaman mereka tentang berbagai budaya. Dalam kesimpulan, penelitian ini menyoroti perlunya perbaikan dalam kurikulum sekolah untuk lebih memasukkan materi berkebinekaan global dan pengembangan program pendidikan yang lebih inklusif. Integrasi teori-teori pendidikan, teori sosial, dan teori motivasi dalam proses pendidikan akan memainkan peran penting dalam meningkatkan kesadaran berkebinekaan global pada siswa. Langkah-langkah strategis ini akan membantu siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Sutojayan mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang perbedaan budaya, agama, bahasa, dan nilai-nilai global, sehingga mereka dapat menjadi warga dunia yang lebih bertanggung jawab dan terlibat dalam masyarakat global.
Implementasi Nilai Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam Pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama
Sri Lestari
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 2 (2023): Februari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/decive.v3i2.1848
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam pembelajaran di Unit Pelaksana Teknis Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Kademangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan merujuk pada teori-teori seperti Teori Pembelajaran Sosial Albert Bandura dan Teori Nilai-nilai Keagamaan dalam Pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai keagamaan tersebut berdampak positif pada pembentukan karakter peserta didik, dengan siswa yang terlibat dalam nilai-nilai keagamaan cenderung memiliki kesadaran moral dan etika yang lebih kuat, yang juga tercermin dalam kinerja akademik yang lebih baik. Sebagai kesimpulan, penelitian ini mendukung efektivitas implementasi nilai beriman dan bertakwa dalam pembelajaran sebagai pendekatan untuk memperkuat landasan pendidikan yang beretika dan bermoral, memberikan wawasan penting tentang peran agama dalam pendidikan, dan mendorong integrasi lebih lanjut nilai-nilai keagamaan dalam konteks pembelajaran.
Peran Bergotong Royong dalam Meningkatkan Keharmonisan Siswa Sekolah Menengah Pertama
Aprilya Juwita Sari
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 3 (2023): Maret
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/decive.v3i3.1849
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran bergotong royong dalam meningkatkan keharmonisan siswa di Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah Plus Mojokerto. Dengan mengadopsi pendekatan penelitian kualitatif jenis studi kasus, kami mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen selama periode penelitian enam bulan. Hasil utama penelitian ini mengungkapkan bahwa bergotong royong memiliki peran yang signifikan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis. Aktivitas bergotong royong, seperti membersihkan lingkungan sekolah dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial bersama, secara positif mempengaruhi interaksi sosial siswa. Nilai-nilai Islam yang diajarkan dalam konteks aktivitas bergotong royong juga berkontribusi dalam membentuk karakter siswa yang harmonis. Selain itu, faktor-faktor pendukung, seperti keterlibatan staf sekolah dan dukungan orang tua, memperkuat peran bergotong royong dalam meningkatkan keharmonisan. Hubungan antara keharmonisan siswa dan kinerja akademik juga ditemukan dalam penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan pendidikan berbasis agama dengan memasukkan peran bergotong royong dalam kurikulum dapat efektif dalam mempromosikan keharmonisan siswa di Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah Plus Mojokerto serta institusi serupa. Implikasi teoritis dan praktis dari penelitian ini mendorong pengembangan karakter siswa yang lebih holistik dan kuat.