cover
Contact Name
Satria Yudha Prayogi
Contact Email
satria.yp@ft.uisu.ac.id
Phone
+6281360936699
Journal Mail Official
satria.yp@ft.uisu.ac.id
Editorial Address
Jl. Sisingamangaraja, Teladan, Medan 20217
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Buletin Utama Teknik
ISSN : 14104520     EISSN : 25983814     DOI : -
Jurnal Buletin Utama Teknik memuat tentang artikel hasil penelitian dan kajian konseptual rumpun ilmu bidang teknik. Secara garis besar topik utama yang diterbitkan adalah: Teknik Sipil Teknik Mesin Teknik Elektro Teknik Informatika Teknik Arsitektur Teknik Industri.
Articles 370 Documents
EFEK KEMIRINGANSUDUT SERTA TEMPERATUR LINGKUNGANTERHADAP KINERJA PANEL SURYA Harahap, Muksin R.; Nugraha, Irfan Aditya
Buletin Utama Teknik Vol 19, No 3 (2024): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v19i3.9873

Abstract

Energi surya yang memanfaatkan sinar matahari menjadi listrik telah menjadi sebuah alternatif yang begitu menjanjikan. Selain menjadi energi terbarukan, energi alternatif ini pun merupakan salah satu energi yang ramah lingkungan. Akan tetapi, untuk mendapatkan energi yang optimal, penempatan panel surya pun harus tepat agar bisa menangkap sinar matahari secara optimal juga. Pada penelitian ini akan dikaji perbedaan kinerja panel surya apabila diposisikan pada sudut tertentu, dan sudut yang ditentukan penulis ialah sudut 30o, 45o, 60o, dan 90o terhadap sumbu normal dan mengikuti arah sinar datang matahari. Selain sudut panel surya, data suhu lingkungan pun diperhatikan untuk melihat pengaruh dan perbedaan pada masing – masing sudut panel surya yang terpasang. Penelitian dilakukan dengan mengambil data intensitasradiasi matahari dan suhu lingkungan, serta tegangan dan arus yang dihasilkan dari panel surya setiap satu jam sekali dari pukul 10:30 – 14:30. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa panel surya dengan sudut 90o  mendapatkan rata – rata efisiensi yang paling besar diantara posisi sudut yang lain dengan nilai 14,96% dan untuk panel surya dengan efisiensi paling rendah ialah pada posisi sudut 30o dengan nilai efisiensi 10,30%.
ANALISA PRODUKSI MESIN PERAJANG SINGKONG KAPASITAS 60 KG/JAM DENGAN VARIASI SUDUT POTONG Barus, Brema Sanjaya; Junaidi, Junaidi
Buletin Utama Teknik Vol 19, No 2 (2024): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v19i2.9857

Abstract

Mesin pengupas serabut kelapa adalah mesin yang digunakan untuk memisahkan buah dari serabut kelapa. Pada mesin sebelumnya mempunyai kekurangan pada mata pisau pengupas yang berbentuk runcing seperti mata tombak yang terletak pada sisi roller,dengan adanya kekurangan pada mata pisau maka dilakukan  desain rancangan ala pengupas serabut kelapa model roller axial dengan tujuan untuk Merancang sistem kerja mesin pengupas serabut kelapa,Perencanaan gaya pengupasan kelapa dan putaran,Perhitungan komponen elemen mesin pengupas serabut kelapa seperti: pisau pengupas yang berbentuk gancu ,Poros, Bantalan, Roda gigi,Penetapan tipe elektromotor dan daya mesin yang digunakan mesin pengupas serabut kelapa. dengan menggunakan pisau pengupas yang bergerak rotari terbuat dari S 24 C dengan tinggi mata pisau 18 mm,lebar 23 mm.berdasarkan karakteristik dari buah kelapa, gaya pengupasan serabut kelapa sebesar 155,2 kg dan putaran 6 rpm.dalam perancangan mesin pengupas serabut kelapa daya yang direncanakan sebesar 1164 watt atau 2 Hp dengan putaran aktualnya 940 rpm. dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa dalam merancang mesin pengupas serabut kelapa perancang dapat menentukan komponen yang sesuai untuk digunakan dan dapat melakukan perhitungan setiap komponen.
ANALISIS DAN EFEK KECEPATAN POTONG PADA MESIN FRAIS TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN TERMESIN DARI BAJA STAINLESS STEEL MENGGUNAKAN ENDMILL HSS Napid, Suhardi
Buletin Utama Teknik Vol 19, No 1 (2023): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v19i1.8372

Abstract

Untuk membentuk suatu produk dibutuhkan pahat yang berputar yag mana setiap giginya melakukan pemotongan sehingga terjadi pengurangan material bila menggunakan mesin frais vertikal yag sumbu spindelnya tegak lurus dengan meja. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui seberapa besar nilai kekasaran permukaan benda uji  baja stainless steel dengan variasi kecepatan potong. Adapun metode yang digunakan secara eksperimental dimana alat pemotongnya pahat HSS dan benda uji stainless steel  menggunakan mesin frais vertikal. Dengan melakukan variasi kecepatan potong 59,346 m/min, 79,128 m/min, 98,910 m/min, 118,692 m/min dan 138,474 m/min kedalaman pemakanan konstan 1 mm diperoleh berbagai nilai kekasaran Ra dan waktu pemotongan. Setelah pengujian dilakukan dengan mesin frais maka nilai kekasaran permukaan benda uji untuk varasi kecepatan potong adalah 2.310 μm,  1.961 μm , 1.796 μm, 1.608 μm, 1.425 μm dan perolehan waktu pemotongan 55,23 detik; 43,37 detik; 38,25 detik; 31,19 detik; 29,42 detik. Jadi dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kecepatan potong maka akan semakin rendah nilai kekasaran permukaan Ra termesin begitu pula diikuti oleh waktu pemotongan. Kekasaran permukaan Ra terendah pada kecepatan potong 138,474 m/menit adalah 1.425 μm. Dan nilai kekasaran permukaan tertinggi pada kecepatan potong 59,346 m/menit adalah 2.310 μm.
EVALUASI STABILITAS BENDUNG TETAP DAERAH IRIGASI KERASAAN DESA BAH JAMBI KECAMATAN JAWA MARAJAH KABUPATEN SIMALUNGUN Nababan, Fransiskus Dwi Fayer; Sari, Kartika Indah; Hendarmin, Hendarmin
Buletin Utama Teknik Vol 19, No 3 (2024): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v19i3.9869

Abstract

Sebuah desa yang terletak di Kecamatan Jawa Marajah, Simalungun bernama Bah Jambi mempunyai sebuah bendungan irigasi yang dibangun sejak tahun 1986 untuk sarana irigasi lahan pertanian sekelilingnya ketika musim kemarau tiba dengan cara meningkatkan elevasi muka air sungai Bah Bolon. Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah menentukan seberapa besar gaya gempa, tekanan tanah, uplift, tekanan hisrostatis dan lumpur, serta gaya berat dari bendung irigasi ini agar tetap aman dari gaya gelincir dan guling. Studi ini bertujuan untuk megetahui  angka stabilitas bendung dengan metode yang digunakan adalah Kriteria Perencanaan Irigasi.  Nilai stabilitas pada saat kondisi air normal yang meliputi stabilitas atas piping (erosi bawah tanah), tegangan atau daya dukung tanah, eksentrisitas pembebanan, stabilitas terhadap geser dan guling. Selain itu juga menetapkan besaran stabilitas saat air dalam keadaan banjir yang meliputi stabilitas atas piping (erosi bawah tanah), tegangan atau daya dukung tanah, eksentrisitas pembebanan, stabilitas terhadap geser dan gulingmemenuhi syarat terhadap nilai stabilitas bendung.
ANALISA UJI KERASAN PADA PENGELASAN BAJA ST42 DENGAN VARIASI DIAMETER ELEKTRODA RB26 Rambe, Supriadi Anwar; Nasution, Fadli Ahmad Kurniawan; Irwa, Ade; Junaidi, Junaidi
Buletin Utama Teknik Vol 19, No 2 (2024): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v19i2.8131

Abstract

Terdapat banyak sekali parameter untuk menentukan apakah suatu pelumas sepeda motor masih layak dipakai atau tidak. Akan tetapi, para pengguna sepeda motor pada umumnya hanya berpedoman pada jarak tempuh sepeda motor (2000-3000) km atau pada waktu pemakaian (2-3 bulan) baru akan mengganti pelumas sepeda motornya. Hal tersebut direkomendasikan karena lebih efisien dan tidak menguras biaya untuk melakukan pengujian. Akan tetapi hal tersebut terkadang tidak diterapkan dengan baik ataupun dan tidak relevan. Maka dari itu perlu dilakukan pengujian berdasarkan viskositas kinematik dimana syarat kelayakan pakai pelumas adalah viskositas kinematik tidak boleh kurang 50% dari viskositas pelumas baru. Dan total base number tidak boleh kurang dari 2 mgKOH/gr. Pada tugas akhir kali ini akan dilakukan pengujian viskositas kinematik dan juga pengujian derajat celcius dengan menggunakan variasi jarak tempuh 0 Km, 1000 Km, 1500 km dan 2000 km. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa semakin panjang jarak yang ditempuh minyak pelumas mengalami penurunan viskositas kinematiknya dari 0 Km yaitu 0.09206 cSt turun 0,04985 cSt pada 1000 Km dan 0,04435 cSt pada 1500 Km serta 0,02851 cSt pada 2000 Km, namun pada jarak 2000 Km minyak pelumas tersebut belum mencapai kurang dari 50% dari viskositas kinematik.
ANALISIS DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG MENGGUNAKAN DATA SONDIR DAN SPT PADA PEMBANGUNAN GEDUNG FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA, CIPUTAT TIMUR, TANGERANG SELATAN, BANTEN Simarmata, Pahala; Sari, Kartika Indah
Buletin Utama Teknik Vol 19, No 1 (2023): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v19i1.7927

Abstract

Pembangunan Gedung Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta berlokasi di Jl. Kertamukti, Banten menggunakan struktur bangunan bertingkat. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisa dan perhitungan daya dukung tiang pancang dari hasil CPT dan SPT. Perhitungan daya dukung tiang pancang dilakukan menggunakan metode Meyerhof untuk data CPT dan SPT dan metode Aoki De Alencar untuk data CPT dengan variasi diameter tiang 30 cm dan 40 cm. Sedangkan perhitungan daya dukung tiang kelompok menggunakan metode Converse-Labarre dari hasil metode Meyerhof untuk data CPT dan SPT dan metode Aoki de Alencar untuk data CPT dengan diameter 30 cm dan 40 cm. Hasil daya dukung terbesar adalah metode Meyerhof SPT diameter 30 cm = 155,091 ton, 40 cm = 272,445 ton dan hasil daya dukung terkecil adalah metode Aoki de Alencar CPT diameter 30 cm = 24,098 ton, 40 cm = 38,71 ton. Hasil daya dukung izin tiang kelompok metode Meyerhof CPT diameter tiang 30 cm = 134,09 ton, jumlah = 2 tiang, 40 cm = 217,550 ton, jumlah = 2 tiang, untuk SPT diameter 30 cm = 152,144 ton, jumlah = 2 tiang, 40 cm = 265,638 ton, jumlah = 2 tiang, dan Aoki de Alencar diameter 30 cm = 304,288 ton, jumlah = 2 tiang, 40 cm = 531,267 ton, jumlah = 2 tiang. Metode Meyerhof berdasarkan data SPT yang mempunyai daya dukung yang paling besar diantara metode Meyerhoff CPT dan metode Aoki de Alencar.
ANALISIS PEMBESIAN PILECAP PADA PEMBANGUNANPROYEK RUSUN POLDA SUMATERA UTARA Tamba, Haris Rinaldi; Harahap, Diana Suita
Buletin Utama Teknik Vol 19, No 3 (2024): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v19i3.9874

Abstract

Pembesian memiliki peran yang sangat penting dalam konstruksi pilecap terutama dalam konteks kestabilan dan kekuatan struktural.Sebagai komponen utama dalam mendistribusikan beban dari tiang pancang ke tanah di sekitarnya, pembesian memastikan bahwa tekanan beban terdistribusi secara merata, mengurangi risiko ketidakseimbangan beban yang dapat menyebabkan kerusakan struktural.Oleh karena itu, penulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perhitungan beban dan momen yang bekerja pada pilecap pada proyek Pembangunan Rusun Polda Sumut secara tepat dalam perancangan pembesian serta mengetahui bagaimana merancang pembesian pilecap yang optimal.Jenis analisis yang digunakan pada penulisan ini adalah analisis dengan berdasarkan SNI 2847:2019 tentang Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung. Dari hasil analisis didapatkan pula momen lentur arah x yang terjadi pada pilecap PC 4 adalah sebesar 156.424 kNm dan momen lentur arah y sebesar 110.936 kNm dengan diameter tulangan yang terpakai adalah D16-200. Dalam perancangan pilecap pada proyek Pembangunan Rumah Susun Polda Sumatera Utara maka perhitungan beban dan momen harus dilakukan secara teliti dan akurat. Dari hasil analisis yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa perhitungan pembesian pilecap di lapangan dengan hasil analisis adalah sama dimana tulangan yang dipakai dalam pembesian pilecap sudah cukup memenuhi syarat keamanan struktur berdasarkan SNI 2847:2019 serta dalam merancang pembesian pilecap pada proyek Pembangunan Rumah Susun Polda Sumatera Utara bahwa SNI 2847:2019 dapat digunakan untuk perencanaan struktur beton bertulang dikarenakan hasil analisis yang didapatkan dengan hasil yang ada di lapangan adalah sama serta pilihlah material yang memenuhi standar kualitas dan spesifikasi proyek dan sesuaikan dengan ketersediaan material di lapangan untuk meningkatkan efisiensi biaya.
PERANCANGAN KERANGKA DAN POMPA AIR TRAKTOR MINI PENGGEMBUR TANAH DENGAN MOTOR BERKAPASITAS 6,5 HP Pratama, Adam; Junaidi, Junaidi; Yulfitra, Yulfitra
Buletin Utama Teknik Vol 19, No 2 (2024): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v19i2.9858

Abstract

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi maka akan medorong dunia industri yang juga kian mengalami perkembangan. Dimana mayoritas pertanian negeri masih disokong oleh pertanian yang konvensional. Traktor adalah alat yang sering digunakan untuk menggemburkan lahan pertanian, kendaraan yang didesain secara spesifik untuk keperluan traksi tinggi pada kecepatan rendah atau untuk menarik trailer atau implemen yang digunakan dalam pertanian atau kontruksi. Instrumen pertanian umumnya digerakkan dengan menggunakan kendaraan ini. Tujuan yang diinginkan yaitu merancang traktor mini penggembur tanah menggunakan mesin 6,5 hp, menghitung daya poros dan besar-besaran perancangan kontruksi mesin dan mendesain traktor mini penggembur tanah sesuai kebutuhan petani. Jenis tanah yang sesuai untuk kegiatan pertanian akan menjadi aspek penting dalam sektor pertanian. Dimana instrumen pertanian bermesin pertama adalah mesin portebel pada tahun 1800 an, yaitu mesin uap yang bisa digunakan untuk mengendalikan mekanis pertanian. Besi UNP merupakan bahan baja utama yang biasanya dipakai di Indonesia berdasarkan kebutuhan kontruksi. Bahan kontruksi jenisini sudah memenuhi standart kontruksi sehingga sangat direkomendasikan sebagai bahan kontruksi. Besi pipa merupakan suatu alat yang digunakan untuk transportasi fluida (cair, gas) dari suatu tempat ke tempat lainnya. Besi pipa struktural secara umum adalah jenis pipa kontruksi baja yang memenuhi standart komposisi kimia dan sifat mekanik tertentu. Adapun perhitungan ialah daya motor 6,5 hp, putaran motor 29673,9 rpm, panjang poros 1000 mm, bahan poros S 50C, kekuatan tarik 62 kg/  dan diameter 20 mm. Mendesain adalah suatu perancangan dimana pembuatan struktur rangka dan mesin yang mau digunakan. Dari proses pembuatan rangka traktor mesin penggembur tanah, mulai dari persiapan alat dan bahan, pengukuran dan pemotongan, pengelasan, pengecatan dan uji traktor. Dan setiap komponen yang sesuai digunakan dan dapat melakukan perhitungan setiap komponen.
PENERAPAN METODE FAST TRACK DALAM MENGANALISIS WAKTU DAN BIAYA PADA PROYEK PELAKSANAAN PENGENDALIAN PRASARANA BANJIR DI KUALANAMU KAB. DELI SERDANG Tambunan, Alwi Syahri; Harahap, Diana Suita
Buletin Utama Teknik Vol 19, No 1 (2023): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v19i1.7929

Abstract

Pelaksanaan proyek pada Pembangunan Pengendalian Prasarana Banjir di Kualanamu mengalami penundaan dalam pelaksanaan kegiatan proyek, penundaan tersebut menyebabkan keterlambatan pada penyelesaian proyek. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan keterlambatan meliputi cuaca yang tidak dapat diprediksi, lokasi, kondisi desain, dan kesalahan rencana yang berbeda. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan adanya metode penjadwalan yang tepat untuk melakukan percepatan waktu pelaksanaan pembangunan proyek tanpa terjadinya peningkatan biaya proyek. Salah satu metode percepatan yang dapat dilakukan tanpa terjadinya peningkatan biaya proyek adalah dengan menggunakan metode fast track karena metode fast track dinilai lebih efektif dan efisien untuk melakukan percepatan waktu pelaksanaan proyek. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besar biaya yang lebih ekonomis dan durasi waktu yang lebih efisien pada proyek tersebut. Metode yang digunakan adalah analisis data kuantitatif. Dari hasil analisis yang dilakukan didapatkan hasil penjadwalan pada kondisi normal tanpa percepatan sebesar 262 hari dan penjadwalan dengan menggunakan metode fast track sebesar 254 hari sehingga terjadi percepatan durasi pekerjaan selama 8 hari dan total biaya proyek tanpa percepatan adalah sebesar Rp. 15.226.531.100. Penjadwalan dengan metode fast track dapat mereduksi biaya sebesar Rp. 121.850.615,064. Metode tersebut mampu mengurangi biaya akibat keterlambatan proyek yang awalnya sebesar Rp. 15.226.531.100. Dari segi biaya metode fast track lebih ekonomis, akan tetapi memiliki resiko yang lebih besar karena apabila salah satu pekerjaan yang berada pada lintasan kritis mengalami keterlambatan akan mempengaruhi pekerjaan lainnya.
PENGARUH SUHU TERHADAP KADAR AIR PADA CRUDE PALM OIL DI VACUUM OIL DRYER PADA STASIUN KLARIFIKASI DENGAN METODE RANCANGAN ACAK LENGKAP (RAL) Prianto, Fadilla Abdi; Harahap, Bonar; Arfah, Mahrani
Buletin Utama Teknik Vol 19, No 3 (2024): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v19i3.9870

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap kadar air pada crude palm oil di vacuum oil dryer di PT. Umbul Mas Wisesa. Pada penelitian ini, digunakanjenispenelitiankualitatif. Sumber data inididapatkan di Laboratorium PT. Umbul Mas Wisesa, denganmenggunakan metode regresi linier dan rancangan acak lengkap (RAL). Penelitian ini dilakukan dengan satu kali pengulangan pada setiap percobaan, untuk menentukan data analisis kadar air pada CPO di vacuum oil dryer. Berdasarkan metode regresi linier yangtelah dilakukan, diperoleh nilai koefisien sebesar 3,12 menunjukkan bahwa terjadi korelasi sangat sempurna antara suhu pengeringan (X) dan kadar air (Y). Nilai koefisien korelasi memilikihubungan yang kuat (sangat sempurna) antara variabel X dan variabel Y yang berlawanan. Hal ini berarti bahwa semakin meningkatnya nilai variabel X (suhu) maka nilai dari variabel Y (kadar air) akan semakin menurun. Pada metode rancangan acak lengkap (RAL), diperoleh hasil bahwa Fhitung  19,97 Ftabel5,14,yang berarti H0ditolak dan H1 diterima. Dapat disimpulkan bahwa perlakuan yang diberikan terhadap unit-unit percobaan memberikan pengaruh yang nyata, terhadap respon yang diamatiataupercobaan masing-masing. Suhu yang diberikan berpengaruh nyata terhadap kadarair yang dihasilkan.