cover
Contact Name
Satria Yudha Prayogi
Contact Email
satria.yp@ft.uisu.ac.id
Phone
+6281360936699
Journal Mail Official
satria.yp@ft.uisu.ac.id
Editorial Address
Jl. Sisingamangaraja, Teladan, Medan 20217
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Buletin Utama Teknik
ISSN : 14104520     EISSN : 25983814     DOI : -
Jurnal Buletin Utama Teknik memuat tentang artikel hasil penelitian dan kajian konseptual rumpun ilmu bidang teknik. Secara garis besar topik utama yang diterbitkan adalah: Teknik Sipil Teknik Mesin Teknik Elektro Teknik Informatika Teknik Arsitektur Teknik Industri.
Articles 370 Documents
PENGUKURAN RESISTANSI ISOLASI INSTALASI PENERANGAN BASEMENT PADA GEDUNG RUMAH SAKIT GREND MITRA MEDIKA MEDAN Yusniati Yusniati; Zulfadli Pelawi; Armansyah Armansyah; Imam Taufik
Buletin Utama Teknik Vol 16, No 3 (2021): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengetahui besarnya tahanan isolasi dari suatu peralatan listrik merupakan hal yang penting untuk menentukan apakah peralatan tersebut dapat dioperasikan dengan aman. Secara umum jika akan mengoperasikan peralat-an tenaga listrik seperti generator, transformator dan motor, sebaiknya terlebih dahulu memeriksa tahanan isolasinya, tidak peduli apakah alat tsb baru atau lama tidak dipakai. Untuk mengukur tahanan isolasi digunakan Mega Ohm Meter/Insulation tester. Isolasi yg dimaksud adalah isolasi antara bagian yang bertegangan dengan bertegangan maupun dengan bagian yang tidak bertegangan seperti body/ground. Megger banyak digunakan petugas dalam mengukur tahanan isolasi pada :Kabel instalasi pada rumah-rumah/bangunan, kabel tegangan rendah, dan kabel tegangan tinggi. Megger yang saya gunakan dengan specifikasi sebagai berikut: Megger yang digunakan untuk mengukur isolasi kabel adalah merk: Kyoritsu, Model : 3166; 1000V/2000MΩ, Uji Tegangan DC: 1000V, Tegangan AC: 600V, Skala: DC volt 0 – 1000 dan 0 – 2000 MΩ
SMART CITY, KONSEP KOTA CERDAS SEBAGAI ALTERNATIF PENYELESAIAN MASALAH PERKOTAAN KABUPATEN/KOTA, DI KOTA-KOTA BESAR PROVINSI SUMATERA UTARA Abdurrozzaq Hasibuan; Oris Krianto Sulaiman
Buletin Utama Teknik Vol 14, No 2 (2019): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era globalisasi dan digital saat ini, pelayanan informasi yang cepat, tepat dan akurat sangat diperlukan. Karena masyarakat sekarang adalah masyarakat yang butuh akan informasi, di mana ruang dan waktu bukanlah penghalang untuk mendapatkan segala informasi yang dibutuhkan. Smart City adalah penerapan konsep kota cerdas dengan pemanfaatan teknologi dan komunikasi untuk mewujudkan pelayanan masyarakat yang lebih baik. Konsep Smart City juga akan meningkatkan partisipasi masyarakat dan pemerintahan dalam memanfaatkan data aplikasi, memberikan masukan maupun kritikan secara mudah. Konsep Kota Cerdas (Smart City) yang menjadi isu besar di kota-kota besar di seluruh dunia mendorong peran aktif dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kota menggunakan pendekatan citizen centric sehingga terjadi interaksi yang lebih dinamis dan erat antara warga dengan penyedia layanan, dalam hal ini adalah Pemerintah Daerah.Empat pilar pembangunan smart city meliputi; Pilar pertama adalah people (pengguna) temasuk karakter dan akhlak, ketaatan terhadap kebijakan (compliance), Pilar kedua adalah mekanisme dan standar pelayanan, termasuk pola hubungan antar stakeholder, mekanisme integrasi layanan publik dan data. Pilar ketiga adalah infrastructure ICT, untuk mengintegrasikan pelayanan dan data (informasi) untuk men-drive semua akses online, media automatisasi seperti infrastrukur jaringan, broadband, data center/cloud, data sharing platform/big data, aplikasi, cctv, dan sebagainya. Pilar keempat adalah struktur kelembagaan smart city untuk melakukan analisator, integrator, evaluator, serta menyelaraskan IT Governance dengan bisnis proses. Kelembagaan smart city akan mengawal keberlanjutan program pembangunan yang telah diinisiasi pemerintah daerah.Kinerja pemerintah dalam melayani masyarakat menjadi semakin meningkat dan memuaskan. Seiring dengan perkembangan globalisasi, aktor dalam hubungan internasional bukan lagi hanya negara akan tetapi semua komponen masyarakat dapat menjadi aktor hubungan internasional tidak terkecuali pemerintah daerah/kota. Peran pemerintah kota sebagai aktor subnasional semakin didorong dan dititikberatkan pada kemampuan dalam menjalin kerjasama internasional. Kerjasama internasional yang dilakukan oleh pemerintah daerah/kota seperti kerjasama sister city (kota kembar).
KARAKTERISTIK MATA PAHAT TERHADAP PEMBUBUTAN KERING Fahmy Alamsyah; Fadly Ahmad Kurniawan Nasution; Ade Irwan
Buletin Utama Teknik Vol 17, No 2 (2022): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemotongan baja keras telah dipelajari selama lebih dari 30 tahun lalu. Sampai saat ini pemotongan baja yang dikeraskan masih menarik sebagai strategi untuk meningkatkan produktivitas dalam industri pemotongan logam. Karena pemotongan baja yang dikeraskan dilakukan tanpa memotong cairan, pemotongan kering dihitung sebagai bonus tambahan untuk produktivitas di mana menghindari pemotongan cairan berarti mengurangi biaya produksi sekaligus menyelamatkan lingkungan. Permesinan keras sukses dilakukan dengan pahat CBN dan Ceramic,dan akhir-akhir ini studi permesinan keras dengan memanfaatkan pahat karbida berlapis banyak dilakukan.Lazimnya, pemotongan baja dilakukan dengan menggunakan metode pemesinan basah. Namun mengingat perkembangan seiring berlakunya undang-undang tentang lingkungan hidup, maka metode ini tidak dianjurkan melainkan yang banyak digunakan pada proses saat inimenggunakan metode pemesinan kering (Dry Machine). Pada penelitian ini ditujukan untuk mengetahui karakteristik aus pahat jenis pahat bubut sisipan (Insert Tips) yaitu CVD Ticn/al203/TiN dan PVD Compound pada proses pembubutan kering dengan bahan Baja Paduan VCN 155.
STUDI KAJIAN MANAJEMEN LALU LINTAS DAMPAK JALAN TOL TEBING TINGGI Setia Sastrawan La’ia; Marwan Lubis; Hamidun Batubara
Buletin Utama Teknik Vol 15, No 2 (2020): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan perkembangan permukiman di pinggir kota terus meningkat, yang tidak diimbangi dengan peningkatan jalan sebagai prasarana transportasi. Dari hasil analisis yang telah dilakukan terhadap Kajian Manajemen Dampak Jalan Tol Tebing Tinggi dapat disimpulkan pada kondisi eksisting diketahui bahwa kinerja jaringan jalan saat ini tanpa pembangunan jalan tol Trans Medan – Tebing Tinggi kinerja ruas jalan yang terburuk terletak pada ruas Jl. H.M. Yamin 1 dengan V/C Rasio 0,53 dan Jl. H.M Yamin 2 dengan V/C Ratio 0.46 dan level of service nya adalah C. Dari hasil analisa dapat diketahui bahwa kinerja jaringan jalan eksisting tanpa pembangunan Jalan Tol Trans Medan – Tebing Tinggi bahwa waktu perjalanan adalah 143,9 kend/jam, panjang perjalanan 5855,7 kend/km, konsumsi bahan bakar adalah 422,2 liter, Kecepatan Jaringan menjadi 40,7 km/jam. Kinerja Jaringan Jalan Tahun 2022 tanpa adanya jalan tol (Do Nothing) Pada Kondisi tanpa adanya jalan tol pada tahun 2022 dapat diketahui kinerja ruas jalan tahun 2022 tanpa pembangunan dimana semua ruas jalan pada kawasan Jalan mengalami peningkatan, kinerja ruas jalan yang terburuk adalah ruas jalan HM. Yamin segmen 1 dengan V/C ratio 0.75 dengan level of service D. Dari hasil analisa dapat diketahui bahwa kinerja jaringan jalan pada tahun 2022 tanpa pembangunan semakin meningkat dapat diketahui bahwa waktu perjalanan menjadi 231,9 kend/jam panjang perjalanan 9434,5 kend/km, konsumi bahan bakar menjadi 680,2liter dan kecepatan jaringan jalan rata rata menjadi 40km/jam. Kinerja Jaringan Jalan Tahun 2022 dengan adanya tol (Do Something) Diketahui bahwa kinerja ruas jalan setelah adanya Jalan Tol Trans Medan Tebing Tinggi ruas jalan tidak mengalami perubahan peningkatan kinerja ruas jalan yang signifikan. Sedangkan link 553 yaitu ruas jalan akses jalan tol dengan v/c rasio 0,21. Jalan Tol Trans Medan Tebing Tinggi yaitu waktu perjalanan menjadi 241,9 kend/jam, panjang perjalanan menjadi 9534,5 kend/km, konsumsi bahan bakar menjadi 688,2 liter, kecepatan jaringan rata – rata 38 km/jam.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PADA PROSES PEMBUATAN SANTAN KELAPA DENGAN METODE LEAN MANUFACTURING UNTUK HASIL PRODUKSI YANG OPTIMAL Ryan Syahputra Batubara
Buletin Utama Teknik Vol 18, No 1 (2022): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan produktivitas material menggunakan metode lean manufacturing. Peneliti melakukan perhitungan waktu standar kerja dan peningkatan produktivitas yang dilakukan di UD. Budi yang beralamat  di Jl. Pintu Air IV, Kec. Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara 20143. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode dokumentasi, wawancara, dan analisis menggunakan metode lean manufacturing untuk dapat meningkatkan produktivitas material. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa waktu standar dalam melakukan sekali produksi adalah 3463 detik. Hasil produktivitas total dari pemasukan dan pengeluaran UD. Budi adalah 1,28, dengan line efficiency 61,06% dan jumlah minimum stasiun adalah 4 stasiun.
PENGARUH FEEDING TERHADAP KEAUSAN MATA PAHAT (VB) KARBIDA BERLAPIS PADA PEMBUBUTAN BAJA AISI 4340 Fahlevi Izzaty; Muksin R. Harahap; Abdul Haris Nasution
Buletin Utama Teknik Vol 18, No 2 (2023): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses Permesinan merupakan proses manufaktur dimana benda kerja dibentuk dengan cara membuang atau menghilangkan sebagian material dari benda kerjanya untuk mendapatkan bentuk yang diinginkan tujuan digunakan proses permesinan adalah untuk mendapatkan akurasi atau hasil yang lebih baik dibanding proses yang lain. Keausan matapahat merupakan hal yang harus diperhatikan dalam proses pembubutan keausan mata pahat disebab adanya gesekan antara pahat dengan geram yang dihasilkan, dengan begitu keausan akan ditimbulkan dalam setiap pemotongan benda kerja tergantung kekerasan benda kerja yang dipakai karna pada dasarnya kerasnya benda kerja juga dapat mempengaruhi pemotongan atau akan menyebabkan keausan pada mata pahat yang digunakan. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimen benda uji yang digunakan adalah Baja AISI 4340 dipotong dengan pemotongan 150 mm pada tiap pemotongannya dengan memvariasikan 5 feeding berbeda yaitu 0,1 mm/rev, 0,15 mm/rev, 0,2 mm/rev 0,25 mm/rev, 0,3 mm/rev dengan kedalaman potong 1 mm untuk melihat tingkat keausan pahat menggunakan mikroskop dino lite. Hasil analisa data bahwa semakin tinggi feeding yang digunakan maka semakin rendah tingkat keausan pada pahat sebaliknya semakin rendah feeding  maka semakin tinggi tingkat keausan pahatnya penelitian ini menunjukan bahwa feeding sangat berpengaruh pada tingkat keausan pahat.
EVALUASI SALURAN DRAINASE DI KAWASAN JALAN KEBUN KOPI PASAR VII DESA MARINDAL I KECAMATAN PATUMBAK Bayu Adjie Prasetyo; Anisah Lukman; Darlina Tanjung
Buletin Utama Teknik Vol 15, No 3 (2020): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drainase merupakan suatu sistem untuk menyalurkan air hujan. Sistem ini mempunyai peranan yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat, terutama di daerah berkependudukan padat seperti perkotaan. Evaluasi saluran drainase diperlukan untuk mengetahui kapasitas penampang dengan menghitung debit banjir rencana menggunakan Metode Rasional. Menghitung curah hujan rencana dengan metode distribusi yang dipilih yaitu metode Log Pearson Type III. Dari hasil evaluasi debit banjir rancangan periode ulang didapat Q2 sebesar 2,0698 m³/det, Q5 sebesar 2,3950 m³/det, Q10 sebesar 2,6258  m³/det.Evaluasi saluran drainase pada Jalan Kebun Kopi Pasar VII Desa Marindal 1 Kecamatan Patumbak dilakukan dengan perhitungan hidrolika sederhana. Dari perhitungan kapasitas saluran eksisting didapat Q kanan sebesar 1,4142 m³/det dan Q kiri sebesar 0,4008 m³/det. Hasil evaluasi menunjukkan saluran drainase pada Jalan Kebun Kopi Pasar VII Desa Marindal 1 Kecamatan Patumbak tidak dapat menampung debit banjir rancangan Q2,Q5,dan Q10. Maka dilakukan evaluai untuk saluran kanan dan kiri, sehingga didapat debit saluran perencanaan ulang Q kanan sebesar 2,7500 m³/det dan Qkiri sebesar 2,8680 m³/det. Maka saluran drainase perencanaan ulang dapat digunakan 2 hingga 10 tahun kedepan
ANALISA PERLAKUAN PANAS TERHADAP BAJA KARBON NS 1045 Samsul Bahri
Buletin Utama Teknik Vol 13, No 2 (2018): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Besi atau baja sangat luas pemakaiannya dibidang teknik, atau boleh dibilang hampir sebagian besar pengembangan teknologi selalu berhadapan dengan besi atau baja, baik untuk transportasi, peralatan bangunan, peralatan pertanian, mesin-mesin dan sebagainya., bila besi maupun baja tidak dapat digunakan untuk keperluan tertentu dapat dipilih bahan lain yaitu baja paduan. Baja paduan ini baja yang telah dipadu dengan unsur-unsur lain sehingga sifat-sifatnya mendekati dengan sifat-sifat yang diperlukan. Setelah dilakukan pemanasan baja NS 1045 masing-masing pada temperatur 8000C, 9000C dan 10000C kemudian dicelupkan ke dalam media pendingin masing-masing air (H2O), air garam (NaCl) dan minyak oli. Dari hasil pemanasan tersebut dilakukan pengujian kekerasan yang dipanaskan pada 8000C, 9000C dan 10000C dan dicelup ke dalam media pendingin air (H2O) kekerasannya 77,75 HRc, 94,00 HRc dan 112,73 HRc, media pendingin air garam (NaCl) kekerasannya masing-masing 45,6 HRc, 65,00 HRcdan 88,50 HRc, sedangkan media pendingin oli diperoleh kekerasannya masing-masing 32,25 HRc, 49,50 HRc dan 75,24 HRc
IMPLEMENTASI SINGLE SIGN ON PADA WEB MENGGUNAKAN PROTOCOL OAUTH FACEBOOK Marina Elsera
Buletin Utama Teknik Vol 16, No 3 (2021): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era teknologi ini, teknologi single sign on adalah teknologi yang diminati, terutama di jaringan yang sangat besar dan heterogen (dalam sistem operasi saat ini dan aplikasi yang digunakan oleh komputer berasal dari banyak vendor diminta untuk mengisi informasi itu sendiri ke setiap platform yang berbeda untuk diakses oleh pengguna). Dengan menggunakan SSO, pengguna hanya cukup berusaha untuk otentikasi hanya sekali untuk mendapatkan izin, akses ke semua layanan yang terdapat dalam jaringan. Dengan menggunakan protokol OAuth, pengguna dapat mengotorisasi klien untuk mengakses data yang dilindungi sudah berada di server dengan memberikan token tanpa mengajukan username dan password. OAuth memungkinkan pengguna untuk memberikan akses ke situs pihak ketiga untuk mengakses informasi yang tersimpan pada penyedia layanan lain tanpa harus membagi hak akses atau semua data mereka. Single Sign On sistem dengan protokol OAuth digunakan adalah teknologi otentikasi dengan kode tanda bukan username dan password. Penelitian ini diharapkan dapat memudahkan pengguna untuk mengotentikasi website dengan menggunakan penyedia account yang mendukung protokol OAuth, sehingga efek positif pada perdagangan.
KARAKTERISTIK BAJA KARBON TERKOROSI OLEH AIR LAUT Muslih Nasution
Buletin Utama Teknik Vol 14, No 1 (2018): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi adalah sebagai peristiwa alamiah yang terjadi disebabkan rusaknya permukaan suatu material terutama material dari baja. Jika korosi dibiarkan akan menimbulkan kerugian yang cukup besar dan harus ditanggulangi untuk mengatasi kerugian tersebut, korosi ini merupakan efek dari proses-proses elektrokimia yang terjadi secara alamiah pada material logam. Dalam pemakaian baja sering mengalami gangguan dari lingkungannya berupa serangan korosi, dimana korosi merupakan suatu proses alamiah yang akan menurunkan kemampuan kinerja suatu konstruksi maupun komponen mesin-mesin.  Proses korosi ini terjadi dalam waktu yang lama, hal ini bergantung pada lingkungannya. bahwa semakin tingi kadar karbon suatu baja menunjukkan bahwa kekuatannya terhadap korosi semakin baik, dengan kata lain bahwa semakin sedikit kandungan karbon suatu baja, maka semakin banyak kandungan besinya (Fe). Dengan terjadinya korosi tersebut atom-atom besi Fe terlepas dari ikatannya oleh proses korosi tersebut terutama oleh air larut yang mengandung unsur Natrium Clorida (NaCl.) 

Page 9 of 37 | Total Record : 370