cover
Contact Name
Muhammad Dhafir
Contact Email
m_dhafir20012@usk.ac.id
Phone
+628116810529
Journal Mail Official
jronatp@usk.ac.id
Editorial Address
Jalan. Tgk. Hasan Krueng Kalee, No. 3 Kopelma Darussalam-Banda Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Rona Teknik Pertanian
ISSN : 20852614     EISSN : 25282654     DOI : -
JRTP is the official journal from the Department of Agricultural Engineering, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University (Unsyiah), Banda Aceh-Indonesia. It covers and devotes a complete and interdisciplinary wide range of research and review in engineering applications for agriculture and biosystems: agricultural machinery, soil and water engineering, tillage, precision farming, post-harvest technology, agricultural instrumentation, sensors, bio-robotics, systems automation, processing of agricultural products and foods, quality evaluation and food safety, audit energy, waste treatment and management, environmental control, energy utilization agricultural systems engineering, bio-informatics, computer simulation, farm work systems, mechanized farming and ergonomi.
Articles 207 Documents
Rancang Bangun Unit Penghasil Asap Cair yang Terintegrasi dengan Pengering Kabinet Hendri Syah; Sri Hartuti; Juanda Juanda
Rona Teknik Pertanian Vol 7, No 1 (2014): Volume 7, No. 1, April 2014
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v7i1.2646

Abstract

Abstrak. Pemanfaatan energi panas buangan dari proses kondensasi asap cair belum banyak diaplikasikan, selama ini panas dibuang ke media air yang disirkulasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain dan menguji fungsional unit penghasil asap cair yang terintegrasi dengan pengering kabinet. Penelitian ini terdiri dari tiga tahapan yaitu perancangan (desain struktural dan fungsional), pabrikasi, dan uji fungsional hasil rancangan. Perekayasaan ini menghasilkan unit penghasil asap cair yang terintegrasi dengan pengering kabinet. Alat ini terdiri dari empat komponen utama yaitu tabung pirolisator, pipa penukar panas, pengering kabinet serta kondensor. Berdasarkan uji fungsional, alat ini telah dapat menghasilkan asap cair dengan volume berkisar antara 2300 – 3182 ml selama 5 jam proses pembakaran tempurung kelapa. Wadah 1 merupakan wadah yang paling banyak menampung asap cair dibandingkan wadah 2, hal ini menunjukan proses kondensasi lebih banyak terjadi pada pipa penukar panas Design and Construction of Machine for Liquid Smoke Production Integrated with Cabinet DryerAbstract. Utilization of released heat energy from the condensation of liquid smoke has not been widely applied. Recently, the heat generated from the process was discharged and circulated into water as a cooling media. This research aimed to design and test a functional of liquid unit integrated with a dryer cabinet. The study consisted of three steps including design (structural and functional design), manufacturing, and testing a functional of results designed. This research and development produced liquid smoke integrated with the dryer cabinet. This machine consisted of four main components including tube of pirolisator, heat exchanger, condenser and dryer cabinet. Based on the functional test, this machine had been able to produce liquid smoke, ranged from 2300 to 3182 ml for 5 hours burning process of coconut shells. The first container was a container that received much more liquid smoke compared with the second container 2.  This research revealed that condensation process occurs more frequently in the heat exchanger pipe.
Penyimpangan Penggunaan Lahan Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Aceh Barat Hairul Basri; Syakur Syakur; Aris Marta
Rona Teknik Pertanian Vol 6, No 1 (2013): Volume 6, No. 1, April 2013
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v6i1.911

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengevaluasi kesesuaian alokasi ruang RTRW Kabupaten Aceh Barat tahun 2012- 2031 dengan alokasi penetapan kawasan hutan Kabupaten Aceh Barat berdasarkan SK Menhutbun No. 170/Kpts- II/2000, dan (2) mengevaluasi penyimpangan penggunaan lahan eksisting Kabupaten Aceh Barat tahun 2012 dengan RTRW Kabupaten Aceh Barat tahun 2012-2031 dan (3) membahas secara umum penyebab dari penyimpangan penggunaan lahan dan dampak yang ditimbulkannya. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret 2012 hingga Februari 2013 di Kabupaten Aceh Barat dan di Laboratorium Penginderaan Jauh dan Kartografi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan mengumpulkan berbagai data sekunder dan primer yang diperlukan dan analisis tumpang tindih peta (overlay) serta cek lapangan (ground check) penggunaan lahan terkini. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penyimpangan alokasi ruang RTRW Kabupaten Aceh Barat tahun 2012-2031 terhadap kawasan hutan Kabupaten Aceh Barat yang ditetapkan dalam SK Menhutbun No. 170/Kpts- II/2000 seluas 6.663,45 ha (2,41%). Penggunaan lahan eksisting Kabupaten Aceh Barat tahun 2012 juga menunjukkan terjadi penyimpangan terhadap alokasi ruang RTRW Kabupaten Aceh Barat tahun 2012-2031 yaitu seluas 25.319,21 ha (9,16%). Secara umum faktor penyebab terjadinya penyimpangan penggunaan lahan adalah pemekaran kabupaten/kota, pengembangan infrastruktur wilayah, pengembangan usaha perkebunan dan pertambangan. Penyimpangan penggunaan lahan tersebut berdampak kepada semakin luasnya deforestasi, meningkatnya koefisien limpasan dan frekuensi banjir.Deviation of Land Use Based on Spatial Planning of West Aceh DistrictAbstract. This study aimed to: (1) evaluate the suitability of spatial allocation of space in West Aceh district from 2012 to 2031 with the allocation of forest establishment of West Aceh by Decree of Menhutbun No. 170/Kpts-II/2000, (2) evaluate the deviation of the existing land use of West Aceh district in 2012 with the Spatial West Aceh district of 2012-2031, and (3) discuss generally the cause of the deviation and the impact of land use. This study was conducted from March 2012 to February 2013 in the West Aceh district, and at the Laboratory of Remote Sensing and Cartography, Faculty of Agriculture, Kuala University. This research used descriptive method by collecting a variety of secondary and primary data necessary, analysis of overlap maps and ground check for evaluating the current land use. The results showed deviations spatial space allocation of West Aceh District of 2012-2031 to West Aceh forests set out by Decree of Menhutbun No.170/Kpts-II/2000 was 6,663.45 Ha (2.41%). Furthermore, the deviation of existing land use of West Aceh district in 2012 to the spatial allocation of the West Aceh district of 2012-2031 was 25,319.21 Ha (9.16%). In general, the causes of deviation were the division of districts, development of region infrastructure, plantation and mining development. The land use deviations would affect the extent of deforestation, the increasing of runoff coefficients and frequency of floods.
Kajian Jenis Media Simpan Terhadap Mutu Pisang Cavendish (Musa parasidiaca ‘Cavendish’) Ifmalinda Ifmalinda; Riska Westri Windasari
Rona Teknik Pertanian Vol 11, No 2 (2018): Volume 11, No. 2, Oktober 2018
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v11i2.11273

Abstract

Abstrak. Pisang Cavendish merupakan salah satu jenis pisang yang cukup potensial dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat, baik untuk olahan maupun untuk santapan segar. Pisang merupakan buah klimakterik yang tetap mengalami proses kematangan walaupun telah dipanen dan diikuti dengan proses kerusakan karena buah tetap melangsungkan proses respirasi dan metabolisme (Sumadi, et al., 2004). Hal ini merupakan kendala dalam upaya memperpanjang umur simpan buah pisang Cavendish. Cara mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan melakukan perbaikan penanganan pascapanen, agar kualitasnya dapat dipertahankan setelah panen dilakukan. Pelilinan dan pemilihan media simpan merupakan salah satu teknologi pascapanen dalam mempertahankan mutu produk yang berfungsi mengurangi kerusakan produk pertanian akibat proses respirasi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh media simpan berupa pasir dan serbuk gergaji terhadap mutu dan umur simpan pisang yang telah dilapisi lilin selama penyimpanan. Pemberian jenis media simpan selama penyimpanan buah pisang berpengaruh terhadap mutu pisang yaitu nilai kerusakan mekanis, susut bobot, TPT, hue, kekerasan dan kadar air buah pisang selama penyimpanan. Umur simpan buah pisang yang terlama terdapat pada perlakuan ada pemberian media simpan serbuk gergaji (A0M1) dengan 15 hari umur simpan. Study Media Types Storage on Cavendish Banana Quality (Musa parasidiaca ‘Cavendish’) Abstract. Cavendish banana is one type of banana is quite potential and widely consumed by the community, both for processing and for fresh cuisine. Banana is a climacteric fruit that continues to experience the process of maturity although it has been harvested and followed by the destruction process because the fruit continues the process of respiration and metabolism (Sumadi, et al., 2004). This is an obstacle in an effort to extend the life of the Cavendish banana shelf. How to overcome these problems is to make improvements postharvest handling, so that quality can be maintained after harvest is done. Pelilinan and the selection of media store is one of the postharvest technology in maintaining product quality that serves to reduce the damage of agricultural products due to respiration process. The purpose of this research is to examine the effect of storage media in the form of sand and sawdust on the quality and life of banana shelf that has been coated wax during storage. Giving the type of storage media during the storage of bananas affect the quality of bananas are the value of mechanical damage, weight loss, TPT, hue, hardness and moisture content of bananas during storage. The oldest banana-saving age was found in the treatment of sawdust storage media (A0M1) with 15 days of shelf life. fermentation box to the environment in the outside. The results showed that the ideal temperature of fermentation in wooden boxes was obtained in the fifth day, while the ideal temperature of fermentation in Styrofoam was obtained in the third day. Heat transfer in the wood material is higher than in the Styrofoam material. This was due of the heat in a wooden box go out faster, so that the temperature in the fermentation process may be lower than using a Styrofoam box. The result of cocoa seed fermentation using a wooden box obtained a good cocoa seed on the fifth day of fermentation and while using a Styrofoam box cocoa seed were moldy in the fifth day.
Simulasi Model Aliran Fluida Dan Kebutuhan Daya Pompa Pada Sistem Hidrodinamika
Rona Teknik Pertanian Vol 9, No 1 (2016): Volume 9, No. 1, April 2016
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v9i1.4383

Abstract

Abstrak. Sistem hidrodinamika merupakan suatu kesatuan sistem dimana di dalamnya terdapat air yang mengalir dari suatu tempat ke tempat lain dimana tempat tersebut bisa berupa tangki, bak atau tempat penampungan lain. Sistem ini banyak diterapkan di bendungan, saluran-saluran irigasi, industri air minum dan bahkan industri-industri pengolahan pangan dan hasil pertanian. Para ilmuwan dan insinyur mempelajari sistem ini untuk menganalisa perubahan energi yang terjadi di sepanjang pipa akibat friksi di sepanjang pipa, katup, belokan, keran, dan perubahan diameter pipa. Tujuan utama dari studi ini adalah untuk membangun sistem model simulasi dalam program Visual Basic yang dapat digunakan untuk menganalisa karakteristik fluida dan menghitung kebutuhan daya pompa yang optimum pada sistem. Hasil studi menunjukkan bahwa sistem yang dibangun dapat menganalisa sistem hidrodinamika dengan cepat dan akurasi simulasi mencapai 0.99, 1 dan 0.99 untuk analisa bilangan Reynold, head loss, dan daya pompa yang diperlukan sistem.  Modeling Simulation To Determine Fluids Flow And Power Requirement In Hydrodynamic System Abstract. Hydrodynamic system is a whole system where the water as the fluid is flow through pipe from a reservoir to another. This system can be find in an irrigation channels, water supply industries and even though in food processing industries. Scientist and engineers were analyze this system especially in head loss which caused by the friction in pipes, valves, elbows, joints and change of pipe areas. The objective of this study is to build a simulation program in microsoft visual basic which can be use to analyze and compute fluids flow characteristic and the required power pump. The result shows that hydrodynamic simulation program can analyze the system fastly and from the regression analyzes were given a high values for coefficient of correlation (r) whereas 0.9995 for reynold number prediction, 1 and 0.9972 both for system head loss and power requirement prediction respectively.
Rancang Bangun dan Uji Kinerja Pengering Tipe Efek Rumah Kaca dengan Saluran Pengarah Udara Panas Suhendra Suhendra; Feby Nopriandy
Rona Teknik Pertanian Vol 10, No 2 (2017): Volume 10, No. 2, Oktober 2017
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v10i2.10006

Abstract

Abstrak. Proses pengeringan bahan pertanian dengan pengering menggunakan rak statis umumnya mengalami permasalahan pada distribusi suhu yang tidak seragam. Kondisi ini menyebabkan kualitas hasil pengeringan tidak seragam. Upaya mengatasi permasalahan tersebut salah satunya dengan merancang bangun dan melakukan uji kinerjapengering tipe efek rumah kacayang dilengkapi saluran pengarah udara panas. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan desain pengering tipe efek rumah kaca dengan tambahan saluran pengarah udara panas dalam ruang pengering dengan variasi kecepatan aliran udara panas. Pengambilan data dimulai dari pukul 08.00 sampai 16.00 dengan selang waktu pengambilan data setiap 60 menit. Berdasarkan hasil pengujian pengering tipe efek rumah kaca dengan pengarah udara panas hasil rancang bangun dapat berfungsi dengan baik dalam mendistribusikan udara panas dalam ruang pengering. Pengujian pengering tanpa beban menunjukkan distribusi udara panas dalam ruang pengering sangat seragam dengan perbedaan temperatur terbesar 0,5oC antara posisi di atas rak 1 dan di bawah rak 3. Pengujian pengering dengan beban menunjukkan terdapat sedikit fluktuasi temperatur dalam ruang pengering dengan perbedaan temperatur terbesar3,4oC antara posisi di atas rak 1 dan di bawah rak 3. Pengujian pengering dengan kipas pengarah hidup lebih seragam dimana penyimpangan temperatur terbesar adalah3,3oC sedangkan pada kondisi kipas pengarah mati besar penyimpangan temperatur terbesar adalah 4,1oC. Pengujian dengan kipas padasaluran buang hidup lebih seragam dimanapenyimpangan temperatur terbesar adalah 3,7oC sedangkan pada kondisi kipas mati besar penyimpangan temperatur terbesar adalah 4,0oC.
Peningkatan Kinerja Mesin Diesel dengan Produksi Biodiesel dari Kelapa (Coconut Nufera) dan Unjuk Kinerjanya Berbasis Transesterifikasi dengan Sistim Injeksi Langsung Soni Sisbudi Harsono; Kiman Siregar
Rona Teknik Pertanian Vol 8, No 2 (2015): Volume 8, No. 2, Oktober 2015
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v8i2.3004

Abstract

Abstrak. Sampai sekarang, penggunaan biodiesel khususnya biodiesel dari kelapa di Indonesia belum menyentuh kepada penggunaan sebagai bahan bakar, baik untuk bahan bakar transportasi ataupun bahan bakar industri. Dari perkembangan yang ada terutama di luar negeri bahan bakar biodiesel sudah digunakan sebagai bahan bakar transportasi meskipun hanya dalam bentuk campuran. Ketersediaan bahan bakar minyak bumi semakin hari semakin terbatas. Selain karena alasan ketersediaan minyak bumi yang terbatas, pengembangan produk biodiesel dari minyak tumbuhan seperti minyak sawit, juga diarahkan pada sifat bahan bakunya yang dapat diperbaharui. Secara teknis hasil pengujian laboratorium terhadap unjuk kerja mesin diesel menghasilkan bahwa campuran biodiesel 30% dengan 70% solar mempunyai daya maksimum 5,36 HP pada 2.190 rpm lebih rendah bila dibandingkan dengan solar 100%, 5,41 HP pada 2.200 rpm. Sedangkan torsi maksimum campuran biodiesel 30% adalah 1,748 Nm lebih rendah dari solar 100% 1,761 Nm. Kandungan carbon monoxide campuran biodiesel dan hydro carbon campuran 30% biodiesel dengan 70% solar juga lebih rendah daripada solar 100%.Improved Performance of Diesel Engines With the Production of Biodiesel From Coconut (Coconut Nufera) and Performanced Based on Direct Injection System With TransesterificationAbstract. Use of biodiesel especially from CPO has not been popularly used either for transportation nor for industrial fuel, while in foreign countries, it has been used for transportation fuel even just be blended. As the available of fosil fuel ten to decrease, the use of a renewable fuel biodiesel will be promising. This study aimed to evaluate the performance of amall diesel engine using biodiesel as fuel source. Performance test of small diesel engine using biodiesel was conducted in the laboratory by using engine dynamometer. The results shown that mixing 30% of biodiesel and 70% fosil fuel (petro diesel) gave the best performance among other percentage mixture. Mixing 30% of biodiesel and 70% fosil fuel gave maximum power 5.36 HP at 2190 rpm and maximum torque 1.748 Nm. Its lower comparing than pure petro diesel that gave 5.41 HP at 2200 rpm and maximum torque 1.761 Nm. The gas emission was also evaluated simultaneously. The results shown that the mixing 30%: 70% produced low carbon monoxide (CO) and low hydrocarbon (HC) than petro diesel. 
Standardisasi Waktu Kerja Pada Unit Pengolahan Kakao, Koperasi Rimbun, Pidie Jaya Juanda Juanda; Zalniati Fonna Rozali; Hanif Syahputra
Rona Teknik Pertanian Vol 5, No 2 (2012): Volume 5, No. 2, Oktober 2012
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v5i2.233

Abstract

Standardization of Working Time at Cocoa Processing Unit, Rimbun Cooperative, Pidie JayaABSTRACT. Rimbun Cooperative is a business unit operating a chocolate factory producing several chocolate products such as cocoa fat, cocoa powder, 3 in 1 instant drinks (sachets), and chocolate bars. This research aims to measure standard times of operators in all working stations of the chocolate factory. These standards comprised the standards in roasting, peeling, pasting, pressing, powdering, powder sieving, powder mixing, dough mixing, refining, and chonching working stations. The data were directly collected using Time Study method with Stop Watch. The samples were randomly selected with five (5) repetitions; and the standard times were measured using Westinghouse Method to quantify performance and allowance factors. The result shows that standard times of operators in each working station are as follows: roasting (36 minutes), peeling (193 minutes), pasting (276 minutes), pressing (78 minutes), powdering (17 minutes), powder sieving (14 minutes), powder mixing (36 minutes), dough mixing (17 minutes), refining (30 minutes), and chonching (30 minutes). In peeling, pasting, powdering, powder sieving working stations, standard times of operators cannot be separated with working times of machines because the operators are required to run the machines (sequence). In general, standard times of operators, after calculation, are larger than direct records because during the working times, operators would not or could not use allowance factors for personal uses, such as for going to bathroom, drinking, and socializing with their colleagues as means to reduce stress or boredom.
Modifikasi dan Uji Kinerja Alat Pengering Energi Surya-Hybrid Tipe Rak untuk Pengeringan Ikan Teri Risman Hanafi; Kiman Siregar; Diswandi Nurba
Rona Teknik Pertanian Vol 10, No 1 (2017): Volume 10, No. 1, April 2017
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v10i1.7447

Abstract

Abstrak. Pada saat musim panen ikan, para nelayan banyak mendapatkan ikan teri sebagai hasil tangkapan dengan jumlah yang sangat besar. Karena jumlah yang sangat banyak, terkadang ikan teri tidak habis terjual. Hal tersebut mengakibatkan ikan teri membusuk jika tidak ada tempat pengawetan (cool storage). Salah satu cara yang dilakukan nelayan adalah dengan mengeringkan ikan teri tersebut secara alami (penjemuran dibawah sinar matahari). Alat pengering surya tipe rak adalah alat pengering berbentuk kotak yang memanfaatkan matahari sebagai energi termalnya. Adapun kendala dari alat pengering ini adalah hanya memanfaatkan panas dari energi matahari sehingga ketika cuaca dalam keadaan mendung atau saat malam tiba alat ini tidak bisa difungsikan. Tujuan penelitian ini adalah memodifikasi alat pengering surya tipe rak, menjadi alat pengering hybrid untuk pengeringan ikan teri. Hasil penelitian diperoleh total efisiensi penggunaan energi selama pengeringan yaitu, untuk pengeringan uji kosong hybrid adalah 0,010%, untuk pengeringan uji hybrid sebesar 0,695% dan untuk pengeringan uji surya sebesar 20,319%. Sementara untuk lamanya waktu pengeringan, uji hybrid ulangan 1 selama 7 jam, uji hybrid ulangan 2 selama 8 jam, uji surya ulangan 1 selama 10 jam dan uji surya ulangan 2 selama 11 jam. Untuk total energi tersedia, pengeringan hybrid sebesar 305,838 MJ dan pengeringan surya sebesar 9,896 MJ. Modifications and Performance Test Instrument Solar-Hybrid Dryer Type Rack for Drying AnchovyAbstract. At the time of harvest fish, fishermen get a lot of anchovy as catches with very large amount. Due to the very large number of these, sometimes anchovy is not sold out. This resulted in an anchovy rot if not done preservation (cool storage). One way in which the fisherman is by drying anchovy naturally (the drying in the sun). A tool rack type solar dryer is a box-shaped dryer that utilize the sun as thermal energy. The constraints of this tool is only utilizing the heat from solar energy, so when the weather is cloudy or at nightfall these tools can not function. The research aims to modify the tool rack type solar dryer to be a hybrid dryer for drying anchovy. The results were obtained that total efficiency of energy use during drying is for drying empty test hybrid is 0,010%, for drying hybrid test at 0,695%, and for drying solar test of 20,319%. As for the length of drying time, hybrid test replicates 1 for 7 hours, hybrid test replicates 2 for 8 hours, solar test replicates 1 for 10 hours, and solar test replicates 2 for 11 hours. For the total energy available, hybrid drying of 305,838 MJ and solar drying of 9,896 MJ.
2008 Chinese Milk Products Crisis Rini Ariani Basyamfar
Rona Teknik Pertanian Vol 7, No 2 (2014): Volume 7, No. 2, Oktober 2014
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v7i2.2679

Abstract

Abstract. Milk is one of the most important food products for children’s growth and overall health.  Melamine (2,4,6-triazine-1,3,5-triamino) is an organic compound used in the manufacture of pesticides, plastics, sanitizers, and disinfectants.  Melamine when added to milk increases the overall amount of nitrogen in the milk thus fooling common tests for protein content.  Melamine is also extremely harmful when ingested, especially for young children.  Sanlu, one of China's largest dairy producers, diluted their milk products with water and added then added melamine to fool the protein tests. Consumption of milk containing melamine in amounts greater than 1 mg/kg can cause kidney failure, bladder cancer and death.  Testing milk using the LC-MS/MS and GC-MS/MS methods can reveal melamine contamination. Further actions that can be implemented to reduce milk adulteration include product traceability, corporate transparency, 100% product testing procedures and consistent enforcement of the law. 2008 Krisis Produk Susu ChinaAbstrak. Susu merupakan salah satu produk pangan yang paling penting untuk pertumbuhan anak-anak dan kesehatan. Melamin (2,4,6-triazina-1,3,5-triamino) adalah senyawa organik yang digunakan dalam pembuatan pestisida, plastik, pembersih, dan disinfektan. Melamin ketika ditambahkan ke susu meningkatkan jumlah keseluruhan nitrogen dalam susu sehingga mengelabui tes umum untuk kandungan protein. Melamin juga sangat berbahaya bila tertelan, terutama untuk anak-anak. Sanlu, salah satu produsen susu terbesar di China, mengencerkan produk susu mereka dengan air dan menambahkan melamin untuk mengelabui tes protein. Konsumsi susu yang mengandung melamin dalam jumlah yang lebih besar dari 1 mg/kg dapat menyebabkan gagal ginjal, kanker kandung kemih dan kematian. Pengujian susu menggunakan LC-MS/MS dan metode GC-MS/MS dapat mengungkapkan kontaminasi melamin. Tindakan lebih lanjut yang dapat diterapkan untuk mengurangi pemalsuan susu antara lain penelusuran produk, transparansi perusahaan, 100% prosedur pengujian produk dan penegakan hukum yang konsisten.
Penggunaan Kendal Sebagai Media Penyimpan Panas pada Kolektor Surya Plat Datar Mustaqimah Mustaqimah
Rona Teknik Pertanian Vol 9, No 2 (2016): Volume 9, No. 2, Oktober 2016
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v9i2.5648

Abstract

Abstrak. Kolektor surya merupakan suatu alat yang berfungsi untuk mengumpulkan energi matahari yang masuk dan diubah menjadi energi termal dan meneruskan energi tersebut ke fluida. Fluida yang digunakan  dapat berupa minyak, oli ataupun udara. Penelitian ini bertujuan untuk membangun dan menguji kinerja kolektor surya plat datar dengan menggunakan kendal (lemak sapi) sebagai media penyimpan panas. Bagian utama kolektor surya plat datar  yang dibangun dari:  rangka, cover, isolator, pipa tembaga dan absorber. Penyiapan kolektor surya plat datar yaitu dengan cara memanaskan lemak sapi hingga mencair, lalu dimasukkan kedalam pipa tembaga. Kemudian kolektor surya diletakkan pada posisi orientasi dengan sudut kemiringan 20 o. pengujian dilakukan mulai pukul 09.00 sampai dengan 17.30 WIB  pada cuaca yang cerah. Berdasarkan hasil penelitian, total radiasi tertinggi terjadi pada hari pertama sebesar 4240,82 (Watt Jam/m2). Jumlah energi yang diterima oleh kolektor tertinggi terjadi pada hari pertama yaitu sebesar 5540,07 kJ. Suhu rata-rata pada  media penyimpan panas (kendal) adalah sebesar 43,20oC dan menghasilkan suhu rata-rata outlet sebesar 45,6oC. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kendal sebagai media penyimpan panas sangat baik karena suhu kolektor surya tetap stabil pada saat radiasi matahari sudah tidak ada. Use of Kendal As a Heat Storage Medium on The Flat Solar  Collector Type Abstract. Solar collector is a device that serves to collect the incoming solar energy and converted into thermal energy and redirects energy into the fluid. This study aimed to develop and test the performance of solar collector using kendal (beef fat) as a heat storage medium. The main parts of flat solar collector is constructed of: frame, cover, insulator, copper pipes and absorber. Preparation of flat plate solar collector that is done by heating until melted beef fat. Then inserted it into the copper pipe. After that, the solar collector is placed in a position with a slope angle 20o orientation. Testing was conducted from 09.00 until 17.30 on a sunny day. Based on the results of the study, the highest total radiation occurs on the first day at 4240.82 (Watt hours / m2). The amount of energy received by the collector is highest on the first day which amounted to 5540.07 kJ. The average temperature in the heat storage medium (Kendal) amounted 43.20 oC and generates an average outlet temperature that is equal 45.6 oC. The results of this study indicate that the use of kendal as excellent heat storage medium for solar collector temperature remains stable when solar radiation is not there.

Filter by Year

2012 2025