cover
Contact Name
Muhammad Dhafir
Contact Email
m_dhafir20012@usk.ac.id
Phone
+628116810529
Journal Mail Official
jronatp@usk.ac.id
Editorial Address
Jalan. Tgk. Hasan Krueng Kalee, No. 3 Kopelma Darussalam-Banda Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Rona Teknik Pertanian
ISSN : 20852614     EISSN : 25282654     DOI : -
JRTP is the official journal from the Department of Agricultural Engineering, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University (Unsyiah), Banda Aceh-Indonesia. It covers and devotes a complete and interdisciplinary wide range of research and review in engineering applications for agriculture and biosystems: agricultural machinery, soil and water engineering, tillage, precision farming, post-harvest technology, agricultural instrumentation, sensors, bio-robotics, systems automation, processing of agricultural products and foods, quality evaluation and food safety, audit energy, waste treatment and management, environmental control, energy utilization agricultural systems engineering, bio-informatics, computer simulation, farm work systems, mechanized farming and ergonomi.
Articles 207 Documents
Dampak Perubahan Iklim Terhadap Debit Andalan Sungai Krueng Aceh Teuku Ferijal; Mustafril Mustafril; Dewi Sri Jayanti
Rona Teknik Pertanian Vol 9, No 1 (2016): Volume 9, No. 1, April 2016
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v9i1.4407

Abstract

Abstrak. Perubahan iklim yang menyebabkan perubahan karakteristik curah hujan berdampak pada aliran sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dampak perubahan iklim terhadap debit andalan. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data klimatologi dan hidrologi yang semuanya dikumpulkan dari stasiun-stasiun yang ada dalam wilayah penelitian yaitu DAS Krueng Aceh. Model kesetimbangan air variable infiltration capacity digunakan dalam penelitian ini untuk menghitung debit sungai harian berdasarkan data curah hujan dan evapotranspirasi harian. Hasil analisa menunjukkan bahwa suhu udara tahunan rata-rata DAS Krueng Aceh telah mengalami peningkatan yang drastis sebesar 0,6°C sejak tahun 2001. Perubahan tersebut juga diikuti dengan adanya tren peningkatan curah hujan (22%) pada bulan-bulan basah (November-Januari) serta penurunan curah hujan (26%) pada bulan-bulan kering (Mei-Agustus). Dampak dari perubahan iklim tersebut adalah terjadinya penurunan debit sungai Krueng Aceh yang ditandai semakin meningkatnya kemungkinan debit aliran lebih kecil dari 18,77 m3/s dan menurunkan debit andalan terutama pada periode April-Desember sebesar 23,5%.  Impact of Climate Change on Dependable Discharge in the Krueng Aceh River Abstract. Climate changes altering precipitation characteristic bring impact on streamflow. This research aims to analyze impact of climate changes on dependable discharge. Climatological and hydrological data were collected from stations within Krueng Aceh Watershed. Variable infiltration capacity water balance model was applied to calculate daily streamflow base on daily precipitation and evapotranspiration. The results suggested that annual air temperature of Krueng Aceh Watershed has been squally increasing 0.6°C since 2001. The changes were also detected on monthly precipitation i.e. a 22% increase in wet period (November-January) and a 26% decrease in dry period (Mei-August). The changes have impacted the Krueng Aceh River flow by increasing possibility of flow lower than 18.77m3/s and decreasing dependable discharge by 23.5% for period of April-December.
Estimasi Umur Simpan Pliek-U Berdasarkan Kadar Air Menggunakan Model Arrhenius dan Metode Q10 Rita Khathir; Riska Jannati; Raida Agustina
Rona Teknik Pertanian Vol 14, No 2 (2021): Volume 14, No.2, Oktober 2021
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v14i2.20518

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menduga umur simpan  Pliek-U  menggunakan model Arrhenius dan metode Q10. Sebanyak 6 sampel Pliek-U yang sudah diketahui kadar air awalnya diberikan perlakuan suhu ekstrim 50, 60, dan 70˚C sampai kondisi Pliek-U mengalami penurunan mutu yang ditandai dengan perubahan warna dan bau. Perubahan berat sampel diamati dalam interval 30 menit. Selanjutya dilakukan perhitungan kadar air Pliek-U dan nilainya diplotkan dalam grafik di mana koordinat x nya sebagai waktu dan koordinat y nya sebagai kadar air. Gradien grafik adalah laju reaksi perubahan kadar air Pliek-U (k). Model Arrhenius adalah hasil plot nilai ln k terhadap 1/T dalam skala Kelvin. Selanjutnya dihitung nilai Q10 dan umur simpan Pliek-U dengan asumsi bahwa umur simpan sampel pada suhu ruang (30ºC) adalah 32 bulan. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai k Pliek-U pada suhu 50ºC 0,0621 dan nilai R2 sebesar 15,52%. Nilai k Pliek-U pada suhu 60ºC adalah 0,0826 dan nilai R2 sebesar 67,9%, dan nilai k Pliek-U pada suhu 70ºC adalah 0,0877 dan nilai R2 sebesar 54,39%. Persamaan Arrhenius Pliek-U berdasarkan perubahan kadar air adalah k = 27,454 . e-1.925(1/T) dengan R2 sebesar 91,47%. Nilai faktor percepatan reaksi (Q10) Pliek-U adalah 1,214. Umur simpan Pliek-U dapat ditentukan dengan persamaan tT1=32 .1,214(∆T/10).Shelf-life estimation of Pliek-U based on moisture changes by using Arrhenius and Q10 approachAbstract. The study aimed to predict the shelf-life of Pliek-U by using Arrhenius and Q10 approach. About 6 samples of Pliek-U, already known its moisture, were exposed to high temperatures of 50, 60, dan 70ºC to reach degradation quality characterized by color and odor changes. The alteration of weight was also observed at interval of 30minutes. Based on these data, the changes of moisture were calculated and the trend was drawn on a XY scatter chart. The gradien of the chart was the reaction rate of quality degradation (k). Then, the Arrhenius model was constructed by plotting ln k and 1/T (K) into a graph. Lastly, the Q10 and shelf-life were calculated by using assumption that the shelf-life at room temperature was about 32 months. Results showed that the k-value and R-square of Pliek-U at 50˚C was 0.0621 and 15.52%, respectively. The k-value and R-square of Pliek-U at 60˚C was 0,0826 and 67,9%, whereas the k-value and R-square of Pliek-U at 70˚C was 0,0877 and 54,39%. The Arrhenius model of Pliek-U based on moisture changes was k = 27,454. e-1.925(1/T) and R-square was 91.47%. The Q10-value of Pliek-U was 1,214 and the shelf-life of Pliek-U can be adjusted by using the model tT1=32 .1,214(∆T/10).
Analisis Spasial dan Basis Data Tingkat Bahaya Erosi dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis dan Visual Basic Dewi Sri Jayanti; Maulidawati Maulidawati; Mahbahgie Mahbahgie
Rona Teknik Pertanian Vol 12, No 2 (2019): Volume 12, No. 2, Oktober 2019
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v12i2.13043

Abstract

Erosi mengakibatkan kerusakan fungsi hidrologis daerah aliran sungai, juga kehilangan lapisan tanah yang subur dan baik untuk pertumbuhan tanaman serta kemampuan tanah dalam menyerap dan menahan air menjadi berkurang. Penyusunan basis data tingkat bahaya erosi ini diharapkan dapat memberikan informasi yang akurat dan up to date mengenai potensi tingkat bahaya erosi yang terjadi di wilayah Sub DAS Krueng Keumireu. Sub DAS Krueng Keumireu merupakan bagian dari DAS Krueng Aceh yang termasuk ke dalam sungai dengan prioritas I. Penelitian ini bertujuan untuk menduga tingkat bahaya erosi dan menyusun aplikasi basis data dengan menggunakan sistem informasi geografis dan Visual Basic 2010. Metode yang digunakan untuk pendugaan laju erosi yang terjadi menggunakan metode USLE (Universal Soil Loss Equation), pengelolaan data-data spasial menggunakan Sistem Informasi Geografi dan penyususan basis data menggunakan Visual Basic.Net 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi Sub DAS Krueng Keumireu masih dalam kategori sangat ringan hingga ringan dengan persentase 38% kategori sangat ringan dan 36% kategori ringan dengan laju bahaya erosi tertinggi sebesar 1.388,8843 ton/ha/tahun dan laju bahaya erosi terendah sebesar 0,1618 ton/ha/tahun. Sehingga upaya konservasi yang dapat dilakukan dengan pemberian mulsa mau pun pengelolaan Program aplikasi basis data sudah dapat dijalankan dengan baik tanpa ada kesalahan source code sehingga informasi tingkat bahaya erosi yang ditampilkan sudah dapat diakses oleh user.Spatial Analysis and Erosion Hazard Level Database by Using Geographic Information System and Visual Basic.Erosion results in damage to the hydrological function of the watershed, as well as the loss of fertile soil layers and good for plant growth and the ability of the soil to absorb and retain water becomes reduced. Preparation of erosion hazard data base expected to provide accurate and information up to date about the potential level of erosion hazard that occurs in the Krueng Keumireu Sub-watershed area. Krueng Keumireu Sub-watershed is part of the Krueng Aceh watershed which belongs to the river with priority I. This study aims to estimate the level of erosion hazard and develop database applications using geographic information systems and Visual Basic 2010. The method used to estimate the rate of erosion occurred using the USLE (Universal Soil Loss Equation) method, spatial data management using Geographic Information System and database deduction using Visual Basic.Net 2010. The results showed that the condition of Krueng Keumireu Sub watershed is still in very light to light category with the percentage 38 % very light category and 36% light category with the highest erosion rate of 1,388,8843 ton/ha/year and the lowest erosion rate of 0,1618 ton/ha/year. So with such conditions can be carried out conservation efforts such as mulching and land management in a simple way. Database application program can be run properly without any error source code so that the information level of erosion hazard that displayed can be accessed by the user. 
Pemanenan Kacang Tanah secara Mekanis : Kinerja alat mesin pemanen kacang tanah dan alternatif perbaikan kinerjanya Ahmad Asari; Uning Budiharti; Teguh Wikan Widodo
Rona Teknik Pertanian Vol 16, No 1 (2023): Volume No. 16, No. 1, April 2023
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v16i1.30273

Abstract

AbstractLabor requirements in peanut cultivation are high, especially weeding, harvesting, and postharvest (threshing). Labor requirements for peanut harvesting are quite high, with about 41 labor work day (LWD) per ha required for hand-pulling and threshing the pods (Antarno 1992). With a yield of 0.8 tha-1 of groundnut seed, this accounts for 41% of the total labor requirement for postharvest handling (107 LWD). PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk, whose main food products are based on peanuts, such as Garuda Peanut, has started using farm machinery, from tillage to planting, crop care, and harvesting. In order to improve the quality of the peanut harvester's work, improvements, and refinements; in this paper, the results of the harvesting machine performance test and research results that can be used to improve the performance of the harvesting machine are presented. AbstrakKebutuhan tenaga kerja pada kegiatan usaha tani kacang memerlukan tenaga kerja yang besar, khususnya pada kegiatan perawatan tanaman (penyiangan), panen dan pascapanen (perontokan).  Tenaga kerja yang diperlukan untuk panen kacang tanah cukup tinggi, sekitar 41 HOK per ha, yakni untuk kegiatan mencabut dan merontok polong dengan tangan (Antarno 1992). Jumlah tersebut mencapai 41% dari total kebutuhan tenaga kerja untuk penanganan pascapanen (107 HOK) pada tingkat hasil 0,8 tha-1 kacang tanah biji.  PT Garuda food Putra Putri Jaya Tbk., dimana produk makanan utama yang dihasilkan adalah berbasis kacang tanah, seperti salah satu produknya yang dikenal sebagai Kacang Garuda (Garuda Peanut), mulai menggunakan mesin pertanian, dari olah tanah, tanam, perawatan tanaman serta panen.  Yang masih belum dapat bekerja dengan optimal, khususnya untuk lahan di Subang adalah mesin panen.  Untuk meningkatkan kualitas hasil kerja dari mesin pemanen kacang tanah maka perlu dilakukan perbaikan dan penyempurnaan, pada makalah ini disampaikan hasil uji kinerja mesin pemanen serta hasil-hasil penelitian yang dapat digunakan untuk perbaikan kinerja mesin pemanen
Analisis Perbaikan dan Pemeliharaan Mesin Pencuci Tipe Raung Di PTPN XII Ngrangkah Pawon Kebun Pabrik Satak Kabupaten Kediri Verawati Dewi Fitriyah; Budi Hariono
Rona Teknik Pertanian Vol 16, No 2 (2023): Volume No. 16, No. 2, Oktober 2023
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v16i2.32088

Abstract

Abstrak. Pengolahan kopi di PTPN XII Ngrangkah Pawon terdapat 2 metode yaitu metode pengolahan basah dan pengolahan kering. Khusus pada metode pengolahan basah menggunakan mesin pencucian yaitu raung washer. Proses pencucian pada skala panen raya dapat mempengaruhi keadaan mesin jika tidak dilakukan perawatan. Cara perawatan dilakukan dengan menggunakan 2 metode perawatan yaitu metode repair maintenance dan preventive maintenance. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari metode perawatan terbaik agar diperoleh umur mesin yang semakin baik. Penelitian dilakukan selama periode 3 tahun dimulai pada tahun 2020, 2021, dan 2022 dengan data perawatan berturut-turut sebesar 16 buah;  15 buah; dan 19 buah. Metode pengolahan data dilakukan dengan mengumpulkan data kerusakan dan biaya perawatan mesin raung washer selama 3 tahun tahun, kemudian perhitungan data dianalisis distribusi kerusakan dan analisis penjadwalan menggunakan microsoft excel. Hasil penelitian diperoleh metode repair maintenance memiliki biaya perawatan lebih rendah dibandingkan metode preventive maintenance dengan hasil biaya repair maintenance pada Tahun 2020 berturut-turut sebesar Rp. 261.358; Tahun 2021 sebesar Rp 183.986 dan Tahun 2022 sebesar Rp. 206.172 dibandingkan dengan metode preventive maintenance berturut-turut pada Tahun 2020; Tahun 2021 dan Tahun 2022 sebesar Rp. 441.639; Rp. 306.335; dan Rp. Rp 336.350. Kesimpulan bahwa metode yang memiliki biaya optimal adalah metode repair maintenance.  Analysis of Repair and Preventive Maintenance of Raung Washer Machines at PTPN XII Ngrangkah Pawon Afdelling Satak Factory, Kediri RegencyAbstract. There are 2 coffee processing methods at PTPN XII Ngrangkah Pawon, namely the wet processing method and the dry processing method. Especially for the wet processing method using a washing machine, namely a roaring washing machine. The washing process on the harvest scale can affect the condition of the machine if maintenance is not carried out. The maintenance method is using 2 maintenance methods, namely the method of repair maintenance and preventive maintenance. The purpose of this research is to find the best maintenance method to get a better engine life. The research was conducted for 3 years starting in 2020, 2021 and 2022 with 16 consecutive maintenance data; 15 pieces; and 19 pieces. The data processing method was carried out by collecting data on damage and maintenance costs for the washing machine for 3 years, then calculating the data, analyzing the distribution of damage and scheduling analysis using Microsoft Excel. The results of the study show that the repair maintenance method has lower maintenance costs compared to the preventive maintenance method so that the repair maintenance costs in 2020 are IDR 811,486; In 2021 it is IDR 177,709 and in 2022 it is IDR 517,736 compared to the preventive maintenance method in 2020; In 2021 and 2022 in the amount of IDR 1,114,494 every 3 weeks; IDR 267,104 every 4 weeks; and IDR 677,213 every 3 weeks. It was concluded that the method that has the optimal cost is the repair maintenance method.
Kajian Penambahan Pasta Umbi Bit Merah (Beta vulgaris L) dan Tepung Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L) dalam Pembuatan Roll Cookies Fadlan Hidayat; Anum Farida; Dewi Ermaya; Sholihati Sholihati
Rona Teknik Pertanian Vol 12, No 1 (2019): Volume 12, No. 1, April 2019
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v12i1.13216

Abstract

Abstrak. Umbi bit merupakan salah satu tanaman umbi-umbian yang banyak tumbuh di Indonesia dan tinggi akan kandungan antioksidan dan kandungan karbohidrat. Kandungan yang dimiliki umbi bit dapat dimanfaatkan untuk pembuatan roll cookies. Untuk meningkatkan nilai gizi rolled cookies, dapat menambahkan tepung kacang hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penambahan pasta umbi bit merah dan tepung kacang hijau terhadap tingkat kesukaan dan penerimaan rolled cookies yang dihasilkan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yang diteliti. Faktor pertama adalah rasio tepung terigu dan pasta umbi bit merah yang terdiri dari 3 taraf yaitu R1=30:70, R2=50:50, R3=70:30. Faktor kedua adalah Persentase tepung kacang hijau yang terdiri dari 3 taraf yaitu K1= 50%, K2=40%, K3=30%. Setiap perlakuan diulang sebanyak 2 kali sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Pengamatan yang dilakukan terdiri dari uji hedonik dan tingkat penerimaan. Dari hasil penelitian dapat dinyatakan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P≥0,01) terhadap uji hedonik yang meliputi (warna, aroma, rasa dan tekstur), dan sangat berpengaruh nyata (P≥0,01) terhadap tingkat penerimaan yang meliputi (warna, aroma, rasa, mutu hedonik rasa, tekstur, mutu hedonik tekstur dan keseluruhan). Formulasi terbaik rolled cookies berdasarkan parameter organoleptik diperoleh pada kombinasi K2R2. Rolled cookies terbaik memiliki tingkat kesukaan terhadap warna 3,71 (suka), aroma 4,48 (suka), rasa 4,43 (suka) dan tekstur 4,56 (suka), sedangkan tingkat penerimaan rolled cookies terhadap warna 4,53 (suka), aroma 4,53 (suka), rasa 4,56 (suka), mutu hedonik rasa 4,50 (suka), tekstur 4,50 (suka), mutu hedonik tekstur 4,56 (suka) dan penerimaan keseluruhan 4,23 (suka).  Study of Addition of Red Bit Bulb Paste (Beta vulgaris L) and Green Bean Flour (Phaseolus radiatus L) in Making Roll Cookies Abstract. Beetroot is one of the tubers that grows in Indonesia and is high in antioxidants and carbohydrate content. Beetroot bulbs contain betalain pigments which are a combination of betasianin purple pigments and betasianin yellow pigments which function as natural dyes. Usually beetroot is consumed by juicing or processed again into fine texture food, but it is necessary to diversify beetroot products into attractive and popular products for consumption by the majority of Indonesians, for example rolled cookies. To increase the nutritional value of rolled cookies, other ingredients can be added such as green bean flour. This study aims to study the process of making rolled cookies from beets and also to determine the effect of adding green bean flour and the comparison of the number of beet paste and mung bean flour to the level of preference and acceptance of the resulting rolled cookies. The research design used was a Completely Randomized Design (CRD) with 2 factors studied. The first factor is the ratio of wheat flour and red beetroot paste consisting of 3 levels, namely R1 = 30: 70, R2 = 50: 50, R3 = 70: 30. The second factor is the percentage of green bean flour which consists of 3 levels, namely K1 = 50%, K2 = 40%, K3 = 30%. Each treatment was repeated 2 times to obtain 18 trial units. Observations made consisted of hedonic tests and acceptance levels. From the results of the study it can be stated that the treatment has a very significant effect (P10.01) on the hedonic test which includes (color, aroma, taste and texture), and is very significant (P≥0.01) on the level of acceptance which includes (color, aroma, taste, hedonic quality taste, texture, hedonic texture and overall quality). The best formulation of rolled cookies based on organoleptic parameters is obtained in the K2R2 combination. The best rolled cookies have a preference for color of 3.71 (likes), aroma of 4.48 (likes), flavor of 4.43 (likes) and flavor of 4.56 (likes), while the level of acceptance of rolled cookies is 4.53 ( likes), aroma 4.53 (likes), taste 4.56 (likes), hedonic quality taste 4.50 (likes), texture 4.50 (likes), hedonic quality texture 4.56 (likes) and overall acceptance 4 , 23 (likes).
Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Padi (Oryza sativa L.) di Kabupaten Aceh Singkil, Indonesia Muhammad Yasar; Syahrul Syahrul; Zulfa Fijannah; Nor Diana Mohd Idris; Jurry Foo
Rona Teknik Pertanian Vol 15, No 2 (2022): Volume No. 15, No. 2, Oktober 2022
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v15i2.28688

Abstract

Kesesuaian lahan adalah tingkat kesesuaian sebidang lahan untuk penggunaan tertentu, dalam hal ini untuk tanaman padi yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Produksi padi yang optimal harus didukung oleh sumber daya lahan yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian lahan tanaman padi secara actual agar dapat diadakan perbaikan sesuai kesesuaian lahan potensial. Penelitian dilakukan di Kabupaten Aceh Singkil dengan pengambilan sample tanah meliputi 5 (lima) kecamatan dengan luas lahan sawah baku terluas yakni: Danau Paris, Simpang Kanan, Suro Makmur, Kuta Baharu, dan Gunung Meriah. Pengujian sample tanah dilakukan di laboratorium dan data yang diperoleh dianalisis dengan metode Matching dengan membandingkan karakteristik lahan pada Satuan Penggunaan Lahan (SPL). Selanjutnya hasil kajian divisualisasikan dengan mengaplikasikan Sistem Informasi Geografis (GIS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan actual berada pada Kelas Sesuai Marginal/S3 sedangkan lahan potensial berada pada Kelas Cukup Sesuai/S2. Kecamatan Gunung Meriah memiliki kelas kesesuaian lahan aktual S3 dan pembatasnya nr (retensi hara), na (hara tersedia), eh (bahaya erosi) dan kelas kesesuaian lahan potensial S3 dan pembatasnya eh (lereng). Kecamatan Simpang Kanan memiliki kelas kesesuaian lahan aktual S3 dan pembatasnya nr (retensi hara), na (hara tersedia), fh (bahaya banjir/genangan) dan kelas kesesuaian lahan potensial S2 dan pembatasnya rc (media perakaran), nr (retensi hara), na (hara tersedia), fh (bahaya banjir/genangan). Kecamatan Suro Makmur memiliki kelas kesesuaian lahan aktual S3 dan pembatasnya nr (retensi hara), na (hara tersedia) dan kelas kesesuaian lahan potensial S2 dan pembatasnya nr (retensi hara), na (hara tersedia). Kecamatan Danau Paris memiliki kelas kesesuaian lahan aktual S3 dan pembatasnya nr (retensi hara), na (hara tersedia) dan kelas kesesuaian lahan potensial  S2 dan pembatasnya rc (media perakaran), nr (retensi hara), na (hara tersedia). Kecamatan Kuta Baharu kelas kesesuaian lahan aktual S3 dan pembatasnya na (hara tersedia), fh (bahaya banjir/genangan)  dan kelas kesesuaian lahan potensial S2 dan pembatasnya na (hara tersedia), fh (bahaya banjir/genangan).
Modeling Nitrogen and Phosphorus Transport in Vadose Zone using HYDRUS- 1D Susi Chairani
Rona Teknik Pertanian Vol 6, No 2 (2013): Volume 6, No. 2, Oktober 2013
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v6i2.20431

Abstract

Abstract. The application of large manure on the agricultural lands that derived from the Concentrated Animal Feeding Operations (CAFOs) could cause excess nutrients such as nitrogen and phosphorus transport to the groundwater through vadose (unsaturated) zone. The objective of this study is as follows: (1) to compare nitrogen and phosphorus transport in the vadose zone at different Land Management Units (LMUs) for three consecutive years (2004-06) using HYDRUS-1D, and (2) to analyze the sensitivity of nitrogen and phosphorus transport in different soil types on the van Genuchten soil hydraulic parameters: saturated water content (θs), residual water content (θr), alpha and n parameters, saturated hydraulic conductivity (Ks), adsorption isoterm coefficients (Kd and β), and tortuosity parameter (l). After modeling using HYDRUS-1D, it could be concluded that the transport of nitrogen was faster during the wet year. The concentrations of nitrogen compounds were most sensitive to saturated water content (θs). Phosphorus was most sensitive to adsorption isoterm coefficient (Kd).Abstrak. Pemakaian kotoran ternak dalam jumlah besar pada lahan-lahan pertanian yang berasal dari Peternakan Terkonsentrasi dapat mengakibatkan kelebihan unsur seperti nitrogen dan fosfor yang bertranspor menuju air tanah melalui zona tidak jenuh air. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) untuk membandingkan transpor nitrogen dan fosfor di daerah tidak jenuh air pada unit lahan pertanian yang berbeda selama tiga tahun berturut-turut (2004-06) dengan menggunakan HYDRUS-1D, dan (2) untuk menganalisa sensitivitas transpor nitrogen dan fosfor pada jenis tanah yang berbeda dengan menggunakan parameter hidrolik tanah van Genuchten: kandungan air jenuh (θs), kandungan air residual (θr), parameter alpha dan n,  konduktivitas hidrolik jenuh (Ks), koefisien adsorpsi isoterm (Kd dan β), dan parameter tortuositas (l). Setelah pemodelan dengan menggunakan HYDRUS-1D, dapat disimpulkan bahwa transpor nitrogen lebih cepat selama tahun basah. Konsentrasi nitrogen paling sensitif terhadap kandungan air jenuh (θs). Fosfor paling sensitif terhadap koefisien adsorpsi isoterm (Kd).Pemakaian kotoran ternak dalam jumlah besar pada lahan-lahan pertanian yang berasal dari Peternakan Terkonsentrasi dapat mengakibatkan kelebihan unsur seperti nitrogen dan fosfor yang bertranspor menuju air tanah melalui zona tidak jenuh air. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) untuk membandingkan transpor nitrogen dan fosfor di daerah tidak jenuh air pada unit lahan pertanian yang berbeda selama tiga tahun berturut-turut (2004-06) dengan menggunakan HYDRUS-1D, dan (2) untuk menganalisa sensitivitas transpor nitrogen dan fosfor pada jenis tanah yang berbeda dengan menggunakan parameter hidrolik tanah van Genuchten: kandungan air jenuh (θs), kandungan air residual (θr), parameter alpha dan n,  konduktivitas hidrolik jenuh (Ks), koefisien adsorpsi isoterm (Kd dan β), dan parameter tortuositas (l). Setelah pemodelan dengan menggunakan HYDRUS-1D, dapat disimpulkan bahwa transpor nitrogen lebih cepat selama tahun basah. Konsentrasi nitrogen paling sensitif terhadap kandungan air jenuh (θs). Fosfor paling sensitif terhadap koefisien adsorpsi isoterm (Kd).
Evaluasi Kinerja Sub Das Krueng Jreu Kabupaten Aceh Besar Khairun Purgawa; Hairul Basri; Syahrul Syahrul
Rona Teknik Pertanian Vol 15, No 1 (2022): Volume No. 15, No. 1, April 2022
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v15i1.21607

Abstract

Abstrak. Dampak perubahan alih fungsi lahan merupakan kejadian di alam yang perlu dipahami untuk menentukan tindakan yang perlu dilakukan di waktu yang akan datang. Strategi pengelolaan DAS masih membutuhkan suatu inovasi pendekatan hidrologi dan lahan untuk memperbaiki situasi DAS. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja  Sub DAS Krueng Jreu Berdasarkan Permenhut P.61 tahun 2014 tahun tentang Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai yang mencakup karakteristik Lahan dan karakteristik hidrologi. Hasil penelitian menunjukan persentase lahan kritis yaitu 2,37% (0,023723 ha), Persentase persentase penutupan vegetasi yaitu 78,61% (18250,64) ha, Indeks Erosi sebesar 0,60, Koefisisien Rejim Aliran (KRA) sebesar 26,62  Koefisien Aliran Tahunan (KAT) didapatkan hasil sebesar 0,056, Muatan Sedimen didapatkan hasil 5,02 ton/ha/tahun, frekuensi banjir adalah 1 kali dalam kurun waktu lima tahun, Indeks Penggunaan Air sebesar 22917,30  m3/thn termasuk dalam kelas sangat baik (0,5). Berdasarkan hasil  skoring 8 Sub kriteria  evaluasi kinerja Sub DAS Krueng Jreu yang meliputi Penggunaan Lahan dan Tata Air maka didapatkan hasil akhir senilai 37,75 dengan katagori sangat baik yang berarti kondisi DAS dalam keadaan sangat baik jika di lihat dari penggunaan lahan dan tata air.Performance Evaluation of Krueng Jreu Sub-watershed, Aceh Besar DistrictAbstract. The impact of changes and land-use changes caused is an event in nature that needs to be understood to determine the actions that need to be taken in the future. The watershed management strategy still requires innovation to improve the watershed situation. This study aims to determine the performance of the Krueng Jreu sub-watershed based on the Regulation of the Minister of Forestry P.61 of 2014 concerning Monitoring and Evaluation of Watersheds which includes hydrological characteristics and characteristics. The results showed that critical land was 2.37% (0.023723 ha), the percentage of vegetation cover percentage was 78.61% (18250.64) ha, the Erosion Index was 0.60, the Flow Regime Coefficient (KRA) was 26.62 The Annual Flow Coefficient (KAT) yields 0.056, Sediment Load yields 5.02 tons/ha/year, the frequency of flooding is 1 time within five years, the Water Use Index is 22917.30 m3/yr included in the very good class. (0.5). Based on the scoring of 8 Sub Criteria for evaluating the performance of the Krueng Jreu Watershed which includes Land Use and Water Management, the final result is 37.75 with a very good category which means the watershed condition is in very good condition when viewed from land use and water management.  
Perlindungan Lahan Sawah Dalam Pencapaian Ketahanan Pangan Nasional Sri Mulyani; Aqil Teguh Fathani; Eko Priyo Purnomo
Rona Teknik Pertanian Vol 13, No 2 (2020): Volume 13, No. 2, Oktober 2020
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v13i2.17173

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini melihat ketahanan pangan berkelanjutan yang merupakan suatu kewajiban dan harus dilakukan untuk menjaga ketersediaan pangan khususnya padi. Pada saat ini di Sumatera Barat sedang maraknya terjadi alih fungsi lahan lawah. Alih fungsi lahan sawah ini disebabkan oleh pembangunan infrastruktur, perumahan, jalan, jalan tol, sarana umum dan fasiltas lainnya. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan rasionalistik. Hasil penelitian menyebutkan dengan adanya alih fungsi lahan sawah menyebabkan luas panen terhadap padi dan jumlah produksi padi terus berkurang. Pada tahun 2018 terjadi pengurangan luas panen dan produksi padi yang sangat signifikan dari tahun sebelumnya (2017) yaitu sebesar 220 ribu ha luas panen padi dan 1.4 juta ton produksi padi. Hal ini dinilai sangat berbahaya bagi ketahanan pangan yang berkelanjutan karena jumlah penduduk terus bertambah dan juga kebutuhan terhadap pangan juga semakin meningkat sedangkan jumlah produksi justru terus berkurang. Oleh karena itu perlu adanya peran dari semua unsur untuk mengkontrol dan mengendalikan lahan sawah serta pemerintah dengan segera membuat regulasi Peraturan Daerah untuk mengatur lahan sawah agar tidak terjadi alih fungsi lahan sawah secara berkelanjutan.Protection of Rice Fields in Achieving National Food SecurityAbstract. The purpose of this research is to see sustainable food security which is an obligation and must be done to maintain food availability, especially rice. The function of paddy fields is caused by the development of infrastructure, housing, roads, toll roads, public means, and other facilities. The methods in this study used qualitative methods with a rationalistic approach. The results of the study mentioned that the Land of rice field function caused the harvest area to rice and the amount of rice production continued to decrease. In 2018 there was a reduction in the vast harvest and rice production which was significantly from the previous year which amounted to 220 thousand hectares of rice harvest and 1.4 million tonnes of rice production. This is very dangerous for sustainable food security because the population continues to grow and also the need for food is also increasing while the number of production is steadily decreasing. Therefore, it is necessary to have the role of all elements to control and control the rice fields and government by immediately make the regulation of local regulations to regulate the field of rice fields to prevent the functioning of the rice field sustainability.

Filter by Year

2012 2025