cover
Contact Name
Muhammad Dhafir
Contact Email
m_dhafir20012@usk.ac.id
Phone
+628116810529
Journal Mail Official
jronatp@usk.ac.id
Editorial Address
Jalan. Tgk. Hasan Krueng Kalee, No. 3 Kopelma Darussalam-Banda Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Rona Teknik Pertanian
ISSN : 20852614     EISSN : 25282654     DOI : -
JRTP is the official journal from the Department of Agricultural Engineering, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University (Unsyiah), Banda Aceh-Indonesia. It covers and devotes a complete and interdisciplinary wide range of research and review in engineering applications for agriculture and biosystems: agricultural machinery, soil and water engineering, tillage, precision farming, post-harvest technology, agricultural instrumentation, sensors, bio-robotics, systems automation, processing of agricultural products and foods, quality evaluation and food safety, audit energy, waste treatment and management, environmental control, energy utilization agricultural systems engineering, bio-informatics, computer simulation, farm work systems, mechanized farming and ergonomi.
Articles 207 Documents
Penentuan Umur Simpan Lengkuas dengan Model Arrhenius Berdasarkan Kadar Air dan Kadar Sari Larut dalam Air Rita Khathir; Ratna Ratna; Rama Niza Putri
Rona Teknik Pertanian Vol 7, No 1 (2014): Volume 7, No. 1, April 2014
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v7i1.2642

Abstract

Abstrak. Lengkuas (Alpinia galanga) adalah salah satu tanaman penting bagi masyarakat Indonesia. Tanaman ini dapat digunakan untuk bumbu masakan dan obat herbal. Tujuan kajian ini adalah untuk menduga umur simpan lengkuas segar dengan menggunakan model Arrhenius. Lengkuas segar yang baru dipanen dibersihkan dan dipotong-potong dengan ukuran 2cm, kemudian disimpan pada suhu 5, 10 dan 28°C. Evaluasi dilakukan oleh 25 orang panelis dengan menggunakan skala hedonic dari sangat suka sampai sangat tidak suka terhadap warna, kesegaran, aroma dan tekstur. Parameter yang diamati adalah kadar air dan kadar sari larut dalam air. Parameter tersebut diamati dalam interval 3 hari selama 21 hari atau sampai sampel dinyatakan tidak disukai oleh panelis pada salah satu kriteria hedoniknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pad asuhu 28°C, lengkuas dapat disimpan selama 3 hari, sedangkan pada suhu 10 dan 5°C, lengkuas dapat disimpan selama 12 dan 21 hari. Energi aktivasi (EA) dan tingkat perubahan mutu (Q10) karena kadar sari larut dalam air lebih besar dari energi aktivasi (EA) dan tingkat perubahan mutu (Q10) karena kadar air lengkuas. Namun demikian, kedua parameter tersebut tidak tepat digunakan untuk menduga umur simpan lengkuas. Shelf-Life Prediction of Galanga by Using Arrhenius Model Based on Its Moisture and Water Soluble Extract Content Abstract. Galanga (Alpinia galanga) is one of important plants for Indonesian people. It can be used as spices and also as herbal medicine. The aim of this study is to predict the shelf-life of fresh galanga by using Arrhenius model. Fresh harvested galanga, which was cleaned and chopped at width about 2 cm, was stored at temperatures 5, 10, and 28°C. The evaluation was done by 25 respondents by using hedonic scale from the range of like very much until dislike very much. This hedonic evaluation was assessed, based on colour, freshness, aroma, and texture. Parameters observed were moisture and water soluble extract content. These parameters observed at interval 3 days for 21 days or until the samples were rejected by respondents for at least one of hedonic factors. Results showed that at temperature 28°C, galangal can be stored for 3 days. However, at temperature 10 and 5 °C, galangal can be stored for 12 and 21 days, respectively. The energy act ivation (EA) and the rate of quality change (Q10) due to water soluble extract were higher than those of water content. Nevertheless, these two parameters cannot be used in prediction the shelf-life of fresh galanga.
Developing a Model Using Homer for a Hybrid Hydrogen Fuel Cell System Fera Annisa; Mustaqimah Mustaqimah
Rona Teknik Pertanian Vol 6, No 1 (2013): Volume 6, No. 1, April 2013
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v6i1.358

Abstract

ABSTRACT. Hydrogen is widely considered be the fuel of the near future. Combined wind/PV energy hybrid systems can be used to sources energy to hydrogen production. This paper describes design, simulation and feasibility study of a hybrid energy system for a household in Malaysia. One year recorded wind speed and solar radiation are used for the design of a hybrid energy system. In 2000 was average annual wind speed in Johor Bahru is 3.76 m/s and annual average solar energy resource available is 5.08 kWh/m2/day. National Renewable Energy Laboratory’s HOMER software was used to select an optimum hybrid energy system. In the optimization process, HOMER simulates every system configuration in the search space and displays the feasible ones in a table, sorted by total net present cost (TNPC). The optimization study indicates that sensitivity analysis of the HOMER is shown in the overall winner which shows that the most least cost and optimize hybrid system is combination of 10 kW of PV array, 1 unit of wind turbine, 2 kW of fuel cell, 120 units of batteries and 6 kW converter as well as 1 kW of electrolyzer so as to generate the minimum COE, $2.423 kWh- 1. Although renewable sources (wind and PV) involved in the power generation, 1 kg of hydrogen was produced in this system.Pengembangan Model Dengan Menggunakan Homer Untuk Sistem Sel Berbahan bakar Hidrogen HibridaABSTRAK. Hidrogen secara luas dianggap sebagai bahan bakar masa depan. Gabungan sistem hibrida energi angin/fotovoltaik dapat digunakan untuk sumber energi produksi hidrogen. Makalah ini menjelaskan desain, simulasi dan studi kelayakan dari sistem energi hibrida untuk rumah tangga di Malaysia. Satu tahun kecepatan angin tercatat dan radiasi matahari digunakan untuk desain sistem energi hibrida. Pada tahun 2000 adalah kecepatan angin rata-rata tahunan di Johor Bahru 3.76 m/det dan rata-rata sumber daya energi surya tahunan yang tersedia adalah 5.08 kWjam/m2/ hari. Software HOMER digunakan untuk memilih sistem energi hybrida optimal. Dalam proses optimasi, HOMER mensimulasikan setiap konfigurasi sistem dalam ruang pencarian dan menampilkan yang layak dalam sebuah tabel, diurutkan berdasarkan total net present (TNPC). Studi optimasi menunjukkan bahwa analisis sensitivitas HOMER ditampilkan dalam hasil keseluruhan yang menunjukkan bahwa paling sedikit biaya dan mengoptimalkan sistem hibrida adalah kombinasi dari 10 kW array PV, 1 unit turbin angin, 2 kW bahan bakar, 120 unit baterai dan 6 kW converter serta 1 kW electrolyzer sehingga menghasilkan COE(cost of energy) minimal, $2,423 kWjam-1. Sumber-sumber terbarukan (angin dan PV) yang terlibat dalam pembangkit listrik, 1 kg hydrogen akan diproduksi dalam sistem ini
Pengaruh Lama Penyulingan terhadap Rendemen dan Mutu Minyak Atsiri pada Biji Pala (Myristica fragrans Houtt) Fadillah Ramadhanti Rangkuti; Raida Agustina; Mustaqimah Mustaqimah; Mustafril Mustafril
Rona Teknik Pertanian Vol 11, No 1 (2018): Volume 11, No. 1, April 2018
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v11i1.10026

Abstract

Abstrak. Pala merupakan salah satu tanaman rempah yang menghasilkan minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyulingan terhadap rendemen dan mutu minyak biji pala. Variasi perlakuan yang digunakan adalah lama penyulingan yaitu 0-3 jam, 3-6 jam, 6-9 jam, 9-12 jam, 12-15 jam, 15-18 jam, 18-21 jam, 21-24 jam, 24-27 jam, dan 27-30 jam. Analisis karakteristik yang dilakukan meliputi rendemen, bobot jenis, indeks bias dan kelarutan dalam alkohol. Hasil penelitian yang telah dilakukan didapat rendemen minyak pala yang bervariasi, tergantung dari lama penyulingan. Pada jam ke 3 menghasilkan rendemen yang lebih besar dibandingkan dengan jam yang lain, dimana rendemen minyak pala pada jam ke 3 didapat sebesar 5,58 % sedangkan rendemen yang paling rendah terdapat pada jam ke 30 dengan hasil sebesar 0.12%. Berdasarkan hasil perhitungan rendemen kumulatif yang didapat dari range waktu 0-3, 3-6, 6-9, 9-12, 12-15, 15-18, 18-21, 21-24, 24-27, dan 27-30 adalah sebesar 10, 48 %. Nilai bobot jenis minyak pala yang diperoleh dari hasil penyulingan pada jam ke 24 menunjukkan angka yang lebih tinggi dibandingkan hasil yang lainnya dengan nilai 0,936 dan tidak memenuhi standar SNI. Sedangkan yang paling rendah terdapat pada jam ke 3 dengan nilai 0.872 yang juga tidak sesuai dengan standar SNI. Penyulingan dengan nilai bobot jenis yang sesuai dengan standar SNI terdapat pada jam ke 6 dengan nilai 0,902. Nilai indeks bias yang tinggi didapatkan pada jam ke 12- 15, 18-21, 21-24 dan 24- 27 dengan nilai 1,496 dan memenuhi standar SNI sedangkan pada jam ke 3-6 diperoleh nilai indeks bias sebesar 1,436 dan tidak memenuhi standar SNI. Tingkat kelarutan dalam alkohol 90% minyak pala yang dihasilkan dari 6 jam sampai 30 jam adalah sama, yaitu jernih yang diuji dengan perbandingan 1:3 dan sudah sesuai standar SNI sedangkan pada ke 3 jam hasilnya adalah opalisensi yaitu tidak keruh dan tidak jernih. Effect of Old Distillation on Rendemen and Quality of Essential Oils on Nutmeg (Myristica fragrans Houtt) Abstract. Nutmeg is one of the herbs that produce essential oil. This study aims to determine the effect of distillation on rendemen and quality of nutmeg oil. The variation of treatment used was the distillation time of 0-3 hours, 3-6 hours, 6-9 hours, 9-12 hours, 12-15 hours, 15-18 hours, 18-21 hours, 21-24 hours, 24- 27 hours, and 27-30 hours. Characteristic analyzes performed include rendemen, species weight, refractive index and solubility in alcohol. The results of the research have been obtained the yield of various nutmeg oil, depending on the length of distillation. At third hours it produces a higher yield compared to the other hour, where the yield of nutmeg oil at third hourswas5.58%, while the lowest yield was at 30thhours with a yield of 0.12%. Based on the results of cumulative rendemen calculations obtained from the range of time 0-3, 3-6, 6-9, 9-12, 12-15, 15-18, 18-21, 21-24, 24-27, and 27-30 was 10, 48%. The weight value of nutmeg oil obtained from the distillation at 24 hours indicates a higher rate than the other results with a value of 0.936 and didn't meet the SNI standard. While the lowest was at third hours with a value of 0.872 which was also not in accordance with SNI standards. Distillation with value of weight of type according to SNI standard is at 6th hours with value 0,902. High refractive index values were obtained at 12 to 15, 18-21, 21-24 and 24-27 hours with a value of 1.496 and met the SNI standard while at 3-6 hours the refractive index value was 1.436 and did not meet the SNI standard. The solubility rate in 90% alcohol of nutmeg oil produced from 6th hours to 30th hours is the same, that was clear tested with ratio of 1: 3 and was accordance with SNI standard while in 3 hours the result is opalisensi that is not cloudy and not clear.
Studi Penggunaan Plat Elektroda Netral Stainless Steel 316 dan Aluminium Terhadap Performa Generator HHO Dry Cell Tasrif Arifin; Bayu Rudiyanto; Yuana Susmiati
Rona Teknik Pertanian Vol 8, No 2 (2015): Volume 8, No. 2, Oktober 2015
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v8i2.3009

Abstract

Abstrak. Generator HHO merupakan alat yang menggunakan prinsip elektrolisis air untuk memisahkan unsur-unsur kandungan air murni (H2O) menjadi Gas HHO, dalam upaya peningkatan performanya tentu dibutuhkan bahan konduktor yang memiliki sifat kelistrikan baik. Penambahan plat elektroda netral ialah bertujuan untuk meningkatkan performa elektroliser dan mengatasi berbagai macam permasalahan yang terjadi pada saat proses elektrolisis air bekerja. Penelitian ini menunjukkan bahwa plat elektroda netral aluminium mampu meningkatkan nilai performanya sedangkan untuk plat SS 316 mampu meminamalisir persentase losses energy. Larutan AMDK murni terbukti mampu meningkatkan produktivitas gas dibandingkan dengan larutan aquades murni, tetapi kelemahan dari larutan AMDK yaitu mudahnya terbentuk gel-gel, sehingga menghambat pergerakan elektron dan laju aliran produksi. Karateristik sifat bahan sangat berpengaruh terhadap pencapaian kinerja Generator HHO karena tidak semua jenis plat elektroda netral mampu meningkatkan performanya. Sifat-sifat kelistrikkan bahan yang sangat berpengaruh ialah sifat keelektronegatifan atau potesial elektroda dan koefisien nilai muai dari suatu bahan konduktor. Usage Study Neutral Electrode Plate Stainless Steel 316 and Aluminium of Performance Generator HHO Dry Cell TypeAbstract. Generator is a tool that use principle of water electrolysis to separated the element of pure water conscience (H2O) be HHO gas, in effort to increase the perform of HHO Generator is needed a conductor ingredients which has a good electricity character the direction of addition neutral electrode plate is to increase the electrolyzer perform and to overcome every problem that happen when the water electrolisys process is going. This research shows that neutral electrode aluminium plate can increase the performance value and the SS 316 plate can minimize the percentage of losses energy. The pure AMDK solution proofs that can increase the gas productivity than the pure aquadest solution, but the weakness of AMDK solution can to form gel easily, which cause the electrons movement and the flowrate production are blocked. The characteristic of water usage is influence to HHO Generator work maximum value, because for every type of netral electrode plate can’t increase the performance of generator. The electricity characteristic of material that every influence is the electronegatifity character or electrode potential and the expansion coefficient from the conductor materials.
Optimasi Kandungan Metana (CH4) Biogas Kotoran Sapi Menggunakan Berbagai Jenis Adsorben Abdul Mukhlis Ritonga; Masrukhi Masrukhi
Rona Teknik Pertanian Vol 10, No 2 (2017): Volume 10, No. 2, Oktober 2017
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v10i2.8493

Abstract

Abstrak. Biogas merupakan salah satu energi alternatif yang sekarang banyak dikembangkan. Selain murah, biogas juga ramah lingkungan. Metan (CH4) merupakan unsur gas yang menentukan kualitas biogas. Bila biogas memiliki kadar metan yang tinggi maka biogas tersebut akan memiliki nilai kalor yang tinggi. Oleh kerana itu kemurnian biogas tersebut penting. Sehingga perlu melakukan penelitian pemurnian biogas yang bertujuan untuk meningkatkan kadar gas metan (CH4) dengan rancangan alat pemurni dan untuk meningkatkan nilai guna biogas. Metode yang dilakukan adalah adsorpsi menggunakan kombinasi arang aktif dan zeolit alam dengan perbandingan, 30 : 70 m/m, 50 : 50 m/m dan 70 : 30 m/m dengan waktu pemurnian selama 30, 60 dan 90 menit. Hasil penelitian diperoleh alat purifier biogas yang terbuat dari pipa paralon yang dilapisi fiber dengan dimensi panjang 60 cm dan diameter 10 cm. Semakin lama waktu pemurnian maka konsentrasi gas metan yang dihasilkan akan semakin tinggi yaitu pada lama pemurnian 90 menit. Kombinasi arang aktif dan zeolit dengan perbandingan 50 : 50 m/m merupakan kombinasi terbaik dalam melakukan pemurnian biogas.
Efisiensi Penyaluran Air Irigasi BKA Kn 16 Lam Raya Daerah Irigasi Krueng Aceh Andriani Asarah Bancin; Dewi Sri Jayanti; T. Ferijal
Rona Teknik Pertanian Vol 8, No 1 (2015): Volume 8, No. 1, April 2015
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v8i1.2684

Abstract

Abstrak. Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Aceh memiliki jaringan irigasi permukaan teknis untuk mengairi 7.450 ha lahan sawah di Kabupaten Aceh Besar. Peningkatan tekanan pada sumber daya air yang tersedia untuk irigasi dan kebutuhan lainnya, terutama selama musim kemarau, membutuhkan jaringan irigasi yang memiliki efisiensi yang tinggi untuk menyalirkan air irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi penyaluran dan jumlah kehilangan air di saluran sekunder dan tersier dari jaringan irigasi pilihan yaitu Jaringan Lam Raya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi penyaluran rata-rata untuk BKA Kn 16 Lam Raya adalah 52,47%. Rata-rata kehilangan air dan efesiensi penyaluran air di saluran sekunder berturut-turut adalah 0.048 m3/dtk dan 81,11%. Kehilangan tersebut disebabkan oleh penguapan 2,73 x 10-7 m3/dtk, rembesan 0,00212 m3/dtk dan faktor lainnya 0,04548 m3/dtk. Kehilangan air rata-rata di saluran tersier adalah 0.01 m3/dtk yang merupakan kehilangan akibat adanya penguapan 5,046 x 10-8 m3/dtk, rembesan 0,00033m3/dtk dan faktor lainnya 0,00994 m3/dtk. Hal tersebut menyebabkan efisiensi penyaluran air di saluran tersier sekitar 71,88%. Namun, kinerja jaringan irigasi masih dikategorikan baik karena memiliki efisiensi penyaluran air yang lebih besar dari 60%. Kehilangan air di saluran tersier sebagian besar disebabkan oleh banyak bagian dinding dan dasar saluran yang rusak, dan adanya vegetasi dan sedimen pada saluran yang memperlambat aliran air. Conveyance Efficiency Of Irrigation Water At BKA Kn 16 Lam Raya Krueng Aceh Irrigation Area Abstract. Krueng Aceh Watershed has technical surface irrigation network to irrigate 7.450 ha of paddy fields in Aceh Besar District. Increasing pressure on available water resources for irrigation and other needs, particularly during dry season, requires an irrigation network having a higher level of efficiency to deliver irrigation water. This study aims to determine the delivery efficiencies and amount of water loss in secondary and tertiary channels of selected irrigation network. Lam Raya network was selected for the study area. Results showed that average delivery efficiency for BKA Kn 16 Lam Raya was 52.47%. The average water loss and water delivery efficiency in secondary channel were 0,048 and 81,11%, respectively. The loss was caused by evaporation 2.73 x 10-7 m3/s, seepage 0.00212 m3/s and other factors 0.04548 m3/s. The average water loss in tertiary channels was 0,01 m3/s contributed by losses from evaporation 5.046 x 10-8 m3/s, seepage 0.00033 m3/s and other factors 0.00994 m3/s. It caused tertiary channel's water delivery efficiency was approximately 71,88%. However, performance of irrigation network was classified as good since it has water delivery efficiency greater than 60%.  Water loss in tertiary channel largely due to many parts of wall and base of the channels were broken, and the presence of vegetation and sediment in the channel slowed the water flow.
Paddy Field Conversion in Malaysia : Issues and Challenges Muhammad Yasar; Chamhuri Siwar
Rona Teknik Pertanian Vol 9, No 2 (2016): Volume 9, No. 2, Oktober 2016
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v9i2.5653

Abstract

Abstract. The diminishing of paddy field due to land use conversion to non-agricultural or non-paddy agricultural purpose is a serious threat to national food security prospect. This present study intends to explain the phenomena of diminishing paddy field range in Malaysia. This is a descriptive correlation study. The result of the study found that the size of paddy field in Peninsular Malaysia either according to the state or the granary area was diminished. According to the state, the size of paddy field has reduced by 88,321 ha (22.17%) in the last 15 years or equivalent to 1.49% per year. Whereas, according to granary area, the size of the paddy field has reduced by 10,790 ha (5.10%) or equivalent to 0.34% per year. The diminishing of the size of the paddy field indicates a significant correlation to the national paddy production. In the meantime, the population growth is expected to increase whilst productivity expands slowly. The government needs to emphassion this matter to attain the goal of food security. Konversi Lahan Sawah di Malaysia : Isu dan Tantangan Abstrak. Berkurangnya lahan sawah karena konversi penggunaan tanah ke non-pertanian atau tujuan lain yang bukan lahan padi merupakan ancaman serius bagi prospek ketahanan pangan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena berkurangnya lahan sawah di Malaysia. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ukuran sawah di Peninsular Malaysia juga daerah lainnya atau lokasi pusat padi/lumbung juga berkurang. Berdasarkan data nasional penurunan luas lahan sebesar 88,321 ha (22,17 %)  untuk 15 tahun terakhir atau setara dengan 1,49 % per tahun. Sedangkan pada daerah lumbung, luas sawah telah mengalami pengurangan sebesar 10,790 ha (5.10 %) atau setara dengan 0,34 % per tahun. Berkurangnya lahan sawah ini terindikasi adanya korelasi yang signifikan untuk kondisi produksi padi secara nasional. Sementara itu , pertumbuhan penduduk diperkirakan terus meningkat pada saat produktivitas padi mengalami pertumbuhan dengan lambat. Pemerintah perlu mengendalikan hal ini untuk mencapai tujuan ketahanan pangan nasionalnya.
Uji Kinerja Mesin Sortasi Jeruk Sistem Rotasi untuk Penyortiran Jeruk Siam Pontianak (Citrus nobilis var. microcarpa) Budi Setiawan; Suhendra Suhendra
Rona Teknik Pertanian Vol 7, No 2 (2014): Volume 7, No. 2, Oktober 2014
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v7i2.2647

Abstract

Abstrak. Salah satu kegiatan pascapanen yang cukup menyita waktu adalah proses sortasi jeruk siam pontianak (Citrus nobilis var. microcarpa) di Kabupaten Sambas. Selama ini proses sortasi ditingkat petani masih dilakukan secara manual dimana tingkat keseragaman ukuran dan tingkat kematangan rendah, standar mutu berubah-ubah dan kapasitas penyortiran rendah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui penelitian ini dikembangkan rancang bangun mesin sortasi jeruk sistem rotasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji kinerja pada mesin sortasi jeruk sistem rotasi untuk mengetahui pengaruh kecepatan linier bidang sortasi, kemiringan bidang sortasi dan massa input buah pada mesin. Pengujian mesin dilakukan dengan 4 perlakuan kecepatan linier bidang sortasi (0,54 m/s, 0,70 m/s, 0,82 m/s dan 1,09 m/s), 3 perlakuan kemiringan bidang sortasi (10o, 20o, dan 30o) dan 3 perlakuan massa input buah jeruk (2 kg, 3 kg dan 4 kg). Hasil pengujian menunjukkan bahwa massa input buah jeruk dan kecepatan linier bidang sortasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja mesin sortasi ini, sedangkan kemiringan bidang sortasi berpengaruh tetapi tidak signifikan. Hasil uji kinerja terbaik diperoleh pada perlakuan massa input 2 kg, kemiringan bidang sortasi 10o dan kecepatan linier bidang sortasi 1,09 m/s dengan nilai kapasitas penyortiran 1,84 kg/menit atau 110,4 kg/jam dan efisiensi penyortiran 68 %. Performance Testing of Citrus Sorting Machine with Rotation System to Sorting Pontianak Siam Citrus (Citrus nobilis var. microcarpa)Abstract. One of postharvest  activities that required much time are sorting in Sambas district. The sorting process is still done manually, where the level of uniformity of size and currently their maturity level are including the low of the quality standard fickle and sorting capacity. To overcome these problems, a study was developed to design citrus sorting machine with rotation system. This study aims to test the performance of the citrus sorting machine with rotation system and to determine the effect of linear velocity of sorting, incline angle and  the input mass of citrus. Performance testing was conducted  with 4 linear velocity sorting (0,54 m/s, 0,70 m/s, 0,82 m/s and 1,09 m/s), 3 incline angle (10o, 20o and 30o) and 3 input mass of citrus (2 kg, 3 kg and 4 kg). The test results showed that the input mass of citrus and linear velocity sorting have a significant influence on the performance of the sorting machine, while the incline angle has an effect but did not significantly. The best performance test results was obtained on 2 kg of mass, 10o of incline angle and 1,09 m/s linear velocity of sorting which resulted 1,84 kg/min or 110,4 kg/h of sorting capacity and 68 % of sorting efficiency.
Aplikasi Model SWAT Untuk Mensimulasikan Debit Sub DAS Krueng Meulesong Menggunakan Data Klimatologi Aktual Dan Data Klimatologi Hasil Perkiraan T. Ferijal
Rona Teknik Pertanian Vol 6, No 1 (2013): Volume 6, No. 1, April 2013
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v6i1.912

Abstract

ABSTRAK. Model hidrologi Soil and Water Assessment Tool (SWAT) telah digunakan untuk mensimulasikan debit Sub DAS Krueng Meulesong yang terletak di Kabupaten Aceh Besar menggunakan data klimatologi aktual dan data klimatologi prediksi. Data klimatologi aktual diperoleh dari stasiun klimatologi terdekat sedangkan data prediksi merupakan data hasil perkiraan dari Climate Forecast System Reanalysis (CFSR) yang dilaksanakan oleh National Centers for Environmental Prediction/Environmental Modeling Center (NCEP/EMC) yang tersedia di 4 stasiun di sekitar Sub DAS. Pada awalnya model mensimulasikan debit dari Sub DAS menggunakan input data klimatologi aktual yang hasilnya dikalibrasikan dengan data debit tercatat pada pos duga air. Model dengan parameter terbaik kemudian digunakan untuk mensimulasikan tiga skenario simulasi menggunakan data input klimatologi hasil prediksi, adapun skenarioskenario tersebut adalah (1) data dari satu stasiun terdekat, (2) data dari dua stasiun terdekat dan (3) data dari empat stasiun terdekat. Hasil kalibrasi model menunjukkan bahwa model memiliki kinerja cukup baik dengan nilai koefisien determinasi 0.67 dan koefisien Nash-Sutcliffe 0.37. Aplikasi data klimatologi hasil prediksi menunjukkan bahwa, data prediksi dari satu stasiun terdekat menghasilkan kinerja model yang lebih baik. Sementara itu semakin banyak stasiun yang digunakan sebagai input data akan menghasilkan hasil simulasi yang semakin mendekati hasil simulasi dengan menggunakan data aktual.SWAT Model Application To Simulate Discharge From Krueng Meulesong Sub Watershed Using The Actual And Predicted Climatological DataABSTRACT. The Soil and Water Assessment Tool (SWAT) hydrological model was used to simulate discharge from Krueng Meulesong subwatershed located in Aceh Besar District using actual and predicted climatological data. The actual data were collected from the nearest local meteorological station while the predicted data was the results of Climate Forecast System Reanalysis (CFSR) completed by National Centers for Environmental Prediction/Environmental Modeling Center (NCEP/EMC) through four stations located around the subwatershed. The model was initially developed using actual data and then calibrated with observed streamflow data. The best model then was rerun using 3 scenarios of predicted data i.e. (1) data from the nearest station, (2) data from average of the two nearest stations and (3) data from average of four nearest stations. The model performance was categorized into satisfactory with determination and Nash-Sutcliffe coefficients were 0.67 and 0.37, respectively. Comparing the model performance resulted from predicted data suggested that using the nearest station data would produce a better model performance. Meanwhile, incorporating more predicted data stations around subwatershed would cause the model to produce simulated streamflow similar to the streamflow using the actual data.
Analisis Perubahan Kapasitas Simpan Air Pada DAS Krueng Meureubo, Aceh Sudirman Sirait; Sri Maryati
Rona Teknik Pertanian Vol 11, No 2 (2018): Volume 11, No. 2, Oktober 2018
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v11i2.13041

Abstract

Abstrak. Perubahan kapasitas simpan air pada suatu DAS dapat mengakibatkan ketidakseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air untuk kegiatan pertanian maupun non pertanian. Metode analisis neraca air merupakan suatu metode yang dapat mengetahui tingkat daya dukung suatu DAS terutama perubahan kapasitas simpan air untuk pengisian air tanah sehingga dapat memberikan rekomendasi upaya pengelolaan limpasan dan pengisian air tanah khususnya di wilayah DAS Krueng Meureubo yang terletak pada koordinat geografis 04°06'-04°36' LU dan 95°06'-96°58' BT. Selama periode tahun 2007-2016 proporsi penggunaan lahan hutan di wilayah DAS Krueng Meureubo mengalami penurunan sebesar 3,12% yaitu 55,10% pada tahun 2007 dan 51,97% pada tahun 2016. Adanya perubahan proporsi penggunaan lahan hutan mengakibatnya penurunan kapasitas simpan air dari 182,84 mm pada tahun 2007 menjadi 177,99 mm pada tahun 2016 dan meningkatnya limpasan dari 821,72 mm pada tahun 2007 menjadi 833,71 mm pada tahun 2016.Analysis of Water Storage Capacity at Krueng Meureubo Watershed, AcehAbstract.The water storage capacity in a watershed could lead to an imbalance between the availability and necessity of water for agricultural and non-agricultural activities. The water balance analysis method is a method that can know the level of carrying capacity of a watershed, especially in water storage capacity for groundwater recharge. Thereafter provide the recommendations for the management of run-off and groundwater recharge, especially in the area of Krueng Meureubo watershed located at geographic coordinates 04°06'-04°36' LU and 95°06'-96°58' BT. During the period of 2007-2016, the proportion of forest area in the Krueng Meureubo watershed area decreased by 3.12% ie 55.10% in 2007 and 51.97% in 2016. Changes in the proportion of forest area resulted in a decrease in water storage capacity from 182.84 mm in 2007 to 177.99 mm in 2016 and an increase in runoff from 821.72 mm in 2007 to 833.71 mm by 2016.

Filter by Year

2012 2025