cover
Contact Name
Intan Maulina
Contact Email
intanmaulina1509@gmail.com
Phone
+6281377776163
Journal Mail Official
pengabdianpendidikanindo@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sugeng, Kompek Griya Makmur 7, No D29.
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI)
ISSN : -     EISSN : 30263654     DOI : 10.47709/ppi
Core Subject : Education,
Jurnal Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) bertujuan untuk mempublikasikan hasil pengabdian di bidang pendidikan yang berfokus pada penerbitan artikel yang berkualitas dan bermanfaat bagi perkembangan pendidikan. Artikel yang diserahkan akan ditinjau oleh komite teknis Jurnal. Semua artikel yang dikirimkan harus berupa laporan asli atau hasil kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya, eksperimental atau teoritis, dan akan direview oleh reviewer. Artikel yang dikirim ke jurnal PPI tidak boleh dipublikasikan di tempat lain. Naskah harus mengikuti pedoman penulis yang disediakan oleh PPI dan harus ditinjau serta diedit sebelum dilakukan publikasi. PPI diterbitkan oleh Information Technology and Science (ITScience), sebuah Lembaga Penelitian di Medan, Sumatera Utara, Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 75 Documents
Penyuluhan tentang Strategi Guru dalam Menumbuhkan Nilai-nilai Karakter Peserta Didik Sitompul, Hamela Sari; Falenthine Br Ginting, Yumitra; Jusnita Simamora, Herna
Pengabdian Pendidikan Indonesia Vol. 1 No. 01 (2023): Artikel Periode Agustus 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ppi.v1i01.2964

Abstract

Pendidkkan karakter termasuk dalam sebuah pedagogis yang memberikan penekanan pada nilai-nilai idealism, ia termasuk dalam pedagogi idealism. Pendidikan berbasis karakter apapun yang diterapkan dalam sekolah tidak dapat melepas diri dari konteks yang lebih luas, terlebih struktur-struktur yang mempengaruhi seorang individu yang terlibat alam dunia pendidikan berperan sebagai subjek moral yang aktif. Sehubungan dengan hal itu sekolah merupakan wahana pengembang pendidikan karakter memiliki peran yang sangat penting. Guru dan pendidik mempunyai tanggung jawab yang sangat besar dalam menghasilkan generasi yang berkarakter, berbudaya dan bermoral. Guru merupakan teladan bagi peserta didik dan mempunyai peran yang sangat besar dalam membentuk karakter peserta didik. Dengan demikian guru dan pendidik harus mengetahui strategi dalam mengembangkan nilai-nilai karakter peserta didik. Penyuluhan tentang strategi guru dalam menumbuhkan nilai – nilai karakter peserta didik diharapkan guru mampu menerapan strategi dalam menanamkan karakter yang positif pada Peserta Didik
Pelatihan Pendidikan tentang Media Pembelajaran Matematika Falenthine Br Ginting, Yumitra; Jusnita Simamora, Herna
Pengabdian Pendidikan Indonesia Vol. 1 No. 01 (2023): Artikel Periode Agustus 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ppi.v1i01.2965

Abstract

Sekolah Dasar merupakan jenjang awal untuk menanamkan konsep dasar bagi anak, sehingga konsep-konsep yang diterima anak Sekolah Dasar sebagai pembuka daya pikir siswa dalam menghadapi jenjang berikutnya. Sesuai dengan sifat materi pelajaran matematika bersifat abstrak, maka penyampaian materi pelajaran matematika tersebut harus sesuai dengan tingkat intelektual anak. Karena anak-anak usia SD baru memasuki tahap berpikir operasional–kongrit, maka dalam pembelajaran materi matematika perlu menggunakan media pembelajaran yang bersifat kongkrit dan menarik agar mudah dicerna anak. cara merancang media yang efektif dalam pencapaian tujuan pembelajaran juga dapat dikemukakan beberapa cara yang efektif untuk merancang media pembelajaran yang baik. Antara lain, (1) media harus dirancang sesederhana mungkin sehingga jelas dan mudah dipahami oleh siswa; (2) media hendaknya dirancang sesuai dengan pokok bahasan yang akan diajarkan; (3) media hendaknya dirancang tidak terlalu menjelimet dan tidak membuat anak-anak menjadi bingung; (4) media hendaknya dirancang dengan bahan-bahan yang sederhana dan mudah didapat, tetapi tidak mengurangi makna dan fungsi media itu sendiri; (5) media dapat dirancang dalam bentuk model, gambar, bagan berstruktur, dan lain-lain, tetapi dengan bahan yang murah dan mudah didapat sehingga tidak menyulitkan guru dalam merancang media dimaksud.
Pelatihan Membaca Kritis sebagai Upaya Memerangi Hoaks di Media Sosial kepada Siswa SMP Methodist Pematang Siantar Sitompul, Hamela Sari; Situmorang, Idawati; Falenthine Br Ginting, Yumitra
Pengabdian Pendidikan Indonesia Vol. 1 No. 01 (2023): Artikel Periode Agustus 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ppi.v1i01.2988

Abstract

Pelatihan membaca kritis dalam upaya menentukan berita hoaks atau tidak di media sosial bertujuan untuk meningkatkan berpikir kritis siswa SMP Methodist Pematang Siantar dalam membaca suatu berita di media sosial. Siswa diberikan artikel berita dari media sosial yang beragam topiknya, dan diminta untuk menilai apakah artikel tersebut hoaks atau tidak. Dalam pengabdian ini, siswa diberikan sebuah contoh berita hoaks dari sosial media. Setelah membaca teks berita siswa diminta untuk memahami berita hoaks tersebut dan meluangkan pertanyaan 5W + 1H yang ada di pikirannya mengenai berita hoaks itu. Kemudian, siswa diminta untuk mengamati atau mengidentifikasi situs berita tersebut, dengan mencari berita tersebut di situs yang terpercaya contohnya Kompas.com , Detik.com dan lainnya. Lalu siswa diminta untuk memeriksa foto berita tersebut melalui google image dan waktu tayangnya. Setelah mencari kebenaran dari berita tersebut siswa dapat membuat kesimpulannya dan menceritakan kembali berita hoaks tersebut dengan bahasa mereka sendiri.Pengabdian ini menunjukkan bahwa pelatihan membaca kritis dapat menjadi salah satu upaya yang efektif dalam mengatasi penyebaran berita hoaks di media sosial. Dengan adanya pengabdian ini siswa dapat berpikir secara kritis terhadap suatu informasi yang diperoleh. Pelatihan seperti ini dapat diberikan di sekolah-sekolah sebagai bagian dari kurikulum pendidikan untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan kritis dan menilai kebenaran informasi yang mereka temukan di media sosial dan dimanapun.
Meningkatkan Kreativitas dan Kepercayaan Diri Siswa/i Sekolah Dasar Melalui Metode Fun Learning Hutahaean, Resliana; Berlianti, Berlianti; Sinaga, Rini Yanti
Pengabdian Pendidikan Indonesia Vol. 1 No. 02 (2023): Artikel Periode Desember 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ppi.v1i02.3003

Abstract

Pengembangan kreativitas sangat penting dikembangkan sejak usia dini karena kreativitas sangat berpengaruh sekali dalam pengembangan aspek-aspek perkembangan anak pada bangku Sekolah Dasar, apabila kreativitas anak tidak dikembangkan sejak dini maka kemampuan kecerdasan dan kelancaran dalam berfikir anak akan ikut berpengaruh juga. Sedangkan membangunkan kepercayaan diri pada sangat penting untuk dibangun dalam fase pertumbuhan dan perkembangan anak. Karena dengan cara ini, seorang anak bisa tampil lebih imajinatif,kreatif, bahagia, ceria dan empatik. Kedua sikap ini berperan sama penting seiring perkembangan dan pertumbuhan anak. Untuk mendukung dan menumbuhkan sikap ini bagi Siswa/i UPT SD Negeri 060938, maka dilaksanakan melalui metode Fun Learning dengan recreation group (kelompok rekreasi). Metode ini merupakan salah satu jenis kelompok dalam tahap penyelesain masalah pada social group work. Dalam kelompok rekreasi maka kelompok anak akan diberikan permainan dan edukasi yang mampu mengembangkan kedua sikap yang diharapkan dalam pengabdian ini. Tahapan pelaksanaanya sesuai dengan tahapan pertolongan yang pekerjaan sosial yang secara umum digunakan yaitu engagement (pendekatan), assessment, perencanaan, implementasi, evaluasi, dan terminasi. Pelaksanaan kegiatan ini diadakan dalam 4 bulan. Di akhir pelaksanaan program, siswa-siswi ini terus diupayakan mampu melanjutkan pengembangan kreativitas dan pengembangan diri sikap ini melalui kegiatan mereka selama di Sekolah Dasar.
Upaya Meningkatkan Minat Baca Siswa/i Sekolah Dasar Melalui Program Merdeka Belajar – Kampus Mengajar (MBKM) Tampubolon, Piter H.D; Berlianti, Berlianti
Pengabdian Pendidikan Indonesia Vol. 1 No. 02 (2023): Artikel Periode Desember 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ppi.v1i02.3011

Abstract

Menciptakan generasi muda yang aktif, cerdas, dan kreatif, tentunya di perlukan generasi muda yang memiliki wawasan luas dan minat belajar yang tinggi. Peneliti merancang program Literasi berupa Pojok Baca untuk meningkatkan minat baca sisiwa/I dengan melakukan kegiatan yang menarik, juga lingkungan belajar yang produktif, nyaman, dan menyenangkan. Program literasi yang dilakukan berfokuskan dengan membuat sudut baca atau pojok baca yang menarik, agar siswa/siswi memiliki ketertarikan untuk membaca. Teknik pengumpulan data yang di pakai dalam penelitian ini menggunakan teknik Observasi. Metode yang dilaksanakan pada pengabdian ini menggunakan metode intervensi pada ranah Mezzo. Metode group work di gunakan sebagai bagian dari metode intervensi, karena dengan memanfaatkan kelompok sebagai metode terapi, membangun interaksi dan relasi, dan mengembangkan potensi individu – individu agar mampu mengatasi permasalahan di dalam kelompok. Dalam melaksanakan kegiatan ini melakukan tahapan-tahapan intervensi yang dilakukan, seperti: engagement (Pendekatan), Assesment, Perencanaan, Intervensi, Evaluasi, dan terminasi. Peneliti berinovasi untuk merancang suatu program sebagai bentuk pengabdian melalui Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) yang berguna untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan upaya meningkatkan minat baca siswa/I di SD 060937 Peneliti merancang program Literasi berupa Pojok Baca untuk meningkatkan minat baca sisiwa/I dengan melakukan kegiatan yang menarik, juga lingkungan belajar yang produktif, nyaman, dan menyenangkan. Dimana siswa/I sebelum memulai pembelajaran, siswa/I diajak untuk membaca buku yang mereka punya untuk siswa/I baca, lalu di rangkum dalam buku, serta di presentasikan apa yang telah mereka pelajari dari buku yang mereka baca.
Pengaruh Broken Home terhadap Akivitas Belajar Seorang Siswa Kelas VI SDN 064033 Parang II, Kwala Bekala Br Sidebang, Refy Tasya; Ritonga, Fajar Utama
Pengabdian Pendidikan Indonesia Vol. 1 No. 02 (2023): Artikel Periode Desember 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ppi.v1i02.3012

Abstract

Keluarga merupakan lingkungan utama bagi perkembangan dan pembentukan pribadi seorang anak. Namun, fenomena broken home, di mana orang tua tidak tinggal bersama dalam satu rumah tangga, telah menjadi isu yang semakin memprihatinkan dalam masyarakat modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh keluarga broken home terhadap aktivitas belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keluarga broken home memiliki pengaruh yang signifikan terhadap aktivitas belajar siswa. Siswa yang berasal dari keluarga broken home cenderung menunjukkan tingkat aktivitas belajar yang lebih rendah dibandingkan dengan siswa dari keluarga utuh. Hal ini mungkin disebabkan oleh kurangnya dukungan emosional dan pengawasan yang akurat dari orang tua, serta perpecahan keluarga yang dapat memengaruhi konsentrasi dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa keterlibatan orang tua dalam mendukung aktivitas belajar siswa dapat mengurangi dampak negatif keluarga broken home. Orang tua yang tetap aktif dalam kehidupan pendidikan anak mereka dan memberikan dukungan emosional yang kuat dapat membantu siswa mengatasi tantangan yang muncul akibat situasi keluarga yang tidak stabil. Penemuan ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pengaruh keluarga broken home terhadap aktivitas belajar siswa dan implikasinya terhadap pendidikan. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan program intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa yang berasal dari keluarga broken home.
Penerapan Metode Belajar Fun Learning untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa SDN 060934 Medan Johor Sitohang, Yola Vingky; Ginting, Bengkel
Pengabdian Pendidikan Indonesia Vol. 1 No. 02 (2023): Artikel Periode Desember 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ppi.v1i02.3016

Abstract

Prestasi siswa sangat dipengaruhi oleh motivasi dalam diri siswa, dimana motivasi yang tinggi dapat mendorong siswa untuk belajar dengan giat, mengatasi rintangan, dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sekolah yang menjadi tempat dilaksanakannya PKL yaitu SDN 060934 Medan Johor. Metode pembelajaran yang seringkali terkesan kaku dan monoton menyebabkan siswa SDN 060934 Medan Johor merasa jenuh saat belajar, dimana mempengaruhi kualitas belajar siswa. Untuk mengatasi hal tersebut, praktikan menerapkan metode pembelajaran fun learning pada siswa SDN 060934 Medan Johor. Pembelajaran dengan metode fun learning mampu menciptakan pembelajaran yang hangat dan menyenangkan melalui elemen-elemen yang menarik selama proses pembelajaran, dimana dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa. Metode yang digunakan praktikan untuk melaksanakan program adalah metode Intervensi Groupwork oleh Zastrow, dimana dibagi ke dalam enam tahapan yaitu Intake/Engagement, Assesment, Perencanaan, Rencana Aksi dan Implementasi, Evaluasi, dan Terminasi. Implementasi pembelajaran menggunakan metode fun learning di SDN 060934 Medan Johor yaitu dengan cara (a) menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, (b) menggunakan media menarik dan interaktif, (c) menggunakan media menarik dan interaktif, (d) proyek aktif, (e ) menggunakan permainan edukatif, (f) memberi reward, (g) melibatkan wali kelas/guru.
Upaya Meningkatkan Minat Baca Siswa/i Sekolah Dasar Melalui Program Merdeka Belajar – Kampus Mengajar (MBKM) Tampubolon, Piter H D; Berlianti, Berlianti
Pengabdian Pendidikan Indonesia Vol. 1 No. 02 (2023): Artikel Periode Desember 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ppi.v1i02.3017

Abstract

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar perserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spriritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang di perlukan dirinya dan masyarakat. Untuk menciptakan generasi muda yang aktif, cerdas, dan kreatif, tentunya di perlukan generasi muda yang memiliki wawasan luas dan minat belajar yang tinggi. Peneliti merancang program Literasi berupa Pojok Baca untuk meningkatkan minat baca sisiwa/I dengan melakukan kegiatan yang menarik, juga lingkungan belajar yang produktif, nyaman, dan menyenangkan. Program literasi yang dilakukan berfokuskan dengan membuat sudut baca atau pojok baca yang menarik, agar siswa/siswi memiliki ketertarikan untuk membaca. Literasi adalah suatu kemampuan individu dalam mengolah dan memahami informasi ketika melakukan kegiatan membaca dan menulis. Dimana literasi merupakan kemampuan seseorang dalam membaca, menulis, berhitung serta memecahkan masalah dalam kehidupannya sehari-hari.  Dimana untuk meningkatkan minat baca siswa/I dengan melakukan Pojok Baca. Dengan memotivasi keinginan membaca siswa/I SD 060937 Medan Johor dengan menggunakan sudut kelas sebagai tempat yang nyaman, menyenangkan dan mudah di akses siswa/I SD 060937 untuk meningkatkan minat baca. Dengan kehadiran program yang di lakukan yaitu Pojok Baca siswa/I di SD 060937 memiliki antusias untuk membaca. Dengan akes untuk membaca yang mudah di temukan, lingkungan belajar yang nyaman, juga temapat untuk belajar yang menarik siswa/i. selain menciptakan Pojok Baca, penulis juga merancang program Literasi. Metode yang dilaksanakan pada pengabdian ini menggunakan metode intervensi pada ranah Mezzo. Metode group work di gunakan sebagai bagian dari metode intervensi, karena dengan memanfaatkan kelompok sebagai metode terapi, membangun interaksi dan relasi, dan mengembangkan potensi individu – individu agar mampu mengatasi permasalahan di dalam kelompok. Dalam melaksanakan kegiatan ini melakukan tahapan-tahapan intervensi yang dilakukan, seperti: engagement (Pendekatan), Assesment, Perencanaan, Intervensi, Evaluasi, dan terminasi.
Strategi Menciptakan Motivasi Siswa/i di SMP Negeri 40 Medan Melalui Program MBKM Adawiyah, Putri Syahrani; Purba, Arief Marizki; Sitepu, Hartati
Pengabdian Pendidikan Indonesia Vol. 1 No. 02 (2023): Artikel Periode Desember 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ppi.v1i02.3020

Abstract

Kampus Merdeka Program persiapan karier yang komprehensif untuk mempersiapkan generasi terbaik Indonesia Kampus Merdeka adalah bagian dari kebijakan Merdeka Belajar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang memberikan seluruh mahasiswa kesempatan untuk mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat dengan terjun langsung ke dunia kerja sebagai langkah persiapan karier. Rencana hidup adalahusaha-usaha yang dilakukan untuk mewujudkan rencana hidup yang diinginkandan mengupayakan hal-hal untuk dapat mengatasi kegagalan yang akan dihadapi.Perencanaan, sebagai salah satu strategi dalam memanajemen hidup, merupakansalah satu cara individu dalam mengendalikan dan mengatur hidupnya.
Gerakan Literasi di SDN 060936 Melalui Program Pojok Baca Oktarin, Egidya; Siregar, Hairani; Kaloko, Nurazizah
Pengabdian Pendidikan Indonesia Vol. 1 No. 02 (2023): Artikel Periode Desember 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ppi.v1i02.3021

Abstract

Literasi merupakan kemampuan dasar seseorang yang harus dikuasai dalam mengolah dan mencari informasi. Lingkungan literasi merupakan hal yang dibutuhkan peserta didik untuk menunjang lingkungan yang mendukung program atau pembiasaan literasi di sekolah. Penerapan pojok baca sendiri dapat menjadi solusi dari permasalahan tersebut. Pojok baca dapat menjadi awal terbentuknya lingkungan literasi di lingkungan sekolah khususnya di setiap kelas. Dalam menceritakan kembali siswa diarahkan untuk terampil dalam berbicara sekaligus melakukan apresiasi sastra. Metode yang dilaksanakan pada pengabdiaan ini menggunakan metode intervensi pada ranah mezzo. Metode group work ditetapkan sebagai bagian dari metode intervensi karena dengan memanfaatkan kelompok sebagai metode terapi, membangun interaksi dan relasi, dan mengembangkan potensi individu-individu agar mampu mengatasi permasalahannya melalui dan di dalam kelompok. Tahapan intervensi yang dilakukan seperti engagement (pendekatan), assessment, perencanaan, intervensi, evaluasi, dan terminasi. Teknik analisis yang digunakan adalah kualitatif deskriptif.Subjek pada kegiatan ini adalah siswa kelas V dan 4 di SDN 060936 Medan Johor. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan dengan pengaplikasian pojok baca dan pembimbingan menganalisis cerita serta menceritakan kembali. Hasil dari kegiatan pengabdian ini dapat menanamkan kepada siswa untuk menciptakan dan meningkatkan budaya membaca dan kebiasaan berbagai hal yang berhubungan dengan gemar membaca.