cover
Contact Name
Intan Maulina
Contact Email
intanmaulina1509@gmail.com
Phone
+6281377776163
Journal Mail Official
pengabdianpendidikanindo@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sugeng, Kompek Griya Makmur 7, No D29.
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI)
ISSN : -     EISSN : 30263654     DOI : 10.47709/ppi
Core Subject : Education,
Jurnal Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) bertujuan untuk mempublikasikan hasil pengabdian di bidang pendidikan yang berfokus pada penerbitan artikel yang berkualitas dan bermanfaat bagi perkembangan pendidikan. Artikel yang diserahkan akan ditinjau oleh komite teknis Jurnal. Semua artikel yang dikirimkan harus berupa laporan asli atau hasil kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya, eksperimental atau teoritis, dan akan direview oleh reviewer. Artikel yang dikirim ke jurnal PPI tidak boleh dipublikasikan di tempat lain. Naskah harus mengikuti pedoman penulis yang disediakan oleh PPI dan harus ditinjau serta diedit sebelum dilakukan publikasi. PPI diterbitkan oleh Information Technology and Science (ITScience), sebuah Lembaga Penelitian di Medan, Sumatera Utara, Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 75 Documents
Program Pengabdian Pendidikan melalui Pelatihan Public Speaking untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Siswa Fardeni, Haekal; Anggraini, Indri; Utami, Erika; Sari, Khovita; Mizkat, Eva; Maulina, Intan
Pengabdian Pendidikan Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): Artikel Periode Desember 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ppi.v3i03.6972

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya keterampilan public speaking siswa yang berdampak pada kurangnya kepercayaan diri dalam menyampaikan ide dan pendapat di depan umum. Kondisi tersebut membuat siswa sering ragu saat berinteraksi, baik dalam kegiatan pembelajaran di kelas maupun dalam forum yang lebih luas. Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan kemampuan komunikasi lisan siswa melalui pelatihan public speaking berbasis praktik dan kolaborasi. Peserta kegiatan berjumlah tiga puluh lima siswa SMA sederajat yang dipilih secara representatif, sehingga pelaksanaan program mencerminkan kebutuhan nyata di lapangan. Metode kegiatan terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan, serta evaluasi hasil menggunakan pendekatan pre-test dan post-test. Materi yang diberikan mencakup teknik vokal, penguasaan bahasa tubuh, dan strategi membangun rasa percaya diri. Pelatihan dilaksanakan secara intensif dalam bentuk praktik pidato singkat, diskusi kelompok, serta simulasi presentasi kelas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan public speaking siswa. Dari total 35 peserta, nilai rata-rata post-test mengalami kenaikan yang cukup tinggi dibandingkan hasil pre-test. Selain peningkatan nilai, mayoritas peserta juga menunjukkan perubahan sikap, yakni lebih percaya diri, berani berbicara, dan terampil menyampaikan gagasan di hadapan audiens. Temuan ini membuktikan bahwa seluruh peserta memperoleh manfaat nyata dari program yang dijalankan. Dengan demikian, pelatihan public speaking ini terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi siswa sekaligus mendukung pencapaian kompetensi abad 21 yang menekankan pada kemampuan berkomunikasi secara efektif, kritis, dan kolaboratif.
Pelatihan Musikalisasi Drama oleh Mahasiswa PLPT sebagai Upaya Meningkatkan Partisipasi Siswa dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Fardeni, Haekal; Anggraini, Indri; Arrohim, Aldo; Pratiwi, Rahmadita; Maulina, Intan
Pengabdian Pendidikan Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): Artikel Periode Desember 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ppi.v3i03.6984

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kreativitas dan kecerdasan kinestetik siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler, khususnya bidang seni teater. Keterlibatan siswa dalam kegiatan seni sering kali masih terbatas karena kurangnya pembinaan yang terarah dan minimnya media pembelajaran yang menarik. Oleh karena itu, pengabdian ini berfokus pada pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler teater di tingkat SMA sebagai wadah pengembangan potensi diri siswa sekaligus sebagai sarana pendidikan karakter. Realisasi kegiatan dilakukan melalui serangkaian program pembinaan ekstrakurikuler teater yang mencakup pelatihan dasar seni peran, pengenalan teknik olah tubuh dan suara, serta praktik pementasan drama sederhana. Kegiatan ini dilaksanakan secara terstruktur dengan melibatkan guru pembina, mahasiswa, dan siswa secara langsung. Dokumentasi berupa foto kegiatan dan catatan proses latihan dijadikan bukti pelaksanaan yang sistematis dan berkesinambungan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan antusiasme siswa dalam mengikuti latihan, berkembangnya keterampilan kinestetik melalui gerak tubuh yang lebih ekspresif, serta tumbuhnya rasa percaya diri ketika tampil di depan umum. Selain itu, siswa menjadi lebih kreatif dalam mengekspresikan gagasan dan bekerja sama dalam kelompok pementasan. Kesimpulannya, kegiatan ekstrakurikuler teater tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi media efektif dalam membangun kreativitas, kecerdasan kinestetik, serta karakter positif siswa. Program ini dapat dijadikan contoh untuk pengembangan kegiatan ekstrakurikuler seni lainnya di sekolah.
Pendidikan Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal Dan Implementasi P5 dalam Pengabdian Masyarakat Desa Sidogemah Ma'ruf, Amrin; Pramono, Didi; Aji Gustaman, Fulia; Yuniati, Eka; Akbar Rizqi, Ali; Dwiyanti, Riska
Pengabdian Pendidikan Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): Artikel Periode Desember 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ppi.v3i03.7297

Abstract

Isu lingkungan masih sering terjadi pada masyarakat terlebih pada masyarakat sekitar pesisir di kota Demak, termasuk di Desa Sidogemah, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Kurangnya sosialisasi terhadap kepedulian lingkungan menjadikan masih banyaknya sampah yang berserakan di lingkungan masyarakat desa Sidogemah. Kegiatan bernama “Hari Untuk Negeri” ini dilaksanakan pada 11 hingga 13 Juli 2025, sekaligus kegiatan ini hadir sebagai upaya dalam pendampingan belajar dan pengembangan kompetensi siswa SD N 2 Sidogemah dalam permainan tradisional yang dihubungkan dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila. Tim kegiatan ini berisikan Mahasiswa Pendidikan Sosiologi dan Antropologi UNNES, kegiatan ini menjadi bentuk implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dokumentasi kegiatan dilakukan dalam bentuk foto dan video sebagai arsip institusi. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan respons positif dari siswa-siswi SD N 2 Sidogemah terkait pembelajaran tentang kearifan lokal. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan rasa kepedulian masyarakat sekitar terhadap lingkungan, tetapi juga menjadi tempat belajar antara lembaga pendidikan dan masyarakat secara langsung. Selain itu, kegiatan ini memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dengan lembaga pendidikan sekolah dasar dalam upaya memberikan edukasi lebih awal kepada siswa-siswi sekolah dasar terhadap lingkungan maupun kearifan lokal.
Penguatan Kepemimpinan dan Soft Skills bagi Guru serta Pengurus OSIS SMK di Era Digital Sitompul, Hamela Sari; Situmorang, Idawati; Tuty, Tuty; Tarigan, Sri Wahyni
Pengabdian Pendidikan Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): Artikel Periode Desember 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ppi.v3i03.7678

Abstract

Di era digital, tantangan kepemimpinan tidak lagi terbatas pada kemampuan mengelola organisasi secara konvensional, tetapi juga mencakup kemampuan komunikasi digital, pengambilan keputusan berbasis informasi, kolaborasi daring, serta literasi etika dan keamanan digital. Guru sebagai role model kepemimpinan pendidikan dituntut untuk memiliki soft skills seperti komunikasi efektif, empati, manajemen konflik, dan kemampuan adaptif terhadap teknologi. Sementara itu, pengurus OSIS sebagai calon pemimpin muda perlu dibekali keterampilan kepemimpinan partisipatif, kerja tim, dan pemanfaatan media digital secara positif dan bertanggung jawab. Sebagai bentuk kepedulian dalam membangun model kepemimpinan yang memiliki integritas, maka tujuan pengabdian msyarakat ini adalah untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan soft skills guru serta pengurus OSIS SMK agar mampu berperan secara efektif, adaptif, dan beretika dalam lingkungan pendidikan di era digital. Metode yang digunakan pelatihan ini berupa kegiatan ceramah, sesi tanya- jawab, diskusi studi kasus, dengan menjelaskan konsep dasar kepemimpinan visioner, gaya kepemimpinan partisipatif, kepemimpinan dalam perubahan organisasi dan bagaimana melakukan pengambilan keputusan dengan tepat. Setelah pelatihan ini, diharapkan para pengurus OSIS akan memiliki dan mendemonstrasikan ketrampilan perilaku kepemimpinan yang siap menjalani tantangan serta dapat menginspirasi siswa di lingkungan sekolah.
Perbaikan Akses Pendidikan Pasca-Banjir: Model Pendampingan Hukum untuk Anak Sekolah di Aceh Tamiang Nasution, Fahman Urdawi; Dwitanto, Hendri; Yanti, Rika Afrida; Rambe, M. Irfan Islami; Rokan, Mustika Putra
Pengabdian Pendidikan Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): Artikel Periode Desember 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ppi.v3i03.7797

Abstract

Banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir November 2025 telah melumpuhkan akses pendidikan bagi ribuan anak sekolah. Sebanyak 71 sekolah di 12 kecamatan terdampak langsung, dengan kerusakan infrastruktur yang parah, terendamnya peralatan pembelajaran, dan terputusnya kegiatan belajar mengajar selama lebih dari sebulan. Kondisi ini melanggar jaminan konstitusional hak atas pendidikan sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 31 Ayat (1) UUD 1945 dan Pasal 28C Ayat (1) yang menegaskan setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membangun model pendampingan hukum yang komprehensif guna memulihkan dan melindungi akses pendidikan anak korban bencana. Metode pelaksanaan menggabungkan pendekatan advokasi non-litigasi, edukasi hukum partisipatif, dan pendampingan berbasis komunitas melalui kerja sama lintas sektor antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, lembaga bencana, dan organisasi masyarakat sipil. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman hak pendidikan di kalangan orang tua dan guru sebesar 78%, percepatan proses perizinan sekolah darurat dari rata-rata 14 hari menjadi 3 hari kerja, dan peningkatan tingkat kehadiran siswa dari 45% menjadi 89% dalam tiga bulan pertama implementasi. Model pendampingan hukum yang dikembangkan terbukti efektif dalam mengidentifikasi dan mengatasi hambatan struktural, administratif, dan sosial-budaya yang menghambat pemulihan pendidikan pasca-bencana. Kesimpulan menekankan bahwa pendekatan berbasis hak dan partisipasi masyarakat merupakan kunci keberhasilan pemulihan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus menjadi fondasi untuk membangun ketangguhan sistem pendidikan di wilayah rawan bencana.