cover
Contact Name
Supardi
Contact Email
supardi@uny.ac.id
Phone
+62274-550847
Journal Mail Official
fisika@uny.ac.id
Editorial Address
Faculty of Mathematics and Natural Sciences UNY (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Jl. Colombo No.1, Karang Malang, Caturtunggal, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA)
ISSN : -     EISSN : 30265983     DOI : -
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Fisika, Jurusan Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta. Jurnal ini menerbitkan karya ilmiah atau artikel dari hasil penelitian khususnya tugas akhir mahasiswa fisika, atau karya ilmiah lain yang berkaitan dengan fisika. Prosedur penerbitan dalam jurnal ini melalui peer-review dan menerapkan etika penerbitan ilmiah sebagaimana ditetapkan oleh Committee on Publication Ethics (COPE). Ruang lingkup artikel dalam jurnal ini adalah ilmu fisika dan terapannya.
Articles 196 Documents
Analysis of Elasticity and Chemical Characterization Metal Steel SS 304, SS 310 and Low Alloy by Using Tensile Test Machine Eka Maulana Badarin Latama P , Ariswan, Fernandez
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik mekanik dan kimia logam baja SS 304, SS 31o dan Low Alloy produksi PT. Petrokimia Gresik dan melakukan analisis elastisitas masing-masing logam baja paduan. Data penelitian diperoleh melalui hasil uji kekuatan logam menggunakan Tensile Test Machine dan karakterisasi kimia menggunakan XRF XL-2 GOLDD berbasis X-Rays Fluorosence (XRF) dan Arc Met 8000 berbasis Optical Emission Spectroscopy. Hasil penelitian ini adalah : (1) Kekuatan tarik atau elastisitas logam SS 304 adalah 342,20 kg/cm2, SS 310 adalah 260,60 kg/cm2 dan Low Alloy adalah 201,90 kg/cm2. (2) Pengujian menggunakan Niton XL2 GOLDD adalah logam SS 304 ini memiliki Cr 17,96033 %, Si 2,05% , Mn 1,31733% dan Ni 7,703%. Logam SS 310 kandungan Ni 19,3255%, Cr 23,896%, Mo 0,1125%, Mn 1,5115% dan Si 1,0665%. Logam Low Alloy kandungan Ni 0,09%, Cr 0,9%, Mo 0,459%, Mn 0,466333% dan Si 0,088333%. dan Arc Met 8000 didapatkan hasil pengujian logam 304 diperoleh komposisi logam yaitu Si 0,588%, Cr 19,378%, Ni 6,973% , C 0,177%, Mn 1,554% dan Mo 0,098%, logam SS 310 diperoleh komposisi logam yaitu Si 1,23%, Cr 29,38%, Ni 15,48% , C 0,78%, Mn 1,44% dan Mo 0,176% dan logam Low Alloy diperoleh komposisi logam yaitu Si 2,71%, Cr 1,11%, Ni 0,27 % , C 1,52%, Mn 0,54% dan Mo 0,32%. Kata kunci: Strain dan Stress, Karakteristik Logam, Kandungan Unsur Logam Abstract This research aims to determine the mechanical and chemical characteristics of SS 304, SS 31o and Low Alloy steel produced by PT. Petrokimia Gresik and perform elasticity analysis of each alloy steel metal. The research data was obtained through metallic strength test result using Tensile Test Machine and chemical characterization using XR-2 X-Ray GOLDD based on X-Rays Fluorescent (XRF) and Arc Met 8000 based on Optical Emission Spectroscopy. The results of this research are: (1) Tensile strength or elasticity of SS 304 metal is 342,20 kg / cm2, SS 310 is 260,60 kg / cm2 and Low Alloy is 201,90 kg / cm2. (2) Testing using Niton XL2 GOLDD is metal SS 304 has Cr 17,96033%, Si 2,05%, Mn 1,31733% and Ni 7,703%. Metal SS 310 content of 19,3255% Ni, Cr 23,896%, Mo 0.1125%, Mn 1.5115% and Si 1.0665%. Metals Low Alloy Ni content of 0.09%, Cr 0.9%, Mo 0.459%, Mn 0.466333% and Si 0.088333%. and Arc Met 8000 obtained metal test result 304 obtained by metal composition that is 0,588%, Cr 19,378%, Ni 6,973%, C 0,177%, Mn 1,554% and Mo 0,098%, metal of SS 310 obtained by metal composition that is Si 1,23%, Cr 29,38%, Ni 15,48%, C 0,78%, Mn 1,44% and Mo 0,176% and metals of Low Alloy obtained by metal composition is Si 2.71%, Cr 1,11%, Ni 0, 27%, C 1.52%, Mn 0.54% and Mo 0.32%. Keywords: Strain and Stress, Metal Characteristics, Metal Elements Content
UJI BEDA KESTABILAN TEGANGAN DAN ARUS ANTARA DYE SENSITIZED SOLAR CELL (DSSC) YANG MENGGUNAKAN COUNTER ELECTRODE JELAGA LILIN DAN GRAFIT PENSIL DIFFERENCE TEST OF THE VOLTAGE ANDTHE CURRENT STABILITY BETWEEN DYE SENSITIZED SOLAR CELL (DSSC) USING CANDLE SOOT AND PENCIL GRAPHITE AS COUNTER ELECTRODE Danang Mohamat Yuri; W.S. Brams Dwandaru
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 5, No 5 (2016): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan fabrikasi dan karakterisasi DSSC dengan counter electrode karbon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kestabilan tegangan dan arus antara DSSC yang menggunakan counter electrode jelaga dan grafit pensil,mengetahui tegangan dan arus yang dihasilkan DSSC pada kondisi gelap dan terang,mengetahui performansi DSSC dari hasil uji I-V karakteristik, serta membandingkan tegangan dan arus DSSC yang menggunakan jelaga dengan DSSC yang menggunakan grafit pensil.DSSC dibuat dengan kaca substrat dari kaca preparat yang dilapisi dengan . Bahan semikonduktor yang digunakan adalah  yang dideposisikan pada elektroda kerja. Dye yang digunakan terbuat dari buah naga merah, serta menggunakan larutan elektrolit dengan komposisi 5 ml KI 0,5 M + 5 ml  0,05 M. Bahan katalis menggunakan karbon yang divariasikan jenisnya, yaitu menggunakan jelaga dan grafit pensil. Untuk mengetahui performa DSSC, dilakukan pengujian kestabilan tegangan dan arus, pengujian kedua sampel DSSC pada ruang gelap dan terang, serta pengujian karakteristik I-V. Adapun sifat optik dye buah naga diuji menggunakan spektrofotometer UV-Vis.Hasil pengujian menunjukkan bahwa sampel DSSC yang menggunakan counter electrode dari jelaga mempunyai efisiensi sebesar 0,000667141 %, lebih besar daripada DSSC yang menggunakan counter electrode grafit pensil yaitu 0,000400285 %. Namun kedua DSSC belum menghasilkan output tegangan dan arus yang stabil, dimana tegangan dan arus yang terukur selalu mengalami penurunan dari waktu ke waktu.Kata-kata kunci: DSSC, grafit pensil 2B, jelaga, buah nagaHas been done a fabrication and characterization to DSSC with carbon as counter electrode. This study  aims to know the difference of the voltage and the current stability between DSSC using candle soot and pencil graphite as counter electrode, to know the voltage and the current value produced by DSSC at dark and lighted condition, to know DSSC’s performance from I-V characteristic test, and to compare the voltage and the current of DSSC using candle soot and pencil graphite as counter electrode. DSSC was made with substrate glasses from preparat covered with . Semiconductor material wascovered at the main electrode surface. The dye was made from red dragon fruit and used electrolyte solution from 5 ml KI 0.5 M + 5 ml  0.05 M. Carbon material used as a catalyst material, which is given the kind variation using candle soot and pencil graphite. To know the DSSC’s performance, then did a voltage and current stability test, testing the two samples of DSSC at dark and lighted room, and I-V characteristic test. The optic’s characteristic of the dragon fruit dye was tested using UV-Vis spectrofotometer. The results of this research showed that DSSC using candle soot as counter electrode had 0.000667141 % efficiency, higher than DSSC using pencil graphite as counter electrode, which is that DSSC had 0.000400285 % efficiency. However, the two samples of DSSC did not produce the stable voltage and current, the voltage and  the current getting lower. Keywords: DSSC,2B  pencil graphite, soot, dragon fruit
PENGEMBANGAN SENSOR TEMPERATUR BERBASISPOLYMER OPTICAL FIBER (POF) YANG DISISIPI GEL THE DEVELOPMENT OF TEMPERATURE SENSOR BASED POLYMER OPTICAL FIBER (POF) INSERTED GEL Kurnie Andita; Heru Kuswanto
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 6, No 5 (2017): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh warna gel pada persambungan dan perubahan temperatur terhadap intensitas keluaran fiber optik yang disisipi gel. Peneliti juga menentukan warna gel yang memberikan perubahan intensitas terbesar serta sensitivitas dan linearitas terbaik pada sensor temperatur.Fiber optik yang digunakan adalah Polymer Optical Fiber (POF) tipe SH-4001-1.3. POF ini memiliki indeks bias core sebesar 1,49 dan indeks bias cladding sebesar 1,41. Gel disisipi diantara fiber optik sepanjang 1 cm di dalam selang kecil dengan berbagai warna gel, kemudian diberi perlakuan perubahan temperatur sehingga mempengaruhi intensitas keluaran cahaya.  Daya optik keluaran dari POF dideteksi dengan menggunakan Optical Power Meter (OPM). Sumber cahaya yang digunakan adalah laser He-Ne dengan panjang gelombang 632,8 nm dan daya keluaran 5 mW.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyisipan persambungan dengan berbagai warna gel dapat mempengaruhi intensitas keluaran fiber optik. Perubahan keluaran intensitas terbesar ditunjukkan oleh fiber yang disisipi gel warna kuning. Pada kisaran temperatur 10°-50°C, semakin tinggi temperatur yang diberikan maka intensitas keluarannya semakin besar. Nilai sensitivitas terbaik terdapat pada pengisi sambungan dengan gel warna bening dengan gradien sebesar (0,0522±0,0007) dBm/°C ketika diberi perlakuan pemanasan dan (0,0517±0,0004) dBm/°C ketika diberi perlakuan pendinginan. Linearitas terbaik ditunjukkan oleh gel warna merah dengan koefisien determinasi sebesar 0,99587 ketika dilakukan pemanasan dan gel warna kuning sebesar 0,99744 ketika dilakukan pendinginan. Kata kunci :Polymer Optical Fiber, sensor temperatur, gel AbstractThis study aimed to determine the effect of gel color variations at the junction and the temperature changes to the output intensity of the optical fiber inserted gel. The researcher also specified a gel color providing the greatest intensity changes, the best sensitivity and linearity of the temperature sensor.The optical fiber used by researcher was the Polymer Optical Fiber (POF) SH-4001-1.3 type. This POF had 1.49 core refractive index and 1.41 cladding refractive index. The gel was inserted between the optical fiber with 1 cm length in a small tube with color variations, then they were treated with temperature changes, so it affected the intensity. The Optical power outputted by POF was detected by Optical Power Meter (OPM). The light source used by researcher is a He-Ne laser with 632.8 nm wavelength and 5 mW output power.The results showed that the insertion of optical fiber connection with the different gel colors could affect the intensity of optical fiber output. The largest intensity output changes was shown by the yellow inserted fiber. At the (10-50)°C temperature, along with the higher temperature, the intensity would be greater. The best sensitivity value was the transparent gel with (0.0522±0.0007) dBm/°C gradient when it was heated, and (0.0517 ± 0.0004) dBm/°C when it was cooled. The best linearity was shown by the red gel with 0.99587 determination coefficient when it was heated and the gel changed to be yellow when it was cooled with 0.99744 value. Keywords : Polymer Optical Fiber, temperature sensor, gel
PENGARUH PENAMBAHAN KONSENTRASI SURFAKTAN Na2EDTA TERHADAP TEGANGAN PERMUKAAN DAN VISKOSITAS OLI PERTAMINA ENDURO 4 STROKE THE EFFECT OF SURFACTANT CONCENTRATION OF DISODIUM ETHYLENEDIAMINETETRAACETIC SALT (Na2EDTA) ON THE SURFACE TENSION AND VISCOSITY OF PERTAMINA ENDURO 4 STROKE ENGINE OIL andri nur priyatno andri nur priyatno; suparno suparno
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi surfaktan terhadap tegangan permukaan dan viskositas oli mesin Enduro 4 Takproduksi Pertamina dengan klasifikasi SAE 20W-50.Surfaktan yang digunakan yaitu Na2EDTA (Disodium Ethylenediaminetetra acetic Salt) dengan Konsentrasi yaitu 0,43M, 0,65M, dan 0,87M. Setiap konsentrasi surfaktan dimasukan kedalam oli dengan satuan persen volume surfaktan dalam larutan yaitu 2%, 4%, 6%, 8%, 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30%. Metode yang digunakan untuk menentukan tegangan permukaan larutan adalah cincin Du Nouy dan dalam menentukan viskositas larutan menggunakan metode viskometer Ostwald.Hasil penelitian oli mesin Enduro 4 Tak murni pada 27oC memiliki nilai tegangan permukaan (103 ± 1) mN/m dan nilai viskositas (86± 1) cP. Pengaruh penambahan konsentrasi surfaktan ke dalam oli akan cenderung menaikkan nilai tegangan permukaan oli. Kenaikan nilai tegangan permukaan terbaik, teruji pada penambahan konsentrasi surfaktan 0,65M dengan konsentrasi larutan 30% yaitu (122± 2) mN/m. Sedangkan pengaruh penambahan konsentrasi surfaktan ke dalam oli, akanmenaikkan nilai viskositas oli. Kenaikan nilai viskositas terbaik, teruji pada penambahan konsentrasi surfaktan 0,65 M dengan konsentrasi larutan 30% yaitu (444± 6) cP.Kata kunci : Oli Mesin Enduro 4 Tak, Surfaktan, Na2EDTA, Tegangan Permukaan, Viskositas.ABSTRACTThis study aims to determine the effect of adding a surfactant concentration to the surface tension and viscocity of the Enduro 4 Stroke engine oil of Pertamina production with classification of SAE 20W-50.The surfactant used is Na2EDTA (Disodium Ethylenediaminetetraaceti Salt) with concentrations 0.43 M, 0.65M and 0.87M. Each concentration incorporated into the oil with unit volume percent surfactant in solution which is 2%, 4%, 6%, 8%, 10%, 15%, 20%, 25%, and 30%. The method used to determine the surface tension of the solution is the Du Nouy ring method and in the determining the viscosity of the solution using Ostwald Viscometer method.The research results show the value of surface tension Enduro 4 Stroke engine oil at 27oC is (103 ± 1) mN/m and viscosity values (86±1) cP. The effect of adding the surfactants concentrations in the oil will tend to raise the value of the surface tension of the oil. The increase in surface tensionPengaruh Penambahan Konsentrasi ...(Andri Nur P.) 2value best, tested the addition of surfactant concentrations 0.65M solution with a concentration 30% of is (122 ± 2) mN / m. While the effect of adding the surfactants concentrations in the oil, will raise the value of the vicosity of the oil. The increase in the value of the best viscosity, tested the addition of surfactant concentration of 0.65 M with a concentration of 30% is (444 ± 6) cP.Keywords: Enduro 4 Stroke Engine Oil, surfactant, Surface Tension, Viscocity.
CHARACTERISTICS OF SILVER NANOPARTICLES FROM ELECTROLYSIS TECHNIQUES BASED ON UV-VIS SPECTROPHOTOMETER AMD PARTICLE SIZE ANALYZER (PSA) TEST Regina Dwistika , Suparno
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 7, No 5 (2018): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tegangan dan waktu terhadap konsentrasi larutan nanopartikel perak yang dihasilkan dari proses produksi elektrolisis dan untuk mengetahui karakteristik nanopartikel perak yang dihasilkan dari teknik elektrolisis. Penelitian ini dimulai dengan membuat larutan nanopartikel perak dengan teknik elektrolisis dan mengukur konsentrasi larutan yang diperoleh dengan TDS. Kemudian menguji absorbansi nanopartikel perak dengan menggunakan spetrofotometer Uv-Vis dan menguji ukuran nano partikel perak dengan particle size analyzer (PSA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tegangan dan waktu elektrolisis terhadap konsentrasi larutan nanopartikel perak. Karena semakin lama durasi (waktu) elektrolisis dan semakin besar tegangan elektrolisis yang ditentukan maka konsentrasi larutan yang didapat semakin tinggi pula. Karakteristik nanopartikel perak dapat dilihat dari warna nanosilver yang berubah dari kuning menjadi kemerahan ketika konsentrasi larutan semakin tinggi. Hasil dari uji spektofotometer Uv-Vis, menunjukkan bahwa hasil dari konsentrasi larutan nanopartikel perak sebesar 16 ppm mampu menyerap cahaya pada panjang gelombang sebesar 425,50 nm dengan puncak absorbansi 0,214 . Hasil dari uji PSA menunjukkan bahwa larutan nanopartikel perak dengan konsentrasi 16 ppm memiliki ukuran nanopartikel perak sebesar 97,1 nm. Hal ini sesuai dengan teori , bahwa suatu bahan tergolong sebagai nanopartikel jika memiliki ukuran sebesar 1-100 nm. Kata Kunci : nanopartikel perak, spektrofotometer Uv-Vis, dan particle size analyzer ABSTRACT This study aimed to determine the correlation between voltage and time on the solution of silver nanoparticles concentration produced from electrolysis production process and to determine the characteristics of silver nanoparticles produced from electrolysis techniques. This study began by making a silver nanoparticles solution with electrolysis techniques and measuring the solution concentration that obtained from the TDS results. Then, performed Uv-Vis spetrofotometer to test the absorbance of silver nanoparticles using and particle size analyzer (PSA) to test the size of silver nanoparticles. The results in dicated that there was a correlation between voltage and electrolysis time on the silver nanoparticles solution concentration. More longer the electrolysis duration (time) and more higher the determined electrolysis voltage, then the concentration of the obtained solution obtained became higher too. The characteristics of silver nanoparticles can beseen from the nanosilver color that changes from yellow to reddish when the solution concentration became higher. The results of the Uv-Vis spectrophotometer shown that 16 ppm concentration of silver nanoparticles solution can absorb 425.50 nm wave length with 0.214 maximum absorbent value of light. The results of the PSA test stated that the size of 16 ppm concentration of silver nanoparticles solution only 97.1nm. This was in accordance with the theory, that a material was classified as a nanoparticle if it had a size of 1-100 nm. Keywords: silver nanoparticles,spectrofotometer UV-VIS, and particle size analyzer
RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL KADAR OKSIGEN DI DALAM AIR PADA KOLAM PEMBENIHAN IKAN LELE MUTIARA DI UNIT KERJA BUDIDAYA AIR TAWAR (UKBAT) WONOCATUR CANGKRINGAN, SLEMAN, YOGYAKARTA DESIGN OF DISSOLVED OXYGEN CONTROL SYSTEM IN THE WATER OF THE MUTIARA CATFISH HATCHERY POND IN DEPARTEMENT OF FISHERIES WONOCATUR CANGKRINGAN, SLEMAN, YOGYAKARTA Mela Yusvarina; Sumarna Sumarna
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 5, No 7 (2016): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara membuat sensor polarografik, mengetahui rancang bangunsistem kontrol oksigen terlarut pada kolam pembenihan lele dan mengetahui perbandingan hasil panen benih ikanlele antara kolam pembenihan yang dipasang aerator dan kolam yang dipasang alat kontrol oksigen. Sensorpolarografik dibuat sebagai pendeteksi oksigen di dalam air dengan menggunakan katoda platina dan anoda perakyang diberi KCl 0,1 M sebanyak 1,5 ml dan ditutup dengan membran PTFE. Arduino digunakan sebagai komparatordan pemutar motor servo. Metode yang digunakan untuk menganalisis rangkaian sistem kontrol oksigenadalah diagram blok. Hasil pengujian tegangan referensi sensor sebesar 0,7 V. Servo berputar 120° regulatorterbuka dan 180° saat regulator tertutup. Panjang rata-rata benih pada kolam yang diberi aerator sebesar(1,8 ± 0,3) cm dan massa rata-ratanya (0,14 ± 0,06) gram. Sedangkan panjang rata-rata benih pada kolam yangdiberi alat pengendali oksigen sebesar (3,0 ± 0,5) cm dan massa rata-ratanya (0,3 ± 0,2) gram. Perbedaan panjangrata-rata benih antara dua kolam signifikan, sedangkan perbedaan massa rata-rata kedua kolam tidak signifikan.Kata kunci: sistem kontrol, oksigen, sensor polarografik, benih lele MutiaraAbstractThis research was aimed to make polarographic oxygen sensor, to design dissolved oxygen control systemin the Mutiara catfish hatcery pond and to determine the ratio of catfish fry between the pond which used aeratorand the pond which used dissolved oxygen control device. Polarographic oxygen sensor was created as a detectorof the oxygen in the water used a platinum cathode and a silver anode which was added 1.5 ml of KCl 0.1 M, andwas covered with a PTFE membrane. Arduino was used as a comparator and servo motor controller. The methodused to analyse oxygen control system was block diagram. The result of the reference voltage of sensor was 0.7V. Servo rotated 120°, regulators opened and 180° when the regulator was closed. The average length of the catfishfry in the pond which used aerator was (1.8 ± 0.3) cm and the average mass was (0.14 ± 0.06) grams. While theaverage length of catfish fry in the pond which used oxygen control system device was (3.0 ± 0.5) cm and averagemass was (0.3 ± 0.2) grams. The difference in average length of catfish fry between two pond was significant, whilethe difference in average mass of both was insignificant.Keywords: control system, oxygen, polarographic oxygen sensor, fry of Mutiara catfish
KARAKTERISASI DAN APLIKASI NANOPARTIKEL PERAK IONIK DENGAN METODE ELEKTROLISIS SEBAGAI ANTIBAKTERI STREPTOCOCCUS PYOGENES Khasanah, Ayu Hana Umi; Suparno, Suparno; Dwandaru, Wipsar Sunu Brams
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA)
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/fisika - s1.v11i1.20877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu elektrolisis terhadap konsentrasi dan konduktivitas larutan, mengetahui karakteristik nanopartikel perak ionik, dan mengetahui efek konsentrasi terhadap aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus pyogenes. Produksi nanopartikel perak ionik dilakukan dengan menggunakan elektroda perak dalam larutan akuades selama 100 menit dengan tegangan 20 volt. Konsentrasi dan konduktivitas larutan diukur setiap 10 menit. Larutan yang dihasilkan kemudian diuapkan dan diencerkan menjadi lima variasi konsentrasi. Nanopartikel perak ionik yang dihasilkan kemudian dikarakterisasi menggunakan metode UV-Vis, AAS, dan PSA. Hasil penelitian menunjuukan semakin lama waktu elektrolisis, konsentrasi dan konduktivitas larutan semakin besarHasil uji spektrofotometer UV-Vis menunjukkan puncak absorbansi pada panjang gelombang 405 nm, 411 nm, 407 nm, dan 411 nm untuk konsentrasi 25-65 ppm dengan interval 10 ppm. Karakterisasi AAS menunjukkan konsentrasi larutan sebesar 43 ppm, 45 ppm, 60 ppm, 72 ppm, dan 89 ppm. Hasil uji PSA menunjukkan ukuran partikel 83,4 nm dan bersifat homogen. Uji antibakteri menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi nanopartikel perak ionik, semakin besar aktivitas antibakterinya terhadap Streptococcus pyogenes. Konsentrasi paling efektif adalah 65 ppm dengan diameter zona bening sebesar 10,7 mm.
ANALISIS DISTORSI HARMONIK TERHADAP ISYARAT PADA RANGKAIAN PENGUAT TRANSISTOR SATU TAHAP Arfianto, Muhammad Eka Kevin; sumarna, Sumarna
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA)
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/fisika - s1.v11i1.20846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik distorsi harmonik pada penguat transistor satu tahap dan mengidentifikasi bagian komponen penguat yang menjadi sumber terjadinya distorsi harmonik. Penguat yang digunakan menggunakan konfigurasi common-emitter dengan transistor 2N3904. Membandingkan hasil spektrum frekuensi isyarat masukan dan keluaran penguat menggunakan algoritma fast fourier transform dengan Matlab. Mengganti nilai resistansi komponen sebagai pembanding dengan hasil spektrum frekuensi awal untuk mengetahui sumber terjadinya distorsi harmonik. Frekuensi isyarat masukan yang digunakan yaitu 1100 – 1900 Hz. Nilai total distorsi harmonik yang didapatkan dari spektrum frekuensi dengan algoritma fast fourier transform menunjukkan komponen yang menjadi sumber terjadinya distorsi harmonik. Frekuensi masukan 1100 Hz memiliki nilai total distorsi harmonik pada isyarat masukan yaitu -63.2337 dB dan isyarat keluaran yaitu -21.7159 dB. Nilai total distorsi harmonik pada penggantian nilai resistansi 8 kΩ yaitu -21.1217 dB dan RC 12 kΩ yaitu -15.6703 dB, hal ini menunjukkan bahwa harmonik muncul pada keluaran setelah melalui penguat. Amplitudo harmonik yang berkurang seiring dengan meningkatnya nomor harmonik atau meningkatnya frekuensi harmonik yang muncul. Nilai total distorsi harmonik yang mengalami perubahan signifikan yaitu dengan mengganti nilai resistansi pada collector.
UJI NANOPARTIKEL PERAK IONIK SEBAGAI ANTIBAKTERI AEROMONAS HYDROPHILA PADA BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR Setyawati, Fadhilah Fitria; Suparno, Suparno
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA)
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/fisika - s1.v11i1.20879

Abstract

Produksi budidaya ikan air tawar menyalip produksi ikan tangkapan laut. Akan tetapi, peningkatan produksi tersebut sejalan dengan hama dan penyakit. Solusi dalam mengatasi penyakit budidaya ikan air tawar adalah penggunaan antibiotik, tetapi penggunaan antibiotik tersebut membuat bakteri Aeromonas hydrophila resisten terhadap antibiotik. Oleh karena itu, dibutuhkan bahan antibakteri yang tidak menimbulkan resisten seperti penggunaan nanopartikel perak menggunakan metode elektrolisis. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh konsentrasi nanopartikel perak ionik terhadap pertumbuhan bakteri Aeromonas hydrophila, dan (2) mengetahui pengaruh lama waktu pengamatan terhadap diameter zona bening untuk masing-masing konsentrasi nanopartikel perak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan elektrolisis dua lempengan perak bertegangan 18 volt dalam waktu 100 menit. Larutan nanopartikel perak hasil elektrolisis tersebut kemudian di karakterisasi yang selanjutnya dilakukan pengujian antibakteri Aeromonas hydrophila menggunakan metode difusi sumuran. Hasil uji daya hambat menunjukkan bahwas semakin lama waktu pengamatan, maka semakin semakin kecil diameter zona bening yang terbentuk. Sampel ciprofloxacin menunjukkan waktu bertahan lebih dari 72 jam, sedangkan sampel nanopartikel perak menunjukkan waktu bertahan kurang dari 72 jam. Waktu bertahan nanopartikel perak dalam menghambat Aeromonas hydrophila berpengaruh pada konsentrasi larutan. Semakin tinggi konsentrasi nanopartikel perak, maka semakin lama waktu menghambat bakteri tersebut.
PENINGKATAN PERFORMA AUDIO BIO HARMONIC SYSTEM (ABHS) BERTENAGA BATERAI Krisanlo, Endiko; Kadarisman, Nur
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA)
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/fisika - s1.v11i1.21028

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui peningkatan performa ABHS bertenaga baterai ditinjau dari tiga hal yaitu lama waktu baterai digunakan untuk pemaparan bunyi, lama waktu pengisian baterai, dan jarak jangkauan taraf intensitas bunyi yang dihasilkan. Metode dalam penelitian ini meliputi persiapan, perbaikan alat, dan pengujian alat. Instrumen bunyi pada ABHS difokuskan pada penggantian komponen amplifier menjadi tipe PAM 8610, sedangkan instrumen daya listrik difokuskan pada pemasangan BMS yang tepat. Pengujian alat meliputi uji pengosongan baterai, uji pengisian baterai, dan uji taraf intensitas bunyi. Pengujian dilakukan di LAB FMIPA UNY dan area persawahan di daerah Wonogiri. Berdasarkan pengujian, didapatkan performa baru dari ABHS versi sebelumnya yaitu ABHS yang semula bertahan 3 jam 55 menit meningkat menjadi 5 jam 10 menit. Waktu  pengisian baterai, yang semula 6 jam 50 menit menjadi hanya 2 jam 5 menit. Jarak jangkauan taraf intensitas bunyi pada jarak 1 meter, ABHS versi lama 105,2 dB meningkat menjadi 108,4 dB, sedangkan pada jarak 60 meter, ABHS versi lama menghasilkan 65,3 dB meningkat menjadi 69,3 dB.