cover
Contact Name
Fazri
Contact Email
jurutera@unsam.ac.id
Phone
+6285261571533
Journal Mail Official
fazri@unsam.ac.id
Editorial Address
Jln. Prof. Dr. Syarif Thayeb, Meurandeh, Kota Langsa, Aceh, 24416
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
JURUTERA (Jurnal Umum Teknik Terapan)
Published by Universitas Samudra
Core Subject : Engineering,
Jurnal Ilmiah Jurutera menerbitkan dalam berbagai topik dalam bidang rekayasa dan sains yang dapat dikategorikan kedalam tema-tema berikut: - Teknik Elektro dan Informatika - Teknik Geologi dan Pertambangan - Teknik Arsitektur dan Perencanaan Wilayah dan Kota - Teknik Mesin dan Industri - Teknik Sipil dan Lingkungan - Teknik Perkapalan, Sistem Perkapalan, dan Kelautan - Multidisiplin
Articles 161 Documents
Kajian Eksperimental Pengering Ikan Energi Surya Efek Rumah Kaca Bujang Sugiono; Syamsul Bahri Widodo; Ahmad Syuhada
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 1 No 02 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v1i02.743

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan, dengan wilayah perairan yang luas, sehingga sektor perikanan memainkan peranan yang cukup strategis. Sebagian besar masyarakat menggantungkan hidupnya dari sektor ini. Propinsi Aceh memiliki panjang pesisir pantai mencapai 1.660 km dengan luas perairan laut mencapai 295.370 km2, sehingga perikanan berpeluang menjadi pilar ekonomi lokal. Namun permasalahan umum yang dihadapi nelayan tradisional adalah pengelolaan dan penanganan hasil tangkapan, misalnya pada musim panen raya hasil ikan melimpah, menyebabkan harga jual menurun. Oleh sebab itu dibutuhkan teknologi pasca panen mengawetkan produk hasil tangkapan laut. Pengawetan ikan biasanya dilakukan dengan cara pengeringan atau pendinginan. Pengeringan dapat dilakukan secara alamiah atau menggunakan peralatan bantu. Dalam kajian ini pengeringan dilakukan secara alamiah menggunakan prinsip pemanasan effeck rumah kaca. Pengeringan secara alamiah. Pada kajian ini penulis melakukan pengukuran temperatur ruang pengering, pengukuran temperatur udara luar alat pengering, pengukuran kecepatan angin diluar alat pengering, pengukuran radiasi matahari diluar alat pengering, pengukuran perubahan berat ikan selama proses pengeringan. Penelitian ini hanya meliputi pengujian alat pengering surya efek rumah kaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan air ikan akhir yang diperoleh adalah sekira 28 %, dengan waktu pengeringan selama 10 jam, dengan kandungan air awal sebesar 65%, maka laju pengeringan adalah 3,29 %/jam.
Kaji Eksperimental Penggunaan Sirip Pada Pendinginan Panel PV Menggunakan Media Udara Syamsul Bahri Widodo; Hamdani Umar; Puput Heri Syahputra
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 1 No 02 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v1i02.744

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan pengujian pendinginan panel surya menggunakan udara sebagai media pendingin. Hasil pengujian juga dibandingkan dengan panel surya tanpa pendinginan. Dari hasil kedua pengujian diperoleh, efisiensi maksimum panel surya tanpa pendinginan adalah 6,7% pada temperatur permukaan 40oC dan akan menurun dengan meningkatnya temperatur permukaan panel surya. Efisiensi maksimum panel surya dengan pendinginan udara mencapai 7,8% pada temperatur permukaan 40oC. Sedangkan efisiensi termal sistem diperoleh sebesar 42,2 % dengan masa laju aliaran udara dipertahankan pada 0,052 kg/s. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pendinginan udara dapat diterapkan untuk menjaga panel surya bekerja pada efisiensi terbaik.
Pengaruh Pelat Absorber Pada Alat Pengering Surya Tipe Lorong Untuk Mengeringkan Ikan Syamsul Bahri Widodo; Devy Suhendar; Zainal Arif
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 1 No 02 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v1i02.745

Abstract

Sumber hasil laut didaerah pesisir Kota Langsa khususnya ikan tangkap ditahun 2012 sebesar 7.185 Ton, dan ikan tambak sebesar 2.195 Ton. disamping itu tidak higienisnya atau pembusukan ikan kerap menjadi permasalahan oleh masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan ditambah kurangnya pengetahuan teknologi dalam melakukan proses pengawetan atau pengeringan ikan. Dalam hal ini penulis melakukan modifikasi alat pengering surya tipe lorong dengan dibantukan pelat absorber, Alat pengering yang sudah dirancang mempunyai ukuran panjang 240 cm x lebar 80 cm yang didalamnya ada 2 buah rak yang masing- masing dengan ukuran 120 cm x 80 cm dan pelat absorber pada rak 1 dengan ukuran 70 x 80 cm. Prinsip kerja dari alat pengering ikan ini ialah proses pengeringan dapat dilakukan pada siang hari dengan memasukkan bahan pengering ke dalam tiap rak penampung. Produk akan mengalami proses pengeringan dikarenakan temperatur ruang pengering yang meningkat akibat penyerapan radiasi surya oleh penutup transparan pada atap bangunan serta penambahan pelat absorber sebagai pengumpul panas untuk menaikkan temperatur udara ruang pengering. Proses pengeringan ini ialah untuk mendapatkan besar pengaruh pelat absorber dalam mendistribusikan temperatur kesetiap rak pengering. Proses pengeringan dilakukan dua hari, Didalam ruang pengering, udara panas hasil konveksi bertemperatur 40-60℃ mengeringkan ikan dari massa awal 850 gram dengan kadar air 69,41% hingga didapat hasil pengujian terakhir menjadi 360 gram dengan kadar air 16,1%, dalam kurun waktu 48 jam (2 hari) pengeringan dalam kondisi cuaca yang tidak menentu.
STUDI EKSPERIMENTAL BALOK PROFIL KANAL (C) FERROFOAM CONCRETE DENGAN PENAMBAHAN POZZOLAN Irwansyah Irwansyah; Faiz Isma; Aulia Ismatullah
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 5 No 02 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v5i02.746

Abstract

Telah di uji 8 (didominasi) beton ferrofoam yang dibentuk dengan 2 segmen profil saluran (C) yang panjangnya 110 mm dirangkai profil I dengan variasi berbeda tinggi (h), lebar sayap (bf) pada profil kanal 300 mm; 150 mm, 450 mm; 225 mm, 600 mm; 300 mm dengan tebal (tw = tf) keseluruhan profil yaitu 30 mm, 40 mm, 50 mm. Hasil kuat tekan beton rata-rata (f'c) adalah 32,56 MPa dengan Gravitasi Spesifik (SG) 1,6 dan Faktor Air Semen (FAS) 0,4 dan peningkatan pozzolan sebesar 10% dan kekuatan leleh tulangan D8 421 MPa, dan tegangan leleh wiremesh 530 MPa. Hasil penelitian yang diperoleh adalah beban maksimum dari profil kanal (C) yang dikonfigurasikan dengan tinggi 300 mm adalah (PCBP 300.150.50) mampu menahan beban maksimum sebesar 20,41 Ton dengan lendutan sebesar 24,43 mm, untuk profil dengan tinggi 450 mm adalah (PCBP 450.225. 50) dapat menahan beban maksimum sebesar 33 Ton dengan lendutan sebesar 31,25 mm dan untuk profil dengan tinggi 600 mm (PCBP 600.300,50) mampu menahan beban maksimum sebesar 39,93 Ton dengan lendutan sebesar 28,55 mm. Jumlah penambahan profil yang dapat dipikul oleh kanal profil (C) dengan tinggi 600 mm adalah sebesar 1,95 kali dari profil dengan tinggi 300 mm dan untuk profil dengan tinggi 450 mm mampu menahan beban sebesar 1,62 kali dari profil dengan tinggi 300 mm. Hasil pengujian menunjukkan dengan adanya perbandingan profil tinggi maka kapasitas dari profil tersebut menjadi meningkat. Jumlah penambahan profil yang dapat dipikul oleh kanal profil (C) dengan tinggi 600 mm adalah sebesar 1,95 kali dari profil dengan tinggi 300 mm dan untuk profil dengan tinggi 450 mm mampu menahan beban sebesar 1,62 kali dari profil dengan tinggi 300 mm. Hasil pengujian menunjukkan dengan adanya perbandingan profil tinggi maka kapasitas dari profil tersebut menjadi meningkat. Jumlah penambahan profil yang dapat dipikul oleh kanal profil (C) dengan tinggi 600 mm adalah sebesar 1,95 kali dari profil dengan tinggi 300 mm dan untuk profil dengan tinggi 450 mm mampu menahan beban sebesar 1,62 kali dari profil dengan tinggi 300 mm. Hasil pengujian menunjukkan dengan adanya perbandingan profil tinggi maka kapasitas dari profil tersebut menjadi meningkat.
Analisis Tingkat pH Air Produksi Menggunakan Grafik Kendali pada PDAM Tirta Keumuning Kota Langsa Yusri Nadya; Wiky Sabardi; Dewiyana Dewiyana; Suriadi Suriadi
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 2 No 01 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v2i01.785

Abstract

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Keumueneng Kota Langsa sebagai suatu badan usaha milik daerah dilingkungan pemerintah Kota Langsa yang bergerak dibidang publik service tidak luput dari tuntutan untuk senantiasa mampu memberikan kualitas pelayanan yang dapat memberikan kepuasan kepada pelanggannya. Tujuan pokok dari pengendalian mutu adalah untuk mengetahui sejauh mana proses dan hasil produk (jasa) yang dibuat sesuai dengan standard yang ditetapkan perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pH air produksi apakah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Adapun metode analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan grafik kendali X. Dari hasil penelitian diperoleh hanya 7,69 % Ph air produksi yang berada didalam batas control, akan tetapi masih berada dalam Standard mutu air minum untuk kebutuhan rumah tangga ditetapkan berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang “ Persyaratan Kualitas Air Minum, dengan rata- rata ph air produksi 6,79.
Analisa Subyektifitas dan Beban Kerja Secara Ergonomi Untuk Meningkatkan Produktivitas Meri Andriani; Dewiyana .; Cut Ita Erliana
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 2 No 01 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v2i01.786

Abstract

Produktivitas merupakan perbandingan output (keluaran) dan input (masukan) persatuan waktu. Penelitian bertujuan mendapatkan peralatan yang ergonomis melalui perancangan ulang trolly. Perancangan ulang dilakukan untuk mendapatkan waktu kerja yang optimal dalam bekerja sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja. Penelitian menggambarkan adanya fasilitas kerja(trolly) yang manual sehingga operator bekerja dengan beban kerja yang besar dan adanya keluhan subyektifitas operator sehingga waktu kerja menjadi lama. Beberapa hal yang akan dijadikan dasar dalam melakukan perancangan ulang adalah Standard Nordiq Questionnaire (SNQ), Antropometri dan metode French sebagai dasar dalam perancangan fasilitas(trolly), metode %CVL dan %HR untuk menganalisis beban kerja operator. Hasil pengukuran menunjukan tindakan sekarang juga untuk perancangan ulang ditandai dengan banyaknya titik keluhan yang dirasakan operator melalui Standard Nordiq Questionnaire(SNQ), 32,14% untuk metode %CVL dan %HR. sehingga waktu standar yang dihasilkan 4,89 menit dan produktivitas yang dihasilkan adalah 98 unit/man-hour. Setelah perancangan ulang, hasil pengukuran menunjukkan tindakan aman, ditandai dengan waktu standar yang didapat setelah perancangan ulang trolly adalah 0,95 menit dan produktivitas yang dihasilkan adalah 505 unit/ man-hour. Sementara hasil Standard Nordiq Questionnaire (SNQ), metode %CVL dan %HR belum bisa diukur berhubung perancangan ulang trolly hanya satu sisi saja.
Studi Ruang Parkir Universitas Samudra Kampus Meurandeh Wan Alamsyah; Meilandy Purwandito
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 2 No 01 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v2i01.787

Abstract

Universitas Samudra (Unsam) yang berlokasi di Kota Langsa adalah institusi pendidikan dengan aktivitas perkuliahan tidak terlepas dari banyaknya kendaraan untuk menuju kampus, akibatnya menimbulkan dampak terhadap penyediaan lahan parkir dan kelancaran lalu lintas kampus. Tidak optimalnya manajemen perparkiran, kurangnya perhatian penataan parkir serta keterbatasan lahan parkir yang ada saat ini berpotensi menimbulkan kemacetan, parkir tidak teratur, dan kesemrawutan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi awal guna mengevaluasi kebutuhan ruang parkir optimal, memprediksi kebutuhan parkir beberapa tahun mendatang untuk merencanakan manajemen perparkiran dimasa yang akan datang. Data primer terdiri dari data karakteristik parkir. Metode yang digunakan Survey Kordon (Cordon Count). Hasil analisis volume parkir tertinggi dan permintaan parkir tertinggi terjadi pada Biro Rektor, FKIP Prodi Biologi dan Fakultas Hukum yang tergabung dalam satu gedung terlihat lebih tinggi dari volume parkir dan permintaan parkir fakultas yang lain. Diprediksikan untuk kebutuhan ruang parkir 5 tahun yang akan datang, Universitas Samudra (Unsam) ini akan menghadapi masalah kekurangan ruang parkir. Oleh karena itu diperlukan perencanaan dan penataan untuk mengatasi masalah tersebut.
Perancangan Dan Pembuatan Mata Pisau Perajang Singkong Tipe Vertikal Taufan Arif Adlie; Fazri Amir; Widi Elfianto
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 2 No 01 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v2i01.788

Abstract

Pembuatan piringan dan mata pisau perajang singkong tipe vertikal bertujuan untuk mendapatkan hasil perajangan yang baik dengan ketebalan yang sama. Dengan demikian, pembuatan piringan dan mata pisau perajang singkong ini mampu memproduksi keripik singkong dengan jumlah yang banyak dalam waktu yang relatif singkat sehingga dapat meningkatkan hasil produksi. Metode yang digunakan dalam proses pembuatan piringan dan mata pisau perajang singkong diawali dengan persiapan peralatan dan bahan, disain gambar, bahan yang digunakan dalam proses pembuatan piringan yaitu plat baja dengan lapisan galvanis dan mata pisau dari baja SUP9 (pegas daun) dari bebrapa proses pembuatan didapat hasil untuk diameter piringan pisau 300 mm dengan tebal 8 mm, dan mat pisau dengan ukuran 98 x 40 mm. Setelah dilakukan pengujian dengan menggunakan 2 variasi piringan dan 2 variasi mata pisau dengan material yang berbeda, maka didapatkan hasil analisanya pada piringan dengan 2 mata pisau hasil terbaik yang didapat 1550 grdari 2000 gr singkong atau 77,5% dalam waktu 60 detik, pada piringan mata pisau 3 hasil terbaik yang didapat sebanyak 2000 (gr) dari 2500 (gr) singkong atau 80% dalam waktu 60 detik. Dengan demikian dari hasil pengujian didapatkan kapasitas perajang singkong hingga 93 kg/jam, dengan menggunakan motor listrik 0,5 hp dan merubah putaran motor listrik dari 1400 rpm menjadi 246 rpm.
Peningkatan Sistem Kerja Produksi UntukMeningkatkan Efektivitas Industri Kecil di Kota Langsa (Studi Kasus pada UD. Cita Rasa, Pabrik Roti, Kota Langsa) Subhan Subhan; Muhammad Thaib Hasan; Muhammad Nazar
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 2 No 01 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v2i01.789

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai penjadwalan operasi yang optimal pada UD Citra Rasa yang bergerak di bidang produksi roti, perusahaan ini menbutuhkan produksi yang seimbang untuk mendukung kinerja yang oktimal. Karena tingkat menganggur yang cukup tinggi terjadi pada beberapa karyawan yang melakukan produksi, dan juga berkenaan dengan jumlah stasiun kerja yang berubah-ubah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah bobot posisi dan pendekatan wilayah. Dengan membandingkan dari ke dua metode tersebut diharapkan tercipta suatu sistem kerja yang tepat dalam menbuat suatu lintasan produsi yang efektif dan efesien. Dari hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa metode bobot posisi memiliki hasil perhitungan yang lebih baik dibandingkan dengan metode pendekatan wilayah. Hasil untuk efesiensi dengan mengunakan metode bobot posisi bisa mencapai 100%. Untuk hasil dengan mengunkan metode pendekatan wilayah yaitu 92,5%. Apa bila perusahaa ingin sistem produksinya yang lebih evektivitas maka metode bobot posisi yang lebih baik digunakan dalam produksinya, dan hasil efisiensi dalam 4 stasiun mendapatkan 100% per stausiun, untuk waktu operasi setiap stasiun 185 menit.
Penataan Jaringan Drainase Berdasarkan Tata Ruang Kota Langsa Eka Mutia; Wan Alamsyah
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 2 No 01 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v2i01.790

Abstract

Kota Langsa saat ini telah memiliki peraturan tentang penataan ruang yaitu Qanun No. 12 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Langsa Tahun 2012–2032. Qanun ini bertujuan untuk untuk mengarahkan pembangunan di Kota Langsa. Namun kehadiran Qanun tersebut belum terlalu mempengaruhi pembangunan di Kota Langsa, salah satunya pembangunan drainase. Hal ini dapat disebabkan belum berfungsinya jaringan drainase yang ada secara optimal dengan penataan ruang yang telah ada. tujuan dari penelitian ini adalah untuk Merekomendasikan penataan ruang yang sesuai untuk meningkatkan kinerja jaringan drainase pada lokasi penelitian. Ruang lingkup penelitian ini dibatasi pada lingkup wilayah studi yaitu pada daerah layanan sebahagian Gampong Teungoh Kecamatan Langsa Kota dan sebahagian Gampong Baro Kecamatan Langsa Lama Kota Langsa. Hasil penelitian menunjukkan penyebab utama terjadi genangan adalah ketinggian elevasi saluran dan pola aliran yang menyimpang sehingga didapat 14 ruas saluran yang tidak berfungsi. Kemiringan saluran yang tidak seragam sehingga mengganggu kecepatan aliran di dalam saluran. Koefisien aliran sebagian besar menghasilkan debit aliran yang masih dapat ditampung oleh kapasitas saluran yang ada. Dari 68 ruas saluran yang ada terdapat 6 ruas saluran yang tidak dapat menampung debit aliran dan 21 ruas saluran dengan kapasitas lebih besar dari yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil tersebut, maka saat perencanaan jaringan drainase perlu untuk dilakukan survey dan pengukuran ketinggian elevasi permukaan tanah dan tingkat kemiringan saluran yang tidak mengganggu kecepatan aliran. Selain itu perlu penataan ruang yang lebih terencana dengan mempertahankan ruang terbuka hijau pada daerah pelayanan dan setiap persil bangunan harus dipertahankan.

Page 5 of 17 | Total Record : 161