cover
Contact Name
Fazri
Contact Email
jurutera@unsam.ac.id
Phone
+6285261571533
Journal Mail Official
fazri@unsam.ac.id
Editorial Address
Jln. Prof. Dr. Syarif Thayeb, Meurandeh, Kota Langsa, Aceh, 24416
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
JURUTERA (Jurnal Umum Teknik Terapan)
Published by Universitas Samudra
Core Subject : Engineering,
Jurnal Ilmiah Jurutera menerbitkan dalam berbagai topik dalam bidang rekayasa dan sains yang dapat dikategorikan kedalam tema-tema berikut: - Teknik Elektro dan Informatika - Teknik Geologi dan Pertambangan - Teknik Arsitektur dan Perencanaan Wilayah dan Kota - Teknik Mesin dan Industri - Teknik Sipil dan Lingkungan - Teknik Perkapalan, Sistem Perkapalan, dan Kelautan - Multidisiplin
Articles 161 Documents
Penentuan Pola Agihan Hujan Tanpa Pemisahan Ellida Novita Lydia; Eka Mutia
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 2 No 01 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v2i01.791

Abstract

Berbagai model agihan hujan untuk mendistribusikan suatu besaran hujan rancangan selama ini banyak ditawarkan tetapi analisis pola agihan hujan tersebut dilakukan secara terpisah antara pola hujan dan durasi hujan. Penentuan durasi hujan yang dilakukan selama ini tanpa memperhatikan kedalaman hujan. Sedangkan antara durasi hujan dan kedalaman hujan saling berhubungan. Dengan menggunakan analisis statistik dari data kejadian hujan, frekuensi kejadian hujan (kedalaman hujan dan durasi hujan) dominan yang dianalisis tanpa adanya pemisahan dapat diketahui. Analisis dilakukan dengan bantuan software WRPLOT Views. Dari frekuensi kejadian hujan yang dominan maka didapat durasi hujan dan pola hujan yang dianggap mewakili daerah yang ditinjau. Pola agihan hujan yang didapatkan adalah pola agihan hujan berdasarkan rerataan durasi hujan dominan dan pola agihan hujan berdasarkan rerataan durasi hujan keseluruhan. Secara umum bentuk pola agihan hujan hampir sama baik untuk rerata durasi hujan yang dominan maupun rerata durasi hujan keseluruhan, karena letaknya berdekatan dan berada dalam kawasan yang sama.
Analisis Biaya Rehabilitasi Dan Pemanfaatan Bangunan Gedung Asrama Meilandy Purwandito; Ellida Novita Lydia
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 2 No 01 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v2i01.792

Abstract

Komplek Asrama Putra pada Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memiliki 4 (empat) unit Gedung yang tidak dipergunakan sejak tahun 2008, yaitu Gedung A, Gedung B, Gedung C, dan Gedung D. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kondisi eksisting berdasarkan software Keandalan Bangunan untuk Rusunawa, evaluasi struktur bangunan terhadap gempa rencana rencana berdasarkan analisis kinerja batas layan dan kinerja batas ultimit, biaya rehabilitasi (komponen struktur, arsitektur dan utilitas), dan kelayakan biaya rehabilitasi, dan kelayakan ekonomi berdasarkan rasio manfaat dan biaya, selisih manfaat dan biaya, tingkat pengembalian internal dan titik impas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keandalan Bangunan adalah tidak andal. Struktur bangunan aman terhadap gempa rencana. Total biaya konstruksi rehabilitasi adalah sebesar Rp. 4.106.500.000 atau sebesar 23,43% dari biaya pembangunan gedung baru, sehingga layak untuk dilakukan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa skenario 1, skenario 2, skenario 3, dan skenario 4 layak dilakukan jika tingkat hunian minimum masing-masing skenario adalah sebesar 74%, 98%, 65%, dan 87%.
Pengaruh Campuran Limbah Cangkang Kerang Terhadap Daya Dukung Tanah Yulina Ismida; Saiful Bahri
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 2 No 01 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v2i01.793

Abstract

Tanah dapat diklasifikasi secara umum sebagai tanah kohesif dan tidak kohesif atau berbutir halus dan berbutir kasar. Serbuk kulit kerang mengandung senyawa kimia yang bersifat pozzolan yaitu mengandung zat kapur (CaO), alumina dan senyawa silika sehingga sesuai digunakan sebagi bahan baku CBR lab. Desa Bukit Pala, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur tidak terdapat tanah pilihan maka dilakukan penelitian apakah tanah Lempung pada lokasi tersebut bisa digunakan untuk penimbunan badan jalan dengan penambahan kapur limbah cangkang kerang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan kapur cangkang kerang terhadap pemadatan (proktor standar), dan CBR lab dengan tanah timbun setempat. Adapun cara yang paling sederhana yang dapat digunakan yaitu dengan cara pemadatan, Sifat-sifat fisik tanah Desa Buket Pala Kecamatan Idi Rayeuk didapat nilai kadar air 20,9 %, berat volume tanah 2,10 gr/cm3, berat Jenis (GS) 2,638 gr/cm3, pengujian Atterberg limit kadar air maksimum atau plastis indeks sebesar 20,356 %. Berdasarkan Klasifikasi AASTHO tanah Desa Buket Pala Kecamatan Idi Rayeuk dapat digolongkan kedalam jenis A-7-5 yaitu jenis tanah Lempung. Hasil pengujian nilai CBR sebelum pencampuran Kapur Cangkang Kerang sebesar 4,6 %, dan setelah pencampuran kapur didapat nilai sebesar 9 %, maka disini terjadi kenaikan nilai CBR setelah pencampuran kapur cangkang kerang, jadi tanah timbun Desa Buket Pala dapat digunakan untuk penimbunan badan jalan dengan campuran zat kapur sebanyak 12% dari berat tanah karena pada persentase campuran tersebut nilai parameter tetap sedangkan nilai kohesi semakin menurun.
Kaji Eksperimental Pengering Surya Tipe Lorong Untuk Mengeringkan Terasi Nazaruddin Nazaruddin; Zainal Arif; Agus Rinaldi; Muhammad Zulfri
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 2 No 01 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v2i01.794

Abstract

Kaji eksperimental pengering surya tipe lorong digunakan untuk mengeringkan terasi bertujuannya untuk menghasilkan suatu alat pengering terasi dan produk yang dihasilkan oleh alat pengering surya tipe lorong ini lebih bersih (higenis) bila dibandingkan dengan pengeringan secara teradisional. Alat ini diharapkan mampu mengatasi kesulitan yang selama ini dialami oleh nelayan penangkap udang rebon. Kaji eksprimen dilakukan menggunakan alat pengering surya tipe lorong adalah sebuah alat yang berfungsi membantu proses pengeringan dalam skala rumah tangga. Pengujian pada alat pengering ini untuk mengetahui seberapa besar kadar air yang dikandung terasi dapat dikurangi. Penelitian ini dilakulkan dengan menggunakan beban (terasi). Variabel yang dapat mempengaruhi pengeringan terasi antara lain: temperatur, kelembaban udara dan kecepatan udara. Pengujian dilakukan pada waktu siang selama 2 (dua) hari berturut- turut dimulai dari jam 09.00 sampai dengan 17.30 wib Bahan yang dipakai untuk penelitian ini adalah udang rebon seberat 1 kg. Sebelum melakukan pengujian udang dibersihkan kemudian dicampurkan dengan garam seberat 0,05 kg menjadi 1 bagian. Setelah itu udang rebon ditimbang kembali sehingga beratnya bertambah menjadi 1,05 kg, selanjutnya udang rebon diletakkan dirak ruang pengering tipe surya selama 13 jam selama proses pengeringan berat udang rebon berkurang menjadi 900 gram dan udang rebonpun sudah menjadi terasi dan kadar air yang hilang 14,19%.
KAJI EKSPERIMENTAL PENGERING IKAN TIPE LORONG HIBRID DENGAN MENGGUNAKAN ENERGI SURYA – BIOMASSA DARI SEKAM PADI Syamsul Bahri Widodo; Nasruddin Nasruddin; Muhammad Alfi; Fazri Amir
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 2 No 01 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v2i01.795

Abstract

Pengeringan merupakan suatu proses yang digunakan untuk mengurangi kadar air suatu bahan dengan cara penguapan. Salah satu produk yang memerlukan proses pengeringan adalah ikan. Tujuan pengeringan ini untuk menghindari dari proses pembusukan pada ikan. Dalam hal ini jenis pengering yang akan diteliti adalah alat pengering tipe lorong dengan sumber panas yang berasal dari energi surya, energi biomassa, penggunaan alat pengering ini agar produk yang dihasilkan lebih cepat kering dan lebih higienis. Alat pengering yang sudah dirancang mempunyai ukuran panjang 240 cm x lebar 80 cm yang didalamnya ada 2 buah rak yang masing-masing dengan ukuran 120 cm x 80 cm. Prinsip kerja dari alat pengering ini ialah proses pengeringan dapat dilakukan pada siang hari dengan memasukkan bahan pengering ke dalam tiap rak dan dapat dilanjutkan untuk proses pengeringan pada malam hari dengan menggunakan biomassa. Produk mengalami proses pengeringan dikarenakan temperatur ruang pengering yang meningkat akibat penyerapan kalor dari radiasi surya dan kalor yang dihasilkan dari tungku biomassa sebagai alat bantu tambahan untuk menghasilkan panas dalam menaikkan temperatur ruang pengering di malam hari. Didalam ruang pengering, udara panas hasil radiasi bertemperatur 40℃-50℃dan udara panas hasil konveksi dan konduksi dari biomassa bertemperatur sama 40℃-50℃. Sifat-sifat termofisik ikan meliputi kapasitas panas jenis ikan (Cpikan) sebesar 3,18 kJ/KgoC, dan massa akhir ikan sebesar 390 gr dengan kadar air ikan basis basah sebesar 58,94 % bb. Dari hasil pengujian alat diketahui energi kalor yang diterima pengering dari biomassa sebesar 837,07 Wh, energi kalor radiasi matahari sebesar 769,49 Wh, dan energi kalor gabungan sebesar 803,28 Wh. Efisiensi sistem pengering yang dihasilkan untuk energi matahari sebesar 5,6 %, energi biomassa sebesar 5 %, dan energi gabungan sebesar 5,32 %.
SIMULASI DISTRIBUSI ALIRAN TEMPERATUR PADA LAPISAN DINDING TUNGKU (FURNACE) DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM ANSYS 5,4 Zainal Arif; Nazaruddin Nazaruddin; Teuku Kamaruzzaman
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 2 No 01 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v2i01.796

Abstract

Tungku pemanas (furnace) terdiri ruang pemanasan yang dibentuk dari beberapa lapisan diantaranya adalah lapisan bagian dalam dilapisi oleh batu tahan api (firebrick), lapisan isolasi firebrick, dan lapisan luarnya dari logam. Laju aliran panas pada suatu konstruksi dapat mempengaruhi sifat dan karakteristik suatu bahan. Makin besar aliran panas tentunya diiringi oleh besarnya distribusi temperatur pada setiap titik/node pada konstruksi tungku pemanas, dan konsumsi energi juga meningkat akibat dari tingginya temperatur operasionlanya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai distribusi temperatur pada lapisan dinding tungku (furnace). Metodologi penelitian ini menggunakan metode dan perhitungan manual diperoleh hasil nilai t1= 333.33⁰K, t2= 585,35⁰K, t3= 787,29⁰K, t4=1573⁰K. Pada proses Perhitungan secara program komputerisi Program Ansys menggukan Element Type Material Solid Quat 4node 55, Properties Material Konstan Isotropik, dengan penggambaran dimensi dalam meter ( m ) dan entry temperatur dalam derajat Kelvin ( ⁰K ) diperoleh nilai t1= 313.71⁰K, t2= 593,55⁰K, t3= 873,39⁰K, t4=1573⁰K.
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) SEBAGAI EVALUASI SISTEM JARINGAN DRAINASE DI GAMPONG SUNGAI PAUH KOTA LANGSA Faiz Isma; Irwansyah Irwansyah; Yulina Ismida
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 5 No 02 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v5i02.1005

Abstract

Jaringan drainase gampong Sungai Pauh sering mengalami permasalahan air meluap ke badan jalan di beberapa lorong saat kondisi pasang dari estuari kuala langsa. sehingga perlu dilakukan suatu upaya untuk mengevaluasi jaringan drainase di Gampong Sungai Pauh dengan memberikan indeks dan pembobotan terhadap parameter informasi dituangkan kedalam SIG, adapun parameter yang ditinjau adalah debit air (debit banjir rencana dan limbah domestik), sedimentasi, dan kondisi fisik drainase (sarana dan prasarana). Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan informasi kondisi jaringan drainase di Gampong Sungai Pauh yang perlu dilakukan evaluasi terhadap fisik drainase baik yang masih layak atau tidak layak untuk mengalirkan dan membuang air yang berasal dari pasang laut dan debit banjir. metode yang diguanakan dalam penelitian ini adalah obeservasi dan pengukuran lapangan dalam hal ini mengamati tinggi air di drainase akibat pasang surut serta mengukur debit rencana kala ulang 50 tahunan (Q50), sedimentasi, dan kondisi fisik sehingga mampu memberikan gambaran mengenai pentingnya pengaturan sistem drainase secara teknis dalam mengurangi kelebihan air, baik yang berasal dari air hujan, limbah domestik dan pasut di gampong sungai Pauh. Hasil dari penelitian ini berupa peta evaluasi jaringan drainase yang mampu memberikan informasi kelayakan jaringan drainase dimana saluran drainase yang memerlukan kajian desain berkisar 1,385 km berada pada jalan jendral sudir ujung dan jalan kuala langsa dikarenakan daerah ini terletak di bagian hilir gampong sungai pauh yang paling berdampak terhadap pasang dari estuary kuala langsa, saluran yang perlu tindakan rehabilitas sepanjang 4,173 km, dan saluran yang perlu tindakan pemeliharan rutin sepanjang 2,405 km umumnya berada pada bagian hulu dari gampong sungai pauh.
ANALISIS STUDI KELAYAKAN USAHA PENGGILINGAN PADI PADA DESA SUNGAI KURUK I Yusri Nadya; Dewiyana Dewiyana; Irfan Syah; Yusnawati Yusnawati; Nurlaila Handayan; Ponidi Sanjaya
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 5 No 02 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v5i02.1080

Abstract

Penggilingan padi memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang sistem agroindustri padi di pedesaan. Penggilingan padi juga menjadi tempat pertemuan antara produksi, pasca panen, pengolahan dan pemasaran beras. Sehingga menjadikan suatu mata rantai usaha pengolahan gabah menjadi beras dan menjadi piranti suplai beras dalam sistem perekonomian pedesaan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kelayakan usaha penggilingan padi yang ditinjau aspek teknis teknologi dan aspek ekonomi (net presen value (NPV), internal rate of retum (IRR), profitability rasio (PR), payback period (PP), dan break even point (BEP). Hasil analisis studi kelayakan usaha penggilingan padi didapatkan nilai net presen value (NPV) sebesar Rp 109.323.410, internal rate of retum (IRR) sebesar 19,96%, nilai profitability rasio (PR) 1,75 nilai payback period (PP) selama 2 tahun 3 bulan 3 hari, dan nilai break even point (BEP) selama 3 tahun 3 bulan. Dari penelitian studi kelayakan penggilingan padi di Desa Sungai Kuruk I yang telah dilakukan, usaha tersebut layak untuk di lanjutkan.
Rancang Bangun Sistem Sortir Berdasarkan Warna Permen Dewi Lestari; Muhammad Habib Hanafi; Anisa Baity; Abu Rizal Bakrie; Mirna Adelia; Nazra Dirizky; Juliana Mauli; Rismi Hafizah; Nurul Azmi Rahmadani
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 6 No 01 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v6i01.1103

Abstract

Abstak Di era globalisasi yang sekarang ini perkembangan teknologi juga semakin pesat. Hampir semua peralatan rumah tangga maupun peralatan industri sudah menggunakan sistem kendali elektronik dalam pengerjaannya. Sistem kendali merupakan suatu sistem yang keluarannya dikendalikan oleh suatu nilai tertentu yang telah di tetapka oleh user untuk merubah beberapa ketentuan yang telah di tetapkan dari masukkan ke sistem. Pada penelitian ini akan melakukan perancangan alat sortasi warna permen menggunakan Arduino nano dan sensor TCS3200. Arduino nano dan sensor TCS3200 merupakan serangkaian komponen yang berbeda. Arduino merupakan board mikrokontroler yang mempunyai bahasa pemrograman sendiri dan bersifat open source baik papan mikrokontroler maupun bahasa pemrogramannya. Di antar jenis-jenis arduino yang tersedia, nano merupakan salahsatu jenis Arduino yang mempunyai desain yang minimalis. Pada tahapan penelitian, dimana pada tahap perancangan dan implementasi sistem apabila berhasil maka akan berlanjut ke pengujian sistem, namun apabila perancangan dan implementasi sistem tidak berhasil atau gagal maka akan di lakukan peninjauan kembali ke tahap perancangan dan implementasi sistem. Pengujian dilakukan dengan menggunakan Sensor untuk menentukan warna permen, yang nantinya permen akan di masukkan ke dalam sebuah wadah pada sistem, kemudian akan berjalan melewati sensor, dan nantinya sensor akan menentukan warna permen tersebut dan menempatkan permen sesuai dengan warnanya. Berdasarkan perancangan, pengujian, dan analisis atau evaluasi sistem, terdapat kendala atau bisa di katakan kegagalan dalam pengujian sistem. Setelah sistem di jalankan ternayata servo tidak berjalan sesuai keingian. Servo bergerak atau berputar agak cepat sehingga tidak sesuai dengan harapan. Jadi untuk percobaan selanjutnya akan menggunakan servo yang sesuia, agar perputaran servo sesuai dengan keinginan. Atau bisa langsung mengganti servo, ketika servo yang digunakan tidak sesuai. Kata Kunci : Sistem Sortir, Arduino, SensorTCS3200
Rancang Bangun Alat Pendeteksi Ketinggian Permukaan Air Berbasis Mikrokontroler Arduino Uno Yakob, Muhammad; Sagita, Nila; Putra, Rachmad Almi
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 6 No 01 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v6i01.1489

Abstract

Automatic monitoring of changes in water level by applying microcontroller technology as a data processing media and HC-SR04 Ultrasonic Sensor as distance reading media produces output in the form of information on changes in water level where the tool will also activate the Buzzer as an early warning marker for the surrounding community that signifies change water level This tool can reduce physical losses and fatalities due to changes in water level. Making Water Surface Height Detection Tool Using Arduino Uno Microcontroller consists of several stages, namely making block diagrams, designing a system consisting of hardware, software, and program design, testing tools, tool calibration and data retrieval. Based on the results of the tests that have been carried out the results show that the Water Surface Height Detection Tool works as expected.

Page 6 of 17 | Total Record : 161