cover
Contact Name
Fazri
Contact Email
jurutera@unsam.ac.id
Phone
+6285261571533
Journal Mail Official
fazri@unsam.ac.id
Editorial Address
Jln. Prof. Dr. Syarif Thayeb, Meurandeh, Kota Langsa, Aceh, 24416
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
JURUTERA (Jurnal Umum Teknik Terapan)
Published by Universitas Samudra
Core Subject : Engineering,
Jurnal Ilmiah Jurutera menerbitkan dalam berbagai topik dalam bidang rekayasa dan sains yang dapat dikategorikan kedalam tema-tema berikut: - Teknik Elektro dan Informatika - Teknik Geologi dan Pertambangan - Teknik Arsitektur dan Perencanaan Wilayah dan Kota - Teknik Mesin dan Industri - Teknik Sipil dan Lingkungan - Teknik Perkapalan, Sistem Perkapalan, dan Kelautan - Multidisiplin
Articles 161 Documents
Evaluasi Kinerja Simpang Bersinyal Pada Simpang Pos Kota Langsa Iqbal Yamin; Cut Roswita
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 6 No 02 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v6i02.1562

Abstract

Simpang Pos merupakan simpang bersinyal berlengan 3 di kota Langsa. Simpang ini menghubungkan ke tempat-tempat umum seperti pusat kota, sekolah, perkantoran dan lain- lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dan Level of service simpang bersinyal pada kondisi saat ini. Data yang dipakai untuk data primernya adalah survei geometrik persimpangan yang ada di lapangan dan data volume lalu lintas. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan MKJI 1997. Volume jam puncak tertinggi terdapat pada Jalan Ahmad Yani Barat yaitu 775 smp/jam. Kinerja dan tingkat pelayanan pada simpang bersinyal adalah dengan metode MKJI 18,35 det/smp dengan LOS yang dihasilkan adalah C.
Pola Kerusakan Sambungan Baut Pada Struktur Balok Profil Kanal (C) Ferrofoam Concrete Dengan Tinggi 300 Milimeter Sebagai Alternatif Gelagar Jembatan (Variasi Jumlah Baut 2 dan 4 Buah) Irwansyah Irwansyah; Faiz Isma; Ipak Neneng MB
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 3 No 01 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v3i01.1571

Abstract

Telah di uji 2 (Dua) balok profil I ferrofoam concrete yang dibentuk dengan 4 segmen profil kanal (C) yang panjangnya 110 mm dirangkai dan disambung dengan pelat 5 mm dan baut berdiameter 12 mm. Balok I tersebut masing-masing dimensinya h = 300 mm, bf = 100 mm, tf = 30 mm, tw = 30 mm, panjang 220 mm. Dari hasil pengujian didapat hasil untuk 2 baut beban maksimum sebesar 3,31 Ton untuk 4 buah baut sebesar 7,10 Ton dan lendutan terbesar 73,14 mm untuk 2 buah baut, Dari data uji tarik wiremesh menghasilkan tegangan luluh 4200 Kg/cm2, regangan luluh 0,0012, modulus elastisitas baja 3,5 x 106 Kg/cm2, diuji juga kawat tulangan di dapat hasil tegangan luluh 4217 Kg/cm2, regangan luluh 0,00176, modulus elastisitas baja 2,393 x 106 Kg/cm2. Uji tarik baut di dapat hasil tegangan luluh 3670 Kg/cm2, regangan luluh 0,0018, modulus elastisitas baja 2,0388 x 106 Kg/cm2, uji tarik pelat tegangan luluh 2585 Kg/cm2, regangan luluh 0,0012, modulus elastisitas baja 2,205 x 106 Kg/cm2.
Penataan Kembali Daerah Pusat Kegiatan Bisnis atau Central Bussines District (CBD) Dikota Langsa Asmadi Suria; Eka Mutia; Wan Alamsyah; Ilham Khairi
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 3 No 01 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v3i01.1572

Abstract

Kota merupakan pusat pemukiman dan tempat konsentrasi kegiatan penduduk yang mempunyai batas wilayah administrasi yang diatur dalam perundangan. Central Business District (CBD) adalah bagian kecil dari kota yang merupakan pusat dari segala kegiatan politik, sosial budaya, ekonomi dan teknologi. Berdasarkan RTRW Kota Langsa, kawasan CBD Kota Langsa terletak di Kecamatan Langsa Kota dengan luas 253,91 Ha. Kawasan Lapangan Merdeka dan sekitarnya perlu dilakukan penataan mengingat pada kawasan tersebut merupakan Pusat Pemerintahan Kota Langsa. Pada sore hingga malam hari, kawasan sekitar lapangan merdeka ramai oleh pedagang, baik pedagang kuliner/pedagang kaki lima maupun permainan anak-anak. Telah diketahui bahwa disana terdapat Pendopo Walikota Langsa dan Pusat Pemerintahan (Sekretariat Daerah Kota Langsa dan DPRK Langsa yang rencana juga akan dipindahkan ke kawasan tersebut), sehingga disekitar kawasan tersebut perlu disterilkan dari pedagang dan permainan anak-anak tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan alternatif pemindahan pedagang kuliner dan mainan di lapangan merdeka ke lokasi lain yang masih terjangkau oleh masyarakat dan penataan pola pergerakan dan jaringan jalan di sekitar kawasan Pusat Pemerintahan Kota Langsa.Penelitian ini akan menggunakan Analisa SWOT dan analisa kebutuhan ruang.Lokasi pemindahan dilakukan di sekitar Lapangan Merdeka, karena pusat aktivitas dan kebiasaan masyarakat Kota Langsa ada di titik tersebut, dengan pembagian pedagang kaki lima di koridor jalan Cut Nyak Dhien dari arah sebelah barat Lapangan Merdeka ke SMA Negeri 3 Langsa, Permainan anak dipindahkan ke Lapangan belakang, dan Kawasan di sekitar Lapangan Merdeka dan Pendopo ditiadakan agar kegiatan Pemerintahan tidak terganggu.
Perancangan Sistem Pengambilan Keputusan Di Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (DISPERINDAGKOP) Dalam Pemberian Bantuan Alat Kepada Industri Kecil Menengah (IKM) Kabupaten Aceh Tamiang Dewiyana Dewiyana; Yusri Nadya; Dessy Supraptini
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 3 No 01 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v3i01.1573

Abstract

Proses pemilihan Industri Kecil Menengah (IKM ) merupakan satu bagian kritis dalam aktivitas pemberian bantuan alat oleh DISPERINDAGKOP Kabupaten Aceh Tamiang. Pemillihan Industri Kecil Menengah di DISPERINDAGKOP masih dilakukan secara manual dan kurang merata. Belum adanya sistem aplikasi yang mendukung untuk pengambilan keputusan pemberian bantuan alat kepada Industri Kecil Menengah di Kabupaten Aceh Tamiang, maka DISPERINDAGKOP perlu merancang atau mendesain sistem yang baik. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan sebuah sistem pengambil keputusan yang dapat mengakomodir kriteria-kriteria penilaian serta mampu menyimpan data-data berkaitan dengan pemilihan Industri Kecil Menengah di Kabupaten Aceh Tamiang. Proses pemilihan Industri Kecil Menengah dilakukan dengan Metode GAP (Generic Access Profile) yaitu membandingkan perbedaan antara indikator Industri Kecil Menengah dengan indikator nilai standar kriteria yang telah diberikan bobot. Hasil dari penentuan kriteria pemilihan didapatkan delapan kriteria yang digunakan yaitu produk, harga, tempat, promosi, proses, orang, lingkungan fisik, produktivitas dan kualitas. Model yang dirancang dapat membantu proses pengambilan keputusan di DISPERINDAGKOP dalam pemberian bantuan alat secara merata. Berdasarkan hasil perhitungan terbukti bahwa sistem yang dirancang telah mampu memberikan rekomendasi Industri Kecil Menengah yang dapat dipilih sebagai penerima bantuan alat.
Penentuan Lama Waktu Istirahat Pekerja Berdasarkan Beban Kerja Fisikpada PT. Perkebunan Nusantara I PKS Pulau Tiga Yusnawati Yusnawati; Yusri Nadya; Ilham Syahputra
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 3 No 01 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v3i01.1574

Abstract

Pemulihan energi sangat penting diperhatikan karena selama proses kerja untuk menghindari kelelahan. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pemulihan energi adalah istirahat. Pekerja dengan beban kerja berat membutuhkan periode dan frekuensi istirahat yang berbeda dengan pekerja dengan beban kerja yang ringan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai beban kerja pekerja dan mengklarifikasi beban kerja dengan membandingkan dengan beban kerja standar, menentukan lama waktu istirahat pekerja yang sesuai pada bagian sortasi TBS agar mereka bisa bekerja dengan kondisi optimal sehingga kualitas dari bahan baku olahan tetap terjaga, dan mengetahui tingkat konsumsi energi bagi pekerja pada bagian sortasi TBS. Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa beban kerja (CVL) pekerja lebih besar dari 30 persen dan dikategorikan pada tingkat moderat serta bekerja dalam waktu singkat dan diperlukan perbaikan. Penentuan waktu istirahat berdasarkan beban kerja ditentukan dengan pendekatan fisiologis. Berdasarkan pendekatan fisiologis, bahwa waktu istirahat yang diberikan oleh pihak pabrik belum mencukupi jika dibandingkan dengan beban kerja dari pekerja sortasi buah, dimana lama waktu istirahat yang optimal untuk para pekerja tersebut yaitu selama 73 menit atau selama 1,2 jam.
Pengenalan Huruf Latin Dengan Metode Perceptron Rizalul Akram
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 3 No 01 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v3i01.1575

Abstract

Manusia dapat menggunakan mata dan otaknya untuk mengenali karakter huruf pada tulisan, tetapi bila otak tidak dapat bekerja sangat sulit untuk mengenalinya. Dari pola karakter tulisan tangan setiap orang atau individu yang berbeda-beda, mungkin tulisan tersebut dapat kita baca atau kita kenali, namun kadangkala sering kita jumpai tulisan tangan seseorang dimana kita tidak mengenali atau mengetahui tulisan tersebut sehingga sukar untuk dibaca dan dimengerti. Dengan metode perceptron dapat dimungkinkan suatu teknologi yang bisa menirukan seperti mata dan otak bekerja.
Normalisasi Motion Data Untuk Model Viseme Dinamis Bahasa Indonesia Nurul Fadillah; Liza Fitria
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 4 No 01 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v4i01.1576

Abstract

Animasi bicara yang natural sangat dibutuhkan bagi Industri animasi. Penelitian animasi berbicara Bahasa Indonesia masih sangat jarang dilakukan, sehingga kami melakukan penelitian bidang ini. Animasi bicara yang natural sangat ditentukan oleh kesesuaian antara pengucapan dan viseme (visual phoneme) tersebut. Viseme adalah bentuk bibir ketika mengucapkan suatu fonem atau bunyi bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan normalisasi data motion capture (mocap) sehingga diperoleh data fitur setiap suku kata dari kalimat bahasa Indonesia yang diucapkan oleh seorang model. Data yang kami rekam adalah wajah seorang model yang telah dipasang 37 penanda aktif diwajahnya dengan mengucapkan 5 kalimat Bahasa Indonesia. Teknologi yang digunakan untuk merekam adalah teknologi motion capture (mocap). Data fitur yang diperoleh digunakan sebagai dasar pada proses klasterisasi, sehingga dihasilkan kelas-kelas viseme dinamis Bahasa Indonesia. Penelitian ini menjelaskan beberapa kegiatan yaitu perekaman data mocap, konversi data mocap menjadi sistem koordinat dunia, proses normalisasi posisi 3D, dan visualisasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa data fitur hasil proses normalisasi dapat diterapkan pada proses klaterisasi dengan kualitas klaster yang baik.
Perbandingan Kadar Aspal Hasil Ekstraksi Dengan Campuran Pertamax Ellida Novita Lydia; Asmadi Suria; Fahmi Fahmi
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 4 No 01 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v4i01.1578

Abstract

Perkerasan lentur (flexible pavement) adalah perkerasan yang umumnya menggunakan bahan campuran beraspal sebagai lapis permukaan serta bahan berbutir sebagai lapisan di bawahnya. Pada pekerjaan perkerasan lentur, kadar aspal pada AMP dansetelah penghamparan mengalami perubahan. Perubahankadaraspaltersebut harus memenuhi batas toleransi berdasarkan spesifikasi Bina Marga 2010 Divisi 6 revisi 3. Untuk mengetahui perubahan kadar aspal maka dilakukan ekstraksi. Untuk melakukan estraksi diperlukan bahan pelarut untuk dapat melarutkan aspal yang tercampur pada agregat. Pertamax merupakan bahan pelarut yang memiliki nilai oktan 92, berwarna biru dan tidak menghasilkan residudari proses pembakaran. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar aspal hasilekstraksipada AMP (Asphalt Mixing Plant), saat penghamparan (dibelakang asphalt finisher) dan setelah pemadatan lapangan (hasilcore). Aspal yang dipergunakan pada penelitian ini diambil dari lokasi penghamparan dan pemadatan aspal yang terletak di Pidie Jaya yaitu pada jalan lintas Provinsi Banda Aceh – Medan KM 154 + 000. Sampel diuji dalam laboratorium. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh perbandingan kadar aspal hasil ekstraksi sebagai berikut : KA AMP(rata-rata)> KA Finisher(rata-rata)> KA Core Drill(rata-rata) dengan nilai 6, 06 % > 5,93 % > 5,83 %. Deviasi kadar aspal rata-rata setelah ekstraksi dari AMP, Asphalt finisherdan Core Drillsebesar 0,06% dan masih dibawah batas toleransi spesifikasi Bina Marga 2010 revisi 3.
Implementasi Augmented Reality Sebagai Media Pembelajaran Pengenalan Operasi Hitung Matematika Pada TK atau Paud Permata Bunda Langsa Ahmad Ihsan; Munawir Munawir; Fazri Amir
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 4 No 01 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v4i01.1580

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi, keterbatasan yang dimiliki oleh media pembelajaran berbasis cetak dapat diminimalisir, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi augmented reality (AR). Teknologi ini menggabungkan dunia virtual dan dunia nyata secara real time di bantu dengan perangkat teknologi seperti komputer, tablet, maupun smartphone. Media pembelajaran berbasis AR tidak hanya dapat menampilkan objek secara dua dimensi, tetapi juga secara tiga dimensi. Pemanfaatan teknologi augmented reality sudah mulai banyak dikembangkan untuk dunia pendidikan sebagai alat bantu pembelajaran. Dengan menggunakan augmented reality, seorang siswa dapat belajar secara visual dan interaktif. Pembelajaran akan lebih efektif dengan adanya bentuk bahan ajar simulasi secara virtual. Dalam penelitian ini, dikembangkan teknologi augmented reality untuk perkenalan angka, perkenalan simbol dan operasi matematika yang sederhana yang disajikan secara virtual. Penelitian ini dimaksudkan menjadi alat bantu pembelajaran yang berguna untuk mengefektifkan proses pembelajaran mata pelajaran matematika untuk anak – anak usia dini. Dari hasil penelitian, Kemampuan siswa dalam mengenal angka 0-9 dari 32 siswa yang diuji mencapai 62,5 %. Kemampuan siswa dalam mengenal simbol matematika mencapai 68,75%, Kemampuan siswa dalam operasi hitung matematika: penjumlahan 56,25%, pengurangan 65,625%.
Pemanfaatan Limbah Pecahan Keramik Sebagai Agregat Kasar Campuran dan Pengaruhnya Terhadap Kuat Tekan Beton Asmadi Suria; Ipak Neneng MB; Wan Alamsyah
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 4 No 01 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v4i01.1581

Abstract

Dalam pekerjaan konstruksi, sering ditemui sisa material/bahan bangunan yang tidak terpakai, dibuang sebagai limbah. Jika limbah tersebut dibuang secara sembarangan, maka dapat menimbulkan permasalahan baru terhadap lingkungan. Limbah pecahan keramik adalah salah satu contoh limbah yang dihasilkan dari pabrik keramik atau hasil pekerjaan konstruksi bangunan. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui apakah limbah pecahan keramik berpengaruh terhadap kuat te006Ban beton terutama untuk konstruksi sipil. Dalam penulisan ini limbah pecahan keramik digunakan sebagai pengganti agregat kasar dalam campuran beton. Rencana campuran beton dibuat sesuai dengan peraturan SNI T-15-1990-03 dengan faktor air semen 0,57. Penelitian ini menguji sampel beton dengan menggunakan benda uji kubus untuk uji tekan (15 cm x 15 cm x 15 cm). Umur pengujian selama 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari sebanyak 60 kubus terdiri dari 5 variasi dan setiap variasi dibuat 3 sampel. Komposisi campuran limbah pecahan keramik dengan variasi 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40% dari volume agregat kasar. Dari hasil penelitian diperoleh penurunan nilai slump pada adukan beton yang menggunakan limbah keramik. Beton dengan agregat kasar limbah pecahan keramik memiliki berat volume yang lebih kecil dan serapan air yang lebih besar dibanding beton normal. Hasil dari pengujian kuat tekan beton dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kuat tekan beton normal 28 hari adalah sebesar 30,10 MPa, setelah mengganti agregat kasar dengan pecahan keramik maka terjadi penurunan pada kuat tekan beton, pecahan keramik 10% pada umur 28 hari menunjukkan hasil kuat tekan beton sebesar 23,95 MPa, hingga perbandingan pecahan keramik 40% pada umur 28 hari menunjukkan hasil kuat tekan sebesar 18,44 MPa. Sehingga dapat diperoleh kesimpulan penggunaan komposisi limbah pecahan keramik tidak direkomendasikan untuk struktur konstruksi bangunan.

Page 7 of 17 | Total Record : 161