cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
AL-MAKTABAH
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 1 (2018)" : 8 Documents clear
Penyelamatan arsip daerah: analisis terhadap program kearsipan Kota Tangerang Lolytasari Lolytasari; Lilik Istiqoriyah; Lita Nurmalasari; Eni Yasmin
Al Maktabah Vol 17, No 1 (2018)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.573 KB) | DOI: 10.15408/almaktabah.v17i1.11070

Abstract

Tulisan ini menganalisis program penyelamatan arsip guna pelestarian memori wilayah dan menjadi cikal bakal pembentukan identitas daerah.  Fokus penelitian ini pada implementasi program kearsipan daerah serta penyelamatan arsip statis yang berasal dari Satuan Kerja Perangkat Daerah  (disingkat SKPD) Kota Tangerang. Penyelamatan arsip ini sesuai amanat Undang-Undang No. 43 tahun 2009 tentang Kearsipan pasal 24, yang menyatakan bahwa  arsip akan menjadi bagian penting  dari memori kolektif dan identitas bangsa.   Penelitian dilakukan secara kualitatif. Teknik penelitian dilakukan melalui observasi dan wawancara dilakukan dengan para pengelola arsip SKPD menunjukkan bahwa program penyelamatan arsip belum sesuai standar kearsipan, yakni kurangnya sumberdaya manusia, sarana kearsipan dan dukungan pimpinan.
Strategi pengembangan kompetensi pustakawan akademik sebagai blended librarian dalam penyediaan layanan perpustakaan di era keilmuan digital Ulpah Andayani
Al Maktabah Vol 17, No 1 (2018)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.363 KB) | DOI: 10.15408/almaktabah.v17i1.11061

Abstract

Paper ini menyajikan strategi peningkatan kompetensi pustakawan akademik dan perannya sebagai ‘blended librarian’ dalam produksi pengetahuan pada era keilmuan digital. Tugas utama suatu perguruan tinggi adalah menghasilkan temuan, inovasi, dan pengetahuan baru, dan karenanya segenap masyarakat kampus harus dapat bekerjasama dan terlibat dalam pelaksanaan tugas tersebut, termasuk pustakawan. Pustakawan akademik harus mampu berpartisipasi aktif dan berkolaborasi dan berbaur (blended) dengan para dosen dan peneliti kampus dalam berbagai kegiatan akademik. Paper ini ditulis berdasarkan studi yang telah dilakukan dengan menggunakan metode survey yang dilakukan dengan menyebarkan kuesioner secara online terhadap 50 pustakawan di lingkungan PTKIN.  Hasil studi menemukan bahwa menjadi blended librarian merupakan tantangan bagi pustakawan di lingkungan PTKIN. Oleh karena itu diperlukan strategi pengembangan kompetensi pustakawan PTKIN agar dapat berperan dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai blended librarian dalam produksi pengetahuan.Tiga kompetensi utama yang perlu dikembangkan adalah kompetensi professional di bidang perpustakaan, kompetensi pedagogik, dan kompetensi teknologi informasi, terutama dalam mendukung kegiatan keilmuan di universitas.
Kebijakan dan penerapan censorship di perpustakaan sekolah Islam: studi kasus di Perpustakaan TK dan SD Insan Cendekia Madani Fahma Rianti; Syifa Duhita Dewakanya
Al Maktabah Vol 17, No 1 (2018)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.26 KB) | DOI: 10.15408/almaktabah.v17i1.11069

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kebijakan serta penerapan censorship yang dilakukan serta kendala-kendala pustakawan dalam melakukan censorship pada Perpustakaan TK dan SD Insan Cendekia Madani.Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara dengan 3 (tiga) informan, observasi, dokumentasi serta kajian pustaka.Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kebijakan tentang censorship sudah ada, namun belum tertulis di Perpustakaan TK dan SD Insan Cendekia Madani.Penerapan censorship dilakukan didasari oleh adanya keluhan dan masukan dari orang tua mengenai koleksi buku perpustakaan. Perpustakaan melakukan penyensoran terhadap beberapa buku yang mengandung konten percintaan, sihir, mitos, pahlawan super, cerita rakyat, legenda, komik Jepang (manga) serta konten yang mengandung agama lain selain agama Islam berupa perayaan dan simbol-simbol. Proses censorship pada Perpustakaan TK dan SDInsan Cendekia Madani dilakukan sejak pembelian buku, ketika mendapatkan keluhan ataupun masukan dari orang tua, serta screning ulang pada koleksi yang sudah ada.Sedangkan, kendala yang dihadapi perpustakaan, yakni belum adanya kebijakan tertulis mengenai kebijakan censorship di perpustakaan serta pustakawan kesulitan dalam melakukan pembelian buku karena subjek yang digunakan lebih dipersempit.
Strategi pustakawan membangun kreativitas di era digital: studi di perpustakaan STAIN Curup Rhoni Rodin
Al Maktabah Vol 17, No 1 (2018)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.819 KB) | DOI: 10.15408/almaktabah.v17i1.11060

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi pustakawan dalam membangun kreativitas inovatif di era digital, khususnya di Perpustakaan STAIN Curup. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara kepada informan dan dokumentasi. Sedangkan analisis data bersifat induktif kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan pada makna dari pada generalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa strategi yang bisa dilakukan pustakawan untuk membangun kreativitas dan inovasi di era digital yaitu Pertama, passion artinya pustakawan harus berjiwa semangat dan tidak mudah menyerah dalam melaksanakan aktivitas sebagai pustakawan dan capturing. Kedua, time management artinya pustakawan harus bisa mengatur waktunya sehingga waktu bisa digunakan secara efektif dan efisien. Ketiga, Networking artinya jaringan, pustakawan harus surrounding, artinya  bisa menjalin komunikasi dan kerjasama baik sesama pustakawan maupun dengan profesi lainnya dan staf lainnya dalam melakukan aktivitas profesinya. Keempat, Sense of competition artinya pustakawan harus punya semangat berkompetisi, pustakawan harus terbiasa berada di tengah-tengah para pesaing sehingga pustakawan akan selalu siaga dan punya semangat untuk maju dalam hal karier dan profesionalitas. Dan kelima, humility artinya kerendahan hati, pustakawan tidak boleh berlaku dan bersikap arogan baik sesama pustakawan maupun dengan pemustaka.
Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga sebagai research library: study feasibility menuju world class university library Labibah Labibah; Marwiyah Marwiyah
Al Maktabah Vol 17, No 1 (2018)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.44 KB) | DOI: 10.15408/almaktabah.v17i1.11068

Abstract

Perpustakaan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung misi perguruan tinggi sebagai lembaga induknya.UIN Sunan Kalijaga yang sedang merancang sebagai world class university perlu dukungan dari perpustakaan dengan perannya sebagai research library.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi perpustakaan saat ini dalam mengambil peran sebagai research library. Penelitian ini menggunakan metode observasi, dokumentasi dan wawancara, untuk menjawab tujuh unsur penting yaitu kebijakan perpustakaan, teknologi, kenyamanan dan kelengkapan fasilitas yang tersedia, koleksi perpustakaan sebagai pendukung pembelajaran dan penelitian, layanan dan perhatian pada pemustaka, kerjasama dengan berbagai pihak and kompetensi pustakawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan sudah memenuhi 7 unsur tersebut yaitu kebijakan yang mendukung, teknologi yang tersedia seperti tersedianya workstation gratis, akses internet gratis, tmesin peminjaman mandiri melalui MPS dan MPK, mesin foto copy, OPAC, dan institutional repository. Fasilitas penunjang yang nyaman juga tersedia seperti ruang baca, kafetaria, ruang berAC. Unsur lain seperti layanan untuk pemustaka berupa layanan referensi dan layanan khusus berupa difabel corner, koleksi yang beragam baik dari segi subjek, bahasa maupun kedalaman koleksi, terjalinnya kerjasama internal maupun eksternal dan kompetensi pustakawan. Akan tetapi di beberapa elemen belum maksimal, sehingga perlu untuk ditingkatkan lagi di beberapa sector.
Persepsi kebenaran dan kepercayaan terhadap penerimaan pustaka elektronik keislaman oleh para Akademisi Perguruan Tinggi keagamaan Islam Indonesia Luthfie Irhashon; A’ang Subiyakto; J.M. Muslimin
Al Maktabah Vol 17, No 1 (2018)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.141 KB) | DOI: 10.15408/almaktabah.v17i1.11067

Abstract

Tulisan ini bertujuan menjelaskan secara deskriptif pengaruh faktor persepsi kebenaran dan kepercayaan terhadap penerimaan e-resources keislaman di antara para akademisi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI)di Indonesia. Hal ini dilatarbelakangi oleh fenomena masih rendahnya tingkat produktifitas para akademisi di PTKI Indonesia dibanding akademisi di perguruan tinggi umum. Secara induktif, fenomena kemudian dijelaskan dalam kajian komputasi sosial, mengadopsi model penerimaan teknologi (technology acceptance model—TAM) serta menyesuaikannya dalam konteks kajian. Artikel ini merupakan penjelasan ide awal dari hasil studi literatur sebagai bahan pijakan pelaksanaan penelitian lebih lanjut. Batasan dan rekomendasi dari studi pendahuluan ini juga dipaparkan di bagian akhir tulisan.
Sebaran alumni D-III Ilmu Perpustakaan dan respon kepuasan stakeholder terhadap kompetensi mereka di Provinsi Aceh Ruslan Ruslan; Syukrinur Syukrinur
Al Maktabah Vol 17, No 1 (2018)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.049 KB) | DOI: 10.15408/almaktabah.v17i1.11071

Abstract

Tulisan ini mengkaji bagaimana sebaran alumni D-III Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Ar-Raniry di Provinsi Aceh, respon kepuasan dan rekomendasi stakeholder terhadap kompetensi dan peningkatan kualitas alumni D-III Ilmu Perpustakaan di Provinsi Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kuantitatif dengan pengambilan data melalui angket yang diberikan kepada alumni dan pengguna alumni dari D-III Ilmu Perpustakaan tahun 2015-2017 yang berjumlah  88 orang. Hasil penelitian disimpulkan bahwa sebaran alumni D-III Ilmu Perpustakaan dari aspek pekerjaan terakhir rata-rata bekerja sebagai tenaga perpustakaan, wiraswasta, karyawan instansi pemerintah, karyawan instansi swasta dan guru. Aktifitas alumni paling besar di bidang-bidang lainnya di luar 5 (lima) bidang sebelumnya. Status pekerjaan alumni terakhir kali kebanyakan mandiri. Sisanya adalah berstatus honorer dan kontrak lepas. Status pekerjaan alumni sebagai PNS adalah paling terendah, yaitu 2.2 %. Para alumni yang pernah atau sedang bekerja di perpustakaan, kebanyakan mereka bekerja di perpustakaan sekolah dan perpustakaan perguruan tinggi. Dari pekerjaan alumni, gaji yang diperoleh sangatlah minim yaitu tidak lebih dari 500.000 rupiah. Respon stakeholder pengguna alumni terhadap kompetensinya rata-rata cukup memuaskan, memuaskan dan sangat memuaskan, baik dari aspke etika dan moral, keahlian berdasarkan bidang ilmu, bahasa Inggris, penguasaan teknologi informasi, kerjasama timpengembangan diri. Hal yang paling kurang memuaskan adalah kemampuan berbahasa asing atau bahasa Inggris. Sedangkan rekomendasi yang diberikan stakeholder pengguna alumni adalah berkaitan dengan perlunya peningkatkan promosi prodi Ilmu Perpustakaan, kemampuan komunikasi berbahasa asing, komunikasi dan beriteraksi dengan tempat kerja dan masyarakat diharapkan juga dapat ditingkatkan. Prodi diharapkan juga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan pasar kerja, baik dari aspek pengetahuan teknologi maupun keterampilan lainnya. Para stakeholder juga mengharapkan untuk menggabungkan ilmu perpustakaan dengan kearsipan yang dirasakan banyak diperlukan dalam pekerjaan di Aceh.
Produksi pengetahuan oleh Pustakawan Perguruan Tinggi sebagai inovasi disruptif di perpustakaan Septian Nurhakim
Al Maktabah Vol 17, No 1 (2018)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.699 KB) | DOI: 10.15408/almaktabah.v17i1.11064

Abstract

"Produksi pengetahuan oleh Pustakawan Perguruan Tinggi untuk inovasi yang disruptif di Perpustakaan". Penelitian ini membahas tentang produksi pengetahuan oleh Pustakawan Perguruan Tinggi dalam hal karya tulis, baik ilmiah maupun non ilmiah. Sampel yang diambil peneliti adalah dua Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri dan dua Perpustakaan Perguruan Tinggi Swasta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan meningkatkan minat baca dan minat menulis Pustakawan di Perguruan Tinggi dan mengembangkan kreatifitas Pustakawan dalam berinovasi disruptif di Perpustakaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode ini didukung dengan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara online melalui media sosial secara langsung kepada pustakawan yang ada di masing-masing universitas dan menggunakan google form. Hasil dari penelitian ini adalah masih minimnya minat baca dan menulis Pustakawan Perguruan Tinggi, Pustakawan harus siap dalam perubahan yang terkait dengan Teknologi yang akhirnya menumbuhkan inovasi-inovasi disruptif di Perpustakaan. Adapun Inovasi disruptif di Perpustakaan adalah:Penggunaan OPAC dalam sistem temu kembali informasi/koleksi;Kegiatan Inter Library Loan antar perpustakaan;Literasi Informasi Perpustakaan baik untuk pemustaka maupun untuk Pustakawan dengan memanfaatkan teknologi.Dengan diaplikasikannya inovasi disruptif ini peneliti berharap Pustakawan akan semakin berkembang dalam berbagai hal dan semakin bersemangat dalam membuat karya tulis.

Page 1 of 1 | Total Record : 8