cover
Contact Name
Irma Rahmawati
Contact Email
irahmairma@gmail.com
Phone
+6208562334636
Journal Mail Official
pscp@akfarbumisiliwangi.ac.id
Editorial Address
Jl. Rancabolang No.104, Margahayu Raya, Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Pharmacy (PSCP)
ISSN : 30254175     EISSN : 30254175     DOI : https://doi.org/10.61329
Core Subject : Health, Science,
Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Pharmacy (PSCP) adalah jurnal yang dikelola oleh Akademi Farmasi Bumi Siliwangi. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, pada Bulan Februari dan Agustus. Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Pharmacy (PSCP) menerima artikel selain kategori artikel penelitian orisinal, yaitu artikel review dan laporan kasus (case reports). Seluruh kiriman akan melalui proses peer-review oleh para ahli yang memiliki jejak penelitian pada jurnal nasional terakreditasi dan junal internasional bereputasi. Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Pharmacy (PSCP) menerbitkan penelitian tentang berbagai topik terperinci di bidang ilmu kefarmasian, teknologi farmasi, ilmu biomedis, kimia farmasi dan bahan alam, farmasi klinis dan farmasi komunitas. Sebagai wadah diskusi ide dan informasi antara peneliti, akademisi, dan praktisi, Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Pharmacy (PSCP) diharapkan mampu mendukung dan menginisiasi kajian-kajian terkini di bidang farmasi. Hasil penelitian yang dilaporkan dalam jurnal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu kefarmasian dan juga ilmu kesehatan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2023)" : 5 Documents clear
Pengaruh Waktu Penghangatan Nasi Putih dalam Rice Cooker Terhadap Kadar Vitamin B1 (Tiamin HCl) Rahmawati, Irma; Pitaloka, Annisa
Pharmaceutical Science and Clinical Pharmacy Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Akademi Farmasi Bumi Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61329/pscp.v1i2.8

Abstract

Vitamin B1 (Tiamin HCl) memiliki peran penting dalam tubuh khususnya pada sistem saraf. Vitamin B1 terdapat pada berbagai jenis makanan, salah satunya adalah nasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dari penggunaan Rice Cooker terhadap kadar Vitamin B1 yang terdapat dalam nasi putih yang dihangatkan pada variasi waktu penghangatan yaitu 0, 6 dan 12 jam. Sampel yang digunakan sebanyak tiga jenis beras putih dengan kualitas berbeda. Analisis kualitatif dilakukan dengan reaksi warna timbal asetat, dan pereaksi diazotasi. Selanjutnya dilakukan analisis kadar Vitamin B1 dengan menggunakan Spektrofotometri UV-Visible. Hasil penelitian dari ketiga sampel, menunjukkan masih terdapat kandungan Vitamin B1 pada nasi yang dihangatkan, namun kadar Vitamin B1 mengalami penurunan. Sampel 1 memiliki kadar Vitamin B1 paling tinggi dengan rata-rata kadar Vitamin B1 pada pada waktu 0 jam sebesar 34,02 mg/Kg, 6 jam sebesar 27,26 mg/Kg, dan 12 jam sebesar 23,99 mg/Kg. Diikuti sampel 3 dengan kadar Vitamin B1 sebesar 24,58 mg/Kg pada waktu 0 jam, 18,34 mg/Kg pada waktu 6 jam dan 13,75 mg/Kg pada waktu 12 Jam. Kandungan terkecil ada pada Sampel 2 yang memiliki kadar vitamin B pada waktu 0 jam sebesar 13,64 mg/Kg, 6 jam yaitu 13,64 mg/Kg, dan 12 jam sebesar 10,52 mg/Kg. Berdasarkan hasil statistik, data berdistribusi normal dan masing-masing sampel terdapat perbedaan bermakna dengan nilai signifikansi (P<0,05). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa semakin lama waktu penghangatan dalam rice cooker, maka kandungan Vitamin B1 di dalam nasi putih semakin menurun.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Krim Anti-Aging Ekstrak Kulit Buah Mangga Harum Manis (Mangifera indica L.) Akmal, Tubagus; Pratama, Bayu Aditya
Pharmaceutical Science and Clinical Pharmacy Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Akademi Farmasi Bumi Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61329/pscp.v1i2.9

Abstract

Di negera yang beriklim tropis seperti indonesia paparan sinar matahari tidak bisa dihindari terlebih seseorang yang bekerja di luar ruangan, tenaga kerja lapangan bisa terpapar sinar matahari sebanyak 10-70 %. Banyak masalah kulit yang dialami masyarakat yang disebabkan paparan sinar matahari yang tinggi salah satunya adalah penuaan dini. Krim anti-aging merupakan produk yang banyak mengandung antioksidan akan tetapi beberapa masyarakat mengalami ketidak cocokan dan efek samping alergi sebagai alternatif dipilih bahan-bahan alami, salah satu bahan yang memiliki antioksidan adalah kulit buah mangga harum manis (Mangifera indica L.) Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh sediaan krim anti-aging dari ekstrak kulit buah mangga harum manis serta mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak kulit buah mangga harum manis pada hasil evaluasi sediaan. Pada penelitian ini buat tiga formula yaitu (F1) tanpa penambahan ekstrak kulit buah mangga harum manis (F2), 12% (F3) 14%. Hasil penelitian setelah dilakukan evaluasi menunjukan bahwa formula F1, F2.,F3 memenuhi syarat evaluasi sediaan, akan tetapi untuk uji daya lekat semua formula tidak memenuhi syarat.Variasi konsentrasi ekstrak kulit buah mangga harum manis dalam formulasi memberikan hasil tidak berpengaruh secara signifikan (p>0.05) terhadap uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas dan uji tipe krim dan berpengaruh signifikan (p<0.05) terhadap uji viskositas, daya sebar dan daya lekat.
Formulasi Tablet Effervescent Ekstrak Bunga Kecombrang (Etlingera elatior (Jack)) dengan Variasi Kombinasi Asam Sitrat dan Asam Tartrat Tanjung, Yenni Puspita; Putri, Annisa M.E
Pharmaceutical Science and Clinical Pharmacy Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Akademi Farmasi Bumi Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61329/pscp.v1i2.10

Abstract

Bunga kecombrang (Etlingera elatior (Jack)) merupakan tumbuhan yang sudah banyak dikonsumsi oleh masyarakat sebagai penambah rasa pada makanan. selain itu bunga kecombrang diketahui memiliki manfaat sebagai antioksidan. Namun pemanfaatan bunga kecombrang sebagai salah satu sumber antioksidan dirasa belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak bunga kecombrang dapat diformulasikan menjadi sediaan tablet effervescent yang mudah dikonsumsi dengan modifikasi variasi asam sitrat dan asam tartrat sebagai sumber asam. Pada penelitian ini, dibuat tablet effervescent dengan metode granulasi kering, sediaan dibuat dengan 3 variasi kombinasi konsentrasi asam sitrat : asam tartrat yaitu F1 (1:3), F2 (1:1), dan F3 (3:1). Kemudian dilakukan evaluasi granul dan evaluasi tablet effervescent. Formula F3 merupakan formula yang berhasil dicetak dan dilakukan evaluasi tablet dengan hasil pengujian kadar air 2%,waktu alir 2,65 detik, sudut diam 30,61°, kompresibilitas granul 7,40%, keseragaman ukuran tablet 1,21cm, keregasan tablet 0,92%, kekerasan tablet 4 kg dan uji waktu larut 9 menit.
Analisis Service Level Salah Satu Apotek Di Kota Bandung Agustini, Kamelia; Ariyanti, Susy
Pharmaceutical Science and Clinical Pharmacy Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Akademi Farmasi Bumi Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61329/pscp.v1i2.11

Abstract

Apotek merupakan fasilitas kesehatan yang memiliki tugas klinik dan non klinik. Tugas klinik dari apotek yaitu memberikan pelayanan penyerahan obat serta Bahan Habis Pakai (BHP) kepada pasien secara langsung baik melalui resep dari dokter maupun pelayanan obat tanpa resep. Manajemen farmasi di apotek berperan penting dalam ketersediaan perbekalan farmasi di apotek. Terlaksananya manajemen farmasi yang baik di apotek didukung dengan baiknya service level Pedagang Besar Farmasi (PBF) sebagai pemasok atau distributor perbekalan farmasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kesesuaian antara sediaan farmasi yang dipesan dengan sediaan farmasi yang diterima dari Pedagang Besar Farmasi, mengetahui persentase penerimaan sediaan farmasi yang terpenuhi dari Pedagang Besar Farmasi ke apotek, mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan antara sediaan farmasi yang dipesan dengan sediaan farmasi yang datang. Metode penelitian yaitu metode deskriptif kuantitatif dengan menggunkaan instrumen penelitian berupa surat pesnaan, faktur pembelian, lembar checklist yang menggunakan skala Guttman. Berdasarkan hasil penelitian, persentase service level kesesuaian barang oleh PBF dengan nilai tertinggi diperoleh PBF Enseval dengan nilai 82,46%, sedangkan persentase servce level terpenuhinya kebutuhan obat dengan niai tertinggi diperoleh PBF Penta Valent dengan nilai 84,09%. Faktor kekosongan pabrik dan distributor menjadi faktor penting terhambatnya pemenuhan kebutuhan sediaan farmasi di apotek. Kesimpulannya yaitu apotek lebih meningkatkan komunikasi dengan PBF agar nilai service level maksimal, perlu adanya pemutakhiran sistem input data sediaan farmasi Apotek khususnya perhitungan nilai service level.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Transdermal Patch Ekstrak Kulit Buah Apel Manalagi (Malus Sylvestris L. Mill) dengan Kombinasi Polimer Hidroksi Propil Metil Selulosa dan Etil Selulosa Supriadi, Yusuf; Sherlyke, Salma
Pharmaceutical Science and Clinical Pharmacy Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Akademi Farmasi Bumi Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61329/pscp.v1i2.12

Abstract

Kulit buah Apel Manalagi (Malus sylvestris L. Mill) memiliki kandungan senyawa fenolik dan flavonoid yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh sediaan transdermal patch dari ekstrak kulit buah Apel Manalagi (Malus sylvestris L. Mill) dan mengetahui formula sediaan transdermal patch dari ekstrak kulit buah Apel Manalagi (Malus sylvestris L. Mill) yang memenuhi syarat evaluasi, serta untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi kombinasi polimer hidroksi propil metil selulosa dan etil selulosa terhadap formulasi sediaan transdermal patch. Formulasi sediaan transdermal patch dibuat tiga (3) formula dengan variasi konsentrasi kombinasi polimer hidroksi propil metil selulosa dan etil selulosa yaitu F1 (1.5%:1.5%), F2 (2%:1%), dan F3 (1%:2%). Evaluasi transdermal patch meliputi organoleptis, keseragaman bobot, ketebalan, ketahanan lipatan, pH dan kandungan kelembaban. Formula F1, F2 and F3 memenuhi syarat evaluasi organoleptis, ketebalan, ketahanan lipatan, dan pH tetapi tidak memenuhi syarat keseragaman bobot dan kandungan kelembaban. Hasil analisis statistik pada sediaan transdermal patch ekstrak kulit buah Apel Manalagi dengan variasi konsentrasi kombinasi hidroksi propil metil selulosa dan etil selulosa menunjukkan pengaruh bermakna (p<0, 05) terhadap evaluasi keseragaman bobot dan ketebalan, serta tidak menunjukan pengaruh bermakna (p>0,05) terhadap ketahanan lipatan, pH, dan kandungan kelembaban.

Page 1 of 1 | Total Record : 5