cover
Contact Name
Muhammad Fuad Rasyid
Contact Email
m.fuadrasyid12@gmail.com
Phone
+6289538973171
Journal Mail Official
m.fuadrasyid12@gmail.com
Editorial Address
jl.raya inspeksi kalimalang, cikarang selatan, kab.bekasi Jawa barat
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (P-ISSN 2252-6722, E-ISSN 2503-3476) is published by the Department of Indonesian Language and Literature, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Semarang. It publishes research-based articles in the field of language, literature, and learning. The scopes of the topics include: 1) Indonesian language for foreigners, Indonesian language, Indonesian language teaching; (2) Linguistics; (3) Applied Linguistics, and; (4) Literature Teaching. Articles can be written in English, Indonesian or Malay. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia has been indexed in DOAJ, Google Scholar, BASE (Bielefeld Academic Search Engine), and Sinta (Science and Technology Index).
Articles 149 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF MENYUNTING KARANGAN BERMUATAN NILAI-NILAI KARAKTER BERBASIS TIK PADA MATA KULIAH UMUM BAHASA INDONESIA Asep Purwo Yudi Utomo; Uki Hares Yulianti
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2: November 2017
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v6i2.16521

Abstract

Abstract The purpose of this study reveals the level of need for interactive media to text editting containing ICT-based character values in Indonesian general lecture; designing and determining the effectiveness of interactive media to edit text containing ICT-based character values in general Indonesian general lecture. The research approach used is research and development (R & D). The results of this study are as follows. Characteristics of interactive media text editing containing ICT-based character values in Indonesian general lecture which corresponds to the needs of lecturers and students include a reference used for the development of interactive media text editing. The average score of lecturer appraisal was 88.75% and the average score of the students' appraisal was 87.5%. Keyword: interactive media, text editing, character values, ICT, Indonesian. Abstrak Tujuan penelitian ini mengungkap tingkat kebutuhan mengenai media interaktif menyunting karangan bermuatan nilai-nilai karakter berbasis TIK pada mata kuliah umum bahasa Indonesia; merancang dan menentukan keefektifan media interaktif menyunting karangan bermuatan nilai-nilai karakter berbasis TIK pada mata kuliah umum bahasa Indonesia. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau research and development (R & D). Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Karakteristik media interaktif menyunting karangan bermuatan nilai-nilai karakter berbasis TIK pada mata kuliah umum bahasa Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan dosen dan mahasiswa meliputi acuan yang digunakan untuk pengembangan media interaktif menyunting karangan. Skor rata-rata penilaian dosen sebesar 88,75% dan skor rata-rata penilaian mahasiswa sebesar 87,5%. Kata kunci: media interaktif, menyunting karangan, nilai karakter, TIK, bahasa Indonesia
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA MAHASISWA ASING DALAM PROGRAM BIPA IAIN SURAKARTA Elen Inderasari; Tiya Agustina
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2: November 2017
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v6i2.20192

Abstract

Bahasa Indonesia for Foreign Speakers (BIPA) is an Indonesian language teaching program aimed at foreign speakers. Errors are an inevitable part of learning that every language learner commonly encounters in language errors. The research purposes are to know the form of errors in the foreign students’ language in the various levels (spelling, phonology, morphology, syntax, and semantics), and to know the factors causing errors in the use of Indonesian language writing skills of foreign students in Indonesian language learning program BIPA IAIN Surakarta. The research subjects are students who came from Thailand. Data collection techniques used are observation, interview and documentation during the activities in the BIPA Program. Data validity technique is triangulation technique namely source, method, and technique triangulation. This research applies error analysis or correct analysis. The implementation steps are 1) data collection, 2) error identification 3) error description 4) error classification 5) error evaluation. Based on the classification of data in spelling, phonology, morphology, syntax, and semantics, it can be concluded that language errors in Thai students tends to be in many classifications. In the data of phonological level, there are several error pronunciations that cause phoneme changes, phonemic addition, and phoneme omission. In the morphological data classification, there are some errors from the findings data such as errors in affixes usage in which the most dominant error of affixes usage is the occurrence of prefix form followed by suffix and confix. In the syntactic data classification, there are some errors in the structure of sentences, the function of the word in many sentences are reversed structure. In the semantics data classification, there are many errors in the selection of words (diction) in a sentence. Factors influencing Thai students' language errors are internal factors and external factors. Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) merupakan program pengajaran bahasa Indonesia yang ditujukan untuk penutur asing. Kesalahan merupakan suatu bagian belajar yang tidak terhindarkan setiap pembelajar bahasa umumnya mengalami kesalahan dalam berbahasa. Adapun tujuan penelitian dalam penulisan ini yaitu, mengetahui bentuk kesalahan berbahasa pada mahasiswa asing dalam tataran (ejaan, fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik), serta mengetahui faktor-faktor penyebab kesalahan pemakaian bahasa Indonesia dalam kemampuan menulis mahasiswa asing dalam pembelajaran bahasa Indonesia program BIPA IAIN Surakarta. Adapun yang menjadi subjek penelitian adalah mahasiswa baru BIPA yang berasal dari Thailand. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi selama kegiatan di dalam Program BIPA. Teknik keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik triangulasi, yaitu triangulasi sumber, triangulasi metode, dan triangulasi teknik. Analisis yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan analisis kesalahan (correc analysis). Langkah-langkah pelaksanaaan yang dimaksud 1) pengumpulan data, 2) pengidentifikasian kesalahan, 3) penjelasan kesalahan 4) peng-klasifikasian kesalahan 5) pengevaluasian kesalahan. Berdasarkan klasifikasi data baik dalam tataran ejaan, fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dapat disimpulkan bahwa kecenderungan kesalahan berbahasa pada mahasiswa Thailand. Pada klasifikasi data tataran fonologi, terjadi beberapa kesalahan pelafalan yang menyebabkan perubahan fonem, penambahan fonem, dan penghilangan fonem suatu kata. Pada klasifikasi data tataran morfologi, terjadi beberapa kesalahan dari data temuan yaitu kesalahan penggunaan afiks paling dominan terjadi pada bentuk prefiks yang diikuti oleh sufiks dan konfiks. Pada klasifikasi data tataran sintaksis, terjadi beberapa kesalahan pada struktur kalimat, fungsi kata dalam kalimat banyak yang terbolak-balik strukturnya. Pada klasifikasi data tataran semantik telah ditemukan beberapa kesalahan dalam pemilihan kata (diksi) dalam suatu kalimat. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesalahan berbahasa mahasiswa Thailand yaitu faktor internal dan faktor ekternal. Kata Kunci: Kesalahan Berbahasa, Pengajaran Bahasa Indonesia, Program BIPA
PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN BIPA DI PERGURUAN TINGGI POLANDIA Hertiki Hertiki
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2: November 2017
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v6i2.20226

Abstract

Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) saat ini sangat banyak sekali peminatnya terutama di kalangan mahasiswa asing. Beberapa negara baik di kawasan Asia, Australia, Eropa dan Amerika memiliki kelas BIPA yang dikhususkan bagi para mahasiswa asing yang ingin belajar bahasa Indonesia. BIPA telah menjadi bagian dari mata kuliah pilihan bahasa asing yang ditawarkan oleh Universitas di suatu negara, terutama untuk mahasiswa tingkat akhir. Di Eropa sendiri, pemelajar BIPA sangat banyak jumlahnya yang tersebar di beberapa negara seperti: Belanda, Jerman, Italia, Polandia, Perancis, Rusia, dan Spanyol. Sejak tahun 2011, bahasa Indonesia telah dijadikan sebagai mata kuliah bahasa asing untuk jenjang S-1 di Perguruan Tinggi di beberapa kota di Polandia, misalnya: Poznan, Torun, Krakow dan Warsaw. Setiap tahunnya, Kemenristekdikti lewat programnya yang bernama SAME BIPA mengirimkan dua orang tenaga pengajar untuk mengajar BIPA di Polandia. Untuk memberi gambaran umum tentang pengajaran dan pembelajaran bahasa Indonesia di tingkat perguruan tinggi di Polandia, dalam makalah ini peneliti akan membahas beberapa hal seperti: (1) situasi dan kondisi pengajaran BIPA di Polandia dan (2) kendala yang dihadapi oleh pemelajar BIPA. Kata Kunci: pengajaran, pembelajaran, bahasa Indonesia, Polandia Nowadays, foreign students are very interested in learning the Indonesian Language. Some countries in Asia, Australia, Europe, and America have offered Indonesian classes as an optional course for students in the last semester of the university. In Europe itself, students of Indonesian classes are spread among the European countries such as: Netherlands, Germany, Italy, Poland, France, Russia, and Spain. Since 2011, the Indonesian language has become a course subject for Bachelor Degree in university level especially in Poland (Poznan, Torun, Krakow, and Warsaw). Every year, the Ministry of Research Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia (Kemenristekdikti) through its program called SAME BIPA has sent two lecturers to teach BIPA in Poland. To give a brief description of teaching and learning the Indonesian language in university level in Poland, this article discusses (1) the situation of teaching BIPA in Poland, and (2) obstacles from the students who learnt the Indonesian language. Key words: teaching, learning, Indonesian language, Poland
PENGEMBANGAN LAMAN MEDIA AUDIOVISUAL BERMUATAN MATERI KEBUDAYAAN INDONESIA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BIPA Muhammad Zaenuri; Tommi Yuniawan
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 1: Mei 2018
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v7i1.20637

Abstract

Abstrak Media pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang bersifat teoretis berbentuk teks-teks kurang efektif karena tidak menstimulus kemampuan pembelajar. Pembelajaran yang terpusat pada pengajar dan mengesampingkan pentingnya strategi pembelajaran multidimensi yang mengkombinasikan tatap muka dan pemanfaatan teknologi dalam jaringan juga membatasi kemampuan belajar praktis dan mandiri pembelajar BIPA. Untuk itu, upaya pengembangan media pembelajaran laman media audiovisual dirasa perlu untuk meningkatkan kompetensi dasar BIPA yang dibutuhkan. Laman media audiovisual juga mengakomodasi kebutuhan pembelajaran BIPA dalam jaringan. Penelitian ini dilakukan melalui lima tahap, yaitu survei permasalahan, pengumpulan data, desain produk, validasi produk, serta revisi dan perbaikan produk. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk laman (webiste) dan media audiovisual berupa video dialog dan video eksplanasi, serta media pendukung berupa materi pendukung dalam buku pegangan (handbook). Prototipe produk dikembangkan berdasarkan aspek materi, bahasa, penyajian, dan tampilan. Prototipe pengembangan media pembelajaran BIPA dinilai berdasarkan aspek materi dan media oleh dosen ahli materi dan media. Keseluruhan aspek materi mendapat nilai rerata skor 4,12 pada kategori ‘baik’ dan aspek media mendapat nilai rerata skor 4,01 pada kategori ‘baik’. Namun demikian, dosen ahli tetap memberikan masukan guna perbaikan produk. Berdasarkan perbaikan tersebut, dapat dikatakan bahwa pengembangan laman media audiovisual bermuatan materi kebudayaan Indonesia telah memenuhi kelayakan. Kata kunci: laman media audiovisual; pembelajaran berbicara BIPA; pembelajaran BIPA dalam jaringan Abstract Learning media of Bahasa Indonesia for Foreign Students (BIPA) which only emphasizes on theories and texts is not effective because it does not stimulate students’ brains to facilitate learning. Teacher-centered learning and the ignorance of the importance of the multiple strategies of combining face-to-face sections and the utilization of the online-based technology limit the students to actively participate in either teaching and learning process or a practical self-study. Therefore, some efforts in developing the audiovisual media website are necessary to do to develope the students’ basic competences on teaching and learning BIPA. Besides, the media website can fulfil the needs of online BIPA learning. This research was conducted through five stages, they were problems survey; data collections; product design; product validation; and product improvement. This research was aimed at making the media website and audiovisual media that consists of video dialog and video explanation, as well as the ancilarry material on the handbook. The products’ prototypes were developed through the aspects of material, languange, presentation, and design. These products’ prototypes were scored based on the aspect of materials and medias by the expert lecturers on either material or media. The expert lecturers stated that the products of this research were ‘good’ with the average score of 4,12 out of 5 from material side and the average score of 4,01 out of 5 from media side. However, the lecturers kept giving some recommendations for a better improvement of the products. Based on those points, it could be said that audiovisual media website development containing Indonesian culture material has fulfilled its requirements. Keywords: audiovisual media website; learning BIPA online; speaking learning of BIPA
KEEFEKTIFAN MEDIA FOTO JURNALISTIK DAN KARTU BERGAMBAR DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI DENGAN PENDEKATAN BERBASIS TEKS Niken Kusumaningtyas; Nas Haryati Setyaningsih; Sumartini Sumartini
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 1: Mei 2018
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v7i1.21003

Abstract

Tujuan penelitian ini, yaitu (1) mendeskripsikan keterampilan menulis puisi menggunakan media Foto Jurnalistik dengan Pendekatan Berbasis Teks pada peserta didik kelas VIII SMP; (2) mendeskripsikan keterampilan menulis puisi menggunakan media Kartu Bergambar dengan Pendekatan Berbasis Teks pada peserta didik VIII SMP; (3) menguji keefektifan media Foto Jurnalistik dalam pembelajaran menulis puisi atau media Kartu Bergambar dalam pembelajaran menulis puisi dengan Pendekatan Berbasis Teks pada peserta didik kelas VIII SMP. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kuasi (quasi experimental) dengan desain penelitian Pretest-Posttest Control Group Desain. Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan purpose sampling, yaitu kelas VIII C, VIII E dan VIII G. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media Foto Jurnalistik lebih efektif dibandingkan media Kartu Bergambar yang dibuktikan dengan nilai t = 2.922 dan nilai signifikansi 0,005. Oleh karena nilai signifikansi atau Sig.(2-tailed) < 0,05, maka Ho ditolak dan Hi diterima dan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata posttest antara kelompok Foto Jurnalistik dan kelompok Kartu Bergambar pada pembelajaran menulis puisi dengan Pendekatan Berbasis Teks, dan media Foto Jurnalistik lebih efektif dibandingkan media Kartu Bergambar. Kata kunci: foto jurnalistik, kartu bergambar, puisi, pendekatan berbasis teks The purposes of this study were 1) to describe students’ writing poetry skill using journalistic photos as the media with text based approach on eight grader of junior high school, 2) to describe students’ writing poetry skill using flash card as the media with text based approach on eight grader of junior high school, 3) to examine the effectiveness of journalistic photos and flash card as media in writing poetry with text based approach on eight grader of junior high school. This quasi experimental study using pre-test and post-test control group design. This study was undertaken on class VIII C, VIII E, VIII G using purpose sampling. The result of the study showed that the use of journalistic photos was more effective than flash card which was proven from t value = 2.922 and significant value of 0,005. Because of sig. (2-tailed) < 0,05, so that Ho was rejected and Hi was accepted. It can be concluded that there was different average posttest score between group treated using journalistic photos and flash card. In sum, the journalistic photos were more effective than flash card to be applied in the writing poetry class. Keywords: photo’s jurnalisme, card of picture, poetry, approach basic text
PENGEMBANGAN MODEL EKLEKTIK BERBASIS NILAI LUHUR PANCASILA DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI RAKYAT KELAS VII SMP Panca Dewi Purwati
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 1: Mei 2019
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v8i1.21537

Abstract

Abstrak Tujuan penelitiannya sebagai berikut: 1) mendeskripsi wujud model pancanovebia yang digunakan memfasilitasi pembelajaran; 2) mengidentifikasi peningkatan proses pembelajaran kompetensi tersebut melalui pengamatan sikap spiritual dan sikap sosial; dan 3) mengidentifikasi peningkatan hasil pembelajaran berdasarkan penerapan model pancanovebia. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (metode deskripsi, validasi, dan eksperimen). Hasil penelitiannya adalah sebagai berikut. Pertama, wujud model pancanovebia berupa teori konseptual pemaduan materi sastra dan bahasa (fokus kosakata novebia:nomina, verba, adverbial/adjetiva/dll) dengan unsur-unsur model yang khas yang berdampak peningkatan sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa menulis puisi rakyat bertema Pancasila. Kedua, peningkatan proses pembelajaran berdasarkan pengamatan proses pembelajaran rataan nilai sikap spiritual 96.58%, dan rataan nilai sikap sosial 93.30%, kualitas proses belajar berpredikat A. Ketiga, hasil pembelajaran menulis puisi rakyat mengalami peningkatan sebesar 35.01. Pembelajaran kesastraan sangat efektif sebagai sarana penanaman nilai karakter. Maka perlu memberi kesempatan siswa memaksimalkan potensinya dan terlibat pada upaya konservasi budaya berbasis nilai-nilai luhur Pancasila. Abstract There are researchment goals that should be done: 1) describe conseptual theory of pancanovebia that used in facilitating the learning of folk poetry competency; 2) identify improvement of learning process that competency through observation of spiritual attitudes and social attitudes; 3) identify improvement learning result according to activity of implementing pancanovebia model in writing folk poetry. As for approachment that used in this study is research and development (descriptive, evaluative and experimental). Result of these researchment are: First, this pancanovebia model form that implemented in learning folk poetry have the shape of conceptual theory integration of literature and language material (novebia focusing on vocabulary: noun, verb, adverb/adjective/etc) that own orientation, syntagmatic, social system, reaction principle, and a typical support system, also having positive impact on improving attitudes, and students' skill in writing folk poetry in Pancasila themed. Second, improvement learning process according to observation of learning process average spiritual attitude 96.58%, average social attitude 93.30% (learning process went maximum, grade A.) Third, writing folk poetry learning result increases 35.01. So the learning needs to be facilitated in learning process that give student chance to maximize their potential and got involve to culture conservation effort based on Pancasila's noble values.
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MENGONSTRUKSI TEKS EKSPOSISI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF DAN CORE PADA SISWA KELAS X SMA Sriyana Sriyana
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 1: Mei 2018
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v7i1.22102

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mendeskripsi keefektifan pembelajaran mengonstruksi teks eksposisi dengan model generatif pada siswa kelas X SMA; (2) mendeskripsi keefektifan pembelajaran mengonstruksi teks eksposisi dengan model Connecting Organizing Reflecting Extending (CORE) pada siswa kelas X SMA; (3) mendeskripsi perbedaan keefektifan pembelajaran mengonstruksi teks eksposisi pada kelas X SMA menggunakan model generatif dan CORE. Desain penelitian ini adalah eksperimen semu dengan dua kelompok eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA N 15 Semarang tahun pelajaran 2017/2018 sebanyak sepuluh kelas. Pemilihan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling dan dipilih dua kelas yaitu X-IPA-5 sebagai kelas eksperimen I dan X-IPA-6 sebagai kelas eksperimen II. Hasil penelitian ini adalah; (1) pembelajaran mengonstruksi teks eksposisi menggunakan model generatif efektif; (2) pembelajaran mengonstruksi teks eksposisi menggunakan model CORE efektif; (3) pembelajaran mengonstruksi teks eksposisi menggunakan model generatif lebih efekif dibanding model CORE. Kata kunci: mengonstruksi teks eksposisi, model generatif, model CORE Abstrak The purpose of this research is to; (1) describe the effectiveness of learning to construct exposition texts with generative models in grade X high school students; (2) to describe the effectiveness of learning to construct exposition texts with the Connecting Organizing Reflecting Extending (CORE) model on X grade students; (3) a more effective learning model between generative and CORE learning models in learning construct exposition texts in grade X high school students. The design of this study was a pseudo experiment with two experimental groups. The population in this study is the students of class X SMA N 15 Semarang academic year 2017/2018 as many as ten classes. The sample selection was done by purposive sampling and chosen two classes, namely X-IPA-5 as experimental class I and X-IPA-6 as experimental class II. The results of this research are; (1) construct exposition text learning using generative model is effective; (2) learning construct exposition text using CORE model of learnign is effective; (3) construct instruction using generative model is more effective than CORE. Keywords : construct exposition text, generative model, CORE model
KELAYAKAN BUKU TEKS BAHASA DAN SASTRA INDONESIA KELOMPOK PEMINATAN ILMU-ILMU BAHASA DAN BUDAYA KELAS XI KARYA PENERBIT SWASTA Lintang Amalia Setyowati
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 1: Mei 2018
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v7i1.22152

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah menilai kelayakan isi, penyajian, dan bahasa buku teks pelajaran bahasa dan sastra Indonesia kelompok peminatan ilmu-ilmu bahasa dan budaya kelas XI yang diterbitkan oleh penerbit swasta. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan metode analisis isi (content analysis). Penelitian ini menunjukkan buku teks karya Yrama Widya mendapatkan rata-rata kelayakan buku 80% dan buku teks karya CV Mediatama mendapatkan 87,5%. Berdasarkan hasil analisis, buku teks karya CV Mediatama lebih unggul dibandingkan dengan buku teks karya Yrama Widya. Kedua buku teks masih memiliki kekurangan pada aspek kelayakan isi dan bahasa. Buku teks karya Yrama Widya termasuk kategori baik dengan predikat sesuai, sementara buku teks karya CV Mediatama termasuk kategori baik sekali dengan predikat sangat sesuai. Kata Kunci: kelayakan buku teks, kelompok peminatan, penerbit swasta ABSTRACT The study aimed to evaluate the feasibility of content, presentation, and language on Indonesian language and literature, a group of linguistic and cultural sciences textbook class XI that published by private publisher. This study used qualitative descriptive approach and content analysis method. The results of this study are the mean score o the feasibility was 80% by Yrama Widya publisher and 87,5% by textbook of CV Mediatama publisher. Based on the analysis result, higher score got by CV Mediatama publisher. Both of textbooks still had some disadvantages on feasibility of content and language aspects. Textbooks of Yrama Widya publisher included in the good category with a suitable predicate, meanwhile Textbooks of CV Mediatama publisher included in excellent category with a very suitable predicate. Keywords: textbook feasibility, interest groups, private publisher.
KEEFEKTIFAN MODEL EXAMPLE NON-EXAMPLE DAN MODEL PICTURE AND PICTURE DALAM PEMBELAJARAN MENYAJIKAN TEKS DESKRIPSI MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR BERTEMA OBJEK WISATA SEJARAH PADA PESERTA DIDIK KELAS VII MTs Sri Endah Setyo Rini; Santi Pratiwi Tri Utami
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 1: Mei 2018
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v7i1.22751

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan keefektifan model example non-example dalam pembelajaran menyajikan teks deskripsi dengan media gambar bertema objek wisata sejarah, (2) mendeskripsikan keefektifan model picture and picture dalam pembelajaran menyajikan teks deskripsi dengan media gambar bertema objek wisata sejarah, (3) mendeskripsikan model yang lebih efektif antara model example non-example dan model picture and picture dalam pembelajaran menyajikan teks deskripsi dengan media gambar bertema objek wisata sejarah. Metode penelitian yang digunakan yaitu, eksperimen semu dengan desain nonequivalent control group design. Hasil penelitian ini yaitu, 1) model example non-example efektif digunakan dalam pembelajaran menyajikan teks deskripsi dengan media gambar bertema objek wisata sejarah, 2) model picture and picture efektif digunakan dalam pembelajaran menyajikan teks deskripsi dengan media gambar bertema objek wisata sejarah, 3) model picture and picture lebih efektif digunakan dalam pembelajaran menyajikan teks deskripsi dengan media gambar bertema objek wisata sejarah dengan signifikasi (Sig. 2-tailed) 0,012<0,05. Kata kunci: model example non-example, model picture and picture, teks deskripsi, dan media gambar bertema objek wisata sejarah Abstract The purpose of this study are (1) to describe the effectiveness of the example non-example model in the lesson of providing descriptive text with picture media themed historical attractions, (2) to describe the effectiveness of the picture and picture model in the lesson of providing descriptive text with picture media themed historical attractions, (3) to describe model which is more effective between example non-example model and picture and picture model in the lesson of providing descriptive text with picture media themed historical attractions. The research method that used is quasi eksperiment with the design form of Nonequivalent Control Group Design. The result of this study are 1) example nonexample model is effectively used in learning to present descriptive text with picture media themed historical attractions, 2) picture and picture model is effectively used in learning to present descriptive text with picture media themed historical attractions, 3) picture and picture model more effectively used in learning to present descriptive text with picture media themed historical attractions with significance (Sig. 2-tailed) 0,012<0,05. Keywords: example non-example model, picture and picture model, descriptive text, and media of theme historical tourism objects
REKONSTRUKSI TEKS EKSPOSISI TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) UNTUK PESERTA DIDIK SMA KELAS X Eva Rafiqoh; Wagiran Wagiran
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 1: Mei 2018
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v7i1.22934

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui kualitas teks eksposisi bermuatan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA); (2) rekonstruksi teks eksposisi bermuatan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA); Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan metodelogis berupa deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) kualitas 10 teks eksposisi adalah baik, dengan persentase ketidaksesuaian mencapai 9,9%. (2) aspek dominan yang direkonstruksi yakni pada subaspek menanggapi/mengambil sebuah sudut pandang terhadap sebuah informasi yang akan dibahas, kemudian kriteriastruktur pernyataan ulang pendapat, selanjutnya subaspek penguatan kembali atas tesis, dan berisi hal-hal yang perlu diperhatikan atau dilakukan agar pendapat atau prediksi penulis dapat terbukti. Kaidah kebahasaan, kriteria dominan adalah nomor yakni suara pribadi yang menunjukkan suara subjektif, dan ejaan. Kata Kunci : rekonstruksi, teks ekposisi, Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) Abstract The aimsof this study are to (1) to describe the quality theexposition textsincludeAseanEconomic Community (AEC); (2) to reconstructthe exposition texts includeAsean Economic Community (AEC); The approach in this study is metedological approach in the form of descriptive qualitative. The results of this study indicate that, (1) the quality of 10 exposition texts is good, with the percentage of nonconformities reaching 9.9%. (2) the reconstructed dominant aspect of theaspect responds/ takes a point of view of an information to be discussed, then the sub-structure of the statement re-statement, subsequent reinforcement of the thesis, and contains the things that need to be considered or done so that opinions or author predictions can be proven. Generic structure, the dominant sub-dome number is the number of personal voices that indicate subjective sound, and spelling. Keywords: reconstruction, text of exposition, ASEAN Economic Community (AEC)

Page 8 of 15 | Total Record : 149