cover
Contact Name
Hasriani
Contact Email
mediasi341@gmail.com
Phone
+6285696685341
Journal Mail Official
mediasi341@gmail.com
Editorial Address
Jalan Muhajirin, Makassar, Sulawesi-Selatan, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
INDOPEDIA (Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan)
ISSN : 29857309     EISSN : 29857309     DOI : -
Core Subject : Education,
INDOPEDIA : Journal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Education and Teaching. Scopes INDOPEDIA : Journal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan includes research papers from researchers, academics, and practitioners. In particular, papers which consider the following general topics are invited: Teaching and Learning in Education Educationcal Technology Curriculum Development Material Development Education Professionalism Education Curriculum Education in 5.0 era E-Learning in Education Character building. Special Needs Education. Global Issues in Education. Technical and Vocational Education. Language and Literature Education. Social Sciences Education. Education Management. Sports Science and Physical Education. Learning Models and Strategies Other Fields in Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 314 Documents
IMPLEMENTASI HUBUNGAN SEKOLAH DAN MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN Machdum Bachtiar; Anis Zahroh; Abd.Rahman
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 1 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mendiskripsikan program humas, teknik humas, kerjasama humas, tahapan program humas, evaluasi humas, pola manajemen humas, dan kendala dalam mengelola humas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan teknik wawancara, pengamatan, dan dokumentasi. Temuan penelitian ini mengidentifikasikan bahwa suatu lembaga untuk mepertahankan eksistensinya tidak terlepas dari partisipasi masyarakat. Dibutuhkan suatu mitra kerjasama dengan berbagi kalangan masyarakat seperti dunia usaha dan dunia industri (DU/DI), perkumpulan alumni, komite sekolah, yayasan serta majelis madrasah. Proses manajemen humas di sekolah menengah kejuruan berbasis islam selain memperhatikan mitra kerjasama, juga memperhatikan perencanaan program, teknik, pola, tahapan, evaluasi, serta kemungkinan terjadinya kendala dalam proses pelaksanaannya.
MANAJEMEN TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN Anis Zohriah; Machdum Bachtiar; Rohman
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 1 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan guru dan tenaga kependidikan merupakan bagian penting dalam kegiatan sekolah, mulai dari kegiatan belajar mengajar hingga kegiatan administrasi. Fungsi mereka tidak dapat sepenuhnya dihilangkan sebagai pendidik dan pengajar bagi anak didiknya. Demikian pula tenaga kependidikan (kepala sekolah, pengawas, pustakawan, tenaga administrasi) bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pembinaan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. Sehubungan dengan pembinaan profesionalisme tenaga kependidikan dan tenaga kependidikan, peningkatan mutu pendidikan pada setiap jenis dan jenjang pendidikan telah menjadi komitmen pendidikan nasional. Dalam sistem pendidikan nasional, organisasi yang beroperasi di dalam sistem tersebut merupakan sub sistem yang memiliki sumber daya manusia yang perlu dikelola dengan baik. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun teknik pengelolaan Pendidik dan Pendidikan Melakukan persiapan pembelajaran secara optimal, melaksanakan pembelajaran, melaksanakan bimbingan dan bimbingan kepada pelaku atau peserta didik, melakukan penilaian terhadap kegiatan yang telah dilakukan untuk menentukan pencapaian target, melakukan telah dilakukan analisis pencapaian target yang telah ditetapkan.
PENINGKATAN SIFAT KETELADANAN NABI MELALUI METODE BERCERITA BERBASIS DIGITAL PADA TK. AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL BALANG BODDONG MAKASSAR Dwi Kartika Putri; Nasaruddin R
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 1 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK), model yang digunakan adalah model penelitian yang diadopsi oleh arikunto yang terdiri dari 2 siklus dan difokuskan pada kegiatan anak didik yaitu peningkatan sifat keteladanan nabi anak usia 5-6 tahun atau kelompok B1 dengan jumlah anak 9 Anak laki-laki dan 6 anak perempuan. Subjek penelitian ini adalah sifat keteladanan nabi pada anak didik. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan data kualitatif dan analisis kuantitatif. Berdasarkan kajian teori, penelitian yang releavan, kerangka pikir dan permasalahan yang diajukan maka hipotesis penelitian ini “Peningkatan sifat keteladanan nabi melalui metode bercerita berbasis digital pada TK. Aisyiyah Bustanul Athfal Balang Boddong Makassar” dengan adanya metode bercerita berbasis digital kepada anak didik ini bahwa perkembangan sifat keteladanan nabi yang telah diamati setiap minggunya terjadi peningkatan. Berdasarkan hasil analisis pada siklus I dibuktikan dengan rata-rata kategori pencapaian anak berkembang sesuai harapan (BSH) dengan persentase 67,40% sedangkan pada siklus II berada pada kategori berkembang sangat baik (BSB) dengan persentase nilai 95,55% maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa melalui metode bercerita berbasis digital dapat meningkatkan setiap indikator perkembangan sifat keteladanan nabi pada anak kelompok B di TK. Aisyiyah Bustanul Athfal Balang Boddong Makassar.
PENDAMPINGAN BIMBINGAN BELAJAR DI RUMAH PADA SISWA SD UNTUK MENUMBUHKAN MOTIVASI BELAJAR Anggita Noerma Ramadhani; Dinda Prameswari; Nadea Rosanty
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 1 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan di indonesia, dimana dari tahun ketahun pemerintah selalu meningkatkan kualitas pendidikan dari segala jenjang dari SD hingga di bangku perkuliahan, tujuan dan taklain untuk meningkatkan sumber daya manusia di negara Indonesia, dimana sebuah negara bisa menjadi maju dan berkembang tentu karena SDM didalamnya memadai, namun dibalik itu semua tentu membutuhkan sebuah proses yang tidak mudah dimana para siswa pasti dituntut untuk melalui proses pembelajaran yang lebih sulit dan intensif dari segi waktu dan kesulitan materi sudah pasti meningkat, sehingga proses pembelajaran disekolah saja tidak cukup maksimal untuk diterima siswa, sehingga perlunya penguasaan materi dengan mengulang pembelajaran dirumah adalah sebuah kebutuhan untuk membantu siswa menjalani proses ujian disekolah yang diadakan setiap waktu yang ditentukan oleh sekolah, pendampingan pembelajaran dirumah dirasa sangat membantu siswa karena dengan melakukan pengulangan materi dirumah akan membantu siswa untuk lebih memahami dan mengingat dengan baik materi yang telah di ulas di sekolah juga memberikan dampak positif di kemudian hari dengan hasil nilai rapor yang maksimal.
MEDIA JAM SUDUT: UPAYA MEMBANTU BELAJAR SISWA SD DI BIMBINGAN BELAJAR Lailatul Maghfiroh; Tantri Septiarini; Irma Dwi Suryani
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 1 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pelaksanaan bimbingan belajar berbantu media jam sudut dalam membantu belajar siswa sekolah dasar. Metode penelitian menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi,wawancara dan dokumentasi. Sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan interaktif model dan keabsahan datanya diperoleh dengan triangulasi sumber data dan triangulasi teknik pengumpulan data. Hasil penelitian adalah pelaksanaan bimbingan belajar berbantu media jam sudut dapat membantu siswa mengurangi kesulitan belajar siswa kelas tinggi (V) yang mulanya tidak dapat menentukan sudut pada jam, setelah menggunakan media jam sudut siswa sudah bisa menentukan sudut pada jam, sedangkan pada kelas rendah sebelumnya siswa kesulitan memahami materi jam dan kesulitan menentukan jarum jam pendek dan jarum panjang untuk menentukan pukul berapa, tetapi dengan adanya media jam sudut yang dibuat secara konkret ini siswa menjadi paham dan dengan mudah memahami materi serta belajarnya pun menjadi senang dan menarik bagi siswa. Layanan bimbingan belajar yang diberikan terintegrasi dengan materi pelajaran (ketika pembelajaran berlangsung) dengan media jam sudut. Keberhasilan pelaksanaan layanan bimbingan belajar guna membantu siswa belajar adalah siswa menunjukkan peningkatan prestasi belajar (nilai ujian), mengerjakan dan mengumpulkan tugas tepat waktu serta dapat berkonsentrasi dengan memperhatikan materi pelajaran yang diberikan. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media jam sudut dapat membantu meningkatkan prestasi akademik siswa pada kelas rendah dan kelas tinggi.
PENERAPAN MODEL COLLABORATIVE WRITING PADA PEMBELAJARAN MENULIS TEKS DISKUSI DI KELAS IX SMPN 4 MUARA BUNGO Yetrinela
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 1 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya pembelajaran menulis teks diskusi siswa Kelas IX.7 SMP Negeri 4 Muara Bungo. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan pembelajaran menulis teks diskusi dengan menggunakan Model Collaborative Writing di Kelas IX.7 SMP Negeri 4 Muara Bungo. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilakukan di SMP Negeri 4 Muara Bungo. Penelitian dilakukan pada semester II, yaitu bulan Februari 2023, dilaksanakan dalam 2 siklus yang terdiri atas dua kali pertemuan. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas IX.7 dengan jumlah siswa 30 siswa. Alat Pengumpulan data yang digunakan adalah pedoman observasi, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah pembelajaran menulis teks diskusi dengan menggunakan Model Collaborative Writing mengalami peningkatan, khususnya dalam menggunakan isi teks diskusi, organisasi, kosakata, penggunaan bahasa, dan mekanik. Pada siklus I nilai rata-rata keterampilan menulis siswa adalah 68,59 dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 77,74. Disarankan bagi guru hendaknya dapat menerapkan pembelajaran pembelajaran menulis teks diskusi dengan menggunakan Model Collaborative Writing.
PROFIL PROSES BERPIKIR KRITIS SISWA SD DALAM PEMECAHAN MASALAH BERDASARKAN PADA TINGKAT KESULITAN SOAL Dwi Masitho N.K.S; Mei Lani Putri; Martha Sukma Wijaya; Nabila Salima Azzahro; Hepy Yista Adeliya; Karina Putri Pramesti
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 1 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir kritis adalah proses berpikir intelektual dengan menekankan keterampilan merumuskan, menganalisis, dan mengevaluasi masalah yang dimiliki manusia sehingga dapat digunakan pada setiap aktivitas berpikir dalam kehidupan sehari-hari. pemecahan masalah merupakan kemampuan yang harus dimiliki setiap siswa, keterampilan memecahkan masalah yang nantinya dapat di terapkan dalam kehidupan sehari-hari baik untuk memecahkan masalah dan menemukan solusi untuk permasalahan tersebut baik pada lingkungan keluarga ataupun lingkungan sekolah. Peneliti mengkaji lebih lanjut mengenai proses berpikir kritis siswa SD melalui pemecahan masalah berdasarkan pada tingkat kesulitan soal. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 siswa bimbingan belajar. Data dan penelitian ini, dikumpulkan dengan pretest dan postest. Untuk memeriksa keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi waktu, siswa diberikan soal yang sama dengan waktu yang berbeda dan diperoleh data yang identik. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dijabarkan, peneliti akan mengemukakan kesimpulan berdasarkan dari hasil analisis data yang diperoleh, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Selama proses pembelajaran kesulitan yang dialami oleh siswa yakni masih kurangnya tingkat kemampuan siswa dalam memecahkan soal matematika materi perkalian, siswa masih membutuhkan pengulangan bimbingan dalam mengerjakan soal perkalian. Maka dapat disimpulkan bahwa berbagai tipe belajar berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis matematika pada materi pecahan.
PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) PADA MATERI NORMA DAN KEADILAN DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT Pastrineli
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 1 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) adalah pembelajaran yang bersifat demokratis, mendorong aktivitas dan kreativitas siswa, menantang, mengundang kemampuan berfikir tingkat tinggi bermakna, berbasis nilai dan menyenangkan. Sehingga dengan pembelajaran seperti ini diharapkan siswa berminat mengikuti pembelajaran dan dapat memahami dengan baik konsep-konsep yang diajarkan. Akan tetapi dalam proses pembelajaran pembelajaran PPKn menjadi membosankan karena sarat dengan materi sehingga siswa sering lupa akan materi yang sudah diajarkan oleh guru. Oleh sebab itu diperlukan sebuah model yang dapat mengurangi atau  bahkan  menghilangkan  kesulitan  peserta didik   dalam   memahami   materi. Model yang digunakan adalah model kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT). pelajaran PPKn dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa. pada siklus I jumlah siswa yang tuntas adalah 19 siswa (63,3%) dan pada siklus II mengalami peningkatan dengan jumlah 25 siswa (83,3%). Berdasarkan ketentuan ketuntasan klasikal hasil belajar dinyatakan tuntas apabila sudah mencapai 75% dan pada siklus II menunjukkan bahwa hasil belajar sudah mencapai ketuntasan sebesar 83,3%  jadi dapat disimpulkan bahwa hasil belajar PPKn siswa dinyatakan tuntas. Peningkatan rata-rata hasil belajar siswa Pada siklus I rata-rata hasil belajar 69,46 dengan kategori sedang, dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 11,88 dengan perolehan nilai 81,34 dengan kategori tinggi. Berdasarkan perolehan hasil belajar siswa ini, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar PPKn mengalami peningkatan setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT.
ANALISIS DAMPAK PENGGUNAAN GADGET PADA MOTIVASI BELAJAR SISWA Farahdhiva Qotrunnada Fajrin; Vincentia Della Prawesti; Tiara Zalza Nabilah; Febriana Nur Cahyaningrum; Ananda Roqiba Faradisi; Eka Aulia Sari; Risma Savitri
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 1 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan gadget pada motivasi belajar siswa. Subjek dari penelitian ini yaitu siswa SD sebanyak 7 siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, observasi, dan wawancara berbasis tugas. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah lembar tes, lembar observasi, dan dokumentasi. untuk memperoleh data penggunaan gadget dan motivasi belajar siswa yang telah memenuhi kriteria valid dan penelitian ini dilakukan dalam kurun waktu 3 bulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat dampak dari penggunaan gadget terhadap motivasi belajar siswa. Uji keabsahan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode triangulasi waktu dan triangulasi teknik. Berdasarkan hasil dan pembahasan dalam penlitian yang telah dilakukan oleh peneliti maka proses pembelajaran alangkah baiknya dapat menciptakan suasana yang menyenangkan. Supaya siswa tidak cepat merasa bosan pada saat kegiatan belajar berlangsung. Menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, nyaman dan tidak membosankan.
ANALISIS TIPE BELAJAR STIMULUS RESPON LEARNING PADA SISWA BIMBANGAN BELAJAR Lolitha Arum Permatasari; Eka Octavia; Divi Anatsa Putri; Wiwit Tri Ambarwati; Sukma Dwi Anggraini; Sabrina Yulian Nabila
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 1 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui tipe belajar siswa. Deskripsi kualitatif adalah pengumpulan data sesuai dengan fakta lapangan, yang bertujuan untuk menafsirkan fenomena yang terjadi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa bimbingan belajar dari 6 penulis. Waktu pengambilan data dilakukan selama kurang lebih 3 bulan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, tes dan dokumentasi. Observasi dilakukan secara langsung dengan cara mengamati, membagikan tes dan ikut membantu ketika proses belajar siswa. Untuk memperkuat data penelitian maka peneliti menggunakan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Setiap siswa memiliki tipe belajar yang berbeda-beda. Setaip siswa berbeda satu sama lain dalam tingkat kecerdasannya, minat, emosinya, serta pemikiran. Demikian pula dalam belajarnya, ada yang lamban dan ada yang cepat, ada yang mampu belajar sendiri dan ada pula yang berkelompok dan sebagainya. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti menemukan bahwa 3 siswa dari 6 penulis mempunyai tipe belajar yang sama yaitu tipe belajar stimulus response learning yang mana dari tipe belajar ini siswa dapat belajar melalui asosiasi antara rangsangan atau stimulus tertentu dengan respons yang diinginkan.

Page 7 of 32 | Total Record : 314