cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalcendekia123@gmail.com
Phone
+6281999049329
Journal Mail Official
jihhcendekia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Simpang 4 By Pass BIL Tandek, Labulia, Kec. Jonggat, Kab. Lombok Tengah, Prov. NTB
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH)
ISSN : 29874467     EISSN : 29874491     DOI : https://doi.org/10.61116/jiih.v1i2.168
Core Subject : Social,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan bidang IPS dan Humaniora.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2024): Februari" : 5 Documents clear
PENINGKATAN KECERDASAN INTELEKTUAL SISWA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI MELALUI LITERASI DAN BERMAIN PERAN MUSAROFAH, MUSAROFAH
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 2 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiih.v2i1.451

Abstract

Baca tulis literasi perlu diajarkan sejak usia dini untuk meningkatkan IQ nya, dengan bermain peran dapat menumbuhkan keceriaan, pengetahuan yang luas dan wawasan berbahasa. Tujuan penelitian deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Tujuan baca literasi dan bermain peran disamping dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia dini, melatih bicara anak, menyimak peran yang sedang dimainkan seperti menirukan suara binatang dan tokoh peran. Tetapi juga dapat meningkatkan IQ anak usia dini. Hasil penelitian literasi baca yang diterapkan di PAUD untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia 4-6 tahun yang dilakukan di RA. Al-Munawaroh Kampung Bojongkoneng Telaga Murni sudah terlaksana dengan baik. Hal ini terlihat dari kemampuan berbahasa anak yang telah dicapai diantaranya: anak sudah bisa mengucapkan kata dengan tepat, anak juga dapat mengenal istilah baru (kata baru yang didengarnya), anak dapat mengenal simbol huruf, anak dapat menghubungkan kata dengan gambar, anak dapat menyambungkan garis putus-putus pada huruf, anak dapat mendengarkan cerita atau dongeng dan menceritakan kembali isi cerita secara sederhana, anak dapat menirukan suara tokoh-tokoh dalam cerita atau dongeng dan anak dapat membedakan suara masing-masing tokoh dalam cerita atau dongeng.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN KATA LEMBAGA TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK USIA 5-6 TAHUN LALA YULIA; MUHAMMAD YUSRI BACHTIAR; PARWOTO, PARWOTO
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 2 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiih.v2i1.452

Abstract

Penelitian ini bertujuan agar mengetahui “Pengaruh Metode Pembelajaran Kata Lembaga dengan Dadu Kata terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Anak Usia 5-6 tahun di TK Telkom Makassar”. Metode yang dipakai ialah pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini ialah anak didik kelompok B TK Telkom Makassar. Teknik penyajian data statistik analisis deskriptif dan non parametrik. Hasilnya terlihat kelompok eksperimen mengalami peningkatan rata rata 11,00. Sehingga memiliki kesimpulan yakni “Kegiatan metode pembelajaran kata lembaga dengan dadu kata memiliki dampak yang signifikan pada kemampuan membaca permulaan anak usia 5-6 tahun di TK Telkom Makassar”.
ANALISIS PROSES SOSIAL DI DALAM DAN DI LUAR SEKOLAH M. SYAHRUL ROMADHONI; BINTI MAUNAH
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 2 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiih.v2i1.453

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami Proses Sosial Dalam Lingkungan Sekolah. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Data diperoleh dari pengumpulan buku, jurnal dan hasil penelitian sebelumnya yang mendukung tema penelitian. Data dianalisis dengan menggunakan langkah: penyajian data, penyaringan data, klasifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan berikut: (1) Proses pendidikan dapat dijadikan instrumen oleh individu untuk dapat berinteraksi secara tepat di masyarakat. (2) Proses sosialisasi di sekolah pada dasarnya tidak berbeda dengan proses sosialisasi di masyarakat dan keluarga, yakni menanamkan dan mewariskan kebudayaan kepada anak didik. (3) Dari proses terjadinya perubahan sosial, proses awal perubahan sosial adalah: Pertama,komunikasi (communication) di mana melalui kontak komunikasi, unsur-unsur baru dapat menyebar, baik berupa ide ide, gagasan, keyakinan, maupun kebenaran. Kedua, akulturasi (acculturation), yang merupakan proses penerimaan unsur-unsur kebudayaan baru secara lambat dengan tidak menghilangkan sifat kepribadian kebudayaan sendiri. Ketiga, asimilasi (assimilation), berupa suatu proses penerimaan unsur unsur kebudayaan baru yang berbeda. (4) Pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta bangsa yang bermartabat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
IMPLEMENTASI ROLE-PLAYING GAME DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INGGRIS MELISA KHOYYIROH HARAHAP
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 2 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiih.v2i1.454

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian pustaka yang bertujuan untuk menganalisis implementasi metode Role-Playing Game (RPG) dalam upaya meningkatkan keterampilan berbicara Bahasa Inggris. Keterampilan berbicara merupakan salah satu aspek esensial dalam penguasaan bahasa asing, namun seringkali menjadi tantangan bagi pelajar karena faktor kurangnya kepercayaan diri, keterbatasan kosakata, dan minimnya kesempatan praktik. Berdasarkan hasil telaah terhadap berbagai studi terdahulu, RPG terbukti memberikan kontribusi positif dalam menciptakan suasana belajar yang interaktif, meningkatkan motivasi belajar, serta melatih penggunaan bahasa secara kontekstual. RPG mendorong siswa untuk lebih aktif, kreatif, dan terlibat dalam percakapan autentik yang menyerupai situasi kehidupan nyata. Selain itu, RPG juga memfasilitasi pembelajaran kolaboratif yang dapat meningkatkan kompetensi sosial dan kepercayaan diri siswa dalam menggunakan Bahasa Inggris secara lisan. Dengan demikian, metode RPG dapat dipertimbangkan sebagai strategi pengajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara dalam pembelajaran Bahasa Inggris.
PENDEKATAN KOMUNIKATIF DALAM PENGAJARAN BAHASA INGGRIS SEBAGAI BAHASA ASING AISYAH ARFANI RAMBE
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 2 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiih.v2i1.455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan pendekatan komunikatif dalam pengajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL). Pendekatan komunikatif (Communicative Language Teaching/CLT) menekankan pentingnya kemampuan berkomunikasi yang efektif dalam situasi nyata sebagai tujuan utama pembelajaran bahasa. Literatur yang tersedia menunjukkan bahwa CLT lebih menekankan pada interaksi, pemahaman konteks sosial, serta pembelajaran yang berpusat pada siswa, yang dapat meningkatkan kemampuan berbicara, mendengarkan, dan menulis dalam bahasa target. Penelitian ini mengidentifikasi prinsip-prinsip dasar CLT, manfaat, tantangan, serta pengaruhnya terhadap motivasi dan pencapaian siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Berdasarkan tinjauan pustaka yang dilakukan, pendekatan komunikatif terbukti lebih berhasil dalam mengatasi keterbatasan metode tradisional yang berfokus pada tata bahasa dan terjemahan, serta dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan relevan. Namun, penerapannya di berbagai konteks pendidikan, terutama di negara-negara non-bahasa Inggris, menghadapi beberapa tantangan terkait dengan keterbatasan sumber daya dan kesiapan pengajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan komunikatif dapat meningkatkan efektivitas pengajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing, meskipun implementasinya memerlukan penyesuaian dengan kondisi lokal dan dukungan yang memadai bagi pengajar.

Page 1 of 1 | Total Record : 5